Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH DENGAN KLORHEKSIDIN TERHADAP Candida albicans PADA PLAT AKRILIK Hafiz Rakhmatullah; Debby Saputera; Lia Yulia Budiarti
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT            Background: Denture stomatitis is inflammation disease the denture wearer characterized by erythema and edema under the denture. Buildup of food residue on denture acrylic-based resins are not cleaned can cause halitosis, bad for health of oral tissues and can increase number of microorganisms in oral cavity such as the fungus Candida albicans and can be treated with the use of mouthwash chlorhexidine gluconate 0.2%. Leaves starfruit (Avverhoa blimbi L.) has tannin, flavonoids and saponins which have antifungal effect against Candida albicans. Purpose: To determine the inhibitory activity of the methanol extract of leaves of starfruit with chlorhexidine against Candida albicans in heat cure acrylic plate. Methods: This experimental research using post test only control group design with 6 treatment groups, namely methanol extract of leaves of starfruit 20%, 40%, 60%, 80%, 100% and 0.2% chlorhexidine gluconate and carried out 5 times repetition. Testing antifungal effect diffusion method. Data analysis using Kruskal-Wallis and Mann Whitney test at 95% confidence level. Results: In this study showed that methanol extract of leaves starfruit 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, and 0.2% chlorhexidine gluconate has an average of radical zone sequentially by 10.48 mm, 13 31 mm, 15.27 mm, 17.29 mm, 20.26 mm, 22.22 mm. Conclusion:Based on the results of this study concluded that the methanol extract of leaves of starfruit concentration of 100% have a zone of inhibition greater than the concentration underneath but did not exceed the effects of chlorhexidine against Candida albicans in heat cure acrylic plateABSTRAK            Latar Belakang: Denture stomatitis adalah keradangan yang terjadi pada pemakai gigi tiruan ditandai dengan adanya eritema dan edema di bawah gigi tiruan. Penumpukan sisa makanan pada gigi tiruan berbasis resin akrilik yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan halitosis, berdampak buruk bagi kesehatan jaringan rongga mulut dan dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme dalam rongga mulut seperti jamur Candida albicans dapat diobati dengan penggunaan obat kumur chlorhexidine gluconate 0,2%. Daun belimbing wuluh (Avverhoa blimbi L.) memiliki senyawa tanin, flavonoid, dan saponin yang memiliki efek antijamur terhadap Candida albicans. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak metanol  daun belimbing wuluh dengan chlorhexidine terhadap Candida albicans pada plat akrilik heat cure. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post test only with control group design dengan 6 kelompok perlakuan, yaitu ekstrak metanol daun belimbing wuluh 20%, 40%, 60%, 80%, 100% dan chlorhexidine gluconate 0,2% dan dilakukan 5 kali pengulangan. Pengujian efek antijamur menggunakan metode difusi. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann Whitney pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun belimbing wuluh 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, dan chlorhexidine gluconate 0,2%  memiliki rata-rata zona radikal secara berurutan sebesar 10,48 mm, 13,31 mm, 15,27 mm, 17,29 mm, 20,26 mm, 22,22 mm. Kesimpulan: Bahwa ekstrak metanol daun belimbing wuluh konsentrasi 100% memiliki zona hambat yang lebih besar dibandingkan dengan konsentrasi di bawahnya, tetapi tidak melebihi efek dari chlorhexidine terhadap Candida albicans pada plat akrilik heat cure
EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK TERSTANDARISASI FENOL TERHADAP PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis Dini Permata Sari; Muhammad Yanuar Ichrom Nahzi; Lia Yulia Budiarti
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Background: Bawang dayak bulb (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) is one of medicine plants from South Borneo has an antibacterial effect. Bawang dayak bulb contains of phenol can inhibit bacterial growth, one of gram-positive bacteria such as Enterococcus faecalis. Purpose: The purpose of this research is to analyzing the differences in antibacterial effectiveness of bawang dayak bulb extract with concentration 40%, 50%, 60%, 70%, 80% total phenol standarized and 2% Chlorhexidine gluconate to Enterococcus faecalis grownth as alternative material for root canal irrigation. Methods: This study was using true experimental laboratory, post test only with control group design with 6 group. Bawang dayak bulb extract with concentration 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 2% Chlorhexidine gluconate, each group was repeated 6 times. The antibacterial effect tested with diffusion method. Kruskal-Wallis and Mann Whitney tests were used for data analysis with 95% level of trust. Result: The result of total phenol shows that every 1mg or 1mg/ml extract contains 66,67µg. The radical zone of bawang dayak bulb extract with concentration 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 2% Chlorhexidine gluconate to Enterococcus faecalis are 14,08mm, 16,35mm, 18,26mm, 19,30mm, 21,28mm, 25,24mm. Conclusion: The conclusion this research is differences antibacterial effectiveness between bawang dayak bulb extract with concentration 40%, 50%, 60%, 70%, 80% and 2% Chlorhexidine gluconate. Bawang dayak bulb extract with concentration of 80% has greater antibacterial effectiveness than the concentration to Enterococcus faecalis.  Keywords: Bawang dayak bulb, Enterococcus faecalis, Chlorhexidine gluconate 2%  ABSTRAK  Latar belakang: Umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) adalah salah satu jenis tanaman obat di Kalimantan Selatan yang memiliki efek antibakteri. Umbi bawang dayak mengandung senyawa fenol yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, salah satunya bakteri gram positif seperti Enterococcus faecalis. Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan efektivitas daya hambat ekstrak umbi bawang dayak 40%, 50%, 60%, 70%, 80% yang terstandarisasi fenol dan Chlorhexidine gluconate 2% terhadap Enterococcus faecalis sebagai alternatif bahan irigasi saluran akar. Metode: penelitian ini menggunakan true experimental dengan rancangan penelitian post test only with control group design dengan 6 perlakuan, yaitu ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan Chlorhexidine gluconate 2% dan dilakukan 6 kali pengulangan. Pengujian efek antibakteri menggunakan metode difusi. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann Whitney pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa setiap 1mg atau 1mg/ml ekstrak terkandung 66,67µg kadar total fenol. Zona radikal ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, dan Chlorhexidin gluconate 2% terhadap Enterococcus faecalis secara berurutan sebesar 14,08mm, 16,35mm, 18,26mm, 19,30mm, 21,28mm, 25,24mm. Kesimpulan: penelitian ini terdapat perbedaan efektivitas daya hambat ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 40%, 50%, 60%, 70%, 80% dan Chlorhexidin gluconate 2% terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis. Ekstrak umbi bawang dayak konsentrasi 80% memiliki efektivitas daya hambat yang lebih besar terhadap Enterococcus faecalis.  Kata-kata Kunci: Umbi bawang dayak, Enterococcus faecalis, Chlorhexidine gluconate 2%
EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN DIBANDINGKAN KLORHEKSIDIN GLUKONAT 0,2% TERHADAP Staphylococcus aureus (Penelitian In Vitro pada Plat Resin Akrilik Tipe Heat Cured) Moehammad Rezaldi Panesa; Debby Saputera; Lia Yulia Budiarti
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACK                Bakcground: Cherry leaf (Muntingia calabura linn) has an active substance that can inhibit Staphylococcus aureus growth and can use alternative to denture cleanser on a plate heat cured type of acrylic resine. 0,2%  chlorhexidine gluconate is often used for denture cleanser but causes tooth discolorition. Purpose: This  research is to analyze inhibition effectivity of cherry leaf extract with concentration 5%, 7,5% and  0,2% chlorhexidine gluconate to Staphylococcus aureus growth on acrylic resine plate type of  heat cured. Methods: Experimental research use post-test only with control group design. 27 acrylic resine plate type of heat cured samples were divided into 3 groups (cherry leaf extract 5%, 7,5% and 0,2% chlorhexidine gluconate). Data analyse use One Way ANOVA test and continued with Post Hoc Benferroni test in confidence level of 95% (P<0,05).  Result: This result showed inhibition zone of cherry leaf extract 5%, 7,5% and 0,2% chlorhexidine gluconate are 13,34 mm, 16,35 mm and 27,32 mm. One Way ANOVA test showed that there are significant differences between the effectivity of the inhibition zona of cherry leaf extract with concentration 5%, 7,5% and 0,2% chlorhexidine gluconate. Conclusion: There are differences in the effectivity of cherry leaf compared with 0,2% chlorhexidine gluconate to Staphylococcus aureus on resine acrylic type of heat cured. Inhibition effectivity of cherry leaf extract with concentration  7,5% greater than 5%, but ts still smaller than 0,2% chlorhexidine gluconate. ABSTRACK                        Latar Belakang: Daun kersen (Muntingia Calabura linn) memiliki zat aktif yang mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan dapat digunakan sebagai alternatif pembersih gigi tiruan. Klorheksidin glukonat 0,2% sering digunakan untuk pembersihan gigi tiruan dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi asli maupun buatan. Tujuan: penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas daya hambat ekstrak daun kersen konsentrasi 5%, 7,5%, dengan klorheksidin glukonat 0,2% terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dalam perendaman plat resin akrilik tipe heat cured. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan rancangan post-test only with control group design. Sampel berjumlah 27 plat akrilik heat cured dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan (ekstrak daun kersen 5%, ekstrak daun kersen 7,5%, dan klorheksidin glukonat 0,2%). Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan uji Post Hoc Benferroni dengan tingkat kepercayaan 95% (P<0,05). Hasil: perlakuan ekstrak daun kersen konsentrasi 5% dan 7,5% ini menunjukkan zona hambat secara berurutan 13,34mm dan 16,35mm dan zona hambat klorheksidin glukonat 0,2% sebesar 27,32mm. Uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara efektivitas daya hambat ekstrak daun kersen konsentrasi 5%, 7,5%, dan klorheksidin glukonat 0,2%. Kesimpulan: terdapat perbedaan efektivitas daun kersen dibandingkan klorheksidin glukonat 0,2% terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dalam perendaman plat resin akrilik tipe heat cured. Efektivitas daya hambat ekstrak daun kersen 7,5% lebih besar dibandingkan 5% tetapi masih lebih kecil dibandingkan klorheksidin glukonat 0,2%.
EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN KERSEN DIBANDINGKAN KLORHEKSIDIN GLUKONAT TERHADAP CANDIDA ALBICANS PADA HEAT CURED AKRILIK Novita Pratiwi; Debby Saputera; Lia Yulia Budiarti
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground:Denture stomatitis is inflammation to mucosa of the mouth that direct contact with denture. Predispotition denture stomatitis factors is accumulation of Candida albicans. Denture cleanser are chemical and natural materials.One of the chemicals is chlorhexidine glukonat 0,2% as a large spectrum antimicroba agent, fungicidal effect, effect of tooth discoloration and also relative expensive. A natural materialis leaf of cherry (Muntingia calabura linn) containsof bioactive contain of flavonoids, tannins and saponins have a fungicidal effect to Candida albicans.Purpose: To analyzethe effectivity of methanol extract leaf of cherry with concentration 15%, 30%, 45%, 60%, 75% comparison chlorhexidine gluconate 0,2% to Candida albicans in acrlic resineheat curedtype. Method: This research is trueexperimental, post test with only control group design with leaf of cherry extract with concentration 15%, 30%, 45%, 60%, 75% and chlorhexidine gluconate 0,2% as positive control.Result: Inhibition zone test show that methanol extract ofcherry leaf with concentration 15%, 30%, 45%, 60%, 75% and chlorhexidine gluconate 0,2% are 12,40mm, 15,34mm, 17,38mm, 18,14mm, 20,17mm and 23,28mm. The analyse data use One Way ANOVA with 95% level of trust show that p=0,000 (<0,05) which mean there area significant differences between the group.Conclusion: The result of this research is a significant differences of inhibition effectivity of methanol of cherry leafwith concentration 15%, 30%, 45%, 60%, 75% compared with chlorhexidine gluconate 0,2% to Candidaalbicans in resine acrylic heat cured type. Chlorhexidine gluconate 0,2% has highest inhibition to Candida albicans.  Keywords: Cherry leaf (Muntingia calabura linn), Chlorhexidine gluconate 0,2%, Candida albicans, denture stomatitis, acrylic resine heat cured type  ABSTRAKLatar Belakang:Denture stomatitis merupakan peradangan pada mukosa mulut yang bersentuhan langsung dengan gigi tiruan.Faktor predisposisi denture stomatitis adalah akumulasi Candida albicans yang berlebih.Bahan pembersih gigi tiruan adalah kimia dan alami. Salah satu bahan kimia yaitu klorheksidin glukonat 0,2% sebagai antimikroba spektrum luas yang memiliki efek fungisidal sekaligus memiliki efek diskolorisasi gigi dan harganya relatif mahal. Bahan alamiyaitu daun kersen (Muntingia calabura linn) mengandung senyawa bioaktif flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki efek fungisidal terhadap Candida albicans.Tujuan:Untuk menganalisis efektivitas daya hambat ekstrak metanol daun kersen konsentrasi15%, 30%, 45%, 60%, 75% dibandingkan dengan klorheksidin glukonat 0,2% terhadap Candida albicans pada resin akrilik tipe heat cured.Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan post test only with control group design dengan perlakuan yaitu ekstrak daun kersen konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, 75% dan klorheksidin glukonat 0,2% sebagai kontrol positif.Hasil: Pada pengukuran zona hambat didapatkan hasil ekstrak metanol daun kersen konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, 75% dan klorheksidin glukonat 0,2%  adalah 12,40mm, 15,34mm, 17,38mm, 18,14mm, 20,17mm dan 23,28mm. Analisis data menggunakan One Way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antar kelompok.Kesimpulan:Hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas daya hambat ekstrak metanol daun kersen konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, 75% dibandingkan dengan klorheksidin glukonat 0,2% terhadap Candida albicans pada resin akrilik tipe heat cured.Klorheksidin glukonat 0,2% memiliki daya hambat yang paling tinggi terhadap Candida albicans.  Kata-kata kunci: Daun kersen (Muntingia calabura linn), klorheksidin glukonat 0,2%, Candida albicans,denture stomatitis, resin akrilik tipeheat cured
PERBANDINGAN DAYA HAMBAT EKSTRAK BAWANG PUTIH DENGAN SODIUM HIPOKLORIT TERHADAP Streptococcus mutans PADA PLAT AKRILIK Davi’ Qowiyul Ali; Debby Saputera; Lia Yulia Budiarti
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Background: Garlic (Allium sativum) is one of  medical plants has antibacterial activity by allicin, so garlic can be used as an alternative material for denture cleanser. Purpose This research to analyze the comparation inhibition of garlic extract and sodium hypochlorite to  Streptococcus mutans growth on heat cured acrylic plate. Methods: This research is true  experimental design with post-test only with control group design. Eight acrylic plate is size 10mm x 10mm x 2mm were divided into eight groups consist of six groups of garlic extract (3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8%) and two control groups (sodium hypochlorite 0.5%, aquadest). The total of repetitions of each group was 5 repetitions. Inhibition testing use the diffusion method. Results: The results showed that garlic extract with the highest inhibition of diameter zone is the 8% concentration (16.47mm) and the lowest inhibition of diameter zone is the 5% concentration (12.24mm). Sodium hypochlorite as a positive control has inhibition  of diameter zone is 10.48mm. the analyze data  is  One Way ANOVA statistical test with a confidence level of 95% shows that the value of P=0.000 (p<0.05) there are significantly different inhibition activity of garlic extract with sodium hypochlorite 0.5% to Streptococcus mutans growth. Conclusion: The conclusion of this research is a comparison of the inhibition activity of garlic with sodium hypochlorite 0.5% to Streptococcus mutans growth on acrylic plate. Extracts of garlic have higher inhibition effect than the sodium hypochlorite to Streptococcus mutans bacteria in heat cured acrylic plate.  Keywords: garlic extract, Streptococccus mutans, acrylic plate, diffusion method   ABSTRAK  Latar Belakang: Bawang putih (Allium sativum) adalah salah satu tanaman obat yang memiliki aktivitas antibakteri oleh allicin, sehingga bawang putih digunakan sebagai bahan alternatif denture cleanser. Tujuan: Penelitian ini menganalisis perbandingan daya hambat ekstrak bawang putih konsentrasi 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8% dengan sodium hipoklorit 0,5% terhadap pertumbuhan  Streptococcus mutans pada plat akrilik heat cured. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental labolatoris murni dengan post test only with control group design. Delapan plat akrilik ukuran 10mm x 10mm x 2mm dibagi delapan  kelompok perlakuan yang terdiri dari 6 kelompok ekstrak bawang putih konsentrasi 3%, 4%, 5%, 6%, 7%, 8% dan 2 kelompok kontrol (Sodium hipoklorit 0,5% dan aquadest). Jumlah pengulangan setiap perlakuan adalah 5 kali pengulangan. Pengujian zona hambat mengunakan metode difusi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih dengan diameter zona hambat tertinggi adalah konsentrasi 8% (16.47mm) dan diameter zona hambat terendah adalah konsentrasi 5% (12.24mm). Sodium hipoklorit sebagai kontrol positif memiliki zona hambat 10.48mm. Analisis data dengan uji statistik One Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukan nilai P=0,000 (P< 0,05) terdapat perbedaan bermakna daya hambat ekstrak bawang putih dengan sodium hipoklorit 0,5% terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Kesimpulan: Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan daya hambat ekstrak bawang putih dengan sodium hipoklorit 0,5% terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans pada plat akrilik. Ekstrak bawang putih konsentrasi 3%, 4%, 5%, 6%, 7% dan 8% memiliki daya hambat yang lebih tinggi dibandingkan dengan sodium hipoklorit 0.5% terhadap bakteri Streptococcus mutans pada plat akrilik heat cured.   Kata-kata kunci: ekstrak bawang putih (allium sativum), Streptococcus mutans, plat akrilik, metode difusi
EDUKASI PEMBUATAN SEDIAAN ANTISEPTIK TANAMAN HERBAL DI KELURAHAN PEMURUS BARU BANJARMASIN [EDUCATION ON MAKING ANTISEPTIC PREPARATIONS FOR HERBAL PLANTS IN BANJARMASIN KELURAHAN PEMURUS BARU] Lia Yulia Budiarti; Siti Kaidah; Alfi Yasmina
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 5, No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i1.3436

Abstract

South Kalimantan is ranked sixth as the province with the highest percentage of Covid-19 positive cases in Indonesia. As of July 24, 2020, there were 4,990 (5.7%) confirmed positive cases of Covid-19 in South Kalimantan which is the highest cases occurred in Banjarmasin Regency. Pemurus Baru, an urban village of Banjarmasin Regency is one of the red zone area of Covid-19 positive cases.  One of the health protocols to prevent covid-19 exposure is washing hands frequently with antiseptic. Antiseptic liquid can be made from herbal plant ingredients that have antimicrobial efficacy.  The development of online technology can be a tool of education and delivery of information that benefits the community. The purpose of this program is to support the Covid-19 prevention efforts through the useful of herbal plants into antiseptic liquid, in order to avoid Covid-19 exposure. The targets of this program are the mothers of health cadres in the working area of Pemurus Baru Community Health Center of Banjarmasin Regency. Education method in this program is counseling on the manufacture of antiseptics from the herbal plant. Education and evaluation of the program are carried out online. The results of this program have a positive impact, the targets of program understand and are able to make antiseptic liquid based on herbs, and motivated to inform to others or communities. BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Kalimantan Selatan berada diurutan ke-enam sebagai provinsi dengan persentase tertinggi kasus positif Covid-19 di Indonesia. Pada 24 Juli 2020 didapatkan sebanyak 4.990 (5,7%) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Selatan dan   kasus teringgi terjadi di Kota Banjarmasin. Kelurahan Pemurus Baru Kota Banjarmasin termasuk salah satu kelurahan yang termasuk wilayah zona merah kasus positif Covid-19.  Salah satu protokol kesehatan untuk memcegah paparan covid-19 adalah mencuci tangan dengan antiseptik. Sediaan antiseptik tangan dapat dibuat dari bahan tanaman herbal yang berkhasiat antimikroba.  Berkembangnya teknologi online dapat menjadi suatu sarana edukasi dan penyampaian informasi yang bermafaat bagi masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendukung upaya pencegahan COVID-19 melalui pemanfaatan tanaman herbal menjadi sediaan antiseptik, guna terhindar dari paparan Covid-19. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Pemurus Baru Banjarmasin. Metode pelaksanaan edukasi berupa penyuluhan tentang pembuatan antiseptik dari sediaan tanaman herbal. Edukasi dan evaluasi kegiatan dilakukan secara online. Hasil dari kegiatan ini dapat berdampak positif, sasaran kegiatan memahami  dan mampu membuat sediaan antiseptik berbahan dasar  tanaman herbal,  serta termotivasi untuk menginformasikannya pada orang lain/masyarakat lainnya.
Peningkatan Pengetahuan Guru Dan Siswa Sekolah Dasar Di Sungai Kuin Selatan Banjarmasin Tentang Sediaan Tanaman Obat Untuk Mencegah Penyakit Yang Ditularkan Lewat Tangan Dan Air Sungai Isnaini Isnaini; Lia Yulia Budiarti; Lena Rosida
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.642 KB)

Abstract

Kebiasaan masyarakat menggunakan air sungai untuk mandi dan aktivitas rutin dalam tumah tangga, secara tidak langsung dapat menimbulkan penyakit infeksi pada saluran pencernaan yang ditularkan melalui air sungai dan tangan. Risiko penyakit infeksi yang ditularkan dari tangan dan air lebih banyak dialami anak-anak usia sekolah dasar. Ada beberapa cara sediaan tanaman obat yang dapat dibuat secara sederhana oleh masyarakat mencegah dan mengatasi suatu infeksi. Penerapan pengetahuan pada usia sekolah dasar yang merupakan masa pembentukan karakter dapat memberikan pemahaman yang lebih baik. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan terbentuknya perilaku mitra/sasaran tuntuk memahami cara pembuatan dan penyediaan sediaan obat pencegah infeksi dan sediaan antiseptik tangan secara sederhana dengan menggunakan perlatan sederhana. Mitra sasaran pada kegiatan ini adalah para guru dan siswa-siswa sekolah dasar Kuin Selatan 5 dan 6 yang mayoritas bertempat tinggal di sekitar bantaran sungai Kuin Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang penyakit infeksi yang ditularkan lewat tangan dan air sungai serta penyuluhan dan demonstrasi tentang cara membuat sediaan tanaman obat dan antiseptik tangan secara sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2018. Evaluasi kegiatan didapat dari hasil pre dan post tes kuisioner. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adanya peningkatan pengetahuan dan perilaku mitra/ sasaran lebih dari target pencapai 75% yaitu: mengenal jenis infeksi yang ditularkan lewat tangan dan air sungai, mengenal jenis tanaman obat dilingkungan, mengenal jenis sediaan tanaman obat pencegah infeksi dan antiseptik tangan, memahami cara pembuatan sediaan tanaman secara sederhana.
Pembentukan Kader Cilik PHBS Di Wilayah Bantaran Sungai Lulut Banjarmasin Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.791 KB)

Abstract

Angka kejadian diare masih tinggi dan merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Salah satu faktor risiko terjadinya diare adalah perilaku yang tidak benar seperti penggunaan air sungai yang telah tercemar untuk keperluan sehari-hari, bermain/berenang di air sungai, tidak terbiasa mencuci tangan, dan membuang sampah tidak pada tempatnya. Berdasarkan laporan BLH Kota Banjarmasin, sungai di Banjarmasin termasuk Sungai Lulut telah tercemar tetapi masih banyak masyarakat termasuk anak-anak di bantarannya yang menggunakannya. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader cilik yang diambil dari anak SD di wilayah bantaran Sungai Lulut untuk diberi pengetahuan dan keterampilan tentang PHBS dan motivasi agar dapat menjadi contoh dan mengajak anak-anak lainnya dalam menerapkan perilaku PHSB agar dapat mencegah terjadinya diare pada anak-anak di wilayah tersebut dan juga masyarakat sekitarnya. Metode kegiatan pengabdian berupa seleksi dan pembentukan kader cilik PHBS, pemberian pengetahuan dengan metode ceramah dan diskusi serta praktek langsung cara mencuci tangan yang benar. Evaluasi kegiatan berupa pretest dan posttest pengetahuan dan keterampilan mencuci tangan sebagai indikator keberhasilan kegiatan. Hasil kegiatan telah terbentuk 60 orang kader cilik PHBS. Hasil pretest didapatkan hanya 3 orang (5%) mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik, 10 orang (16,67%) cukup, sedangkan sebanyak 47 orang (78,34%) tergolong kurang. Setelah kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa, yaitu sebanyak 53 orang (88,33%) telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik, 6 orang (10%) tergolong cukup, dan hanya 1 orang (1,67%) yang masih kurang. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa setelah kegiatan dan semuanya bersedia serta termotivasi untuk menjadi kader PHBS.
Pengelolaan Sampah Dan PHBS Di Rumah Tangga Sekitar Tps Kelurahan Gadang Banjarmasin Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.206 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.553

Abstract

Kelurahan Gadang Kota Banjarmasin merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Di wilayah ini terdapat aliran sungai dan sebuah lokasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Sampah yang dibuang ke TPS selalu dalam jumlah yang melebihi kapasitas TPS tersebut sehingga sampah berhamburan ke sekitar TPS dan menimbulkan bau yang tidak enak serta mencemari lingkungan sekitarnya. Angka kejadian penyakit yang berhubungan dengan pencemaran lingkungan seperti ISPA, diare dan dermatitis selalu termasuk dalam 10 penyakit terbanyak di daerah ini. Kegiatan ini bertujuan agar ibu-ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di sekitar TPS ini terbiasa berperilaku hidup bersih dan sehat serta dapat mengelola sampah dengan baik sehingga dapat mengurangi jumlah sampah serta dapat memberikan nilai ekonomis dan mengurangi beban TPS yang ada. Kegiatan ini berupa penyuluhan dengan metode diskusi dan tanya jawab tentang PHBS di rumah tangga, penyakit akibat lingkungan yang tercemar dan bagaimana pencegahannya serta cara pengelolaan sampah yang benar, diikuti dengan pelatihan tentang cara mencuci tangan dan mengelola sampah. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah kegiatan dibandingkan dengan sebelum kegiatan dan peserta termotivasi untuk mengelola sampah rumah tangga dan menerapkan PHBS di rumah tangga mereka.
Pencegahan Kejadian Ispa Pada Anak Di Daerah Pendulangan Intan Cempaka Banjarbaru Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.49 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.562

Abstract

Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama dan anak-anak tergolong lebih berisiko untuk terkena ISPA. Salah satu penyebab ISPA adalah kondisi udara yang tercemar. Di wilayah Cempaka Banjarbaru terdapat pendulangan intan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara. Kegiatan IbM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya polusi udara di daerah pendulangan intan dan memberikan pengetahuan tentang cara pencegahan ISPA pada anak-anak di daerah tersebut disertai pembagian masker agar dapat digunakan saat keluar rumah, sehingga dapat terhindar dari polusi udara. Sasaran pada kegitan ini adalah siswa-siswi dua sekolah dasar yang bertempat tinggal di daerah pendulangan intan Kec. Cempaka Banjarbaru. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan secara langsung kepada mitra sasaran (siswa-siswa SD), pemasangan poster, dan pembagian pamflet tentang polusi udara di daerah pendulangan intan dan pencegahan ISPA. Pada akhir kegiatan dibagikan masker pada semua peserta kegiatan. Hasil kegiatan ini diperoleh adanya peningkatan pengetahuan peserta/ sasaran kegiatan tentang polusi udara dan pencegahan ISPA.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurahman Wahid Agung Biworo Agung Biworo Agung Biworo Ahdadia, Huda Aisyah Aisyah Akbar Rihansyah Akbar Rihansyah, Akbar Alfi Yasmina Alfi Yasmina Alfi Yasmina Alfia Fitriani Alfia Fitriani, Alfia Alshazil, Renata Seikh Amalia, Maulidia Khairada Amalya, Khalida Zikra Amiratun Naillah Anward, Aliy Arivin Ari Yunanto Arietama, George Armanda, Ferdio Aulia Nalar, Gusti Ayu Apriliani Ayu Dewi Pertiwi Ayu Septiana Azhari, Nazla Puteri Bhisma Ridho Romadhon Borneo Yuda Pratama Chyntia Devi, Made Putri Dastin Andre Davi’ Qowiyul Ali Dayana, Puteri Dayani, Nor Ella Debby Saputera, Debby Derlin, Ellanda Permata Desy Elisa Kismiliansari Desy Elisa Kismiliansari, Desy Elisa Devin, Firdi Dewi Nurdiana Dhian Ririn Lestari Dhian Ririn Lestari, Dhian Ririn Diah Puspita Rifasanti Diah Puspita Rifasanti Dini Permata Sari Dita Permatasari Dita Permatasari Dwi Nur Rachmah Dwi Nur Rachmah Edi Hartoyo Edi Hartoyo Edyson Edyson Edyson Edyson Edyson Edyson, Edyson Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Erida Widyamala Erida Wydiamala Erida Wydiamala Erwin Rosadi Erwin Rosadi, Erwin Fachriyad, Muhammad Fahdyannoor, Fahdyannoor Fahdyanoor Fahmi, Yafi Farida Heriyani Farida Heriyani Farida Heriyani Farida Raudah Farida Raudah, Farida Ferdio Armanda Galuh Eka Suryani Ghina Salsabila Gusti Aulia Nalar Hafiz Rakhmatullah Hafizhah, Ghina Hardiyanti Ruslan Hayatun Nufus Herawati Herawati Hikmah Ika Darmayanta Husna Dharma Putera Husna Dharma Putera, Husna Dharma Husnul Khatimah Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ihsanti, Shofia Hilwa Ihya Ridlo Nizomy Ihya Ridlo Nizomy, Ihya Ridlo Ikhwanda Angga L. Ikhwanda Angga L., Ikhwanda Angga Indah Ramadhan Intan Kusuma Dewi Irma Zufira Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Joharman Joharman Khatimah, Husnul Khatimah3, Husnul Lena Rosida Lie Vanny Leono Lutfia Papita Derizky Rahmayanti M. Rizki Valian Akbar M. Rizki Valian Akbar, M. Rizki Valian Maharani Laillyza Apriasari Moehammad Rezaldi Panesa Mohammad Bakhriansyah Muhammad Baihaqi Siddik Muhammad Bayu Fernanda Muhammad, Fadil Muthmainah, Noor Nadhila Nadhila Nadya Azzahra, Nadya Nadya Salsabila Nafiah Syella, Nafiah Nafilah Syella Nafilah Syella, Nafilah Najiya Ulfa Nasution, Naulita Sari Nazla Puteri Azhari Nida Nurkhalishah Nisa, Rohmatun Noor Fathimah Zohra Noormuthmainah, Noormuthmainah Nor Admi Zayanti Nor Ella Ella Dayani Norma Sari Normaida Novianti Novita Pratiwi Nur Adnia Nur Azmina Aisyah Nur Qamariah Nur Salsabila Apriliani Risma Putri Nurlaili Rafina Nurwafa, Nurwafa Nurzahida, Gusti Nadya Pauline Surya Kurniati Prenggono, Muhamad Darwin Puspa Astri Sella Putra, Andifa Anugerah Putri Putri, Putri Qiptiah, Putri Mariatul Rahmah, Resvi Amalia Rahmiati Rahmiati Raymona Dewi Ginarti Ridhoni, Muhammad Zaki Rohmatun Nisa S., Nur Almira R. Safaana, Aurora Savitri, Dwiana Shahiba Inayati Maghfira Siddik, Muhammad Baihaqi Silvan Juwita Siti Kaidah Siti Kaidah Solly Aryza Sonya Esti Kholifa Sri Hayati Nufaliana Sri Hayati Nufaliana, Sri Hayati Sri Widyarsi Strata Pertiwi Strata Pertiwi, Strata Sukma Noor Akbar Talitha Maghfira Ramadhinta Talitha Maghfira Ramadhinta, Talitha Maghfira Thea Shagita Ulfa, Najiya Vania Puspitasari Sangadi Wahyuni A Wahyuni A, Wahyuni Widiantoro Saputro Widya Nursantari Wydiamala, Erida Wydiamala, Erida Yulia, Noor Zafira Aisyah Putri Zohra, Noor Fathimah Zufira, Irma