Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemberdayaan Guru Melalui Literasi Digital Berbasis Quick Response Code Nursalam Nursalam; Suardi Suardi; Muhajir Muhajir
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v4i3.1183

Abstract

Permasalahan guru yang sangat penting untuk diselesaikan melalui kegiatan pengabdian ini adalah (1) Minimnya pengetahuan dan keterampilan kelompok guru mata pelajaran IPS dan PPKn dalam membuat quick response code, (2) Susahnya siswa mendapatkan materi secara online yang terkait langsung dengan materi pelajaran. Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pelatihan literasi digital berbasis quick response code untuk kelompok guru mata pelajaran IPS dan PPKn. Hasil kegiatan dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu tahap penyediaan materi, tahap sosialisasi, tahap penyampaian materi, tahap pembagian literasi digital. Sedangkan kegiatan pelatihan literasi digital kepada siswa terdiri dari tahap pembuatan jadwal pertemuan, tahap penyampaian materi, tahap penggunaan literasi digital, tahap pembagian literasi digital dan tahap gerakan literasi digital yang mendapat respon positif dari pemerintah, guru dan siswa.
PERBANDINGAN PRETEST DAN POSTTEST MELALUI PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT Nursalam Nursalam; Suardi Suardi
Produktif : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 2 No. 1 (2018): Produktif: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan hasil belajar IPS melalui penggunaan media power point dapat dilihat dari perubahan nilai melalui pretest yaitu 13,65% sedangkan posttest yaitu 86,35%. Pengaruh penggunaan media power point diperoleh dari, tHitung = 15.26 dan tTabel = 3.819. Maka tHitung ? tTabel atau 15.26 ? 3.819. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Ini berarti bahwa penggunaan media power point dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar IPS.
MODEL INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR Hasnah Kanji; Nursalam Nursalam; Muhammad Nawir; Suardi Suardi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v5i2.458

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah kalangan pelajar mengalami dekadensi moral yang membutuhkan Model integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif SD Inpres 34 Bungung Katammu Kabupaten Bantaeng. Penentuan informan penelitian secara purposive sampling, yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua. Teknik pengumpulan data menggunakan observation, depth-Interview dan dokumentasi. Teknik Analisis melalui data reduction, data display dan conclusion drawing. Teknik kebasahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan model integrasi pendidikan karakter terdiri dari enam tingkatan dari tiga level yaitu (a) pada level individu (i) moral knowing, (ii) moral feeling (iii) moral sinverbal. (b) pada level individu-kelompok (i) moral action, (ii) moral habitus, (c) pada level kelompok ada moral culture yang dapat dintegrasikan nilai-nilai karakter pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS). Kata Kunci: Model Integrasi, Pendidikan Karakter, Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan Sosial.
MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR IPS PESERTA DIDIK SD 209 BARU II PALANGKA KECAMATAN SINJAI SELATAN KABUPATEN SINJAI Hawise Hawise; Rosleny B; Nursalam Nursalam
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v6i1.533

Abstract

Abstrak: pentingnya mengetahui minat dan motivasi dalam belajar. Tujuan penelitian memberikan kesimpulan tentang motivasi dan minat belajar IPS serta upaya guru dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar IPS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Data yang dianalisis dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi dan minat belajar peserta didik sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran IPS, adanya motivasi dan minat  yang tinggi  maka peserta didik akan mudah memahami pembelajaran. Minat peserta didik akan semakin tinggi apabila peserta didik selalu mendapatkan motivasi ekstrinsik sehingga motivasi intrinsiknya akan semakin kuat dan minat belajarnya semakin tinggi. Motivasi merupakan hal yang paling penting dalam proses pembelajaran, peserta didik yang sering mendapatkan motivasi baik motivasi ekstrinsik maupun intsrinsik  akan meningkatkan minatnya dalam belajar karena mereka merasa diperhatikan, dan peserta didik yang kurang mendapatkan dorongan atau motivasi baik motivasi ekstrinsik maupun motivasi intrinsic akan mengakibatkan rendahnya minat belajar peserta didik sehingga berpengaruh terhadap hasil belajarnya.Kata Kunci: Motivasi, Minat Belajar, Belajar IPS
The Integration Model of the Development of Student Religious Character Education Based on Integrative Morals in Higher Education Rahmat Nur; Suardi Suardi; Nursalam Nursalam; Hasnah Kanji
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4692

