Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Zuriat

Interaksi Genotipe x Lingkungan, Stabilitas dan Adaptasi Jagung Hibrida Harapan UNPAD di 10 Lokasi di Pulau Jawa M. Saraswati; A. N. Oktafian; Agung Karuniawan; Dedi Ruswandi
Zuriat Vol 17, No 1 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i1.6800

Abstract

Sembilan genotip jagung hibrida Harapan Unpad diseleksi berdasarkan interaksi G × E, stabilitas, adaptasi dan daya hasil. Percobaan dilakukan di sepuluh lokasi di Pulau Jawa, yaitu Ciamis, Tasik-Gombong, Tasik- SPMA, Cianjur, Lembang, Karawang, Nganjuk BLGBG, Nganjuk-Pace, Jatinangor dan Tanjung Sari. Dari Pebruari 2005−Juli 2006. Percobaan untuk setiap lokasi disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua ulangan dan satu kultivar cek Bisi-2. Uji Homogenitas Barlett digunakan untuk melihat homogenitas varians galat dari beberapa lokasi. Analisis gabungan dilakukan jika varians galat homogen. Analisis gabungan memperlihatkan adanya interaksi G × E untuk semua karakter yang diamati. Berdasarkan analisis stabilitas ternyata semua hibrida Unpad memperlihatkan penampilan yang tidak stabil, sehingga direkomendasikan untuk dibudidayakan pada lingkungan yang spesifik. Uji multilokasi di Pulau Jawa juga berhasil menyeleksi hibrida Unpad baru, yaitu: S6A*1 ×11, S6A*11 × 11, S6A*90 × 11, S6A*25 × 18, S6A*29 × 11, dan S6A*37 × 11.
Pewarisan Karakter Ketahanan Terhadap Antraknos (Colletotrichum gloeosporoides) Pada Hasil Persilangan Tanaman Cabai Ungu x Cabai Merah Genotip RS07 Dewi Yustisiani; Winny Dewi W.; Meddy Rachmadi; Dedi Ruswandi; Neni Rostini; R. Setiamihardja
Zuriat Vol 17, No 2 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i2.6746

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pewarisan ketahanan terhadap penyakit antraknos pada cabai merah. Percobaan lapangan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Tanjungsari, Sumedang dan percobaan laboratorium dilakukan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor sejak bulan Januari sampai bulan April 2004. Bahan penelitian di lapangan terdiri atas populasi P1 (cabai ungu), P2 (cabai merah RS07), F1 (cabai ungu × cabai merah RS07), BC11, BC12, dan F2. Hasil percobaan lapangan, menunjukkan bahwa pewarisan karakter ketahanan cabai hasil persilangan cabai ungu × cabai merah RS07 terhadap antraknos dikendalikan oleh gen sederhana dengan rasio 13:3 (epistasis, dominan, dan resesif). Nilai duga heritabilitas dalam arti sempit tergolong sedang dan dalam arti luas tergolong tinggi, dengan nilai harapan kemajuan genetik yang tergolong cukup tinggi. Hasil percobaan laboratorium, menunjukkan bahwa pewarisan karakter ketahanan tanaman cabai hasil persilangan cabai ungu × cabai merah RS07 terhadap antraknos dikendalikan oleh gen sederhana dengan rasio 13:3 (epistasis, dominan, dan resesif). Nilai duga heritabilitas dalam arti sempit maupun arti luas, dengan nilai harapan kemajuan genetik yang tergolong tinggi.
Uji BUSS dan Penampilan Fenotipik Beberapa Genotip Cabai Merah (Capsicum annuum L.) di Pasuruan Hendrik Yustra Gunawan; Neni Rostini; Dedi Ruswandi
Zuriat Vol 22, No 2 (2011)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v22i2.6856

