Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS AKSI-ADB 2020 YANG MENGIMPLEMENTASIKAN TOILET BERBASIS GENDER DAN PENTINGNYA PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Fithra, Herman; Sofyan, Sofyan; Sarana, David; Mukhlis, Mukhlis; Siska, Deassy; Afrillia, Yesy
Jurnal Teknologi Terapan and Sains 4.0 Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Teknologi Terapan & Sains
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tts.v3i2.8274

Abstract

Permasalahan ketidakadilan gender bisa ditemukan dalam beragam hal dalam keseharian, salah satunya adalah toilet. Di berbagai tempat hiburan maupun ruang publik lain seperti sekolah dan stasiun, jumlah toilet untuk perempuan bisa dibilang kurang memadai. Universitas Malikussaleh melalui proyek AKSI ADB membangun 7 gedung Fakultas masing-masing 2 lantai dengan penempatan Toilet yang sudah memasukkan unsur gender didalamnya. Permasalahan toilet perempuan ini tidak lepas dari pandangan yang responsive gender yang saat ini sedang marak di masyarakat, termasuk di kalangan ilmuwan dan akademisi. Dalam tahap awal, pandangan ini mengesampingkan fakta biologis bahwa perempuan mempunyai kebutuhan unik sehubungan dengan pengalaman mandi dan bersih menstruasi mereka. Pengalaman ini sangat berpengaruh terhadap waktu yang perempuan habiskan di toilet. Sebuah studi dari Science Daily tahun 2017 pernah menyebutkan, perempuan menghabiskan 50 persen waktu lebih lama dari laki-laki di toilet. Hal ini bisa ditambah faktor sedikitnya jumlah bilik toilet sehingga perempuan mesti mengantre lebih lama di sana. Melalui Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 48 tahun 2016 tentang standar keselamatan dan kesehatan kerja perkantoran, Universitas Malikussaleh membangun Toilet yang responsive gender dengan rasio perbandingan toilet 1:25 untuk perempuan dan 1:40 untuk laki-laki yang ada di dalamnya.Keywords: Gender, Rasio Toilet, Responsive
Studi Ekperimental Kuat Lentur Beton Serat Sisal Sofyan; Sarana, David
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 5 No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v5i1.1869

Abstract

Beton adalah salah satu material konstruksi yang paling diminta karena harganya relatif murah dan dapat dicetak dalam bentuk apapun, meskipun kekurangannya adalah mempunyai nilai kuat tarik dan kuat lentur yang rendah. Pengunaan serat alam berupa serat sisal dalam campuran beton diharapkan dapat meningkatkan nilai kuat tarik dan kuat lentur beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat sisal dalam campuran beton. Metodologi yang digunakan adalah campuran beton yang ditambahkan serat sisal dengan variasi 0%, 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25% dan 1,5% dicetak dalam bentuk balok dengan ukuran 15x15x60 cm yang selanjutnya dibebani secara melintang dengan dua titik pembebanan untuk mendapatkan nilai kuat lentur. Pada balok tersebut juga dipasang strain gauge untuk mengukur nilai regangan beton terhadap beban yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serat sisal dalam campuran beton menyebabkan penurunan nilai kuat lentur beton. Sementara untuk hubungan beban dam regangan pada beton yang campurannya ditambahkan serat sisal menunjukkan peningkatan tingkat daktilitas beton yang semakin baik.
Soil Investigation Analysis Using Drilling and Standard Penetration Test (SPT) Methods at Blang Mane Bridge Julsena; Usrina, Nura; Sarana, David; Fithra, Herman; Afra, Liza
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1007

