Juniati Juniati
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Inndonesia, Universitas Tadulako, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Tindak Tutur dalam Suasana Duka di Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutung Gazali Lembah; Moh Tahhir; Hendrik, Hendrik; Juniati, Juniati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4255

Abstract

Tindak tutur merupakan suatu ucapkan/tuturan yang mempunyai arti atau dengan kata lain kalimat yang dituturkan bisa mempengaruhi seseorang dalam melakukan sesuatu .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tindak tutur apa saja yang terjadi dalam suasana duka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik rekam. Hasil penelitian ditemukan tindak tutur yang di tuturkan pada saat suasana duka agama islam adalah, tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, perlokusi yang diutarakan dalam beberapa tempat berbeda yaitu, penyampaian informai duka, tuturan yang terjadi pada saat dirumah duka, tuturan yang terjadi diluar rumah duka, tuturan yang terjadi pada saat pengantaran jenazah ke pemakaman dan tuturan yang terjadi pada saat takziah. Sedangkan tuturan lokusi ilokusi dan perlokusi yag terjadi pada Agama Kristen terjadipada saat, penyampaian informasi duka, tuturan yang terjadi dirumah duka, tuturan yang terjadi di rumah duka, tuturan yang terjadi di luar rumah duka dan tuturan yang terjadi pada saat malam penghiburan dan pemakaman.
Pergeseran Honorifik Dalam Sistem Kekerabatan Masyarakat Mandar Ida Nuraeni; Ulinsa, Ulinsa; Muhammad Nasir; Juniati, Juniati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4336

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pergeseran honorifik pada sistem kekerabatan masyarakat Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif yang bersifat diakronik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Informan penelitian ini adalah masyarakat Mandar yang memiliki garis keturunan bangsawan dan masyarakat biasa yang dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan dalam bidang penelitian yang dimaksud Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pergeseran honorifik pada sistem kekerabatan masyarakat Mandar yaitu terdiri dari (1) masa lalu kaitannya dengan sistem honorifik pada masyarakat tradisional. (2) masa sekarang yang kaitannya dengan sistem honorifik pada masyarakat modern. Kedua masa tersebut memiliki sistem honorifik yang sedikit berbeda. Perbedaan itu disebabkan adanya perubahan atau dengan kata lain pergeseran. Pada masyarakat tradisional khususnya di daerah Mandar telah dikenal istilah pemerian nama yang dilakukan pada saat bayi lahir seperti Acoq, Asoq, Caco, Kacoq , Icciq, Cicciq dan Issiq. Sementara pada masa modern, sistem kekerabatan masyarakat Mandar tidak lagi menggunakan sistem penamaan diri seperti Acoq, Icciq, Kacoq, dan Cicciq. Hal ini dapat dilihat pada keadaan kekinian dimana masyarakat sudah mulai meninggalkan sistem tersebut.
Penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka di MTsN 1 Parigi di Sausu Ulfah, Ulfah; Nidaul Hasanah Bukhori; Juniati, Juniati; Sukma, Sukma; Hasnur Ruslan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5837

Abstract

Untuk mendukung kualitas pendidikan di Indonesia, konsep Kurikulum Merdeka diterapkan melalui profil pelajar Pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila hadir sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan karakter profil pelajar Pancasila peserta didik. Melalui proyek ini, peserta didik diajak untuk mengamati lingkungan di sekitarnya dalam rangka menemukan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN 1 Parigi di Sausu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN 1 Parigi, khususnya di kelas VIII. Metode penelitian kualitatif digunakan sebagai suatu pembelajaran pada keadaan objek yang alamiah. Melalui obsevasi dan wawancara menghasilkan catatan lapangan yang digunakan peneliti sebagai sumber data yang konsisten dan mendukung temuan penelitian. Dalam penerapan kurikulum merdeka, peserta didik membuat atau mengimplementasikan projek. Pelaksanaan kegiatan P5 merupakan salah satu kegiatan projek kurikulum merdeka. Kegiatan yang dilaksanakan di MTsN 1 Parigi bertema Kewirausahaan “Makanan” menghasilkan projek kegiatan P5 berupa membuat cemilan banana coklat krispy. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pentingnya implementasi Kurikulum Merdeka dan integrasi keenam Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran.Penelitian ini juga memberikan panduan bagi lembaga pendidikan dalam mengintegrasikan profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran dan mengoptimalkan implementasi Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran tentang pentingnya persiapan yang matang dalam merencanakan kegiatan P5 agar dapat membentuk Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek.
PELATIHAN MITIGASI BENCANA MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA SANGGAR SENI SASTRA BULAVA SINDUE DI KECAMATAN SINDUE Juniati, Juniati; Ulfa, Ulfa; Ruslan, Hasnur; Nirmayanti, Nirmayanti
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v8i2.2085

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mitigasi bencana kepada anak-anak sanggar seni sastra Bulava Sindue melalui metode bermain peran. Kegiatan ini sangat penting dilakukan mengingat kejadian pada tahun 2018 yang lalu, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah tertimpa musibah multibencana alam yaitu Gempa, Likuifaksi, dan Tsunami yang menyebabkan banyak menelan korban jiwa. Banyaknya anak-anak yang menjadi korban pada bencana tersebut menjadi motivasi bagi tim pengabdi untuk memberikan edukasi mitigasi bencana melalui metode bermain peran bagi anak-anak. Edukasi mitigasi bencana menjadi sangat penting untuk dilakukan sebagai problem solving dari permasalahan tingginya korban jiwa dari setiap kasus bencana alam yang terjadi. Salah satu konsep edukasi mitigasi bencana yang dapat dilakukan adalah memberikan pelatihan mitigasi bencana dengan menggunakan metode bermain peran bagi anak-anak. Pelatihan mitigasi bencana melalui metode bermain peran ini diikuti sekitar 30 orang anak. Peserta tersebut terdiri dari 19 laki-laki dan 11 perempuan. Peserta pelatihan tersebut tergabung dalam sanggar seni sastra Bulava Sindue yang berada di Desa Masaingi Kabupaten Sindue. Tahap pelaksanaan kegiatan ini adalah pertama survei, sebelum pelaksanaan kegiatan dilakukan, tim melakukan survei lokasi dan melakukan wawancara. Tahap kedua yaitu plan, pada tahap ini dilakukan perencanaan terkait dengan kegiatan yang akan dilakukan. Tahap ketiga do, pada tahap ini dilakukan pelatihan mitigasi bencana melalui metode bermain peran. Tahap keempat see, pada tahap ini dilakukan refleksi untuk meninjau pelaksanaan pelatihan yang diberikan. Tahap kelima penyusunan laporan akhir kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah anak-anak terlatih dalam melakukan penyelamatan diri pada saat terjadi bencana.
Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk dan Think Pair Share dengan Problem Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau dari Self-Confidence Kuswardi, Yemi; Juniati, Juniati; Sutopo, Sutopo; Usodo, Budi; Chrisnawati, Henny Ekana; Nurhasanah, Farida
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, pembelajaran dengan model Problem-Based Learning dengan Gallery Walk, Think Pair Share dengan Problem Posing, atau Problem-Based Learning, (2) manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, peserta didik dengan self-confidence tinggi, sedang atau rendah, (3) Ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran dan self-confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain faktorial 3 x 3. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X pada salah satu SMA Negeri di Sukoharjo. Sampel dipilih dengan menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi tes pada materi fungsi kuadrat untuk mendapatkan data kemampuan pemecahan masalah peserta didik dan angket Self-confidence untuk mendapatkan data kepercayaan diri peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah ANOVA dengan dua sel yang tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk dan Think Pair Share dengan Problem Posing memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada model pembelajaran Problem-Based Learning, model pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk memberikan kemampuan pemecahan masalah yang sama baiknya dengan model pembelajaran Think Pair Share dengan Problem Posing, (2) peserta didik dengan self-confidence lebih tinggi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari pada peserta didik dengan self-confidence lebih rendah, (3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan self-confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik.
Penguatan Wawasan Lokal Masyarakat Bali di Daerah Perantauan (Studi Kasus Nilai Pendidikan Karakter dalam Gending Rare): Kajian Hermeneutika Gazali Gazali; Juniati Juniati; Moh. Tahir; Gusti Ketut Alit Suputra; Kadek Adi Mahera
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1552

