Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Kepemimpinan dan Penghargaan Terhadap Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram Atfal, Bustanul; Sismulyanto, Sismulyanto; Menap, Menap
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2151

Abstract

The success key of health services in hospitals is intrinsically linked to various factors associated with nursing services. In this context, an anticipated increase in employee job satisfaction is expected to enhance performance, thereby facilitating the delivery of satisfactory service. Nurse job satisfaction is a critical determinant of nursing productivity. This study explored the relationship between leadership behavior and recognition concerning the job satisfaction of non-civil servant nurses at the Mataram City Regional General Hospital (RSUD). Employing a quantitative descriptive methodology with a cross-sectional design, the study involved a sample of 125 non-civil servant nurses. The data collected were primary, sourced from a questionnaire, and analyzed descriptively using the Chi-square test. The findings revealed a significance value of 0.000 (p < 0.005) for the leadership behavior variable (X1) about job satisfaction (Y), indicating acceptance of H1, as the X2 count exceeded the X2 table (12.767 > 9.488). The contingency coefficient calculation yielded a value of 0.30, suggesting a low correlation between job satisfaction and leadership behavior. For the reward variable (X2) to job satisfaction (Y), a significance value of 0.000 (p < 0.05) was obtained, confirming the acceptance of H1, as the X2 count surpassed the X2 table (44.079 > 9.488). The contingency coefficient calculation produced a value of 0.50, indicating a moderate relationship between rewards and job satisfaction among non-civil servant nurses. In conclusion, the data analysis suggests that both leadership behavior and rewards positively influence the job satisfaction of non-civil servant nurses.
Eksplorasi Kualitas Layanan Antenatal (ANC) Pada Ibu Hamil: Studi Kasus DI Puskesmas Kuta Lombok Tengah Rahmatien, Baiq Hikma; Menap, Menap; Sismulyanto, Sismulyanto; Pratiwi, Dita Retno; Saimi , Saimi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49767

Abstract

Pelayanan antenatal care (ANC) merupakan intervensi penting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui deteksi dini risiko kehamilan, pemantauan kesehatan ibu, serta pemberian edukasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kualitas pelayanan ANC di Puskesmas dengan pendekatan kualitatif desain studi kasus. Informan terdiri dari tenaga kesehatan (dokter, bidan, pimpinan Puskesmas) dan ibu hamil yang pernah menerima layanan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan ANC masih menghadapi keterbatasan, terutama terkait ketersediaan tenaga bidan yang kompetensinya belum sesuai rasio kebutuhan. Sarana pemeriksaan seperti Doppler dan USG tidak dikalibrasi berdampak tidak akurasi, serta ruang periksa belum memenuhi standar pelayanan. Selain itu, faktor non-teknis juga memengaruhi mutu layanan, antara lain sikap petugas yang kurang ramah, minimnya edukasi kepada ibu hamil, serta lamanya waktu tunggu yang menimbulkan ketidakpuasan pasien. Kesimpulan menekankan pentingnya penguatan sumber daya, peningkatan kompetensi, dan perbaikan sistem pelayanan untuk mengoptimalkan kualitas ANC di Puskesmas.
Pengaruh Education Caregiver Terhadap Perilaku Pasien Asma Sismulyanto; Dewi, Rini Puspita; Putra, Made Mahaguna
Journal of Health Science and Prevention Vol. 9 No. 2 (2025): JHSP Vol 9 No 2 – 2025
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jhsp.v9i2.1585

Abstract

Asthma is still a public health problem, asthma is considered a simple disease that is not dangerous and easy to treat. This study aims to determine the effect of caregiver education on the behavior of asthma patients in the Wongsorejo Health Center work area, Banyuwangi Regency. This research method uses a quasi-experimental design with a one-group retest-postest design approach. The sample of this study was part of the families of asthma patients at the Wongsorejo Health Center, Banyuwangi Regency, amounting to 56 respondents, the sample determination used the Random Sampling technique. The sample was divided into 28 treatment groups and 28 control groups. The independent variable is caregiver education, while the dependent variable is the behavior of the family of asthma patients. The results of the study with the Mann-Whitney U Test obtained p = 0.000 while the Wilcoxon Sign test obtained p = 0.005. It can be concluded that there are differences in the results in the two groups and the provision of caregiver education affects improving family behavior. Family involvement as a caregiver is the main factor that needs information, knowledge, and skills support while caring for asthma sufferers at home. So it is very important to improve family behavior in providing benefits in achieving relapse prevention behavior in family members who suffer from asthma.
Education on Normal and Caesarean Delivery Based on Leaflets and Animated Videos Wulandari, R.A; Sastrawan, Sastrawan; Sismulyanto, Sismulyanto; Sulaiman, Lalu; Anggraeni, Ni Putu Dian Ayu
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 6, No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v6i3.12264

Abstract

The cesarean section (CS) rate in Mataram City has reached 67.2%, far above the national average. This increase raises medical, social, and economic concerns, especially since many procedures are performed without clear medical indications. A key contributing factor is low health literacy among women of reproductive age, including limited understanding of childbirth options, fear of pain, misconceptions about safety, and lack of family support. This community service activity applied a Participatory Action Research (PAR) approach in four stages: (1) problem identification with health centers, cadres, and women of reproductive age; (2) development of educational media in the form of leaflets and animated videos; (3) implementation through interactive lectures and discussions with 30 participants at Yarsi Mataram; and (4) participatory reflection and evaluation using pre–post tests. the findings showed an increase in average knowledge scores from 72.33 to 91.33. Beyond knowledge, participants also reported reduced fear of normal delivery, greater confidence in making childbirth decisions, and stronger commitment to seek support from health workers and families. This activity demonstrates that targeted health education can effectively improve both knowledge and attitudes toward childbirth. Replication is recommended in other areas with high CS rates, with cadres and community leaders trained as facilitators to ensure sustainability and wider impact.
Hubungan Penerapan Komunikasi Interpersonal Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Praya Hardiansah, Yayan; Sismulyanto, Sismulyanto
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.491

Abstract

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan antara perawat dan pasien yang terjadi secara langsung dalam bentuk percakapan sehingga menimbulkan respon atau umpan balik tujuannya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan komunikasi interpersonal perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD praya. Populasi pada penelitian ini adalah perawat dan pasien di ruang rawat inap RSUD praya dan teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel perawat berjumlah 74 orang dan sampel pasien berjumlah 58 orang, kemudian analisa data yang digunakan adalah uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata responden menyatakan bahwa komunikasi interpersonal perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Praya baik yaitu sebanyak 60 (81,4%) perawat, sedangkan komunikasi interpersonal cukup sebanyak 14 (18,6%) perawat dan tidak ada perawat yang menyatakan komunikasi interpersonal kurang. Sedangkan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD praya sebagian besar responden berada pada tingkat kepuasan tinggi sebanyak 33 (56,9%) pasien, 18 (31,0%)  pasien yang berada pada tingkat kepuasan sedang dan 7 (12,1%) pasien yang berada pada tingkat kepuasan rendah. Hasil uji statistik chi square diperoleh angka p=0,174 >alpha=0,05 artinya tidak ada hubungan penerapan  komunikasi interpersonal perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD praya. Dengan tidak adanya Hubungan anatara komunikasi interpersonal maka di harapkan lebih memperhatikan bagaimana penerapan komunikasi interpersonal baik di dalam pelayanan maupun di tingkat manajerial, untuk meningkatkan tingkat kepuasan pasien di dalam lingkup pelayanan Rumah Sakit.
Analisis Kualitas Hidup Orang dengan HIV AIDS (ODHA) pada Kelompok Resiko dan Faktor Penyakit Penyerta di Kabupaten Lombok Tengah Wahyu Wirawan Triyono; Fitra Arsy Nur Cory'ah; Menap; Sismulyanto; Saimi; Sapi'i, Muh
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.503

Abstract

Fokus permasalahan global yang menjadi perhatian dunia maupun di Indonesia yaitu kasus HIV/AIDS. Telah dilaporkan kasus HIV/AIDS dikabupaten/kota di Indonesia Sebanyak 498 (97%) dari total keseluruhan kasus yaitu 514, termasuk ODHA di  wilayah NTB sebanyak 2.218 kasus, Prevalensi HIV/AIDS menunjukkan tren meningkat di Kabupaten Lombok tengah sampai dengan tahun 2019 yaitu  26,08 %, dan telah dilaporkan kasus HIV hingga Maret 2021 sebanyak 427.201 (78,7%). Tujuan penelitian untuk menganalisis kualitas hidup ODHA pada kelompok resiko tinggi dan factor penyakit penyerta di Kabupaten Lombok Tengah.  Penelitian ini merupakan studi kohort retrospektif pada pasien yang telah terdiagnose HIV/AIDS di RSUD Praya dari tahun 2003 - 2022. Perolehan data penelitian terkait kualitas hidup ODHA dengan mengakses data rekam medis yang tersimpan secara utuh dan lengkap di KTH Mandalika RSUD Praya Kab. Lombok Tengah. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling yaitu 381 sampel dari kelompok resiko yang terinfeksi HIV/ AIDS berdasarkan diagnosis dokter RSUD Praya. Analisis data dengan uji Chi Square, Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan etik dari Komite Etik Poltekkes Kemenkes Mataram dengan Nomer: LB.01.03/6/022/2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas hidup ODHA dengan kelompok resiko tinggi (p=0,011), kelompok resiko tinggi terbanyak pasangan resti yaitu 185 (48,6) dan terdapat hubungan signifikan antara kualitas hidup ODHA dengan penyakit penyerta (p=0,000) dengan kondisi hidup sebanyak 255 (66,9%) dan yang meninggal sebanyak 64(16,8%).
Faktor Pending Klaim BPJS Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Rizka Maisaroh, Anika; Lalu Sulaiman; Sismulyanto
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v12i1.2024.680

