Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI ANALISIS SHIFT SHARE DAN LOCATION QUOTIENT SEKTOR PEREKONOMIAN DI KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN Barokah, Umi
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2006): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v3i1.48872

Abstract

Various of economic sector in Delanggu sub district, Klaten Regency by Shift share and Location Quotient Analyze Approach. This research aim to identify sector becoming base in Delanggu sub district, economic sector that becoming priority sector. Used method is descriptive method with Shift Share. Data used including Regional Domestic Product Bruto data of Delanggu sub district and Klaten 200-2004, Klaten in Number 2000-2004
DETERMINANTS OF RICE FARMING EFFICIENCY IN KARANGANYAR CENTRAL JAVA IN THE PERIOD OF ONE DECADE AFTER REFORMATION Barokah, Umi; Rahayu, Wiwit; Agustono, Agustono; Antriyandarti, Ernoiz
Journal of Environmental Science and Sustainable Development Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the rice producer districts in Central Java is the Karanganyar district. The productivity of rice in Karanganyar district can still be improved because until 2010 the average productivity achieved at the farm level was still below potential or the research results were 8 ton ha-1. The low performance of farming because farmers are faced by the situation of limited production factors used in business to achieve the goal of maximizing income/welfare. The popular approach to measure the level of efficiency at the farm level is to use the frontier production function to determine technical efficiency. This study aims to determine the level of efficiency, in term of technical, allocation, and economy. This study also determines the factors that influence the technical and economic inefficiency of rice farming in Karanganyar district. This study uses Stochastic Production Frontier, by using 159 farmer respondents from 8 villages in 4 selected sub-districts. The result shows that rice farming in Karanganyar district already achieved technical and economic efficiency but has not yet for allocative efficiency. Factors of farmer's age, education, experience in rice farming, type of irrigation, and location (regional elevation) affect the technical inefficiency of rice farming in Karanganyar district significantly. While the factors that influence economic inefficiency are the type of irrigation and location. Farming households need to improve their technical efficiency, allocative efficiency, and economy efficiency.
RESPON BERBAGAI VARIETAS TERHADAP PRODUKSI BUAH MELON SISTEM FERTIGASI DI KABUPATEN PURWOREJO Khotimah, Chatarina Husnul; Barokah, Umi
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Pertanian Presisi
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2023.v7i2.9545

Abstract

Budidaya melon secara hidroponik memiliki keunggulan efesiensi pemakaian air dan pemeliharaan tanaman. Namun demikian, belum banyak ditemukan secara tepat varietas yang cocok dalam budidaya melon secara sistem fertigasi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui respon berbagai varietas dan varietas yang terbaik dalam produksi buah melon sistem fertigasi. Penelitian ini dilaksanakan di green house pada bulan Februari sampai bulan April 2023. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial dengan perlakuan varietas. Varietas yang digunakan yaitu V1 = Golden Melon Alisha F1, V2 = Alina F1, V3 = Pertiwi F1, V4 = Gracia F1. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali dimana setiap ulangan ada 10 tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas melon berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah bunga, dan berat buah persampel dan tidak berpengaruh terhadap karakter yang lainnya. Varietas Alina F1 menunjukkan tinggi tanaman terbaik 474,25 cm dibandingkan varietas Alisha F1 menunjukkan tinggi tanaman terendah 239 cm. Varietas Alina F1 juga menunjukkan jumlah bunga terbaik dengan jumlah 68 bunga dibandingkan varietas Alisha F1 menunjukkan jumlah bunga paling sedikit yaitu 17 bunga. Varietas Pertiwi F1 menunjukkan berat buah persampel terbaik yaitu 16,16 kg dibandingkan dengan varietas Alisha F1 menunjukkan berat buah persampel terendah yaitu 10,34 kg.
Penyuluhan dan Pelatihan Budidaya Jahe Merah di Kelompok Wanita Tani Desa Tanggeran, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen Barokah, Umi; Fatmawati, Nurlaila; Rahmawati, Aulia; Nugroho, Rahmat Joko
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v2i2.3486

Abstract

Community service activities were carried out in Tanggeran Village, Sruweng District, Kebumen Regency. This activity was carried out to increase public knowledge of the cultivation of red ginger plants and maximize village business funds in Kebumen Regency. The choice of red ginger is because this medicinal and herbal plant has a high economic value compared to other types of ginger. The methods used in this activity were counseling, discussion, and training to transfer knowledge of red ginger cultivation to participants. The participants who participated in this counseling and training were the "Tiara Tani" Women Farmers Group. This community service program consisted of two stages. The first stage included a pre-test, counseling, and post test with red ginger cultivation materials and training on red ginger cultivation techniques, including seed preparation, planting, and plant maintenance. Transferred knowledge to the Tiara Tani group was measured using a pre-test and a post test for 21 participants. The tests result proved an increase in participant knowledge gained from the activities. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Tanggeran, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam budidaya tanaman jahe merah, serta untuk memaksimalkan dana usaha desa di Kabupaten Kebumen. Pemilihan jahe merah karena tanaman obat dan herbal ini memiliki nilai ekonomis tinggi dibanding jenis tanaman jahe lainnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, diskusi dan pelatihan sebagai upaya transfer ilmu budidaya jahe merah ke peserta. Peserta yang mengikuti penyuluhan dan pelatihan ini adalah Kelompok Wanita Tani “Tiara Tani”. Program pengabdian masyarakat ini terdiri dari 2 tahapan, yang pertama yaitu pre-test, penyuluhan dan post test dengan materi budidaya jahe merah, dan yang kedua yaitu pelatihan teknik budidaya jahe merah diantaranya penyiapan bibit, penanaman dan pemeliharaan tanaman. Pengetahuan yang didapat dari transfer ilmu kelompok wanita tani Tiara Tani diukur dengan menggunakan pre-test sebelum kegiatan dan post test setelah rangkaian kegiatan selesai dilakukan. Hasil dari pre-test dan post test yang diikuti oleh 21 responden menunjukkan bahwa hasil pre-test tingkat pengetahuan responden tentang jahe merah dan budidayanya sebesar 9 responden (42,86%) yang menjawab benar sedangkan berdasarkan hasil post test sebesar 12 responden (57,14%) yang menjawab benar dengan pertanyaan yang sama seperti pre-test.
Penyuluhan Budidaya Tanaman Obat Tradisional secara Baik dan Benar di Desa Peniron Kecamatan Pejagon Kabupaten Kebumen Dewi, Fera Listya Sandra; Barokah, Umi; Fatmawati, Nurlaila; Anjariyanto; K, Lisna; Rozaq, Miftakhur; Wahyu, Tri; Silvia, Galuh Iga; Ma’wah, Nuril
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): MEI
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v3i1.4555

Abstract

Peniron Village is one of the villages in Pejagoan District, Kebumen Regency, where most of the people work as farmers. The survey results and observations in the field found that ginger, greater and lesser galangal, cardamom, curcuma, turmeric, lemon grass, betel leaf, moringa leaves, gotu kola or centella, papaya leaves, cogon grass, lime, bitter bean, pandan leaf, and tamarind were planted on house yard, garden, and mountain areas. In carrying out the process of cultivating medicinal plants, it was found that there were several obstacles experienced by farmers. In order to raise awareness of proper cultivating techniques of these traditional medicinal plants, the PPK Team for Ormawa Himagrotek UMNU Kebumen conducted counseling with the theme "Cultivation of Traditional Medicinal Plants". The counseling included the benefits of medicinal plants, the content of medicinal plants, how to cultivate medicinal plants properly, then explanation about medicinal plant-based products. The participants, namely the Conservation Group, were very enthusiastic in participating in material counseling activities on the cultivation of traditional medicinal plants. The average participants’ scores of the pre-test to post-test increased by 1.25% from 60 to 75.5. Desa Peniron merupakan salah satu desa di Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen yang masyarakatnya sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Hasil survey dan observasi di lapangan banyak ditemukan tanaman jahe, kencur, lengkuas, kapulaga, temulawak, kunyit, serai, daun sirih, daun kelor, pegagan, daun pepaya, alang alang, jeruk nipis, petai cina, pandan wangi dan asem jawa yang ditanam di lahan sekitar pekarangan rumah masyarakat, tegalan dan di pegunungan. Dalam melakukan proses budidaya tanaman obat ditemukan adanya beberapa hambatan yang dialami oleh para petani. Dalam rangka menumbuhkan kesadaran budidaya tanaman obat tradional dengan cara yang baik dan benar serta Tim PPK Ormawa Himagrotek UMNU Kebumen melakukan penyuluhan dengan mengangkat tema "Budidaya Tanaman Obat Tradisional secara baik dan benar”. Kegiatan dalam penyuluhan tersebut diisi dengan penyampaian materi tentang macammacam varietas unggul tanaman obat, dari tanaman obat, kandungan dan manfaat dari tanaman obat serta cara budidaya secara baik dan benar, kemudian dipaparkan produk berbasis tanaman obat. Para peserta yakni Kelompok Konservasi sangat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan materi tentang budidaya tanaman obat tradisional. Terjadi peningkatan pengetahuan pada peserta penyuluhan setelah diberikan materi sebesar 89% dan nilai rata-rata peserta menjadi 75,5.
Readiness and Acceptance of Farmer Cards to Farmers in Sumenep Regency Laras Nur fitriani; Darsono; Barokah, Umi
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 19 No. 3 (2022): JMA Vol. 19 No. 3, November 2022
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jma.19.3.341

Abstract

The Farmer’s Card becomes one of the requirements to get the subsidized fertilizer as a tool of access to banking services integrated into an E-wallet or ATM (Automatic Teller Machine). The new technology indicates the problem found in the field, which is the lack of awareness and knowledge of the farmers who own the Farmer’s Card in understanding the function of each feature provided by the Card. This research is conducted to analyze the readiness and the acceptance factors of the farmers who own the Farmer’s Card toward the interest of using the Farmer’s Card in the Sumenep Regency. The Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM), which is the collaboration of the Technology Readiness Index (TRI) and Technology Acceptance Model (TAM), is being used to analyze the interest in the use of the Farmer’s Card. Quantitative data is collected through interviews with structured questionnaires that refer to the previous research indicators on the Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM). The sample was conducted on 140 farmers who own the Farmer’s Card. The analysis was performed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through the SmartPLS software. The results of the hypothesis show that the function or the advantage of the Farmer’s Card has a direct and significant influence on the interest of the farmers in using the Farmer’s Card. On the other hand, the simplicity of using the Farmer’s Card is considered insignificant and challenging for the farmers. The Farmer’s Card program can be successful. It is suggested that the government and the farmers, who own the Farmer’s Card, need to approach and improve their communication through intensive guidance. Keywords: readiness, acceptance, farmer's card, PLS-SEM, subsidized fertilizer
PENGENALAN VARIETAS UNGGUL BARU PADI SAWAH BERBASIS PENERAPAN TEKNOLOGI TERPADU DI DESA SELING, KECAMATAN KARANGSAMBUNG, KABUPATEN KEBUMEN Barokah, Umi; Nugroho, Rahmat Joko; Huda, Miftahul; Daenuri, Daenuri
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil produksi rata-rata padi di Kecamatan Karangsambung masih rendah yaitu 5,56 ton/Ha. Hal ini dikarenakan petani belum mengadopdi varietas unggul baru padi sawah dalam teknik budidayanya dan masih terbatas menggunakan varietas nasional Ciherang dan IR64. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Seling Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen ini bertujuan untuk mengenalkan varietas unggul baru padi dengan teknik budidaya penerapan teknologi terpadu. Komponen teknologi yang paling mudah diadopsi petani adalah Varietas Unggul Baru (VUB) nasional. Varietas unggul adalah salah satu teknologi inovatif yang andal untuk meningkatkan produktivitas padi, melalui peningkatan potensi produksi maupun toleran terhadap cekaman biotik dan abiotik. Untuk itu perlu dilakukan pengenalan berbagai macam jenis varietas unggul baru padi potensi hasil tinggi dan tahan terhadap hama penyakit yaitu padi varietas Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42, Inpari 43, Inpari 44, Siliwangi, Padjajaran dan Cakrabuana, penyuluhan, praktek dan bimbingan tentang pedoman teknis budidaya padi berbasis penerapan teknologi terpadu dan uji preferensi petani terkait karakter agronomis berbagai macam varietas unggul baru padi potensi hasil tinggi dan tahan terhadap hama penyakit. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, petani menjadi mengerti akan penerapan teknologi terpadu pada budidaya padi sawah dan juga varietas Inpari 44 menjadi pilihan petani yang paling disukai karena hasil dan performa tanaman tersebut yang lebih tinggi dari varietas yang lainnya. Kata kunci: varietas, unggul, padi
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS LIMBAH JAMU DAN PESTISIDA NABATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH Bay, Rani Laxmi; Barokah, Umi
MEDIAGRO Vol 20, No 2 (2024): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v20i2.11612

Abstract

Tanaman bayam merupakan tanaman berbentuk perdu atau semak yang kaya akan kandungan vitamin A, B dan C, protein, lemak, karbohidrat kalium, amaratin, serta mineral-mineral yang penting seperti kalsium, fosfor dan besi. Kandungan ini  bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan dan menjaga kesehatan tubuh. Penelitian dilaksanakan di Desa Kebadongan, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktorial yaitu pupuk kompos limbah jamu dan pestisida nabati dengan masing–masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah Pupuk limbah jamu meliputi : P0 = tanpa pemberian pupuk kompos limbah jamu, P1 = pemberian pupuk kompos limbah jamu kunyit, P2 = pemberian pupuk kompos limbah jamu beras kencur. Faktor kedua pestisida nabati meliputi : B0 = tanpa pestisida nabati, B1 = pemberian pestisida nabati daun kelor, B2 = pemberian pestisida nabati daun pepaya. Hasil penelitian menunjukan pupuk organik limbah jamu beras kencur dan pestisida nabati daun pepaya berpengaruh terhadap tinggi tanaman dengan hasil sebesar 9.17 cm. Pupuk limbah jamu beras kencur dan pestisida nabati juga berpengaruh terhadap jumlah daun dengan hasil sebesar 5.81 helai. Panjang akar yang terbaik dengan hasil  sebesar 23.57 cm dengan perlakuan pupuk kompos limbah jamu  beras kencur dan pestisida nabati daun pepaya. Perlakuan terbaik pada berat perplot terdapat pada pupuk kompos limbah jamu beras kencur dan pestisida nabati daun kelor sebesar 346.66 cm .Kata Kunci: Bayam merah, pupuk, kompos, limbah, jamu
DEMONSTRASI PLOT PADI VARIETAS INPARI ARUMBA JAJAR LEGOWO DI DESA KAWEDUSAN, KEBUMEN Barokah, Umi; Rahmawati, Aulia; Fatmawati, Nurlaila; Aprilia, Rennanti Lunnadiyah; Nugroho, Rahmat Joko; Ma’wah, Nuril; Silfia, Galuh Iga; Rizal, Miftakhul; Bay, Rani Laxmi; Dewi, Ferra Listya Sandra; Syafingi, Tri Wahyu, Imam; Syahputra, Dimas Nur Alim; Dodyawan, Dodyawan; Asriani, Lili
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23656

Abstract

Demplot dilakukan di Desa Kawedusan Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen dengan budidaya tanaman padi menggunakan varietas unggul baru Arumba dan sistem tanam Jajar Legowo. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani di Desa Kawedusan dalam budidaya padi dengan menggunakan varietas unggul baru dan sistem tanam Jajar Legowo dengan tujuan untuk dapat meningkatkan produksi padi. Varietas beras yang digunakan adalah Arumba yang mempunyai keunggulan yaitu harum, pulen dan berbentuk beras merah. . Varietas padi Arumba dipilih karena memiliki kandungan antosianin dan senyawa fenolik yang tinggi serta bersifat aromatik. Selain itu sistem tanam yang digunakan pada demplot ini adalah genteng, jarwo 2:1, jarwo 3:1, jarwo 3:1 super, jarwo 4:1, dan jarwo 4:1 super. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan demonstrasi alur. Narasumber memberikan materi terkait penggunaan varietas unggul dan sistem tanam Jajar Legowo dalam meningkatkan produksi padi kepada anggota Gapoktan Sri Mulyo. Menindaklanjuti hal tersebut, peserta diajak untuk mengikuti panen bersama dan melihat kinerja penanaman padi arumba dengan sistem tanam masing-masing. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat adalah para petani peserta lebih memahami tentang budidaya varietas Inpari Arumba dengan sistem tanam Jajar Legowo
KARAKTERISASI MORFOLOGIS TEMBAKAU LOKAL KEBUMEN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN PLASMA NUTFAH Barokah, Umi; Masyitoh, Siti; Arifin, Nurul
Jurnal Agroteknologi (Agronu) Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Agroteknologi (Agronu)
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/agronu.v2i01.545

