Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR DITINJAU DARI ASPEK PRODUKSI Farikin, Muhamad; Boesono, Herry; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.324 KB)

Abstract

PPN Prigi yang berada di Kabupaten Trenggalek dilengkapi dengan fasilitas pokok, fungsional dan penunjang. Fasilitas yang dimiliki oleh PPN Prigi  sudah lengkap akan tetapi perlu adanya pengembangan untuk menampung hasil tangkapan di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kondisi fasilitas pelabuhan  serta permasalahan yang ada di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, Menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan yang ada di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, Pemetaan permasalahan dan pengembangan solusi bagi pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 di PPN Prigi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif serta menggunakan analisa data yaitu analisa tingkat pemanfaatan fasilitas, analisa estimasi dan analisis Nilai Penting Dan Kondisi Sekarang (NPKS). Hasil penelitian diperoleh bahwa Kondisi fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi cukup baik karena fasilitas-fasiltas tersebut terawat dan dalam kondisi masih bagus .Tingkat pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi didapatkan hasil, lahan 100%, alur pelayaran 92 %, kolam pelabuhan barat 97,59% , kolam pelabuhan timur, 72,6%, dermaga barat dengan posisi kapal sejajar 179,3%, dermaga barat dengan posisi kapal tegak lurus 59,7%, dermaga timur kapal posisi sejajar 141%, dermaga timur kapal posisi tegak lurus 57,8%,   TPI barat 31% dan TPI timur 51%. Strategi yang dipilih adalah strategi pada kuadran I yaitu Prioritas pengembangan. Fasilitas yang berada pada kuadran I dan menjadi Prioritas pengembangan yaitu pengelolaan limbah IPAL, Docking kapal dan sistem drainase. Prigi Archipelagic Fishing Port (PPN) in Trenggalek have basic, functional and support fasilities. Facilities of Prigi PPN but need development to to develop for anticipate future demand. This purpose of this research were to know the physical condition of the port facilities and existing problems in the Prigi archipelagic Fishing Port, to analys the level of utilization of port facilities in Prigi Archipelagic Fishing Port, problem mapping and solution development for development Prigi Archipelagic Fishing Port. This research was conducted in February 2015 at Prigi Archipelagic Fishing Port. The resech used  descriptive method and data analysis used rate  the level of utilization of the facilities Analysis, estimation analysis and Important Values And present Conditions (NPKS). The result showed that facilities condition of Prigi Archipelagic Fishing Port was good enough because the facilities in well-maintained and good condition. The level of utilization Prigi Archipelagic Fishing Port found that, land 100%, shipping lanes 92%, harbor pool at west side 97.59%, harbor pool at east side 72.6%, pier at west side with the ship's position parallel 179.3%, pier at west side with the ship's position prependicular 59.7%, pier at west side with the ship's position parallel 141%,  pier at west side with the ship's position prependicular 57.8 %, and both of west and east side fish landing place 34% and 51%. The selected strategy was strategy in quadrant I, namely Priority development. Facilities in quadrants I and be priority development, namely management of Waste water treatment plant development, ships dock and drainage systems.
ANALISIS PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN (ECOPORT) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KEJAWANAN, KOTA CIREBON, JAWA BARAT Permana, Arief Rivaldi; Boesono, Herry; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, merupakan pelabuhan perikanan kelas B yang berlokasi di Kota Cirebon, Jawa Barat. Tingginya aktivitas di PPN Kejawanan dapat menimbulkan berbagai dampak salah satunya terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis 1) kondisi fasilitas PPN Kejawanan yang terkait dengan konsep pelabuhan berbasis ecoport, 2) kondisi PPN Kejawanan sesuai konsep standar indeks ecoport, dan 3) menentukan strategi pengembangan PPN Kejawanan menuju konsep ecoport. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bersifat survei dengan metode pengumpulan data secara purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis fasilitas pelabuhan perikanan, analisis pengembangan pelabuhan berwawasan lingkungan (ecoport), dan analisis pengembangan road map pelabuhan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kondisi fasilitas PPN Kejawanan memiliki tingkat kelengkapan fasilitas yang baik. Nilai indeks ecoport diperoleh sebesar 1,89 sehingga perlu adanya peningkatan untuk menuju konsep ecoport. Strategi pengembangan PPN Kejawanan diarahkan pada komponen yang selama ini belum mencapai nilai maksimal yang disusun dalam bentuk road map (peta jalan) melalui periode jangka pendek (1-5 tahun) dapat melakukan penambahan jumlah ruang terbuka hijau dan peningkatan kebersihan kawasan pelabuhan. Pengembangan jangka menengah (5-10 tahun) dapat dilakukan dengan optimalisasi IPAL dan TPS, perpanjangan breakwater bagian barat dan timur, dan pengerukan kolam pelabuhan da n alur pelayaran.
ANALISIS PENGGUNAAN MESHSIZE 2 INCH PADA ALAT TANGKAP JARING INSANG LAYUR (GILLNET) TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichiurus lepturus) DI PERAIRAN PROBOLINGGO Anshory, Muhammad Fajar Izza; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Probolinggo merupakan daerah yang memiliki potensi perikanan dengan jumlah produksi sebesar 21.950 kg per tahun. Wilayah Probolinggo diuntungkan dengan letaknya yang strategis yaitu di jalur perdagangan Jawa-Bali. Kabupaten Probolinggo memiliki keanekaraman alat tangkap yaitu terdiri dari 14 jenis alat tangkap. Alat tangkap yang dominan yang digunakan yaitu jaring insang (Gillnet). Penelitian ini bertujuan menganalisis ukuran dan cara tertangkapnya pada jaring insang, menganalisis presentase komposisi hasil tangkapan jaring insang, dan menganalisis penggunaan meshsize 2 inch jaring insang terhadap hasil tangkapan ikan layur (Trichiurus lepturus). Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan mengikuti proses penangkapan sebanyak 10 kali trip, sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo. Analisis data meliputi komposisi hasil tangkapan, komposisi ukuran layak tangkap, diversitas hasil tangkapan, dominansi hasil tangkapan, ukuran pertama kali matang gonad dan ukuran pertama kali tertangkap. Peniliaian terhadap penggunaan meshsize dilakukan dengan cara melihat komposisi hasil tangkapan berdasarkan ukuran layak tangkap ikan. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang layur yaitu Layur ( Trichiurus lepturus), Beloso (Saurida tumbil), Kurisi (Nemitarus nematophorus), Bawal (Parastromateus niger), Kembung (Rastrelliger sp.). Diversitas hasil tangkapan yaitu bernilai 1,31 yang berarti keanekaragaman tinggi dan selektivitas alat tangkap rendah. Dominansi hasil tangkapan yaitu 0,3068 yang berarti dominansi tinggi dan selektivitas alat tangkap yang tinggi. Ikan layur (Trichiurus lepturus) sebagai tangkapan utama memiliki nilai Length at first maturity sebesar 64,54 cm sedangkan nilai length of catch yaitu 64,09 cm. Berdasarkan kriteria yang dianalisis maka penggunaan meshsize 2 inch layak digunakan.
EVALUASI TATA LETAK FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Mumtazah, Lina Asna; Boesono, Herry; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan memiliki potensi dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat nelayan. Pelabuhan Perikanan ditujukan sebagai tempat kegiatan perikanan yang terdiri dari produksi perikanan, pengendalian dan pengawasan sumberdaya ikan, serta pemasarannya. Pengembangan pada Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang bergantung pada tingkat usaha perikanan pada masyarakat. Tata letak fasilitas sangat mempengaruhi aktivitas kegiatan perikanan di PPP Tawang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tata letak fasilitas di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang. Metode analisis yang digunakan adalah Peta Keterkaitan Kegiatan (ARC) dan menggunakan metode tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pemanfaatan Tingkat pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang didapatkan hasil, pemanfaatan kedalaman alur pelayaran atau kolam pelabuhan sebesar 95%, panjang dermaga sebesar 89%, dan Tempat Pelelangan Ikan sebesar 19%, terdapat adanya fasilitas yang tidak sesuai dengan peletakkan lokasi terhadap fungsi, derajat kedekatannya dan efisiensi jarak. Jenis fasilitas yang tidak sesuai dengan letaknya antara lain adalah Instalasi Air, Dermaga Istirahat, Dermaga Muat, Dermaga Bongkar dan Tempat Sampah yang harus diperbaiki lokasinya. Perbaikan dalam perencanaan ulang tata letak fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang diperlukan berdasarkan derajat kedekatannya, fungsi yang sesuai, dan efisiensi jarak.
