Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR Hasnah Kanji; Nursalam Nursalam; Muhammad Nawir; Suardi Suardi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v5i2.458

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah kalangan pelajar mengalami dekadensi moral yang membutuhkan Model integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif SD Inpres 34 Bungung Katammu Kabupaten Bantaeng. Penentuan informan penelitian secara purposive sampling, yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua. Teknik pengumpulan data menggunakan observation, depth-Interview dan dokumentasi. Teknik Analisis melalui data reduction, data display dan conclusion drawing. Teknik kebasahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan model integrasi pendidikan karakter terdiri dari enam tingkatan dari tiga level yaitu (a) pada level individu (i) moral knowing, (ii) moral feeling (iii) moral sinverbal. (b) pada level individu-kelompok (i) moral action, (ii) moral habitus, (c) pada level kelompok ada moral culture yang dapat dintegrasikan nilai-nilai karakter pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS). Kata Kunci: Model Integrasi, Pendidikan Karakter, Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan Sosial.
PENINGKATAN HASILBELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER Hasnah K; Bahrun Amin; Abdan Syakur; Suardi Suardi
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol 1, No 1: April 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v1i1.1236

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah mengindikasikan bahwa pembelajaran tersebut bersifat konvensional dan membuat fasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran numbered heads together (NHT) dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa di IV SD Inpres Barang Kecamatan Pujananting  Kabupaten Barru. Menggunakan penelitian tindakan kelas (class room action research), dilaksanakan sebanyak dua siklus, tiap siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Indikator kinerja  KKM 70 dengan syarat ketuntasan belajar adalah 80 % .Hasil perhitunganrata ketuntasan individual pada siklus I rata-rata 65,93 dan siklus II sebesar 82,53. Hasil ini menunjukkan kenaikan skor 16,6.  Berdasarkan perhitungan ketuntasan klasikal, siswa yang lulus pada siklus I sebesar 53,33% dan siklus II 93,33%, yang menunjukkan kenaikan secara signifikan sebesar 40%. Kegiatan belajar berkelompok bagi siswa merupakan upaya guru dalam mengembangkan potensi kerjasama siswa, hal tersebut sejalan dengan konsep pembelajaran student centered learning.Indonesian language learning in schools indicates that the learning is conventional and makes it fasif. This study aims to analyze the application of numbered heads together learning (NHT) in improving student learning outcomes and activities in IV Primary Inpres of Pujananting Sub-district of Barru District. Using classroom action research, two cycles are carried out, each cycle is held for 4 meetings. Indicator of KKM 70 performance with learning completeness requirement is 80%. The result of the average calculation of individual endurance in the first cycle average 65.93 and the second cycle of 82.53. These results indicate a 16.6 increase in scores. Based on the calculation of classical completeness, students who graduated in the first cycle of 53.33% and cycle II 93.33%, which showed a significant increase of 40%. Group learning activities for students is an effort of teachers in developing the potential of student cooperation, it is in line with the concept of learning student centered learning
Penerapan Model Pembelajaran Saintifik Approacd Berbasis Media Pembelajaran Kearifan Lokal pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Sosiologi dalam Membangun Karakter dan Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Makassar Suardi Suardi; syarifuddin syarifuddin
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 3, No 2 (2018): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.659 KB) | DOI: 10.26618/jed.v3i2.1627

Abstract

The research objective is to analyze student activity during the learning process (ii) analyze student learning outcomes (iii) identify emerging character values (iv) identify obstacles that arise when applying the scientific approach learning model through learning media of local wisdom through classroom action research ( class room action research) for class A students in 2018. Student learning outcomes through the application of comparative scientific approach learning models in cycle I achieved classical completeness only reached 65.37% and in the second cycle had increased to 92.30% of the standard 90% completeness and reached KKM value 85. Student activity in the learning process in the first cycle was very high reaching 80.11 and cycle II which was 91.79 had reached the standard of 90%. Reflections on cycles I and II include the learning process using approacd scientific learning models, lecture contracts, dress rules, evaluation of learning, classroom use and publications on blogs so as to correct deficiencies of cycle I to cycle II. The results of the majority student questionnaire said (a) It was very pleasant with the application of the application of the scientific learning model approacd (b) Media classroom had grown the character of students' discipline and responsibility (c) Lecturers were very pleasant.Keywords: scientific approach, learning media, local wisdom, character
The Innovation and Creativity of Religious Moderation Learning Through Sociology Learning and Pancasila and Citizenship Education in Public Schools and Madrasas Gorontalo City Israpil Israpil; Suardi Suardi
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.5527

Abstract

This study aims to explore educators' ideas regarding learning materials and methods that integrate moderation insights by utilizing creative learning media carried out in public schools and madrasas. The value of moderation insight is urgent to be implemented for students, given the widespread dissemination of information through misleading online media, including intolerant religious messages. This study used a qualitative descriptive approach, with data collection conducted through interviews and FGDs. The results of the study show: (1) Educators are very creative in using learning media technology, including: zoom meeting applications, WhatsApp, Telegram, and E-learning. Platforms provided by Google (Google Classroom, Google Forms, Google Meet), Kingmaster, Filmmora, Font Art, Camtasia, Quizizz, Microsoft 365, and create innovative learning modules. (2) Materials containing the value of religious moderation are found and integrated in various subjects, including Pancasila and Citizenship Education Lessons. The effectiveness of the use of learning media through the media has a significant impact on students' attitudes and experience improvement, as well as seriousness in participating in learning boldly. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggali gagasan pendidik terkait materi dan metode pembelajaran yang mengintegrasikan wawasan moderasi beragama dengan memanfaatkan media pembelajaran secara kreatif yang dilaksanakan di sekolah umum dan madrasah. Nilai wawasan moderasi beragama urgen untuk diimplementasikan kepada peserta didik, mengingat maraknya penyebaran informasi melalui media online yang menyesatkan, termasuk pesan-pesan keagamaan yang intoleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kalangan pendidik sangat kreatif menggunakan teknologi media pembelajaran, meliputi: aplikasi zoom meeting, WhatsApp, Telegram, dan E-learning. Platform yang disediakan oleh Google (Google Classroom, Google Forms, Google Meet), Kingmaster, Filmora, Font Art, Camtasia, Quizizz, Microsoft 365, dan membuat modul pembelajaran yang inovatif. (2) Materi yang mengandung nilai moderasi beragama ditemukan dan diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran antara lain mata pelajaran sosiologi dan Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Efektivitas penggunaan media pembelajaran melalui media kreatif berdampak secara signifikan terhadap sikap peserta didik dan peningkatan kehadiran, serta keseriusan dalam mengikuti pembelajaran secara daring.
Peningkatan Hasil Belajar Sosiologi Pokok Bahasan Interaksi Sosial Melalui Metode Diskusi pada Siswa Kelas X MA. Muhammadiyah Panaikang Kacamatan Bissappu Kabupten Bantaeng Suardi Suardi
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 2, No 1 (2017): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.099 KB) | DOI: 10.26618/jed.v2i1.1145

Abstract

The objective of this research is to improve the sociology learning outcomes of social interaction subjects with the method of discussion on the students of class X MA. Muhammadiyah Panaikang Kacamatan Bissappu Kabanta Bantaeng. This study included descriptive research designed through classroom action research, conducted in two cycles, each cycle was held as many as 4 times meeting with the number of students 34 people (13 men and 21 women). The instrument of this research is test and observation sheet. The data of the research are analyzed quantitatively and qualitatively. The results of this study showed: (1) Student learning achievement cycle I average 53.70 and increase in cycle II with an average of 82. Learning completeness in the first cycle of 58.82% and increased in cycle II to 57, 05% . Thus, the learning method can improve student's sociology learning outcomes. (2) Discussion method can increase students' activity in learning. Indicators of improvement can be observed based on observations from cycle I and to cycle II that undergo changes, the emergence of changes, motivation, enthusiasm, and the value of student learning students understand the material.Keywords: Learning Outcomes, Discussion Methods, Student Activity.
The Integration Model of the Development of Student Religious Character Education Based on Integrative Morals in Higher Education Rahmat Nur; Suardi Suardi; Nursalam Nursalam; Hasnah Kanji
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4692

