Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Membaca pada Anak Usia Dini di Kel. Laloeha Kec. Kolaka Kab. Kolaka Andi Saadillah; Syarifuddin Tundreng; Nurul Haeniah; Rudi Karma; Abdul Razak; Kadirun; Eko Putra
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2: Desember (2023)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan membaca pada usia dini memiliki peran yang krusial dalam membentuk fondasi literasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari program pelatihan membaca yang diberikan kepada anak-anak usia dini di Kelurahan Laloeha, Kolaka. Metode pelatihan yang digunakan melibatkan pendekatan partisipatif dengan observasi langsung, wawancara dengan guru dan orangtua, serta pengukuran kemampuan membaca sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan pelatihan dirancang dengan memanfaatkan berbagai aktivitas kreatif dan interaktif seperti permainan edukatif, cerita bergambar, dan kegiatan kelompok guna menciptakan lingkungan yang merangsang dan mendukung pembelajaran membaca anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif yang signifikan dari program pelatihan membaca ini terhadap kemampuan membaca anak usia dini. Anak-anak menunjukkan peningkatan yang nyata dalam minat terhadap aktivitas membaca, perkembangan kosakata, serta kemampuan membaca kata-kata sederhana setelah mengikuti program ini. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan pembelajaran membaca sejak usia dini sebagai langkah awal yang penting dalam membentuk dasar yang kuat bagi perkembangan literasi anak.
Pendampingan Identifikasi Perkembangan Peserta Didik Di SMA Negeri 1 Wundulako Saadillah, Andi
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): PRAXIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v2i3.1019

Abstract

Teachers need to understand that identifying learner development is an integral part of the teacher's duties as an educator. By doing this assistance, teachers can prepare themselves professionally to face the challenges of teaching in the classroom. A professional teacher is one who can identify and respond to the needs and developmental levels of each learner. By mentoring the identification of learner development, teachers can develop this ability early on. Identifying learner development allows teachers to design learning that suits the needs and developmental levels of learners. The training method used involves a participatory approach with direct observation, interviews with principals, teachers and students, and filling out questionnaires in the form of guidelines in identifying the development of students based on their developmental aspects. Thus, this mentoring contributes to improving the quality of learning in the classroom. Learner development identification also enables teachers to help learners recognize and understand their abilities and potential. This can increase learners' motivation and self-confidence. By prioritizing learner development identification mentoring for teachers, we can ensure that teachers are ready to be effective, responsive educators who can positively impact the development of their learners.
Tutur Kata Penonton Piala Dunia 2022 Andi Saadillah; Saputra M, Muhammad Randi; Satria, Yunan Mahastra
GERAM: Gerakan Aktif Menulis Vol. 11 No. 1 (2023): GERAM: Gerakan Aktif Menulis
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2023.vol11(1).12400

Abstract

2022 World Cup international event. Furthermore, the context of the audience's speech while watching together provides an overview of how Indonesian people express themselves through speech when watching World Cup matches. The purpose of this study is to explore the forms of speech acts by the public during collective World Cup viewing. The research was conducted in the city of Kolaka, Southeast Sulawesi, using qualitative research methods. Data collection techniques included observation, recording, note-taking, and interviews. Based on the described research results, the identified forms of speech acts tend to be expressive and emotional. Declarative speech acts accounted for 6 instances, imperative speech acts for 4 instances, and interrogative speech acts for 4 instances. The audience's speech patterns were influenced by factors such as the atmosphere, gender, and age. The study findings illustrate the dynamic nature of the audience's response, as the unpredictable World Cup matches often exceeded the audience's expectations. Consequently, people's words when watching the 2022 World Cup together could change depending on the ongoing match situation and conditions. Emotions such as joy, disappointment, sadness, annoyance, and disbelief were common expressions witnessed during these matches.
Fenomena penyimpangan penggunaan kata serapan di Kota Kolaka Saadillah, Andi
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 25, No 1 (2024): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aksara/v25i1.pp309-319

Abstract

Inappropriate use of foreign words in the public sphere often occurs for several reasons, including ignorance of the original meaning of the word, influence from the surrounding environment, or unintentional use. In Indonesian, sometimes foreign words are used inappropriately or not in accordance with the rules. One of the foreign languages absorbed into Indonesian is Arabic. The research method uses qualitative research. Qualitative descriptive research to analyze data in the form of foreign language absorption words whose absorption is not in accordance with the standard language rules of Indonesian. The research was conducted during the month of Ramadan 1445 H/2024 M so that the phenomenon of deviation of absorption words that appeared in the public domain of Kolaka City focused on Arabic foreign absorption words. The data were collected by observing, interview, documenting, and document review the absorption vocabulary contained in the data sources in the form of notice boards, posters, banners, pamphlets, billboards, billboards, and others. The results showed that the most common mistakes found in the public domain of Kolaka City are the words ramadan, salat, prayer, musholah, ummat, muslimah, sholawat, dzuhur, and wudu which should use the words ramadan, prayer, musala, ummah, muslimat, salawat, zuhur, and wudu. The findings of this study are expected to have a good impact on society about the importance of paying attention to the context and original meaning of the absorbing words used in communication. A good understanding of the language of origin of an absorbed word in the appropriate context. Thus, errors in the use of absorbing words can be minimized and effective communication can be maintained.Keywords: Phenomenon, Deviation, Adapted Words, Public Space
ANALISIS WACANA KRITIS TEUN VAN DIJK DALAM CERPEN “TUKANG DONGENG” KARYA KEN HANGGARA Jumriah,, Andi Saadillah, Nuruh H,
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2020): Language and Literature Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v2i2.1829

Abstract

Abstract In the analysis of critical discourse, discourse is not only understood as a study of language. Language is analyzed not only from the linguistic aspect, but also relates it to context. This study examines the literary text, especially the short story written by Ken Hanggara "Tukang Dongeng". Discourse in this case is in the form of a message that the writer wants to convey to the reader. The meaning of a message cannot only be interpreted as what is evident in the text, but must be analyzed from hidden meanings, so critical studies are needed. One of the concepts of Critical Discourse Analysis that can be used in studying literature is the concept developed by Van Dijk. Teun Van Dijk saw a text consisting of several structures / levels, each part supporting each other namely the dimensions of the text, social cognition, and social context. Keywords: short stories, AWK, Teun Van Dijk Abstrak Dalam analisis wacana kritis, wacana tidak hanya dipahami sebagai studi bahasa. Bahasa dianalisis tidak hanya dari aspek kebahasaan saja, tetapi juga menghubungkannya dengan konteks. Penelitian ini mengkaji teks sastra, khususnya cerpen karangan Ken Hanggara “Tukang Dongeng”. Wacana dalam hal ini berupa pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Makna suatu pesan tidak bisa hanya ditafsirkan sebagai apa yang tampak nyata dalam teks, namun harus dianalisis dari makna yang tersembunyi, sehingga dibutuhkan kajian yang kritis. Salah satu konsep Analisis Wacana Kritis yang dapat digunakan dalam mengkaji sastra yakni konsep yang dikembangkan oleh Van Dijk. Teun Van Dijk melihat suatu teks terdiri dari beberapa struktur/tingkatan yang masing-masing bagian saling mendukung yakni dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Kata kunci: cerpen, AWK, Teun Van Dijk
REGISTER BAHASA PENJUAL IKAN DI PASAR GUNUNG JAYA KABUPATEN KOLAKA TIMUR Jumriah, Jumriah; Saadillah, Andi; Nursholehah, Siti
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2023): Language and Culture Studies
Publisher : LP2M IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v5i2.6054

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan register bahasa dari penjual ikan yang mayoritas bersuku Jawa, namun ketika mereka berinteraksi dengan pembeli dari suku lain mereka terkadang menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa yang sama dengan yang pembeli gunakan. Misalnya ketika pembeli bersuku Bugis dan menggunakan bahasa Bugis maka penjual memakai bahasa yang sama apabila bahasa yang digunakan oleh pembeli juga dikuasai oleh penjual ikan. Namun bahasa yang paling sering digunakan dalam interaksi jual beli adalah bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan register bahasa penjual ikan di pasar Gunung Jayabupaten Kolaka Timur. Metode penelitian yakni penelitian kualitatif dengan sumber data berupa tuturan penjual ikan di pasar Gunung Jaya yang terletak di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik simak, rekam, catat, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 24 tuturan yang berkaitan dengan bentuk-bentuk dan fungsi register bahasa penjual ikan di Pasar Gunung Jaya, Kabupaten Kolaka Timur yang terdiri dari dua bentuk register yaitu (1) register selingkung terbatas dan (2) register selingkung terbuka. Register selingkung terbatas terdapat 5 data tuturan dan register selingkung terbuka terdapat 19 data tuturan, dan 4 fungsi register bahasa yaitu (1) 6 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi emotif, (2) 10 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi referensial, (3) 3 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi fatik, dan (4) 5 data tuturan yang berkaitan dengan fungsi konatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa register bahasa yang digunakan oleh penjual ikan sebagai salah satu profesi yang masyarakatnya terdiri dari berbagai latarbelakang suku seperti Jawa, Bugis, Sunda, Tolaki, dan Buton membuat register bahasa di pasar Gunung Jaya Kabupaten Kolaka Timur menjadi bervariasi dan digunakan sesuai dengan penguasaan bahasa antara penutur dan lawan tutur.Kata kunci: Sosiolinguistik, register bahasa, pasar tradisional, penjual ikan
Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Media Pembelajaran Herbarium Pada Materi Plantae Andi Saadillah; Laili Cahyani Sabila; Yuni Isma; Surianti, Surianti; Hamiati, Hamiati; Windi Sasdila; Ruhiba, Ruhiba
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2460

Abstract

Teachers are required by the curriculum to be able to design and compile learning models that will be taught to students. The learning model is designed as well as possible so that students are interested and feel happy in participating in learning. One way to do this is by creating creative learning media and being able to involve students directly so that it can develop students' cognitive, affective and psychomotor abilities. By utilizing plants in the environment of SMAS IT Wihdatul Ummah Kolaka and cooperation between students, students, and teachers, these plants can be used as learning media through making herbarium in plantae teaching material in class X SMAS IT Wihdatul Ummah Kolaka. The making of herbarium as a learning medium was carried out by preparing plants as samples in Tahoa Village, Kolaka District, Kolaka Regency, then continued with plant identification at the Sembilanbelas November Kolaka University Laboratory, then the making of herbarium was carried out at SMAS IT Wihdatul Ummah Kolaka. The herbarium that has been made is expected to be able to motivate students in classroom learning and develop student interest, especially in plantae teaching material. This herbarium can also be used as a scientific reference in teaching that can last in the long term.
ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (STUDI KASUS) Saadillah, Andi; Ningsih, Anggreani
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 1 (2025): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v6i1.2002

Abstract

Tahapan seseorang dapat berbicara pada umumnya dilakukan melalui proses pemerolehan bahasa pada anak, khususnya pada anak usia dini, melalui bahasa pertamanya. Pemerolehan bahasa pertama pada anak laki-laki dan perempuan tentunya mempunyai tahapan dan perbedaan. Hal inilah yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui penyebab perbedaan pemerolehan bahasa pada anak laki-laki dan perempuan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata atau frasa dengan sumber datanya adalah tuturan anak usia dini anak laki-laki dan anak perempuan usia 1-2 tahun. Teknik pengumpulan datanya berupa observasi bebas terampil dengan pencatatan dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, anak laki-laki memiliki penguasaan bahasa yang lebih sedikit dibandingkan anak perempuan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya kosa kata yang diucapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab perbedaan pemerolehan bahasa pada anak laki-laki dan perempuan dipengaruhi oleh kebiasaan pola komunikasi; aktivitas anak dan orangtua; intensitas komunikasi; dan latar belakang orangtua.
Training on Strengthening Mastery of the Merdeka Mengajar Platform for SD Inpres 3 Talise Teachers to Create a Positive School Culture: Pelatihan Penguatan Penguasaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) Guru SD Inpres 3 Talise untuk Menciptakan Budaya Sekolah yang Positif Andi Patmasari; Muhammad Ismail; Andi Saadillah; Wilda Utami; Hijrinia Kusumaning Ayu; Dewi Satria Ahmar
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang3264

Abstract

Enhancing teachers’ ability to use Merdeka Curriculum and establish a nurturing learning environment is the aim of community service. The training activities include observation, socializing, material provision, practical experience, assessment, and reflection. Teachers who complete this program will be able to utilize the Merdeka Mengajar Platform to develop comprehensive lesson plans and assessments that align with the ideas of flexible and student-focused learning. According to the evaluation’s findings, 84% of teachers are able to utilize the platform on their own, and 87.5% of teachers effectively applied the Merdeka Curriculum with an average score of 3.50. Still, some educators require ongoing assistance. With ongoing support, it is envisaged that the training’s outcomes would enhance instruction quality and overall student learning outcomes.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdiferensiasi Berbasis Kearifan Lokal Sarmadan; Alu, La; Saadillah, Andi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.641

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum terbaru yang dicanangkan pemerintah untuk menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan kesadaran terhadap budaya lokal dalam konteks pembelajaran di Indonesia. Dalam rangka mendukung implementasi kurikulum ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan modul pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi dan berbasis kearifan lokal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan siswa dalam memahami dan mengapresiasi pembelajaran bahasa Indonesia, sambil memperkuat pengenalan terhadap budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, FGD, wawancara, dan analisis dokumen untuk mengevaluasi kebutuhan siswa dari berbagai latar belakang karakteristik budaya, potensi, bakat dan minat. Dengan mengintegrasikan keragaman tersebut, modul pembelajaran bahasa Indonesia berdiferensiasi dapat dikembangkan dengan memperhatikan kearifan lokal sebagai landasan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan modul pembelajaran yang disajikan dengan bahasa yang sederhana dan contoh konkret melalui integrasi dengan konteks budaya dimana hal tersebut dapat meningkatkan relevansi dan minat, pemahaman materi, dan kebanggaan akan warisan budaya mereka.