Sulton Sulton
Universitas Negeri Malang

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester Di SMA Negeri 2 Kota Blitar Arie Fuat Wijaya; Sulton Sulton; Susilaningsih Susilaningsih
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.743 KB) | DOI: 10.17977/um038v2i32019p230

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penyelenggaraan sistem kredit semester di SMA Negeri 2 Blitar. Fokus penelitian terkait dengan : 1) persyaratan, 2) komponen beban belajar, 3) penetapan beban belajar, 4) penentuan beban belajar, 5) pembagian komposisi beban belajar, 6) kriteria pengambilan beban belajar, 7) penilaian, penentuan IP (Indeks Prestasi), dan kelulusan. Analisis data penelitian menggunakan reduksi data yang kemudian dilakukan penyajian data lalu ditarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian secara umum SMA Negeri 2 Blitar menyelenggarakan sistem kredit semester sesuai dengan panduan penyelenggaraan. Hal ini dibuktikan dengan : 1) persyaratan penyelenggaraan berupa dukungan internal dan eksternal, 2) komponen beban yang berisi kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri, 3) penentapan satuan beban belajar dengan istilah jam pelajaran setiap 45 menit dengan presentase UKBM maksimal 60% dari kegiatan tatap muka, 4) penentuan beban belajar oleh kemampuan siswa, 5) pembagian komposisi belajar menjadi tiga kelompok, 6) kriteria pengambilan beban belajar setiap minggunya 42 JP pada kelas X, 44 JP pada kelas XI dan 44 JP pada kelas XII, 7) penilaian, penentuan IP dan kelulusan sesuai pada panduan penyelenggarakan SKS di SMA Negeri 2 Blitar.AbstractThe purpose of this study is to describe the implementation of the semester credit system in Blitar 2 Public High School. The focus of the study relates to: 1) requirements, 2) learning burden, 3) learning burden, 4) learning burden, 5) sharing of learning burdens, 6) examination of calculating learning burden, 7) examinations, determination of IP (Indeks Prestasi), and graduation. Analysis of research data using data reduction which is then performed by presenting data and drawing conclusions and verification. The general results of the Public High School 2 Blitar provide a semester credit system in accordance with the implementation guidelines. This is evidenced by: 1) the implementation requirements consist of internal and external support, 2) cost components that provide face-to-face activities, structured assignments and independent activities, 3) determination of learning units with lessons every 45 minutes with UKBM percentage up to 60% of activities face to face, 4) learning load management by students' ability, 5) composition of learning composition into three groups, 6) criteria for learning preparation each week 42 JP in class X, 44 JP in class XI and 44 JP in class XII, 7) Assessing, determine the IP and graduation in accordance with the guidance of the SKS organizer at Blitar 2 Public High School. 
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif pada Materi Tema Tanah bagi Siswa Tunagrahita Dede Mukti Herdiyanto; Sulton Sulton; Henry Praherdhiono
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.362 KB) | DOI: 10.17977/um038v3i12019p088

Abstract

Abstrak: Multimedia interaktif tema tanah merupakan media yang  digunakan sebagai stimulus agar menumbuhkan semangat siswa dalam pembelajaran. Pemanfaatan media tersebut dapat digunakan secara berulang-ulang, sehingga materi pembelajaran dapat dipahami oleh siswa. Tujuan dari pengembangan multimedia pembelajaran interaktif tema tanah adalah untuk menghasilkan produk pengembangan multimedia interaktif yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Multimedia pembelajaran interaktif tema tanah dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode dalam pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg, W.R. & Gall, M.D. Gall. (1983).  dengan melakukan beberapa tahapan yaitu: (1) Penelitian dan mengumpulan data, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan desain, (4) Validasi produk, (5) Revisi produk, (6) Uji coba lapangan, (7) Revisi produk akhir. Penerapan multimedia pembelajaran interaktif tema tanah menurut ahli media dan ahli materi dikategorikan valid dan layak digunakan. Dalam uji coba lapangan pada siswa tunagrahita kelas VI C SLBS BCG Idayu Kota Malang mengalami peningkatan nilai saat menggunakan multimedia pembelajaran interaktif tema tanah. dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif tema tanah merupaka solusi yang cocok untuk diterapkan kepada siswa tunagrahita.Abstract: Interactive multimedia with the theme of land is a medium that is used as a stimulus to foster student enthusiasm in learning. The utilization of these media can be used repeatedly, that learning materials can be understood by students. The purpose of the development of multimedia interactive learning theme soil is to produce development interactive multimedia effective interactive to achieve goals learning, Multimedia interactive learning theme of the soil can be a solution to improve the quality of learning. Methods in development using the model of the development of  Borg, W.R. & Gall, M.D. Gall. (1983).  by taking several steps, namely: (1) research and gathering data, (2) planning, (3) Development of design, (4) Validation of products, (5 ) Revision products, (6) The field trials, (7) Revision of the final product. Application of multimedia interactive learning theme of land according to media experts and subject matter experts considered valid and fit for use. In conclusion, trials in the sixth C - grade students with mental disability SLBS BCG Idayu Malang increased in value when using multimedia interactive learning with a land theme.
Pengembangan Media Video Pembelajaran untuk Pelatihan Instalasi Tenaga Listrik Gigih Latianda Febrianto; Sulton Sulton; Henry Praherdiono
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.241 KB) | DOI: 10.17977/um038v3i22020p149

Abstract

Abstrak: Media pembelajaran pada dasarnya dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk semua tingkatana pendidikan, dengan memperhatikan beberapa karakteristik siswa. Tujuan pennelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan media video pembelajaran untuk pelatihan instalasi tenaga listrik yang valid dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang mengacu pada model Sadiman. Penelitian ini telah dilakukan di UPT Balai Latihan Kerja Surabaya pada bulan Januari-April 2020. Subjek penelitian yaitu dosen Universitas Negeri Malang dan 16 peserta pelatihan UPT Balai Latihan Kerja Surabaya. Instrumen pengambilan data yaitu angket kevalidan untuk ahli media, ahli materi, angket respon pengguna, dan instrumen pretes dan postes. Hasil penelitian yaitu media video pembelajaran untuk pelatihan instalaasi tenaga listrik menunjukkan persentase validasi ahli materi sebesar 89,2% (valid), ahli media 96,9% (valid), uji coba kelompok kecil sebesar 87,2%, dengan hasil uji coba kelompok besar sebesar 85% (valid), dan persentase tes hasil belajar sebesar 86,5% (efektif).Abstract: Learning media basically can be used in learning activities for all levels of education, taking into account some of the characteristics of students. The aim of this research and development is to produce a learning video media for valid and effective electricity installation training. This type of research is research and development (R&D) that refers to Sadiman's model. This research was conducted at the Surabaya Work Training Center UPT in January-April 2020. The research subjects were lecturers at the State University of Malang and 16 participants of the Surabaya Work Training Center UPT training. Data collection instruments are validity questionnaires for media experts, material experts, user response questionnaires, and pretest and posttest instruments. The results of the study are instructional video media for electric power installation training showing the percentage of material expert validation was 89.2% (valid), media expert 96.9% (valid), small group trial was 87.2%, with group trial results 85% (valid), and the percentage of learning outcomes tests is 86.5% (effective).
Hubungan Kompetensi Guru dengan Hasil Belajar IPS di Sekolah Menengah Atas Shinta Candra Karnaningsih; Sulton Sulton; Arafah Husna
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um038v4i12021p051

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship of social studies teacher competencies with student learning outcomes in Tulungagung High School. Teacher competence is a matter to support teaching and learning activities. Where a learning outcome can be improved through competent teachers. Learning outcomes are the learning achievements achieved by students in the process of teaching and learning activities. The data was obtained through secondary data from social studies teachers (Economics, Geography, History and Sociology) conducted by Tulungagung High School, namely Gondang High School, Pakel High School, PGRI High School, and Al Azhar Islamic High School. Hypothesis test results in this study obtained the results of a correlation of 0.792 and p = 0.00 <0.05. So the correlation coefficient is so high that there is a reliable relationship. So there is a relationship between the competence of social studies teachers with learning outcomes in Tulungagung High School. This study gets results if the competency of the teacher is high, so the learning outcomes achieved by the students also increase.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi guru IPS dengan hasil belajar siswa di Sekolah Menengah Atas Tulungagung. Kompetensi guru adalah suatu hal untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Dimana suatu hasil belajar dapat ditingkatkan melalui guru yang berkompeten. Hasil belajar adalah prestasi belajar yang diraih siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Data didapatkan melalui data sekunder guru IPS (Ekonomi, Geografi, Sejarah, dan Sosiologi) yang dilaksanakan SMA Tulungagung yaitu Sekolah Menengah Atas Gondang, Sekolah Menengah Atas Pakel, Sekolah Menengah Atas PGRI, dan Sekolah Menengah Atas Islam Al Azhar. Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini diperolah hasil korelasi 0,792 dan p = 0,00 < 0,05. Sehingga koefisien korelasi sangat tinggi bahwa ada hubungan yang bisa diandalkan. Sehingga ada hubungan antara kompetensi guru IPS dengan hasil belajar di Sekolah Menengah Atas Tulungagung. Penelitian ini mendapatkan hasil jika kompetensi yang dimiliki oleh guru tinggi, maka semakin meningkat pula hasil belajar yang dicapai oleh siswanya.
Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Seni Ukir Jepara Sebagai Upaya Kelestarian Miftahur Rizka Maulia Mahfudlo; Sulton Sulton; Saida Ulfa
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.927 KB) | DOI: 10.17977/um038v2i32019p238

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk kurikulum muatan lokal seni ukir Jepara yang menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan potensi daerah jepara kepada siswa pada jenjang SMP, sehingga dapat terjaga kelestarian lokal daerah Jepara serta dapat menjadi generasi penerus yang peduli untuk menjaga bahkan mengembangkan seni ukir Jepara. Metode pengembangan yang menjadi pedoman adalah model pendekatan kompetensi oleh Toenlioe (2017). Yang menjadi subjek penelitian adalah MTs Roudlotul Ulum Suwawal Jepara. Data yang di gunakan adalah data kuantitatif , dari Instrumen ahli kurikulum, ahli materi dan kualitatif dari observasi dan wawancara. Hasil validasi kurikulum muatan lokal Seni Ukir dinyatakan valid. Dengan perolehan presentase dari ahli materi mencapai 90.88 % dan dari ahli kurikulum mencapai 89.50 %.[ES1] AbstractThe purpose of this research is to produce a curriculum for local content in Jepara carving which is one of the efforts to introduce the potential of Jepara to students at junior high school level, so that local Jepara area can be preserved and be able to become the next generation that cares to maintain and even develop Jepara carving . The development method that becomes the guideline is the competency approach model by Toenlioe (2017). The subject of the study was MTs Roudlotul Ulum Suwawal Jepara. The data used are quantitative data, from curriculum expert instruments, material experts and qualitative observations and interviews. The results of the validation of the Carving Art local content curriculum were declared valid. With the acquisition of material experts reached 90.88% and from curriculum experts reached 89.50%.
Pengembangan Multimedia Tutorial Pokok Bahasan Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan Mata Pelajaran IPA Arien Kurnia Putri; Sulton Sulton; Henry Praherdhiono
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um038v4i22021p188

Abstract

Abstrak: Pengembangan multimedia tutorial dilakukan untuk membantu pebelajar dalam proses belajar pada mata pelajaran ipa materi struktur dan fungsi tubuh pada tumbuhan. Pebelajar merasa kesulitan menghafalkan dan memahami struktur anatomi tumbuhan. Maka pemanfaatan multimedia tutorial dapat menjadi solusi untuk memotivasi pebelajar dan pembelajaran menjadi menyenangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lee & Owens. Ada (lima) tahapan     pengembangan produk yaitu Assessment/Analysis, Design, development, implementation, and Evaluation. Metode Lee & Owens memiliki langkah-langkah pengembangan sistematis yang lebih mengutamakan hasil dari pengalaman penggunanya. Hasil review yang didapat dari ahli media, materi dan uji coba kepada pebelajar menunjukkan respon yang positif dan multimedianya layak digunakan dalam pembelajaran. 
Pengembangan Media Mobile Learning Sebagai Pendukung Sumber Belajar Biologi Siswa SMA Ahmad Rifai; Sulton Sulton; Sulthoni Sulthoni
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.834 KB) | DOI: 10.17977/um038v3i12019p010

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi di zaman yang modern ini, membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Dalam dunia pendidikan media audio-visual seringkali digunakan sebagai media sumber belajar siswa. Salah satunya dengan dikembangkannya Mobile learning. Dengan pengembangan ini diharapkan dapat menghasilkan media pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan pada siswa kelas XI SMA Panjura Malang. Pengembangan ini menggunakan metode dari Sugiyono dengan tahapan dari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, ujicoba produk, revisi produk, dan produk akhir. Dalam pengujian validasi dengan nilai rata-rata Ahli Media 96,25% dan Ahli Materi 97,5%, maka dinyatakan media valid. Hasil ujicoba lapangan dari siswa yang berjumlah 20 siswa menunjukkan bahwa siswa yang telah menggunakan media sebanyak 16 siswa yang mencapai KKM sehingga media Mobile learning efektif saat digunakan dalam pembelajaran.Abstrac: The development of technology in this modern era, brought changes in various fields of human life, including education. In the world of audio-visual media education is used as a medium for student learning resources. One of them is the development of Mobile learning. With this development, it is expected to produce learning media that can be applied to class XI students of SMA Panjura Malang. This development uses the method of Sugiyono with stages of potential and problems, cross data, product design, product validation, product revisions, product trials, product revisions, and final products. In validation testing with an average value of 96.25% Media Expert and 97.5% Material Expert, the media is declared valid. The results of field trials from students who denied 20 students showed that students who had used media as many as 16 students reached KKN so that the Mobile learning media was effective when used in learning.
Implementasi Penilaian Autentik Dalam Kurikulum 2013 Fadhillah Millah Abdillah; Sulton Sulton; Arafah Husna
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um038v4i12021p041

Abstract

Abtract: This study aims to describe the implementation of authentic assessment in the 2013 curriculum at junior high level in both public and private schools. The research method used is descriptive qualitative approach. Based on the results of research that has been done, the researcher obtained overall data on the three aspects of assessment that teachers already understood the theory of authentic assessment. The teachers also comprehended the authentic assessment and how to plan authentic assessment well. However, there were some teachers who only did what they could do without adhering to the rules which applied to authentic assessment. The teachers mentioned that there were many obstacles encountered in the process of implementing authentic assessment, one of which was the large number of students that resulted in the process of taking scores on aspects of attitudes and skills only on the surface. Therefore, teachers need to carefully interpret the rules in carrying out authentic assessments covering in the aspects of attitude, knowledge, and skills.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi penilaian autentik dalam kurikulum 2013 pada jenjang SMP baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan data secara keseluruhan pada ketiga aspek penilaian bahwa pengajar sudah mengetahui secara teori tentang penilaian autentik, para pengajar juga memahami dengan baik penilaian autentik beserta cara merencanakan penilaian autentik hingga pelaksanaannya. Tetapi masih ada beberapa pengajar yang dalam proses perencanaan dan pelaksanaan hanya melakukan seadanya tanpa mematuhi rambu-rambu yang berlaku pada penilaian autentik. Para pengajar juga mengatakan bahwa banyak kendala yang dihadapi dalam proses implementasi penilaian autentik, salah satunya adalah banyaknya jumlah anak didik sehingga proses pengambilan nilai pada aspek sikap dan keterampilan hanya seadanya. Oleh karena itu, para pengajar perlu memperhatikan dengan seksama rambu-rambu dalam melaksanakan penilaian autentik baik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 
PERSEPSI KEGUNAAN, PERSEPSI KEMUDAHAN DAN AKSESIBILITAS MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN ANGKATAN 2018 TERHADAP PENERAPAN SIPEJAR MENGGUNAKAN MODEL TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL) Aisyah Ayu Qonita; Sulton Sulton; Yerry Soepriyanto
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.177 KB) | DOI: 10.17977/um038v2i22019p140

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi kegunaan, persepsi kemudahan dan persepsi aksesibilitas Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Malang Angkatan 2018 terhadap penerapan SIPEJAR (Sistem Pengelolaan Pembelajaran) menggunakan model TAM (Technology Acceptance Model). TAM merupakan model penerimaan teknologi yang bertujuan untuk menjelaskan dan menperkirakan penerimaan (acceptance) pengguna terhadap suatu sistem informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei dan pengolahan data menggunakan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan, persepsi kemudahan dan persepsi aksesibilitas Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Malang Angkatan 2018 terhadap penerapan SIPEJAR termasuk dalam kategori baik dengan skor rerata (mean) 77,36 dan presentase 71,63%.
Pengembangan Multimedia Pembelajaran Energi dalam Sistem Kehidupan Alfin Nurullah; Yerry Soepriyanto; Sulton Sulton; Arafah Husna
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 2, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.832 KB) | DOI: 10.17977/um038v2i42019p315

Abstract

Abstrak Tujuan dari pengembangan ini adalah menghasilkan suatu produk multimedia pembelajaran yang layak digunakan untuk belajar. Multimedia pembelajaran yang dikembangkan untuk mata pelajaran IPA siswa SMP dengan sub pokok bahasan energi dalam sistem kehidupan manusia. Model pengembangannya merujuk pada Lee dan Owen dengan tiga tahap pengembangan yang dilaksanakan dari lima tahapan yang dianjurkan. Tahap pertama adalah analisis, tahap kedua adalah desain dan tahap ketiga adalah pengembangan. Untuk uji coba produk, siswa SMP yang dilibatkan sejumlah 23 orang. Hasil yang diperoleh adalah multimedia pembelajaran layak untuk digunakan oleh ahli media dan ahli materi. Hasil uji coba juga mendapat tanggapan positif dari pebelajar, baik secara perorangan, kelompok kecil maupun besar. AbstractThe purpose of this development is to produce a valid multimedia learning product used for learning. Multimedia learning developed for science subjects junior high school students with sub-topics energy in the human life system. The development model refers to Lee and Owen with three stages of development carried out from the five recommended stages. The first stage is analysis, the second stage is design and the third stage is development. For product trials, 23 junior high school students were involved. The results obtained are learning multimedia suitable for use by media experts and material experts. The trial results also received positive responses from students, both individuals, small and large groups.