Abstract

 Pending claims at the Health Social Security Administering Agency (BPJS) are a serious problem that can disrupt the smooth process of health services in hospitals. This study aims to analyze the factors that cause delays in BPJS claims in hospitals. The research method used was primary and secondary data analysis, involving data collection from medical records, interviews with hospital staff, and analysis of BPJS claims data. The research results show that several factors are the main causes of delays in BPJS claims at hospitals. These factors include administrative problems, such as errors in filling out claim forms and completeness of documents; technical problems in the hospital's computerized system which is not aligned with the BPJS system; as well as external factors such as complex policies and regulations. The implication of these findings is the need for corrective action in the hospital administration system and alignment with the BPJS system. Improving information and communications technology infrastructure is also important to minimize technical obstacles. Apart from that, collaboration between hospitals and BPJS in formulating more efficient and transparent policies is also needed to address this problem holistically. This research contributes to further understanding of the factors that influence delays in BPJS claims in hospitals, as well as providing a basis for developing more effective solutions in improving the efficiency and quality of health services in Indonesia.
Hubungan Antara Frekuensi Makan, Kebiasaan Sarapan Dan Anemia Dengan Kejadian Kurang Energi Kronis Pada Remaja Putri Istiharini, Baiq; Sulaiman, Lalu; Sismulyanto
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v12i2.2024.688

Abstract

Social Care in Improving Self-Concept of Leprosy Patients Hamim, Nur; Mariani, Mariani; Sismulyanto, Sismulyanto
Jurnal Ners Vol. 15 No. 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v15i1.6746

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Many infectious diseases occur in developing countries with low socioeconomic conditions. One such is leprosy. Leprosy is common in developing countries as a result of the country's limited ability to provide adequate services, including among some health workers. Such health workers are lacking knowledge and understanding of the false beliefs of leprosy and its resulting disabilities. The purpose of this research is to formulate a social care model in improving self-concept of leprosy patients in Probolinggo District.Methods: This research used explanatory research survey method with a cross-sectional approach. The sample was 56  respondents. The variables were family support, social care and self-concept. The data were collected using a questionnaire modelled on  Liandi,  Richard H's concept and The Tennessee Self-Concept Scale. The data were then analyzed by Partial Least Squares (PLS)  to test the hypothesis and form the empirical model.Results: The results showed  social care was able to improve the self-concept of leprosy patients (T=5.800, T >1.96).Conclusion: Therefore, it is expected that nurses continuously  synergize in maintaining social care conditions with the community in order to improve the self-concept of leprosy patients.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kabupaten Lombok Timur Yunus, Muhamad; Menap, Menap; Sismulyanto, Sismulyanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.51066

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan di puskesmas. Faktor-faktor seperti komunikasi petugas kesehatan, persepsi pasien terhadap layanan, dan aksesibilitas pelayanan menjadi tantangan utama di puskesmas Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kepuasan pasien rawat jalan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif potong lintang dengan sampel 379 pasien rawat jalan dari 35 puskesmas, dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup komunikasi petugas, persepsi pasien, aksesibilitas layanan, dan kepuasan pasien, dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil univariat menunjukkan 71,5% pasien menilai komunikasi petugas memadai dan 78,9% cukup puas dengan layanan. Analisis bivariat menunjukkan komunikasi petugas, persepsi pasien, dan aksesibilitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Analisis multivariat menegaskan komunikasi petugas kesehatan sebagai faktor dominan (koefisien = 1,351; p = 0,002), diikuti persepsi pasien (p = 0,002). Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi yang baik dan persepsi positif pasien menjadi kunci utama kepuasan pasien rawat jalan. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan komunikasi petugas kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pasien di puskesmas.