Ritonga, Arya Widura
Department Of Agronomy And Horticulture, Faculty Of Agriculture, IPB University (Bogor Agriculture University), Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, INDONESIA

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Evaluasi keragaman genetic berbagai galur murni jagung manis utnuk penentuan tetua hibrida Arya Widura Ritonga; Dwiwanti Sulistyowati; Candra Budiman; Ahmad Zamzami; Okti Syah Isyani Permatasari
Jurnal AGRO Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/22932

Abstract

Sweet corn is one of the most popular crops in Southeast Asian countries, including Indonesia. Superior sweet corn varieties breeding is important to do in order to improve the quality and productivity of sweet corn in Indonesia. Plant breeding programs rely on genetic quality variability and heritability information. Therefore, this study aimed to evaluate the performance and genetic variablity of various sweet corn inbred lines to determine the best prospective parents for hybridization. The study was conducted at the Leuwikoppo experimental field of the Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, IPB, from January to March 2022. Twelve sweet corn inbred lines were planted in the field using a completely randomized block design with three replications. Analysis of variance, estimation of the genetic parameters, broad sense heritability, genetic and phenotypic coefficients variability and cluster analysis were carried out in this study. The results showed that there were differences in qualitative and quantitative characters between the tested sweet corn genotypes. Plant height, ear height, stem diameter, ear length, and ear weight had a high broad sense heritability and moderate to high of genetic coefficients of variability. SM12-2 and T10-3 lines become the prospective parents generating a high cob weight and seed sweetness.ABSTRAK Jagung manis merupakan salah satu tanaman yang sangat populer di negara-negara Asia tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini menjadikan perakitan varietas unggul jagung manis dengan produktivitas dan kualitas tinggi perlu dilakukan. Informasi keragaman genetik sangat penting dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan dan keragaman genetik berbagai galur jagung manis sehingga dapat diperoleh tetua potensial untuk pembentukan hibrida F1 jagung manis. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Leuwikoppo, Departmen Agronomi, Fakultas Pertanian, IPB, dari bulan Januari sampai Maret 2022. Sebanyak 12 galur murni jagung manis ditanam menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan. Data diolah dengan menggunakan analisis ragam, pendugaan parameter genetik komponen ragam, heritabilitas arti luas, koefisien keragaman genotipik dan fenotipik serta analisis kluster. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pada karakter kualitatif dan kuantitatif diantara galur jagung manis yang diuji. Selain itu, diperoleh informasi bahwa karakter tinggi tanaman, tinggi tongkol, diameter batang, panjang tongkol, dan bobot tongkol memiliki nilai heritabilitas yang tinggi serta nilai koefisien keragaman genetik kategori moderat sampai tinggi. Berdasarkan penelitian ini, galur jagung manis SM12-2 dan T10-3 merupakan tetua yang potensial menghasilkan bobot tongkol dan kemanisan biji yang tinggi.
Keragaman genetik stroberi (Fragaria x ananassa Duch) berdasarkan marka morfologi dan molekuler Arisanti, Tiffani Nindya; Sobir, Sobir; Ritonga, Arya Widura
Jurnal AGRO Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/34537