Abstract

The tobacco plant is one of the plants cultivated in Kebumen Regency because it has high economic value compared to other plants. The varieties planted by farmers still use local varieties, namely Jero-Jlegi and Onthel. This variety has yet to be characterized, even though this tobacco plant is familiar to Kebumen farmers. The purpose of this study was to characterize morphologically and agronomically, namely, the production of local varieties of tobacco plants in Kebumen Regency, as an effort to preserve germplasm. The research was conducted in Peniron Village, Pejagoan District, Kebumen Regency. The results showed that the Jero-Jlegi variety tobacco plants had a plant height to the top leaf of 125cm, a plant height to a stem of 70 cm, a stem diameter of 2.5cm-3cm, a leaf length of 61cm, a leaf width of 36cm, a crown width of 109cm and a total of 10 leaves. The Onthel tobacco variety has a plant height to the top leaf of 131cm, a plant height to a stem of 66 cm, a stem diameter of 3cm, a leaf length of 67cm, a leaf width of 40cm, a crown width of 136cm and a total of 9 leaves. Ha) higher than the Onthel tobacco variety, 18.4 tons/day. Characterizing a plant will be very useful in selecting elders in a plant breeding program based on the variety's description. Keywords: tobacco, local, kebumen
Co-Authors Agustin, Cahya Tri Agustono Agustono, Agustono Ahmad Syamsul Bahri, Ahmad Syamsul Alim, M Abdul Rohman Anjariyanto Aprilia, Rennanti Lunnadiyah Asriani, Lili Aulia Rahmawati, Aulia Azzahra, Aulia Firly Baihaqi, Ahmad Noval Bambang Purwoko Bay, Rani Laxmi Cantika O, Azzahra Amanda Daenuri, Daenuri DARSONO Darsono Darsono Dewi, Diah Dewi, Fera Listya Sandra Dewi, Ferra Listya Sandra Dodyawan, Dodyawan Durrotul Jannah, Mastsani Dwiningtyas Padmaningrum, Dwiningtyas Endah Sri Wahyuni Endang Mulyani Ernoiz Antriyandarti Fanny Widadie Fathan, Teuku Faisal Fatmawati, Nurlaila Febrinawati, Annisa Tito Ghazali, Fikri Handayawati, Setyorini Harianja, Damasia Yosefina Harisudin, Mohamad Herawati, Vitri Dyah Ikhsan, Maulida Nur Indrianingsih, Citra Irawan, Suko Jannah, Mastsani Durrotul K, Lisna Kharisma, Intan Khavid Faozi Khotimah, Chatarina Husnul Laras Nur fitriani Lestari Rahayu Waluyati Mandasari , Putriesti Masyhuri Masyhuri mawah, nuril Ma’wah, Nuril Minar Ferichani Muflih, Ghufron Zaida Munir, Muhamad Fazrul Nadimah, Amellia Rahma Nugroho, Rahmat Joko Nugroho, Yoga Ade Nur Utami, Fauziyah Rafi' Nuraini, Fadilah Nurlaila Fatmawati Nurrahma, Alifia Fauziyah Nurul Arifin Pardede, Fitri Pidata, Inayya Putri Pitaloka, Dicka Galuh Putri, Rizqi Ana Raden Mohamad Herdian Bhakti Rhina Uchyani Fajarningsih Rizal, Miftakhul Rozaq, Miftakhur Saloka, Gilang Aji Sandra Dewi, Ferra Listya Saputri, Maezaroh Afifah Silfia, Galuh Iga Silvia, Galuh Iga Siti Masyitoh Slamet Hartono sri marwanti Sugiharti Mulya Handayani Suprapti Supardi Susi Wuri Ani Syafingi, Tri Wahyu, Imam Syahputra, Dimas Nur Alim Taufik Hidayat Teuku Faisal Fathani Tri Rejeki Andayani Tri Wahyu Trias Sitaresmi Untung Susanto Utami, Efrilia Tri Wahyu Wahyu Wilopo Wardani, Anastasya Yuntia Eka Wiwit Rahayu Zuhdi, Rasyid