Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI BAKTERI ENDOFIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN KANDUNGAN ANDROGRAFOLID PADA TANAMAN SAMBILOTO GUSMAINI GUSMAINI; SANDRA ARIFIN AZIZ; ABDUL MUNIF; DIDY SOPANDIE; NURLIANI BERMAWIE
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 19, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v19n4.2013.167-177

Abstract

ABSTRAKBakteri endofit hidup di dalam jaringan tanaman yang sehat danberperan antara lain di dalam memacu pertumbuhan tanaman denganmenghasilkan senyawa-senyawa zat pengatur tumbuh, seperti IAA, GA 3 ,dan Sitokinin. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi potensi bakteriendofit dalam  meningkatkan pertumbuhan, produksi, dan kadarandrografolid pada tanaman sambiloto. Penelitian dilakukan di rumah kacaBalittro Cimanggu Bogor pada Oktober 2011–Mei 2012. Perlakuandisusun mengikuti Rancangan Acak Kelompok, enam perlakuan danempat ulangan. Perlakuan terdiri dari (1) kontrol, dan perlakuan bakteriendofit yaitu (2) 20BB, (3) 5MD, (4) 20BD, (5) 20CD (perlakuan 2-5masing-masing terdiri dari 4 jenis isolat), dan (6) 90AA (isolat tunggal).Suspensi bakteri endofit (50 ml/tanaman) diberikan 4 kali yaitu padaminggu ke 3, 5, 7, dan 9 setelah tanam dengan konsentrasi 10 10 spk/ml.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit berpengaruh postifdan nyata dalam meningkatkan pertumbuhan, produksi herba segar dankering serta andrografolid pada tanaman sambiloto lebih baikdibandingkan kontrol. Peningkatan pertumbuhan tertinggi ditunjukkanpada tinggi tanaman dan jumlah cabang primer yaitu masing-masing24,7% (20 CD) dan 42,2% (20 BB). Produksi herba kering meningkat 25-82,81%, sejalan dengan meningkatnya serapan hara N (64,7-158,8%), P(50-100%), dan K (65-155%). Peningkatan produksi herba kering danandrografolid terbaik diperoleh dari penggunaan 20 CD (82,81 dan142,11%), 20 BB (88,75 dan 131,58%), dan 20 BD (65,63 dan 131,58%).Implikasi dari hasil penelitian ini bahwa bakteri endofit berpotensi untukdikembangkan pada budidaya tanaman sambiloto.Kata kunci: Andrographis paniculata, bakteri endofit, andrografolid,pertumbuhan, produksiABSTRACTEndophytic bacteria live within healthy plant tissue and playimportant roles, such as producing compounds of plant growth regulatorssubstances such as IAA, GA 3 , and Cytokinin. The aims of this research isto evaluate the potential of endophytic bacteria to promote the growth,andrographolide content, and dry matter yield of king of bitter. Theresearch was conducted in the greenhouse of Cimanggu Balittro in October2011-May 2012. Treatments were arranged in a randomized completeblock design with six treatments and four replications. Treatments consistof (1) control, and 5 kinds of endophytic bacteria isolates such as (2)20BB, (3) 5MD, (4) 20BD, (5) 20CD (treatments no.2-5, consisted of 4types of isolate), and (6) 90AA (single isolate). The highest presentage ofplant height and number of primary branches were obtained from thetreatment of 20CD (24.7%) and 20BB (42.2%). Increase in the dry herbyield of 25-82.81% was in agreement with increasing in uptake of N (64.7-158.8%), P (50-100%), and K (65-155%). The best treatment with whichyielding high of dry herbs and andrographolide was 20CD isolates (82.81and 142.11%), followed with 20 BB (88.75 and 131.58%), and 20 BD(65.63 and 131.58%). The study implies that endophytic bacteria havepotential for development of king of bitter cultivation.Key words: Andrographis paniculata, endophytic bacteria, androgra-pholide, growth, yield
PEMANFAATAN BAKTERI ENDOFIT DAN FOSFAT UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAMBILOTO / Utilizing Endophytic Bacteria and Phosphate for Growth and Yieald of Andrographis paniculata Gusmaini Gusmaini; Didy Sopandie; Sandra Arifin Aziz; Abdul Munif; Nurliani Bermawie
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 22, No 3 (2016): September, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/littri.v22n3.2016.153-159

Abstract

Andrographis paniculta produce andrographolide, which have functions as raw material for medicine. One can stimulate andrographolide yield by utilizing endophytic bacteria and phosphate. This research objectives were to obtain effect of endophytic bacteria and phosphate on growth, yield and andrographolide content, N, P, and K uptake of A. paniculta. The research was conducted at the experimental garden of ISMCRI, at Cimanggu, Bogor from June 2012-February 2013. The trial was arranged in Random Block Design, factorial, 9 treatments and 3 replications. The first factor were endophytic bacteria; 1) without endophytic bacteria, 2) 20CD, and 3) 20BB. The second factor were the levels of P; 1) without P, 2) 27 kg/ha P, and 3) 54 kg/ha P. The results showed that Endophytic bacteria application and P fertilizer significantly increased plant growth, dry matter yield, andrographolide content and yield, and N, P, K uptake, but there were no interaction between endophytic bacteria and P treatments. Giving of endophytic bacteria improved content and yield of andrographolide ranging 16,9-29,9% and 37,6-45,7% respectively. A dossage of 27 kg/ha P was recommended to produce dry matter and andrographolide yield, and andrographolide content obtained 2.56%. The best andrographolide yield should be harvested at the beginning of generative phase.Keywords: Andrographis paniculata, andrographolide content, endophytic bacteria, phosphate, yield. AbstrakTanaman sambiloto merupakan tanaman penghasil andrografolid, yang berfungsi sebagai bahan baku obat. Salah satu yang dapat memacu produksi andrographolid tersebut dengan memanfaatkan bakteri endofit dan fosfat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri endofit dan fosfat terhadap pertumbuhan, produksi dan kadar andrografolid serta serapan hara N, P, dan K pada tanaman sambiloto. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cimanggu Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor dari bulan Juni 2012-Februari 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok, faktorial, 9 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu bakteri endofit; 1) tanpa bakteri, 2) 20CD, dan 3) 20BB. Faktor kedua adalah dosis pupuk P; 1) tanpa pupuk, 2) 27 kg/ha P, dan 3) 54 kg/ha P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit dan P nyata meningkatkan pertumbuhan, produksi biomas, kadar dan produksi andrografolid, serta serapan hara N, P, dan K pada umur tanaman 14 MST, namun tidak terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut. Pemberian bakteri endofit dapat meningkatkan kadar dan produksi andrografolid, masing-masing berkisar 16,9-29,9% dan 37,6- 45,7%. Dosis 27 kg/ha P direkomendasikan untuk menghasilkan produksi bahan kering dan produksi andrografolid, dengan kadar andrografolid yang diperoleh 2,56%. Produksi andrografolid terbaik, tanaman dipanen pada fase awal generatif.Kata kunci: Andrographis paniculata, andrografolid, bakteri endofit, pertumbuhan, fosfat, produksi.
KRITERIA PENANDA SELEKSI PRODUKTIVITAS TERNA DAN ASIATIKOSIDA PADA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) BUDI MARTONO; MUNIF GHULAMAHDI; LATIFAH K. DARUSMAN; SANDRA ARIFIN AZIZ; NURLIANI BERMAWIE
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 16, No 1 (2010): Maret 2010
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v16n1.2010.12-19

