Claim Missing Document
Check
Articles

Campur Kode Ekstern pada Interaksi Tidak Formal Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung di Kumaira Unissula (Kajian Sosiolinguistik) Ma'rufah, Lifthihah Anis; Azizah, Aida; Chamalah, Evi
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i1.4207

Abstract

Abstrak— Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan pengaruh terhadap penggunaan bahasa dalam berbagai lingkup kehidupan. Masyarakat dalam menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi semakin beraneka ragam. Bahasa yang beraneka ragam yang digunakan mengakibatkan adanya penggunaan dua bahasa atau lebih dalam kegiatan komunikasi manusia. Keragaman bahasa, keterbatasan penggunaan bahasa, dan kepopuleran bahasa menjadi faktor fenomena campur kode. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis campur kode ekstern pada situasi tidak formal interaksi mahasiswa Unissula di Kumaira. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, SLBC (simak bebas libat cakap), teknik rekam, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya data yang diperoleh peneliti, yaitu campur kode ekstern berjumlah 24 data. Campur kode ekstern terdiri dari campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa Arab, bahasa Jawa dan bahasa Inggris, dan bahasa Jawa dan bahasa Arab. Penyebab adanya peristiwa campur kode disebabkan oleh identifikasi peranan dan keinginan untuk menjelaskan.Kata kunci— campur kode, interaksi mahasiswa unissula, sosiolinguistik Abstract— The development of science and technology has an influence on the use of language in various spheres of life. People use language to communicate and interact increasingly diversely. The diverse languages used result in the use of two or more languages in human communication activities. Language diversity, limitations in language use, and language popularity are factors in the code-mixing phenomenon. This research aims to describe the types of external code mixing in informal situations of interaction between Unissula students in Kumaira. The method used is descriptive qualitative using observation techniques, SLBC (skillful free-involved listening), recording techniques, and note-taking techniques. The results of the research show that there is data obtained by the researcher, namely external code mixing totaling 24 data. External code mixing consists of code mixing Indonesian and English, Indonesian and Arabic, Javanese and English, and Javanese and Arabic. The cause of code mixing events is caused by role identification and the desire to explain.Keywords— code mixing, Unissula student interaction, sociolinguistics 
Peningkatan Partisipasi Peserta Didik melalui Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Teks Cerita Pendek Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XI-I SMA Negeri 06 Semarang Saputra, Fernando Arif; Damayanti, Fita Dwi; Chamalah, Evi; Sudiyati, Sudiyati
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 3 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v3i2.4890

Abstract

abstrak— Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pe-serta didik melalui implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI-I di SMA Negeri 06 Semarang. Metode pada penelitian ini yaitu menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang merupakan penelitian yang dilakukan dalam pembelajaran. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Agih dan disajikan secara informal. Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa partisipasi peserta didik dalam pembelajaran masih rendah. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi refleksi awal, asesmen diagnostik, pemetaan kebutuhan peserta didik, dan penerapan metode pembelajaran berdiferensiasi konten. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek partisipasi ak-tif dan positif peserta didik. Perasaan senang meningkat sebesar 14,71%, ketepatan pengumpulan tugas naik 14,71%, antusiasme pembelajaran ber-tambah 7,89%, dan partisipasi aktif meningkat sebesar 8,83%. Penelitian ini membuktikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya meningkatkan partisipasi, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang inklusif dan berpusat pada peserta didik. Strategi ini efektif dalam mengakomodasi kebutuhan, minat, dan gaya belajar individu sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan.Kata kunci— Berdiferensiasi, Gaya belajar, Guru, Peserta didik, StrategiAbstract— This study aims to enhance student participation through the implementation of differentiated learning in the Indonesian Language subject for Class XI-I at SMA Negeri 06 Semarang. The research employed Classroom Action Research (CAR). a method conducted within the learn-ing process. The analytical technique used in this study is the Agih meth-od, with results presented informally. Based on initial observations, it was found that student participation in learning was still low. The study ap-plied a qualitative approach within the framework of Classroom Action Research (CAR). Steps undertaken included initial reflection, diagnostic assessment, mapping of student needs, and implementing content-differentiated learning methods.  The research findings revealed signifi-cant improvements in students' active and positive participation. Stu-dents' feelings of enjoyment increased by 14.71%, the accuracy of task submission rose by 14.71%, enthusiasm for learning improved by 7.89%, and active participation grew by 8.83%. This study demonstrates that dif-ferentiated learning not only boosts participation but also fosters an inclu-sive and student-centered learning environment. This strategy effectively accommodates individual needs, interests, and learning styles, creating more engaging and relevant learning experiences.  Keywords— Differentiated learning, Learning styles, Teachers, Students, Strategy.
“Melukis Pantai” Movie as a means for developing student personality in listening subject based on the dimensions of the Pancasila student profile Azizah, Aida; Chamalah, Evi; Purnawan, I Kadek
BAHASTRA Vol. 44 No. 1 (2024): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v44i1.697

Abstract

Personality is an individual characteristic that contains individual character education values. The urgency of the research is to reduce the occurrence of moral degradation and answer that films can be a means of providing stimulus for the value of character education. This research aims to determine the results of the analysis of character education values ​​in the film “Melukis Pantai”, the correlation of character education values ​​as a means of developing studentsnta personalities based on the Pancasila student profile, and the development of students' personalities in one of the value analysis subjects. The research method used is qualitative with literature study and a case study approach (direct interview observation). The film “Melukis Pantai” is the data source. Technical data analysis is carried out by collecting, reducing, presenting, and drawing conclusions. The research results show that there are 5-character education values ​​contained in the film “Melukis Pantai”: Curiosity, Hard Work, Creativity, Love of Reading, and Social Concern. There is a correlation between the 5-character education values ​​obtained as a means of personality development. It is also known that the development of students' personalities in listening subjects is based on the results of analysis of character education values ​​in the beach painting film. Through the activity of listening to beach painting films in the Listening course, it can be a means of knowing and developing a personality that is in accordance with the scope of the dimensions of the Pancasila student profile.
KEMATIAN YANG DIRAYAKAN: ANALISIS STRUKTUR FISIK DAN BATIN PUISI JIKA AKU MATI KARYA THEORESIA RUMTHE Ni'mah, Nurul; Chamalah, Evi
Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Buana Kata: Pendidikan, Bahasa, dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Laboratorium Pembelajaran Bahasa, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buanakata.v2i4.925

Abstract

Poetry is a literary work born from the feelings, experiences, and expressions of a poet. Understanding poetry means understanding its structure, not just its meaning. The unique language style and theme through an ironic approach, namely the discussion of death presented in this poem is the background for the author to examine the implied message contained in it. The purpose of this writing is to analyze the inner and physical structure contained in the poem “Jika Aku Mati” by Theoresia Rumthe. The data collection technique used in this research is literature study. The results of the analysis show some use of physical and inner structures such as diction, auditive and visual imagery and metaphor, hyperbole that support the emotional atmosphere in the poem. This poem conveys a message not to dissolve in sadness when losing because life must go on.   Puisi adalah karya sastra yang lahir dari perasaan, pengalaman, dan ekspresi seorang penyair. Memahami puisi berarti memahami strukturnya, bukan hanya memahami maknanya. