Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI EKSPERIMENTAL SKALA PENUH TENTANG DAYA DUKUNG PELAT BETON BERSIRIP DENGAN SIRIP DALAM DIAGONAL SIRIP LUAR SEBAGAI MODEL JALAN BETON DI TANAH LUNAK Sim, Sutrisno Wicaksono; Yusuf, M; Bachtiar, Vivi
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.3460

Abstract

Penggunaan pelat beton di atas tanah semakin banyak dijumpai, tidak hanya sekedar pondasipelat melainkan sebagai perkerasan beton. Tanah lunak secara teknik tidak menguntungkankarena mempunyai daya dukung yang sangat rendah. Karena sifat mekanis tanahnya yangrendah maka pembangunan jalan aspal (struktur perkerasan lentur) yang dilakukan selalubergelombang dalam waktu tidak beberapa lama setelah jalan tersebut dibangun. Karena itu,harus diupayakan agar didapat model struktur perkerasan jalan yang cocok di atas tanahlunak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan daya dukung konstruksi perkerasanjalan beton yang diperkuat dengan sirip diagonal melalui metode uji pembebanan langsung.Bentuk struktur perkerasan kaku yaitu pelat persegi dengan sirip dalam dua diagonal dan siripluar di sepanjang sisi luar pelat.Sirip-sirip perkerasan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kekangan lateral (horizontal)akibat beban permukaan (kendaraan) dan mencegah rembesan air ke fondasi jalan akibatfluktuasi muka air tanah. Hasil menunjukkan peningkatan daya dukung untuk pelat tanpasirip dan dengan pelat bersirip diagonal adalah 41 % dan ini merupakan peningkatan yangsignifikan.Kata-kata kunci: perkerasan kaku, pelat beton, tanah lunak, uji pembebanan, daya dukung,sirip diagonal
TINJAUAN DAYA DUKUNG PELAT BETON BERSIRIP DI ATAS PASIR DENGAN VARIASI KEMIRINGAN SIRIP YANG DIPERKAKU BERDASARKAN UJI PEMBEBANAN Aprha Syenna; Muhammad Yusuf; Vivi Bachtiar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57244

Abstract

ABSTRAK Infrastruktur sebagai dasar dan fondasi dari segala bidang pembangunan menjadi penting bagi Kota Pontianak yang kini terus berkembang. Maka dalam hal ini, dibutuhkan kualitas dan kuantitas jalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga aktifitas pada perekonomian aksesibilitas dan perpindahan barang serta jasa dapat berjalan dengan optimal. Pembangunan jalan di Kota Pontianak sudah banyak dilakukan dengan penggunaan konstruksi jalan beton. Hal ini dikarenakan konstruksi tersebut mendukung struktur tanah yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bentuk pelat yang memiliki nilai penurunan terendah terhadap beban pada pelat beton di atas pasir dengan variasi kemiringan sirip yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan dengan pengujian secara eksperimental dan dilakukan dengan metode uji pembebanan langsung (loading test).  Pada penelitian tersebut diteliti daya dukung pelat beton bersirip di atas pasir yang memiliki kemiringan berbeda, yaitu 0°, 10°, 20°, 30° dan 40°. Setelah itu hubungkan ke dalam grafik untuk melihat terjadinya penurunan terhadap pembebanan dan lihat mana yang memiliki trend kurva penurunan yang terkecil. Dari pengujian pembebanan didapat hasil sampel yang memiliki penurunan yang paling kecil dengan beban yang relatif sama yaitu sampel dengan kemiringan 30° dan beban sebesar 5,80 kN dan mengalami deformasi sebesar 1,16 mm.Kata kunci : Kemiringan sirip, Pasir, Pelat beton bersirip, Uji pembebananABSTRACT Infrastructure as the base and the foundation of every constructional aspects is important for a constantly developing city like Pontianak. Therefore, numbers of quality road accesses are needed to fulfill their people’s needs. The main reason is to maintain optimal level of economical accessibilities, distribution of goods and services. Many of road constructions in Pontianak were done by using concrete. The reason was, this kind of construction are suitable with the low soil structure. The aim of this study was to find the appropriate plate which has the lowest rate of degradation against the pressure of the concrete plate on sands with various fin slant. This study was an experimental study and conducted using Loading Test method. The purpose of the study was to find the carrying capacity of finned concrete slab on sands with various skewnesses which were 00, 100, 200, 300, and 400. After gaining the required data, it was converted into a graph to determine any degradation and which has the lowest rate of degradation curve. Based on the loading test, the writer acquired sample with the lowest rate of degradation with relatively similar pressure with the skewness rate of 300 with the pressure of 5,80 kN and having deformation of 1,16 mm.Key Words: Fin slope, Sand, Finned concrete slab, Test loading
KAJIAN PERBAIKAN SISTEM IRIGASI DAERAH RAWA KAPUAS KECIL II, KECAMATAN SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBURAYA - Harnita; Johnny MT.S; Vivi Bachtiar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.51845

Abstract

Penelitian ini membahas tentang infrastruktur irigasi yang berada di DIR Kapuas Kecil II, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya. Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang ada di wilayah tersebut di mana infrastruktur irigasi mengalami kerusakan yang di sebabkan oleh faktor kelalaian dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif-induktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerusakan irigasi disebabkan karena pemeliharaan jaringan irigasi yang buruk, belum adanya operasi dan pemeliharaan rutin dari instansi yang menangani jaringan irigasi. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa kondisi tanggul kolektor terjadi longsor sedang pada tebing sungai dan rekomendasi yang harus dilakukan pada tanggul yaitu dengan cara pemeliharaan tanggul berupa pembersihan tanggul secara rutin dan untuk kondisi jaringan irigasi utama DIR Kapuas Kecil II dapat di klasifikasikan sedang dengan nilai indeks sebesar 2,62 dan fungsi jaringan 53,77%, adapun untuk rekomendasi/tindakan dalam perbaikan jaringan irigasi utama dengan melakukan pemeliharaan berkala dan perbaikan berupa penggalian sedimen pada saluran, perbaikan tanggul yang mengalami penurunan dan melakukan  perbaikan dan penggantian konstruksi bangunan air yang mengalami kerusakan. Kata Kunci: Perbaikan Irigasi, Sistem Irigasi.
PERENCANAAN FONDASI TANGKI CRUDE PALM OIL (CPO) DI RASAU JAYA 2 Edo Herwanda; Abubakar Alwi; Vivi Bachtiar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42580

Abstract

Dalam industri kelapa sawit produk yang dihasilkan akan di simpan didalam tank farm. Tank fram merupakan tangki timbun berbentuk lingkaran sebagai penampung bahan baku dasar tempat pengolahan minyak. Maka perencanaan fondasi tangki minyak CPO dikatakan benar apabila beban yang diteruskan ke tanah tidak melampaui kekuatan fondasi pada tanah yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini untuk merencanakan fondasi tangki minyak CPO di Rasau Jaya 2, dengan membandikan nilai daya dukung yang diproleh dari berbagai metode analisa antara lain : loading test, analisa teoritis dari hasil CPT dan analisa metode elemen hingga menggunakan program plaxis profesional 8.2. Maka dari hasil analisa yang dilakukan diharapkan peneliti dapat merencanakan fondasi tangki crude palm oil (CPO). Berdasarkan hasil analisa daya dukung tiang tunggal dari percobaan loading test, sondir dan analisa menggunakan program plaxis 8.2 diambil daya dukung untuk tiang terkecil yaitu 21 ton. Total beban pada tangki yaitu 3.327,832 ton. Maka didapatkan jumlah tiang yang di butuhkan 159 tiang pancang dengan kedalaman 23 meter untuk tangki CPO berdiameter 18 meter dan tinggi 10 meter. Penurunan kelompok tiang pada fondasi tangki dengan metode analitis sebesar 10,996 cm. Sedangkan penurunan tiang kelompok menggunakan program plaxis 8.2 sebesar 32 cm. Dan perencanaan slab beton K-350 dengan penulangan menggunakan rangkap D19-125. Kata kunci : daya dukung, fondasi lingkaran, group pile, loading test, penurunan
ANALISA STABILITAS LERENG PADA RUAS JALAN PARALEL PERBATASAN (STUDI KASUS: JALAN SONTAS-MERAU KECAMATAN SEKAYAM KABUPATEN SANGGAU) Fendy Oktavianto; Eka Priadi; Vivi Bachtiar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36598