Abstract

Abstract. The substance problem in this study is the demoralization of the religious character of students, so it requires a more comprehensive model of strengthening character education. The research objective is to produce an integrated model for the development of moral integrative-based religious character education. The research used a mix-method, namely a combination of qualitative methods and quantitative methods. The qualitative research instrument uses the researcher himself as the main instrument while the quantitative instrument uses a validated questionnaire. Research informants, qualitative research using purposive sampling and random sampling techniques for quantitative research. Data collection techniques using interview techniques, observation techniques, questionnaire techniques and documentation techniques. The stages of qualitative data analysis were carried out by starting to reduce data, display data, and verify data. The results of the research on the integration model of the development of religious character education that has been developed at the University of Muhammadiyah Makassar are integrated with the moral integrative, namely knowing, feeling, sinverbal, action, habitus and culture to instill religious character in students in six moral levels starting from moral knowing, moral feeling, moral. sinverbal, moral action, moral habitus and moral culture at the student and academic community level at the University of Muhammadiyah Makassar.Keywords: Character Education, Moral sinverbal, Moral habitus, Moral culture, StudentsAbstrak.  Masalah substansi pada penelitian ini adalah demoralisasi karakter religius mahasiswa, sehingga membutuhkan suatu model penguatan Pendidikan karakter yang lebih komprehensif. Tujuan penelitian menghasilkan model integrasi pengembangan pendidikan karakter religius berbasis integratif moral. Penelitian menggunakan mix-method yaitu metode kombinasi metode kualitatif dan metode kuantitatif. Instrumen penelitian kualitatif menggunakan peneliti sendiri sebagai instrumen utama sedangkan instrumen kuantitatif menggunakan angket, yang sudah divalidasi. Informan penelitian, penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling dan teknik random sampling untuk penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, teknik angket dan teknik dokumentasi. Tahapan analisis data kualitatif dilakukan mulai mereduksi data, mendisplay data, dan melakukan verifikasi data. Hasil penelitian model integrasi pengembangan pendidikan karakter religius yang telah dikembangkan di Universitas Muhammadiyah Makassar terintegrasi dengan integratif moral yaitu knowing, feeling, sinverbal, action, habitus dan culture untuk menanamkan karakter religius kepada mahasiswa dalam enam tingkatan moral mulai dari moral knowing, moral feeling, moral sinverbal, moral action, moral habitus dan moral culture pada level mahasiswa dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Moral sinverbal, Moral habitus, Moral culture, Mahasiswa
Supporting and Inhibiting Factors of Character Education in Learning Social Studies at Primary Schools Hasnah Kanji; Nursalam Nursalam; Muhammad Nawir; Suardi Suardi
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 5, No 1 (2020): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.812 KB) | DOI: 10.26618/jed.v5i1.2966

Abstract

The main problem of this study is that the students encounter a moral decadence which requires the  integration  support of character education in learning and anticipates various barriers to the integration of character education in learning. The purpose of this study was to identify various factors supporting and inhibiting character education specifically on social studies learning at primary schools. The research method used descriptive qualitative at SD Inpres 34 Bungung Katammu, Bantaeng Regency. In choosing the research informant,the researcher used purposive sampling, namely the principal, teachers, students and parents. Data collection technique used  observation, depth-interview and documentation. Techniques of data analyzis were data reduction, data display and  drawing conclusion. The technique of data validity was done through triangulation of sources, time and techniques. Based on  the research findingsfrom various researchers, there has been no research which evaluates character education in learning of social study at primary schools which includes input, process and output of learning in high grade. The  Factors in supporting and inhibiting character education at SD 34 Bungung Katammung consist of two aspects, namely internal and external. Supporting factors include teachers, principals (internal), parents (external) and inhibiting factors include teachers, principals (internal) and parents (external).Keywords:Integration Mode, Character Education, Learning, Social Studies. Masalah utama dalam penelitian ini adalah kalangan pelajar mengalami dekadensi moral yang membutuhkan dukungan integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran dan mengantisipasi berbagai hambatan integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi berbagai faktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter terkhsusus pada pembelajaran ilmu pengetahuan social di sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif SD Inpres 34 Bungung Katammu Kabupaten Bantaeng. Penentuan informan penelitian secara purposive sampling, yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua. Teknik pengumpulan data menggunakan observation, depth-Interview dan dokumentasi. Teknik Analisis melalui data reduction, data display dan conclusion drawing. Teknik keabasahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu dan teknik. Bedasarkan hasil penelitian dari berbagai peneliti, belum ada penelitian yang melakukan evaluasi pendidikan karakter dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di sekolah dasar yang mecakup input, proses dan output pembelajaran di kelas tinggi. Faktor mendukung dan penghambat pendidikan karakter di SD 34 Bungung Katammung terdiri dari dua aspek yaitu internal dan eksternal. Faktor pedukungnya mencakup guru, kepala sekolah (internal), orang tua (eksternal) dan faktor penghambatnya mencakup guru, kepala sekolah (internal) dan orang tua (eksternal).Kata kunci:  Model Integrasi, Pendidikan Karakter, Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan Sosial.
Penerapan Model Pembelajaran Saintifik Approach Berbasis Media Classroom Suardi Suardi; Nursalam Nursalam
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 2 No 2 (2020): Juli-Desember 2020
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/ijsed.v2i2.32

Abstract

Tujuan penelitian untuk (i) menganalisis keaktifan mahasiswa pada saat proses pembelajaran (ii) menganalisis hasil belajar mahasiswa (iii) mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang muncul pada proses penerapan model pembelajaran scientific approach berbasis media classroom melalui penelitian tindakan kelas (classroom action research) pada mahasiswa kelas A angkatan Tahun 2019. Hasil belajar mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran scientific approach perbandingan pada siklus I mencapai ketuntasan klasikal hanya mencapai 65.37% dan pada siklus II sudah mengalami peningkatan sampai 92.30% dari standar ketuntasan klasikal 90% dan mencapai nilai KKM 85. Keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran pada siklus I sangat tinggi mencapai 80.11 dan siklus II yaitu 91.79 sudah mencapai standar 90%. Refleksi siklus I dan II mencakup proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran saintifik approach, kontrak perkuliahan, aturan berpakaian, evaluasi pembelajaran, penggunaan classroom dan publikasi pada blog-blog agar dapat memperbaiki kekurangan dari siklus I menuju siklus II. Hasil angket mahasiswa mayoritas mengatakan (a) Sangat menyenangkan dengan diterapkannya penerapan model pembelajaran saintifik approach (b) Media classroom telah menumbuhkan karakter disiplin dan tanggung jawab mahasiswa (c) Dosen mengajar sangat menyenangkan.
IMPLEMENTASI KETERAMPILAN GURU DALAM MEMVARIASIKAN PEMBELAJARAN IPS MELALUI PEMBELAJARAN DARING DI SD INPRES LAYANG KOTA MAKASSAR Nur Aida; Nursalam Nursalam; Rosleny Babo
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i1.8546

