Sulton Sulton
Universitas Negeri Malang

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Menerapkan Metode Design Thinking untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Dalam Mata Pelajaran Kimia Yoel Umbu Runga Riti; I Nyoman Sudana Degeng; Sulton Sulton
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 10: OKTOBER 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i10.15056

Abstract

Abstract: This development research aims to produce a project-based learning model by applying the design thinking method to improve students' critical thinking skills in chemistry subjects. This learning model has six stages, namely Empathy-Define-Project Determination, Ideate - Prototype - Develop Project Planning, Schedule Preparation, Project Completion-Test, Report Preparation and Presentation and Evaluation. This development research applies the 4D model (define, design, develop, disseminate) developed by Thiagarajan. The results showed that the learning model developed was feasible, namely valid, practical and effective so that it could be implemented in learning to improve students' critical thinking skills in chemistry subjects.Abstrak: Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran berbasis proyek dengan menerapkan metode design thinking untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran kimia. Model ini memiliki enam tahap yaitu Empathy-Define-Penentuan Proyek, Ideate – Prototype – Menyusun Perencanaan Proyek, Penyusunan Jadwal, Penyelesaian Proyek-Test, Penyusunan Laporan dan Presentasi dan Evaluasi. Penelitian pengembangan ini menerapkan model 4D (define, design, develop, disseminate) yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Hasil penelitian menujukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan telah layak, yaitu valid, praktis, dan efektif sehingga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran kimia.
Aktivitas Belajar Siswa pada Pembelajaran Model Discovery-Inquiry Berbantuan Mind Mapping di SD Alvinita Lutvia; Sulton Sulton; Lia Yuliati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 9: SEPTEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i9.12694

Abstract

Abstract: This research aims to determine the application of the discovery-inquiry learning model assisted by mind mapping to improve student learning activities in elementary school. The type of research used is Classroom Action Research qualitative descriptive data analysis methods. Students of class IV.2 in SDN 3 Besuki Situbondo consisted of 32 students with 14 males and 18 females who were chosen as research subjects. Data collection using observation techniques. Based on the results, it is concluded that the discovery-inquiry learning model assisted by mind mapping may improve student learning activities. The activities during the learning process with the discovery-inquiry model assisted by mind mapping facilitate students to formulate problems, formulate hypotheses, collect data, test hypotheses, and formulate conclusions by creating material mind mapping independently so that students’ activities are increased and varied.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan model pembelajaran discovery-inquiry berbantuan mind mapping dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan metode analisis data deskriptif kualitatif. Siswa kelas IV.2 SDN 3 Besuki Situbondo berjumlah 32 siswa, terdiri dari 18 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki yang dipilih sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data aktivitas belajar siswa menggunakan teknik observasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery-inquiry berbantuan mind mapping dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Kegiatan selama pembelajaran dengan model discovery-inquiry berbantuan mind mapping dapat memfasilitasi siswa merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan dengan membuat mind mapping materi secara mandiri sehingga membuat aktivitas siswa semakin meningkat dan bervariasi.
Model Layanan untuk Mendukung Pembelajaran Transdisipliner Dwi Soca Baskara; Sulton Sulton; Henry Prahedhiono
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 9: SEPTEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.466 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i9.11523

