Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FINANSIAL USAHA DOCKING KAPAL PURSE SEINE DI CV PUTRA BAROKAH KABUPATEN PATI Wibowo, Bagus Mukti; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.139 KB)

Abstract

Kapal purse seine adalah salah satu kapal yang secara khusus dirancang untuk digunakan menangkap ikan dengan jenis alat tangkap purse seine, yang berbahan dasar kayu, dimana bahan tersebut sangat memerlukan perawatan. Dock adalah suatu fasilitas yang dipergunakan untuk perbaikan kapal. Docking kapal menjadi suatu kegiatan ekonomi karena dapat menghasilkan pendapatan dan keuntungan. Di PPP Bajomulyo terdapat fasilitas docking yang dimiliki oleh CV Putra Barokah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kapasitas docking kapal yang telah ada di CV Putra Barokah Kabupaten Pati dan menganalisis aspek finansial usaha docking kapal purse seine dengan pendekatan NPV, IRR, B/C ratio dan PP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dock CV Putra Barokah sudah memenuhi kapasitas docking kapal purse seine di Kabupaten Pati, dikarenakan tidak melebihi daya tampung rata-rata per bulan dan Usaha docking kapal purse seine CV Putra Barokah di Kabupaten Pati dikatakan layak dan menguntungkan dilihat dari nilai rata-rata NPV sebesar Rp. 319.066.221,53, besar nilai rata-rata IRR adalah 28,84%, dan besar rata-rata nilai B/C Ratio adalah 1,54. Pengembalian modal sedang dengan nilai PP selama 4,87 tahun. Purse seiner is one of the ships that are specifically designed for use fishing with purse seine gear types, which is made from wood, where the material is in need of care. Dock is a facility that is used for ship repair. Docking the boat into an economic activity because it can generate revenue and profit. PPP Bajomulyo docking facilities are owned by CV Putra Barokah. The purpose of this study was to determine the capacity of the existing vessels docking in CV Putra Barokah Pati regency and analyze the financial aspects of the business docking purse seiner with the approach of NPV, IRR, B/C ratio and PP. The method used in this research is descriptive method, a method in researching the status of a group of people, an object, a set of conditions, a system pemikiran, or a class of events in the present. The results showed that the Dock CV Putra Barokah already meet a capacity of purse seine vessels docking in Pati regency, because the capacity does not exceed the average per month and Docking attempt purse seiner CV Putra Barokah in Pati regency is feasible and advantageous seen from an average NPV value of Rp. 319,066,221.53, large average value of IRR is 28.84%, and the average size of the B / C ratio is 1.54. Payback was the PP value for 4.87 years. 
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU PENANGKAPAN DAN LAMA PENARIKAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP BRANJANG (Boat lift net) DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Kusnadi, Danar Mahendra; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.841 KB)

Abstract

Kepulauan Karimunjawa memiliki potensi perikanan yang begitu besar, karena memiliki tipe ekosistem seperti Hutan  Mangrove, Terumbu  Karang, Padang lamun dan kekayaan habitat berbagai jenis biota laut yang ada di dalamnya. Karimunjawa memiliki wilayah perairan yang luas daripada wilayah daratan sehingga sebagian besar penduduk Karimunjawa berprofesi sebagai nelayan. Penelitian ini dilakukan di Perairan Karimunjawa bertujuan untuk mengetahui waktu penangkapan dan lama penarikan yang efektif dalam pengoperasian branjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret dengan Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan sebanyak 10 trip penangkapan dengan mengoperasikan alat tangkap branjang. Hasil tangkapan yang didapat bahwa waktu penangkapan setelah jam 12 malam sebanyak 69 Kg lebih besar dari waktu penangkapan sebelum jam 12 malam sebanyak 63,4 Kg dengan di dominasi ikan Teri Putih. Hasil tangkapan lama penarikan kurang dari 2 menit sebanyak 94,9 Kg  jauh lebih besar daripada hasil tangkapan lama penarikan lebih dari 2 menit sebanyak 37,5 Kg ikan Teri Putih. Sehingga waktu penangkapan dan lama penarikan tidak terdapat pengaruhnya terhadap hasil tangkapan nelayan branjang, sehingga dapat dioperasikan branjang di Perairan Karimunjawa.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN UNTUK CUMI-CUMI (Loligo sp) YANG TERTANGKAP DENGAN CANTRANG DI TPI TANJUNGSARI KABUPATEN REMBANG Prakasa, Godi; Boesono, Herry; NND, Dian Ayunita
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.261 KB)

