Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI EKSPERIMENTAL TENTANG KONDISI EKSTREM PELAT BETON BERSIRIP DI ATAS TANAH LEMPUNG Arpina, Maria; Bachtiar, Vivi; Yusuf, M
Civil Engineering Scientific Journal Vol 4, No 3 (2025): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v4i3.6941

Abstract

Konstruksi di atas tanah lempung memerlukan sistem perkerasan yang baik akibat daya dukung tanah yang rendah dan berpotensi penurunan yang tidak merata, terutama dibawah kondisi pembebanan ekstrem. Studi ini mengkaji bagaimana variasi titik pembebaban pada pelat beton kaku bersirip dengan ukuran 40 cm x 40 cm, kemiringan sirip 30° mempengaruhi kondisi ekstrem dengan daya dukung dan deformasi tanah terendah. Pengujian eksperimental dilakukan dengam metode pembebanan tidak langsung (loading test) yang menggunakan dongkrak hidrolis sebagai media yang menyalurkan beban . Hasil pengujian pembebanan dan pengamatan grafik menunjukan deformasi tanah. Pelat dengan pembebanan di titik tengah mencapai beban maksimum tertinggi sebesar 20 kN dengan penurunan terkecil 24 mm. Pelat dengan pembebanan di titik tengah tepi tanpa sirip mampu menahan beban 17,5 kN dengan penurunan 23,77 mm. Pelat dengan pembebanan di sudut mampu menahan beban 18,75 kN dengan penurunan terbesar yaitu 30,40 mm. Pelat dengan pembebanan di titik tengah tepi sirip mampu menahan beban 17,5 kN dengan penurunan 28,12 mm. Studi ini secara eksperimental menunjukan letak titik ekstrem pelat beton berada disudut pelat mengalami deformasi terbesar.
Studi Eksperimental Tentang Kondisi Ekstrem Pelat Beton Bersirip di Atas Tanah Pasir Luckianto, Marvin; Vivi Bachtiar; M. Yusuf
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roads are a crucial land transportation infrastructure that play an essential role in the distribution of goods and services. The existence of this infrastructure is vital for regional economic development. With the presence of roads, especially those prioritized for motor vehicles, travel time to destinations can be significantly reduced. The deflection of concrete pavement occurs due to loads acting on its surface. Therefore, the concrete slab or pavement must be designed with sufficient strength and an effective thickness. This study aims to analyze the effect of load position variation on the deflection of finned concrete slabs to determine the most critical (extreme) point. The research was conducted experimentally using an indirect loading method. The sample used was a finned concrete slab with a fin inclination of 30°, subjected to loading at the mid-point of the non-finned side, the mid-point of the finned side, and the corner of the finned concrete slab. Based on the loading test and graphical analysis, the slab loaded at the corner experienced the greatest deflection, indicating the most extreme condition, with a load of 14 kN producing a deformation of 17,719 mm.
KARAKTERISTIK SIFAT FISIS TANAH PADA STABILISASI KAPUR DENGAN BAHAN TAMBAH ABU SERABUT KELAPA Nabilla, Aisyah; Rustamaji, R.M; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v13i1.104900

Abstract

Stabilisasi merupakan suatu tindakan dimana sifat-sifat teknis tanah akan diperbaiki. Tujuan dari stabilitas tanah itu sendiri ialah guna meningkatkan kualitas tanah sampai dapat memenuhi persyaratan teknis tertentu. Oleh karena perlu dilakukan peninjauan kembali beberapa sifat fisik serta mekanis tanah, yang dalam penelitian ini berupa tanah lempung lunak, agar dapat mengetahui perilaku dari jenis tanah tersebut dan kapasitas beban yang dapat diterima. Tanah yang digunakan untuk pengujian pada penelitian ini berasal dari quarry Desa Paniraman, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Bahan stabilisasi yang digunakan yaitu kapur 5% ditambah abu serabut kelapa dengan menggunakan variasi 5%, 10%, dan 20% dari berat sampel. Pengujian yang akan dilakukan yaitu meninjau sifat fisis seperti uji kadar air, uji berat volume, uji berat jenis, uji Atterberg limits, uji analisa saringan, uji hydrometer dengan curing time 0 ,7, dan 14 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji kadar air, berat jenis, berat volume, batas-batas atterberg, analisa saringan dan hidrometer cenderung mengalami penurunan. Adapun hasil tanah campuran yang dibuat jika diklasifikasikan berdasarkan sistem AASHTO, termasuk ke dalam kelompok A-4. Sedangkan jika ditinjau dengan klasifikasi USCS, tanah campuran tersebut termasuk kelompok ML.
ANALISIS BRONJONG AKIBAT GEMPA DENGAN METODE MONONOBE - OKABE Pungkas, Kwenz Narashida; Bachtiar, Vivi; Priadi, Eka
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v13i1.104892

Abstract

Ruas Jalan Simpang Tanjung-Aruk di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat merupakan jalan nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas wilayah. Pada segmen ini terjadi kelongsoran lereng yang telah mencapai badan jalan sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Oleh sebab itu diperlukan perkuatan, adapun perkuatan dalam kasus longsor lereng adalah salah satunya perkuatan dinding penahan tanah. Dinding Penahan Tanah merupakan struktur yang berfungsi menahan beban dan massa tanah pada permukaan yang berbeda elevasi dengan tujuan mendapatkan kestabilan secara global. Bronjong merupakan salah satu jenis dinding penahan tanah yang mengandalkan bobot sendirinya sebagai stabilitas. Adapun gaya-gaya yang bekerja pada kondisi statis merupakan tekanan tanah aktif dan pasif. Beban gempa merupakan beban dinamis dimana beban bergerak/bergetar dengan nilai yang meningkat atau tidak tetap. Merancang dinding penahan tanah tipe bronjong perlu di kontrol stabilitas eksternalnya. Adapun stabilitas eksternal dinding penahan tanah tipe bronjong yaitu kontrol terhadap guling, geser, daya dukung dan stabilitas global. Kontrol stabilitas global dapat dianalisa menggunakan program plaxis 2023.2
SIFAT MEKANIS TANAH LANAU BERLEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN KAPUR DAN ABU SERABUT KELAPA Alpiona, Nadia; Rustamaji, R. M; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v13i1.104899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan campuran abu sisa pembakaran serabut kelapa pada stabilisasi tanah menggunakan kapur pada tanah lanau berlempung terhadap sifat mekanisnya. Variasi campuran yang digunakan meliputi tanah asli, tanah dengan penambahan 5% kapur dengan penambahan abu serabut kelapa sebesar masing-masing 5%, 10%, dan 20%. Pengujian sifat mekanis tanah meliputi uji pemadatan tanah, uji CBR soaked dan unsoaked, uji UCS, uji geser langsung, dengan variasi masa pemeraman 0,7,14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran optimum diperoleh pada variasi tanah + 5% kapur + 5% abu serabut kelapa, dengan nilai MDD sebesar 1,748 gr/cm³ dan OMC sebesar 17%. Nilai CBR soaked dan unsoaked masing-masing mencapai 88,013% dan 102,702%, nilai UCS tertinggi sebesar 11,401 kg/cm², serta nilai kohesi sebesar 0,508 kg/cm² dan sudut geser dalam sebesar 68,246° pada masa pemeraman 14 hari. Peningkatan masa pemeraman memberikan pengaruh positif terhadap seluruh parameter mekanis tanah, sedangkan penambahan abu serabut kelapa sebesar 10% dan 20% menyebabkan penurunan sifat mekanis akibat kelebihan abu yang tidak bereaksi secara efektif dan meningkatkan porositas tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi kapur dan abu serabut kelapa pada kadar optimum berpotensi digunakan sebagai alternatif bahan stabilisasi tanah lanau berlempung.
EVALUASI DAYA DUKUNG AKSIAL DAN LATERAL PADA FONDASI SPUN PILE Sari, Indah Wulan; Bachtiar, Vivi; Priadi, Eka
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v13i1.104816

Abstract

Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar merupakan suatu langkah strategis dalam pengembangan infrastruktur transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja fondasi spun pile dalam menahan beban aksial dan lateral, dengan studi kasus pada proyek jembatan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa fondasi yang digunakan memenuhi persyaratan daya dukung dan deformasi berdasarkan standar SNI 8460:2017. Pada penelitian ini digunakan data sekunder seperti hasil uji Standard Penetration Test (SPT), uji laboratorium, Pile Driving Analyzer (PDA), Laterally Load Test (LLT), dan gambar kerja. Analisis dilakukan dengan metode statis, dinamis, dan aplikasi berupa APILE dan LPILE. Daya dukung aksial paling kecil pada tiang P2-B3 menggunakan Metode Mayerhof (1976) dengan diameter 1 m dan panjang 31,5 m sebesar 178,130 ton. Daya dukung lateral terkecil pada tiang P2-B5 menggunakan Metode Evans & Duncan (1982) dengan diameter 1 m dan panjang 21 m sebesar 4,141 ton (freehead) dan 9,466 ton (fixedhead). Penurunan total pada P2 sebesar 0,039 meter dan defleksi yang terjadi sebesar 7,381 mm (freehead) dan 2,910 mm (fixedhead). Fondasi spun pile pada proyek ini memenuhi persyaratan berdasarkan SNI 8460:2017. Hasil analisis dengan menggunakan program APILE dan LPILE menunjukkan konsistensi dengan metode empiris dan uji lapangan.
PEMETAAN ZONASI DATA GEOTEKNIK BERDASARKAN HASIL UJI CPT ATAU SONDIR DI KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN KUBU RAYA Firdaus, Firdaus; Bachtiar, Vivi; Rustamaji, R. M.
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v13i1.104869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun zonasi data geoteknik berdasarkan hasil pengujian Cone Penetration Test (CPT) serta menganalisis variasi konsistensi dan deskripsi tanah terhadap kedalaman di daerah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Data berupa hasil uji CPT dari 170 titik sondir yang tersebar di enam kecamatan dengan kedalaman analisis hingga 24 meter. Pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan SketchUp Pro, sedangkan pemetaan spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan ArcGIS 10.8 melalui metode interpolasi Spline with Barrier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedalaman 4–8 meter, lapisan tanah umumnya didominasi konsistensi “very soft” hingga “soft” dengan deskripsi tanah berupa “Sensitive Fine Grained to Organic Material to Clay”, “Silty Clay to Clay”, dan “Clayey Silt to Silty Clay”. Pada kedalaman 12 meter, konsistensi tanah masih didominasi “soft” dengan peralihan lokal menuju “medium stiff”, sementara deskripsi tanah tetap didominasi material berbutir halus. Selanjutnya, pada kedalaman 18–20 meter, konsistensi tanah meningkat menjadi “medium stiff” hingga “very stiff” dengan deskripsi tanah berupa “Sensitive Fine Grained to Organic Material to Clay”, “Silty Clay to Clay”, dan “Clayey Silt to Silty Clay” serta sisipan lokal “Sandy Silt to Clayey Silt”. Pada kedalaman 24 meter, lapisan tanah umumnya memiliki konsistensi “stiff” hingga “very stiff” dengan deskripsi tanah berupa lanau berlempung hingga lempung berlanau. Kata kunci: Cone Penetration Test (CPT), Deskripsi Tanah, Konsistensi Tanah, Sistem Informasi Geografis, Zonasi Geoteknik.
PEMETAAN ZONASI GEOTEKNIK KONSISTENSI DAN DESKRIPSI TANAH BERDASARKAN HASIL PENGUJIAN SPT (STANDARD PENETRATION TEST) DI KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN KUBU RAYA Kasuwa, Jimmy Giant Patria; Bachtiar, Vivi; Rustamaji, R. M.
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 13, No 1 (2026): JeLAST Edisi Februari 2026
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v13i1.104896

Abstract

Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya didominasi oleh konsistensi lunak hingga sangat lunak yang berpotensi menimbulkan permasalahan geoteknik dalam perencanaan fondasi sehingga diperlukan pemetaan zonasi kondisi tanah yang representatif sebagai data awal perencanaan konstruksi. Dalam penelitian ini pemetaan dilakukan dengan menggunakan hasil dari pengujian Standard Penetration Test (SPT) dengan menganalisis sebaran konsistensi dan deskripsi tanah terhadap kedalaman tertentu. Data-data yang didapat kemudian diolah menggunakan metode interpolasi Spline with Barrier. Selain melakukan analisis terhadap sebaran konsistensi dan deskripsi tanah, dalam penelitian ini juga dilakukan pemodelan potongan melintang dan potongan memanjang dari titik-titik yang telah ditentukan untuk mengetahui pola sebaran konsistensi dan deskripsi tanah secara lebih detail untuk kedalaman 0 – 35 m. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil akhir bahwa pada kedalaman 0 - 20 m, kategori konsistensi didominasi oleh konsistensi Sangat Lunak hingga Lunak, dengan jenis tanah utama berupa Organic Material - Silty Clay. Pada kedalaman 20 - 35 m konsistensi tanah mulai meningkat menjadi sangat kaku hingga keras dengan jenis tanah berupa pasir halus hingga sedang di beberapa lokasi.