Abstract

Abstract: Transdisciplinary approach are present to address today’s learning needs. The needs comes along side with global culture that change rapidly, unpredictable, and discipline that always affected by any other discipline. University as a academic society must provide appropriate learning service. Such provision is in line with the ideals of State University of Malang and the needs of Educational Technology Department. In this study was conducted an analysize of the transdisciplinary learning service model needs. Based on questionaries that have been disseminated, it is known that students of educational technology need a transdisciplinary learning service model. So it will create integrated transdisciplinary learning activities.Abstrak: Pendekatan transdisipliner hadir untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat kekinian. Perubahan budaya global yang sangat pesat dan tak terduga, serta keilmuan yang tidak dapat berdiri pada posisi parsial merupakan faktor pemicu kebutuhan tersebut. Perguruan tinggi sebagai wujud masyarakat akademik dituntut untuk memberikan layanan pembelajaran yang sesuai. Pemberian layanan tersebut sejalan dengan cita-cita Universitas Negeri Malang dan kebutuhan program studi Teknologi Pendidikan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kebutuhan model layanan pembelajaran transdisipliner. Berdasarkan angket yang disebarkan pada alumni mahasiswa Teknologi Pendidikan diketahui bahwa mahasiswa membutuhkan model layanan pembelajaran transdisipliner yang dapat menciptakan kegiatan belajar lintas disiplin tersistem dan terintegrasi.
Pengembangan Bahan Ajar Keterampilan Menulis Esai dan Cerita Pendek untuk Santri Dyah Ayu Fitriana; Sulton Sulton; Agus Wedi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 1: JANUARI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i1.13149

Abstract

Abstract: This research aims to develop writing skill essay and short story learning materials for santri with integrate project based learning models. Using ADDIE models, this research produce a learning materials with four part. Project based learning is integrated on the part called “Proyek Keren Kita” (Our Cool Project). This product verified to materials expert, learning media expert, and audience. Based on the verification and test obtained percentage of eligibility aspect is 93,75%, feasibility aspects 100%, graphics aspects 99,3%, language aspects 100%, interestness of teaching materials 85,28%, and ease of understanding aspects 86,82% that means the producs are feasible to be used and disseminated.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar keterampilan menulis esai dan cerita pendek untuk santri yang berbasis project based learning. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ADDIE. Secara umum bahan ajar yang dihasilkan terdiri dari empat bagian. Metode project based learning diintegrasikan ke dalam bahan ajar secara langsung dalam aktivitas yang diberi nama “Proyek Keren Kita”. Produk tersebut selanjutnya diujicobakan kepada ahli materi, ahli media dan pengguna/santri. Berdasarkan uji coba tersebut diperoleh persentase aspek kelayakan isi sebesar 93,75%, aspek kelayakan penyajian 100%, aspek kegrafikan 99,3%, aspek kebahasaan 100%, aspek kemenarikan bahan ajar 85,28% dan aspek kemudahan pemahaman bahan ajar 86,82% yang berarti bahan ajar ini layak untuk digunakan dan disebarluaskan.
Prospek Pengembangan Lingkungan Belajar Digital untuk Generasi Z di Era Industri IV Dio Lingga Purwodani; Sulton Sulton; Henry Praherdhiono
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 7: JULI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.739 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i7.11362

Abstract

Abstract: The fourth industrial revolution and the presence of Z generation became the background of learning change of State University of Malang to evolve into the digital learning environment. Where the role of technology and ease in accessing all the needs is a thing preferred students the present. All students have gadgets and laptops and some of the time they have used to connect to the internet. Priority in digital revolution is done on the administrative and academic side, because both of them give each other influence. As an initial revolution at least produce 70% percent digital percentage and 30% non-digital. One of them is by improving the learning process in the network, providing a means of digital-based learning resources, enriching learning object in the form of video and e-book, and developing learning model that integrates technology. It also needs to be balanced with the improvement of infrastructure and human resource capabilities, since the majority of human resources are digital immigrants. Abstrak: Revolusi industri IV dan hadirya generasi Z menjadi latar belakang perubahan pembelajaran di Universitas Negeri Malang untuk berevolusi menuju lingkungan belajar digital. Dimana peran teknologi dan kemudahan dalam mengakses segala kebutuhan merupakan suatu hal disukai pembelajar masa kini. Keseluruhan mahasiswa memiliki gawai maupun laptop dan sebagian dari waktu yang mereka miliki dipergunakan untuk terhubung ke internet. Prioritas dalam revolusi digital yang dilakukan yaitu pada sisi administratif dan akademik karena keduanya saling memberikan pengaruh. Sebagai revolusi awal minimal menghasilkan persentase 70% digital dan 30% non-digital. Salah satunya dengan meningkatkan proses pembelajaran dalam jaringan, menyediakan sarana sumber belajar berbasis digital, memperkaya learning object berupa video dan e-book, dan mengembangkan model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi. Hal tersebut juga perlu diimbangi dengan peningkatan sarana prasarana dan kemampuan sumber daya manusia, karena sumber daya manusia yang terkait mayoritas adalah digital imigran.
PENGEMBANGAN E-MODULE BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING MATA PELAJARAN KIMIA UNTUK SISWA KELAS X SMA NEGERI 8 MALANG Arvi Sekar Farenta; Sulton Sulton; Punaji Setyosari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.6, Juni 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.008 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i6.6460