Abstract

The development of new superior varieties will be more efficient if it is based on accurate information about the genetic diversity and population structure of available breeding resources, so that the combination of the most potential parents in the breeding program that will be carried out can be identified. Indonesia still lacks information of strawberry diversity. The aim of this research is to study strawberry genetics based on morphological and molecular markers in order to develop strawberry varieties efficiently. Genetic relationship analysis was carried out on 20 genotypes of strawberries collected by Indonesian Instruments Standardization Testing Center for Citrus and Subtropical Fruits (BPSI Jestro), based on morphological characteristic and molecular Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Morphologycal markers analysis showed that there were two groups of strawberry genotypes using Gower dissimilarity coefficient value of 0.0936–0.5977. The result of molecular marker analysis was also separated into two groups by dissimilarity coefficient value of 0,1321-0,5566. Combination of morphologycal and molecular analysis was carried out and also showed two groups by disimilarity coefficient of 0,1657–0,5264. The information obtained on morphological characteristics and genetic distances can be used as a basic consideration in parental selection for strawberry breeding program. Pengembangan varietas unggul baru akan lebih efisien bila didasarkan pada informasi yang akurat tentang keragaman genetik dan struktur populasi sumber genetik yang tersedia, sehingga dapat diketahui kombinasi tetua yang paling potensial dalam program pemuliaan yang akan dilakukan. Namun, informasi tentang keragaman genotipe-genotipe stroberi di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keragaman genetik stroberi berdasarkan marka morfologi dan molekuler dalam rangka pengembangan varietas stoberi yang efisien. Analisis kekerabatan genetik dilakukan pada 20 genotipe stroberi koleksi Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BPSI Jestro), berdasarkan karakter morfologi dan molekuler dengan metode Random Amplified Polymorhpic DNA (RAPD). Pengamatan pada 41 karakter morfologi menunjukkan terdapat 34 karakter yang beragam dan 7 karakter yang seragam. Hasil analisis menggunakan marka morfologi menunjukkan bahwa 20 genotipe stroberi terbagi menjadi dua kelompok dengan nilai koefisien ketidakmiripan Gower 0,0936–0,5977. Hasil analisis menggunakan marka molekuler juga terbagi menjadi dua kelompok dengan nilai koefisien ketidakmiripan sebesar 0,1321-0,5566. Analisis gabungan morfologi dan molekuler yang dilakukan juga membagi ke 20 genotipe menjadi dua kelompok dengan koefisien ketidakmiripan 0,1657–0,5264. Informasi karakter morfologi dan jarak genetik yang diperoleh dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam pemilihan tetua pada kegiatan pemuliaan tanaman stroberi.
Perbandingan Kinerja Alat Pangkas Mesin dan Manual terhadap Pertumbuhan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Kebun Gambung, Bandung Rahayu, Mila; Hariyadi; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.51575

Abstract

Tanaman teh termasuk salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2022 di Kebun Gambung, Bandung. Penelitian bertujuan mengevaluasi alat pangkas mesin dan manual terhadap pertumbuhan tanaman teh. Pemangkasan manual menggunakan gaet dan mekanis menggunakan mesin Tasco CG 430 dan Tasto TK- 328G. Percobaan disusun menggunakan uji-t berpasangan dengan membandingkan alat pangkas manual dan mesin terhadap pertumbuhan tanaman teh. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa persentase pucuk burung di lapangan sebanyak >70% sehingga baik untuk dilakukan pemangkasan. Kerusakan cabang akibat pangkas mesin dan manual tidak berbeda nyata, namun kerusakan pada perlakuan mesin lebih tinggi 4.13% dibandingkan perlakuan manual. Rata-rata komposisi cabang <1 cm perlakuan mesin dan manual berbeda nyata, dengan perlakuan mesin sebesar 30.99 dan manual sebesar 27.83 sedangkan cabang >1 cm tidak berbeda nyata. Pertumbuhan tunas pada perlakuan mesin dan manual tidak berbeda nyata. Penggunaan pangkas mesin lebih efisien dibandingkan pangkas manual dilihat dari biaya dan kebutuhan tenaga kerja. Kata kunci: kadar pati, pemangkasan, pertumbuhan tunas, pucuk burung, produksi
Pertumbuhan dan Produksi 5 Galur Harapan Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Naungan Paranet Rachmat, Arief Budi Nur; M.A. Chozin; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.59298

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pertumbuhan dan produksi 5 galur harapan tomat dan varietas pembanding terhadap pengaruh naungan paranet. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Pasir Kuda Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, Ciomas, Bogor pada bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Mei 2018. Penelitian menggunakan rancangan petak tersarang, dua faktor dan empat ulangan. Petak utama terdiri atas 2 taraf, yaitu naungan paranet 50% (N1) dan tanpa naungan 0% (N0) dan anak petaknya adalah 5 galur harapan tomat (F4SSH34979-370-1, F4SSH34979-326-4, F4SSH34979-380-11, F4SSH34979-380-13, dan F4SSH34979-380-16) dan 5 varietas pembanding (Palupi, Karina, Tora, SSH3, dan 4979). Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan paranet 50% meningkatkan pertumbuhan seluruh tanaman tomat yang diuji dan produksi pada 5 galur harapan tomat. Penurunan produksi terjadi pada seluruh varietas pembanding, kecuali varietas SSH3. Kata kunci: galur harapan, pengaruh naungan, pertumbuhan, produksi
Manajemen Pengendalian Gulma Perkebunan Teh (Camellia Sinensis (L.) Kuntze) di Malang, Jawa Timur Rahayu, Christina Mey; zaman, sofyan; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.59306

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang kehadirannya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, sebab gulma dapat menurunkan hasil produksi tanaman. Pengendalian gulma perlu dilakukan agar kerugian yang diakibatkan oleh gulma bisa diatasi. Penelitian bertujuan memahami dan mempelajari pengelolaan gulma serta menganalisis aspek pengendalian gulma yang dilakukan di kebun. Pengamatan yang dilakukan yaitu analisis vegetasi gulma menggunakan metode kuadrat yang berbentuk bujur sangkar dengan panjang 0.5 m x 0.5 m. Analisis vegetasi dilakukan pada area tanaman dengan tahun pangkas (TP) yang berbeda yaitu TP 0, TP 1, TP 2, dan TP 3. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t-student pada taraf 5%. Hasil pengamatan menunjukkan pengendalian gulma di Afdeling Wonosari dilakukan secara manual dan kimiawi. Pengendalian gulma manual dilakukan untuk mengendalikan gulma diatas bidang petik, gulma yang tingginya >30 cm, serta gulma berkayu. Pengendalian kimiawi dilakukan dengan alat knapsack sprayer dan herbisida yang digunakan berupa herbisida sistemik dengan bahan aktif isopropilamina glyphosat. Pengendalian gulma secara kimiawi lebih efektif dan efisien dari sisi tenaga kerja, biaya, serta hasil luasan yang dikerjakan. Kalibrasi semprot dilakukan sebelum dilakukan penyemprotan untuk mengetahui volume semprot yang diperlukan agar penyemprotan dapat dilakukan secara efektif. Keefektifan penyemprotan herbisida dipengaruhi oleh waktu pengaplikasian, waktu turunnya hujan, serta kemampuan penyemprot. Kata kunci: bidang petik, dominasi gulma, herbisida, koefisien komunitas
Performa Komponen Hasil dan Karakter Agronomi berbagai Genotipe Galur Cabai Rawit Winda Saskia Sijabat; Muhamad Syukur; Arya Widura Ritonga; Muhammad Ridha Alfarabi Istiqlal; Abdul Hakim; Arya Yuda Pangestu; Okti Syah Isyani Permatasari; Siti Marwiyah; Sulassih Sulassih; Zulfikar Damaralam Sahid
Agrotechnology Research Journal Vol 7, No 2 (2023): Agrotechnology Research Jurnal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrotechresj.v7i2.79804

Abstract

Cayenne pepper is one of the important horticultural commodities and has high economic value for Indonesian people. The demand for cayenne pepper in Indonesia was relatively high, especially for household consumption. Therefore, superior varieties were needed to meet the needs of cayenne pepper in Indonesia. One way to guarantee the superiority of varieties and the validity of variety descriptions was to conduct yield testing. Our research aims to evaluate the performance and yield of seven genotypes of cayenne pepper. This research was carried out from March 2023 to September 2023 at Leuwikopo Experimental Garden, IPB University. It consisted of one factor: ten genotypes (seven genotypes and three control varieties). Experimental design in our research using randomized complete block design with three replications. The results showed that there were differences in performance and yield between cayenne pepper genotypes. The flowering ages of all genotypes ranged from 41.33 - 45.67 DAP with the harvest ages ranging from 83.33 - 92.67 DAP. The percentage of plants observed at the end of harvest ranged from 37.50 - 70.83% with the Rawita F1 variety showing the lowest percentage (37.50%). F1.372340 genotype was the highest productivity genotype, reaching 4.80 t.ha-1. The productivity of F1.372340 was higher than control varieties, which ranged from 1.48 to 2.72 t.ha-1. Line’s genotype had a shelf life ranging from 9.30 - 15.00 DAH which was the same or better than the control varieties which ranged from 9.67-12.33 DAH.
Diversity of Sweet Corn Canopy Architecture for Intercropping Pattern Suitability with Cayenne Pepper Patandean, Brayen; Chozin, Muhamad Achmad; Ritonga, Arya Widura
Journal of Tropical Crop Science Vol. 12 No. 02 (2025): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.12.02.314-326

Abstract

The intercropping system has become increasingly important due to the limited availability of agricultural land and the growing population. Sweet corn is one of the potential crops for intercropping; however, its compatibility with companion plants varies among genotypes. This study analyzed the canopy diversity of 10 sweet corn genotypes and their impact on temperature, humidity, and light intensity. The research was conducted at the Pasir Kuda Experimental Station, Bogor Agricultural University, from June to August 2024, using ten hybrid sweet corn genotypes in a randomized complete block design with three replications. Each genotype was planted in plots measuring 3.75 m², with a 25 cm × 75 cm spacing, resulting in 30 plants per bed. Principal Component Analysis (PCA) and hierarchical analysis identified three clusters of genotypes based on ten morphological traits. The first cluster included “Verona”, “Talenta”, “Paragon”, SM12 x SB13, “Exotic”, and “Secada”. The second cluster consisted of “Arinta”, SB8 x SM6, and SM12 x SM1, while the third cluster included SM1 x SM9. Temperature and humidity measurements revealed significant differences among clusters, influencing photosynthetic efficiency and yield potential. Denser canopies exhibited lower temperatures, higher humidity, and reduced light intensity, whereas more open canopies displayed higher temperatures, lower humidity, and increased light intensity. The study also analyzed cob weight, length, and diameter, as well as critical factors for yield potential and photosynthetic efficiency. Based on the results, genotypes with denser canopies from Cluster One (“Verona”, “Talenta”, “Paragon”, SM12 x SB13, “Exotic”, and “Secada”) are recommended for intercropping with cayenne peppers due to their favourable microclimate compatibility.
Evaluasi Keragaan dan Daya Hasil Pada 11 Genotipe Jagung Manis Hibrida (Zea mays saccharata. Sturt) Milik IPB University Sendana, Preda Cakra; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.61621

Abstract

Informasi keragaan dan daya hasil jagung manis diperlukan dalam menciptakan sebuah kultivar baru. Penelitian bertujuan mengevaluasi dan daya hasil jagung manis hibrida harapan IPB. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai Februari 2023 di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Penelitian terdiri dari satu faktor yaitu genotipe sebanyak 13 genotipe jagung manis hibrida. Penanaman dilakukan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan sehingga terdapat 39 satuan percobaan. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan keragaan dan daya hasil antar jagung manis hibrida IPB dan varietas jagung manis pembanding. Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap semua karakter yang diamati Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap semua karakter yang diamati, kecuali diameter batang dan ASI/Anthesis silking interval. Pengamatan kualitatif terdiri dari warna batang, warna kelobot, warna biji, warna daun, bentuk susunan baris biji jagung, dan bentuk bulir jagung. Perbedaan genotipe juga ditemukan pada karakter kualitatif diantaranya warna biji, susunan baris biji, dan bentuk biji. Genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 memiliki beberapa keunggulan pada karakter seperti produktivitas, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan ASI yang setara atau lebih baik dari varietas pembanding. Genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 memiliki produktivitas berkisar 19.04-20.42 ton. Bobot tongkol tanpa kelobot genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 berkisar 257.33–261.85 gram dengan panjang tongkol berkisar 19.28-20.07 cm. Kata kunci: evaluasi tanaman, karakter morfologi, performa genetik, seleksi jagung
Growth Diversity, Total Phenol, and Flavonoid of Various Cayenne Pepper (Capsicum frutescens) Genotypes Under Shading Stress Darmawansyah, Darmawansyah; Chozin, Muhamad Achmad; Santosa, Edi; Ritonga, Arya Widura
Journal of Tropical Crop Science Vol. 12 No. 03 (2025): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jtcs.12.03.536-547