Abstract

ABSTRAKKeberhasilan  seleksi  produktivitas  terna  dan  produktivitasasiatikosida yang tinggi ditentukan oleh kriteria seleksi yang sesuai. Adabeberapa metode yang dapat digunakan untuk mencari kriteria seleksi,salah satu diantaranya adalah dengan memanfaatkan analisis lintas (Pathanalysis). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola hubungan antarkomponen pertumbuhan dengan produksi terna dan produksi asiatikosidaberdasarkan nilai korelasi, pengaruh langsung dan tidak langsung, sertanilai heritabilitas pada 16 nomor koleksi plasma nutfah pegagan. Penelitiandilakukan di KP. Cimanggu, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik(BALITTRO) antara bulan Juli-November 2007, dengan menggunakanrancangan acak kelompok (RAK) yang diulang 2 kali. Intensitas cahayayang digunakan 75%. Komponen pertumbuhan yang diamati meliputijumlah, panjang, dan diameter tangkai daun; jumlah, panjang, lebar, luas,dan tebal daun; serta jumlah sulur. Hasil penelitian menunjukkan bahwapeubah panjang dan diameter tangkai daun; serta panjang, lebar, luas, dantebal daun berkorelasi positif sangat nyata terhadap produksi terna.Berdasarkan analisis lintas, panjang, dan diameter tangkai daun, panjang,lebar, luas, dan tebal daun berpengaruh tidak langsung terhadap produksiterna melalui peubah lainnya. Seleksi terhadap produksi terna secara tidaklangsung dapat dilakukan melalui seleksi panjang dan diameter tangkaidaun, dan panjang, lebar, luas, serta tebal daun. Seleksi genotipe pegagandengan produksi terna yang tinggi melalui panjang dan diameter tangkaidaun; dan panjang, lebar; serta luas daun lebih efektif dibandingkandengan melalui tebal daun karena kelima peubah tersebut mempunyai nilaiheritabilitas yang tinggi. Panjang tangkai daun, luas dan tebal daun, sertajumlah sulur mempunyai korelasi positif nyata dan sangat nyata denganproduksi asiatikosida. Luas daun dan jumlah sulur berpengaruh tidaklangsung terhadap produksi asiatikosida melalui peubah lainnya. Panjangtangkai daun dan tebal daun secara langsung berperan dalam menentukanproduksi asiatikosida. Seleksi produktivitas asiatikosida yang tinggimelalui peubah panjang tangkai daun akan memberikan respon yang lebihcepat karena memiliki nilai heritabilitas yang tinggi.Kata kunci: Centella asiatica (L.) Urban, terna, asiatikosida, analisislintas, heritabilitasABSTRACTCriterion of Marker Selection of Fresh Shoot andAsiaticoside Productivity of Asiatic Pennywort (Centellaasiatica (L.) Urban)Selection of asiatic pennywort for high fresh shoot and asiaticosideproduction is determined by using appropriate selection criterion. Thereare several methods that can be applied, one among those is using the pathanalysis. The research was aimed to study the correlation analysis betweengrowth and production variables, direct and indirect effects, and theheritability of sixteen accessions. The experiment was conducted atCimanggu Experimental Station of Indonesian Medicinal and AromaticCrops Research Institute (ISMECRI) Bogor, Indonesia from July untilNovember 2007. The research was arranged using randomized completeblock design (RCBD) with two replications. Sixteen accessions and 75%light intensity were used. The growth components observed were number,length, and diameter of leaf petiole; number, length, width, area, andthickness of leaf; and number of stolon. The results showed that leafpetiole length and diameter, leaf length, width, area, and thicknesspositively and significantly correlated with fresh shoot production. Theleaf petiole length and diameter, leaf length, width, area, and thicknessindirectly affected fresh shoot production through other variables. The leafpetiole length and diameter; leaf length, width, area, and thickness couldbe indirectly selected as fresh shoot production variables. Selection ofasiatic pennywort genotype with high fresh shoot production through leafpetiole length and diameter; leaf length, width, and area were moreeffective compared to through leaf thickness, because the five variableshave high heritability values. Correlations between leaf petiole length, leafarea and thickness, and number of stolon with asiaticoside production werepositive and significant. The leaf area and number of stolon indirectlyaffected asiaticoside production through other variables. The length andthe thickness of leaf directly influenced the asiaticoside production. Leafpetiole length, which has high heritability value, can be used as variable toselect high asiaticoside production of asiatic pennywort.Key words : Centella asiatica (L.) Urban, shoot production, asiaticoside,path analysis, heritability
PRODUKSI FLAVONOID DAUN KEMUNING (Murraya paniculata L. Jack) PADA DOSIS PUPUK ORGANIK DAN INTERVAL PANEN YANG BERBEDA Rahmi Taufika; Sandra Arifin Aziz; Maya Melati
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 27, No 1 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v27n1.2016.27-35