Abstract

Jalan paralel perbatasan Sontas-Merau dibangun di daerah dataran tinggi dan perbukitan, sehingga tidak dapat dipungkiri bahw jalan terletak pada daerah atau lahan yang memiliki lereng. Sehingga, kemungkinan keruntuhan lereng dapat terjadi kapan saja. Ketika kawasan perbatasan Entikong terus berkembang dan penambahan beban pada tanah. Pengaruh muka air tanah, sangat berpotensi menurunkan faktor keamanan pada lereng. Hal ini menyebabkan air di dalam tanah memberikan beban lebih besar pada lereng, dan juga mengurangi nilai momen penahan lereng, sehingga longsor bisa terjadi. ketika hujan atau pasca hujan lebat. Penelitian bertujuan mengkaji stabilitas lereng pada jalan paralel perbatasan Sontas-Merau dan memberikan alternatif penanggulangan apabila berpotensi terjadi kelongsoran serta membandingkan hasil analisa faktor keamanan dari berbagai metode yang ada baik dilakukan dengan perhitungan manual maupun melalui analisa program. Analisa yang digunakan dalam kajian ini yakni metode manual menggunakan metode Fellenius, metode Bishop, dan metode Janbu. Program yang digunakan adalah program SLOPE/W GeoStudio 2018 dan PLAXIS V.8Dari hasil analisa semua program maupun perhitungan manual, potongan lereng yang dikaji masih terhitung aman disaat kondisi muka air normal hanya saja beberapa potongan terhitung pada kondisi Toe Failure, namun pada saat muka air tanah kondisi hujan ketujuh lereng tidak aman pada posisi Toe Failure dan Base Failure.Kata kunci: stabilitas lereng, penanggulangan kelongsoran, dinding penahan tanah
ANALISA DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN FONDASI TIANG PANCANG MENGGUNAKAN DATA UJI LAPANGAN DAN PROGRAM PLAXIS V.8.6 PADA PROYEK GEDUNG KULIAH SEKOLAH TINGGI AGAMA KATOLIK NEGERI PONTIANAK Wibby Dwi Anggoro; Vivi Bachtiar; Aprianto Aprianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.59230

Abstract

Fondasi merupakan komponen struktur bangunan yang sangat penting yang berfungsi menyalurkan tegangan-tegangan yang terjadi akibat beban struktur diatasnya kedalam lapisan tanah keras yang dapat memikul beban konstruksi tersebut. Tiang pancang yang digunakan pada pembangunan Gedung Kuliah Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak yaitu beton pracetak (mini pile) dengan ukuran 25 x 25 cm. Berdasarkan gambar kerja proyek, tiang rencana yang terpancang sedalam 30 m. Pada pelaksanaan di lapangan, tiang pancang (mini pile) pada titik B7, C7, D7, B8, C8, dan D8 terpancang kurang lebih sedalam 28 m. Hal ini tidak sesuai dengan perencanaan bila dilihat dari gambar kerja. Penelitian ini dilakukan peninjauan ulang daya dukung fondasi dengan tiang terpancang sedalam 28 m menggunakan data lapangan berupa CPT, SPT dan Kalendering untuk mengetahui apakah efektif dalam mendukung beban struktur atas. Berdasarkan hasil perhitungan daya dukung kelompok tiang semua metode statis, daya dukung kelompok tiang semua titik fondasi dengan kedalaman tiang terpancang 28 m nilainya lebih besar dari beban terpusat struktur atas yang dihasilkan dari program ETABS 18, Sedangkan dengan metode Modified ENR, daya dukung tiang kelompok semua titik fondasi tidak memenuhi syarat aman sehingga perlu dilakukan perencanaan ulang. Berdasarkan SNI (8460:2017) untuk penurunan segera, penurunan konsolidasi dan penurunan menggunakan program Plaxis v.8.6 memenuhi penurunan pada tiang kelompok.
TINJAUAN DAYA DUKUNG PELAT BETON BERSIRIP DI ATAS TANAH LEMPUNG DENGAN VARIASI KEMIRINGAN SIRIP BERDASARKAN UJI PEMBEBANAN Samuel Maruli Sirait; Vivi Bachtiar; M Yusuf
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 2 (2022): JeLAST EDISI JUNI 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i2.55267

