Claim Missing Document
Check
Articles

PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP JARING TIGA LAPIS (TRAMMEL NET) DI PERAIRAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Nusa Putra, Wisnu Galuh; Purnama Fitri, Aristi Dian; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.065 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis komposisi dan berat hasil tangkapan nelayan, serta menganalisis produktivitas alat tangkap trammel net. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil menggunakan metode sensus. Kapal yang digunakan sebagai sarana apung trammel net berukuran 3 GT; 3,5 GT dan 4 GT, hal ini yang menjadikan produktivitas trammel net berbeda. Metode analisis data dengan analisis uji normalitas, uji asumsi klasik, uji regresi berganda dan produktivitas. Komposisi hasil tangkapan (jumlah dan berat) yaitu: ikan belanak (mugil sp) 677,65 kg; udang putih (penaeus merguiensis) 206,11 kg; rajungan (portunus pelagicus) 29,83 kg; ikan sembilang (plotusus canius) 12,04 kg; ikan kipper (spotted scat fish) 7,27 kg; ikan barakuda (sphyraena barracuda) 1,87 kg. Nilai produktivitas alat tangkap trammel net di Desa Bedono dan Timbulsloko adalah nilai produktivitas GT (Gross Tonnage) 0,05; 0,02 dan 0,02 untuk 3; 3,5; 4 GT, nilai produktivitas kekuatan mesin 0,03 0,03 dan 0,03 untuk 3; 4; 5 kekuatan mesin, nilai produktivitas panjang jaring 0,0003; 0,0003 dan 0,0004 untuk jaring 240; 300; 360 meter. Nilai produktivitas trammel net diperairan Sayung masih dibawah ketentuan (KEPMEN-KP nomer 61/2014), sehingga perlu adanya peningkatan produktivitas.
ANALISIS KINERJA SATKER PSDKP PEKALONGAN DILIHAT DARI ASPEK PERIKANAN TANGKAP DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PEKALONGAN Anggityarini, Stella; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.48 KB)

Abstract

PSDKP Unit Pekalongan is one of the public organizations that provides services, hence this factor affected PSDKP Unit performance towards the fishers entrepreneur. The purposes of study were to find out PSDKP Unit Pekalongan’s performance, analyze PSDKP Unit services quality towards fishing entrepeneur satifaction in PSDKP Unit Pekalongan and to analyze the research result to find solution from the problem that faced by the Satker PSDKP Pekalongan. The reseach method used in this reseach was descriptive method, while the sampling method used was purposive sampling by the number of samples taken 30 respondents. Data analysis methods used are Servqual Analysis and Cartesian Diagram. The result from the fishing’s services quality research were 79,40%. Servqual score analysis can be seen that expectation is 1472, while the perception is 1176, so that the Servqual score that can be obtained was -296. Cartesian Diagram analysis showed that power responsiveness dimension is in A quadrant it meant become first priority, empathy dimension in B quadrant it meant maintain performance, direct evidence dimension in C quadrant was inlow priority and reliability and assurance dimension in D quadrant was in overcome priority.
ANALISIS BIOEKONOMI MODEL COPES PERIKANAN DEMERSAL PESISIR REMBANG Tarigan, Timotius; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.156 KB)

