Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemanfaatan Tepung Mocaf Menjadi Ragam Olahan Pangan pada UMKM di Desa Sumberejo Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang Yatty Destani Sandy; Banu Nursanni; Safri Gunawan; Sapitri Januariansyah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5246

Abstract

Indonesia kaya akan sumber bahan pangan. Namun, masih banyak bahan pangan yang belum dimanfaatkan potensinya secara maksimal. Salah satu bahan pangan tersebut adalah Singkong. Tanaman ini merupakan bahan baku yang paling potensial untuk diolah menjadi tepung, salah satunya adalah tepung mocaf. Permasalahan yang terjadi adalah pengolahan tepung mocaf yang diproduksi oleh mitra belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah makanan berbahan dasar tepung mocaf pada ibu-ibu di Desa Sumberejo, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah adalah dengan memberikan pelatihan tentang ragam olahan makanan dari tepung mocaf serta pendampingan dalam praktek pembuatan produk makanan tersebut. Pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam membuat berbagai olahan dari tepung mocaf. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah diskusi, wawancara, edukasi, pelatihan dan pendampingan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November tahun 2021. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tepung mocaf dan kemampuan terkait bagaimana membuat berbagai produk makanan dari tepung mocaf yang memiliki nilai gizi dan nilai jual yang tinggi. Indonesia is rich in food sources. However, many foodstuffs still have not been utilized to their maximum potential. One of the foodstuffs that can be processed into food is sweet potatoes, or what we commonly call cassava. This plant is the most potential raw material to be processed into flour, one of which is mocaf flour. The problem is that the processing of mocaf flour produced by partners has not been utilized optimally. This is due to the lack of knowledge and skills in processing food based on mocaf flour in mothers in Sumberejo Village, Pagar Merbau District, Deli Serdang Regency. Based on these problems, the solution to solve the problem is to provide training on the variety of processed foods from mocaf flour and assistance in the practice of making these food products. Training and mentoring are carried out to improve knowledge and skills in making preparations from mocaf flour. The methods used in this community service activity are discussion, interview, education, training and mentoring through the stages of preparation, implementation and evaluation. The result of this activity is the increasing public knowledge about the utilization of mocaf flour and related abilities to make various food products from mocaf flour that have high nutritional value and selling value.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANJUNG GUSTA MELALUI PERTANIAN AKUAPONIK Hesti Fibriasari; Bakti Dwi Waluyo; Sapitri Januariyansah; Baharuddin Baharuddin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 28, No 3 (2022): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v28i3.38471

Abstract

Penyempitan lahan perkotaan Tanjung Gusta memberikan dampak terhadap kurangnya lahan pertanian masyarakat. Hal ini menyebabkan sulitnya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sayuran secara mandiri. Solusi alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan sistem Akuaponik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Tanjung Gusta dalam pemanfaatan akuaponik untuk pertanian dengan memanfaatkan lahan perikanan yang telah ada. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan (1) mensosialisasikan pengetahuan dasar tentang sistem Akuaponik; (2) mendemonstrasikan pembuatan sistem akuaponik; (3) mendampingi masyarakat untuk praktek pembuatan sistem akuaponik; dan (4) melakukan evaluasi akhir terhadap pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pembuatan sistem akuaponik. Hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat Tanjung Gusta berjalan dengan efektif. Masyarakat memberikan tanggapan positif dan antusiasme melalui diskusi yang kondusif. Masyarakat juga memperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang Akuaponik. Melalui sistem akuaponik, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sayuran dan kebutuhan ikan secara bersamaan di lahan yang sempit. Kata kunci: akuaponik, tanjung gusta, sayuran
COMPARATIVE CALORIFIC ANALYZES OF COCONUT SHELL AND DURIAN FRUIT PEEL BY USING DIFFERENTIAL SCANNING CALORIMETRY Safri Gunawan; Banu Nursanni; Sapitri Januariyansah; Suprapto Suprapto
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 13 No. 3 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v13i3.1110