Abstract

Maksud dari penelitian ini adalah untuk melakukan pengujian BUSS terhadap lima genotip cabai merah yang diuji dan mendapatkan informasi mengenai penampilan fenotipik sepuluh genotip cabai merah. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan genotip cabai merah yang mempunyai penampilan fenotipik yang lebih unggul dari varietas pembandingnya. Percobaan dilaksanakan di Dinas Pertanian Kebun Benih Hortikultura, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Ketinggian tempat sekitar 950 diatas permukaan laut (dpl), tipe curah hujan menurut Schmidt-Ferguson (1951) termasuk ke dalam curah hujan tipe D (sedang). Percobaan dilakukan pada bulan Juni sampai bulan November 2010. Genotip-genotip yang diuji adalah RS-07, RM 08A x KRTRM 1B, KRTRM Up Right, RM 08A x RTRM 1A, dan KRT Shatol serta pembandingnya Tanjung-1, Tanjung-2, Tit Super, Laris dan Lembang-1. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan sepuluh perlakuan diulang tiga kali. Hasil uji BUSS menunjukan terdapat 22 karakter yang berbeda dari lima genotip cabai merah yang diuji dengan pembandingnya dan kelima genotip yang diuji memenuhi unsur kebaruan, keunikan, keseragaman dan kestabilan. Berdasarkan karakter bobot buah per tanaman dan bobot buah per plot, genotip yang memiliki penampilan lebih baik dari pembandingnya adalah genotip RS 07, genotip RM 08A × KRTRM 1B, genotip KRT Shatol dan genotip RM 08A x KRTRM 1A.
Seleksi Jagung Hibrida Pada Sistim Tumpang Sari dengan Kedelai Berdasarkan Karakter Morfo-agronomi dengan GYT Analysis Moh Ali Abdullah; Meddy Rachmadi; Yuyun Yuwariah; Ade Ismail; Noladhi Wicaksana; Dedi Ruswandi
Zuriat Vol 34, No 1 (2023): Mei, 2023
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v34i1.46669

Abstract

Kebutuhan jagung nasional cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring semakin menurunnya luas lahan pertanian. Tumpang sari dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi jagung dalam efisiensi penggunaan lahan pertanian yang semakin berkurang. Varietas toleran tumpang sari dapat dihasilkan melalui penggunaan plasma nutfah yang memiliki variabilitas dan heritabilitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi mengenai parameter genetik serta hibrida jagung toleran terhadap penanaman tumpang sari dan berdaya hasil tinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan petak terbagi (Split Plot Design). Petak utama yaitu pola tanam yang terdiri dari tiga taraf yakni jagung tunggal, tumpang sari dengan kedelai dan tumpang sari dengan ubi jalar, sedangkan anak petak yaitu genotipe terdiri dari 20 genotipe Jagung Hibrida Padjadjaran dan 4 varietas cek. Analisis data penelitian menggunakan analisis Genotype by Yield*Trait (GYT) Biplot. Hasil penelitian berdasarkan GYT biplot menunjukkan genotipe dengan nilai terbaik pada tumpang sari jagung+kedelai adalah H13, H10, C2, H1 dan H8.
Evaluasi Daya Hasil Beberapa Galur Mutan Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) Var. MS-UNSIKA Hasil Iradiasi Sinar Gamma Pada Generasi M1 Syafii, Muhammad; Fitriani, Ayu; Wicaksana, Noladhi; Ruswandi, Dedi
Zuriat Vol 35, No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i1.54776

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki sumber karbohidrat tinggi. Kebutuhan komoditas ini setiap tahunnya terus meningkat. Tetapi, di sisi lain produksinya masih rendah. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan produksi jagung manis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan teknologi nuklir. Pemanfaaatan teknik nuklir pada tanaman jagung antara lain untuk perbaikan sifat genetik varietas melalui mutasi dengan iradiasi sinar gamma. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan galur-galur mutan jagung manis yang memiliki karakter daya hasil tinggi dengan metode diiradiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan di PAIR BATAN dan di lahan milik PT. Pertani pada Mei 2019 sampai September 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah galur jagung manis yang terdiri dari 5 taraf, yaitu G1 (MS-02), G2 (MS-04), G3 (MS-06), G4 (MS-07), G5 (MS-08). Faktor kedua adalah dosis iradiasi sinar gamma yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M0 (0 gray), M1 (100 gray), M2 (200 gray), M3 (300 gray), sehingga terdapat 20 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur jagung manis dengan iradiasi dosis sinar gamma memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Secara umum, perlakuan G1M1 (galur MS-02 + dosis sinar gamma 100 gray) memberikan pengaruh terbaik pada parameter hasil panen 3,49 kg/plot, bobot tongkol dengan kelobot sebesar 214,25 gram, bobot tongkol tanpa kelobot sebesar 154,70 gram, diameter tongkol tanpa kelobot 4,43 cm, dan panjang tongkol tanpa kelobot 16,88 cm. Sedangkan perlakuan G5M0 (galur MS-08 + dosis sinar gamma tanpa radiasi (0 gray)) memberikan pengeruh terbaik terhadap diameter tongkol dengan kelobot 4,98 cm dan  panjang tongkol dengan kelobot 27,73 cm. Dan perlakuan G5M3 (galur MS-08 + dosis sinar gamma 300 gray) memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter kandungan gula yaitu 18,500Brix.
Identifikasi dan Karakterisasi 23 Genotip Sub-Group Banana Berdasarkan Karakter Morpho-Agronomy di Desa Mekarasih Kecamatan Jatigede Fadhilah, Rifat; Rudianto, Safira Damayanti; Ismail, Ade; Ruswandi, Dedi; Bakti, Citra; Sudirja, Rija
Zuriat Vol 35, No 2 (2024): September, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i2.58422