Abstract

Cumi-cumi (Loligo sp) merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai komoditas komersial. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis aspek bioekonomi cumi-cumi di perairan Rembang menggunakan perhitungan bioekonomi model Gordon-Schaefer dan Copes, serta menganalisis tingkat pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi di perairan Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kasus dengan analisa deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode multi stages sampling. Metode analisis data dengan melakukan perhitungan Catch per Unit Effort dari alat tangkap yang digunakan. Kemudian dihitung nilai MSY, MEY, OA, SO dan nilai tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap pada tiap tahunnya. Hasil analisis dari penelitian diperoleh nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) pada tahun 2008-2012 di perairan Kabupaten Rembang adalah 4,57 kg/trip alat tangkap. Produksi optimal (Copt) pada MSY model Gordon-Schaefer sebesar 156.511 kg/tahun dengan effort optimum (Eopt) 15.915 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.956.977.994,-. Produksi optimal (Copt) pada MEY model Gordon-Schaefer sebesar 155.428 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 14.591 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.973.232.611,-. Produksi optimal (Copt) pada SO model Copes sebesar 155.428 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 14.591 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 1.973.232.611,-. Produksi optimal (Copt) pada OAE model Copes sebesar 47.758  kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 29.182 trip/tahun. Pada kondisi ini nelayan tidak memperoleh keuntungan. Tingkat pemanfaatan sumberdaya cumi-cumi di perairan Rembang pada tahun 2008-2012 memiliki rata-rata nilai sebesar 63%. Squid (Loligo sp) is one kinds of fishery resources which has the potency to be used as a commercial commodity. The purposes of this research were to analyse bioeconomic aspects of squid in Rembang seawaters with the measured models of bioeconomy Gordon-Schaefer and Copes, to analyse equilibrium of squid resources utilization in Rembang seawaters. The method used in this research is the case study method with a descriptive analysis. The sampling method used in this research was multi stages sampling method. The method of data analysis in this research was measured the Catch per Unit Effort of fishing gear it used cantrang within the first 5 years (2008-2012). And also measure, equilibrium of MSY, MEY, OA , SO and the value of fisheries resource utilization rate every year. The results of the average value of Catch per Unit Effort (CPUE) from 2008-2012 at Rembang seawaters was 4.57 kg/unit effort. Optimum production (Copt) of MSY Gordon-Schaefer bioeconomic models was 156.511 kg/year with optimum effort (Eopt) 15.915 trips/year. The profits earned was Rp 1.956.977.994,-. The MEY of squid production was 155.428 kg / year and optimum effort (Eopt) was 14.591 trips/year. The profits earned was Rp 1.973.232.611,-. Optimum production (Copt) of SO Copes bioeconomic models was 155.428 kg/year with optimum effort (Eopt) 14.591 trips/year. The profits earned was Rp 1.973.232.611,-. While limitation for squid production in Open Access condition was 47.758 kg/year and the effort maximum 29.182 trips/year. In this condition do not benefit the fisherman. The average value of squid resources utilization at Rembang seawaters from 2008 until 2012 was of 63%.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP DOGOL DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) UJUNG BATU JEPARA Antika, Melina; Mudzakir, Abdul Kohar; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.333 KB)