Abstract

The production of coconut and durian means that it will produce a lot of waste from its shell. Indonesia is a country that produces a lot of them. The coconut shell (CS) and durian fruit peel (DFP) can be converted to briquette as new fuel from biomass.  The objective of this research is to obtain the calorific briquette properties of CS and DFP using Differential Scanning Calorimetry (DSC).  The material composition consist of 10 % and 15 % of starch for each CS and DFP. Thermal treatment was carried out in the temperature range of 28 °C to 600 °C at 5.4 °C/min. The addition of starch causes the heating temperature since it has thermoplastic properties. Additionally, it is difficult to burn and carries a lot of water so that the heat generated is used to evaporate the water first of all in the briquettes. The recommended material is CS with 10 % mass of starch. The optimum temperature reached was 578.97 °C with an enthalpy value of 0.42 J/g.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Kotoran Sapi dengan Mesin Kombinasi Pencacah dan Pengaduk di Desa Sengon Sari Sapitri Januariyansah; Safri Gunawan; Ayu Putri Ningsih
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2805

Abstract

ABSTRACTCattle farmers in Sengon Sari Village are one of the farmers who have problems in managing cow dung waste. They still have been able yet to manage cow dung waste so that it has an impact on environmental safety and health of community. Utilization of cow dung waste as the main ingredient of organic fertilizer by utilizing a combination chopper and stirrer machine is an alternative solution that can be chosen. The purpose of this community service activity is to solve partner problems. The implementation method is carried out by observation, discussion, lecturing, and working practice which is carried out in three stages, namely the preparation, implementation, and evaluation. The results of the activities run effectively with the resolution of partner problems. Partners earn additional income with organic fertilizer products from cow dung waste. The knowledge and skills of partners increased for making organic fertilizers with a combination chopper and stirrer machine. Cow dung processing into organic fertilizer is one form of good business management. The result show that with a combination chopper and mixer machine, fertilizer manufacturing activities can run well, effective, and efficient. Keywords: machine; effective; environment ABSTRAKPeternak sapi di Desa Sengon Sari merupakan satu di antara peternak yang mengalami permasalahan pengelolaan limbah kotoran sapi. Peternak belum mampu mengelola limbah kotoran sapi sehingga berdampak pada keamanan lingkungan dan Kesehatan masyarakat sekitar. Pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi bahan utama pupuk organik dengan memanfaatkan mesin kombinasi pencacah dan pengaduk menjadi solusi alternatif yang dapat dipilih. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan mitra. Metode pelaksanaan dilakukan dengan observasi, diskusi, ceramah, dan praktik kerja yang dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, dan tahapan evaluasi. Hasil kegiatan berjalan secara efektif dengan terselesaikannya permasalahan mitra. Mitra memperoleh pendapatan tambahan dengan produk pupuk organik dari limbah kotoran sapi. Pengetahuan dan keterampilan mitra tentang pembuatan pupuk organik dengan mesin kombinasi pencacah dan pengaduk meningkat. Pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik merupakan salah satu bentuk manajemen usaha yang baik. Hasil yang diperoleh dengan mesin kombinasi pencacah dan pengaduk, kegiatan pembuatan pupuk dapat berjalan dengan baik, efektif, dan efisien. Kata Kunci: mesin; efektif; lingkungan
THERMAL CONDUCTIVITY OF PARTITION BOARD BY POLYMER COMPOSITE WITH FILLER EMPTY FRIUT BUNCHES FIBRES Batumahadi Siregar; Banu Nursanni; Sapitri Januariyansah; Sutrisno Sutrisno; Kinanti Wijaya
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v14i2.1263