Abstract

Perairan Rembang merupakan salah satu wilayah penyebaran ikan demersal yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah, karena memiliki 28,54% hasil laut ikan demersal dari total produksi ikan demersal di Indonesia. Pemanfaatan sumberdaya ikan demersal  hingga kini diusahakan oleh nelayan skala kecil dengan menggunakan alat tangkap seperti trammel dan cantrang. Dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan jumlah dan armada alat tangkap sehingga jumlah trip juga meningkat.sehinggasuatu saat nanti bisa terjadi penangkapan berlebih. Tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan demersal di perairan Rembang belum diketahui kondisinya apakah sudah mengalami overfishing atau belum. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai tingkat pemanfaatan dilihat dari aspek biologi dan ekonomi di perairan Rembang.            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi sumberdaya perikanan demersal di Kabupaten Rembang, mengaplikasikan metode Copes sehingga didapatkan upaya penangkapan (fopt), hasil tangkapan maksimum lestari (MSY), akses terbuka (OAE) dan kepemilikan tunggal (SO), dan menganalisis aspek biologi dan ekonomi pemanfaatan sumberdaya perikanan ikan demersal dengan daerah penangkapan perairan Rembang Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2013 di perairan Rembang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah Nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) 71 kg/trip  untuk cantrang dan 12 kg/trip untuk trammel, pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 2.119.577 kg/tahun, Produksi optimal (COAE) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 405.743  kg/tahun dan effort optimum (EOAE) sebesar 71.641 alat Trip/tahun. Produksi optimal (CSO) pada Sole Ownership (SO) sebesar 2.114.194 kg/tahun dan effort optimum (ESO) sebesar 35.821 Trip/tahun. Rembang seawater is one area deployment potential of demercal fish in the waters north of Central Java, because it has a 28.54% yield of total sea demersal demersal fish production in Indonesia. The utilization of demercal fish resources up to now that cultivated by small-scale fishermen uses fishing gear as a trammel and a cantrang. Not only over the years that is constantly increasing in quantity and a fleet of fishing tools, but also an increase in trips of fishing so someday its cause over-fishing. On the other side, the resource utilization rate of Demercal fish in Rembang waters isn`t yet known the conditions that over-fishing or not. Therefore need to do research on the utilization rate is seen from the aspect of biology and economics at Rembang waters.                 The purpose of this research were to identify the potential of Demercal fisheries, applying of Copes model, fopt, Maximum Sustainable Yield (MSY), Open Access Equilibrium (OAE), and Sole Ownership (SO). To identify aspects of biology and economics in the utilization of Demercal fish at Rembang waters, Rembang regency. This research was held in April of 2013 at Rembang waters, Central Java. The method of the research used descriptive method. The results of this study were the average value of Catch per Unit Effort (CPUE) 71 kg / trip to cantrang and 12 kg / trip to trammel, the Maximum Sustainable Yield (MSY) of 2,119,577 kg / year, optimal production (COAE) on Open Access Equilibrium (OAE) of 405 743 kg / year and optimum effort (EOAE) of 71 641 tools Trip / year. Optimal production (CSO) in Sole Ownership (SO) of 2,114,194 kg / year and optimum effort (ESO) of 35 821 Trip / year.
ANALISIS PEMASARAN HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) SE-KABUPATEN GUNUNGKIDUL Maisyaroh, Nisa; Ismail, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.353 KB)

Abstract

Lobster merupakan salah satu komoditas perikanan penting di Kabupaten Gunungkidul. Nilai ekonomis lobster cukup tinggi yaitu mencapai Rp.200.000,- sampai Rp.400.000,- perKg. Lobster juga merupakan komoditas ekspor. Produksi lobster di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2012 mencapai 88,27 ton. Produksi perikanan yang besar harus diimbangi dengan adanya pemasaran yang efisien mengingat dari hasil perikanan yang mudah rusak. Pemasaran merupakan hal yang paling penting dalam menjalankan sebuah usaha perikanan karena pemasaran merupakan tindakan ekonomi yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pendapatan nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk saluran distribusi, margin pemasaran, keuntungan dan menganalisis efisiensi pemasaran pada tiap-tiap lembaga pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Secara khusus metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan metode pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bentuk saluran distribusi di setiap TPI ada 2 saluran yaitu Produsen à Pedagang Pengumpul à Konsumen dan Produsen à PedagangPengumpul à Eksportir. Margin pemasaran untuk saluran kedua di semua TPI dari pedagang pengumpul sama yaitu sebesar Rp. 50.000,-/kg. Margin pemasaran untuk saluran pertama di TPI Gunungkidul Lobster batu antara Rp.15.000,-/kg sampai Rp.25.000,-/kg, Lobster pasir antara Rp. 20.000,-/kg sampai Rp. 30.000,-/kg. Nilai efisiensi pemasaran yang paling efisien adalah saluran kedua, dimana nilai efisiensi saluran kedua lebih kecil dibandingkan nilai efisiensi saluran pertama. Lobster is one of fisheries commodities in Gunungkidul. Lobster is valued around Rp. 200.000,- to Rp. 400.000,- / kilogram and it makes lobster has high economic value. Lobstor is also one of export commodities.  The lobster production in Gunungkidul Regency in 2012 reached 88,72 tons. The high production of fish must be balanced with the efficient marketing of fishery products that are easily damaged. Marketing is the most important point in running a fishing business because marketing is an economic action that influences the fishermen’s income. The research was intended to analyze the distribution network, marketing margin, profit and the marketing efficiency in every market. Descriptive method was used in this research, specifically descriptive method using study case approach and accidental sampling method.  The result has shown that there are two distribution channels in every TPI 2 channels namely 1) Producer à fish wholesaler à Consumers and 2) Producer à fish wholesaler à Exporter. The marketing margins for the second line in all TPI from the same wholesaler is Rp. 50.000, - / kg. The marketing margin for the first line rock lobster between Rp.15,000,-/kg to Rp.25,000,-/kg. Sand lobster between Rp.20,000,-/kg to Rp.30,000,-/kg. The most efficient market value is the second line where the efficiency value is less than the first line’s efficiency value.
RANCANGAN SISTEM INFORMASI PADA USAHA PENGKAPAN IKAN KOMODITAS UNGGULAN ( Study Kasus Ikan Tuna (Thunus Sp) ) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDRA CILACAP Adhitya, Ega; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.812 KB)

Abstract

Data and information is very important to make a decision however, the limitations of the tuna fishery emerged information technology issues such as information required in the tuna fishery stakeholders Cilacap PPS. his study aims to Know the potential of fishery resources landed in PPS Cilacap, Designing information systems tuna fisheries (Thunus sp) in digital form and make it easier stakeholder in case of input and fisheries output in the PPSC This study applied a systems approach, a method that consider information systems as a whole integration for each activity or application. The system is limited to only about the development of tuna fisheries in PPS Cilacap. The technology used for data processing and information tuna fishery is a computerized information technology. The demand of analysis system obtained from the parties involved, namely the PPSC, Fisheries, Fishers and stakeholders. Manufacturing information system of tuna fishing design in the PPS Cilacap starting from the input data is Cilacap PPS profile information data, tuna information and tuna fisheries statistical information, which will be created in a digital information system with media Internet-web MY SQL with SIUPIT name (SISTEM INFORMASI USAHA PENANGKAPAN IKAN TUNA ) SIUPIT is computerized information system that can be used to assist and facilitate data and information services businesses in the tuna fishery PPS Cilacap for stakeholders, such as accelerating time information services, minimize mistakes and get the highest reporting of data in a shorter time and accurate.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN PERAHU BERDASARKAN PERBEDAAN KEDALAMAN DI PERAIRAN MORODEMAK Kusuma, Candra Pradhika Mulya; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.492 KB)

Abstract

Kabupaten Demak memiliki 2 tempat pelelangan ikan (TPI) yang masih aktif yaitu TPI Morodemak dan TPI Wedung. Jenis ikan yang dominan tertangkap sebagai komoditas unggulan adalah Teri, Kembung, Petek, Kuniran, dan Layur. Berdasarkan hasil survey di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak Kabupaten Demak terdapat alat tangkap bagan perahu berjumlah 69 unit. Alat tangkap bagan perahu digunakan oleh para nelayan di perairan Morodemak untuk menangkap ikan teri (Stolephorus sp.). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan kedalaman terhadap hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dalam penelitian ini, metode purposive sampling digunakan untuk menentukan daerah penangkapan ikan. Berdasarkan hasil penelitian, semakin dalam perairan, berat hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp.) semakin tinggi dan didominasi ikan teri (Stolephorus sp.) sedangkan semakin dangkal perairan, berat hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp.) semakin rendah. Jenis ikan teri (Stolephorus sp.) yang didapatkan yaitu jenis Stolephorus indicus dan Stolephorus commersonnii dimana banyak didapatkan pada kedalaman perairan 31 meter. Kondisi lingkungan daerah penangkapan bagan perahu yaitu intensitas cahaya rata-rata 260 - 1932 (lux), suhu 29,6 - 31 °C, salinitas 29 - 33 0/00 dan kedalaman perairan 27 - 32,8 meter. Demak had 2 fish auction which is still active, namely Wedung and Morodemak. The dominant species of fish caught as a commodity are anchovy, Indian mackerel, Leiognathus dussummeiri, Sulphur goatfish, and Trichiurus lepturus. Based on the survey results in Morodemak Coast Fishing Port Demak, there are boat lift nets totaled 69 units. Boat lift nets fishing gear are used by fishermen in Morodemak waters to catch anchovy (Stolephorus sp.). The purpose of this study was to analyze the effect of differences depth towards anchovy (Stolephorus sp.) catches. The method that used in this study is descriptive method. The purposive sampling method is used in this research to determine the fishing ground. Based on the research results, the deeper waters, heavy catches of anchovy (Stolephorus sp.) higher and the catchesis dominated by anchovy (Stolephorus sp.) While the more shallow waters, heavy catches of anchovy (Stolephorus sp.) lower. The kinds of type of anchovy (Stolephorus sp.) are Stolephorus indicus and Stolephorus commersonnii which are abundant in water depths of 31 meters. Environmental conditions of the boat lift nets is an average light intensity of 260 - 1932 (lux), temperature of 29.6 to 31°C, salinity 29 - 330/00 and the depth of water from 27 to 32.8 meters.
PEMETAAN SEBARAN IKAN TONGKOL (Euthynnus sp.) DENGAN DATA KLOROFIL-α CITRA MODIS PADA ALAT TANGKAP PAYANG (Danish-seine) DI PERAIRAN TELUK PALABUHANRATU, SUKABUMI, JAWA BARAT Mujib, Zaki; Boesono, Herry; Purnamafitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.086 KB)

Abstract

Palabuhanratu waters is the center of important economic fisheries commodity like tinker mackerel (Euthynnus sp.). Statistic datas of PPNP (2011) showed that production value of fishery in Palabuhanratu was decreased 3% from a year before, that is have an impact to economy condition of Palabuhanratu. Payang (Danish-seine) as a one of pelagic fishing gear in Palabuhanratu have an imbalance condition between supplies and income. Tinker mackerel production decreased in 2011 resulted in the economic condition of fishermen Palabuhanratu decreased. As one of the predictors of the presence of fish, chlorophyll-a can be used in the determination of the study the fishing ground through remote sensing technology. The purpose of the studies are to analyze the factors that influence the distribution of tinker mackerel (Euthynnus sp.), analyze the relation of chlorophyll-a and the value of the catch, and create a map of potential Palabuhanratu tinker mackerel in the Palabuhanratu waters. The research method used was descriptive with the case study and data collection by purposive sampling. Chlorophyll-a values in March - April 2012 ranged from 0,70 mg / l – 2,585 mg / l, with an average value of 0,475 mg / l. The amount of catches reach 695 kg in March and April of 426,24 kg. The results of measurements of field data has showed that average of salinity, SPL, DO, current, and depth respectively: 33 ppt, 30,9° C, 6,28 mg / l, 0,108 m / s, and 288,67 m. The results of the regression test showed that current was the significant variable with a value of p=0,02 (p <0,05) and r = 0.690 (indicating a strong correlation). The results showed that correlation pattern between water quality parameters, chlorophyll-a, and the catch of mackerels (Euthynnus sp.). Based on field data and MODIS image overlay, potential fishing areas in March - April 2012 include: Cimandiri, Tanjung Kembar, Gedogan, Ujung Karangbentang, Ujung Sodongprapat, and the Gulf Amuran.
PENGARUH PERBEDAAN LAMA PENGOPERASIAN DAN KEMIRINGAN DINDING BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI PERAIRAN ARGOPENI KABUPATEN KEBUMEN Khikmawati, Liya Tri; Boesono, Herry; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.027 KB)