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai kalangan. Pisang menjadi tanaman buah dengan tingkat konsumsi yang tinggi, mencapai 7,2 kg/kap/tahun di Indonesia. Perakitan varietas unggul tidak terlepas dari kegiatan karakterisasi morfologi tanaman itu sendiri dalam hal ini adalah tanaman pisang. Dalam kegiatan pemuliaan tanaman, sumber daya genetik merupakan salah satu dari sekian banyak hal yang harus diperhatikan. Pelestarian sumber daya genetik harus berjalan lurus dengan pelestarian pohon induk unggul untuk mendapatkan bibit unggul juga yang nantinya dapat dimanfaatkan bagi pemulia untuk merakit varietas unggul. Seleksi pohon unggul ini merupakan langkah awal bagi para pemulia tanaman untuk membantu ketahanan pangan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pohon induk unggul dari tanaman pisang sub-group banana di Kecamatan Jatigede. Pengamatan pada karakter berdasarkan deskriptor tanaman yang dilaksanakan pada bulan September 2023 – Maret 2024. Penelitian akan dilakukan di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede. Penelitian ini merupakan penelitian tanpa tata ruang dengan sistem penanaman one row-plot untuk menentukan pohon unggul pisang sub-group banana yang ada di lokasi penelitian dengan menggunakan deskriptor Banana sebagai acuan untuk karakterisasi. Data yang akan digunakan berasal dari hasil sampling di lokasi penelitian untuk diamati dan disesuaikan dengan deskriptor. Karakter morfologi yang berkontribusi besar terhadap keanekaragaman dan kekerabatan genetik pisang sub-group banana di Desa Mekarasih Kecamatan Jatigede diantaranya Batang semu: tapering/Pseudostem: tapering, Warna selubung basal (pseudostem), dan Tanaman: tipe pertumbuhan/Plant: growth habit. Genotip AB.1, dan AB.8, dan C.1 merupakan genotip-genotip terbaik berdasarkan karakter morpho-agronomy.
Co-Authors A. N. Oktafian A. Setyawan A. Setyawan, A. Ade Ismail Ade Ismail Adilah Nurul Fitrah Aep Wawan Irwan Aep Wawan Irwan Aep Wawan Irwan Agung Karuniawan Agus Wahyudin Agus Wahyudin Agus Wahyudin Andhita Zata Dini Dini Anindya, Marsya Nabila ANNE NURAINI Aprianti Resti Saputri Ayu Fitriani Bastamansyah, Bastamansyah Betty Natalie Fitriatin Budiman, Muhammad Nafariz Citra Bakti, Citra Dedeh Kurniasih Desri Nursyahbani Putri Dewi Yustisiani Dhany Esperanza Edi Suryadi Edy Suryadi Elia Azizah Elia Azizah, Elia Fadhilah, Rifat Fadhillah, Farhan Fakhri Nasharul Syihab Febri Hendrayana Fiky Yulianto Wicaksono Fiky Yulianto Wicaksono Fiky Yulianto Wicaksono Hafsah Ashri Noor Azizah Haysa, Qinthara Nail Hendrik Yustra Gunawan Ika Ika Cartika Jajang Supriatna Jajang Supriatna Khalisha, Ana M Kadapi M. Saraswati Marsya Nabila Anindya Maulana , Haris Meddy Rachmadi Moh Ali Abdullah Muhamad kadapi, Muhamad Muhamad Sahrul Sidik Muhammad Syafi'i Muhammad Syafi'i Muhammad Syafii Muhammad Syafii Muhammad Syafi’i Muhammad, Damara Bakti Muharam, Muharam Murdaningsih Haeruman Karmana Nadia Nuraniya Kamaluddin Neni Rostini Nita Fitria Noladhi Wicaksana Nono Carsono Nono Carsono Novanda Sari, Dwi Nurul Fitri Hanifah Nyimas Poppi Indriani Pujawati Suryatmana R. Setiamihardja Rahmi, Hayatul Rama Adi Pratama Rezeki Simamora Rianti, Winda Rija Sudirja Rudianto, Safira Damayanti Rumidatul, Alfi Santika Sari Sativa, Novriza Sheli Mustikasari Dewi Soendajana, Audi Razaqa Sugiarto S Sugiono, Darso SUMADI SUMADI Sumadi Sumadi Supriadi, Devie Rienzani Suseno Amien Syihab, Fakhri Nasharul WARID ALI QOSIM Winny Dewi W. Yayat Hidayat Yudithia Maxiselly, Yudithia Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah