Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Laju Korosi Pada Material Aluminium 5083 Menggunakan Media Air Laut Sebagai Aplikasi Bahan Lambung Kapal Surip Prasetyo; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.015 KB)

Abstract

Logam aluminium merupakan salah satu material digunakan pada industri transportasi yang memiliki fungsi sebagai material pokok. Penggunaan material tersebut sebagai material lambung kapal harus dikaji terhadap terjadinya laju korosi, hal ini disebabkan karena kulit lambung bersentuhan langsung dengan air laut. Manfaat penelitian ini dapat membantu sumbangan pemikiran mengenai pengaruh waktu dan pH air laut terhadap laju korosi material aluminium 5083 sebagai aplikasi bahan lambung kapal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju korosi dengan metode kehilangan berat (Weight Loss) sesuai dengan ketentuan dari ASTM G31-72 dengan menggunakan perbedaan waktu dan air laut yang berbeda. Spesimen yang diuji adalah Aluminium 5083 sebagai material yang digunakan dalam Marine Application. Media air laut yang digunakan berasal dari Semarang dan Jepara yang memiliki pH berbeda dalam waktu perendaman selama 720 jam. Hasil berdasar penelitian diperoleh data laju korosi sebesar 0,0002 mmpy untuk air laut Semarang dan 0,0003 mmpy untuk air laut Jepara. Kehilangan berat secara berturut-turut 0,0817 gram 0,7261 gram 0,7261 gram 0,8703 gram dan 1,2819 gram untuk air laut Semarang sedangkan 0,0757 gram 0,5391 gram 1,3350 gram 1,4071 gram dan 1,9206 gram untuk air laut Jepara.Foto mikro menunjukkan adanya korosi terhadap Aluminium 5083 setelah di lakukan pengujian laju korosi dengan Scanning Electron Microscopy.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Penggunaan Wind Turbine Untuk Konversi Daya Listrik Peralatan Kesehatan Pada Kapal Rumah Sakit Muchammad Rif’an Fahmi; Berlian Arswendo Adietya; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.442 KB)

Abstract

Dengan adanya perancangan kapal rumah sakit tipe katamaran untuk pelayaran Papua, disini saya akan mencoba membahas tentang analisa teknis dan ekonomis penggunaan wind turbinesebagai konversi daya listrik kapal, sehubungan dengan semakin naiknya harga bahan bakar minyak.Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan tipe dan ukuran wind turbine yang optimum serta memiliki biaya investasi yang rendah dan mendapatkan keuntungan ekonomis. Analisis wind turbine yang dilakukan adalah pada kecepatan kapal 15 knot, kecepatan angin 10,16 knot sehingga didapat kecepatan angin yang bekerja pada wind turbine sebesar 18,95 knot dengan sudut serang angin terhadap wind turbineadalah 180 derajat (arah angin berlawanan dengan arah kapal). Dari hasil analisa didapatkan wind turbine yang optimum untuk dipasang di kapal adalah tipe sumbu horisontal dengan diameter rotor 6,4 m dengan jumlah yang terpasang sebanyak 1 unit. Dengan menggunakan rumus teoritis didapatkan hambatan yang ditimbulkan wind turbine sebesar 4kN sehingga mengakibatkan pengurangan kecepatan sebesar 0.62 knot. Dengan total biaya investasi dan operasional awal sebesar Rp 162.562.943, pemasangan wind turbine dapat menghemat biaya sebesar Rp 48.091.476 per tahun.
ANALISA PERAWATAN SISTEM DISTRIBUSI MINYAK LUMAS BERBASIS KEANDALAN PADA KAPAL KM.BUKIT SIGUNTANG DENGAN PENDEKATAN RCM (RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE) Relinton B Manalu; Untung Budiarto; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.087 KB)

Abstract

Sistem Pelumasan KM Bukit Siguntang adalah salah satu sistem yang sangat penting untuk kelancaran pengoperasian kapal disamping sistem lainnya. Kegagalan pada sistem minyak pelumasan menyebabkan sistem tidak beroperasi semestinya dan menyebabkan kegagalan pada mesin induk, jadi dapat menyebabkan kerugian yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa sistem pelumasan dengan menggunakan metode keandalan. Untuk menganalisa sistem tersebut menggunakan analisa kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dengan menggunakan failure mode and effect analysis(FMEA) dan Fault Tree Analysis(FTA). Analisis kuantitatif dengan menggunakan metode simulasi montecarlo. Hasil dari penelitian ini menunjukan, beberapa komponen seperti filter,transfer pump,LO pump,separator,lo cooler,lo purifier, dan tanki mengalami failure. Hasil dari simulasi menunjukan angka Avaibility sebesar 0,88 dan MTTFF(Mean Time To First Failure) adalah 4444,185 jam. Simulasi menggunakan beberapa skenario,, yang menunjukan bahwa nilai avaibility dari sistem mengalami penurunan jika seluruh komponen standby mengalami kegagalan yang memiliki nilai avaibility sebesar 0,702.
Pengembangan Dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara Nur Adi Triyantoro; Ari Wibawa Budi Santosa; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati sebagian besar warganya berkerja sebagai nelayan. Pelabuhan perikanan pantai Bajomulyo perlu pengembangan dermaga, guna meningkatkan klasifikasi dari pelabuhan perikanan pantai menjadi pelabuhan perikanan nusantara. Nelayan pelabuhan Bajomulyo memiliki kapal terbesar (Mitra Utama Semesta) yang besarnya tidak sesuai dengan fasilitas yang berada dipelabuhan sehingga mengakibatkan olah gerak dipelabuhan terbatas dikarenakan ruang kurang sesuai dengan badan kapal. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahap mencari data dilapangan, memperhitungkan dermaga dan perancangan pelabuhan perikanan pantai untuk menjadi pelabuhan perikanan nusantara serta menghitung tatanan tambat menggunakan ukuran utama kapal terbesar yang dikembangkan, sehingga memperoleh hasil sesuai kebutuhan kapal nelayan. Pada pengembangan dermaga dilakukan hasil perhitungan lebar, panjang, dan kedalaman alur. Hasil perhitungan pengembangan dermaga pelabuhan perikanan pantai Bajomulyo untuk menjadi pelabuhan perikanan nusantara, kedalaman 6 meter, lebar alur pelayaran 71 m. Dengan kesimpulan ukuran dermaga baru pelabuhan perikanan pantai Bajomulyo dapat menampung 100 kapal terbesar 289 GT berada dipelabuhan Bajomulyo berdasarkan surat perizinan berlayar yang dimiliki pelabuhan perikanan Bajomulyo dengan menggunakan data kapal terbesar, kapal lain setara maupun lebih kecil dapat beraktifitas maupun berkinerja menjadi lebih maksimal dan ditampung lebih lega dikarenakan ruang lebih luas dengan menggunakan perhitungan kapal terbesar.
STUDI PERANCANGAN KAPAL WISATA TRIMARAN HYBRID UNTUK PERAIRAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA Natanael Martian Dwi Sunarto; Untung Budiarto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.181 KB)

Abstract

Kegiatan pariwisata di Karimunjawa yang mulai meningkat harus didukung dengan fasilitas transportasi laut yang memadai. Sedangkan  ketersediaan energi fosil yang kian menipis, membuat harga bahan bakar fosil terus merangkak naik. Karena itu muncul ide untuk merancang  kapal yang dapat menggabungkan dua sumber energi yang berbeda, yaitu mesin diesel dan solar cell. Kapal yang seperti ini disebut dengan kapal hybrid. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan yang sesuai dengan mode hybrid yang akan dirancang.  Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah LOA =14 m, B= 7,94 m, H= 1,64 m, T= 0,75 m. Kapal ini menggunakan motor listrik 75 kW, dengan sumber generator 55 kW, solar cell 2 kW, dan baterai 12,6 kW. Dalam sistem hybrid, ada tujuh mode yaitu mode solar cell, baterai, generator, solar cell + baterai, solar cell + generator, baterai + generator, dan gabungan solar cell + baterai + generator.  Dalam proses analisa, mode hybrid dapat menggerakan kapal dengan kecepatan maksimal 10,86 knot dengan hambatan 6,24 kN dan membutuhkan daya sebesar 69,6 kW.
PENGARUH TINGKAT CLEANLINESS DAN ROUGHNESS SUBSTRAT PADA SURFACE PREPARATION TERHADAP KEKUATAN ADHESI TANK LINING Astrid Wulandari; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.369 KB)