Abstract

Lobster  merupakan komoditi ekspor perikanan laut. Kebumen merupakan daerah penghasil Lobster, selama tahun 2014 menghasilkan Lobster sebanyak 8.571 kg senilai Rp. 3.397.000.000,00. Nelayan Kebumen biasa menangkap Lobster dengan jaring insang dan jenis perangkap krendet. Di Negara maju penangkapan Lobster sudah menggunakan bubu karena konstruksinya dapat dimodifikasi sesuai tingkah laku ikan targetnya. Lobster cenderung merambat daripada berenang sehingga modifikasi dilakukan pada kemiringan dinding bubu yaitu kemiringan 45° dan 60°. Lobster lebih mudah mencapai mulut bubu, memungkinkan terjatuh dan terperangkap di dalam badan bubu. Lama perendaman dibedakan menjadi 12 jam mempertimbangkan efektifitas umpan dan 18 jam sesuai kebiasaan nelayan. Sehingga diketahui lama perendaman dan kemiringan dinding bubu yang baik untuk menangkap Lobster dan interaksi keduanya. Penelitian dilaksanakan bulan Januari 2015 di perairan Argopeni, Kebumen. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental fishing dan deskriptif studi kasus. Penentuan lokasi penelitian dengan metode simple random sampling. Penelitian diulang 12 kali. Analisis data menggunakan Ms. Excel dengan uji t-Test. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 12 jam, t hitung bubu dengan kemiringan dinding 45° adalah 5,06 sedangkan bubu dengan kemiringan dinding 60° adalah 4,59. Perlakuan 18 jam, t hitung bubu dengan kemiringan dinding 45° adalah 6 sedangkan bubu dengan kemiringan dinding 60° adalah 6,8. Simpulan yang dapat diambil, alat tangkap yang baik digunakan adalah bubu kerucut terpotong dengan kemiringan dinding 60°. Sedangkan lama waktu perendaman alat tangkap yang baik adalah 18 jam. Interaksi keduanya adalah bubu kemiringan dinding 45° sebaiknya direndam selama 12 jam sedangkan bubu kemiringan dinding 60° sebaiknya direndam selama 18 jam. Lobster is one of the fisheries export commodities. Kebumen was district which centra of Lobster, during 2014 producted as many 8.571 kg valuable Rp. 3.397.000.000,00. Fishermens in Kebumen caught Lobster by gill nets and krendet. In the develop countries the activity to catch Lobster had used bubu becaused the construction could be modified according to the behavior of fish target. Lobster prefer tend to creeping then swimming so the wall of bubu was modified to 45° and 60° slope. Lobster easier to touch the mouth of bubu and would be trapped on the body of bubu. The immersing of fishing gear divided into 12 hours (bait effectivity) and 18 hours (fishermens habit). The research had been done on January 2015 in Argopeni water, Kebumen. The method used was experimental fishing and descriptive case studies. The locations of research were taken by simple random sampling. Each experiment were repeated 12 times. Analysis of the data using Ms. Excel with t-Test. The results showed that the t value of bubu with 45° wall slope and immersing 12 hours is 5,07 however immersing 18 hours is 6,01. The t value of bubu with 60° wall slope and immersing 12 hours is 4,59 however immersing 18 hours is 6,8. The research conclude that the best gear used was truncated cone traps with 60° wall slope and 18-hour immersing. Interaction both are bubu with 45° wall slope should be immersing for 12 hours while bubu with 60° wall slope should be immersing for 18 hours.
PENGARUH PERBEDAAN WARNA JARING INSANG DASAR (BOTTOM SET GILL NET) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN JEPARA, JAWA TENGAH Zubaidi, Achmad; Boesono, Herry; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.859 KB)

Abstract

Jaring  insang  dasar (bottom set gillnet)  merupakan alat tangkap yang banyak digunakan nelayan di Kabupaten Jepara, khususnya nelayan di PPI Ujungbatu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dasar berfosfor dan tidak berfosfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara warna gill net dan lama perendaman terhadap hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus); menganalisis pengaruh perbedaan warna alat tangkap gill net yang digunakan terhadap jumlah hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) dan menganalisis pengaruh lama perendaman pada alat tangkap gill net terhadap jumlah hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus). Penelitian ini dilakukan pada 10 Oktober sampai dengan 25 Oktober 2014 di desa Ujungbatu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode experimental fishing. Analisis penelitian ini terdiri dari variabel homogenitas, normalitas dan one way ANOVA. Analisis data diolah dengan mengunakan SPSS 16. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan jaring insang dasar warna fosfor biru mendapatkan hasil yang lebih banyak dari jaring insang dasar berwarna putih transparan.Bottom set gillnet on of fishing gear that used widely on the Jepara Regency, in particular fishermen in PPI Ujungbatu. This research was done using posphored bottom set gill net and gill net without pohsphor. The purpose of this research is to know the interactions between the gill net colors and long soaking against a small crab attaching catches (Portunus pelagicus); analyze the influence of the difference of colored gill net used against a number of catches (Portunus pelagicus) small crab attaching and analyze the effect of long immersion in the gill net fishing gear against a number of catches (Portunus pelagicus) small crab attaching. This research was conducted on October 10 until October 25, 2014 in the village of Ujungbatu. The methods used in this research is a method of experimental fishing. The analysis of this research consists of variables of its homogeneity, normality and one way ANOVA. Analysis of the data was processed using SPSS 16. The results of this study showed that the use of the net basic color phosphor blue gills get results more from the net basic gills are white transparent.
ANALISIS PEMETAAN SUMBERDAYA RAJUNGAN (Portunus sp.) YANG TERTANGKAP PADA ALAT TANGKAP BUBU DI PERAIRAN KALIORI KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Primadjati, Anggarasatya; Boesono, Herry; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.768 KB)