Abstract

Abstract. The substance problem in this study is the demoralization of the religious character of students, so it requires a more comprehensive model of strengthening character education. The research objective is to produce an integrated model for the development of moral integrative-based religious character education. The research used a mix-method, namely a combination of qualitative methods and quantitative methods. The qualitative research instrument uses the researcher himself as the main instrument while the quantitative instrument uses a validated questionnaire. Research informants, qualitative research using purposive sampling and random sampling techniques for quantitative research. Data collection techniques using interview techniques, observation techniques, questionnaire techniques and documentation techniques. The stages of qualitative data analysis were carried out by starting to reduce data, display data, and verify data. The results of the research on the integration model of the development of religious character education that has been developed at the University of Muhammadiyah Makassar are integrated with the moral integrative, namely knowing, feeling, sinverbal, action, habitus and culture to instill religious character in students in six moral levels starting from moral knowing, moral feeling, moral. sinverbal, moral action, moral habitus and moral culture at the student and academic community level at the University of Muhammadiyah Makassar.Keywords: Character Education, Moral sinverbal, Moral habitus, Moral culture, StudentsAbstrak.  Masalah substansi pada penelitian ini adalah demoralisasi karakter religius mahasiswa, sehingga membutuhkan suatu model penguatan Pendidikan karakter yang lebih komprehensif. Tujuan penelitian menghasilkan model integrasi pengembangan pendidikan karakter religius berbasis integratif moral. Penelitian menggunakan mix-method yaitu metode kombinasi metode kualitatif dan metode kuantitatif. Instrumen penelitian kualitatif menggunakan peneliti sendiri sebagai instrumen utama sedangkan instrumen kuantitatif menggunakan angket, yang sudah divalidasi. Informan penelitian, penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling dan teknik random sampling untuk penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, teknik angket dan teknik dokumentasi. Tahapan analisis data kualitatif dilakukan mulai mereduksi data, mendisplay data, dan melakukan verifikasi data. Hasil penelitian model integrasi pengembangan pendidikan karakter religius yang telah dikembangkan di Universitas Muhammadiyah Makassar terintegrasi dengan integratif moral yaitu knowing, feeling, sinverbal, action, habitus dan culture untuk menanamkan karakter religius kepada mahasiswa dalam enam tingkatan moral mulai dari moral knowing, moral feeling, moral sinverbal, moral action, moral habitus dan moral culture pada level mahasiswa dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Moral sinverbal, Moral habitus, Moral culture, Mahasiswa
Strengthening Character Through Character Habitus in Students of the Sociology Education Study Program and Pancasila and Citizenship Education Suardi Suardi; Muhajir Muhajir
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 2 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i2.7539

Abstract

The problem of this research is that students experience demoralization of character so that they need character strengthening in the lecture process at college. The purpose of the research is to shape the character of students through character habitus in the lecture process. This study uses the mix-method concurrent embedded method with 10 research informants and 55 research respondents. The research data was collected using questionnaires, interviews, documentation and observations, then the data were analyzed using qualitative and quantitative data analysis. The results showed that character strengthening through character habitus in three levels, namely habitus dissemination by lecturers, acceptance of habitus by students and collective habitus by lecturers and students through the lecture process. Habitus character provides reinforcement for the character of discipline, responsibility, religious, honest, hard work, independent, curiosity, respect for achievement and a love of reading for students of the Sociology Education study program and students of the Pancasila and Citizenship Education Study Program, University of Muhammadiyah Makassar.Masalah penelitian ini adalah mahasiswa mengalami demoralisasi karakter sehingga membutuhkan penguatan karakter dalam proses perkuliahan di perguruan tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk membentuk karakter mahasiswa melalui habitus karakter dalam proses perkuliahan. Penelitian ini menggunakan metode mix-method concurrent embedded dengan informan penelitian 10 orang dan responden penelitian 55 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket, wawancara, dokumentasi dan observasi, kemudian data dianalisis menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penguatan karakter melalui habitus karakter dalam tiga tingkatan yaitu desiminasi habitus yang dilakukan dosen, penerimaan habitus oleh mahasiswa dan habitus kolektif oleh dosen dan mahasiswa melalui proses perkuliahan. Habitus karakter memberikan penguatan pada karakter disiplin, tanggung jawab, religious, jujur, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi dan gemar membaca pada mahasiswa program studi Pendidikan Sosiologi dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Supporting and Inhibiting Factors of Character Education in Learning Social Studies at Primary Schools Hasnah Kanji; Nursalam Nursalam; Muhammad Nawir; Suardi Suardi
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 5, No 1 (2020): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.812 KB) | DOI: 10.26618/jed.v5i1.2966