OPTIMASI HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT TANGKAP FYKE NET DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Pratomo, Haris Yudho; Boesono, Herry; Pramonowibowo, dan
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi sumberdaya perikanan Karimunjawa pada tahun 2010 mencapai 174.226 kg, dengan luas area 116.625 Ha dan ekosistem perairan karang 713,11 Ha. Penggunaan alat tangkap mayoritas menggunakan bubu. Meskipun pada dasarnya Bubu tidak merusak, namun pemasangan dan pengambilannya sering kali merusak terumbu karang. Modifikasi Fyke net yang dilakukan di Perairan Pulau Karimunjawa bulan September 2012 bertujuan sebagai solusi pengembangan teknologi tepat guna dalam upaya peningkatan hasil tangkapan serta menjadikan alat tangkap yang efektif dan ramah lingkungan dalam pengoperasiaannya, demi terjaganya kelestarian sumberdaya perikanan terutama pada daerah terumbu karang di Perairan Karimunjawa. Modifikasi dilakukan dengan penambahan penaju, sayap dengan sudut 450, serambi atas, dan dioperasikan secara Seri dan Tunggal. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui pengaruh penggunaan modifikasi Fyke net Seri dan Tunggal, (2) mengetahui hasil tangkapan pada siang hari dan malam hari menggunakan modifikasi alat tangkap Fyke net, (3) mengetahui tingkat keramahan lingkungan pada penggunaan alat tangkap Fyke net terkait dengan metode penangkapan yang dilakukan di Perairan Pulau Karimunjawa. Hasil penelitian didapatkan bahwa modifikasi alat tangkap Fyke net Seri yang dioperasikan malam hari memberikan hasil 41%, modifikasi Fyke net Seri siang hari, Fyke net Tunggal siang hari 13%, dan Fyke net Tunggal malam hari 29%. Hasil tangkapan terbanyak adalah Rajungan (Portunus sp) 43,6 % dan ikan karang 39%. Lokasi pengoperasian pada kedalaman 0,5-1,5 m menghasilkan Rajungan (Potrunus sp) lebih banyak daripada ikan karang, karena ikan karang dominan pada kedalaman lebih dari 3 meter.
ANALISIS PENGGUNAAN MESH SIZE BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP JALA TEBAR (FALLING GEAR) DI PERAIRAN RAWAPENING KABUPATEN SEMARANG Jayanto, Bogi Budi; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat penangkapan ikan jenis Jala Tebar merupakan salah satu unit penangkapan yang produktif di Rawapening. Alat tangkap jala tebar di rawapening memiliki perbedaan mesh size yaitu 2 inchi dan 2,5 inchi. Perbedaan mesh size tersebut menyebabkan perbedaan pula dari jumlah komposisi hasil tangkapan, ukuran hasil tangkapan, dan jenis hasil tangkapan. Tujuan dari Penelitian ini yaitu mengetahui komposisi hasil tangkapan pada alat tangkap jala tebar, ukuran hasil tangkapan, alat tangkap yang paling efektif, dan kelayakan usaha pada nelayan jala tebar di rawapening.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Studi Kasus pada bulan November hingga Desember 2017. Aspek yang ditekankan dalam penelitian ini adalah menerapkan perbedaan jenis alat tangkap jala tebar dengan mengamati ukuran mesh size yang akan dilihat dari komposisi hasil tangkapan yang berupa jenis dan ukuran hasil tangkapan tersebut. Hasil dari penelitian yaitu Jenis komposisi hasil tangkapan pada Mesh Size 2 inchi terdapat 5 jenis ikan yang ditangkap salah satunya target utama yaitu Ikan Mujahir (Tilapiamossambicus), dan target sampingan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata), Ikan Wader (Rasbora sp), Ikan Bawal (Colossoma macropomum)dan Ikan Semelong. Sedangkan, pada MeshSize 2,5 Inchi mendapatkan 3 jenis hasil tangkapan yaitu Ikan Mujahir (Tilapiamossambicus), Ikan Wader (Rasbora sp), dan Ikan Bawal (Colossoma macropomum). Mesh size yang baik digunakan yaitu pada Mesh size 2,5 Inchi dengan mata jaring yang dapat menyaring hasil tangkapan yang layak untuk ditangkap dan meminimalisir hasil tangkapan yang belum matang gonad. Nilai R/C Ratio dari semua responden mendapatkan hasil lebih dari 1, menunjukan bahwa usaha perikanan jala tebar menguntungkan sehingga dapat dikembangkan.
Evaluasi Tata Letak Fasilitas di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal Wulandari, Peni; Boesono, Herry; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 1: Januari, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan memiliki potensi dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat nelayan pesisir. Pelabuhan Perikanan ditunjukan sebagai tempatnya kegiatan perikanan yang terdiri dari produksi perikanan, pengendalian dan pengawasan sumberdaya ikan, serta pemasarannya. Pengembangan pada Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari sangat bergantung pada tingkat usaha perikanan yang tumbuh pada masyarakat. Tata letak fasilitas sangat mempengaruhi aktivitas kegiatan perikanan di Pelabuhan Pantai Tegalsari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, dan mengevaluasi tata letak fasilitas di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan berupa Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peta Keterkaitan Kegiatan (ARC) dan tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan kedalaman alur pelayaran atau kolam pelabuhan sebesar 100% artinya pendayagunaan fasilitas sudah mencapai optimal, pemanfaatan panjang dermaga sebesar 95% artinya pendayagunaan fasilitas hampir mencapai optimal, dan pemanfaatan ruang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebesar 44,43% artinya pendayagunaan ruang fasilitas belum mencapai optimal. Fasilitas yang tidak sesuai dengan peletakkan lokasi terhadap fungsi, derajat kedekatannya, dan efisiensi jarak antara lain adalah depot es pada peletakkan gedung jauh dari dermaga muat sehingga dapat dilakukan pemindahan gedung depot es, untuk instalasi air pembuatan saluran air ke TPI agar tempat pelelangan ikan menjadi higienis, dan perbaikan jaring yang harus diperbaiki lokasinya atau dapat dipindahkan peletakannnya dekat dengan dermaga istirahat. Perbaikan dalam perencanaan ulang tata letak fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari.
ANALISIS KINERJA SATUAN PENGAWAS SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN (SDKP) TERKAIT PERIKANAN TANGKAP DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) KARANGANTU KOTA SERANG, BANTEN Nur Fajriah, Tria Nisma; Boesono, Herry; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 9, No 1: Januari, 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana perikanan meliputi tindakan pencurian atau IUU (Illegal, Unreported, dan Unregulated) serta kerusakan yang dilakukan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab masih banyak terjadi di Indonesia. Salah satu cara pengontrolan dan pengawasan yang diberikan Satwas SDKP Serang dalam menanggulangi tindak pidana perikanan adalah, dengan memberikan pelayanan publik, berupa mewajibkan pembuatan Surat Laik Operasi (SLO), dan Lembar Verifikasi Hasil Pendaratan Ikan (LVHPI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan dan kepuasan pengguna jasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sementara metode pengampilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan adalah 78 responden. Analisis data yang digunakan adalah Servqual, Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan secara keseluruhan sebesar 0,093 yang merupakan hasil perbandingan antara harapan dan kinerja, yang berarti pelayanan yang diberikan Satwas SDKP Serang sudah baik. Analisis CSI (Customer Satisfaction Index) menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja Satwas SDKP Serang di PPN Karangantu senilai 84,58% yang berarti pengguna jasa sudah sangat puas, karena pelayanan sudah memenuhi kebutuhan nelayan. Namun harus ada fokus peningkatan kinerja pada atribut yang masuk dalam kuadran prioritas tinggi (A). Peningkatan tersebut dimaksudkan agar tingkat kepuasan pengguna akan lebih tinggi atau lebih memuaskan. Capaian kinerja berdasarkan indikator kinerja utama di Satwas SDKP Serang sudah sesuai dengan target yang telah ditentukan. Kinerja yang perlu ditingkatkan adalah mengenai sarana dan prasana dalam menunjang pengawasan dan penambahan sumberdaya manusia di Satwas SDKP Serang.
KINERJA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KEJAWANAN CIREBON JAWA BARAT Agus Suherman; Herry Boesono; Faik Kurohman; Abdul Kohar Mudzakir
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 11 No. 1 (2020): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v11i1.31803

Abstract

The purpose of this study is to analyze operational activities and determinants of Kejawanan Nusantara Fishing Port (NFP) performance. This research was conducted from October 2019 to March 2020 at the Kejawanan NFP. Data analysis was performed using two methods; the first is a descriptive method which is to analyze the operational activities of Kejawanan NFP and the assessment of Kejawanan NFP Performance based on guidelines issued by General Director of Capture Fisheries Number 20/KEP-DJPT/ 2015; the second is the Structural Equation Model (SEM) method, which is to define the determinants of Kejawanan NFP performance. The results of this study indicate that the operational activities of Kejawanan NFP continue to increase. Ship visits during 2019 increased by 438 times. The production value of landed fish in 2019 was Rp 147,301,194,670. Compared to 2018, production volume in 2019 decreased as many as 16.63% with the amount of 711.9 tonnes. On the other hand, production value from 2018 to 2019 also decreased by Rp 26,408,892,685. Performance assessment on 27 criterias based on guidelines issued by General Director of Capture Fisheries in 2015 showed that performance of Kejawanan NFP ranged between 70.25 and 86.5. During period of study from October 2019 to March 2020 the port showed well performances, with the best one was shown in November 2019. Based on SEM test results, internal variables have the most influence on Kejawanan NFP performance. Keywords: : Fishing Port, Kejawanan, Performance, Structural Equation Model (SEM)
PENGARUH PEMBERIAN WARNA PADA BINGKAI DAN BADAN JARING KRENDET TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER DI PERAIRAN WONOGIRI (Effect of Krendet webbing and frame colouring towards fishing captured for Spiny Lobster in Wonogiri seawaters) Bogi Budi Jayanto; Abdul Rosyid; Herry Boesono; Faik Kurohman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.689 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.10.2.68-73

Abstract

ABSTRAK Spiny lobster mendeteksi mangsa makanannya dengan indera penglihatan dan indera penciumannya melalui organ antennule yang dimilikinya. Warna merah mempunyai panjang gelombang cahaya 622-770 nm.  Pemberian warna merah pada bingkai besi dan pemakaian badan jaring nylon berwarna merah pada alat tangkap akan lebih mudah memikat Lobster untuk mendekati umpan. Nelayan Wonogiri selama ini menggunakan Krendet berbingkai besi dan badan jaring nylon berwarna putih (Krendet transparan). Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian warna merah pada bingkai dan badan  jaring Krendet terhadap hasil tangkapan Lobster di perairan Wonogiri serta mengetahui Krendet. Dari  hasil penelitian didapatkan bahwa tangkapan Lobster dengan Krendet nelayan adalah 28 ekor (3.880 gr), sedangkan pada Krendet berwarna merah adalah 37 ekor (6.120 gr) Berdasarkan analisis data menggunakan uji t pada 2 sampel bebas didapatkan hasil nilai thitung = 2,46. Nilai ini lebih besar daripada ttabel(0,025;46) = 2,02 sehingga dapat disimpulkan pemberian warna merah pada Krendet berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan Lobster. Kata kunci : Krendet merah, Krendet transparan, Lobster, WonogiriSpiny lobster detected prey’s through