Abstract

Kelayakan usaha dalam hal ini dimaksudkan sebagai perkiraan tentang laba/rugi yang terkait dengan pengoperasian usaha. Usaha penangkapan Dogol yang dilakukan harus menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis usaha. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek teknis jaring dogol, mengetahui aspek ekonomi usaha nelayan penangkapan jaring dogol, menganalisis aspek kelayakan usaha alat tangkap dogol. Dogol merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan dimersal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus, studi ini untuk menganalisis tingkat kelayakan usaha dan pendapatan nelayan dogol. Metode pengambilan sampel yang digunakan metode sensus dengan jumlah 15 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis finansial dan kelayakan usaha yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dogol membutuhkan nilai rata-rata modal Rp 76.766.667, nilai rata-rata biaya total Rp 198.230.507, nilai rata-rata penerimaan Rp 226.238.400, dan nilai rata-rata keuntungan Rp 28.007.893. Berdasarkan hasil perhitungan analisis kelayakan usaha pada penangkapan dogol diperoleh nilai rata-rata NPV yaitu sebesar Rp 74.590.529 - Rp 123.765.164, nilai rata-rata IRR yaitu sebesar 30% - 50%, nilai rata-rata B/C Ratio yaitu sebesar 1,090 - 1,098, Payback Periode 2 tahun. Feasibility in this case is intended as an estimate of profit / loss associated with the operation of  business . Dogol fishing effort should result in a sustainable advantage . Therefore, it need to analyze the business . This study aims to find out the technical aspects of dogol nets , knowing the economic aspects of fishermen to catch dogol nets , analyze the feasibility aspect dogol fishing gear . Dogol is fishing gear used to catch fish pelagis . The method used in this research is descriptive method that is a case study , this study is to analyze the feasibility of the business and the income of dogol  fishermen  . The sampling method used census method with 15 respondents . The analytical method used is the financial and feasibility analysis NPV , IRR , B / C ratio , and PP . The results showed that dogol requires capital value is Rp 76,766,667 , the value of the total cost of the average is Rp 198 230 507 , the average  revenue value is Rp 226,238,400 , and the average gain value is Rp 28,007,893 . Based on calculations from feasibility analysis to the arrest dogol the average values obtained NPV is equal to Rp 74,590,529 to Rp 123,765,164 , the average value of IRR is equal to 30 % - 50 % , the average value of B / C ratio is equal to 1.090 to 1.098 , 2 -year payback period .
Analisis Pengaruh Media Perendaman Benang Pa Multifilamen D21 Terhadap Kekuatan Putus (Breaking Strength) Dan Kemuluran (Elongation) Dengan Metode SNI ISO 1805:2010 Sari, Velysiana Ayunda Puspita; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.595 KB)

Abstract

Bahan dasar alat tangkap terbagi menjadi dua jenis bahan yaitu secara alami (natural fibre) dan buatan (synthetic fiber). Bahan alami terbuat dari serat-serat tumbuhan (cotton, manila,hemp) sedangkan bahan sintesis diproduksi melalui mesin dimana serat tersebut diperoleh dari proses kimia daya tahan, bahan sintesis lebih unggul dibanding dengan bahan alami karena tidak mengalami pembusukan. Salah satu contoh dari bahan sintesis ini adalah polyamide atau yang lebih dikenal dengan nama dagang nilon. Tingkat kekuatan benang (breaking strength) dan kemuluran (elongation) merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan karena jika nilai kekuatan benang ini tinggi dan kemuluran yang rendah maka akan menciptakan suatu tingkat efektifitas bahan sehingga membuat nelayan tidak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk perawatan alat tangkap. Benang  polyamide merupakan salah satu jenis benang yang umumnya digunakan untuk mengukur ketahanan suatu serat sintesis. Semakin cepat penurunan kekuatan putus, maka akan meningkatkan biaya untuk perbaikan dan pembelian sehingga sangat terkait dengan kelanjutan usaha. Benang polyamide multifilament D21 dipilih karena sebagian besar digunakan untuk bahan alat tangkap gill net dengan target tangkapan ikan tengiri (Scomberomorus commerson). Daerah yang banyak menangkap ikan tengiri (Scomberomorus commerson) adalah sekitar pantura. Hal tersebut perlu dilakukan suatu penelitian terkait dengan pengaruh perendaman terhadap kekuatan putus dan kemuluran dari benang multifilamen D21.Disisi lain, Indonesia memiliki beberapa produsen alat penangkapan ikan yang tersebar di beberapa daerah baik di jawa maupun luar jawa. Namun seiring dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia belum memiliki standar alat tangkap yang digunakan yang dalam hal ini terkait dengan kekuatan putus (breaking strength) dan kemuluran (elongation) sehingga memberi dampak pada ketidak ramah lingkungan alat tangkap seperti tidak sesuai ukuran benang ataupun mesh size pada alat tangkap sehingga akan berdampak pada hasil tangkapan yang tidak selektif.
TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN TANJUNGSARI KABUPATEN PEMALANG Ardandi, Savino Nisen; Boesono, Herry; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.521 KB)