Abstract

Pembangunan jalan di kota Pontianak sendiri pada akhir-akhir ini banyak menggunakan jalan beton karena jalan beton dapat digunakan pada struktur tanah yang memiliki daya dukung rendah. Diketahui bahwa di Pontianak didominasi oleh tanah lunak yang mempunyai daya dukung yang rendah. Kondisi tanah yang memiliki daya dukung yang kecil berpotensi untuk terjadinya penurunan pada jalan yang dapat mengakibatkan kerusakan pada jalan tersebut. Dengan kondisi tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bentuk pelat yang memiliki nilai penurunan terkecil terhadap beban pada pelat beton di atas tanah lempung dengan variasi kemiringan sirip. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian secara eksperimental melalui metode uji pembebanan langsung (loading test). Dalam penelitian ini diteliti daya dukung pelat beton bersirip di atas tanah lempung yang memiliki kemiringan yang berbeda, yakni 0°, 10°, 20°, 30° dan 40°. Selanjutnya dihubungkan ke dalam grafik untuk melihat grafik dari kelima sampel tersebut mana yang memiliki trend kurva penurunan terhadap pembebanan yang terkecil. Dari hasil pengujian beban dan pengamatan grafik didapat sampel yang memiliki penurunan paling kecil dengan beban yang relatif sama terdapat pada sampel dengan kemiringan sirip 30.
STUDI KELONGSORAN JALAN PADA RUAS JALAN SIMPANG AMPAR - TAYAN, KABUPATEN SANGGAU – KALIMANTAN BARAT Khrisna Catur Wibawa; Eka Priadi; Vivi Bachtiar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44629

Abstract

Kelongsoran adalah salah satu peristiwa yang kerap sering terjadi pada lereng gunung, bukit dan bahkan tebing sungai, kelongsoran dapat terjadi dengan berbagai cara, bisa perlahan-lahan atau secara mendadak dan dengan ataupun tanpa tanda-tanda yang terlihat.Terjadinya kelongsoran lereng pada ruas jalan Simpang Ampar – Tayan KM.5+050 dapat merusak jalan serta membahayakan setiap kendaraan yang melintas, sehingga diperlukannya analisa kestabilan lereng serta penanggulangan berupa perkuatan pada lereng agar lereng kembali stabil.Pada penelitian ini penulis menganalisa kestabilan lereng dengan analisa manual menggunakan Metode Bishop, sedangkan untuk perkuatan pada lereng yang mengalami kelongsoran penulis merencanakan perkuatan berupa dinding penahan tanah (Retaining Wall), dalam penelitian ini penulis mengharapkan hasil yang diinginkan berupa lereng yang stabil atau mantap melalui penaggulangan yang telah direncanakan agar lereng tidak lagi membahayakan kendaraan yang melintas maupun penduduk setempat yang sedang beraktivitas.
PENGARUH PEMANCANGAN TIANG FONDASI PADA PEMBANGUNAN GEDUNG DI KOTA PONTIANAK Muhammad Nur Ilham; Eka Priadi; Vivi Bachtiar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36528

Abstract

Pemancangan tiang fondasi menggunakan drop hammer memberikan dampak yang tidak baik terhadap bangunan di sekitar lokasi pemancangan. Dampak yang terjadi adalah kerusakan bangunan yang salah satu parameter penyebabnya adalah getaran yang dihasilkan dari proses pemancangan. Pemancangan tiang fondasi menggunakan drop hammer ini dilakukan pada Proyek Perluasan Gedung Kantor Dua Lantai PLN UIP Kalbagbar dan Proyek Pembangunan Rumah Sakit Jeumpa Sembilan Lantai, Pontianak. Lokasi kedua proyek yang tidak jauh yaitu sekitar ± 1,3 km memiliki jenis tanah yang sama-sama lempung kelanauan. Spesifikasi tiang dan hammer yang digunakan pada kedua proyek berbeda. Hasil dari penelitian ini adalah prediksi cepat rambat gelombang, jauh jarak kritis gelombang, sudut kritis gelombang, frekuensi getaran, intensitas getaran berdasarkan nilai kecepatan partikel puncak (Peak Particle Velocity) untuk masing-masing tiang tertanam 6 m, 12 m, 18 m, 24 m dan 30 m, kategori kerusakan bangunan yang ditentukan berdasarkan standar tingkat getaran yang dikeluarkan oleh Departemen Lingkungan Hidup No Kep-49/MENLH/96 serta jauh jarak aman pemancangan tiang tertanam 6 m terhadap bangunan sekitar. Dengan kondisi sifat fisik tanah permukaan sampai kedalaman tanah keras antara 24-30 m di kota Pontianak, rata-rata pemancangan pada kedalaman tiang tertanam sampai 18 m memberikan pengaruh terhadap kerusakan fisik bangunan yang tidak baik.Kata kunci: pemancangan tiang fondasi, cepat rambat gelombang, getaran, frekuensi, peak particle velocity, kerusakan bangunan.
KORELASI NILAI CBR LABORATORIUM DAN NILAI CBR LAPANGAN DARI UJI DCP TANAH SUBGRADE PADA PEMBANGUNAN RUAS JALAN NANGA PINOH – ELA HILIR – BATAS KALIMANTAN TENGAH 1 Tri Nugroho Darmawan; R. M. Rustamaji; Vivi Bachtiar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 3 (2022): JELAST EDISI AGUSTUS 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i3.57533

Abstract

Uji California Bearing Ratio (CBR) dikatakan menjadi standar tes untuk mengetahui daya dukung tanah. Nilai CBR bisa didapatkan di pengujian laboratorium dan pengujian dilapangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi yang didapat dari CBR lapangan dari uji DCP dan CBR Laboratorium. Proses penelitian terdiri dari data sekunder didapat data CBR lapangan dari uji DCP sebanyak 15 titik dan untuk data primer mencakup pemeriksaan sifat fisis tanah, pengujian proctor modified dan pengujian CBR Laboratorium sebanyak 15 sampel tanah. Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan rumus matematis untuk mendapatkan persamaan regresi dan nilai korelasi agar diketahui seberapa erat data-data tersebut berkaitan. Berdasarkan metode AASHTO tanah tersebut diklasifikasikan dalam jenis tanah A-2-4 yaitu kerikil dan pasir berlanau atau berlempung dengan penilaian umum sebagai tanah subgrade sangat baik sampai baik. Berdasarkan metode USCS klasifikasi tanah yang paling dominan adalah SW/SC yaitu pasir gradasi baik, pasir berkerikil, sedikit atau tidak mengandung butiran halus/pasir berlanau, campuran pasir lempung. Dari hasil perhitungan regresi dan korelasi didapat persamaan rumus untuk memprediksi nilai CBR dan nilai DCP dimana nilai CBR (%) Desain vs CBR dari uji DCP (%) (CBR-DCP = 0,1197(CBR(Desain)) + 14,3970. Penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara nilai CBR dan nilai DCP.Kata Kunci: CBR, DCP, tanah subgrade.