Abstract

Sekitar 70% cargo tank pada kapal tanker dibangun dengan bahan dasar baja lunak (mild steel). Pada pengoperasiannya, tangki-tangki tersebut digunakan untuk menampung fluida-fluida agresif yang dapat mengakibatkan timbulnya korosi pada dinding tangki. Sehingga diperlukan sebuah perlindungan terhadap dinding tangki agar laju korosi dapat diperlambat, solusi terbaik yaitu menggunakan tank lining. Ada 2 kategori dalam pekerjaan surface preparation yang menentukan keberhasilan performa tank lining diantaranya tingkat kebersihan (cleanliness) dan tingkat kekasaran (roughness). Tingkat cleanliness tersebut memberikan nilai roughness yang berbeda sehingga nilai kekuatan adhesi yang timbul juga berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pelat uji yang diblasting dengan tingkat cleanliness yang berbeda yaitu Sa 2, Sa 2,5, dan Sa 3 yang selanjutnya diuji dengan perlakuan yang sama diantaranya adalah pengukuran nilai roughness by replica tape, pengujian soluble salt by bresle method, dry film thickness, dan pengujian kekuatan adhesi tank lining dengan metode pull-off test. Setelah pengujian pull-off test dilakukan, maka didapatkan hasil bahwa tingkat cleanliness Sa 2 dengan nilai roughness 65,60 μm memiliki nilai kekuatan adhesi 8,10 MPa, Sa 2,5 dengan nilai roughness 70,00 μm memiliki nilai kekuatan adhesi 10,60 MPa, sedangkan Sa 3 dengan nilai roughness 78,60 μm memiliki nilai kekuatan adhesi 10,90 MPa. 
Analisa Perbandingan Variasi Waktu Pack Carburizing Terhadap Kekuatan Puntir, Tarik, Kekerasan dan Komposisi Kimia Baja ST 60 Sebagai Material Poros Propeller Hafizh Bahtiar; Untung Budiarto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan suatu material yang bisa digunakan sebagai bahan pembuatan poros propeller karena tergolong baja yang di perbolehkan oleh BKI. Poros yang aus sering terjadi karena kekerasan permukaan baja lebih rendah dari bantalan propeller. Maka proses carburizing menjadi salah satu cara untuk mengatasi keausan tersebut, tetapi dalam segi kekuatan tarik dan komposisi masih sesuai standar BKI. Carburizing merupakan salah satu cara pengerasan permukaan, yaitu dengan memanaskan baja pada daerah temperatur 816°C s/d 1093°C dalam ruang yang mengandung unsur karbon. Sedangkan tujuan uji puntir adalah untuk mengetahui besaran tegngan geser maksimum saat patah. Dalam penelitian ini juga meneliti pengaruh penambahan waktu penahanan panas carburizing dari 90 menit ke 120 menit terhadap sifat mekanis baja. Hasil yang dicapai bahwa baja ST 60 memenuhi persyaratan BKI ditinjau dari kekuatan tarik (730,00 Mpa) Raw Material, (696,33 Mpa) carburizing 90’’ dan (705,00 Mpa) carburizing 120’’ dan penambahan carbonnya(0,45 % ) Raw Material, (0,47 %) carburizing 90’’ dan (0,50 % ) carburizing 120’’. Untuk nilai kekerasan mendapatkan hasil (177,67 VHN ) Raw Material, (215,33 VHN) carburizing 90’’ dan (224,33VHN ) carburizing 120’’. Maka dapat disimpulkan bahwa setelah proses carburizing kekerasan yang terjadi semakin naik dan kekuatan tarik maupun komposisi kimia masih sesuai standar BKI
Optimalisasi Repair Schedule SPOB. Prosper Three 3537 DWT Dengan Critical Path Method Guna Antisipasi Keterlambatan Proyek Astrid Aisya Rahmi; Imam Pujo Mulyatno; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.356 KB)

Abstract

Proyek kapal SPOB. Prosper Three pada reparasi kali ini merupakan proyek reparasi khusus yaitu modifikasi ruang muat. Pekerjaan ini perlu perhatian khusus karena dikerjakan dari awal hingga akhir yang jika mengalami keterlambatan maka menyebabkan keterlambatan total proyek sehingga tidak sesuai dengan kontrak. Data utama yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa master schedule proyek, repair list, kebutuhan tenaga kerja. Langkah awal yang dilakukan ialah analisis pekerjaan yang termasuk ke repir list kapal SPOB. Prosper Three. Lalu penentuan predecessor pekerjaan dan pembuatan network diagram dengan menggunakan metode Critical Path Method dan Software Microsoft Project 2013, pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan diagram network planning, aktivitas sensitif dan jalur kritis proyek, serta penghitungan produktifitas sumber daya terhadap proyek reparasi kapal SPOB. Prosper Three. Hasil crashing menunjukan pengurangan durasi selama 6 hari, dari durasi kontrak 30 hari menjadi 24 hari untuk mendapatkan schedule yang optimal. Pada proyek reparasi kapal SPOB. Prosper Three di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera dihasilkan analisis berupa produktifitas manpower sebesar 23 kg/mandays dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 51 orang dari 39 orang pada perencanaan dan penambahan jam kerja lembur selama 3 jam.  Adanya penambahan tenaga kerja dan jam kerja lembur menghasilkan penambahan biaya sebesar 1% dan 35 %. Untuk itu dapat dilihat bahwa pengurangan durasi dengan penambahan  tenaga kerja lebih efisien dari penambahan jam lembur dan penjadwalan durasi lebih optimal.
Analisa Kekuatan Tekuk, Kekuatan Puntir, dan Kekerasan Baja S45C Sebagai Material Propeller Shaft dengan Variasi Temperatur Quenching Aldi Tama; Ari Wibawa Budi Santosa; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.372 KB)

