Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Kulit Batang Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Hardiana Hardiana; Azmalina Adriani; Yuni Dewi Safrida; Rizka Afnita
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3025

Abstract

ABSTRAK Sirsak (Annona muricata L) merupakan jenis tumbuhan yang hidup di daerah tropis dalam jangka waktu yang lama. Kulit batangnya mengandung senyawa metabolik sekunder seperti alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin. Secara empiris bagian kulit batang digunakan sebagai pengobatan yang memiliki sifat farmakologis penting seperti antikanker, antibakteri, antidiabetes, antidiare, antihipertensi, dan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diameter daya hambat ekstrak etanol kulit batang sirsak (Annona muricata L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan adalah difusi cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak 25%, 50%, 75%, dan 100%. Populasinya di Kabu Tunong, Nagan Raya dengan Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Kulit batang sirsak diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil uji menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi 25% sebesar 4 mm (kategori lemah), 50% dan 75% masing-masing 5,3 mm (kategori sedang), serta 100% sebesar 7,6 mm (kategori sedang). Kontrol positif yang digunakan yaitu amoxicilin, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit batang sirsak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli yang ditandai dengan adanya zona bening disekitar paper disk Kata kunci: Kulit batang sirsak, Escherichia coli, Difusi disk, Daya hambat ABSTRACT Soursop (Annona muricata L) is a type of plant that lives in tropical areas for a long time. The bark contains secondary metabolic compounds such as alkaloids, flavonoids, polyphenols, saponins, and tannins. Empirically, the bark is used as a treatment that has important pharmacological properties such as anticancer, antibacterial, antidiabetic, antidiarrheal, antihypertensive, and wound healing. This study aims to determine the diameter of the inhibitory power of ethanol extract of soursop bark (Annona muricata L) against the growth of Escherichia coli bacteria. The method used is disc diffusion with variations in extract concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%. The population is in Tunong District, Nagan Raya with a purposive sampling technique. Soursop bark is extracted using the maceration method with 96% ethanol solvent. The test results showed that the average diameter of the inhibition zone at a concentration of 25% was 4 mm (weak category), 50% and 75% were 5.3 mm (moderate category), and 100% was 7.6 mm (moderate category). Amoxicillin was used as a positive control. It can be concluded that the ethanol extract of soursop bark can inhibit the growth of Escherichia coli bacteria, as indicated by the presence of a clear zone around the paper disk. Keywords: Soursop bark, Escherichia coli, Disk diffusion, Inhibitory power
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK MASKER ANTIJERAWAT DARI EKSTRAK SABUT KELAPA ( Cocos nucifera L) Fauziah, Fauziah; Marwarni, Rima; Adriani, Azmalina
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/jrki.v2i1.74

Abstract

Coconut is a multipurpose tree for people in the tropics. Almost all parts can be used such as leaves, fruit, stems, and roots. Besides having many benefits of coconut, it also produces waste from its fruit, namely coconut fiber. Coconut coir has a very high tannin content. In general, tannin compounds can be indicated as anti-inflammatory, and anti-bacterial. The purpose of this study was to formulate the anti-acne mask from coconut coir extract and to test its physical properties. This study uses an experimental research method, in which three mask formulas are made with variations in the concentration of active substances and polyvinyl alcohol (PVA). In this study the active substance used was coconut coir extract. The formulas used are formulas A, B, and C with the concentration of active substances successively as follows: 1%, 2%, 4%. The results of research that have been carried out that the mask formula that has the best physical properties is formula B, because it fulfills the physical properties provisions of the peel off face mask including organoleptic, homogeneity, pH, dispersal power, and drying time.
Uji Cemaran Mikroba Pada Air Minum Isi Ulang Di Gampong Peuniti Kota Banda Aceh Yuni Dewi Safrida; Azmalina Adriani; Hardiana
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v6i1.166

Abstract

Air minum isi ulang yang telah terkontaminasi apa bila dikonsumsi dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Penelitian uji cemaran mikroba pada air minum isi ulang yang tedapat di Gampong Peuniti Kota Banda Aceh bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran mikroba pada air minum. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 8-11 Juni 2020 di Laboratorium (AKAFARMA) Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah air minum isi ulang dari tiga tempat yang berbeda yang ada digampong Peuniti yang diambil secara Random Sampling. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode uji Total Plate Count (TPC). Hasil dari ketiga sampel diperoleh hasil TPC yaitu TM 2 x 104 kol/ml, M 2 x 103 kol/ml dan B 3 x 103 kol/ml, kesimpulan dari uji cemaran pada air minum isi ulang yang terdapat di Gampong Peuniti Kota Banda Aceh tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh (SNI) No. 01-3553 tahun 2006 yaitu 1,0 x 102 kol/ml tentang cemaran mikroba pada air minum.
Formulasi dan Karakteristik Fisik Minuman Isotonik Nira Aren dengan Penambahan Sari Buah Pepaya Azmalina Adriani; Hardiana; Yuni Dewi Safrida; Irfan Mustafa; Mulia Aria Suzanni
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v6i1.169

Abstract

Minuman isotonik merupakan salah satu inovasi dalam bidang pangan fungsional yang berfungsi untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang selama aktivitas fisik. Penelitian ini mengembangkan minuman isotonik alami berbahan nira aren dengan penambahan sari Pepaya. Nira aren mengandung elektrolit alami seperti kalium dan natrium, sedangkan sari Pepaya kaya vitamin C, antioksidan, dan enzim papain. Penelitian bertujuan untuk memformulasikan, menentukan karakteristik fisikokimia (organoleptik, pH, viskositas) dan tingkat kesukaan dari formula minuman isotonik nira aren sari Pepaya. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan empat formula: F0, F1, F2, dan F3, dengan masing – masing formula untuk nira aren 50ml, dengan penambahan sari Pepaya F0: 0g, F1: 6g, F2: 8g, F3:10g. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik organoleptik menunjukkan minuman berwarna putih keruh hingga orange, beraroma khas nira, berasa manis asin,  pH 5,6 – 5,8 dan viskositas 7,334–9,406 cP, Dari uji hedonik Formula F2  mendapatkan tingkat kesukaan yang diminati. Dapat disimpulan bahwa penambahan sari pepaya pada formulasi minuman isotonik berbasis nira aren berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan tingkat penerimaan konsumen. Formula F2 dapat direkomendasikan sebagai formulasi baik dalam pengembangan minuman isotonik nira aren dengan penambahan sari pepaya karena memiliki karakteristik fisikokimia yang baik serta tingkat penerimaan konsumen yang paling tinggi.