Claim Missing Document
Check
Articles

Formation and Training of Covid-19 Cadres in The Kuin Riverbanks, Banjarmasin City Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.153 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.726

Abstract

Covid-19 cases in Indonesia continue to grow rapidly. South Kalimantan (Kalsel) reported the first case of Covid-19 on March 22, 2020, which was a resident of Banjarmasin City, especially North Kuin Village. From this first case, cases in this area continued to increase and local transmissions were found to other residents. This is due to several things, such as the density of the population which is classified as very dense, making it easier for transmission from one patient to another. In addition, the behavior of the community does not pay attention to health protocols with a relatively low socio-economic background, low levels of education and habits that exist in the community such as like to gather and not maintain distance. This activity aims to form and train young people on the banks of the Kuin River as covid-19 cadres who are expected to be examples and an extension of the government to be able to remind themselves, their family, friends and people around them to always apply health protocols to avoid covid-19. This activity is in the form of cadres recruited from young people in the region to be trained and given motivation about health protocols in the era of the Covid-19 pandemic. The training is conducted online. The results of the activity were that 25 youths / girls who became covid-19 cadres were trained and motivated to carry out their duties and functions as covid-19 cadres.
Edukasi Penggunaan Masker Dan Handsanitizer Bagi Petugas Kebersihan Di Fakultas Kedokteran ULM Siti Kaidah; Lia Yulia Budiarti; Alfi Yasmina; Farida Heriyani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.098 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.760

Abstract

dukasi Online Penggunaan Masker dan Hand Sanitizer bagi Tenaga Cleaning Service dan Satpam Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasi. Kota Banjarmasin termasuk salah satu kota provinsi dengan jumlah kasus covid-19 terbanyak di Indonesia. Pencegahan terhadap penularan covid-19, diantaranya dengan menerapkan protokol kesehatan berupa penggunaan masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer. Tenaga cleaning service dan satpam yang setiap hari bekerja di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, termasuk yang berisiko dapat terpapar covid-19. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang penerapan protokol kesehatan dalam mencegah penularan covid-19. Sasaran kegiatan ini adalah semua tenaga cleaning service dan satpam di FK ULM Banjarmasin. Metode pelaksanaan berupa pemberian edukasi online, dengan materi tentang penggunaan masker dan hand sanitizer, serta langkah-langkah mencuci tangan yang baik dan benar. Pada kegiatan ini juga disertai pembagian masker dan hand sanitizer. Hasil kegiatan, didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari sasaran. Diharapkan semua peserta kegiatan dapat senantiasa menerapkan protokol kesehatan terkait covid-19 didalam rumah tangga, masyarkat dan di lingkungan kerja.
Penyuluhan Pemanfaatan Herbal Pencegah Tinea Pedis Pada Masyarakat di Wilayah Rawan Banjir lia Yulia Budiarti; Siti Kaidah; Husnul Khatimah; Erida Widyamala
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.839 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1170

Abstract

Tinea pedis is a contagious disease caused by fungal infection and is often experienced by refugees, due to delays in treatment during floods. Kelurahan Sungai Lulut is the largest area, which was affected by the flood disaster in Banjarmasin city in January 2021. Many refugees from this area have tinea pedis disorder, so knowledge is needed for the community to recognize and utilize medicinal plants, which exist in the community along the river. and in flood prone areas. This PKM activity aims to provide counseling about types of herbs and their use to prevent tinea pedis disease in the community in Kelurahan Sungai Lulut. Extension activities are carried out offline with the target partners are housewives. Evaluation is assessed based on answers to the questionnaire before and after PKM activities. The results of the activity showed that more than 90% of the target partners could identify the types of herbs that could be used to treat tinea pedis. The conclusion of outreach activities can increase the knowledge of target partners in recognizing and utilizing types of herbs to prevent tinea pedis. It is hoped that the target partners who have received counseling can practice it, and similar activities can be further developed in other communities.
Edukasi Kesehatan Masyarakat di Bantaran Sungai Lulut Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir Husnul Khatimah; Siti Kaidah; Lia Yulia Budiarti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.012 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1173

Abstract

Dampak dari bencana banjir bandang yang terjadi pada awal tahun 2021 di seluruh wilayah kota Banjarmasin menyisakan lingkungan yang kurang sehat. Wilayah Sungai Lulut merupakan wilayah terbesar yang terdampak akibat bencana banjir. Hasil analisis situasi lingkungan pada masyarakat di bantaran Sungai Lulut Banjarmasin didapatkan perilaku kurang higienis dalam penerapan PHBS dalam keluarga dan menjaga kesehatan di lingkungan masyarakatnya. Bencana banjir senantiasa memiliki potensi untuk kembali terjadi, sehingga diperlukan sosialisai dan edukasi pada masyarakat untuk menerapkan PHBS dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan lingkungannya. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam menjaga kesehatan masyarakat di lingkungan bantaran sungai sebagai upaya mitigasi bencana banjir. Mitra sasaran adalah ibu-ibu rumah tangga. Metode edukasi dilaksanakan secara langsung pada mitra sasaran berupa edukasi penerapan PHBS dalam keluarga dan masyarakat, serta upaya mitigasi bencana banjir. Hasil kegiatan, didapatkan lebih dari 75% mitra sasaran paham mengenai pentingnya penerapan PHBS dalam keluarga dan masyarakat dan penerapan menjaga kesehatan dilingkungan bantaran sungai sebagai upaya mitigasi bencana banjir. Diharapkan mitra sasaran dapat menerapkan PHBS yang berkelanjutan dan turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan bantaran sungai. Kata -kata kunci: bantaran sungai Lulut, edukasi, kesehatan masyarakat, mitigasi banjir.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SUNGAI LULUT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS 3R SEBAGAI UPAYA MITIGASI BANJIR Farida Heriyani; Lia Yulia Budiarti; Widya Nursantari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.696 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1185

Abstract

Kelurahan Sungai Lulut merupakan salah satu wilayah di Kota Banjarmasin yang terdampak banjir cukup parah dan dalam waktu lama. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa dan menggenangi hampir seluruh wilayah Kelurahan Sungai Lulut. Kondisi wilayahnya yang memiliki banyak aliran sungai dan sebagian besar penduduk bermukim di bantaran sungai. Kelurahan ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 15.925 jiwa dengan kepadatan penduduk mencapai 5.398 jiwa/km2. Di daerah ini hanya terdapat 2 TPS yang tentu saja sangat kurang untuk menampung sampah dari hasil aktivitas penduduknya, selain itu letak TPS yang jauh dari pemukiman menyebabkan banyak warga yang membuang sampah sembarangan salah satunya ke aliran sungai sehingga mengakibatkan sumbatan aliran sungai yang sangat berkontribusi terhadap banjir di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang benar. Kegiatan ini berupa pemberdayaan masyarakat dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduse, Reuse, dan Recycle) sebagai upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi banjir.Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pengelolaan sampah yang benar dan menjadi tergerak untuk melakukan daur ulang sampah sebagai salah satu cara untuk mengelola sampah dalam upaya mitigasi banjir.
Penyuluhan Kesigapan Ibu Rumah Tangga di Bantaran Sungai Lulut dalam Mitigasi Bencana Banjir Siti - Kaidah; Husnul - Khatimah; Lia Yulia Budiarti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.435 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1192

Abstract

Wilayah bantaran Sungai Lulut Kota Banjarmasin berada pada ketinggian di bawah permukaan laut dengan kondisi daerah berpaya-paya dan digenangi air sungai. Keadaan tersebut menjadikan wilayah ini rentan mendapat bencana banjir. Bencana banjir bandang yang terjadi pada Januari 2021 menyebabkan sebagian besar warga masyarakat Sungai Lulut terdampak dan mengungsi. Diperlukan pengetahuan tentang kesiapsiagaan dan upaya-upaya mengurangi risiko bencana banjir pada anggota masyarakat di wilayah berpotensi banjir. Tujuan PKM ini adalah memberikan penyuluhan kepada ibu rumah tangga tentang kesigapan dan upaya yang dapat dilakukan dalam mitigasi bencana banjir. Mitra sasaran kegiatan PKM ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang bertempat tingal di Kelurahan Sungai Lulut. Hasil jawaban kuisioner dari ibu-ibu rumah tangga, didapatkan ada perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Setelah mendapat penyuluhan, lebih dari 80% ibu-ibu rumah tangga paham tentang kesigapan dan upaya yang dapat dilakukannya bersama keluarga sebelum, saat dan setelah bencana banjir. Kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan kesigapan ibu rumah tangga di bantaran sungai lulut dalam mitigasi bencana banjir. Diharapkan pengetahuan yang didapat setelah penyuluhan dapat diterapkan oleh mitra sasaran dan dapat diinformasikannya pada masyarakat lainnya di lingkungan rawan banjir.
Perbandingan Aktivitas Daya Hambat Sediaan Tunggal dengan Kombinasi Infus Phyllantus niruri dan Peperomia pellucida terhadap Salmonella typhi Thea Shagita; Lia Yulia Budiarti; Edyson Edyson
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.141 KB)

Abstract

Abstract: Phyllantus niruri (meniran) and Peperomia pellucida (sirih cina) are traditional medicine which contain the chemical compounds that is act as antibacterial agent. Meniran contains various chemical compounds like flavonoid, alkaloid, and tanin,  whereas in sirih cina are flavonoid and alkaloid. This study aims to compare the inhibitory activity of single concentration treatments with a combination of meniran and sirih cina infusion on the Salmonella typhi in vitro. Data analysis was performed by One-way ANOVA test and Duncan post-hoc test (ɑ<0,05). The result showed that there where significant difference from each treatment of single and combination dose infusion of Phyllantus niruri and Peperomia pellucida. In conclusion, the single and combination dose of meniran and sirih cina does not have the optimum inhibitory activity againts S. typhi. Keywords: Phyllantus niruri, Peperomia pellucida, Salmonella typhi, single dose, combination dose, inhibitory zone. Abstrak: Phyllantus niruri (meniran) dan Peperomia pellucida (sirih cina) merupakan tanaman obat yang mempunyai kandungan zat aktif yang bersifat antibakteri. Tanaman meniran mengandung zat aktif flavonoid, alkaloid, dan tanin, sedangkan sirih cina mengandung zat aktif flavonoid dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas daya hambat dari sediaan tunggal dan kombinasi infus meniran dan sirih cina terhadap Salmonella typhi secara in vitro. Analisis data menggunakan uji One-way anova dan uji post-hoc Duncan (ɑ<0,05). Hasil penelitian didapatkan perbedaan bermakna dari masing-masing perlakuan sediaan tunggal dan kombinasi infus meniran dan sirih cina. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sediaan tunggal maupun kombinasi infus meniran dan sirih cina belum dapat menghambat pertumbuhan S. typhi secara optimum. Kata-kata kunci: Phyllantus niruri, Peperomia pellucida, Salmonella typhi, sediaan tunggal, sediaan kombinasi, zona hambat.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK AKAR BINJAI (Mangifera caesia Jack.) TERHADAP Escherichia coli DAN Pseudomonas aeruginosa IN VITRO Ayu Dewi Pertiwi; Agung Biworo; Lia Yulia Budiarti
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Binjai is one of the typical plants of South Kalimantan, which contains saponins and tannins. The aim of this study was to analyze the differences in inhibitory activity of binjai root extract against Escherichia coli and Pseudomonas aeruginosa in vitro. The research design uses true experimental; post test-only with control group design consisting of 10 treatments (50%, 55%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) and positive control (siprofloxacin 5µg). Data from this study were analyzed using one-way ANOVA test, post-hoc Duncan test, and independent t test at 95% confidence level. The results showed that there were significant differences in inhibition of all treatments and there was an increase in inhibitory effect according to increased concentration. The optimum binjai root extract inhibited at a concentration of 90% against Escherichia coli (25.13 mm) and at a concentration of 85% against Pseudomonas aeruginosa (16.99 mm). Binjai root extract has greater inhibitory activity against Escherichia coli than Pseudomonas aeruginosa at the same concentration. Conclusions, there are differences in inhibitory activity of binjai root extract against Escherichia coli and Pseudomonas aeruginosa. Keywords: binjai root extract, inhibitory activity, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa Abstrak: Binjai merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan Selatan, yang mengandung saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis perbedaan aktivitas daya hambat ekstrak akar binjai terhadap Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa in vitro. Rancangan penelitian menggunakan true experimental; post test-only with control group design yang terdiri dari 10 perlakuan (50%, 55%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) dan kontrol positif (siprofloksasin 5µg). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji one-way ANOVA, uji post-hoc Duncan, dan uji t independent pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan perbedaan aktivitas daya hambat yang bermakna dari semua perlakuan dan terdapat peningkatan daya hambat sesuai dengan peningkatan konsentrasi. Ekstrak akar binjai menghambat secara optimum pada konsentrasi 90% terhadap Escherichia coli (25,13 mm) dan konsentrasi 85% terhadap Pseudomonas aeruginosa (16,99 mm). Aktivitas daya hambat ekstrak akar binjai lebih besar terhadap Escherichia coli dibandingkan Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi yang sama. Simpulan, terdapat perbedaan aktivitas daya hambat ekstrak akar binjai terhadap Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Kata kunci: ekstrak akar binjai, daya hambat, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Akar Binjai (Mangifera caesia Jack.) terhadap Staphylococcus aureus dan Streptococcus Pyogenes In Vitro Hayatun Nufus; Lia Yulia Budiarti; Agung Biworo
Homeostasis Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.989 KB)

Abstract

tannins. This study aims to analyze the differences in inhibitory activity of binjai root extract against Staphylococcus aureus and Streptococcus pyogenes in vitro. The study design used true experimental, post-test only with control group design, consisting of 10 treatments of binjai root extract (50%, 55%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) and penicillin 15 µg (positive control). Analysis of research data using one-way ANOVA test, Duncan post-hoc test, and independent t test at 95% confidence level. The results showed  80% binjai root extract was the optimum concentration of Staphylococcus aureus (23.49 mm) and Streptococcus pyogenes (19.49 mm). At the same concentration the inhibitory activity of Staphylococcus aureus was greater than that of Streptococcus pyogenes. The conclusion of this study is that there are differences in the inhibitory activity of the binjai root extract preparations for Staphylococcus aureus and Streptococcus pyogenes. Keywords: binjai root extract, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, inhibitory power Abstrak: Binjai (Mangifera caesia Jack.) memiliki zat aktif antibakteri saponin dan tanin. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan aktivitas daya hambat ekstrak akar binjai terhadap Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes secara in vitro. Rancangan penelitian menggunakan true experimental, post test-only with control group design, terdiri dari 10 perlakuan ekstrak akar binjai (50%, 55%, 60%, 65%, 70%, 75%, 80%, 85%, 90%, 95%) dan penisilin 15 µg (kontrol positif). Analisis data penelitian menggunakan uji  one-way ANOVA, uji post-hoc Duncan, dan uji t independent pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan ekstrak akar binjai 80% merupakan konsentrasi optimum terhadap Staphylococcus aureus (23,49 mm) dan Streptococcus pyogenes (19,49 mm). Pada konsentrasi yang sama aktivitas daya hambat terhadap Staphylococcus aureus lebih besar dibandingkan dengan Streptococcus pyogenes. Simpulan penelitian ini yaitu terdapat perbedaan aktivitas daya hambat dari sediaan ekstrak akar binjai terhadap Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. Kata-kata kunci: ekstrak akar binjai, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, daya hambat.
AKTIVITAS ANTISEPTIK GOLONGAN TRICLOSAN DAN TRICLOCARBAN DALAM MENURUNKAN JUMLAH KOLONI BAKTERI TANGAN Nadhila Nadhila; Lia Yulia Budiarti; Farida Heriyani
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The antiseptics which is triclosan and triclocarban are the examples of the various type antiseptic that can decrease the bacterial colonies count. The aim of this research was to compare the results of hand washing soap containing antiseptic groups triclosan and triclocarban to decrease the bacterial colonies count on hand. This was a quasi experimental Pretest-Posttest with a control group design research. There were 20 swabs of SDN 7 Sungai Lulut Banjarmasin students picked by purposive sampling. Parameter analyzed was the bacterial colonies count before and after washing hands using 2 types of hand wash contain different antiseptic. Data analysis was conducted by Saphiro Wilk  and Dependent T-test. The results of the study on average the number of bacterial colonies before using triclosan 66.75 Cfu / cm2 and after using triclosan was 50.05 Cfu / cm2, and before using triclocarban 59.55 Cfu / cm2 and after using triclocarban 43.35 Cfu / cm2 . In conclusion, triclosan and triclocarban has a different activity to decrease the bacterial colonies count on hand before and after hand washing. Keywords: Number of colonies, hand bacteria,triclosan, triclocarban, Lulut river Banjarmasin,  elementary student. Abstrak: Antiseptik golongan triclosan dan triclocarban merupakan contoh dari macam antiseptik yang dapat menurunkan jumlah koloni bakteri. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan aktivitas sabun cuci tangan yang mengandung antiseptik golongan triclosan dan triclocarban dalam menurunkan jumlah koloni bakteri tangan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan rancangan Pretest-Posttest with control group design. Jumlah sampel adalah 20 sampel swab tangan siswa SDN 7 Sungai Lulut Banjarmasin secara purposive sampling. Parameter yang diamati adalah jumlah koloni     bakteri sebelum dan sesudah mencuci tangan menggunakan 2 sabun cuci tangan yang mengandung antiseptik berbeda. Data dianalisis menggunakan uji Saphiro wilk dan uji Dependent T- test. Hasil penelitian didapatkan rata- rata jumlah koloni bakteri sebelum menggunakan triclosan 66,75 Cfu/cm2 dan sesudah adalah 50,05 Cfu/cm2, serta sebelum menggunakan triclocarban 59,55Cfu/cm2 dan sesudah menggunakan triclocarban  43,35 Cfu/cm2. Kesimpulan penelitian ini, terdapat perbedaan aktivitas antiseptik golongan triclosan dan triclocarban dalam menurunkan jumlah koloni bakteri sebelum dan sesudah perlakuan mencuci tangan. Kata-kata kunci: Jumlah koloni, bakteri tangan, triclosan, triclocarban, Sungai Lulut Banjarmasin, siswa sekolah dasar
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurahman Wahid Agung Biworo Agung Biworo Agung Biworo Ahdadia, Huda Aisyah Aisyah Akbar Rihansyah Akbar Rihansyah, Akbar Alfi Yasmina Alfi Yasmina Alfi Yasmina Alfia Fitriani Alfia Fitriani, Alfia Alshazil, Renata Seikh Amalia, Maulidia Khairada Amalya, Khalida Zikra Amiratun Naillah Anward, Aliy Arivin Ari Yunanto Arietama, George Armanda, Ferdio Aulia Nalar, Gusti Ayu Apriliani Ayu Dewi Pertiwi Ayu Septiana Azhari, Nazla Puteri Bhisma Ridho Romadhon Borneo Yuda Pratama Chyntia Devi, Made Putri Dastin Andre Davi’ Qowiyul Ali Dayana, Puteri Dayani, Nor Ella Debby Saputera, Debby Derlin, Ellanda Permata Desy Elisa Kismiliansari Desy Elisa Kismiliansari, Desy Elisa Devin, Firdi Dewi Nurdiana Dhian Ririn Lestari Dhian Ririn Lestari, Dhian Ririn Diah Puspita Rifasanti Diah Puspita Rifasanti Dini Permata Sari Dita Permatasari Dita Permatasari Dwi Nur Rachmah Dwi Nur Rachmah Edi Hartoyo Edi Hartoyo Edyson Edyson Edyson Edyson Edyson Edyson, Edyson Eka Yudha Rahman Eka Yudha Rahman Erida Widyamala Erida Wydiamala Erida Wydiamala Erwin Rosadi Erwin Rosadi, Erwin Fachriyad, Muhammad Fahdyannoor, Fahdyannoor Fahdyanoor Fahmi, Yafi Farida Heriyani Farida Heriyani Farida Heriyani Farida Raudah Farida Raudah, Farida Ferdio Armanda Galuh Eka Suryani Ghina Salsabila Gusti Aulia Nalar Hafiz Rakhmatullah Hafizhah, Ghina Hardiyanti Ruslan Hayatun Nufus Herawati Herawati Hikmah Ika Darmayanta Husna Dharma Putera Husna Dharma Putera, Husna Dharma Husnul Khatimah Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ihsanti, Shofia Hilwa Ihya Ridlo Nizomy Ihya Ridlo Nizomy, Ihya Ridlo Ikhwanda Angga L. Ikhwanda Angga L., Ikhwanda Angga Indah Ramadhan Intan Kusuma Dewi Irma Zufira Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Joharman Joharman Khatimah, Husnul Khatimah3, Husnul Lena Rosida Lie Vanny Leono Lutfia Papita Derizky Rahmayanti M. Rizki Valian Akbar M. Rizki Valian Akbar, M. Rizki Valian Maharani Laillyza Apriasari Moehammad Rezaldi Panesa Mohammad Bakhriansyah Muhammad Baihaqi Siddik Muhammad Bayu Fernanda Muhammad, Fadil Muthmainah, Noor Nadhila Nadhila Nadya Azzahra, Nadya Nadya Salsabila Nafiah Syella, Nafiah Nafilah Syella Nafilah Syella, Nafilah Najiya Ulfa Nasution, Naulita Sari Nazla Puteri Azhari Nida Nurkhalishah Nisa, Rohmatun Noor Fathimah Zohra Noormuthmainah, Noormuthmainah Nor Admi Zayanti Nor Ella Ella Dayani Norma Sari Normaida Novianti Novita Pratiwi Nur Adnia Nur Azmina Aisyah Nur Qamariah Nur Salsabila Apriliani Risma Putri Nurlaili Rafina Nurwafa, Nurwafa Nurzahida, Gusti Nadya Pauline Surya Kurniati Prenggono, Muhamad Darwin Puspa Astri Sella Putra, Andifa Anugerah Putri Putri, Putri Qiptiah, Putri Mariatul Rahmah, Resvi Amalia Rahmiati Rahmiati Raymona Dewi Ginarti Ridhoni, Muhammad Zaki Rohmatun Nisa S., Nur Almira R. Safaana, Aurora Savitri, Dwiana Shahiba Inayati Maghfira Siddik, Muhammad Baihaqi Silvan Juwita Siti Kaidah Siti Kaidah Solly Aryza Sonya Esti Kholifa Sri Hayati Nufaliana Sri Hayati Nufaliana, Sri Hayati Sri Widyarsi Strata Pertiwi Strata Pertiwi, Strata Sukma Noor Akbar Talitha Maghfira Ramadhinta Talitha Maghfira Ramadhinta, Talitha Maghfira Thea Shagita Ulfa, Najiya Vania Puspitasari Sangadi Wahyuni A Wahyuni A, Wahyuni Widiantoro Saputro Widya Nursantari Wydiamala, Erida Wydiamala, Erida Yulia, Noor Zafira Aisyah Putri Zohra, Noor Fathimah Zufira, Irma