vision and smell system with antennule organ. Red has light wavelength 622-770 nm, it can attract Spiny lobster to move closer to the prey. Krendet nylon webbing and iron frame colouring with red is one kind of Krendet modification. Wonogiri fishers’ used Krendet genuine with iron frame and white nylon webbing (Transparent krendet). This research purpose to analysed the effect of Krendet webbing and frame colouring towards Spiny Lobster capture result in Wonogiri seawaters. Research result shown Krendet modification had more Spiny Lobster (6.120 gr) rather than genuine Krendet (3.880 gr). Independent t-test result showed t = 2,46 and it was bigger than ttabel(0,025;46) = 2,02. It concluded colouring Krendet frame and webbing with red colour give more capture result of Spiny Lobster.Keywords : Red Krendet, Transparent Krendet, Spiny Lobster, Wonogiri Seawaters 
Co-Authors - Asriyanto - Ismail - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kohar Mudzakir Abdul Kohar Muzakir Abdul Rosyid Abdul Rosyid Achmad Zubaidi, Achmad Adiyanto, Fajar Agung Prasetiyo Agus Hartoko Agus Suherman Akhmad Fadhlul Mubin Andini, Anisa ASti Anggarasatya Primadjati Angriani, Farah Diba Annisa Rizki Ramadhani, Annisa Rizki Aristi Dian Purnama Fitri Aristi Dian Purnamafitri Aristi Fitri Aryany Chandra Wahyu Wijayanti, Aryany Chandra Wahyu Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Aziz Nur Bambang Bagus Mukti Wibowo, Bagus Mukti Baihaqi, Fiqi Bambang Argo Wibowo Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bramasto Nugroho Candra Pradhika Mulya Kusuma dan Pramonowibowo dan Sardiyatmo Desca E Dewi Dian Ayunita NND Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Wijayanto Dr. Sardiyatmo Dwi Yoga Gautama Dyah Fatma Eka Rini Guritno Edhi Bachtiar Muslim, Edhi Bachtiar Ega Adhitya Eko Susanto Emylyani Nurdyana Ervan Bakhtiar Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Faik Kurohman Faisal Kahfi Aliyubi, Faisal Kahfi Faishol Ubaidillah Ficka Pratama Galih Suryo Muktiono Gandung Kencono Wicaksono Godi Prakasa Hanefa Elola Iporenu Hapsari Larasati Haris Yudho Pratomo Hendrik Ari Kristiawan Herna Octivia Damayanti, Herna Octivia Hestyavida Nugraheni Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Ida Nur Aini, Ida Nur Indah Susilowati Indradi Setiyanto Izza Anshory Koerul Anwar Kukuh Eko Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusnadi, Danar Mahendra Kusuma Dewi Ratnasari, Intan Listyo Rahayu Liya Tri Khikmawati, Liya Tri Malinda, Delza Manalu, Intan Rosari Melina Antika Mentari Romadhani, Mentari Meygawati Nugraha Putri Mohammad Taubatullah Isyak Perdana, Mohammad Taubatullah Isyak Muhamad Farikin, Muhamad Muhammad Huda Muhammad Isa Ardhan, Muhammad Isa Mulyanti, Yuni Mumtazah, Lina Asna Nisa Maisyaroh Nur Fajriah, Tria Nisma Nusa Putra, Wisnu Galuh perangin angin, maria kinarta Permana, Arief Rivaldi Prihantoko, Kukuh Eko Pujianto S.Pi. Purna Fitri, Aristi Dian Raisyanfa Zasti Rasti Eka Putri Rifky Pramadya Risky Aditya Nusantara Rizkha Ayudya Yuliasari Rosalinda Nababan Sardiyatmo Sardiyatmo Sari, Velysiana Ayunda Puspita Savino Nisen Ardandi Sejati, Lucky Pratitis Septian Adi Kurniawan, Septian Adi Sinta Andriyani Sischa Silviana Febrianti Stefanus Bayu Aji, Stefanus Bayu Stella Anggityarini Subehi, Sutikno Suci Asrina Ikhsan Sutrisno Anggoro Timotius Tarigan Tri Wahyu Wibowo Trisnani Dwi Hapsari Trisnani Hapsari Utami, Farras Widiaputri Wahyu Rizki Wulandari Wijayaningrum, Rati Wulandari, Peni Yoel Suranta Bangun Yupi Aulia Harahap Zaki Mujib Zulyani Zulyani