Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Kualitatif, Pengawet , N ANALISIS KANDUNGAN NATRIUM BENZOAT PADA MINUMAN TEH KEMASAN YANG TIDAK BERMEREK YANG DIJUAL DI PEUNITI: Analisis Kandungan Natrium Benzoat Pada Minuman Teh Kemasan Yang Tidak Bermerek Yang Dijual Di Peuniti Azmalina Adriani; Aldi Ansyah; Hardiana; Rinaldi
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i2.15

Abstract

Natrium Benzoat merupakan pengawet yang diizinkan digunakan dalam makanan ataupun minuman ringan. Batas maksimum penggunaan natrium benzoat pada makanan dan minuman tercantum dalam Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan RI No. 36 Tahun 2013. Untuk minuman ringan non karbonasi batas maksimum pemakaiannya adalah 1000 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minuman teh kemasan yang tidak bermerek di Peuniti mengandung pengawet natrium benzoate. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu secara kualitatif, penelitian ini dilakukan di Laboratorium Akademi Analis Farmasi dan Makanan dari tanggal 16-18 maret 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah 4 minuman teh kemasan yang tidak bermerek yang dijual di Peuniti, pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Berdasarkan hasil penelitian dari ke-4 sampel minuman teh kemasan yang tidak bermerek negatif mengandung Natrium Benzoat. Kata kunci: Analisa Kualitatif, Pengawet , Natrium Benzoat.
PENETAPAN KADAR KALSIUM PADA IKAN TONGKOL SEGAR DAN ASAP SECARA KOMPLEKSOMETRI Azmalina Adriani
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i1.37

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan ikan laut yang banyak mengandung garam-garam mineral yang sangat penting bagi tubuh. Salah satu garam mineral yang terkandung dalam ikan tongkol adalah kalsium. Kalsium sangat dibutuhkan didalam tubuh manusia untuk pembentukan tulang dan gigi, 15-20% kalsium terdapat pada ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar kalsium yang terdapat dalam ikan tongkol segar dan ikan tongkol asap. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode titrasi kompleksometri, di laboratorium kimia Akafarma Banda Aceh dan laboratorium Kimia Unsyiah, sampel yang digunakan ikan tongkol segar dan ikan tongkol asap yang diambil secara random sampling pada tempat pembuatan ikan tongkol asap. Sampel ikan tongkol segar dan ikan tongkol asap yang telah diabukan dititrasi menggunakan larutan Na2-EDTA. Hasil penelitian yang diperoleh pada 5 sampel yaitu sampel A ikan tongkol segar (0,018 %), sampel B ikan asap UD Puteh Meulu (0,0397 %), sampel C UD Bersama Jaya (0,0202 %), sampel D UD Mariani (0,0225 %), dan sampel E UD Bawal (0,0394 %). Adanya perbedaan kadar kalsium antara ikan tongkol segar dan ikan tongkol asap, disebabkan karena adanya perbedaan kandungan air yang terdapat pada ikan tongkol tersebut, dimana ikan tongkol asap lebih tinggi kadar kalsium daripada ikan tongkol segar.
ANALISIS KALIUM IODAT (KIO3) DALAM GARAM DAPUR PRODUKSI KUALA BAU ACEH SELATAN Azmalina Adriani; Fauziah; Sri Ria Ranti
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v2i2.59

Abstract

Dalam garam dapur harus terdapat Kalium Iodat (KIO3) yang merupakan iodium dalam garam yang sangat penting untuk sintesa hormon tiroid. Garam biasa digunakan sebagai bahan tambahan pangan yang mengandung mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya kalium iodat dalam garam dapur serta menentukan kadar KIO3 dalam garam dapur produksi Kuala Bau Aceh Selatan. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh. Metode penelitian dilakukan secara uji kualitatif dengan reaksi warna dan uji kuantitatif pada 4 sampel dengan metode Iodometri. Pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat sampel garam yang di analisa positif mengandung KIO3 dengan kadar rata-rata kalium iodat KIO3 dalam sampel garam A yaitu 37,65 ppm, garam B 35.37 ppm, garam C 35.23 ppm dan garam D 36.56. Dari hasil analisis keempat garam tersebut memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh SNI 01-3556-2016 yaitu 30-80 ppm. Kata kunci : Garam, Iodometri, Kalium Iodat (KIO3)
PEMBUATAN KERTAS INDIKATOR ALAMI DARI EKSTRAK BUAH JAMBLANG SEBAGAI PENENTU SIFAT ASAM DAN BASA SUATU LARUTAN: PEMBUATAN KERTAS INDIKATOR ALAMI DARI EKSTRAK BUAH JAMBLANG SEBAGAI PENENTU SIFAT ASAM DAN BASA SUATU LARUTAN Azmalina Adriani; Arina Ahsana; Irma Zarwinda; Irfan Mustafa
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.79

Abstract

Buah Jamblang merupakan buah yang memiliki warna ungu tua, warna ungu pada buah disebabkan oleh antosianin, antosianin merupakan pembentuk pigmen warna merah, ungu dan biru pada tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai indikator alami, yang dapat menggantikan indikator sintesis seperti Methyl orange, Phenolthalein dan Metil merah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kertas indikator asam basa dari ekstrak buah jamblang sebagai pengganti indikator lakmus. Metodelogi penelitian ini adalah Eksperimental Laboratorium. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Akafarma Banda Aceh pada bulan Mei 2022. Pengambilan sampel secara total sampling dengan ekstrak buah jamblang yang diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Indikator dibuat dari kertas saring yang dicelupkan dalam ekstrak buah jamblang dan dikeringkan. Dilakukan pengujian ekstrak buah jamblang pada sampel jeruk nipis, sprite, cuka, shampo, detergen dan baking soda. Dari hasil diperoleh kertas indikator ekstrak buah jamlang mengalami perubahan warna seperti sprite merah keungguan, jeruk nipis merah, cuka unggu, shampo biru, detergen unggu kebiruan serta baking soda berwarna kuning kehijauan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kertas indikator dari ekstrak buah jamblang dapat digunakan sebagai kertas indikator alami dalam penentuan asam basa.
STUDI FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT EKSTRAK ETANOL TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) DENGAN PENAMBAHAN BASIS MINYAK ZAITUN (Olea Euroaea) Rinaldi; Azmalina Adriani; Irma Zarwinda; Desi Milanda
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.81

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera L.) dikenal sebagai tanaman hias dan banyak digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan dan kosmetik. Lidah buaya memiliki fungsi sebagai antiseptik, menghaluskan dan melembabkan kulit. Lidah buaya mengandung senyawa lignin atau selulosa, vitamin A, B1, B2, C, D, E, K dan mineral seperti kalsium, zat besi, sodium dan potasium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sabun mandi padat ekstrak etanol lidah buaya dan minyak zaitun. Sabun mandi padat diformulasikan dengan ekstrak etanol lidah buaya pada konsentrasi 0% (F0), 3% (F1), 6% (F2) dan 9% (F3). Uji mutu sediaan sabun mandi padat meliputi uji organoleptik, uji pH, uji stabilitas busa, uji alkali bebas dan uji iritasi selama 14 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan sediaan sabun mandi padat ekstrak etanol lidah buaya memiliki bau lemon, berbentuk padat, warna kream dengan pH 10, dengan stabilitas busa pada hari ke-3 F0:17,4%, F1:57,9%, F2:80,5% dan F3:87,0% dan pada hari ke-14 F0:87,2%, F1:80%, F2:82,5%, dan F3:85% dan kadar alkali bebas F0:0,0008%, F1:0,0038%, F2:0,00096% dan F3:0,0024%. Hasil dari uji iritasi meliputi kulit gatal dan kulit kemerahan sehingga dapat disimpulkan bahwa formula sabun mandi padat F0, F1, F2 dan F3 memenuhi syarat SNI pada parameter organoleptik, pH, stabilitas busa dan kadar alkali
ANALISA NATRIUM SIKLAMAT DAN NATRIUM BENZOAT PADA LIMUN CAP 36 irfan mustafa; Azmalina Adriani; Elfariyanti; , Fadhillah Azahra
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.102

Abstract

Limun merupakan minuman bersoda yang terdiri dari air, gula, dan bahan tambahan pangan lainnya. Natrium benzoat dan natrium siklamat merupakan salah satu pengawet dan pemanis yang diizinkan penggunaanya dalam makanan dan minuman tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 11 Tahun 2019 Untuk minuman manis bersoda berbasis air berperisa dan berkarbonat adalah 350 mg/kg bahan dan BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu sebesar 400 mg/kg bahan pada Natrium Benzoat. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisa kualitatif dan kuantitatif, Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya serta mengetahui kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dalam limun Cap 36. Penelitian dilakukan di Laboratorium Akademi Analis Farmasi dan Makanan, pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Berdasarkan hasil penelitian dari sampel Limun Cap 36 mengandung Natrium Benzoat dengan kadar 25,7% sehingga Natrium Benzoat dinyatakan tidak memenuhi persyaratan Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013, tidak mengandung pemanis buatan Natrium Siklamat. Kesimpulan Limun Cap 36 mengandung pengawet yaitu Natrium Benzoat, Limun Cap 36 tidak mengandung Natrium Siklamat atau pemanis.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK METANOL DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Hardiana Hardiana; Yuni Dewi Safrida; Azmalina Adriani; Saudah
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.103

Abstract

ABSTRAK Daun tapak liman (Elephantopus scaber L) dapat menghambat pertumbuhan bakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, tannin, saponin, dan alkaloid, sehingga dapat mengobati penyakit diantaranya demam, malaria, batuk, disentri, dan diare. Pemberian antibakteri ekstrak methanol daun tapak liman merupakan salah satu cara untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian bertujuan untuk mengetahui diameter zona hambat (sekeliling daerah tersebut tidak ditumbuhi bakteri) dari ekstrak methanol antibakteri daun tapak liman (Elephantopus scaber L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Metode yang digunakan yaitu eksperimental secara Difusi disk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter zona hambat ekstrak methanol daun tapak liman (Elephantopus scaber L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 25% dengan rata-rata zona hambat yaitu 10,6 mm, 50% (15,6mm), 75% (20,3 mm), dan 100% (22,6 mm). Berdasarkan hasil, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak methanol daun tapak liman dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escheria coli yang ditandai dengan adanya zona bening disekitar paper disk. Kata Kunci: difusi disk, daun tapak liman, antibakteri,Escherichia coli ABSTRACT (Elephantopus scaber L) leaves can inhibit the growth of bacteria because they contain secondary metabolite compounds such as flavonoids, phenols, tannins, saponins and alkaloids, so they can treat diseases including fever, malaria, cough, dysentery and diarrhea. Providing antibacterial methanol extract from Tapak Liman leaves is one way to inhibit the growth of Escherichia coli bacteria. The research aims to determine the diameter of the inhibition zone (the area around which bacteria do not grow) of the antibacterial methanol extract of tapak Liman (Elephantopus scaber L) leaves on the growth of Escherichia coli bacteria with concentrations of 25%, 50%, 75% and 100%. The method used is experimental disk diffusion. The results showed that the diameter of the inhibitory zone of the methanol extract of tapak Liman (Elephantopus scaber L) leaves on the growth of Escherichia coli bacteria at a concentration of 25% with an average inhibitory zone of 10.6 mm, 50% (15.6 mm), 75% (20 .3 mm), and 100% (22.6 mm). Based on the results, it can be concluded that the methanol extract of tapak Liman leaves can inhibit the growth of Escherichia coli bacteria which is indicated by the presence of a clear zone around the paper disk. Keywords: disk diffusion, tapak Liman leaves, antibacterial, Escherichia coli
STUDI FORMULASI DAN UJI STABILITAS OBAT GOSOK BALSEM DARI MINYAK PALA (Myristica fragrans Houtt) Rinaldi; Azmalina Adriani; Rizki Andalia; Irma Zarwinda
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.106

Abstract

Indonesia memiliki beranekaragam jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan obat. Terdapat berbagai produk sediaan farmasi yang menggunakan tanaman sebagai bahan baku obat untuk pengobatan tradisional. Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan salah satu jenis tanaman yang berlimpah di Indonesia terutama di daerah Tapak Tuan propinsi Aceh. Buah Pala dikenal sebagai rempah-rempah dan bahan untuk pengobatan tradisional sebagai obat gososk. Minyak pala memiliki aktivitas sebagai analgesik-antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik formula obat gosok bentuk balsem dari minyak pala pada berbagai konsentrasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental secara laboratorium untuk memformulasikan minyak pala ke dalam bentuk sediaan balsem. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2021 di Laboratorium Formulasi Program studi Analisis Farmasi dan Makanan Akafarma Banda Aceh. Sampel yang digunakan yaitu sediaan balsem minyak pala pada formula F1, F2, F3. Parameter uji stabilitas formulasi balsem meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, dan uji pH selama 28 hari penyimpanan serta uji iritasi Hasil penelitian menunjukkan sediaan balsem minyak pala berbentuk semi padat, berbau khas minyak pala, berwarna putih, homogen, daya sebar 5-6,5 cm dan memiliki pH 5-6 yang tidak mengiritasi kulit. Dapat disimpulkan bahwa balsem minyak pala (Myristica fragrans Houtt) stabil selama penyimpanan dan memenuhi persyaratan parameter uji sebagai sediaan balsem.
UJI KUALITATIF MERKURI DAN HIDROKUINON PADA HANDBODY LOTION PEMUTIH DOSIS TINGGI YANG DIJUAL DI SHOPEE Rizki Andalia; Azmalina Adriani; Irma Zarwinda; Lisma Luciana
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.107

Abstract

Hand body lotion dosisi tinggi merupakan sediaan kosmetik berupa lotion yang dibuat sendiri dengan mencampurkan bahan – bahan kimia tertentu tanpa dosis yang aman, dengan tujuan penggunaan untuk memutihkan kulit namun tidak memiliki standar keamanan yang teruji oleh BPOM. Sesuai peraturan Kepala BPOM No. 17 Tahun 2022 tentang persyaratan teknis bahan kosmetik, dinyatakan bahwa merkuri dan hidroquinon serta senyawanya termasuk ke dalam daftar bahan yang tidak diizinkan untuk ditambahkan ke dalam kosmetik. Merkuri termasuk logam berat berbahaya, dapat menyebabkan perubahan warna kulit yaitu bintik-bintik hitam, alergi, iritasi, serta dapat menyebabkan kelainan pada ginjal, kerusakan permanen pada otak dan gangguan perkembangan janin. Hidroquinon merupakan obat keras yang dilarang pengunaannya tanpa resep dokter dan dilarang untuk ditambahkan kedalam kosmetik karena dapat meyebabkan kerusakan pada kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya kandunagn merkuri dan hidroquinon pada handbody lotion dosis tinggi yang dijual di shopee, yang dilakukan secara eksperimental Laboratorium menggunakan uji reaksi warna pada merkuri yaitu dengan pereaksi KI, NaOH dan Amalgam, sedangkan uji pada hidroquinon dilakukan dengan perakasi FeCl3, Benedic dan Ag-amoniacal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadap enam sampel handbody lotion dosis tinggi dengan merek yang berbeda tidak menunjukkan hasil reaksi warna spesifik mengandung merkuri, namun dari pengujian dengan pereaksi tertentu lainnya diperoleh hasil mengandung hidroquinon. Dan ini perkuat dengan hasil pengujian yang dilakukan terhadap kontrol positif terhadap masing – masing sampel. Sehingga di dalam enam merek handbody lotion dosis tinggi yang di jual di Shopee mengandung hidroquinon namun tidak mengandung merkuri.
Karakterisasi Fisik Formula Pomade Dari Ekstrak Etanol Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L) Azmalina Adriani; Rinaldi Rinaldi; Hardiana Hardiana; Erwin Indirwan
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v4i1.128

Abstract

Penggunaan pomade dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kerusakan pada rambut. Penggunaan bahan alami lebih disarankan pada pembuatan pomade untuk mencegah kerusakanrambut dengan menambahkan bahan aktif seperti ekstrak daun teh hijau. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sifat fisik pomade dari ekstrak daun teh hijau dari empat formula yang telah dibuat dengan perbedaan konsentrasi, yaitu F0 tanpa penambahan zat aktif, F1 5%, F2 10% dan F3 15%. Sifat fisik tersebut meliputi organoleptik, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental, yaitu membuat formulasi pomade daun teh hijau dan melakukan karakterisasi mutu fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula sediaan pomade daun teh hijau berbentuk gel, uji fisik homogen, pH, daya sebar memenuhi standar SNI 06-2588, akan tetapi untuk daya lekat tidak memenuhi standar. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun teh hijau dapat diformulasikan dalam sediaan pomade, dan dapat digunakan menggantikan penggunaaan bahan-bahan kimia sintetis