Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN KERTAS INDIKATOR ALAMI DARI EKSTRAK BUAH JAMBLANG SEBAGAI PENENTU SIFAT ASAM DAN BASA SUATU LARUTAN: PEMBUATAN KERTAS INDIKATOR ALAMI DARI EKSTRAK BUAH JAMBLANG SEBAGAI PENENTU SIFAT ASAM DAN BASA SUATU LARUTAN Azmalina Adriani; Arina Ahsana; Irma Zarwinda; Irfan Mustafa
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.79

Abstract

Buah Jamblang merupakan buah yang memiliki warna ungu tua, warna ungu pada buah disebabkan oleh antosianin, antosianin merupakan pembentuk pigmen warna merah, ungu dan biru pada tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai indikator alami, yang dapat menggantikan indikator sintesis seperti Methyl orange, Phenolthalein dan Metil merah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat kertas indikator asam basa dari ekstrak buah jamblang sebagai pengganti indikator lakmus. Metodelogi penelitian ini adalah Eksperimental Laboratorium. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Akafarma Banda Aceh pada bulan Mei 2022. Pengambilan sampel secara total sampling dengan ekstrak buah jamblang yang diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Indikator dibuat dari kertas saring yang dicelupkan dalam ekstrak buah jamblang dan dikeringkan. Dilakukan pengujian ekstrak buah jamblang pada sampel jeruk nipis, sprite, cuka, shampo, detergen dan baking soda. Dari hasil diperoleh kertas indikator ekstrak buah jamlang mengalami perubahan warna seperti sprite merah keungguan, jeruk nipis merah, cuka unggu, shampo biru, detergen unggu kebiruan serta baking soda berwarna kuning kehijauan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kertas indikator dari ekstrak buah jamblang dapat digunakan sebagai kertas indikator alami dalam penentuan asam basa.
STUDI FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT EKSTRAK ETANOL TANAMAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) DENGAN PENAMBAHAN BASIS MINYAK ZAITUN (Olea Euroaea) Rinaldi; Azmalina Adriani; Irma Zarwinda; Desi Milanda
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i1.81

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera L.) dikenal sebagai tanaman hias dan banyak digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan dan kosmetik. Lidah buaya memiliki fungsi sebagai antiseptik, menghaluskan dan melembabkan kulit. Lidah buaya mengandung senyawa lignin atau selulosa, vitamin A, B1, B2, C, D, E, K dan mineral seperti kalsium, zat besi, sodium dan potasium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sabun mandi padat ekstrak etanol lidah buaya dan minyak zaitun. Sabun mandi padat diformulasikan dengan ekstrak etanol lidah buaya pada konsentrasi 0% (F0), 3% (F1), 6% (F2) dan 9% (F3). Uji mutu sediaan sabun mandi padat meliputi uji organoleptik, uji pH, uji stabilitas busa, uji alkali bebas dan uji iritasi selama 14 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan sediaan sabun mandi padat ekstrak etanol lidah buaya memiliki bau lemon, berbentuk padat, warna kream dengan pH 10, dengan stabilitas busa pada hari ke-3 F0:17,4%, F1:57,9%, F2:80,5% dan F3:87,0% dan pada hari ke-14 F0:87,2%, F1:80%, F2:82,5%, dan F3:85% dan kadar alkali bebas F0:0,0008%, F1:0,0038%, F2:0,00096% dan F3:0,0024%. Hasil dari uji iritasi meliputi kulit gatal dan kulit kemerahan sehingga dapat disimpulkan bahwa formula sabun mandi padat F0, F1, F2 dan F3 memenuhi syarat SNI pada parameter organoleptik, pH, stabilitas busa dan kadar alkali
ANALISA NATRIUM SIKLAMAT DAN NATRIUM BENZOAT PADA LIMUN CAP 36 irfan mustafa; Azmalina Adriani; Elfariyanti; , Fadhillah Azahra
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.102

Abstract

Limun merupakan minuman bersoda yang terdiri dari air, gula, dan bahan tambahan pangan lainnya. Natrium benzoat dan natrium siklamat merupakan salah satu pengawet dan pemanis yang diizinkan penggunaanya dalam makanan dan minuman tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 11 Tahun 2019 Untuk minuman manis bersoda berbasis air berperisa dan berkarbonat adalah 350 mg/kg bahan dan BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu sebesar 400 mg/kg bahan pada Natrium Benzoat. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisa kualitatif dan kuantitatif, Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya serta mengetahui kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dalam limun Cap 36. Penelitian dilakukan di Laboratorium Akademi Analis Farmasi dan Makanan, pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Berdasarkan hasil penelitian dari sampel Limun Cap 36 mengandung Natrium Benzoat dengan kadar 25,7% sehingga Natrium Benzoat dinyatakan tidak memenuhi persyaratan Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013, tidak mengandung pemanis buatan Natrium Siklamat. Kesimpulan Limun Cap 36 mengandung pengawet yaitu Natrium Benzoat, Limun Cap 36 tidak mengandung Natrium Siklamat atau pemanis.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK METANOL DAUN TAPAK LIMAN (Elephantopus scaber L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Hardiana Hardiana; Yuni Dewi Safrida; Azmalina Adriani; Saudah
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.103

Abstract

ABSTRAK Daun tapak liman (Elephantopus scaber L) dapat menghambat pertumbuhan bakteri karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenol, tannin, saponin, dan alkaloid, sehingga dapat mengobati penyakit diantaranya demam, malaria, batuk, disentri, dan diare. Pemberian antibakteri ekstrak methanol daun tapak liman merupakan salah satu cara untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian bertujuan untuk mengetahui diameter zona hambat (sekeliling daerah tersebut tidak ditumbuhi bakteri) dari ekstrak methanol antibakteri daun tapak liman (Elephantopus scaber L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Metode yang digunakan yaitu eksperimental secara Difusi disk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter zona hambat ekstrak methanol daun tapak liman (Elephantopus scaber L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 25% dengan rata-rata zona hambat yaitu 10,6 mm, 50% (15,6mm), 75% (20,3 mm), dan 100% (22,6 mm). Berdasarkan hasil, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak methanol daun tapak liman dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escheria coli yang ditandai dengan adanya zona bening disekitar paper disk. Kata Kunci: difusi disk, daun tapak liman, antibakteri,Escherichia coli ABSTRACT (Elephantopus scaber L) leaves can inhibit the growth of bacteria because they contain secondary metabolite compounds such as flavonoids, phenols, tannins, saponins and alkaloids, so they can treat diseases including fever, malaria, cough, dysentery and diarrhea. Providing antibacterial methanol extract from Tapak Liman leaves is one way to inhibit the growth of Escherichia coli bacteria. The research aims to determine the diameter of the inhibition zone (the area around which bacteria do not grow) of the antibacterial methanol extract of tapak Liman (Elephantopus scaber L) leaves on the growth of Escherichia coli bacteria with concentrations of 25%, 50%, 75% and 100%. The method used is experimental disk diffusion. The results showed that the diameter of the inhibitory zone of the methanol extract of tapak Liman (Elephantopus scaber L) leaves on the growth of Escherichia coli bacteria at a concentration of 25% with an average inhibitory zone of 10.6 mm, 50% (15.6 mm), 75% (20 .3 mm), and 100% (22.6 mm). Based on the results, it can be concluded that the methanol extract of tapak Liman leaves can inhibit the growth of Escherichia coli bacteria which is indicated by the presence of a clear zone around the paper disk. Keywords: disk diffusion, tapak Liman leaves, antibacterial, Escherichia coli
STUDI FORMULASI DAN UJI STABILITAS OBAT GOSOK BALSEM DARI MINYAK PALA (Myristica fragrans Houtt) Rinaldi; Azmalina Adriani; Rizki Andalia; Irma Zarwinda
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.106

Abstract

Indonesia memiliki beranekaragam jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan obat. Terdapat berbagai produk sediaan farmasi yang menggunakan tanaman sebagai bahan baku obat untuk pengobatan tradisional. Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan salah satu jenis tanaman yang berlimpah di Indonesia terutama di daerah Tapak Tuan propinsi Aceh. Buah Pala dikenal sebagai rempah-rempah dan bahan untuk pengobatan tradisional sebagai obat gososk. Minyak pala memiliki aktivitas sebagai analgesik-antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik formula obat gosok bentuk balsem dari minyak pala pada berbagai konsentrasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental secara laboratorium untuk memformulasikan minyak pala ke dalam bentuk sediaan balsem. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2021 di Laboratorium Formulasi Program studi Analisis Farmasi dan Makanan Akafarma Banda Aceh. Sampel yang digunakan yaitu sediaan balsem minyak pala pada formula F1, F2, F3. Parameter uji stabilitas formulasi balsem meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, dan uji pH selama 28 hari penyimpanan serta uji iritasi Hasil penelitian menunjukkan sediaan balsem minyak pala berbentuk semi padat, berbau khas minyak pala, berwarna putih, homogen, daya sebar 5-6,5 cm dan memiliki pH 5-6 yang tidak mengiritasi kulit. Dapat disimpulkan bahwa balsem minyak pala (Myristica fragrans Houtt) stabil selama penyimpanan dan memenuhi persyaratan parameter uji sebagai sediaan balsem.
UJI KUALITATIF MERKURI DAN HIDROKUINON PADA HANDBODY LOTION PEMUTIH DOSIS TINGGI YANG DIJUAL DI SHOPEE Rizki Andalia; Azmalina Adriani; Irma Zarwinda; Lisma Luciana
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v3i2.107

Abstract

Hand body lotion dosisi tinggi merupakan sediaan kosmetik berupa lotion yang dibuat sendiri dengan mencampurkan bahan – bahan kimia tertentu tanpa dosis yang aman, dengan tujuan penggunaan untuk memutihkan kulit namun tidak memiliki standar keamanan yang teruji oleh BPOM. Sesuai peraturan Kepala BPOM No. 17 Tahun 2022 tentang persyaratan teknis bahan kosmetik, dinyatakan bahwa merkuri dan hidroquinon serta senyawanya termasuk ke dalam daftar bahan yang tidak diizinkan untuk ditambahkan ke dalam kosmetik. Merkuri termasuk logam berat berbahaya, dapat menyebabkan perubahan warna kulit yaitu bintik-bintik hitam, alergi, iritasi, serta dapat menyebabkan kelainan pada ginjal, kerusakan permanen pada otak dan gangguan perkembangan janin. Hidroquinon merupakan obat keras yang dilarang pengunaannya tanpa resep dokter dan dilarang untuk ditambahkan kedalam kosmetik karena dapat meyebabkan kerusakan pada kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya kandunagn merkuri dan hidroquinon pada handbody lotion dosis tinggi yang dijual di shopee, yang dilakukan secara eksperimental Laboratorium menggunakan uji reaksi warna pada merkuri yaitu dengan pereaksi KI, NaOH dan Amalgam, sedangkan uji pada hidroquinon dilakukan dengan perakasi FeCl3, Benedic dan Ag-amoniacal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terhadap enam sampel handbody lotion dosis tinggi dengan merek yang berbeda tidak menunjukkan hasil reaksi warna spesifik mengandung merkuri, namun dari pengujian dengan pereaksi tertentu lainnya diperoleh hasil mengandung hidroquinon. Dan ini perkuat dengan hasil pengujian yang dilakukan terhadap kontrol positif terhadap masing – masing sampel. Sehingga di dalam enam merek handbody lotion dosis tinggi yang di jual di Shopee mengandung hidroquinon namun tidak mengandung merkuri.
Study of Bengkuang Mask Formulation (PachyrhizusErosus L) with Ethanol Extract of Sweet Potato Leaves (Ipomoea Batatas L) as Antioxidant Irma Zarwinda; Azmalina Adriani; Al FhahyalAulia Yunas
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v7i1.135

Abstract

The leaves of purple sweet potato or purple yam contain compounds that are essential and provide a good benefits for human health such as vitamins, protein, calcium, iron, beta-carotene, and etc. As antioxidant source, it can be added as an active compounds to mask which mostly used in this era. The present study aims to prepare and characterize the mask prepared using bengkuangor Jicama/Mexican turnip as basic mask, combined with an ethanol extract of sweet potato eaves as antioxidant. Mask formulation was made by the experimental method.The face mask formulation was made by mixing three ingredients namely bengkuangpowder, ethanol extract of purple sweet potato and real honey.The organoleptic test, irritation test and preference test (probandus) were used to characterized three as-prepared masks (F1, F2, and F3). The results showed that the liquid (F1) and semi-solid (F2 and F3) masks, ethanol extract of purple sweet potato leaves provides an additional aroma to the as prepared mask in wich the F3 mask has the best aroma compared to the other mask. In irritation testing, no irritation occurred after 2 weeks for the 3 formulas that were made. The subsequent studies are changes in facial skin after wearing a mask for 2 weeks, the face felt every probandus face becomes a little more moist and smoother. Therefore, the face mask type 3 (F3) was the best formulation for considered for further application.
Formulasi Sediaan Gel Hand Sanitizer Dari Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averhoa Blimbi L.) Kombinasi Gel Lidah Buaya (Aloe Vera) Irma Zarwinda; Elfariyanti; Azmalina Adriani; Mutia Agustina
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i3.318

Abstract

Hand sanitizer gel merupakan pembersih tangan berbentuk gel yang berguna untuk membersihkan atau menghilangkan kuman pada tangan, dan sangat diperlukan dalam mencegah penyebaran virus corona. Hand sanitizer dapat dibuat dari daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) kombinasi gel lidah buaya (Aloe vera) karena mengandung senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi hand sanitizer ekstrak etanol daun belimbing wuluh kombinasi gel lidah buaya dengan variasi konsentrasi F0(0%), F1(1%), F2(2%), dan F3(3%) serta mengetahui mutu fisiknya. Sampel yang digunakan adalah 4 sediaan formulasi gel hand sanitizer ekstrak etanol daun belimbing wuluh kombinasi daun lidah buaya yaitu F0, F1, F2, dan F3. Pengujian dilakukan pada hari ke 1, 7 dan 14. Hasil pemeriksaan mutu fisik hand sanitizer pada keempat sediaan adalah homogen, warna yang dihasilkan tetap stabil, berbentuk gel dan berbau khas ekstrak daun belimbing wuluh. Hasil uji pH semua sedian memenuhi syarat yaitu 4-10. Semua sedian juga memenuhi syarat viskositas gel. Hasil uji iritasi sedian untuk F0, F1, dan F3 tidak menyebabkan iritasi namun sediaan F2 menyebabkan iritasi pada salah satu sukarelawan. Hasil uji daya sebar semua sedian juga memenuhi syarat yaitu yaitu 5- Dapat disimpulkan bahwa formulasi hand sanitizer ekstrak etanol daun belimbing wuluh kombinasi gel lidah buaya dengan variasi konsentrasi F0(0%), F1(1%), F2(2%), dan F3(3%) memiliki mutu fisik yang baik.
Identifikasi Kualitatif dan Kuantitatif Natrium Siklamat Pada Nagasari Bireuen secara Gravimetri Azmalina Adriani; Muhammad Aidil
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i1.9

Abstract

Natrium siklamat merupakan jenis pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan 30 kali dari sukrosa. Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat danMakanan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Batas MaksimumPenggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis Siklamat diperbolehkan ditambahkansebanyak 250 mg/kg bb.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuikandungan natrium siklamat dalam kue Nagasari yang dijual di kota Bireuen.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode gravimetri secara eksperimentallaboratorium dengan analisis kualitatif pengendapan (gravimetri). Sampel yangdiambil secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampelkue Nagasari yang dijual di kota Bireuen tidak mengandung pemanis buatan siklamat,sehingga pengujian ini tidak dilanjutkan untuk penetapan kadar.
Tumbuhan Obat, Desa Alue, Kabupaten Pidie. GAMBARAN PENGGUNAAN TUMBUHAN OBAT PADA MASYARAKAT DESA ALUE KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE: GAMBARAN PENGGUNAAN TUMBUHAN OBAT PADA MASYARAKAT DESA ALUE KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Hardiana Hardiana; Fauziah; Azmalina Adriani; Fenti Rahmadan
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v1i2.14

Abstract

Tumbuhan merupakan sumber daya kekayaan alam Indonesia yang potensial, namun belum banyak dimanfaatkan. Banyak dari jenis tumbuhan yang bisa digunakan untuk obat seperti batang, biji,bunga, buah, kulit batang, daun dan getah. Penggunaan tumbuhan sebagai obat merupakan bagian dari budaya bangsa dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis –jenis tumbuhan, bagian tumbuhan, dan jenis-jenis penyakit yang diobati dengan menggunakan tumbuhan sebagai obat. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan metode survei yaitu melakukan wawancara semi struktual sebanyak 88 responden dengan berpedoman pada kuisioner yang sudah disiapkan. Penelitian dilakukan pada tanggal 25 juni sampai 5 juli 2020 di desa Alue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. Cara pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat 28 famili dan 41 jenis tumbuhan obat. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun sebanyak 43 responden, dengan persentase (46.2%), dan yang paling sedikit adalah biji sebanyak 1 reponden, dengan persentase (1,1%), serta jenis penyakit yang diobati menggunakan tumbuhan obat sebanyak 29 jenis penyakit, yang yaitu paling tinggi lambung (18,4%), asam urat (13.3%) dan yang paling rendah asma (1.1%). Kata Kunci : Tumbuhan Obat, Desa Alue, Kabupaten Pidie.