Abstract

Implementasi keterampilan guru dalam memvariasikan pembelajaran IPS melalui pembelajaran daring di SD Inpres Layang Kota Makassar. Dibimbing oleh Nursalam dan Rosleny Babo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan guru dalam memvariasikan pembelajaran IPS melalui pembelajaran daring. Penelitian ini termaksuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil peneleitian menunjukan bahwa Implementasi Keterampilan guru dalam memvariasikan pembelajaran IPS di SD Inpres Layang Kota Makassar  yaitu a) Keterampilan variasi dalam gaya mengajar, b) Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran, c) Keterampilan menjelaskan, d) Keterampilan bertanya,  e) Keterampilan memberikan penguatan, dan f) Keterampilan mengelola kelas. 2. Hasil wawancara implementasi Keterampilan Guru dalam Pembelajaran IPS melalui pembelajaran daring di SD Inpres Layang Kota Makassar a) Reaksi siswa kurang memahami dalam pembelajaran daring, Siswa sangat jenuh karena terkadang tidak mendengarkan b) Siswa kurang menyukai mata pelajaran IPS dalam Pembelajaran daring dengan alasan jaringan kurang jelas dan suara terputus-putus, c) Metode yang digunakan metode ceramah, dan metode penugasan, serta menggunakan media powerpoint. d) Siswa menyukai metode ceramah dan penugasan. e) Upaya yang ditempuh guru dalam mengatasi kesulitan belajar IPS dalam Pembelajaran daring dengan banyak membaca, siswa harus dilatih untuk dapat menyimak pembelajaran serta menyusun jadwal sebaik mungkin. f) Faktor yang menyebabkan kesulitan dalam Pembelajaran daring yaitu faktor intern siswa, dan faktor teknis serta faktor ekstern. g) memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran lebih menggunakan via zoom. 3. Implementasi Keterampilan Guru dalam Memvariasikan Pembelajaran IPS melalui Pembelajaran daring guru mengaktifkan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran IPS melalui Pembelajaran daring yaitu siswa diberikan tugas, dan menggunakan power point.
Penerapan Metode Quantum Teaching pada Pembelajaran IPS dan Dampaknya Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar di Masa Pandemi COVID-19 Yesti Soel; Nursalam Nursalam; Abdul Azis Muslimin
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v13i2.287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi dan hasil belajar murid kelas V serta mengetahui pengaruh penerapan metode Quantum Teaching dalam pembelajaran IPS pada kelas V di UPT SPF SDN 172 Borongkalukue. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen (eksperimen semu). Desain penelitian ini menggunakan non-equivalent control group desain artinya kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian angket dan pengambilan hasil tes belajar murid, nilai perolehan motivasi belajar murid adalah 86,7dan hasil belajar murid adalah sebesar 96,7 setelah penerapan. Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada murid membuktikan bahwa motivasi belajar murid pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, ini disebabkan karena kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan metode Quantum Teaching dan kelas kontrol hanya menggunakan pembelajaran konvensional. Populasi dari penelitian ini murid kelas V di UPT SPF SDN 172 Borongkalukue yang berjumlah 60 orang murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode quantum teaching pada pembelajaran IPS meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar murid yang sebelumnya berada pada kategori rendah kemudian meningkat menjadi kategori tinggi. Hal ini dikarenakan model pembelajaran Quantum Teaching merupakan model pembelajaran yang menyenangkan, multisensori, multi kecerdasan dan koopetibel dengan otak serta berguna meningkatkan kemampuan guru dan merangsang anak berprestasi sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai
Penguatan Karakter Bernalar Kritis Berbasis Integratif Moral untuk Siswa Sekolah Dasar dalam Program Kampus Mengajar di Indonesia Nursalam Nursalam; Suardi Suardi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 7, No 8: AGUSTUS 2022
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v7i8.15416

Abstract

The purpose of this study is to develop a model for enhancing elementary school students' critical reasoning character education based on moral integration in Indonesian teaching campus activities. This study employs a variety of research techniques, including questionnaires, observations, interviews, and documentation, which are then examined qualitatively and quantitatively. The results of the study indicate that strengthening the character of critical reasoning based on moral integrative and social collaboration is in the very frequent category at all stages of moral knowing, feeling, sinverbal, action, habitus, and culture from various campus teaching activities such as giving assignments, giving directions, collaborative thinking, and performing tasks based on their abilities, which are integrated into school activities involving all parties. Tujuan penelitian menghasilkan model penguatan pendidikan karakter bernalar kritis berbasis integrasi moral kepada siswa sekolah dasar dalam kegiatan kampus mengajar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods), menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukkan penguatan karakter bernalar kritis berbasis integratif moral dan kolaborasi sosial berada pada kategori sangat sering pada semua tahapan moral knowing, feeling, sinverbal, action, habitus dan culture dari berbagai kegiatan kampus mengajar seperti kegiatan pemberian tugas, pemberian arahan, berpikir bersama, dan mengerjakan tugas sesuai kemampuan, yang terintegrasi dalam kegiatan sekolah yang melibatkan semua pihak.