Abstract

Kemuning (Murraya paniculata) telah digunakan secara tradisional sebagai tanaman obat karena mengandung metabolit sekunder yang memiliki berbagai fungsi. Pemupukan dengan pupuk organik dan interval panen dapat meningkatkan produksi metabolit sekunder, terutama flavonoid. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk organik dan interval panen yang berbeda terhadap produksi flavonoid daun kemuning. Penelitian dilaksanakan sejak Juni 2014 sampai Februari 2015 di Kebun Percobaan Organik IPB, Cikarawang, Bogor. Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan faktor (1) pupuk organik menggunakan 8 kombinasi dosis pupuk kandang ayam (PA) dan abu sekam (AS) yaitu kontrol; 0 kg PA + 3 kg AS;           7 kg PA + 0 kg AS; 7 kg PA + 3 kg AS; 14 kg PA + 0 kg AS; 14 kg PA + 3 kg AS; 21 kg PA + 0 kg AS; 21 kg PA + 3 kg AS pertanaman dan (2) 3 interval panen (2, 3, dan 4 bulan). Data dianalisis menggunakan uji F dan taraf DMRT 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi dosis pupuk organik dengan berbagai dosis yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan interval panen nyata meningkatkan  produksi daun berupa berat basah dan kering daun total pada interval panen 4 bulan masing-masing sebesar 914,92 g  tanaman-1, 258,53 g tanaman-1. Perlakuan interval panen memberikan pengaruh terhadap produksi senyawa flavonoid total, antosianin, protein, klorofil total, dan aktivitas antioksidan. Interval panen 2 bulan menghasilkan klorofil total tertinggi sebesar 1,72 mg g BB-1.Interval panen 4 bulan menunjukkan aktivitas enzim PAL (7,915 x 10-5 mg CA eq g BB-1), produksi protein (7,96 mg tanaman-1), flavonoid total (682,82 mg tanaman‑1), antosianin (1,17 mg tanaman-1), dan aktivitas antioksidan (76,51%) tertinggi. Tidak ada interaksi antara pemberian pupuk organik dengan interval panen semua parameter pengamatan.
PENGARUH PEMUPUKAN DAN WAKTU PEMANENAN TERHADAP PRODUKSI ANTOSIANIN DAUN DAN KUISERTIN UMBI TANAMAN DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC)1 Mustika Tripatmasari Tripatmasari; Sandra Arifin Aziz; Munif Ghulamahdi
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.67 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1428

Abstract

Daun dewa (Gynura pseudochina (L.) DC) merupakan tanaman obat yang mempunyai beberapa khasiat penting yaitu sebagai penurun panas, anti tumor atau kanker, dan obat kulit. Kandungan kimia daun dewa yaitu antosianin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan: (1) menemukan kombinasi pemupukan dan waktu panen daun dewa yang tepat di lapang untuk menghasilkan senyawa antosianin daun dan kuersetin umbi tinggi; (2) menentukan produksi total senyawa antosianin daun dan kuersetin umbi daun dewa. Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah (split plot design), Petak utama adalah Pupuk (P) ditempatkan sebagai (tanpa pemupukan; pupuk kotoran sapi (20 ton/ha) + NPK (Urea=300kg/ha, SP36=100 kg/ha, KCl=50 kg/ha), pupuk kotoran sapi (20 ton/ha) + NPK (Urea=300kg/ha, SP36=100 kg/ha, KCl=50 kg/ha) + MgSO4 (50 kg/ha) dan anak petak adalah waktu panen (W) (4, 5.5, 7 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, lebar daun dan luas daun hingga 8 (MST). Perlakuan pupuk kotoran sapi (20 ton/ha) dan waktu panen 4 bulan nyata meningkatkan bobot basah daun tertinggi (38,83 g) dan meningkatkan produksi total antosianin dauntertinggi (13,41 mg/ tanaman). Perlakuan pupuk kotoran sapi (20 ton /ha) + NPK (300kg/ha urea, 100 kg /ha SP36, 50 kg/ha KCl) nyata meningkatkan rata-rata produksi total quercetin umbi (59.74 mg/tanaman). Semua peubah menunjukkan pola linier negatif setelah umur 16 MSTKata kunci: Gynura pseudochina (L.) DC), pemupukan, waktu panen, antosianin daun, kuersetin umbi
RESPON PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGIS Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng PADA CEKAMAN NAUNGAN Rina Ekawati; Sandra Arifin Aziz
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.424 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2204