Abstract

Developing an E-Module of Problem Based Learning, Chemistry for The 11th Grader of SMA Negeri 8 Malang. This development aims to produce a media by validation proccess which is used effectively on learning. Method used by Lee & Owens(2004) is assessment/ analysis; design; development; implementation; and evaluation. The result of  research shows that the media of learning is valid and it is used effectively on learning.Pengembangan E-Module berbasis Problem Based Learning Mata Pelajaran Kimia untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang valid, sehingga dapat mengefektifkan pembelajaran. Metode yang digunakan model Lee & Owens(2004) yaitu: assessment/ analysis; design; development; implementation; dan evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran valid dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X SEMESTER II DI SMA WAHID HASYIM MODEL LAMONGAN Ahmad Charis Chumaidi; Sulton Sulton; Sulthoni Sulthoni
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.3, Maret 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.062 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i3.6180

Abstract

This study uses the five steps of the development model of Lee and Owens. The data collection methods in this study are in the form of questionnaires, interviews, and tests. Data were analysed using two methods that are the analysis of qualitative data using content analysis and quantitative data using descriptive percentages. The product development is validated by experts of the subject matter and multimedia with a validity rate of 88,3%, the individual testing with a validity rate of 91,7%, the small group testing with a validity rate of 88,2%, and the field testing with a validity rate of 85,6% with a very worthy qualification and does not need revision. The overall data of the test results show that the media obtain a percentage of 88,44% with a very good category. This study concludes that the test subjects responded well to the media that is designed and developed specially for the senior high school students.Penelitian ini menggunakan model pengembangan Lee and Owens dengan lima langkah. Metode pengumpulan data berupa angket, wawancara dan tes. Teknik analisis data menggunakan dua cara, yaitu analisis data kualitatif yang menggunakan analisis isi dan analisis data kuantitatif yang menggunakan deskriptif persentase. Pengembangan produk ini divalidasi oleh ahli materi dan ahli multimedia dengan tingkat kevalidan 88,3%, uji coba perorangan dengan tingkat kevalidan 91.7%, uji coba kelompok kecil dengan tingkat kevalidan 88,2% dan uji coba lapangan dengan tingkat kevalidan 85,6% dengan kualifikasi sangat layak tidak perlu revisi. Data keseluruhan dari hasil uji coba menunjukkan, media memperoleh presentase sebesar 88,44% dengan kategori sangat baik. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa subyek uji coba merespon dengan baik pada media yang dirancang dan dikembangkan khusus untuk siswa sekolah menengah pertama.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR DI SEKOLAH DASAR Yonarlianto Tembang; Sulton Sulton; Suharjo Suharjo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 6: Juni 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.228 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i6.9402

Abstract

This study aims to determine the improvement of motivation and student learning outcomes during the implementation of learning using learning model think pair share assisted images media. The subject were students of the fourth grade at Sd Inpers Mangga Dua Merauke. The analysis technique used descriptive analysis. Data collections teqniques used: observation, questionnaires, and tests. The result of this study showed that the implementation of learning model think pair share and images media was effective to improve motivation and learning outcomes. The implementation of learning model think pair share and images media can improve average score of learning motivation from 74.91% in cycles 1 into 87.27% in cycles 2. The improvement of student learning outcome was 68,81% in cycle 1 and 86.36% in cycles. The results indicate that implementation learning model of think pair share and images media can improve motivation and learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran think pair share berbantuan media gambar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Inpres Mangga Dua Merauke. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian ini terdapat peningkatan motivasi belajar siswa rata-rata 74,91% pada siklus I menjadi 87,27% pada siklus 2. Peningkatan hasil belajar kognitif siswa meningkat pada siklus I sebesar 68,81% pada siklus II mencapai 86,36%. Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran think pair share berbantuan media gambar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN E-MODULE IPS DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS VII SMPK MATER DEI PROBOLINGGO Rabiatun Adwiah; Punaji Setyosari; Sulton Sulton
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.9, September 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.977 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i9.6816

Abstract

The utilization of learning resources is the key of the rise of linstructional activities in schools. Generally, school only using the teacher as the main resource of learning. The more appropriate the learning resource, the more easy and rich the students’ knowledge. The purpose of this research and development are (1) to produce e-module of integrated social sciences for VII grade students’ of SMPK Mater Dei Probolinggo by using contextual approach and (2) to know the learning outcomes in social science subject at the VII grade students’ of SMPK Mater Dei that learned by using e-module of integrated social sciences. The model of develoment uses in this research is Lee & Owen Model. Based on the results of validation and test it could be concluded that the e-module developed valid and fit for use in learning and can improve student learning outcomes in social studies integrated.Pemanfaatan sumber belajar menjadi salah satu kunci dari berkembangnya kegiatan pembelajaran di suatu sekolah. Pada umumnya, sekolah hanya memanfaatkan guru sebagai sumber belajar utama. Apabila sumber belajar dipilih secara benar dan tepat, akan mempermudah dan memperkaya pengetahuan siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah (1) menghasilkan produk bahan ajar berupa e-moduel IPS terpadu dengan pendekatan kontekstual untuk siswa kelas VII SMPK Mater Dei Probolinggo yang layak digunakan dan (2) mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VII SMPK Mater Dei Probolinggo menggunakan e-moduel IPS terpadu dengan pendekatan kontekstual. Model pengembangan digunakan adalah model pengembangan Lee & Owens. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba maka diperoleh kesimpulan bahwa e-module yang dikembangkan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS terpadu. 
Buku Ajar Tematik Berbentuk Cerita Anak dengan Permainan Teka-teki Silang Rikha Ari Pratiwi; Ery Tri Djatmika; Sulton Sulton
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 11: NOVEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.713 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i11.11773

Abstract

Abstract: This research was aimed to produce a product in the form of the children's story-shaped textbook comes with a crossword puzzle game are equipped valid, interesting, practical, and effective used in supporting the learning process. Development stage using Dick and Carey development model (2009) which consist of ten stages. The result of validation and experiments conducted resulted the data as, (a) the validation result by the experts reached the percentage of 84.33% with very valid criterion, (b) small group trial result with percentage of 98.61% with very interesting criterion, (c) ) the result of the field trial obtained 99.5% percentage with very practical criteria, and (d) the effectiveness test showed a significant increase in the difference between pretest and posttest score after use of the product.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa buku ajar berbentuk cerita anak dilengkapi dengan permainan teka-teki silang yang valid, menarik, praktis, dan efektif digunakan dalam menunjang proses pembelajaran. Tahapan pengembangan menggunakan model pengembangan Dick dan Carey (2009) yang tediri dari sepuluh tahapan. Hasil validasi dan uji coba yang dilakukan dihasilkan data sebagai berikut (a) hasil validasi oleh para ahli mencapai persentase sebesar 84.33% dengan kriteria sangat valid, (b) hasil uji coba kelompok kecil dengan persentase sebesar 98.61% dengan kriteria sangat menarik, (c) hasil uji coba lapangan diperoleh persentase sebesar 99.5% dengan kriteria sangat praktis, dan (d) uji efektivitas menunjukkan adanya kenaikan yang signifikan perolehan selisih skor pretest dan posttest setelah penggunaan produk.