Abstract

Soil investigation is a fundamental process in geotechnical engineering to assess subsurface conditions for construction projects. This study focuses on the experimental site at Blang Mane, where a borehole designated as BH-01 was drilled to evaluate soil stratification and properties. The investigation aimed to characterize the soil layers through drilling, sampling, and laboratory testing, including Standard Penetration Tests (SPT), to determine geotechnical parameters essential for foundation design.. The surface soil layer at Borehole (BH-01) location consists of 1.0 m of medium-dense gravelly sand. From 1.0 to 3.5 m depth, a layer of silty clay with medium to stiff/hard consistency is observed. Between 3.5 and 10.5 m lies a very dense sand layer, underlain by medium-dense silty clay at 10.5–12.5 m. A medium-dense sandy silt layer extends from 12.5 to 24.0 m, followed by medium-dense sand at 26.0–30.0 m. A very dense sand layer occurs at 30.0–32.0 m, transitioning to medium-stiff/hard clayey silt at 32.0–37.0 m. Sandy silt of medium density is present from 37.0 to 47.0 m, while very dense gravelly sand comprises the deepest layer (47.0–60.0 m). The groundwater table (GWT) at BH.01 is located 7.0 m below ground level.
Pengaruh Penggunaan Abu Cangkang Kelapa Sawit Pada Batako Terhadap Nilai Kuat Tekan Dan Penyerapan Air David Sarana; Sofyan; Farhan Wini Sara; Syibral Malasyi; Hafli, Teuku Mudi; M Fauzan
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1012

Abstract

Concrete block is a building element made from a mixture of Portland cement or pozzolan, sand, water, and other additives. This study aims to evaluate the effect of adding palm shell ash as a partial cement substitution material on the compressive strength and water absorption of concrete block according to SNI 03-0349-1989. The variations of palm shell ash substitution used were 5%, 10%, 15%, and 20% of the cement weight. The test results showed that the average compressive strength values for the BN (normal), BA-5, BA-10, BA-15, and BA-20 variations were 8.88 MPa, 12.2 MPa, 7.9 MPa, 7.2 MPa, and 6.7 MPa, respectively. The optimum compressive strength value was achieved in the BA-5 variation with a value of 12.2 MPa and was included in the classification of quality I concrete block. A decrease in compressive strength occurred in variations above 5%, but still met quality standards I and II. The water absorption test showed consecutive values of 10%, 10.5%, 13.4%, 13.2%, and 15.3%, where all variations were still below the maximum limit of 25% according to SNI and categorized as quality I. Thus, palm shell ash has the potential to be a cement substitute in making bricks, especially at a content of 5%, which provides the best mechanical and physical performance.
Pemodelan Pemilihan Moda Transportasi Udara Dan Darat Rute Lhokseumawe-Medan Syibral Malasyi; Suci Desna; Herman Fithra; Hafli, Teuku Mudi; David Sarana; Mukhlis
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1013

Abstract

The choice of transportation mode is influenced by various travel characteristics and individuals’ socio-economic factors. This study employed an observational method followed by multiple linear regression analysis to identify the factors affecting mode choice, as well as a binary logit model to estimate the probability of selecting each mode. Data were collected through a questionnaire survey of 296 respondents. The results indicate that land transportation modes (public buses and minibuses) were more commonly chosen by female respondents, aged ≤30 years, with a high school education, who were students, had a monthly income of ≤Rp3,000,000, travel costs of ≤Rp300,000, and travel times of ≥3 hours. In contrast, air transportation tended to be chosen by male respondents, aged >30 years, holding a bachelor's degree, employed as civil servants, and earning more than Rp3,000,000, with the main reason being comfort despite the higher travel cost (>Rp300,000). The regression analysis showed that gender, education level, monthly income, travel cost, and travel time significantly influenced transportation mode choice. The binary logit model estimated a 60% probability for choosing air transportation and 40% for land transportation. These findings provide valuable input for transportation planners in formulating policies to improve accessibility and the quality of transportation services.
S ANALISIS KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PCI DAN AI MS-17 DAN BIAYA PENANGANAN PADA RUAS JALAN LINE PIPA STA 1+000 – 2+500 Malasyi, Syibral; Fauzan, M; Hafli, T Mudi; Sarana, David; Mukhlis, Mukhlis; Fasdarsyah, Fasdarsyah; Ayna, Tharatul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1294

