Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Pengaruh Varietas dan Umur Tanaman Berbeda terhadap Jumlah Populasi dan Tingkat Serangan Hama dan Penyakit Pisang (Musa sp.) di Kabupaten Sukabumi Hermanu Triwidodo; Efi Toding Tondok; Dwi Andini Shiami
Agrikultura Vol 31, No 2 (2020): Agustus, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i2.27077

Abstract

Tanaman pisang merupakan tanaman hortikultura yang buahnya banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tanaman pisang biasanya ditanam di sekitar halaman rumah atau lahan campuran. Penanaman pisang dengan pola monokultur seperti di kebun PT Perkebunan Negara (PTPN) VIII dapat menyebabkan ledakan hama dan penyakit pada pisang. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis hama dan penyakit serta kejadian dan keparahan penyakit tanaman pisang. Penelitian dilakukan pada tiga blok di PTPN VIII Parakansalak, Sukabumi. Varietas pisang yang digunakan yaitu Barangan, Cavendis dan Mas Kirana. Setiap varietas ditentukan lima rumpun secara diagonal. Setiap varietas terdiri atas umur muda (0-4 bulan), sedang (5-8 bulan) dan tua (9-12 bulan). Pengamatan kejadian dan keparahan penyakit dilakukan secara langsung di lapang. Serangga hama dan bagian tanaman terinfeksi poatogen di bawa ke laboratorium untuk diidentifikasi. Hama yang ditemukan menyerang tanaman pisang selama pengamatan yaitu Erionota thrax (L) (Lepidoptera: Hespiriidae) dan Nacoleia octasema (Meyr.) (Lepidoptera: Pyralidae). Penyakit yang ditemukan adalah bercak sigatoka yang disebabkan oleh Mycospherellla musicola dan layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. cubense. Fitonematoda yang ditemukan pada tanaman ini merupakan Radopholus sp. dan Helicotylenchus sp. Populasi dan serangan E. thrax tertinggi terdapat pada varietas Barangan pada umur sedang sedangkan N. octasema paling banyak ditemukan pada varietas Mas Kirana. Umur tanaman pisang yang semakin tua meningkatkan kejadian dan keparahan penyakit bercak sigatoka. Varietas Cavendish memiliki kejadian penyakit layu fusarium paling tinggi.
Co-Authors , Widodo . Giyanto Abdjad Asih Nawangsih ABDUL MUNIF Abdul Munif Ali Wafa Alisya Talita Papona Aloysius Rusae Ana Septiana Saputri Andika Septiana Suryaningsih Anis Mutirani Atit Kanti Atit Kanti Basri, Muhamad Bonjok Istiaji Bonny Poernomo Wahyu Soekarno Bonny Poernomo Wahyu Soekarno Dede Maryana Desi Andini Desi Trisnawati Desy Nur Avifah devi ayu komalaningrat Diny Dinarti Dwi Andini Shiami Eka Wijayanti Evan P. Ramdan Fitri Kemala Sandra Fitrianingrum Kurniawati, Fitrianingrum Giyanto Giyanto Giyanto Hagia Sophia Khairani Heriyanto Syafutra Hermanu Triwidodo I Made Sudiana I Made Sudiana I Nyoman Sumerta Idris Idris Irwanto Sucipto Jean Nihana Manalu Kartini Budiastuti Kikin H Mutaqin Kustiariyah Tarman Kusumah, Yayi Munara Lilik Pujantoro Eko Nugroho Lilik Retnowati Maggy Thenawidjaja Suhartono Marianah, Lisa Masrukhin Masrukhin Meity Suradji Sinaga MEITY SURADJI SINAGA Meity Suradji Sinaga Meity Suradji Sinaga Melli Fitriani nFN Khaerati Nofiyanti, Sri Handayani Nurholis Nurholis Papona, Alisya Talita Parlindo, Fitra Paulus Woyen Pratiwi, Rizky Nomi Ramdan, Evan Purnama Rika Estria Gurusinga Rizky G S Purnama Sari, Rahmah Dian Sa’adah, Rima Nur Halimatu Siti Juariyah Slamet Widodo Slamet Widodo SRI HENDRASTUTI HIDAYAT Sukmana, Andra Sahab Supramana Surono Surono Suryo Wiyono Syam, Nur Asmasari Tanjung, Mei Rani Toga Pangihotan Napitupulu TRI ASMIRA DAMAYANTI Usman Ahmad Wawan Setiawan Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Widodo Yadi Suryadi Yayu Siti Nurhasanah Yunus Effendi