Abstract

This study aims to identify the character education values contained in Gending Rare as well as to understand the meanings embedded within them. A qualitative method was used, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using Palmer’s hermeneutic approach to interpret the meanings found in the lyrics of Gending Rare, which include the songs Putri Cening Ayu, Juru Pencar, Meong-Meong, and Dadong Dauh. The findings indicate that the song Putri Cening Ayu contains six character education values, namely religiosity, discipline, hard work, curiosity, appreciation of achievement, and responsibility. This song conveys the values of Balinese family life, particularly the relationship between mother and child. The mother’s instruction to her child to take care of the house reflects emotional closeness and the teaching of responsibility. The song Juru Pencar presents seven character education values, including religiosity, discipline, hard work, appreciation of achievement, friendliness/communication, social care, and responsibility. It reflects the life of coastal communities in Bali who rely on fishing. Through its simple lyrics, the song conveys values of perseverance, cooperation, and environmental awareness. Meanwhile, the song Meong-Meong contains five character education values: religiosity, hard work, independence, environmental care, and responsibility. It conveys life lessons through the story of a cat trying to catch a mouse. Animal characters are used as metaphors to instill careful, reflective, and responsible thinking in children. The song Dadong Dauh contains six character education values, including religiosity, discipline, hard work, independence, environmental care, and responsibility. Its meaning portrays an elderly woman patiently caring for chickens as part of Balinese daily life. Through its simple narrative, the song conveys values of perseverance, attentiveness, and respect for the role of elders.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Gending Rare serta memahami makna yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan hermeneutika Palmer guna menafsirkan makna dalam syair Gending Rare, yang meliputi lagu Putri Cening Ayu, Juru Pencar, Meong-Meong, dan Dadong Dauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Putri Cening Ayu mengandung 6 nilai pendidikan karakter, di antaranya religius, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, dan tanggung jawab. Lagu ini mengandung makna kehidupan keluarga Bali yang sarat nilai, khususnya dalam hubungan antara ibu dan anak. Amanah ibu kepada anak untuk menjaga rumah mencerminkan kedekatan emosional sekaligus pembelajaran tanggung jawab. Lagu Juru Pencar memuat 7 nilai pendidikan karakter, termasuk religius, disiplin, kerja keras, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab. Lagu ini mempunyai makna kehidupan masyarakat pesisir Bali yang menggantungkan hidup pada aktivitas menjala ikan. Melalui syair sederhana, lagu ini menyampaikan nilai perjuangan, kebersamaan, dan kesadaran lingkungan. Sementara itu, lagu Meong-Meong mengandung 5 nilai pendidikan karakter, yakni religius, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Lagu ini mempunyai makna menyampaikan ajaran hidup melalui kisah seekor kucing yang berusaha menangkap tikus. Tokoh binatang digunakan sebagai metafora untuk menanamkan cara berpikir yang cermat, reflektif, dan bertanggung jawab. Lagu Dadong Dauh mengandung 6 nilai-nilai pendidikan karakter seperti religius, disiplin, kerja keras, mandiri, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Makna dalam lagu ini menggambarkan sosok nenek yang dengan sabar merawat ayam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. Melalui kisah sederhana, lagu ini menyampaikan nilai ketekunan, perhatian, dan penghormatan terhadap peran orang tua.
Assessing the Need for Disaster Mitigation-Based Textbooks in Indonesian Language Learning: A Study of Junior High Schools in Palu City Ulfah Ulfah; Juniati Juniati; Hasnur Ruslan; Nur Halifah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.5996

Abstract

Disaster-prone areas like Palu City require educational materials integrating disaster mitigation into the curriculum. This study investigates the need for disaster mitigation-based textbooks in Indonesian language learning at junior high schools, emphasizing students' and teachers' expectations for effective learning resources. This research follows the Research and Development (RD) approach using the ADDIE model, focusing on the analysis stage. A questionnaire was distributed to 200 students and 20 teachers in junior high schools in Palu City to assess their needs and preferences regarding textbooks. Findings indicate that printed textbooks remain the primary learning resource, with 70% of students and 90% of teachers using them. However, disaster mitigation content is significantly lacking, as 30% of students and 50% of teachers do not have textbooks covering this topic. The study highlights the demand for contextualized disaster mitigation materials, with 90% of students and 85% of teachers preferring visual elements to enhance comprehension. Additionally, 75% of students and 80% of teachers find quizzes engaging, while 95% of students and 75% of teachers value interesting facts. Language clarity is also crucial, with 90% of students and 80% of teachers favouring easy-to-understand language. To improve learning effectiveness, disaster mitigation-based textbooks should incorporate relevant content, engaging visual aids, and accessible language. This study underscores the importance of developing disaster mitigation-integrated textbooks to enhance both language learning and disaster preparedness. Future research should explore localized content integration and interactive teaching strategies for disaster-prone areas.
SYNTACTIC ERROR ANALYSIS IN INDONESIA LANGUAGE DESCRIPTIVE ESSAYS OF SEVENTH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 SINDUE TOBATA Aulia, Ninda; Tahir, Moh; Bismawati, Andi; Juniati, Juniati; Sukma, Sukma
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/6bexd372

Abstract

This study aims to describe the types of syntactic errors found in the descriptive essays of seventh-grade students at SMP Negeri 1 Sindue Tobata. This research employed a descriptive qualitative method, with students’ written works as the data source. The findings show that students’ ability to apply Indonesian syntactic structures still needs improvement. The most frequent errors include phrase structure errors, such as the use of nonstandard phrases, ineffective phrases, and phrases that do not align with their syntactic functions. In addition, sentence structure errors were also identified, including run-on sentences, incomplete sentences, and disorganized sentence elements that obscure meaning. Spelling errors, particularly in the use of capital letters and punctuation marks, further reduced the clarity of students’ writing. These findings indicate that students tend to write using patterns of spoken language, resulting in poorly structured written language. The contributing factors to these errors include limited understanding of phrase concepts and effective sentences, a lack of structured writing practice, and insufficient habituation in applying the rules of Indonesian orthography (PUEBI). Therefore, a more systematic instructional approach is needed to enhance students’ syntactic skills in writing descriptive essays.
Representasi Model Perma Martin Seligman dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Karya J.S Khairen: Kajian Antro-Psikosastra Nur Ratmi; Agustan Agustan; Ulinsa Ulinsa; Gazali Gazali; Juniati Juniati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/0kdybn08

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi model PERMA Martin Seligman dan menjelaskan fungsinya dalam membangun kesejahteraan psikologis tokoh-tokoh dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen melalui perspektif antro-psikosastra. Pendekatan antro-psikosastra digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara dimensi psikologis dan nilai-nilai budaya Minangkabau yang melandasi perilaku tokoh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik baca-catat dan dokumentasi terhadap teks novel serta analisis data berdasarkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima elemen model PERMA, yaitu Positive Emotion, Engagement, Relationship, Meaning, dan Accomplishment, direpresentasikan secara jelas melalui tindakan, dialog, dan pengalaman batin tokoh utama. Nilai-nilai budaya seperti religiusitas, kerja keras, cinta keluarga, dan tanggung jawab sosial berperan penting dalam membentuk kesejahteraan psikologis tokoh. Model PERMA dalam novel ini berfungsi untuk menegaskan bahwa kebahagiaan manusia tidak hanya bersifat individual, tetapi juga merupakan hasil interaksi antara aspek emosional, sosial, dan kultural. Kajian ini memperluas penerapan teori psikologi positif dalam konteks sastra Indonesia dan memberikan pemahaman bahwa kesejahteraan psikologis bersifat kontekstual serta berakar pada kearifan lokal.
The Effect of the Talking Stick Method on the Scientific Debate Skills of 10th Grade Students at Sirenja State High School 2 Oktaviani; Ida Nur’aeni; Sukma; Ulfah; Juniati
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 14 No. 1 (2026): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v14i1.10068

Abstract

This study aims to determine the effect of the talking stick method on the scientific debate skills of 10th-grade students at Sirenja State High School 2. The type of research used is quantitative research. The method employed in this study is the quantitative correlation method. The data collection techniques used in this study are: observation, testing, and documentation. The data analysis techniques in this study are the normality test, homogeneity test, and correlation test. The results of teacher observations indicate that the talking stick method achieved a success rate of 85.71%. Observations of student activities also showed high results, with classical learning mastery reaching 91.67%. Validity tests for all instruments indicated validity, and the reliability of the instruments fell into the “moderately reliable” category (α = 0.606). The results of the normality test showed a significance value of 0.036 at a significance level (α) of 0.05, indicating a normal distribution, while the homogeneity test showed a significance value of 0.213, indicating homogeneous variance, meaning the data met the requirements for analysis. Based on the Pearson correlation test, a value of r = 0.365 was obtained with a significance of 0.000 < 0.05, indicating a significant and positive relationship between the talking stick method and students’ scientific debate skills, although the relationship falls into the moderate category. Thus, it can be concluded that the talking stick method significantly influences students’ scientific debate skills, particularly in the aspects of speaking confidence, argument accuracy, and teamwork ability. This study recommends the use of the talking stick method as an alternative learning strategy to enhance students’ critical thinking skills in scientific debate activities.
Co-Authors Abdul Gafur Marzuki Ade Nurul Izatti Ade Nurul Izatti G. Yotolembah Agustan Agustan Agustan Agustan Agustan, Agustan Amina I.P Andi Bismawati Arum Pujining Tyas Arum Pujining Tyas Asrianti Asrianti Aulia, Ninda Bachti Alisjabana, Bachti Bayu Santosa, Pratama Bismawati, Andi Budi Usodo Dina Karina Eddy Soemardi Eri Hermawansa Fadillah Fadliah Ilmah Farida Nurhasanah fatimah Fatimah Fatimah Fatimah Feinne Virensya Mapule Gazali Gazali Gazali Gazali Gazali Gazali Gazali Lembah Gusti Ketut Alit Suputra Hasnur Ruslan Hasnur Ruslan Hasnur Ruslan Hendrik Hendrik Hendrik Hendrik Henisutra Labone Henny Ekana Chrisnawati Ida Nur'aeni Ida Nur'aeni Ida Nuraeni Ida Nuraeni Ida Nuraeni Ida Nur’aeni Ida Parwati Julia Marfuah Kadek Adi Mahera Mahera, Kadek Adi Marfu'ah, Julia Maulidiyah, Siti Robiatul Miskun, Miskun Moh Sofian Tamran Moh Tahhir Moh Tahhir Moh. Tahir Moh. Tahir Mohammad Tahir Mohammad Tahir Monalisa Ibrahim Muhammad Nasir Muhammad Nasir Mustanir, Ahmad Nasaruddin Nasaruddin Nataprawira, Heda M Nidaul Hasanah Bukhori Nirmayanti Nirmayanti, Nirmayanti Nur Alifta Nur Halifah Nur Halifah Nur Ratmi Oktaviani Prayudi Santoso Rahmayati Rahmayati, Rahmayati Ramdayani Ratnawati Ratnawati Riska Hermawati Ritman Datu Rudi Wisaksana Sadia, Fachrudin Sirima, Febby Gabriela Siti Ramla Kadir Sitiyul Setiawati Soeroto, Arto Y Sri Utaminingsih Stevionika Boso Sukma Sukma Sukma Sukma Sukma Sukma Sukma, Sukma Suputra, Gusti Ketut Alit Sutopo Sutopo Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Tahir, Moh Ulfa Ulfa Ulfah Ulfah Ulfah Ulfah Ulfah Ulfah Ulfah Ulfah Ulfah Ulfah Ulinsa Ulinsa, Ulinsa Wahyuli. R. Zubair Wiranti Sri Rahayu Yemi Kuswardi, Yemi Yovita Hartantri Yunidar Yunidar Yunidar Yunidar Zainuddin Samad