Abstract

Dalam proses berputarnya poros propeller, poros menerima bermacam jenis baban yang timbul akibat kombinasi gaya. Beban yang diterima diantaranya beban tarik, beban tekan, dan beban puntir yang terjadi berulang-ulang dan menimbulkan fatigue failure pada material. Heat treatment dilakukan untuk membentuk material menjadi keras, lunak, ulet, dan menghilangkan tegangan sisa bertujuan mengubah sifat material sesuai dengan kebutuhan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kekuatan tekuk, kekuatan puntir, kekerasan material, dan struktur mikro pada baja S45C setelah proses quenching dengan variasi suhu 850°C dan 950°C ditahan selama 20 menit dengan media pendingin oli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen raw material memiliki kekuatan tekuk 1803,88 Mpa, kekuatan puntir 561,40 Mpa, dan nilai kekerasan 190,8 VHN. Spesimen quenching 850°C memiliki kekuatan tekuk 2304,68 Mpa, kekuatan puntir 431,82 Mpa dan nilai kekerasan sebesar 330,9 VHN. Sedangkan spesimen quenching 950°C memiliki kekuatan tekuk 2434,03 Mpa, kekuatan puntir 395,20 Mpa dan kekerasan sebesar 330,9 VHN. Berdasarkan hasil pengujian diatas dapat disimpulan bahwa nilai kekuatan tekuk tertinggi didapatkan dari spesimen quenching 9500C, sedangkan nilai kekuatan puntir tertinggi didapatkan dari spesimen raw material, dan nilai kekerasan vickers tertinggi diperoleh dari spesimen quenching pada kedua suhu uji coba. Pada uji mikrografi spesimen quenching 850°C memiliki fasa ferrite lebih dominan dibanding raw material dan quenching 950°C, sedangkan pada quenching 950°C memiliki fasa perlite lebih dominan dibanding raw material dan quenching 850°C. Berdasarkan hasil eksperimen, semakin tinggi suhu quenching  material akan semakin keras, namun setelah spesimen diberi perlakuan panas  quenching tidak cukup ulet dan tangguh dibanding spesimen tanpa perlakuan panas.  
Rancang Desain dan Konstruksi Kapal Ternak Tipe Katamaran untuk Pelayaran Nasional Akbar Ramadhan; Ahmad Fauzan Zakki; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi daging sapi di pulau Jawa mencapai 2,2 kg per kapita. Hal ini berarti dibutuhkan 410 juta kg daging sapi per tahun atau sekitar 2,89 juta ekor sapi. Sementara populasi sapi di pulau Jawa hanya 8,6 juta ekor. Sementara di pulau NTT dan Bali yang populasinya 5,5% dari populasi seluruh warga Indonesia, memiliki 14,18% dari populasi sapi potong nasional. Untuk itu diperlukan angkutan yang dapat membawa sapi teresebut sopesi diperecara aman serta lauak untuk beroperasi di perairan Indonesia. Maka dirancang kapal ternak katamaran, dengan harapan akan mencukupi kebutuhan daging sapi nasional. Kapal ternak katamaran memiliki bobot mati 800 ton, dengan panjang 88 meter, lebar 26,75 meter, dan sarat 2,82 meter, beroperasi pada kecepatan 20 knot. Kapal ternak katamaran mampu mengangkut hingga 1200 ekor sapi dari Kupang, Waingapu, dan Bali, menuju Surabaya dan Jakarta. Pada tinjauan stabilitas dan olah gerak, kapal ternak katamaran telah sesuai dengan kriteria khusus untuk kapal ternak. Kapal ternak katamaran didesain khusus untuk perairan Indonesia, dengan rata-rata tinggi gelombangnya yang mencapai 4 meter. Berdasarkan analisa respon kapal terhadap gelombang didapat tegangan terbesar yang terjadi adalah sebesar 40,15 MPa, sangat jauh dari tegangan ijin sebesar 184,125 MPa. Hal ini berarti, kapal ternak katamaran yang dirancang aman untuk mengarungi perariran Indonesia.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrachman Fiqri Abrar Farhan Afdhal Alfendry Afriandi Ginting, Afriandi Agus Saputra Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Ahmad Firdhaus Ahmad, Syaiful Tambah Putra Akbar Prasetya Akbar Ramadhan Akbar, Heri Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Akbarulah Bumi Aji Aldi Tama Alexius Bayu Setyoko Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuyati Amru, Syafiq Nada Anas Sebtu Prawira Andi Trimulyono Ardianto, Muhammad Afiq Arga Gideon Sarwanto Ari Wibawa Budi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Ari Wibawa Budi.S Artha Deri Putra Asiando Wijaya Astrid Aisya Rahmi Astrid Wulandari Avian Putri Utami Bagus Siwi Nugroho Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bogie Ardianto Cahyo Dwi Yantoro Candra, Ronaldo Chandra Wijaya Panggabean David Chandra Deddy Chrismianto Deni Oktavianto Dwi Joko Purnomo Eko Sasmito Hadi Erwin Darmawan Farel Mauluvi Akmal Antaqiya Febry Wonggiawan Fikri Khalis Tenar Frestiqauli, Santi Friska Kartika P Gerry Eka Aprilianto Gilas Dwi Maylano Ginanjar Baskoro Aji Good Rindo Good Rindo Gozal Apri Prayuda Gritis Al hasbi MM Hafizh Bahtiar Hartono Yudo Hartono Yudo Heru Firmansyah Heru Firmansyah Hidayatullah, Muhammad Rafi Hristo Anggigi Ihsanuddin Nadhif Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indra Kurniawan Irsa Prabowo Isyroqi Al Ghifari Ivel Afra Sevira Jonathan, Mario K Kiryanto K Kiryanto Kamal Zidan Hidayat Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan, Hosea Kusuma, Ghiyats Abiyyu Leo Pranata Ketaren Lingga, Emilio Frans Lukman Gewa Nurhakim Lumban batu, Afriando Luthfi Isna Saputra M. Idam Titahgusti M. Ikbal Afdhal Malau, Karno R Mamat Riyadi Mangara Tua Immanuel Sianturi Maretreliano, Farand Martinus Arfendo Waroy Mathews Yose Pratama Maulana Dicky Almanda Maxwell Pradolin Mayank Faunni Naily Miftah, Muhammad Azizul Mita Buwana Noor Royyana Mochamad Arif Rachman Mohammad Nasikin Mubarak, Farhan Muchammad Rif’an Fahmi Muhamad Yamin Soamole Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Fawwaz Karim Amrullah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Naufal Syafiq Muhammad Said Rinaldy Mukhama Ghulamuddin Mulyatno, Imam Pujio Musfar, Rafi Faiqal Mustafidurijal Mustafidurijal Muttaqien, Muhammad Hafizh Imam Nanda Rizki Yani Liara Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Nico Dwiprasti Anando Niko Bayu Prasetyo Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nur Adi Triyantoro Nurhafid, Aji Ocid Mursid P. Boby Janurianto Paolo Ciptanto Lubis Pardede, Epan Rexky Parlindungan Manik Pradana, Eghy Audhi Rachman Pranajaya, Wisnu Razin Hilmy Baihaqi Reinhard Fernando Hutapea Relinton B Manalu Rendy Kastanto Renita Wurdhani Reyanld Daniel Nicholas Manurung Reza Shah Alam Richki Khresna Rindianti Wibowo Rizalul Haq Rizka Noor Miftakhul Ulum Rizki Rizcola rochim, fatkhu nur Rochman Hardi Prasetio Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Roni Rahmad S Rosiana Dewi Samuel Pardomuan Sitorus Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel, S Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sembiring, Benami I G Setiawan, Dendy Shandy Perdana Shofwan Abdullah Mubarok Ihsan Naufal Simanjuntak, Redeko Saferland Simatupang, Ridho Justicia Sinaga, Putra Yonatan Halomoan Sugeng Pardiana Sumintono, Heraldo Petra Surip Prasetyo Surya Yusuf Afriansyah Taruna, Daffa Sofyan Tuswan Tuswan Ucok Maruli Silalahi Utomo Adi Prasetyo Wildan Adi Nugraha Willson Febriant Tambunan Wilma Amiruddin Wisesa Maheswara Yacob Utama Nainggolan Yan Nohan Yosua, Palti Yudha Adhitiya Wardhana Yunior, Tri Rangga Yusuf, Fauzan Ammar Fata