Abstract

Utilization and management of Empty Fruit Bunches (EFB) fibre continue to develop as the main ingredient and additional material used in various industrial products. The technological breakthrough targeted in this study is the developed EFB fibre as a filler in polymer composite partition boards which are used as heat retainers in the interior construction of buildings. The partition board is a heat insulator, and its thermal conductivity is affected by mass density and porosity. The purpose of this study was to determine the heat resistance of partition board products to reduce the heat entering the room from outside by propagating through walls exposed to direct sunlight. The test method used is adopted from ASTM C177-13, namely the measurement of heat propagation with a modification of the heat source of 40 watts. In addition, mass density tests (referring to SNI 03-2105-2006) and water absorption (referring to ASTM D5229M-12) were also carried out on the product. The specimens were based on the formation of Singapore Highpolymer Chemical Product (SHCP) 2667 WNC polyester resin matrix partition board with weight fractions of 25%, 30%, and 35% chop strand mat (CSM). The test results show that the highest thermal conductivity value is found on the board with a weight fraction of 25%, namely 0.153 W/m.°C with a mass density of 1.16 g/cm3 and a water absorption capacity of 3.38%. However, the lowest thermal conductivity value was found in the fibre with weight fraction of 35%, namely 0.147 W/m. °C at a mass density of 1.24 g/cm3 and a water absorption capacity of 3.75%.
Pelatihan Penyusunan Soal HOTS untuk Guru di SMK Kota Medan: The Training of HOTS Questions for Teachers at Medan City Vocational School Harun Sitompul; Zulkifli Matondang; Eka Daryanto; Sapitri Januariyansah; Haryani Pratiwi Sitompul
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i5.4251

Abstract

HOTS is a fundamental skill that prospective workers must possess. Vocational High Schools, as workforce printers, must pay attention to the HOTS of prospective graduates so that they can be absorbed in the world of work. However, Vocational High Schools experience many obstacles in forming prospective HOTS graduates. One of them is the teacher's ability to prepare HOTS questions. Based on the results of initial observations, similar obstacles were also faced by SMKN 14 Medan and SMKS Al-Fattah. The purpose of this activity is to provide training on the preparation of HOTS questions to teachers in SMK. The activity method used presentation, discussion, demonstration, and assignment techniques. Activities were grouped into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation—the results of activities run effectively by the plan. The participants participated in the activity enthusiastically. The results of the FGD showed an increase in the ability of teachers to prepare HOTS questions. The skills of preparing HOTS vocational teachers still need to be considered because HOTS is one of the key skills of prospective workers.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Didik Rohmantoro; Sapitri Januariyansah; Dwiki Muda Yulanto
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v1i1.671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh media pembelajaran dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto jenis correlational study dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampel menggunakan teknik Slovin dengan probabilitas random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Validitas instrument menggunakan expert judgment dan uji coba lapangan. Reliabilitas menggunakan teknik cronbach’s alpha. Teknik analisis data menggunakan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara (1) X1 terhadap Y dengan nilai R= 0,279 (rendah) dan R2= 0,078; (2) X2 terhadap Y dengan nilai R= 0,546 (sedang) dan R2= 0,299 dan; (3) X1 dan X2 terhadap Y dengan nilai R= 0,592 (sedang) dan R2= 0,351dengan persamaan regresi Y = 2,971 + 0,001X1 + 0,003X2. Pada penelitian ini media pembelajaran dan kecerdasan emosional memberikan sumbangan yang kecil. Namun, pembentukan keduanya penting untuk bekal siswa setelah lulus.
PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PRODUKTIF TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA Aditya wahyu; Dwiki Muda Yulanto; Sapitri Januariyansah; Didik Rohmantoro
Journal of Automotive Technology Vocational Education Vol. 1 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Pendidikan Vokasional Teknologi Otomotif, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jatve.v1i1.672

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan siap kerja. Sekolah Menengah Kejuruan harus menyiapkan siswa yang berkompeten dan siap kerja. Salah satu caranya adalah melalui praktik  kerja  industri.  Siswa harus memiliki ilmu pengetahuan dan kompetensi yang memadai. Kompetensi siswa dapat dilihat dari prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh praktik kerja industri terhadap kesiapan kerja siswa; (2) Pengaruh prestasi belajar mata pelajaran produktif terhadap kesiapan kerja siswa; (3) Pengaruh praktik kerja industri dan prestasi belajar mata pelajaran produktif terhadap kesiapan kerja. Metode penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif dan pendekatan yang digunakan adalah ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa XII TKR SMK Negeri 10 Semarang yang berjumlah 83 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 69 siswa XII TKR SMK Negeri 10 Semarang, menggunakan proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Praktik kerja industri berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa XII TKR SMK Negeri 10 Semarang; (2) Prestasi belajar mata pelajaran produktif berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa XII TKR SMK Negeri 10 Semarang; (3) Praktik kerja industri dan prestasi belajar mata pelajaran produktif berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa XII TKR SMK Negeri 10 Semarang.
Pelatihan Penggunaan Kelas Daring Google Classroom di SMK N 1 Percut Sei Tuan Dwiki Muda Yulanto; Sapitri Januariyansah; Hanapi Hasan
Abdi Reksa Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/abdi reksa.2.1.29-34

