Claim Missing Document
Check
Articles

PHYSICAL THERAPY MANAGEMENT FOR POST OP ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT RECONSTRUCTION KNEE SINISTRA (A CASE STUDY) Azizah Ridha Syaiful; Adnan Faris Naufal; Siti Maryam
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The anterior cruciate ligament (ACL) is one of the four major ligaments that are important in stabilizing the knee joint. The ACL is easily at risk for injury, such as a rupture or tear. ACL occurs by contact or non-contact at the knee. Most injuries occur due to no-contact conditions almost 75% of cases. Mr. I was 16 years old on 2011 the patient injured his left knee while playing basketball. After that, there was so much pain around his left knee that he was unable to walk on his own. On October 29 2021, the patient underwent ACL and meniscus post-restructive surgery at the RSPI. After surgery, 1 week later the patient underwent physiotherapy at the Esa Unggul Sport Clinic, Jakarta. Patients undergo therapy four times in two weeks with a physiotherapy program that includes TENS, Quadriceps Set, Hamstring and Gastroc Stretching, Mobilization Exercises on the legs, Core exercise, Balance (passing ball), Exercises using Ankle. Patients were evaluated using antropometri, spygmomanometer, and goniometer. after 4 treatments the patient experienced a decrease in left knee edema, increased muscle mass, and increased contraction.
PENGARUH TERAPI LATIHAN FASE 1 PADA KASUS POST OPERATIVE ANTERIOR TALOFIBULAR LIGAMENT (ATFL) DEXTRA DI KLINIK BINTANG PHYSIO (CASE REPORT) Ayu Nisa Fransiska; Adnan Naufal Faris
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebanyak 70% kasus ankle sprain didominasi oleh cedara pada ligament Anterior Talofibular Ligamnet (ATFL). Penelitian yang menyatakan bahwa ligamen yang sering cedera adalah Anterior Talofibular Ligament dikarenakan ligament terlemah dari keseluruhan ligamen. Ankle sprain dapat ditangani sesuai dengan tingkat keparahan. Klasifikasi ankle sprain dalam praktik klinis yaitu Grade I (ringan), Grade II (sedang), Grade III (berat). Ketika mengalamai robekan ligament grade III disarankan perawatan konservatif selama 6 minggu jika tidak berpengaruh dan masih mengalami rasa sakit dan ketidakstabilan sendi, operasi kontruksi ligamen akan disarankan. Dari Kondisi setelah post operation Anterior Talofibular Ligament menimbulkan problem seperti nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi dan adanya kelemahan otot. Dalam meminimalisir masalah tersebut fisioterapi sebagai salah satu pelayanan kesehatan akan memberikan intervensi fisioterapi berupa Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Exercise terapi yang meliputi Quadricep Setting, Hamstring Setting, Ankle Theraband, Calf Raise. Pentalaksanaan fisioterapi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan terapi fase 1 pada kasus post operative Anterior Talofibular Ligament (ATFL). Metode penelitian ini dilakukan kepada satu pasien yang menderita post operative anterior talofibular ligament selama 3 kali pertemuan fisioterapi. Kesimpulan yang didapatkan pada pengaruh terapi latihan fase 1 pada kasus post operative Anterior Talofibular Ligament (ATFL) terbukti dapat mengurangi rasa nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot.
Buku Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus Adnan Faris Naufal; Zunitasari Kholifah Islamiatun; Nabila Ardelia Zahra; Muhammad Dhaffa Karyanto; Yan Ari Tya Dharmawan; Arif Pristianto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa tumbuh kembang anak merupakan masa-masa rawan yang membutuhkan perhatian serius oleh orang tua maupun orang dewasa lainnya. Informasi tentang tumbuh kembang anak dapat diperoleh dari berbagai sumber, dan tentunya akan berpengaruh terhadap masa depannya. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan atau keluar biasaan, baik fisik, mental-intelektual, sosial, maupun emosional, yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya. Cerebral Palsy merupakan salah satu klasifikasi anak tunadaksa yang mengalami hambatan fisik di sebabkan terjadi gangguan atau kerusakan pada sistem syaraf pusat yang menyebabkan gangguan atau hambatan pada kemampuan mobilisasi, sensoris dan kemampuan koordinasinya. Penyebab dari kelainan yang dimiliki ini banyak karena letak kerusakan pada penyandang cerebral palsy ini terdapat pada sistem syaraf pusat pada bagian otak dan sum-sum tulang belakang yang merupakan pusat dari aktivitas hidup manusia (pusat sensoris, pusat motorik, pusat keseimbangan dan lain sebagainya). Hal yang terpenting adalah orang tua harus membantu anak mengembangkan kemampuan pada berbagai aspek kehidupan, seperti kemampuan komunikasi, bina-bantu diri, mobilitas, perkembangan pancaindera, motorik halus dan kasar, kognitif, dan sosial. Di samping itu juga di Indonesia sekarang belum ada buku yang dimana berfungsi sebagai rapot atau perkembangan anak dalam menjalani terapi. Down syndrome adalah kelainan genetic disebabkan oleh trisomi kromosom 21. Sehingga dengan adanya kegiatann komunitas ini,kami membuat buku guna membantu prosesassessment anak berkebutuhan khusus
Edukasi Penerapan Constraint Induced Movement Therapy Menggunakan Media Puzzle Terhadap Anak Cerebral Palsy Di Sanggar Inklusi Kinasih Wijaya Alya Yuanita Ramadhanti; Melati Ulee Keumala; Stevenny Aulia Risbiyanto; Nuristiqomah Dwi Putri; Ana Triasari; Adnan Faris Naufal; Arif Pristianto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerebral palsy adalah suatu gangguan permanen tapi tidak berubah yang melibatkan gangguan gerakan atau postur atau keduanya, dan gangguan motorik fungsi disebabkan oleh gangguan non-progresif, lesi, atau kelainan yang muncul di otak yang sedang mengalami perkembangan. Gangguan utama pada tipe ini terletak pada sistem koordinasi dan pusat keseimbangan pada otak Cerebellum. sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Teknik Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) adalah teknik yang digunakan dalam pengobatan rehabilitasi untuk mengobati individu dengan penurunan fungsi ekstremitas atas untuk meningkatkan kemapuan motorik.Setelah dilakukan terapi selama 8 kali didapatkan adanya peningkatan kemampuan motorik pada ekstremitas atas.Penatalaksanaan Contraint Induced Movement Therapy (CIMT) terdapat peningkatan tonus otot dan kemampuan mototrik.
Pengaplikasian Permainan Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Pada Anak Autism Di SLB Mitra Ananda Colomadu, Karanganyar Diajeng Sabina Purwagayatri; Hana Laila Nabilah; Daru Mukti Baehaqi; Annisa Khusnul Khotimah; Eva Arnaz Sari; Adnan Faris Naufal; Arif Pristianto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas motorik anak autisme memiliki perbedaan dengan anak normal terletak pada perkembangan motorik anak yang lebih lambat dari anak normal sehingga mengalami ketidakmampuan aktivitas motorik untuk melakukan tugas-tugas yang memerlukan koordinasi motorik dan keterampilan gerak. Bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan mengasyikkan, memberikan kesempatan kepada anak untuk beradaptasi dengan orang lain dan lingkungan serta berdampak pada perkembangan motorik dengan menggerakkan otot secara berulang-ulang untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan kelincahan otot, sehingga terjadi perkembangan motorik kasar dan halus. Mitra dari kegiatan pengabdian ini adalah SLB Mitra Ananda Colomadu, Karanganyar. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik anak autism yang mengalami keterlambatan dengan memberikan permainan motorik. Kegiatan berupa pengenalan dan pengaplikasian permainan pada anak autism dan melakukan evaluasi pada anak terkait permainan dengan mengamati anak ketika bermain. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah permainan yang diberikan dapat diikuti dengan cukup baik walaupun ada beberapa anak autism yang memerlukan bantuan tetapi sebagian besar anak autism mengerti dan mengikuti instruksi yang diberikan. Permainan motorik dapat diterima oleh anak autism dengan antusias sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bisa dijumpai anak autism bermain dengan permainan motorik yang telah diberikan saat istirahat ataupun waktu luang sehingga meningkatkan kemampuan motorik anak autism.
Penerapan Permainan Step Box Colour Terhadap Peningkatan Konsentrasi dan Daya Ingat Pada Anak Tunagrahita di SLB Anugerah Colomadu Adnan Faris Naufal; Yudha Setya Farisna; Anida Azkia Fitri; Ana Triasari; Gita Shofwa Lahati; Talitha Qanitah; Arif Pristianto
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Juli - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i2.338

Abstract

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang memiliki keterbatasan pada perkembangannya sehingga membutuhkan pelayanan dan perhatian khusus untuk mendukung perkembangan serta kemampuanya salah satunya yaitu tunagrahita. Anak tunagrahita merupakan anak yang mengalami permasalahan dalam kemampuan kognitif dan intelektual dibawah rata-rata. Dalam perkembanganya di lingkungan akademik anak tunagrahita akan mengalami keterlambatan dalam memproses pembelajaran dibanding anak seusianya. Keterlambatan dalam belajar anak tunagrahita dipengaruhi beberapa faktor seperti kurangnya konsentrasi, lemah dalam mengingat dan lemah dalam mempelajari hal baru. Oleh karena itu dibutuhkan pelayanan yang dapat mendukung anak untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya agar dapat mandiri dalam melakukan aktivitas serta dapat melatih anak untuk mampu beradaptasi di lingkungan masyarakat. Dukungan orang tua dan juga kreativitas dalam mengajar sangat dibutuhkan agar anak memiliki minat yang tinggi dalam belajar. Edukasi pada anak tidak hanya diberikan dalam bentuk pembelajaran, dapat pula diberikan dalam bentuk permainan yang mengedukasi. Permainan edukasi atau terapi bermain yang dapat diberikan pada anak tunagrahita salah satunya yaitu step box colour. Terapi bermain ini bertujuan untuk menstimulasi anak dalam berkonsentrasi, belajar untuk mengingat dan menjaga keseimbangan tubuhnya serta sebagai tempat belajar bagi anak-anak bersosialisasi bersama teman sebayanya.
Modifikasi Senam Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk Siswa/i Tunagrahita pada SLB C-YPSLB Surakarta Adnan Faris Naufal; Rizki Setiawan; Marlita Prasetyani; Jihadilia Islami Putri; Adindha Puteri Ayu Zahwani; Muhammad Nizar Siddiq; Arif Pristianto
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol5.iss1.art2

Abstract

Children who are different from other kids their age or from kids in general are known as children with special needs, or ABK. The process of growth and development, which entails deviations or abnormalities on all fronts—physically, cognitively, intellectually, and socially—is one way in which these disparities appear. The findings of an investigation at SLB C-YPSLB Surakarta revealed issues with intellectual impairment and mobility disorders. When it comes to the quality of physical activity for children with mental retardation who require specialized instruction and supervision, motor development is a crucial factor. The fulfillment of physical needs is also impaired, namely sensorimotor skills, body balance, the ability to recognize the environment, body coordination and mobility, and body flexibility. Gymnastics for Children with Special Needs (ABK) was chosen as a solution to improve their motor skills. The chosen method is doing gymnastic movements together and guided by physiotherapy. Gymnastics has important benefits for health, child development now and in the future. Other benefits include strengthening children's muscles, bones and heart, as well as improving children's coordination, balance, posture and flexibility to achieve a better quality of life.
Peran Fisioterapi Pada Kasus Anak dengan Diagnosa Infeksi Saluran Pernafasan Akut Adnan Faris Naufal; Aura Anisa Caesar Riskia; Annisa Fitri Dewi; Pramudita Widi Ismara
Physio Journal Vol. 2 No. 1 (2022): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i1.822

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mereview pengaruh penatalaksanaan fisioterapi pada kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu case study dengan populasi penderita ISPA anak di Klinik Fisioterapi dan Tumbuh Kembang Diena Prambanan. Intervensi fisioterapi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu inframerah, nebulizer, massage ISPA dan mobilisasi scapula serta chest therapy. Hasil dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh terhadap penurunan bunyi ronchi pada lobus kiri dan kanan bawah serta terjadi penurunan spasme otot-otot pernapasan.
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS BAWAH, FUNGSI KOGNITIF DAN KESEIMBANGAN TUBUH PADA LANJUT USIA DI DAERAH RURAL, SURAKARTA Mely Erlika Sari; Dwi Rosella Komalasari; Wijianto -; Adnan Faris Naufal
Physio Journal Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v2i2.894