Abstract

The study of adaptation mechanisms in cayenne pepper under shade stress is crucial for further exploration. Cayenne pepper is one of the primary commodities that play an essential role in the agricultural industry. This research focuses on the adaptation of morphological, physiological, and secondary metabolite characteristics of cayenne pepper under shading treatments, while also examining the role of microclimate on these characteristics. The study was conducted from August 2023 to February 2024 at the Leuwikopo experimental field of Bogor Agricultural University, using five genotypes of cayenne pepper cultivated under two shading treatments: 0% and 50% shading, achieved using shade netting. The results showed that among the five genotypes tested, shade-loving genotypes, such as “Bonita,” and shade-tolerant genotypes, like “Ori 212,” displayed a greater morphological response in terms of plant height and canopy width under 50% shade compared to the other genotypes. In terms of yield traits, shade-tolerant genotypes, such as “Ori 212”, exhibited the highest fruit weight per plant under a 50% shading treatment compared to the other genotypes. Regarding physiological responses, specifically pigment content, no significant effect of shading treatment was observed. However, in terms of secondary metabolite content, all genotypes responded by increasing total phenol and flavonoid levels when grown in unshaded conditions or under full light intensity. This study provides insights into the adaptive responses of various cayenne pepper genotypes to microclimatic conditions in their growing environment.
Uji Adaptasi Cabai Super Pedas di Toraja Ramma, Trivela; Limbongan, Yusuf L.; Galla, Ernytha A.; Tandirerung, Willy Y; Panggoa, Hizkia; Syukur, Muhammad; Ritonga, Arya Widura; Pangestu, Arya Yuda; Istiqlal, Muhammad Ridha Alfarabi; Hatta, Andi Nadi Nurul Lathifa; Sahid, Zulfikar Damaralam
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31448

Abstract

Projek penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi beberapa genotipe cabai super pedas (super hot chili) yang berbeda terhadap perumbuhan dan produksi secara kuantitatif dan kualitatif super hot chili di Kabupaten Toraja Utara, . Penelitian dilaksanakan mulai bulan Desember 2024 sampai Juni 2025. Penanaman ini bertempat di Tallunglipu, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok teracak (RKLT) satu faktor yaitu 7 genotip cabai super pedas. Percobaan menggunakan 3 ulangan sehingga terdapat 21 satuan percobaan. Adapun taraf perlakuan genotip yang dicobakan yaitu : G1 = F1.383388, G2 = F1.382383 G3 = F1.383385, G4 = F5.382383-5-12-3, G5 = F6.382384-4-1-8-1, G6 = Katokkon G7 = Mhanu. Adapun variabel yang diamati dalam penelitian ini yakni variabel kualitatif dan variabel kuantitif. Setiap satuan percobaan terdiri atas 20 tanaman dengan 12 tanaman sebagai tanaman contoh sehingga terdapat 420 tanaman. Hasil penelitian memperlihatkan perlakuan genotipe cabai super pedas pedas (super hot chili) yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi. Cabai super pedas (super hot chili) genotipe F1.383388 dan F1.382383 memperlihatkan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik.