p-Index From 2021 - 2026
8.051
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Akuntansi dan Pajak Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam At-Tawassuth: Jurnal Ekonomi Islam JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) At-tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman IMARA : Jurnal Riset Ekonomi Islam Aghniya: Jurnal Ekonomi Islam Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam Oikonomika: Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Journal Of Sharia Banking EKSYA: Jurnal Ekonomi Syariah Islamic Circle Ijtimā`iyya: Journal of Muslim Society Research JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Mudabbir: Journal Research and Education Studies Journal Of Islamic Social Finance Management International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Journal of Artificial Intelligence and Digital Business JIFTECH: Journal Of Islamic Financial Technology Jurnal Mahasiswa Akuntansi Samudra (JIMBE) I-PHILANTHROPY: A Research Journal on Management of Zakat and Waqf TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Imara: Jurnal Riset Ekonomi Islam Socius: Social Sciences Research Journal Jurnal Akuntansi Syariah Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Journal of Innovative and Creativity JURNAL RUMPUN MANAJEMEN DAN EKONOMI Profetik Jurnal Ekonomi Syariah Al-masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Proceedings of International Conference on Islamic Economic Finance and Social Finance Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam Jurihum
Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Zakat Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Analisis Persepktif Mikro Ekonomi dan Makro Ekonomi dalam Ekonomi Islam Fatimah Suhro; Nia Handayani; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/tnbqkm98

Abstract

Zakat merupakan instrumen keuangan sosial Islam yang memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain berfungsi sebagai kewajiban ibadah, zakat juga berperan sebagai sarana redistribusi pendapatan yang bertujuan mengurangi kesenjangan ekonomi dan membantu kelompok masyarakat yang kurang mampu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat dalam perspektif mikroekonomi dan makroekonomi serta mengkaji upaya optimalisasi pengelolaan zakat dalam mendukung pembangunan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku, laporan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan berbagai publikasi yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif mikroekonomi, zakat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik melalui pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta penguatan kemandirian ekonomi melalui program zakat produktif. Sementara itu, dalam perspektif makroekonomi, zakat berperan dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan konsumsi agregat, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pemerataan distribusi pendapatan. Penelitian ini juga menemukan bahwa optimalisasi pengelolaan zakat melalui penguatan tata kelola lembaga zakat, digitalisasi layanan, peningkatan literasi zakat, serta pengembangan program pemberdayaan ekonomi dapat memperbesar dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, zakat memiliki potensi yang besar untuk menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Reorientasi Strategis Lembaga Keuangan Syariah: Integrasi Sektor Komersial dan Optimalisasi Keuangan Sosial Islam di Indonesia Riski Rahmat Fauzi; Abd Halim Dalimunthe; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/0a818196

Abstract

Lembaga Keuangan Syariah (LKS) merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi Islam yang tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi keuangan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik operasional, ragam institusi, peran strategis, serta kontribusi LKS dalam mengintegrasikan fungsi komersial dan keuangan sosial Islam di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, laporan lembaga resmi, regulasi, serta berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai perkembangan dan peran LKS dalam sistem perekonomian nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS memiliki karakteristik yang berbeda dengan lembaga keuangan konvensional karena beroperasi berdasarkan prinsip syariah yang menekankan keadilan, transparansi, kemitraan, dan bagi hasil. Keberadaan berbagai institusi keuangan syariah, seperti perbankan syariah, Baitul Maal wa Tamwil (BMT), asuransi syariah, pasar modal syariah, serta lembaga pengelola zakat dan wakaf, telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung sektor riil dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain itu, integrasi antara fungsi komersial dan keuangan sosial Islam melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf mampu memperkuat upaya pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan umat. Perkembangan teknologi digital juga menjadi peluang strategis bagi LKS untuk memperluas inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi layanan, dan memperkuat transparansi pengelolaan dana. Penguatan sinergi antara sektor komersial, keuangan sosial Islam, dan transformasi digital menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem ekonomi Islam yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan di Indonesia.
Integrasi Wakaf Produktif dan Manajemen Resiko dalam Memperkuat Sistem Keuangan Syariah Modern Nurhidayani Pulungan; Nurlaili Rismawati Matondang; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/50bq1198

Abstract

Wakaf merupakan salah satu instrumen keuangan sosial Islam yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perkembangan sistem keuangan syariah modern telah mendorong transformasi pengelolaan wakaf menuju model yang lebih produktif dan berorientasi pada keberlanjutan manfaat. Dalam praktiknya, pengembangan wakaf produktif tidak hanya memberikan peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menghadapi berbagai risiko yang memerlukan pengelolaan secara profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran wakaf produktif dalam sistem keuangan syariah modern, mengidentifikasi berbagai risiko yang dihadapi dalam pengelolaannya, serta mengkaji penerapan manajemen risiko sebagai upaya menjaga keberlanjutan manfaat aset wakaf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku, regulasi, dan publikasi lain yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan berbagai informasi yang berkaitan dengan wakaf produktif dan manajemen risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wakaf produktif memiliki posisi strategis dalam memperkuat sistem keuangan syariah melalui pengembangan aset yang mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan. Integrasi wakaf dengan lembaga keuangan syariah turut mendukung optimalisasi pengelolaan aset serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, pengelolaan wakaf produktif menghadapi berbagai risiko yang meliputi risiko operasional, risiko keuangan, risiko hukum, risiko reputasi, dan risiko teknologi. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko menjadi aspek yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan pengelolaan aset wakaf, meningkatkan efektivitas pengelolaan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola wakaf.
Peran Instrumen Keuangan Sosial Islam dalam Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Indonesia Muhammad Yoga Siregar; Yusril Amin Gultom; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/m4d8wy72

Abstract

Kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi masih menjadi permasalahan yang dihadapi dalam proses pembangunan di Indonesia. Dalam perspektif ekonomi Islam, upaya mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan instrumen keuangan sosial Islam yang meliputi zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran instrumen keuangan sosial Islam dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, laporan lembaga terkait, serta dokumen pendukung lainnya yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat berperan dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta mendukung program pemberdayaan ekonomi produktif. Infak dan sedekah berkontribusi dalam memperkuat solidaritas sosial dan membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan, sedangkan wakaf produktif memiliki potensi besar dalam menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan aset yang produktif. Namun demikian, optimalisasi keuangan sosial Islam masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan kapasitas kelembagaan, dan belum maksimalnya pemanfaatan teknologi digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola, peningkatan transparansi, serta sinergi antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan sosial Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa instrumen keuangan sosial Islam memiliki potensi yang signifikan dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Analisis Strategi Pendayagunaan Zakat Produktif dalam Pemberdayaan UMKM di Kota Padangsidimpuan Abd Halim Dalimunthe; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/wr84a889

Abstract

Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat kemiskinan. Dalam konteks ekonomi Islam, zakat produktif menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui pengelolaan yang tepat, zakat produktif tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi yang mampu mendorong kemandirian mustahik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pendayagunaan zakat produktif dalam pemberdayaan UMKM di Kota Padangsidimpuan, mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan ekonomi mustahik, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendayagunaan zakat produktif dilakukan melalui pemberian modal usaha, pembinaan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan usaha penerima manfaat. Program zakat produktif memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan usaha, pendapatan, dan kemandirian ekonomi mustahik. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan modal, rendahnya kemampuan pengelolaan usaha, kurang optimalnya pendampingan, serta terbatasnya akses pemasaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan agar tujuan pemberdayaan ekonomi melalui zakat produktif dapat tercapai secara optimal.
Manajemen Pengelolaan dan Pendayagunaan Zakat Produktif Untuk Pengembangan Usaha Mikro Mustahik di Panyabungan Mandailing Natal Siti Mutiah; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/s0fgg616

Abstract

Zakat produktif merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang memiliki peran penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok mustahik yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber permodalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengelolaan dan pendayagunaan zakat produktif dalam pengembangan usaha mikro mustahik di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola lembaga zakat serta mustahik penerima manfaat zakat produktif. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan program zakat produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat produktif dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan, identifikasi calon penerima manfaat, penyaluran bantuan modal usaha, pendampingan, serta pengawasan terhadap perkembangan usaha mustahik. Pendayagunaan zakat produktif diwujudkan dalam bentuk pemberian modal usaha yang dimanfaatkan oleh mustahik untuk mengembangkan berbagai jenis usaha mikro, seperti usaha perdagangan, kuliner, warung sembako, dan usaha rumahan lainnya. Program tersebut memberikan manfaat yang cukup signifikan terhadap peningkatan kapasitas usaha, penambahan modal kerja, serta peningkatan pendapatan penerima manfaat. Selain itu, zakat produktif juga berkontribusi dalam memperkuat kemandirian ekonomi mustahik melalui peningkatan kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan keluarga dari hasil usaha yang dijalankan. Pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan dana zakat yang tersedia, rendahnya kemampuan manajerial sebagian mustahik, serta belum optimalnya proses pendampingan dan pengawasan yang dilakukan oleh lembaga pengelola zakat. Kendala tersebut berpengaruh terhadap efektivitas pengembangan usaha dan keberlanjutan program pemberdayaan yang dijalankan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan aspek manajemen, peningkatan intensitas pembinaan usaha, serta pengembangan kapasitas mustahik agar pendayagunaan zakat produktif dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat produktif berpotensi menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan
Implementasi Maqashid Syariah dalam Pendayagunaan Dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) Melalui Program Zakat Produktif Pada Baznas Kabupaten Tapanuli Tengah Yusril Amin Gultom; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/vgpqsp12

Abstract

Pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung tercapainya tujuan maqashid syariah. BAZNAS Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai lembaga resmi pengelola zakat berupaya menghimpun dan menyalurkan dana ZIS kepada mustahik melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi maqashid syariah dalam pengelolaan dana ZIS pada BAZNAS Kabupaten Tapanuli Tengah, mengidentifikasi peran dana ZIS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik, serta mengkaji kontribusinya terhadap pencapaian tujuan maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana ZIS pada BAZNAS Kabupaten Tapanuli Tengah telah mencerminkan implementasi maqashid syariah, khususnya pada aspek hifz al-mal (perlindungan harta), melalui penghimpunan dan penyaluran dana yang dilakukan sesuai prinsip syariah. Dana ZIS yang disalurkan memberikan kontribusi dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar mustahik, mengurangi beban ekonomi masyarakat kurang mampu, serta mendukung terciptanya pemerataan kesejahteraan sosial. Selain itu, pengelolaan dana ZIS juga berkontribusi dalam memperkuat fungsi sosial harta, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong terwujudnya kemaslahatan masyarakat. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa penghimpunan dana zakat masih didominasi oleh sektor tertentu dan penyaluran dana masih lebih banyak berorientasi pada bantuan konsumtif dibandingkan program pemberdayaan ekonomi produktif. Diperlukan penguatan program pemberdayaan ekonomi, perluasan sumber penghimpunan dana, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana agar manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Kebijakan Fiskal dalam Persepektif Syariah: Analisis Instrumen dan Implementasinya dalam Sistem Keuangan Publik Islam Muhri Salam; Siti Choirunnisa Siregar; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/6s69vq60

Abstract

Pembangunan ekonomi tidak hanya ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial. Dalam perspektif Islam, kebijakan fiskal memiliki peran strategis dalam mengatur penerimaan dan pengeluaran negara berdasarkan prinsip-prinsip syariah guna mencapai kemaslahatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, landasan normatif, instrumen, serta implementasi kebijakan fiskal dalam perspektif syariah pada sistem keuangan publik Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan literatur lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal syariah memiliki karakteristik yang berbeda dengan sistem fiskal konvensional karena berorientasi pada terciptanya keadilan, pemerataan kesejahteraan, dan kemaslahatan masyarakat sesuai dengan tujuan maqashid al-syariah. Instrumen kebijakan fiskal syariah meliputi zakat, infak, sedekah, wakaf, kharaj, jizyah, usyur, serta sukuk yang berfungsi sebagai sumber penerimaan dan sarana distribusi kekayaan. Implementasi kebijakan fiskal syariah di berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia, menunjukkan bahwa instrumen ekonomi Islam memiliki potensi yang besar dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkeadilan, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan dari aspek kelembagaan, regulasi, dan literasi masyarakat. Penguatan kebijakan fiskal berbasis syariah perlu terus dilakukan guna mewujudkan sistem keuangan publik yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Kontribusi Program Zakat Produktif Terhadap Peningkatan Kesejahteraan Pelaku Usaha Mikro Penerima Zakat di Kabupaten Mandailing Natal Akmalina Syahiroh; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/t15dvm16