Abstract

Penerapan social distancing mengharuskan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Penerapan pembelajaran daring tidak sepenuhnya siap untuk dilaksanakan khususnya oleh SMK N 1 Percut Sei Tuan. Rendahnya kemampuan siswa dalam menggunakan Google Classroom memberikan hambatan terhadap proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan ini solusi yang dapat diberikan adalah dengan pelatihan. Tujuan dari pelatihan adalah untuk memberikan siswa kemampuan penggunaan Google Classroom. Pelatihan yang dilakukan berbentuk virtual communication menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Metode pelatihan dilakukan dalama tiga kegiatan yaitu sosialisasi dan pendataan peserta pelatihan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi pelatihan, dan pelaporan hasil pelatihan. Pengukuran hasil evaluasi pelatihan menggunakan angket dengan skala likert. Teknik analisis data menggunakan analisis deksiptif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa secara umum kompeten terhadap penggunaan Google Classroom. Hal ini ditunjukkan dengan hasil evaluasi kemampuan siswa dalam menggunakan Google Classroom setelah mengikuti pelatihan yaitu sebesar 76% peserta merasa sangat kompeten dan hanya 24% peserta saja yang merasa kompeten. Pelatihan berbentuk virtual communication merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan keterampilan saat pandemic Covid-19
Pembuatan Pakan Maggot Menggunakan Mesin Pembubur Sampah Organik Januariyansah, Sapitri; Batubara, Agung Setia; Gunawan, Safri
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5028

Abstract

Maggot menjadi trend usaha rumahan karena mudah dilakukan dan biaya yang murah. Selain bernilai ekonomis, usaha maggot memiliki dampak yang baik bagi lingkungan, khususnya pada penanganan masalah sampah organik terhadap lingkungan. Potensi utama dari budidaya maggot adalah ketersediaan sumber pakan dan permintaan pakan ternak dari maggot. Adapun salah satu usaha budidaya maggot dilakukan oleh Magot Mulia Mandiri di Desa Pematang Johar. Dalam menjalankan usahanya, Magot Mulia Mandiri menggunakan sampah organik pasar dan rumahan yang dicincang secara manual dengan pisau untuk pakan maggot. Hasil pakan yang diperoleh dari sampah organik ini bersifat kasar dan keras sehingga sulit dikonsumi dan dicerna oleh maggot. Dampaknya, maggot yang dihasilkan berukuran relatif kecil karena penyerapan nutrisi yang tidak optimal dan nafsu makan yang menurun. Sifat makan Maggot dilakukan dengan cara menghisap sehingga diperlukan pakan yang lembut. Pakan yang lembut dapat diperoleh dengan menggiling sampah organik menggunakan mesin pembubur, namun hal ini belum dilakukan oleh pembudidaya maggot. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih mitra dalam memproduksi pakan mandiri maggot menggunakan mesin pembubur agar diperoleh pakan yang lembut. Metode pelaksanaan menggunakan Teknik presentasi, tanya-jawab, diskusi, demonstrasi, dan unjuk kerja. Hasil kegiatan diperoleh pakan maggot yang lembut sesuai kebutuhan, sehingga dapat diberikan tanpa harus melalui proses fermentasi. Pada aspek hasil pelatihan terhadap kualitas kegiatan pelatihan diperoleh nilai rata-rata 3,77 dan tingkat pengetahuan mitra memperoleh nilai rata-rata 3,80 dari nilai maksimum 4,00. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas kegiatan dapat dikatakan baik dan terdapat peningkatan pengetahuan mitra dalam budidaya maggot. Terjadi peningkatan juga pada aspek keterampilan peserta berdasarkan hasil observasi dan produk yang dihasilkan, dimana peserta dapat memproduksi pakan menggunakan mesin pembubur.