Abstract

Fishing port is an important aspect in the development of fisheries. Fishing port is the place that made up the land and surrounding waters with certain limits as the governmental activities and the activities of the fishing business systems that are used as berths and loading and unloading of fish. The purpose of this study was to analyze the level of utilization of basic and functional facilities that exist in the Tanjungsari Fishing port. The method used in collecting data of this study is descriptive method and case studies. Descriptive method is a method of data collection surveys and direct observation in the field and do pangumpulan data by focusing on an intensive and detailed case. Based on the results obtained a conclusion that is basic and functional condition of the facility at Fish Landing Base Tanjungsari Pemalang in less optimal conditions. The utilization rate of basic facilities and functional Tanjungsari Fishing port as follows: The Land Use by 87%; cruise line by 89%; the dock by 90% and 83% of the auction building. Strategy to increase the utilization of basic facilities and is a functional Tanjungsari Fishing port opitimal use of basic facilities, functional and support in order to increase fish production; Provide counseling and socialization on a regular basis to business Tanjungsari fishery in relation to the increase in fish production; Improve fishing technology such as the use of GPS and Fishfinder to increase the catch.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA IKAN LAYANG (Decapterus spp) YANG TERTANGKAP DENGAN ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIKAGUNG REMBANG JAWA TENGAH Nababan, Rosalinda; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.994 KB)

Abstract

Ikan Layang (Decapterus spp) merupakan sumberdaya ikan dominan yang didaratkan di TPI 1 Tasikagung Rembang dengan jumlah produksi sebesar 7.862.480/tahun senilai Rp. 54.617.390.000/tahun. Sedangkan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan Layang (Decapterus spp) adalah Mini Purse Seine. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah produksi dan distribusi pemasaran ikan Layang (Decapterus spp), serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Layang (Decapterus spp) di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung Rembang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif.  Pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 sampel. Analisis data yang digunakan adalah regresi dan korelasi dengan program SPSS 16. Hasil dari penelitian ini menunjukkan persamaan regresi ikan Layang (Decapterus spp) berukuran besar adalah Y= 2173,946+0,005X1+208,524X2+ 787,050X3+37,100X4+383,508, sedangkan persamaan regresi ikan Layang (Decapterus spp) berukuran kecil adalahY= 1111,333-0,006X1+249, 418X2+416,271X3+94,613X4+585,114. Berdasarkan persamaan regresi tersebut menunjukkan bahwa faktor yang mempunyai hubungan berbanding lurus dengan harga ikan Layang (Decapterus spp) berukuran besar adalah jumlah produksi, bakul, kualitas, dan ukuran berat ikan. Faktor mempunyai hubungan berbanding lurus dengan harga ikan Layang (Decapterus spp) berukuran kecil adalah bakul, kualitas, dan ukuran berat ikan. Jumlah produksi mempunyai hubungan berbanding terbalik dengan harga ikan Layang (Decapterus spp) berukuran kecil. The round scad (Decapterus spp) is the dominant resource that is disembarked at TPI 1 Tasikagung Rembang which has reach 7.862.480 kgs/year or equals to Rp. 54.617.390.000/year. The fishing gear that is used to catch round scad (Decapterus spp) is mini purse seine. The purpose of this study was to know the production scale and the market distribution of the round scad (Decapterus spp) and to analyze the factors that influence the price of round scad (Decapterus spp) at Tasikagung Fishing Port, RembangThe method used during the study was descriptive method that was based on case study. Sample collection was done using purposive sampling method with the number of sample is 35 samples. The data analysis was done using regression and correlation that was performed using SPSS 16.The result has shown that the regression equation for round scad (Decapterus spp) which has big size is Y= 2173,946 + 0,005X1+ 208,524X2+ 787,050X3 + 37,100X4+383,508 while the equation for small round scad (Decapterus spp) is Y=1111,333 - 0,006X1+ 249, 418 X2+ 416,271X3 + 94,6I3X4+585,114. Based on the regression equation is indicated that factors influencing has links is directly proportional to the price of big round scad are production factor, the number of sellers, quality, and the weight. factors influencing has links is directly proportional to the price of small round scad are, the number of sellers, quality, and the weight, but The production of has links inversely proportional to the price of small round scad.
IMPLEMENTASI REGULASI NASIONAL TERKAIT KESELAMATAN KAPAL PENANGKAP IKAN DI PPN PEKALONGAN Huda, Muhammad; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.991 KB)

