Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbedaan Umpan dan Kedalaman Pada Pancing Kalar terhadap Hasil Tangkapan Ikan Gabus (Ophiocepalus striatus) di Perairan Rawapening, Kabupaten Semarang Kurniawan, Septian Adi; Pramonowibowo, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.74 KB)

Abstract

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Rawapening banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Salah satu ikan hasil tangkapan yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah ikan gabus, dimana ikan gabus (Ophiochepalus striatus) ini cukup banyak ditangkap di perairan Rawapening dengan hasil tangkapan sekitar 72.182 kg/th. Pancing Kalar merupakan alat tangkap pasif yang dioperasikan di perairan Rawapening, umpan yang biasa digunakan pada alat tangkap tersebut adalah katak/precil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan jenis umpan dan kedalaman alat tangkap pancing kalar terhadap hasil tangkapan ikan gabus (Ophiochepalus striatus), serta mengetahui ada tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut. Metode eksperimental pada penelitian ini menggunakan 2 variabel atau 2 faktor yaitu perbedaan umpan dan kedalaman. Analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan analisis One Way Anova dengan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Anova menunjukan penggunaan jenis umpan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan, dimana nilai sig untuk umpan anakan katak/precil (0,00) dan umpan katak palsu (0,00) < 0,05. Sedangkan kedalaman penangkapan baik 1 m maupun kedalaman 3 m juga berpengaruh terhadap hasil tangkapan dengan nilai sig (0,00) dan (0,00) < 0,05. Selain itu tidak ada interaksi antara jenis umpan dengan waktu penangkapan dibuktikan dengan nilai sig 0,394 > 0,05. The people of Rawapening area mostly worked as a fisherman. One of the most valuable species that utilized is snakehead fish (Ophiocepalus striata). This species is commonly catched in the area with production rate reaches 72.182 kg/year. Pancing Kalar” is a passive fishing gear that used small frogs as it bait. The aim of the research was to revealed the effect of bait giving and operation depth variations to snakehead fish (Ophiochepalus striatus) catches and also knowing the interaction between both factors. The research used experiment method with two kind of variables. Data was analyzed by normality test, homogeny test and One Way Anova with SPSS 16 software support. The Anova test showed that variations of bait giving were significantly effected the total catch of snakehead fish, with sig value for original small frogs was (0,00) an the imitation was (0,00) < 0,05. while the depth variation were also significantly effected the totl catch with sig value for 1 m and 3 m depth were (0,00) < 0,05. The result also showed that there’re no interaction between bait and time variation proofed with sig value 0,394 > 0,05.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) DI TPI BAJOMULYO JUWANA PATI Febrianti, Sischa Silviana; Boesono, Herry; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.074 KB)

Abstract

Ikan Manyung (Arius thalassinus) merupakan salah satu produk perikanan pantai di Laut Jawa yang termasuk dalam kelompok ikan demersal dan jenis ikan lepas pantai. Produksi ikan Manyung (Arius thalassinus) terbanyak di Kabupaten Pati didaratkan di TPI Bajomulyo Unit I Juwana. Total produksi ikan Manyung (Arius thalassinus) yang didaratkan di TPI Bajomulyo Unit I selama tahun 2008 – 2012 adalah 1.720.389 kg dengan rata-rata produksi per tahun 344.077 kg. Ikan Manyung (Arius thalassinus) di TPI Bajomulyo Unit I memiliki harga yang tinggi tetapi tidak stabil. Faktor - faktor yang mempengaruhi harga yang akan diteliti untuk penelitian antara lain jumlah produksi (X1), jumlah bakul (X2), mutu ikan (X3) dan ukuran berat ikan (X4). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Manyung (Arius thalassinus) yang didaratkan di TPI Bajomulyo Juwana unit I dan menganalisis margin pemasaran ikan Manyung (Arius thalassinus) di TPI Bajomulyo Juwana unit I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan produksi ikan Manyung (Arius thalassinus) di TPI Bajomulyo Juwana unit I tahun 2008 - 2012 mengalami peningkatan yaitu 214.363 kg (2008); 334.020 kg (2009); 517.504 kg (2010); 324.423 kg (2011); dan 330.079 kg (2012). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempunyai hubungan berbanding lurus dengan harga rata-rata ikan Manyung (Arius thalassinus) adalah mutu ikan dan ukuran berat ikan Manyung (Arius thalassinus) dengan persamaan regresi Y = 7347,557 - 0,096 X1 + 286,301 X2 +132,055 X3 + 928,037 X4. Lembaga pemasaran yang memperoleh margin terbesar dalam saluran pemasaran ikan Manyung (Arius thalassinus) di TPI Bajomulyo Unit I adalah di restoran dengan harga jual Rp. 18.000,-
FLUKTUASI HARGA DAN ALUR DISTRIBUSI IKAN LAYANG (Decapterus spp) DARI HASIL TANGKAPAN MINI PURSE SEINE YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN Nugroho, Bramasto Ari; Boesono, Herry; Bambang, Azis Nur
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.952 KB)

Abstract

Fishery resources is a biological resources which have potency and enable to famous be received as wide and deeply. In effort to keeping fishery resources to be advance we need the widely knowledge about it. Therefore, in the present time we should be save the sea resourcesin a particular fishery resources for our generation in the future life. In this final project the research was taken in the Harbour of Pekalongan Nusantara Fishery Office. And TPI Pekalongan Nusantara Fishery Harbour Which have high level in operational and total fishery production income is so high enough and can hold many fishery ship. TPI PPN in Pekalongan is also as a corporation in fish marketing or distributing and the fuction to fish auction after the gain of fish cost. This research aims were to know the factors that affect the price of mackeel, to know the channel distribution, and analyze factor that had influence to the price fluctuation of mackerel fish. This research used a descriptive explorative data method using with quesionnaire to fisherman, fish sellers, and employers in Pekalongan Nusantara Fishery Port. The Primer Data got from an interview to the respondent directly, and Secondary Data got from Nusantara Fishery Port Office Pekalongan and the acknowlege that got from the instation which have connected with the object for research. Analysis data method with Double Linier regretion analysis with production function from Cobb doudlas and Double with helping program corelation analization with SPSS 17. This research can be factor that significantly attected in cost fluctuation was total production, if total mackerel fish production so much the cost of it is cheap and stable, if macarel fish production just a little so it would be expensive and not stable. The distribution channel in Pekalongan Nusantara Fishery Port is a distribution channel with direct and indirect.
ANALISIS PERBEDAAN KEDALAMAN DAN SUBSTRAT DASAR TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Swimming Crab) DENGAN ARAD RAJUNGAN DI PERAIRAN WEDUNG, DEMAK Wulandari, Wahyu Rizki; Boesono, Herry; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.97 KB)

Abstract

Desa Wedung yang terletak di Kabupaten Demak merupakan salah satu wilayah penghasil perikanan rajungan yang cukup potensial. Nelayan arad desa Wedung menentukan daerah penangkapan ikan hanya menggunakan insting dan informasi nelayan lain, sehingga tidak efektif karena hasil tangkapan belum tentu sesuai. Karena itu penangkapan akan lebih efektif jika daerah penangkapan ikan dapat diketahui terlebih dahulu melalui pengkajian karakteristik dan distribusi rajungan pada kedalaman yang berbeda sehingga rajungan yang tertangkap sudah layak konsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hasil tangkapan dan daerah penangkapan rajungan pada kedalaman berbeda serta variabel yang mempengaruhi hasil tangkapan rajungan. Metode yang digunakan adalah metode observasi langsung dengan penentuan sampling stratified random sampling. Terdapat 6 kisaran kedalaman yaitu kedalaman A (3-4,2 m), B (4,3-6,3 m), C (6,4-8,5 m), D (8,6-10 m), E (10,1-12,5 m), dan F (12,6-13,6) dengan jenis hasil tangkapan rajungan Portunus pelagicus dan Charybdis feriatus. Hasil penelitian menunjukkan kedalaman berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan rajungan, semakin dalam perairan ukuran tubuh hasil tangkapan rajungan semakin besar namun jumlah yang didapat semakin sedikit dan begitu pula sebaliknya. Hasil tangkapan rajungan dengan ukuran rajungan muda lebih dominan pada kedalaman D (8,6-10 m), karena ukurannya yang sudah memenuhi ukuran telah matang gonad sehingga penangkapan efektif dilakukan pada kedalaman D. Berdasarkan analisis statistik uji t, faktor oseanografi terhadap hasil tangkapan yang berpengaruh adalah salinitas dimana nilai signifikansinya 0,027 lebih kecil dari alfa (0,05). Hasil uji laboratorium substrat dasar perairan di setiap kedalaman memiliki klasifikasi jenis substrat yang sama yaitu berupa “heavy clay” atau disebut dengan liat/lumpur.  Wedung Village located in Demak Regency is one of the regions that potential enough to produce small crab fishery. mini trawl fishermen in Wedung determine the fishing area just by using their instinct and other fishermen’s information, so it is not effective because the catch is not necessarily appropriate. Therefore, the catch would be more effective if the fishing area can be known in advance by reviewing the differences in depths so that the crab caught has already suitable for consumption. The purpose of this study is to analyze the catch and crab fishing area at different depths and the variables that affect the catch of crab at different depths. The method used in this study is the direct observation method using stratified random sampling method in determining sampling. There are 6 depth ranges, detph A (3-4,2 m), B (4,3-6,3 m), C (6,4-8,5 m), D (8,6-10 m), E (10,1-12,5 m), and F (12,6-13,6) with the type of crab catches Portunus pelagicus and Charybdis feriatus. The result showed significant effect on the depth of the catch crab,  the deeper the waters the larger crab body size caught but with less the quantities obtained and vice versa. The catch crab with young-crab size is more dominant at depth D (8,6-10 m), due to its size which already meet ripe gonads size that the effectively catching carried out at depth D. Based on statistical analysis t test, the oceanographic factor that influences the catch is salinity where the significance value is 0.027 smaller than alpha (0.05). The result of laboratory tests from basic substrate on each depth have the same classification of the type of substrate in the form of “heavy clay” or called with clay/mud.
Strategi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Untuk Menunjang Kegiatan Perikanan Tangkap. Zasti, Raisyanfa; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungailiat Fishery Port type B was the center of fishing activities in Bangka Belitung. This was supported by the location of its strategic location that has the potential to own a good fhishery resources.the era of decentralization was entered by indonesia,each district was required to be able to support their own region to optimize the full potential of the area both real and non real sector. Therefore, in the fisheries sector,was founded Sungailiat Fishery Port Type B.The study aims to identification urgency the condition of facilities, to analyzed develovment of optimization facilities, and analyzed appropriate strategies to be applied in the development of PPNS with current condition. The method was used in this study was descriptive sampling and purposive sampling analysis of the utilization rate of facilities and SWOT analysis were used in this study. The result was obtained that the existing facilities at the Sungailiat Fishery Port type B was still good condition and still proper to used, with the cruise line utilization rate 116%, 140% harbor pool, pier 92%,5 0% TPI. From these result could be concluded than the optimization of basic facilities and fully functional facilities have not been utilized optimally. While the result was obtained from the application of SWOT analysis S-O strategy (Strength-Opportunity) which means that the strategy in its application to use force to take advantage of an opportunity.
ANALISIS INVENTARISASI ALAT TANGKAP BERDASARKAN KATEGORI STATUS PENANGKAPAN IKAN YANG BERTANGGUNGJAWAB DI PPS NIZAM ZACHMAN DKI JAKARTA Andini, Anisa ASti; Bambang, Azis Nur; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.305 KB)