Abstract

Perairan Kaliori merupakan perairan yang terletak  di Pantai Utara Jawa, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah, dengan sektor andalannya adalah perikanan. Potensi hasil laut Kabupaten Rembang antara lain adalah ikan Layang, Tambak, Kembung, Selar, Tongkol, Cumi-Cumi, Kurisi, Teri, Manyung, Layur, Kakap, dan Rajungan (Bappeda, Kabupaten Rembang, 2005). Kegiatan penangkapan Rajungan salah satunya dilakukan dengan jenis alat tangkap bubu (Traps). Bubu Rajungan atau sering disebut Wuwu di Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. ini bersifat pasif, dipasang diperairan pantai yang dioperasikan secara berangkai. Menyesuaikan perilaku Rajungan yang cenderung lebih aktif pada malam hari maka pengoprasian bubu Rajungan pun dilakukan pada malam/pagi hari (Yusuf, 2007). Selama ini, perairan Rembang memiliki aktivitas penangkapan yang tidak ter-record dengan baik, khususnya dalam sumberdaya Rajungan yang belum terdata dengan baik secara bulanan maupun tahunan, dengan adanya penelitian ini dapat memetakan lokasi potensial fishing ground sumberdaya rajungan sehingga hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui sebaran sumberdaya Rajungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat peta daerah penangkapan Rajungan yang ditangkap dengan alat tangkap bubu dan menganalisis pengaruh parameter oseanografi yaitu kedalaman dan salinitas terhadap hasil tangkapan rajungan di Perairan Kaliori Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2013 di perairan Kaliori Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif. Data primer yang digunakan yaitu fishing ground bubu, metode pengoprasian bubu, musim penangkapan rajungan menggunakan bubu; hasil tangkapan bubu, dan konstruksi bubu. Sedangkan data sekunder yang didapat yaitu jumlah dan jenis alat tangkap di Kabupaten Rembang dan produksi dan nilai produksi perikanan tangkap Kabupaten Rembang. data primer tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan software ArcGis 9.3 dan SPSS 16. Hasil dari penelitian ini adalah Terbentuknya peta sumberdaya rajungan berdasarkan variabel kedalaman, salinitas, koordinat dan hasil tangkapan. Berdasarkan uji SPSS parameter kedalaman berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan sementara parameter salinitas tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan. Kaliori’s waters located in north coast java, Rembang Regency. Rembang Regency Marine product potential specifically mackarel scad, mackerel, trevally, mackarel tuna, squid, threadfin bream, white bait, ribbon fish, snapper and crab (Bappeda Rembang, 2005). Crab caught by pot passively. The pot set up on coastal waters concatenated. adapt crab behavior active on the night, then placing the pot crab do on night (Yusuf, 2007). To date, rembang’s waters had no record well about fishing activity especially crab in monthly or year. By this research, mapping potentially fishing ground of crab to be knew crab resource distribution. The purposes of this research were mapping crab fishing ground caught by pot and oceanography parameter analysis specifically depth and salinity for crab caught in Kaliori water. This research conduct on November 2013 at Kaliori water