Abstract

The purpose of this study was to obtain an overview of national regulations relating fishing vessel safety, obtain an overview of the implementation of regulations relating fishing vessel safety in the Pekalongan Archipelago Fishing Port and analyze alternative solutions in order to achieve optimization of the application of national regulations relating fishing vessel safety. The method used in this research is descriptive method that is featured a case study with Likert Scale and Analysis Hierarchy Process (AHP)done to be data analyze. The results showed that only the Minister of Communications Decree No.KM 46 Year 1996 regarding Seaworthiness Certification of Fishing Vessels that discussed the safety of fishing vessels. Implementation of regulations related to safety of fishing vessels in the Pekalongan Archipelago Fishing Port within 5 (five) years ranged between 69.31% - 73.08%, it indicates that the rate of application of relevant regulations on the safety of fishing vessels belonging to the Pekalongan Archipelago Fishing Port in both categories based on predefined criteria weighting. Which occupies the first priority action to achieve the optimization of the application of relevant regulations on fishing vessel safety in the Pekalongan Archipelago Fishing Port compliance requirements with the characteristics and conditions of fishing vessels and manning with the priority vector value 0.55. The second priority isthe rules firmness relating safety of fishing vessel from the state with the priority vector value 0.29 and the third priority is the seriousness to the implementation by relevant parties such as the Unit Operator Port (Harbourmaster and Marine Inspector) with the priority vector value 0.16.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA ASPEK FINANSIAL PENANGKAPAN MINI PURSE SEINE DENGAN UKURAN JARING YANG BERBEDA DI PPI UJUNGBATU KABUPATEN JEPARA S.Pi., Pujianto; Boesono, Herry; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.05 KB)

Abstract

Mini purse seine is a productive fishing gear in catching pelagic fishes. Potencial resources utilization could be increased by adding the size length and width of the nets. Therefore it needed to be analyzed the feasibility rate of those mini purse seines. The purposes of this research were to analyze study feasibility aspect (PP, R/C ratio, NPV, and IRR) of mini purse seine with nets different size in PPI Ujungbatu Jepara Regency and to analyze nets different size impact against NPV, R/C ratio and IRR of mini purse seines in PPI Ujungbatu Jepara Regency. The method used in this research was descriptive method by case study and data was collected through direct observation, interviewed, and literature study. The results of feasibility aspect obtained that marine fisheries business using mini purse seine with length 450 m (width 90 m) the average values of PP, R/C ratio, NPV, and IRR were 2,22 years, 1,17, Rp.454.423.108,64, and 38,56%. Mean while in marine fishing business using mini purse seine with length of the nets 360 m (width 75 m) The analysis results of feasibility aspect obtained that the average values of PP, R/C ratio, NPV, and IRR were 2,25 years, 1,16, Rp.394.713.135,15, and 38,33%. From those analysis concluded that fishing business using mini purse seine with different size of nets in PPI Ujungbatu Jepara Regency are feasible.
PENGARUH KEDALAMAN DAN PENGGUNAAN TUTUPAN GONI TERHADAP HASIL TANGKAPAN BUBU BUTON DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Sejati, Lucky Pratitis; Boesono, Herry; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.597 KB)