Abstract

Peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, masih menjadi tantangan di tengah keterbatasan modal dan rendahnya akses terhadap sumber pembiayaan. Dalam konteks tersebut, zakat produktif hadir sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi program zakat produktif terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku usaha mikro penerima zakat di Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program zakat produktif memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku usaha mikro melalui penambahan modal usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan meningkatnya pendapatan penerima manfaat. Selain itu, program zakat produktif juga berperan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik melalui penguatan kemampuan usaha, peningkatan keterampilan pengelolaan usaha, serta berkurangnya ketergantungan terhadap bantuan konsumtif. Dengan demikian, program zakat produktif dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi mustahik secara berkelanjutan.
Distribusi Keuangan Sosial Islam dalam Mendorong Kesejahteraan Masyarakat: Kajian Konseptual dan Implementasi di Indonesia Isnan Harahap; Ruli Aulia; Sarmiana Batubara
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/aekazk62

Abstract

Distribusi keuangan sosial Islam merupakan salah satu instrumen dalam sistem ekonomi Islam yang memiliki peran penting dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, instrumen, implementasi, serta tantangan dan strategi pengembangan distribusi keuangan sosial Islam di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder, seperti artikel jurnal ilmiah, buku, laporan resmi, dan dokumen yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi keuangan sosial Islam tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme penyaluran bantuan sosial, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program produktif, seperti bantuan modal usaha, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan wakaf produktif. Perkembangan teknologi digital turut meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan dana sosial Islam. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi masyarakat, belum optimalnya sinergi antarlembaga, serta keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan literasi keuangan syariah, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, lembaga pengelola, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat agar distribusi keuangan sosial Islam mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.
Co-Authors Abd Halim Dalimunthe Abdul Nasser Hasibuan Adanan Murroh Afrini Nasution Akmal Chairun Anwar Hasugian Hasugian Akmalina Syahiroh Alfadri, Ferri Ali Djamhuri Ari Apryansyah Armyn Hasibuan berlin berlin Dalimunthe, Mita Medina Damri Batubara Delima Sari Lubis Diah Mala Sari Duma, Duma Erni Wahyuni Gultom Fahrina Putri Sapna fatahuddin siregar Fatimah Suhro Fatma Azra Rahmawani Hamna, Fitri Harahap, Darwis Hasbi Assiddiqi Nasution Hasibuan, Devi Imelda Sahfitri Hasibuan, Fitriani hasibuan, salsabilah Idris Saleh Ifran Alfaris Nasution Ihdi Aini ika purnama Ismail Marzuki Isnan Harahap Jamila, Fitri lestari, sry lestari Lubis, Aswadi Lubis, Rahmat Husein M Fauzan M. Fauzan Mara Husin Lubis Maria Kutbiah Marliyah Martondi Martondi Mhd. Khalis Pasaribu Mita Medina Dalimunthe Muhammad Arif Muhammad Wandisyah R Hutagalung Muhammad Yafiz, Muhammad Muhammad Yoga Siregar Muhri Salam Munawarah . Nabil Muharram Nashwa Nabila Kasih Nasution, Adanan Murroh Nasution, Siti Batiah Nauli, Mutiara Nawir Yuslem, Nawir Nia Handayani Nofinawati Nofinawati Nurhidayani Pulungan Nurhidayani Pulungan Nurlaili Rismawati Matondang Nurlaili Rismawati Matondang Prayogi Kusdino Putri Bunga Meiliana Putri Bungsu Siregar Ramadi Saputra Riski Rahmat Fauzi Robiatul Adawiyah Rodame Monitorir Napitupulu Royhan Rangkuti, Mhd Rukiah Rukiah Lubis Ruli Aulia Safika Zebua Sari, Heny Purnama Sa’adilah Mursyid Saragih Setia Hidayah SIREGAR, BUDI GAUTAMA Siregar, Winda Sari Siti Choirunnisa Siregar Siti Mutiah Sitompul, Erlina Srikandi, Devi suci suci Sugianto tanjung, elpinia Taufik Hadi Permana Toib Daulay, Ahmad Wanda Khairani Windari, Windari yennita sari Yuli Agustina Yusril Amin Gultom