Abstract

Bangun - bangun [Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng] merupakan salah satu jenis sayuran fungsional yang berfungsi sebagai Laktagogum. Bangun-bangun juga mempunyai kandungan antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Percobaan ini dilakukan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo, Kec. Darmaga, Bogor, dari bulan September 2012 hingga Februari 2013 untuk mempelajari respon pertumbuhan dan fisiologis Plectranthus amboinicuspada perbedaan tingkat naungan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan 2 taraf perlakuan, yaitu tanpa naungan (N0) dan naungan (N1). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat enam satuan percobaan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa naungan menghasilkan daun bangun-bangun yang lebih lebar dan tipis dibandingkan tanpa naungan. Naungan menurunkan kandungan antosianin dan bobot basah pucuk per tanaman bangun-bangun, tetapi meningkatkan kandungan klorofil “a” dan total klorofil dibandingkan tanpa naungan.Kata kunci: bangun-bangun, intensitas cahaya rendah, metabolit sekunder
PENGARUH PENGELOLAAN AIR DAN GENOTIPE PADI TERHADAP KERACUNAN BESI DAN PRODUKTIVITAS PADI DI LAHAN PASANG SURUT TIPE LUAPAN B DI SUMATERA SELATAN Siti Maryam Harahap; Munif Ghulamahdi; Sandra Arifin Aziz; Atang Sutandi; , Miftahudin
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v17n2.2014.p%p

Abstract

The Effect of Water Management and Rice Genotypes to Against Toxicity of Iron and Productivity of Rice in Tidal Land Type B in South Sumatera. Tidal land is one of the alternative land to support increased productivity of rice, but rice productivity in this area is still low, and the land utilization is not optimal yet. One factor is high iron content in the soil that can be toxic to plants. The purposes of this study were (1) to determine the effect of water management and rice genotype, as well as their interaction on the percentage of leaf bronzing, growth and yield of rice in tidal lands, (2) to select an alternative combination of water management and rice genotypes that may increase rice yields in tidal land. This study was conducted from February until June 2013 in the tidal area with type B overflow, Mulia Sari village, Banyu Asin regency, South Sumatera. The experimental design used was a split plot design with three replications. The main plot was water management with four levels, while the subplot was rice genotypes consisted of three genotypes. The results showed that water management and its interactions with plant genotypes had significant effect only on the percentage of bronzing, Fe content in shoot, and Fe content in root crops, while the plant genotype significantly affected all observed variables. The use of genotypes tolerant to iron toxicity (Indragiri) combined with (form stagnant and saturated water management) drainage with intervals of two weeks could give yield 6.8 and 6.2 t/ha respectively.Keywords : Water management, genotype paddy, tidal landABSTRAKLahan pasang surut merupakan salah satu lahan alternatif untuk mendukung peningkatan produksi padi, tetapi produksi padi di lahan ini masih rendah, dan pemanfaatan lahannya belum optimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah adanya senyawa besi dalam tanah yang dapat meracuni tanaman. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh pengelolaan air dan genotipe tanaman padi serta interaksinya terhadap hasil padi di lahan pasang surut, (2) memilih alternatif kombinasi pengelolaan air dan genotipe tanaman padi yang sesuai dan dapat meningkatkan hasil padi di lahan pasang surut. Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari – Juni 2013 di lahan pasang surut tipe luapan B, Desa Mulia Sari, Kabupaten Banyu Asin Sumatera Selatan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah dengan tiga ulangan. Sebagai petak utama adalah pengelolaan air, yang terdiri dari empat taraf, sedangkan sebagai anak petak adalah genotipe padi, yang terdiri dari tiga genotipe (IRH108, IR64 dan Indragiri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan air dan interaksinya dengan genotipe tanaman berpengaruh nyata terhadap persentase bronzing, kandungan Fe di tajuk, kandungan Fe di akar dan hasil tanaman sedangkan genotipe tanaman berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati. Penanaman genotipe tanaman toleran terhadap keracunan besi (genotipe Indragiri) yang dikombinasikan dengan drainase berinterval dua minggu dapat memberikan hasil masing-masing 6,8 dan 6,2 t/ha.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN FERTIGASI PUPUK ORGANIK TERHADAP KANDUNGAN BIOAKTIF DAUN TANAMAN KEMUNING (Murraya paniculata (L.) JACK) DI PEMBIBITAN Ray March Syahadat; Sandra Arifin Aziz
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 2 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v23n2.2012.%p

