Claim Missing Document
Check
Articles

STABILISASI TANAH LUNAK DENGAN ABU AMPAS TEBU, FLY ASH, KAPUR DAN SEMEN TERHADAP SIFAT MEKANIS TANAH Arif Kurniawan; Abubakar Alwi; Vivi Bachtiar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.188 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36661

Abstract

Tanah berguna sebagai bahan konstruksi dalam pekerjaan sipil, salah satunya pada pekerjaan jalan raya. Rendahnya kekuatan mekanis tanah lunak baik kuat tekan maupun kuat gesernya merupakan penyebab rendahnya daya dukung tanah yang sangat berpotensi terjadi penurunan konstruksi diatasnya. Stabilisasi kimiawi adalah perbaikaan tanah dilakukan dengan cara menambahkan bahan kimia tertentu dengan material tanah, Penggunaan abu ampas tebu, fly ash, kapur dan semen sebagai bahan stabilisasi tanah diharapkan dapat menstabilkan kondisi pH tanah, mengisi rongga pori sehingga mengurangi penyerapan air, dan meningkatkan daya dukung tanah. Penelitian dilakukan dengan mencari persentase rasio campuran tertentu yang menyebabkan kenaikkan daya dukung dan kuat geser tanah lempung yang distabilisasi dengan komposisi campuran bahan additive sebesar 30%, 40%, 50% terhadap total volume tanah campuran. Hasil pengujian didapatkan bahwa nilai daya dukung tanah dan kuat geser pada masing-masing campuran mengalami peningkatan dari kondisi tanah asli, campuran maksimal terjadi pada campuran desain A-3 50% tanah asli dan 50 % bahan additive (5% kapur +2,5% abu ampas tebu +17,5% fly ash + 25% semen ).Kata kunci : Stabilisasi, bahan kimia, daya dukung tanah, lapis fondasi bawah
PENGARUH PENAMBAHAN MATOS SOIL STABILIZER PADA LAPIS FONDASI BADAN JALAN YANG DISTABILISASI MENGGUNAKAN KAPUR TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS TANAH Simamora, Roberton; Aprianto, Aprianto; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.65496

Abstract

Tanah merupakan bahan dasar yang sangat berpengaruh bagi struktur dan konstruksi, baik itu bangunan maupun konstruksi jalan. Konstruksi jalan   memerlukan tanah dasar yang baik agar dapat meletakan komponen perkerasan. Rendahnya daya dukung tanah berpotensi terjadinya keruntuhan konstruksi. Stabilisasi kimiawi   yaitu memperbaiki tanah dengan menambahkan bahan-bahan kimia tertentu ke dalam tanah agar memenuhi persyaratan daya dukung tanah. Penggunaan Matos Soil Stabilizer dan Kapur diharapkan dapat memperbaiki parameter daya dukung tanah. Penelitian menggunakan sampel tanah yang berasal dari Desa Peniraman, Kabupaten mempawah. Pengujian yang   dilakukan yaitu pengujian terhadap sifat-sifat mekanis tanah yang distabilisasi dengan 4% kapur dan variasi matos yakni 1%, 2%, 4% dan 8% serta dilakukan pemeraman selama 0 hari, 7 hari dan 14 hari. Hasil pengujian didapat bahwa parameter daya dukung tanah setiap komposisi campuran mengalami peningkatan namun belum dapat memenuhi syarat Bina Marga, komposisi campuran dengan parameter tertinggi diperoleh pada komposisi campuran 100% Tanah Asli + 4% Kapur + 8% Matos.
KAJIAN OPTIMASI FONDASI TIANG PANCANG DAN FONDASI TIANG BOR PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT BARU SIANTAN KOTA PONTIANAK Sahabung, Elvinanda Putra; Bachtiar, Vivi; Priadi, Eka
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.65419

Abstract

ABSTRAKFondasi dalam menjadi solusi fondasi yang digunakan untuk kondisi tanah Pontianak yang lunak. Pembangunan Rumah Sakit Baru Siantan Kota Pontianak menggunakan mini pile 25cm x 25cm sepanjang 6 m di kedalaman 33 m. Penelitian dilakukan dengan mengkaji ulang spun pile dan bored pile pada kedalaman 33 m untuk mendapatkan fondasi terbaik. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data CPT, SPT dan DED. Perhitungan struktur atas menggunakan program Etabs 18. Analisa penurunan menggunakan metode statis dan program Plaxis v.8.6. Dari analisa diperoleh Qall dengan menggunakan data SPT. Metode Brown (2001) sebesar 858,559 kN untuk spun pile diameter 40 cm, 1118,299 kN untuk spun pile diameter 50 cm. Metode Lopes and Laprovitera (1988) sebesar 342,262 kN untuk bored pile diameter 40 cm, 439,508 kN untuk bored pile diameter 50 cm. Jarak antar tiang sangat mempengaruhi efisiensi kelompok tiang. Penurunan total spun pile metode statis adalah 127,632 mm untuk spun pile diameter 40 cm, 128,019 mm untuk spun pile diameter 50 cm. Penurunan dengan program Plaxis v.8.6 yaitu 86,23 mm untuk spun pile diameter 40 cm, 92,47 mm untuk spun pile diameter 50 cm.   Berdasarkan SNI (8460:2017) hasil penurunan fondasi memenuhi syarat penurunan yang diizinkan pada kelompok tiang. Dari metode AHP diperoleh spun pile lebih optimal.  Kata Kunci: daya dukung, jumlah tiang, penurunan, fondasi dalam, analytical hierarchy process
PEMANFAATAN LIMBAH SPENT BLEACHING EARTH PADA STABILISASI TANAH "“ KAPUR UNTUK LAPISAN FONDASI BADAN JALAN DITINJAU TERHADAP KARAKTERISTIK KEMBANG SUSUT Alam, Hafidz Al; Aprianto, Aprianto; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 2 (2023): JeLAST Edisi Juni 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i2.66043

Abstract

Tanah adalah susunan dari mineral, bahan organik dan endapan-endapan yang relatif lepas (loose) yang terletak di atas batu dasar (bedrock). Stabilisasi tanah merupakan cara perbaikan tanah yang memiliki indeks plastisitas tinggi, daya dukung rendah, serta kembang susut yang tinggi   dengan cara menambahkan suatu bahan ke dalam tanah tersebut. Tanah mengembang yaitu tanah yang memiliki pengembangan dan susut yang tinggi sehingga perlu dilakukan stabilisasi pada tanah ekspansif untuk memperbaiki tanah tersebut. Dalam penelitian ini tanah yang digunakan yaitu tanah di daerah Kecamatan Capkala, Kabupaten Bengkayang. Akan tetapi tanah tersebut dimodifikasi dengan bentonite, karena untuk sifat kembang susut sendiri dalam pengujiannya harus menggunakan tanah yang memiliki potensi pengembangan yang tinggi. Bahan pengikat yang digunakan dalam stabilisasi ini yaitu kapur sebesar 4% dan bahan aditif yang digunakan yaitu Spent Bleaching Earth (SBE) dengan variasi 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan waktu pemeraman 0,7,14 hari. Sehingga stabilisasi tanah disini berperan sebagai alternatif pengurangan permasalahan pencemaran limbah ini. Setelah dilakukan pengujian fisis dan mekanis dengan bahan campuran tersebut didapatkan hasil bahwa nilai optimum berada pada variasi SBE 10% dan menurunkan potensi pengembangan dari yang tinggi menjadi rendah. Waktu pemeraman juga semakin menurunkan hasil dari pengujian.
ANALISA KESTABILAN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN FONDASI BOREDPILE DI SAJINGAN, KABUPATEN SAMBAS, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Al Anshori, Rifki; Priadi, Eka; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.91054

Abstract

Konstruksi dinding penahan tanah atau disebut Retaining Wall adalah bangunan yang dikhususkan untuk menstabilkan tanah pada kondisi dan keadaan yang tertentu khususnya pada area tanah yang berkontur lereng alam maupun lereng buatan atau lereng akibat urugan tanah seperti pada kasus yang terjadi di daerah Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa stabilitas suatu dinding penahan tanah dengan menggunakan fondasi borepile terhadap beban yang diterimanya di daerah Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, serta memperhitungkan deformasi konstruksi dengan menggunakan analisa program Plaxis Professional 8.6 GeoStudio SLOPE/W. Berdasarkan analisa perhitungan stabilitas dinding penahan tanah untuk STA 0+190 STA 0+200 menunjukan bahwa dinding penahan tanah tidak mampu menahan gaya geser, dan daya dukung tanah, sehingga ditambah perkuatan dengan pemasangan borepile dengan diameter 60cm. Selain itu, pada analisa menggunakan Plaxis Proffesional 8.6 juga didapatkan nilai deformasi tanah, nilai deformasi yang didapatkan untuk STA 0+190 adalah 1,844 cm tanpa tiang dan 1,555 cm dengan tiang, kemudian untuk STA 0+200 adalah 1,499 cm tanpa tiang dan 1,354cm dengan tiang.
Study of Deformation Behavior of Retaining Walls at Sepakat Ii Parallel Road Project in Pontianak City Siregar, Novita Januarti Siregar; Eka, Priadi; Aprianto, Aprianto; Rustamaji, R M; Bachtiar, Vivi
Jurnal Inovasi Teknologi Vol 4 No 2 (2023): October
Publisher : Engineering Forum of Western Indonesian Government Universities Board (Forum Teknik, BKS-PTN Wilayah Barat) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of urban planning and infrastructure such as roads, buildings, bridges, ports has increased in recent years in Pontianak City. One of them is the construction of Jalan Parallel Sepakat II which was carried out in early 2022, connecting Jalan Sepakat II to the Tanjungpura University Campus Complex. In the case in the field, the previously compacted embankment has decreased, so backfilling is carried out to adjust the planned elevation. Due to the unsafe existing condition factor, improvements were made that were supported by retaining wall modeling. In addition to the retaining wall modeling, the current planning in the field is also stabilized by using a pile and geotextile, in order to increase the bearing capacity of the soil and can minimize the decrease or deformation that occurs at the research location. In the process of analyzing the retaining wall, analysis is also carried out with the Plaxis Proffesional 8.6 program. The results obtained in the form of deformation numbers and safety factor results. From the conclusion, the factor of safety is obtained which is not safe so that it is feasible to be reinforced. However, some adjustments are needed to the design plan so that it can function properly in accordance with the intent and purpose of the reinforcement.
The Effect of Matos Soil Stabilizer on Mechanical Properties of Soil Stabilized with Cement Ardhana, Praditya; Aprianto; Bachtiar, Vivi; Rustamaji, R M; Priadi, Eka
Jurnal Inovasi Teknologi Vol 5 No 2 (2024): October
Publisher : Engineering Forum of Western Indonesian Government Universities Board (Forum Teknik, BKS-PTN Wilayah Barat) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In pavement construction, it consists of subgrade, foundation layer and overburden. In working on landfill, the quality of the landfill can be improved by stabilization. Stabilization is a way to improve the properties and parameters of the soil, so that the soil is suitable or qualified to be used according to its function. One of the ways to stabilize soil is by chemical stabilization. In this research using additives such as fly ash & matos soil stabilizer. The soil samples were taken from Peniraman Quarry, Mempawah Regency. Also, the fly ash used comes from the waste of Paiton power plant, Probolinggo Regency. The tests carried out were testing the physical properties of the soil. The results obtained were then adjusted to the lower foundation layer of the road with specifications based on the 2018 General Specifications, Road and Bridge Construction Work (Revision 2). The test was carried out with a mixture of 10% fly ash and variations of matos soil stabilizer 2 - 8%, stabilization was carried out with a curing period of 0 - 14 days. From the results of the soil test, the plasticity index was found to be 14.252%. From the test results of the highest mixture variation, which is a mixture of soil + 10% fly ash + 8% matos soil stabilizer with a curing period of 14 days. The test results obtained a plasticity index of 7.295%, so it can be concluded that the higher the percentage of matos soil stabilizer used, the plasticity index value of the soil decreases and has met the requirements in the construction of the lower foundation layer of the road (B class).
Study Of Bearing Capacity Of Piles Due To Vertical Loading In Pontianak Saputra, Nanda Zulna; Bachtiar, Vivi; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v25i2.89763

Abstract

Infrastructure development in Pontianak, particularly the Kapuas Bridge Duplication Project 1 (MYC) 2022-2024, requires thorough foundation planning due to the area"™s soft, water-saturated soil with low bearing capacity. This study analyzes the ultimate bearing capacity (Qu) and settlement of 80 cm diameter steel pile foundations at pile point 3. The analysis reveals that the minimum pile bearing capacity (Qall) using the Brown (2001) method is 274,25 tons, while the APILE v.2019 program yields a bearing capacity of 383,3 tons. The group pile-bearing capacity analysis shows a total capacity of 2.875,511 tons, exceeding the applied working load of 2.683,304 tons, with a group efficiency of 0,699. The elastic settlement for a single pile is 3,87 mm, while the pile group"™s is 13,95 mm. Long-term consolidation settlement is calculated at 126,20 mm, while PLAXIS simulation results show 72,03 mm. Interpreting static load test results using various methods (Chin, Davisson, Meyerhof, etc.) shows variation in bearing capacity, with the Meyerhof method providing the most consistent results. Based on this analysis, the 80 cm diameter steel pile foundation meets the safety and stability requirements for long-term use.
PERENCANAAN STRUKTUR FONDASI UNTUK JALUR REL KERETA API PONTIANAK - SANGGAU (Studi Kasus Pada Stasiun KA di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak) Putri, Nurul Aulia; Bachtiar, Vivi; Mukti, Elsa Tri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.63431

Abstract

Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) merencanakan transportasi perkeretaapian di Kalimantan pada tahun 2030 sebagai fasilitas mobilitas pergerakan barang terutama batu bara. Salah satu jalur Kalimantan Barat pada Lintas Timur yang direncanakan yaitu Ngabang. Konstruksi jalan rel tersebut akan ditopang oleh tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai daya dukung dari data laboratorium dan data CPT/sondir. Berdasarkan hasil analisis data tanah yang didapat dari Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Tanjungpura di Kecamatan Ngabang, kondisi tanah termasuk kategori tanah keras. Metode-metode yang digunakan untuk data laboratorium adalah metode Meyerhof, Hansen, dan Vesic. Untuk data sondir menggunakan metode Owkati, Terzaghi dan Peck, serta Meyerhof. Pada analisa penurunan menggunakan metode Schmertmann. Hasil daya dukung tanah terkecil dengan data laboratorium di titik S.20 = 293,789 kN/m2, S.21 = 289,699 kN/m2, S.22 = 272,103 kN/m2, S.23 = 166,021 kN/m2 menggunakan metode Hansen. Sedangkan, untuk data sondir di titik S.20 diperoleh 243,801 kN/m2, S.21 = 230,477 kN/m2, S.22 = 242,042 kN/m2 dan S.23 = 138,143 kN/m2 menggunakan metode Terzaghi dan Peck. Nilai penurunan fondasi pada titik S.20 0,146 cm, S.21 sebesar 0,202 cm, S.22 sebesar 0,152 cm, S.23 sebesar 27,835 cm.
PENGARUH KEPADATAN TANAH YANG DISTABILISASI DENGAN KAPUR TERHADAP PARAMETER KUAT TEKAN TANAH Istanto, Roviandito Cahaya Setia; Rustamaji, R.M; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62944

Abstract

Tanah lempung memiliki daya dukung tanah yang rendah. Dengan adanya permasalahan ini, maka diperlukan improvisasi pada tanah yang akan dijadikan sebagai bahan lapisan tanah dasar dengan menggunakan metode stabilisasi tanah atau perbaikan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji atau mengetahui pengaruh kepadatan tanah yang distabilisasi dengan kapur (Ca(OH)2) terhadap parameter kuat tekan tanah berdasarkan pengujian kuat tekan bebas. Sampel tanah yang digunakan adalah jenis tanah lempung yang berlokasi di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan mencampurkan tanah dan kapur sebesar 3%, 6% dan 12% terhadap berat kering tanah, serta dilakukan pemeraman selama 7, 14 dan 28 hari. Hasil pengujian didapatkan bahwa nilai kuat tekan bebas tanah dengan campuran kapur mengalami peningkatan dari kondisi tanah asli. Lamanya waktu pemeraman berpengaruh terhadap peningkatan nilai kuat tekan bebas. Penelitian ini membuktikan bahwa semakin besar persentase kadar kapur yang digunakan dan semakin lama waktu pemeraman yang dilakukan, nilai kuat tekan bebas tanah akan semakin meningkat.Kata kunci : desa bukit batu, kapur, kuat tekan bebas, stabilisasi, tanah lempung, waktu pemeraman  Clay soil has a low soil carrying capacity. Given this problem, it is necessary to improvise the soil that will be used as subgrade material using soil stabilization or soil improvement methods. This study aims to examine or determine the effect of soil density stabilized with lime (Ca(OH)2) on the compressive strength parameters of the soil based on the unconfined compressive strength test."™The soil sample used is a"™type of clay soil located in Bukit "˜Batu Village, Sungai Kunyit District, Mempawah Regency, West Kalimantan Province"™. The research was conducted in the laboratory by mixing soil and lime at 3%, 6% and 12% of the dry weight of the soil, and curing for 7, 14 and 28 days. The test results showed that the unconfined compressive strength of the soil with lime mixture increased from the original soil condition. The length of curing time affects the increase in the value of the unconfined compressive strength. This study proves that the greater the percentage of lime content used and the longer the curing time, the unconfined compressive strength of the soil will increase.Keywords: bukit batu village, clay soil, curing time, lime, stabilization, unconfined compressive strength