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: proses penuaan merupakan tahapan akhir dari fase kehidupan. Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lansia mengalami perubahan struktur dalam berbagai sistem organ yang mana perubahan tersebut mempengaruhi penurunan pada kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif pada keseimbangan tubuh lansia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antar variable kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif, dan keseimbangan tubuh serta mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi keseimbangan tubuh pada lansia di rural kota Surakarta. Metode: studi cross sectional study dengan mengambil 94 responden dengan teknik pengambilan sampel quota sampling. Hasil: Uji korelasi dengan uji Spearman Rho, tidak terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah (FTSTS) dengan keseimbangan statik (mCTSIB) nilai r=-0.173, tidak terdapat hubungan antara fungsi kognitif (Moca-Ina) dengan keseimbangan statik (mCTSIB) nilai r=0.051, terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah (FTSTS) dengan keseimbangan dinamik (TUG) nilai r=0.430, terdapat hubungan antara fungsi kognitif (Moca-Ina) dengan keseimbangan dinamik (TUG) nilai r=-0.207. Riwayat jatuh sebagai faktor dominan yang mempengaruhi keseimbangan static [OR -2.920, (95% CI= -5.282 - -0.558), p = 0.016], status pekerjaan sebagai faktor dominan yang mempengaruhi keseimbangan dinamik [OR -0.475, (95% CI = -0.933 - -0.016), p = 0,043] sedangkan varibel kekuatan otot ekstremitas bawah sebagai variabel kedua yang mempengaruhi keseimbangan dinamik [OR 0.299 (95% CI = -0.146 0.007), p = 0,001]. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif dengan keseimbangan statik. Terdapat hubungan antara kekuatan otot ekstremitas bawah, fungsi kognitif dengan keseimbangan dinamik. 
HUBUNGAN ANTARA DURASI BATUK PILEK DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA ANAK-ANAK Adnan Faris Naufal; Zahra Almadani; Wahyu Tri Sudaryanto; Diki Retno Yuliani
Physio Journal Vol. 3 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v3i2.1108

Abstract

Background: Common cold often seen as a trivial disease, but for babies as well as children under 5 old, this disease can cause more severe cases, one of which is a decrease in gross motor skill. Even though children’s motor skill is fundamental for the next life. Purpose: The purpose of this study whether there is a relationship between the duration of a common cold and gross motor skill in children. Methods: This study used a cross-sectional study design with a population is all of children with common cold case, age 2 mounths-5 years at Fisioterapi Center and Baby Spa Atik Hidayati Clinic. The sample in this study amounted to 62 respondents who were taken using the accidental sampling technique. The instruments used were common cold questionnaire and ASQ-3 and then analyzed it by univariate and bivariate using the Spearman’s Rho correlation test. Results: The results of the bivariate analysis showed tata there was no relationship between the duration of common cold and gross motor skill Sig. (2-tailed) 0,226. Most of respondents was at age of 2 months-1 years (40,3%), most of them (53,3%) ere male. The duration of common cold was dominated by acute duration (85,5%) with 83.9% gross motor skill above average. Conclusion: This study has not been able to show a relationship between the duration of a common cold and gross motor skill in children.
Co-Authors Adelia Rahmayanti Adindha Puteri Ayu Zahwani Afifah Nur Fauzani Agus Widodo Agus Widodo Almas Awanis Alya Aufa Gamal Alya Yuanita Ramadhanti Amalia Faradilla Rahim Amalia Ferina Anggraeni Amaliyah Hana Safitri Ana Triasari Anas Pradana Anggita Nurul Ikshanty Anggun Pramudya Putri Anida Azkia Fitri Anindhita Mella Pratama Anisa Asri Pratiwi Annisa Fitri Dewi Annisa Khusnul Khotimah Anzela Rosepti Farlinda Ariana Candra Dewi Arif Pristianto Arif Setiawan Arin Supriyadi Ashabul Jannah Kholiliyah Atikah Itsna Zulfatirrohman Atikah Nurulinsani Aura Anisa Caesar Riskia Awalia Nurfitria Khoirunnisa Ayu Nisa Fransiska Azizah Ridha Syaiful Bagas Satrio Wibowo Berta Arwi Yunita Daru Mukti Baehaqi Desty Tri Rahmadhani Deti Juriansari Diajeng Sabina Purwagayatri Diajeng Sabina Purwagayatri Diki Retno Yuliani, Diki Retno Dini Afriani Khasanah Dini Afriani Khasanah Dinik Ayundya Marlis Durratun Nafi'ah Dwi Rosella Komala Sari Egalia Novika Hidayat Eka Salsabila Mardiani Putri Elif Nur Efendi Eri Fersiana Safitri Eva Arnaz Sari Fahrizal Sidiq Radiasto Farid Rahman Farita Adhynda Amithya Fenisa Nurul Hidayah Firdaus, Hilman Muhammad Fitri, Anida Azkia Galih Adhi Isak Setiawan Gita Shofwa Lahati Hafizhah Putri Ilma Darojati Hana Laila Nabilah Hariani Wahyu Ningtyas Herlambang, Rahmat Hidayat Sukri Hikmah Ma’rifatul Azizah I Ketut Suada Ibnu Charis Rachmanda Istimrorul Najibatil Fikriyah Istimrorul Najibatil Fikriyah Jihadilia Islami Putri Khairunnisa Pebriana Khasanah, Dini Afriani Khusniyati Masykuroh Kingkinarti Kingkinarti Klarissa Salsa Bila Maharani Kurnia Febriani Harahap Lusi Amalia Triyani M Irfan Alhady M. Fahreza Ramadani M. Halim M. Rayyan Berliansyah Marlita Prasetyani Mauliddina Adinda Putri Indah Pakerti Mediano Melania Kartika Sari Melati Ulee Keumala Melur Belinda Mely Erlika Sari Merina Merina Muhamad Nasuka Muhammad Dhaffa Karyanto Muhammad Nizar Siddiq Muhammad Raihan Ishad Mulatsih Nita Utami Nabila Ardelia Zahra Nabila Jaiza Mawarni Nabila, Aulia Safa’ Nadiah Ulfah Nadya Aqsha Tamarinda Nafi’ ika Salsabila Naliatul Muna Nanda Dwi Mahardika Nesa Oktavia Toligaga Ni Luh Gadung Widyaningrum Nisya Khairani Simatupang Noor Ifah Wahyuni.H Nur Aeni Afiyah Fauziah Nur Indah Swariningrum Nuristiqomah Dwi Putri Nurrofifah Luthfi Amjad Nurul Azizah Nurul Fikri Mufidah Oktaviani Fitriyah Orlens Rambu Jeara Perdana, Suryo Saputra Pramudita Widi Ismara Pramudya Kurnia Prilliya Artika Puji Eva Annisaa Puspita Asri Pradipta Rahma Annisa Rahmi Windhy Astari Renny Hidayati Zein Reza Arshad Yanuar Riast Eka Oktaviana Rina Kusuma Wardani Risa Fitri Kurniati Riza Amalia Rizki Setiawan Rizqi Mutia Andini Samiyem, Samiyem Saskia Maulina Savilla Dara Ardiani Savilla Dara Ardiani Savilla Dara Ardiani Septerina Purwandani Winarso Shafira Dilla Setya Ardana Silvi Puspitasari Siti Khadijah Siti Maryam Siti Raihani Sitti Qomariyah Diu Sri Yunanto Stevenny Aulia Risbiyanto Syalwa Fitria Wurandhani Syarif Hidayat Syazana Zahra Umardi Talitha Qanitah Taufik Eko Susilo Taufiq Anwar Tiara Fatmarizka Trijaya Ulfa Noviyana Viona Putri Giwani Vivin Sari Sukmawati Wahyu Tri Sudaryanto Wijianto - Wina Rohmadhani Yan Ari Tya Dharmawan Yasyfi Addiningsih Yayu Latifah Yudha Setya Farisna Yudith Leo Bantara Yuli Kusumawati Yuliana Davi Yusria Apriliani Zahra Almadani Zahra Fatmawati Jabir Zara Sugiyarti Zulfikar Yucha Putra Zunitasari Kholifah Islamiatun