Abstract

The main problem of this study is that the students encounter a moral decadence which requires the  integration  support of character education in learning and anticipates various barriers to the integration of character education in learning. The purpose of this study was to identify various factors supporting and inhibiting character education specifically on social studies learning at primary schools. The research method used descriptive qualitative at SD Inpres 34 Bungung Katammu, Bantaeng Regency. In choosing the research informant,the researcher used purposive sampling, namely the principal, teachers, students and parents. Data collection technique used  observation, depth-interview and documentation. Techniques of data analyzis were data reduction, data display and  drawing conclusion. The technique of data validity was done through triangulation of sources, time and techniques. Based on  the research findingsfrom various researchers, there has been no research which evaluates character education in learning of social study at primary schools which includes input, process and output of learning in high grade. The  Factors in supporting and inhibiting character education at SD 34 Bungung Katammung consist of two aspects, namely internal and external. Supporting factors include teachers, principals (internal), parents (external) and inhibiting factors include teachers, principals (internal) and parents (external).Keywords:Integration Mode, Character Education, Learning, Social Studies. Masalah utama dalam penelitian ini adalah kalangan pelajar mengalami dekadensi moral yang membutuhkan dukungan integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran dan mengantisipasi berbagai hambatan integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi berbagai faktor pendukung dan penghambat pendidikan karakter terkhsusus pada pembelajaran ilmu pengetahuan social di sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif SD Inpres 34 Bungung Katammu Kabupaten Bantaeng. Penentuan informan penelitian secara purposive sampling, yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua. Teknik pengumpulan data menggunakan observation, depth-Interview dan dokumentasi. Teknik Analisis melalui data reduction, data display dan conclusion drawing. Teknik keabasahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu dan teknik. Bedasarkan hasil penelitian dari berbagai peneliti, belum ada penelitian yang melakukan evaluasi pendidikan karakter dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di sekolah dasar yang mecakup input, proses dan output pembelajaran di kelas tinggi. Faktor mendukung dan penghambat pendidikan karakter di SD 34 Bungung Katammung terdiri dari dua aspek yaitu internal dan eksternal. Faktor pedukungnya mencakup guru, kepala sekolah (internal), orang tua (eksternal) dan faktor penghambatnya mencakup guru, kepala sekolah (internal) dan orang tua (eksternal).Kata kunci:  Model Integrasi, Pendidikan Karakter, Pembelajaran, Ilmu Pengetahuan Sosial.
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Jaya Negara Makassar Suardi Suardi; Herdiansyah Herdiansyah; Herdianty Ramlan; Indah Ainun Mutiara
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 4, No 1 (2019): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v4i1.1983