Abstract

Potensi kawasan terumbu karang yang luas di Indonesia merupakan habitat yang baik bagi ikan-ikan karang, begitu juga di pulau karimunjawa. penduduk karimunjawa sebagian besar berprofesi sebagai nelayan bubu. Penelitian dilakukan di Perairan Karimunjawa, dengan  tujuan untuk mencari alternatif pengganti terumbu karang sebagai tutupan dalam pengoperasian alat tangkap bubu karang, yaitu menggunakan media tutupan bahan alami goni, serta mengetahui tingkat efektifitas kedalaman yang cocok untuk melakukan proses  penagkapan. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret dengan Metode yang digunakan adalah experimental fishing, yaitu mengoperasikan bubu karang dengan jenis bahan tutupan goni dan perbedaan kedalaman. Penelitian dilakukan selama 8 trip penangkapan, dengan mengoperasikan 20 bubu, 10 bubu dengan tuutpan goni dan 10 bubu dengan  tutupan  rafia sebagai kontrol, pengoperasian bubu karang pada kedalaman 5 meter dan 15 meter. Hasil tangkapan uatama pada bubu rafia sebanyak 172 ekor dengan berat 11.310 g sedangkan hasil tangkapan bubu goni sebanyak 232 ekor dengan berat 15.930 g. Hasil tangkapan sampingan didominasi oleh famili Lutjanidae sebanyak 119 ekor dengan berat 7.800 g. Hasil tangkapan yang didapat oleh bubu goni tidak berbeda nyata dengan bubu rafia sebagai kontrol yang biasa digunakan  nelayan lokal karimunjawa, sehingga bisa diterapkan dalam pengoperasian bubu karang di Perairan Karimunjawa
Co-Authors - Asriyanto - Ismail - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kohar Mudzakir Abdul Kohar Muzakir Abdul Rosyid Abdul Rosyid Achmad Zubaidi, Achmad Adiyanto, Fajar Agung Prasetiyo Agus Hartoko Agus Suherman Akhmad Fadhlul Mubin Andini, Anisa ASti Anggarasatya Primadjati Angriani, Farah Diba Annisa Rizki Ramadhani, Annisa Rizki Aristi Dian Purnama Fitri Aristi Dian Purnamafitri Aristi Fitri Aryany Chandra Wahyu Wijayanti, Aryany Chandra Wahyu Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Aziz Nur Bambang Bagus Mukti Wibowo, Bagus Mukti Baihaqi, Fiqi Bambang Argo Wibowo Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bramasto Nugroho Candra Pradhika Mulya Kusuma dan Pramonowibowo dan Sardiyatmo Desca E Dewi Dian Ayunita NND Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Wijayanto Dr. Sardiyatmo Dwi Yoga Gautama Dyah Fatma Eka Rini Guritno Edhi Bachtiar Muslim, Edhi Bachtiar Ega Adhitya Eko Susanto Emylyani Nurdyana Ervan Bakhtiar Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Faik Kurohman Faisal Kahfi Aliyubi, Faisal Kahfi Faishol Ubaidillah Ficka Pratama Galih Suryo Muktiono Gandung Kencono Wicaksono Godi Prakasa Hanefa Elola Iporenu Hapsari Larasati Haris Yudho Pratomo Hendrik Ari Kristiawan Herna Octivia Damayanti, Herna Octivia Hestyavida Nugraheni Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Ida Nur Aini, Ida Nur Indah Susilowati Indradi Setiyanto Izza Anshory Koerul Anwar Kukuh Eko Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusnadi, Danar Mahendra Kusuma Dewi Ratnasari, Intan Listyo Rahayu Liya Tri Khikmawati, Liya Tri Malinda, Delza Manalu, Intan Rosari Melina Antika Mentari Romadhani, Mentari Meygawati Nugraha Putri Mohammad Taubatullah Isyak Perdana, Mohammad Taubatullah Isyak Muhamad Farikin, Muhamad Muhammad Huda Muhammad Isa Ardhan, Muhammad Isa Mulyanti, Yuni Mumtazah, Lina Asna Nisa Maisyaroh Nur Fajriah, Tria Nisma Nusa Putra, Wisnu Galuh perangin angin, maria kinarta Permana, Arief Rivaldi Prihantoko, Kukuh Eko Pujianto S.Pi. Purna Fitri, Aristi Dian Raisyanfa Zasti Rasti Eka Putri Rifky Pramadya Risky Aditya Nusantara Rizkha Ayudya Yuliasari Rosalinda Nababan Sardiyatmo Sardiyatmo Sari, Velysiana Ayunda Puspita Savino Nisen Ardandi Sejati, Lucky Pratitis Septian Adi Kurniawan, Septian Adi Sinta Andriyani Sischa Silviana Febrianti Stefanus Bayu Aji, Stefanus Bayu Stella Anggityarini Subehi, Sutikno Suci Asrina Ikhsan Sutrisno Anggoro Timotius Tarigan Tri Wahyu Wibowo Trisnani Dwi Hapsari Trisnani Hapsari Utami, Farras Widiaputri Wahyu Rizki Wulandari Wijayaningrum, Rati Wulandari, Peni Yoel Suranta Bangun Yupi Aulia Harahap Zaki Mujib Zulyani Zulyani