Abstract

Kemuning (Murraya paniculata) dapat digunakan sebagai obat tradisional. Banyak penelitian mengenai fitofarmakologi kemuning tapi tidak pada penelitian mengenai budidaya. Penelitian dilaksanakan sejak Oktober 2011 sampai Maret 2012 di Gunung Batu, Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi komposisi media dan aplikasi fertigasi dengan pupuk organik terhadap kandungan bioaktif daun kemuning. Penelitian menggunakan analisis kualitatif fitokimia pada daun kemuning. Perlakuan yang diberikan komposisi media tanah latosol Darmaga + arang sekam padi (1:1) v/v tanpa fertigasi; komposisi media tanah latosol Darmaga + arang sekam padi + pupuk kandang kambing (1:1:1) v/v dan aplikasi fertigasi dengan kotoran kambing; komposisi media dengan tanah latosol Darmaga + arang sekam padi + pupuk kandang kambing (1:1:1) v/v dan aplikasi fertigasi dengan pupuk kandang kotoran ayam; komposisi media tanah latosol Darmaga + arang sekam padi + kotoran ayam (1:1:1 ) v/v dan aplikasi fertigasi dengan kotoran kambing; komposisi media tanah latosol Darmaga + arang sekam padi + kotoran ayam (1:1:1) v/v dan aplikasi fertigasi dengan pupuk kandang ayam. Konsentrasi yang digunakan untuk fertigasi yaitu satu kg pupuk organik per lima liter air, dengan dosis 60 ml per tanaman, dan diaplikasikan setiap dua minggu. Hasil penelitian analisis kualitatif fitokimia menunjukkan bahwa daun kemuning mengandung steroid yang paling tinggi, dan diikuti saponin, flavonoid, tanin, dan alkaloid.
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH JINTAN HITAM (Nigella sativa) DENGAN HIDROPRIMING DAN PEMBERIAN ASAM GIBERELAT NFN Herlina; Sandra Arifin Aziz
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 27, No 2 (2016): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v27n2.2016.129-136

Abstract

Perkecambahan adalah suatu tahap kritis pada siklus hidup tanaman. Perbaikan toleransi pada tahap perkecambahan dapat meningkatkan stabilitas pertumbuhan dan produksi tanaman. Upaya untuk menekan pengaruh cekaman dapat dilakukan dengan teknik priming dan penambahan asam giberelat (GA). Sebagai tanaman introduksi, jintan hitam akan menghadapi banyak kendala dalam budidaya khususnya dari faktor lingkungan abiotik seperti iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perlakuan hidropriming dan penambahan GA3 terhadap viabilitas benih jintan hitam. Penelitian dilaksanakan sejak November sampai Desember 2015 di Laboratorium Seed Storage & Seed Quality Testing, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB. Bahan yang digunakan adalah benih jintan hitam aksesi Kuwait dan India. Rancangan penelitian yang digunakan Acak Kelompok Faktorial dengan tiga faktor yakni aksesi (India dan Kuwait), waktu hidropriming (0, 12, dan 24 jam) dan aplikasi GA3 (dengan dan tanpa GA3), tiga ulangan dengan 25 butir benih setiap satuan percobaan. Peubah yang diamati adalah daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, panjang kecambah, panjang radikel, bobot basah kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi GA3 akan efektif jika didahului dengan perlakuan hidropriming. Perlakuan hidropriming 12 jam yang diikuti aplikasi GA3 meningkatkan viabilitas benih jintan hitam aksesi Kuwait dan India melalui peningkatan daya berkecambah (27,00 dan 22,80%), panjang radikel (55,50 dan 60,20%), kecepatan tumbuh (36,00 dan 27,60%), dan indeks vigor (27,00 dan 22,80%).
POTENSI KADAR BIOAKTIF YANG TERDAPAT PADA DAUN KEPEL (Stelechocarpus burahol) Bayuanggara Cahya Ramadhan; Sandra Arifin Aziz; Munif Ghulamahdi
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 26, No 2 (2015): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v26n2.2015.99-108