Abstract

This study aims (1) to find out the implementation of character education, obstacles to the implementation process and solutions to the process of implementing character education through civic education subjects in Makassar State High School. This type of research is qualitative descriptive in the State of Makassar State High School with school head informants, PPKN teachers BK teachers and grade X students at Makassar State High School. The focus of research on the character of discipline, courtesy, hard work, responsibility and honesty in class X in Makassar Jaya State High School. Data sources used are primary data sources in the form of interviews and secondary data sources in the form of documents. Data collection techniques used are interview, observation, and documentation techniques. The results of this study indicate that (1) the implementation of character education through civic education subjects in Makassar State High School is carried out by the teacher through three stages, namely the planning, implementation and assessment stages (2) as for the inhibiting factors experienced by the teacher in implementing character education namely, lack of awareness of students in: obeying rules, student motivation for learning and student awareness of tasks and responsibilities (3) efforts made by the teacher to overcome these obstacles, namely by way of example, set an example for time discipline and obey regulations, giving equal attention to all students and punish students who break the rules.Keywords : Implementation, Character Education, Citizenship Education
Strengthening Character In The Teaching Campus Program At The Jaya Negara Elementary School, City Of Makassar Suardi Suardi; Syahban Nur
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6554

Abstract

The Independent Learning Activity-Independent Campus (MBKM) is the success of national education and a forum for character strengthening for students. This type of research is descriptive qualitative research through a case study approach. The research instrument is the researcher himself conducts interviews, observations, and documentation. The data collected is then analyzed through data reduction, data presentation, and concluding. Validation of the data is done through technical triangulation. The results of the study show that Merdeka Learning-Independence Campus (MBKM) helps the teaching and learning process at the elementary school level by involving students in the teaching and learning process, providing strengthening of the character of students such as the character of reading, critical reasoning, social care, cooperation, curiosity and disciplined character.Kegiatan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) bukan hanya mensukseskan pendidikan nasional namun juga sebagai wadah penguatan karakter untuk peserta didik. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Pengabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) membantu proses belajar mengajar di jenjang sekolah dasar dengan melibatkan mahasiswa dalam proses belajar mengajar memberikan penguatan terhadap karakter peserta didik seperti karakter gemar membaca, bernalar kritis, peduli sosial, gotong royong, rasa ingin tahu dan karakter disiplin. 
Co-Authors Aan Saputri Abdan Syakur Abdul Latief Abdul Latief Adim Isral Ayubi Agustang, Andi Arni Yusnita Aulia Andika Rukman Aulia Eka Putri Auliah Andika Rukman Bahrun Amin Bambang Angkoso Wahyono Basmala Basmala Chaerunnisa. G Elly Hasan Sadeli Elly Hasan Sadeli Evi Elvira Fadilah Herawati Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Fitri Yanty Muchtar Gerin Mayrantika Tengor Hasiah Hasiah Hasnah K Hasnah Kanji Hasnah Kanji Hasruddin Nur Hasruddin Nur Herdiansyah Herdiansyah Herdianty R Herdianty Ramlan Herdianty Ramlan Herdiyanti Ramlan Hijrah Hijrah Imelda Yanti Indah Ainun Mutiara Indah Ainun Mutiara Israpil Israpil Israpil Israpil Israpil Israpil Israpil Israpil Ivan Prasetyo Jumadi Jumadi Jumaliah Jumaliah Kaharuddin Kaharuddin Kasmawati Kasmawati Kiki Reskiana Lukman Ismail Mariatul Kiptiah Mariatul Kiptiah Megawati Megawati Mohammad Mathuro Mohammad Mathuro Muhajir Muhajir Muhajir Muhajir Muhajir Muhajir Muhajir Muhajir Muhammad Nawir Muhammad Nawir Musdalifah Syahrir Nur Aziza Nur Sakina Nur Syahru Ramadhan Nurfadilah Nurfadilah Nurhikma Nurhikma Nursalam . Nursalam N Nursalam Nursalam Nursalam Nursalam Nurul Nurul Nurul Qalbi Ahmad Nuryanti Mustari Raditya Feda Rifandhana Rahmah Rahmah Rahmat Nur Rahmat Nur Rismawati Rismawati Rosleny Bab Shahrin Bin Hashim Shahrin Bin Hashim Sitti Rahma Slamet Aji Wibowo Sri Rahayu Pudjiastuti Syahban Nur Syahban Nur Syarifah Aeni Rahman Syarifuddin S Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Syarifuddin Thomy Sastra Atmaja Ulfiah Syukri Yosef Rayrego Zarah Fratiwi Nur