Abstract

Abstrak   Jalan merupakan sarana infrastruktur yang berfungsi sebagai ruang sirkulasi untuk mempermudah transportasi darat, lengkap dengan bangunan pelengkap serta perlengkapannya yang menunjang aktivitas lalu lintas. Evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan dua metode, yaitu Pavement Condition Index (PCI) dan Asphalt Institute MS-17, guna menilai apakah kondisi jalan masih layak atau membutuhkan program pemeliharaan dan perbaikan secara rutin. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan metode PCI, persentase kondisi jalan tertinggi berada pada kategori failed sebesar 43%, diikuti fair 24%, very poor 14%, excellent 9%, poor dan good masing-masing 5%. Sedangkan pada metode Asphalt Institute MS-17, ditemukan bahwa 41% kerusakan memerlukan tambalan, 32% membutuhkan pemeliharaan rutin, dan 27% memerlukan rekonstruksi. Dari kedua metode tersebut dapat disimpulkan bahwa solusi penanganan yang direkomendasikan adalah Rekontruksi atau melalui kegiatan tambalan atau perbaikan lainnya   Kata kunci: kerusakan jalan, PCI, AI MS-17   Abstract   Roads are infrastructure facilities that function as circulation spaces to facilitate land transportation, complete with complementary buildings and equipment that support traffic activities. This evaluation was conducted by comparing two methods, namely the Pavement Condition Index (PCI) and the Asphalt Institute MS-17, to assess whether the road conditions are still suitable or require routine maintenance and repair programs. The results of the analysis show that based on the PCI method, the highest percentage of road conditions is in the failed category of 43%, followed by fair 24%, very poor 14%, excellent 9%, poor and good each 5%. While in the Asphalt Institute MS-17 method, it was found that 41% of damage required patching, 32% required routine maintenance, and 27% required reconstruction. From the two methods, it can be concluded that the recommended handling solution is Reconstruction or through patching or other repair activities   Keywords: Road damage, PCI, AI MS-17
Komparasi Perilaku Struktur Jembatan dengan Elastomeric Bearing dan Lead Rubber Bearing Terhadap Gaya Gempa Azharis, Rahmat; Maizuar; Sarana, David
Inersia: Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/ijts.17.2.71-80

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kegempaan cukup tinggi, sehingga infrastruktur seperti jembatan yang memiliki kesederhanaan bentuk sangat rentan terhadap kerusakan struktural, untuk itu diperlukan sistem isolasi seismik yang mampu mereduksi respon dinamis akibat beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perilaku struktur jembatan eksisting dengan sistem Elastomeric Bearing (EB) support dan Sistem Isolasi Seismik yaitu, Lead Rubber Bearing (LRB) terhadap pengaruh gaya gempa. Metode penelitian dengan pemodelan numerik menggunakan software SAP2000, mengacu pada SNI 1725-2016, SNI 2833-2016 dan Buku Peta Deagregasi Bahaya Gempa Indonesia untuk Perencanaan dan Evaluasi Infrastruktur Tahan Gempa. Analisis yang digunakan adalah time history dengan input tiga data gempa representatif (Quirihue, Hyuganda, Ki_se). Parameter utama yang dianalisis meliputi displacement (perpindahan), defleksi (lendutan), periode alami dan frekuensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem LRB mampu menurunkan perpindahan strutkur secara signifikan, yaitu 30-154%, dibandingkan EB pada semua gempa. Defleksi maksimum menunjukkan perbedaan relatif kecil hanya sekitar 1,3%, namun nilai lendutan LRB lebih kecil. Periode alami jembatan dengan LRB meningkat hingga 121,9%, yang membuat struktur lebih fleksibel, menurunkan frekuensi getar serta mengurangi gaya gempa yang bekerja pada struktur.
Analisis Pengaruh Pengalaman dan Karakter Sumber Daya Manusia Terhadap Kualitaskerjaan Proyek Konstruksi: Studi Kasus: Kecamatan Kuta Alam dan Syiah Kuala Bunyamin; Heru Pramanda; Wahyu Diara; David Sarana
Tameh Vol. 13 No. 1 (2024): Tameh: Journal of Civil Engineering
Publisher : University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/tameh.v13i1.145

Abstract

Quality of work is a result that can be measured by the effectiveness and efficiency of a job performed by human resources. There are many factors that can affect the quality of work, one of which is experience and character. independent variable and the dependent variable. In this study, the independent variables consisted of experience (X1) and character (X2), while the dependent variable was work quality (Y). The purpose of this study was to determine the influence and character of human resources on the quality of construction project work in Central Aceh District. The formulation of the problem of this research is how to determine the relationship between the Data processing uses the descriptive statistical data analysisthod through the SPSS application. The research results obtained from the validity test of each question item stated that all were valid. The influence of experience and character when viewed from the highest frequency value is 50.0%, which has a very influential impact. While the highest frequency value for the quality of work is 36.7%. The hypothesis test of the variable f test has a (simultaneous) effect on the independent variable. The multiple determination coefficient test (R2) obtained a value of R2 = 0.782, meaning that the experience and character of the management consultant jointly affect the quality of work. For the partial determination coefficient test, it is known that the effective contribution of the character variable is 31.9%, the character variable has more influence on the quality of work in project work in Central Aceh District than the experience variable.
STUDI EKSPERIMENTAL BETON NORMAL DALAM PENCAPAIAN KUAT TEKAN BETON RAHMADI, YUSRIZAL; Wesli, Wesli; Sarana, David; Akbar, Said Jalalul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.125 KB) | DOI: 10.29103/tj.v7i2.135

Abstract

Rancangan campuran (mix design) merupakan upaya membuat proporsi material penyusun beton agar memenuhi mutu beton yang direncanakan.Kekuatan pada beton sangat tergantung pada komposisi dan kekuatan dari masing-masing material. Pada penelitian ini ingin melakukan eksperimental penggunaan material dengan mengurangi komposisi agregat halus dan agregat kasar namun dengan jumlah satuan yang sama. Dimana akan dibuat bervariasi seperti beton normal pengadukan mixer, beton normal pengadukan manual,  beton normal 50% kerikil, beton normal 100% pasir dan beton normal 100% kerikil. Dengan umur pengujian pada saat beton berumur 7,14, 21, dan 28 hari. Benda uji yang dibuat berupa silinder berukuran tinggi 30 cm, diameter 15 cm untuk uji kuat tekan beton. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil yang didapatkan dari pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari untuk beton normal (mixer) dengan kuat tekan rata-rata 27.97 Mpa, untuk beton normal (manual) kuat tekan beton rata-rata mencapai 22.92 Mpa,  pada beton normal (50% kerikil) kekuatan beton 11.75 Mpa, untuk beton normal (100% pasir) dengan kuat tekan rata-rata 10.66 Mpa, untuk beton normal (100% kerikil) dengan kuat tekan rata-rata 7.28 Mpa, sedang untuk beton semen dengan kuat tekan rata-rata 25.51 Mpa.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT EMAIL TEMBAGA PADA CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH Fasdarsyah, Fasdarsyah; David, Sarana; afrizal, afrizal
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.039 KB) | DOI: 10.29103/tj.v8i1.141

Abstract

Serat kawat email temabaga merupakan kawat tembaga polos yang dilapisi Email pada permukaannya, kawat ini sering digunakan sebagai penghantar listrik dan kawat email tembaga ini juga tahan terhadap korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kawat email tembaga pada campuran beton terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah. Metode dilakukan dengan cara penambahan serat terhadap berat  pasir, dengan panjang serat (l = 50 mm) dan diameter serat (d = 0,60 mm). Untuk perhitungan campuran beton (mix design) dilakukan berdasarkan (SNI 7656 - 2012) dengan mutu beton rencana sebesar  fc = 20 Mpa, menggunakan semen Tipe I dengan faktor air semen dipakai 0,58. Variasi campuran serat yang digunakan adalah 0%, 0,50%, 0,75%, 1%, dan 1,50%, dengan cetakan slinder berukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Masing-masing variasi memiliki 5 buah benda uji, dan pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Nilai rata-rata kuat tekan variasi 0% sebesar 23,88 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 0,50% sebesar 23,99 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 0,75% sebesar 24,67 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 1% sebesar 25,12 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 1,50% sebesar 26,14 MPa. Nilai rata-rata kuat tarik belah variasi 0% sebesar 3,35 Mpa, rata-rata tarik belah variasi 0,50% sebesar 3,42 MPa, rata-rata kuat tarik belah variasi 0,75% sebesar 3,75 MPa, rata-rata kuat tarik belah variasi 1% sebesar 3,34 MPa, rata-rata kuat tarik belah variasi 1,50% sebesar 3,30 Mpa. Dari hasil pengujian menggambarkan bahwa, pengaruh penambahan serat kawat email tembaga pada campuran beton dapat meningkatkan kuat tekan beton, tetapi kuat tarik belah beton cenderung menurun.