Abstract

Demi mewujudkan konsep pembangunan perikanan yang lestari, maka kontribusi ilmu pengetahuan sangat diperlukan baik pengkajian ilmiah dan pengendalian pemanfaatanya. Salah satu faktor penting dalam pemanfaatan sumberdaya ikan adalah Alat Penangkapan Ikan, Penilaian status teknologi penangkapan ikan merupakan salah satu langkah awal dalam merancang strategi pengelolaan perikanan disuatu tempat, termaksud Pelabuhan Perikanan yang merupakan fishing base dari kegiatan perikanan Tangkap. Penilaian tentang tingkat tanggung jawab suatu alat penangkapan ikan dilakukan dengan menerapkan analisis multi-kriteria yang menggunakan 9 kriteria unit penangkapan ikan yang bertanggungjawab. Tujuan dilakukannya Penelitian ini untuk menentukan status Alat Tangkap berdasarkan Kategori status alat tangkap bertanggungjawab, Menentukan strategi perbaikan perikanan tangkap, dan Menentukan unit-unit penangkapan yang sesuai dengan Code of Conduct Responsible Fisheries (CCRF) di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan status baik dalam hal tanggungjawab terhadap lingkungan, tetapi bernilai cukup untuk tingkat pemahaman konservasi dan effisiensi. unit penangkapan ikan aktif terbaik di laut adalah Pancing cumi dan Purse seine, sedangkan unit penangkapan ikan pasif terbaik di laut adalah long line dan Unit penangkapan ikan yang paling sesuai dengan status code of conduct for responsible fisheries adalah alat tangkap long line, hal ini dilihat dari segi biologi yang memperhatikan tingkat efisiensi dan konservasi. Penyuluhan tentang penangkapan ikan yang baik masih perlu di terapkan, terutama masalah discards dan kriteria ikan yang layak tangkap yang perlu diperkenalkan di kalangan nelayan untuk mendukung kelangsungan hidup ikan sehingga perikanan tangkap dapat berkelanjutan.
ANALISIS ALAT PENANGKAP IKAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI TPI KEDUNG MALANG JEPARA Subehi, Sutikno; Boesono, Herry; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.639 KB)

Abstract

Penggunaan alat tangkap ramah lingkungan yang sesuai dengan Code of Conduct for Responsible Fisheries mutlak dilakukan. Hal ini dikarenakan dampak dari penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan berupa kerusakan lingkungan serta overfishing. Di TPI Kedung Malang, alat tangkap yang digunakan antara lain: gill net, dogol, arad dan rawai. Menurut Permen KP No.71 tahun 2016, gill net dan rawai termasuk alat tangkap yang diperbolehkan dioperasikan, sedangkan arad dan dogol termasuk kategori alat tangkap yang dilarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan teknologi penangkapan ramah lingkungan serta strategi perbaikan perikanan tangkap ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu dengan wawancara kepada nelayan dan observasi langsung di lapangan. Hasil yang dipereroleh dari penelitian ini yaitu alat tangkap yang masuk kategori ramah lingkungan di TPI Kedung Malang adalah rawai, gill net dan dogol, sedangkan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan adalah arad bahkan cindering merusak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rawai, gill net dan dogol termasuk alat tangkap ramah lingkungan, sedangkan arad termasuk alat tangkap yang merusak. Modifikasi alat tangkap dogol dan arad perlu dilakukan untuk meningkatkan selektivitas penangkapannya
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN PANAH DAN BUBU DASAR DI PERIRAN KARIMUNJAWA Pratama, Ficka; Boesono, Herry; Hapsari, Trisnani
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.889 KB)

Abstract

Karimunjawa is an Archipelago with good coral and abundant reef fish production. One of fishing gears that used in catch reef fish is spear gun and bottom traps. The using of compressor by spear gun is judged dangerous, so bottom traps is an alternative for catch the reef fish without using compressor. The objective of this research is to analysis feasibility of fishing effort with spear gun and bottom traps that is saw from financial aspect. Sampling method that used is snowball sampling, with number of the sample is 30 respondent. The data taking in this research is trough interview and observation. In this research is found that economic aspect of spear gun effort needs IDR34.696.500 of financial capital, total cost IDR204.546.920, income IDR237.733.500, profit IDR33.186.580. Bottom Traps effort needs capital financial IDR45.488.333, total cost IDR208.525.402, income IDR258.497.000, profit IDR49.971.598. Base on financial analysis on Spear Gun, found that the NPV’s value is IDR216.790.754, IRR 92%, B/C Ratio 1,16, ROI 95%, Payback Period is 1 year and Profitability Index is 6,2. Whereas the Bottom Traps found that the NPV’s value is IDR313.828.168, IRR 101%, B/C Ratio 1,23, ROI 110%, Payback Period is 0,91 year and Profitability Index is 6,9. The conclusion from this research is bottom traps has more suitable than spear gun.
UJI PERFORMANSI ALAT PEMISAH LIMBAH CAIR BERMINYAK (OILY WATER SEPARATOR) UNTUK KAPAL PERIKANAN DALAM SKALA LABORATORIUM Wibowo, Tri Wahyu; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.028 KB)

Abstract

Perkembangan jumlah armada kapal perikanan membawa implikasi terhadap pencemaran lingkungan perairan akibat pembuangan limbah cair berminyak dengan kuantitas dan kualitas yang semakin meningkat yang disebabkan oleh kapal perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi dan perkiraan biaya OWS antara buatan luar (CYF-0.05Y) dengan buatan lokal (Prototipe BBPPI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain. OWS CYF-0.05Y memiliki efektivitas pemisahan lebih besar 1,6% yaitu 77,3 % sedangkan OWS BBPPI hanya 75,7 %. Kapasitas kerja alat OWS BBPPI lebih besar 63,67 liter/jam yaitu 176,33 liter/jam sedangkan OWS CYF-0.05Y hanya 112,66 liter/jam. Untuk biaya listrik pada saat pengoperasian OWS BBPPI dengan bahan uji 10 liter dengan waktu pemrosesan selama 3 menit 36 detik lebih rendah Rp. 2,- (Dua Rupiah) yaitu senilai Rp. 3,- (Tiga Rupiah) sedangkan OWS CYF-0.05Y selama 5 menit 32 detik senilai Rp. 5,- (Lima Rupiah). Estimasi biaya untuk pembuatan sebuah OWS untuk satu unit alat OWS buatan luar dengan tipe CYF-0.05Y yaitu Rp. 7.900.000,- (Tujuh Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah) sedangkan harga OWS buatan lokal yaitu Rp. 6.100.000,- (Enam Juta Seratus Ribu Rupiah). Selisih harga kedua OWS adalah Rp. 1.800.000,- (Satu Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) lebih murah OWS buatan lokal. The growth of fishing vessels carries implications to aquatic environment pollution due to the increasing quantity and quality of oily liquid waste disposal, originated from those fishing vessels. Nevertheless, the captain and/or the crew should, as early as possible, attempt to prevent pollution from happening as produced by the vessel in order to avoid or at least reduce polluting oil spill. This research aims at knowing the performance and the estimated costs of the operation of foreign- (CYF-0.05Y) and local-made (BBPPI’s prototype) oily water separator. This research applies experimental method which is employed to seek the influence of certain treatment over one thing to another.OWS CYF-0.05Y has 1,6 % greater separation effectiveness than BBPPI OWS holding only 75,7 %, that is 77,3 %. Performance capacity, BBPPI OWS holds 63,67 % lt/hr larger than CYF-0.05Y OWS—that is 176,33 lt/hr for BBPPI OWS and 112,66 lt/hr for CYF-0.05Y OWS. Meanwhile, for electricity costs spent during BBPPI OWS operation taking 3 minutes 36 seconds leads to Rp 2,- (two rupiah) lower that CYF-0.05Y OWS—BBPPI OWS costs Rp 3,- while CYF-0.05Y OWS costs Rp 5,- with 5 minutes 32 seconds operation. Estimated cost to manufacture a single unit foreign-made OWS type CYF-0.05Y is Rp 7.900.000,- (Seven million and nine hundred thousand rupiah) while a local-made OWS takes Rp 6.100.000,- (Six million one hundred thousand rupiah). The difference between the two is Rp 1.800.000,- (A million and eight hundred thousand rupiah) ranking local-made OWS cheaper.
STRATEGI PENINGKATAN PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TEGALSARI KOTA TEGAL Nurdyana, Emylyani; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.179 KB)

Abstract

The success of the capture and processing and marketing of fish caught in Tegalsari Port Fishery should be supported by the provision of adequate infrastructure and basic facilities both functional and supporting facilities at the Tegalsari Port of Fisheries fishing port, it is necessary to srtategi / analysis can provide input as to the priority should be to get the development of the more leverage. This study aims to determine the condition of basic and functional facilities in the PPP Tegalsari, analyzing the utilization rate of basic and functional facilities in the PPP Tegalsari, and provide strategies to increase utilization of PPP Tegalsari. The research was conducted using descriptive method by direct observation in the field, and the respondents from those who know the exact circumstances and problems surrounding environment. As for analyzing strategies to improve utilization of the port facilities are basic and functional analysis method used and the level of utilization of SWOT analysis. Facilities at the port level utilization was found that 81.6% of land Tegalsari PPP, groove cruise 40,3%, 17,1% harbor expansive pool, pool depth port 68,75 %, 166,9% dock , TPI 75,23%, 44.33% and a parking area. Strategies to increase the utilization optimization can be done include port facilities, increase yield, type and value of production of fishing effort; maintenance and development of basic amenities, functional, and supporting PPP Tegalsari; improving the quality of human resources through training and empowerment of fishermen and baskets, Developing cooperation with industry fish processing, and the addition of environmentally friendly fishing gear in accordance with the target economically important fisheries
Co-Authors - Asriyanto - Ismail - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kohar Mudzakir Abdul Kohar Muzakir Abdul Rosyid Abdul Rosyid Achmad Zubaidi, Achmad Adiyanto, Fajar Agung Prasetiyo Agus Hartoko Agus Suherman Akhmad Fadhlul Mubin Andini, Anisa ASti Anggarasatya Primadjati Angriani, Farah Diba Annisa Rizki Ramadhani, Annisa Rizki Aristi Dian Purnama Fitri Aristi Dian Purnamafitri Aristi Fitri Aryany Chandra Wahyu Wijayanti, Aryany Chandra Wahyu Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Aziz Nur Bambang Bagus Mukti Wibowo, Bagus Mukti Baihaqi, Fiqi Bambang Argo Wibowo Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bramasto Nugroho Candra Pradhika Mulya Kusuma dan Pramonowibowo dan Sardiyatmo Desca E Dewi Dian Ayunita NND Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Wijayanto Dr. Sardiyatmo Dwi Yoga Gautama Dyah Fatma Eka Rini Guritno Edhi Bachtiar Muslim, Edhi Bachtiar Ega Adhitya Eko Susanto Emylyani Nurdyana Ervan Bakhtiar Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Faik Kurohman Faisal Kahfi Aliyubi, Faisal Kahfi Faishol Ubaidillah Ficka Pratama Galih Suryo Muktiono Gandung Kencono Wicaksono Godi Prakasa Hanefa Elola Iporenu Hapsari Larasati Haris Yudho Pratomo Hendrik Ari Kristiawan Herna Octivia Damayanti, Herna Octivia Hestyavida Nugraheni Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Ida Nur Aini, Ida Nur Indah Susilowati Indradi Setiyanto Izza Anshory Koerul Anwar Kukuh Eko Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusnadi, Danar Mahendra Kusuma Dewi Ratnasari, Intan Listyo Rahayu Liya Tri Khikmawati, Liya Tri Malinda, Delza Manalu, Intan Rosari Melina Antika Mentari Romadhani, Mentari Meygawati Nugraha Putri Mohammad Taubatullah Isyak Perdana, Mohammad Taubatullah Isyak Muhamad Farikin, Muhamad Muhammad Huda Muhammad Isa Ardhan, Muhammad Isa Mulyanti, Yuni Mumtazah, Lina Asna Nisa Maisyaroh Nur Fajriah, Tria Nisma Nusa Putra, Wisnu Galuh perangin angin, maria kinarta Permana, Arief Rivaldi Prihantoko, Kukuh Eko Pujianto S.Pi. Purna Fitri, Aristi Dian Raisyanfa Zasti Rasti Eka Putri Rifky Pramadya Risky Aditya Nusantara Rizkha Ayudya Yuliasari Rosalinda Nababan Sardiyatmo Sardiyatmo Sari, Velysiana Ayunda Puspita Savino Nisen Ardandi Sejati, Lucky Pratitis Septian Adi Kurniawan, Septian Adi Sinta Andriyani Sischa Silviana Febrianti Stefanus Bayu Aji, Stefanus Bayu Stella Anggityarini Subehi, Sutikno Suci Asrina Ikhsan Sutrisno Anggoro Timotius Tarigan Tri Wahyu Wibowo Trisnani Dwi Hapsari Trisnani Hapsari Utami, Farras Widiaputri Wahyu Rizki Wulandari Wijayaningrum, Rati Wulandari, Peni Yoel Suranta Bangun Yupi Aulia Harahap Zaki Mujib Zulyani Zulyani