Rembang Regency, Central Java. The research used explorative method. The premiere data were fishing ground, pot, pot fishing method, fishing crab season, pot haul and pot construction. The secunder data were amount and type of fishing gear at Rembang Regency and product and return of fishing gear. Then, the primary data analyzed by ArcGis 9.3 software and SPSS 16. The result of the research shown map of crab resource by depth, salinity, coordinate and haul variable. Based on SPSS check, the depth take effect of crab fishing trap meanwhile the salinity take no effect of crab fishing trap.
Co-Authors - Asriyanto - Ismail - Pramonowibowo - Sardiyatmo Abdul Kohar Mudzakir Abdul Kohar Muzakir Abdul Rosyid Abdul Rosyid Achmad Zubaidi, Achmad Adiyanto, Fajar Agung Prasetiyo Agus Hartoko Agus Suherman Akhmad Fadhlul Mubin Andini, Anisa ASti Anggarasatya Primadjati Angriani, Farah Diba Annisa Rizki Ramadhani, Annisa Rizki Aristi Dian Purnama Fitri Aristi Dian Purnamafitri Aristi Fitri Aryany Chandra Wahyu Wijayanti, Aryany Chandra Wahyu Asriyanto Asriyanto Azis Nur Bambang Aziz Nur Bambang Bagus Mukti Wibowo, Bagus Mukti Baihaqi, Fiqi Bambang Argo Wibowo Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bogi Budi Jayanto Bramasto Nugroho Candra Pradhika Mulya Kusuma dan Pramonowibowo dan Sardiyatmo Desca E Dewi Dian Ayunita NND Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Wijayanto Dr. Sardiyatmo Dwi Yoga Gautama Dyah Fatma Eka Rini Guritno Edhi Bachtiar Muslim, Edhi Bachtiar Ega Adhitya Eko Susanto Emylyani Nurdyana Ervan Bakhtiar Esalistya Nuring Kirana, Esalistya Nuring Faik Kurohman Faisal Kahfi Aliyubi, Faisal Kahfi Faishol Ubaidillah Ficka Pratama Galih Suryo Muktiono Gandung Kencono Wicaksono Godi Prakasa Hanefa Elola Iporenu Hapsari Larasati Haris Yudho Pratomo Hendrik Ari Kristiawan Herna Octivia Damayanti, Herna Octivia Hestyavida Nugraheni Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Ida Nur Aini, Ida Nur Indah Susilowati Indradi Setiyanto Izza Anshory Koerul Anwar Kukuh Eko Prihantoko Kukuh Eko Prihantoko Kusnadi, Danar Mahendra Kusuma Dewi Ratnasari, Intan Listyo Rahayu Liya Tri Khikmawati, Liya Tri Malinda, Delza Manalu, Intan Rosari Melina Antika Mentari Romadhani, Mentari Meygawati Nugraha Putri Mohammad Taubatullah Isyak Perdana, Mohammad Taubatullah Isyak Muhamad Farikin, Muhamad Muhammad Huda Muhammad Isa Ardhan, Muhammad Isa Mulyanti, Yuni Mumtazah, Lina Asna Nisa Maisyaroh Nur Fajriah, Tria Nisma Nusa Putra, Wisnu Galuh perangin angin, maria kinarta Permana, Arief Rivaldi Prihantoko, Kukuh Eko Pujianto S.Pi. Purna Fitri, Aristi Dian Raisyanfa Zasti Rasti Eka Putri Rifky Pramadya Risky Aditya Nusantara Rizkha Ayudya Yuliasari Rosalinda Nababan Sardiyatmo Sardiyatmo Sari, Velysiana Ayunda Puspita Savino Nisen Ardandi Sejati, Lucky Pratitis Septian Adi Kurniawan, Septian Adi Sinta Andriyani Sischa Silviana Febrianti Stefanus Bayu Aji, Stefanus Bayu Stella Anggityarini Subehi, Sutikno Suci Asrina Ikhsan Sutrisno Anggoro Timotius Tarigan Tri Wahyu Wibowo Trisnani Dwi Hapsari Trisnani Hapsari Utami, Farras Widiaputri Wahyu Rizki Wulandari Wijayaningrum, Rati Wulandari, Peni Yoel Suranta Bangun Yupi Aulia Harahap Zaki Mujib Zulyani Zulyani