Abstract

Kepel (Stelechocarpus burahol) merupakan tanaman yang mempunyai khasiat obat dan hingga saat ini belum banyak informasi mengenai kadar bioaktifnya. Bioaktif yang terdapat pada daun kepel salah satunya flavonoid yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan bioaktif daun kepel pada umur daun yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan sejak Juni sampai November 2013 di Arboretum Lanskap IPB (Bogor, Indonesia). Bagian tanaman yang digunakan sebagai sampel yaitu daun muda, sedang dan dewasa. Rata-rata kadar bioaktif daun tanaman kepel pada masing-masing umur daun dibandingkan menggunakan uji t-student’s. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas enzim phenylalanine ammonia lyase (PAL) dan kadar antosianin pada daun muda relatif lebih tinggi dari daun tua dan daun sedang. Daun kepel dewasa memiliki kadar flavonoid dan total klorofil yang paling tinggi dari pada daun sedang dan daun muda. Kadar flavonoid daun kepel menurun, sedangkan kadar antosianin, aktivitas PAL dan total klorofil meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan. Daun kepel yang sudah dewasa dapat digunakan sebagai bahan baku obat.
Co-Authors , Adiwirman , Nazi , Nirwan ,, Herlina . Herlina . TRIVADILA A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Munif Agus Yudhi Pardiyanto Andika Akbarul Iman Andria Afrida Anggia Murni Ani Kurniawati Anisya Elsa Shafira Ari, Ahmad Nur Hidayat Gena Arista, Nor Isnaeni Dwi Atang Sutandi Auliya Ilmiawati Ayunina, Krisetya Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi Bayuanggara Cahya Ramadhan betty betty Betty Tjhia BUDI MARTONO DADANG DADANG Danar Hadisugelar Dewi Sukma Dhedy Kristanto Didy Sopandie Diny Dinarti DINY DINARTY, DINY Dyah Iswantini Edi Santosa Ekawati, Rina Eman Ayu Sasmita Jati, Gusti Fajar Pangestu Fauziah, Ni'mah Fhonna, Tasya Nurizki Giyanto, dan Gusmaini Gusmaini GUSMAINI GUSMAINI GUSMAINI GUSMAINI, GUSMAINI Haridjaja, Oteng Herlina, NFN Hesti Pujiwati Hesti Pujiwati Hilda Susanti Hilda Susanti I Ketut Suada Ina Kusheryani Ira Fauziah Noer Irmanida Batubara Ismail Saleh Ismail Saleh Ismiyanti, Ismiyanti Isna Tustiyani Isna Tustiyani Jamil, Anna Moslihat Kailola, Joan Joulanda Grace Karimuna, Siti Rahmah Ketty Suketi Krisetya Ayunina Kurniawati, Ari Kurniawati, Ari LATIFAH K. DARUSMAN Leo Mualim M. Rafi MADE ASTAWAN Manalu, Johanes Marojahan MARIA BINTANG Maya Melati Ma’rufah, Siti Hilda Meity Suradji Sinaga Miftahudin . Mohamad Rafi Mufa'adi, Ardianto Muhamad Syukur Muhammad Farid Muhammad Farid Muhammad Syukur Munawaroh, Nafi'atul Munif Ghulamahdi Mustika Tripatmasari Tripatmasari Nafi'atul Munawaroh Neni Musyarofah NFN Herlina Ni'mah Fauziah Noer, Ira Fauziah Nur Faridah, dan Didah Nuri Andarwulan Nurliani Bermawie NURLIANI BERMAWIE NURLIANI BERMAWIE Nurliani Bermawie Nurwita Dewi Oteng Haridjaja Parwito Pebra Heriansyah Purwono Purwono, Purwono Purwono, dan Putri, Astrid Aditya Putri, Fiadini Rahmi Taufika Ramadhan, Bayuanggara Cahya Ramadhani, Elrisa Rasmani, Rasmani Ray March Syahadat Refa Firgiyanto Respita, Intan Annisa rina ekawati Rizva, Dian Novira Sari, Galuh Yunita Shafira, Anisya Elsa Siti Hilda Ma’rufah Siti Maryam Harahap Siti Maryam Harahap Siti Sadiah Slamet Susanto Sri Astuti Rais Stefani Daryanto Sudirman Yahya Sudirman Yahya Tamsin, Aqlia Hanna Nurfatiha Taopik Ridwan Taopik Ridwan Tatik Raisawati Toyip Toyip Tutik Wresdiyati Wahyu Arif Sudarsono Wahyu Arif Sudarsono Waras Nurcholis Wardani, Eska Ayu Winarso D. Widodo Yudiansyah Yudiansyah Yulia Indriani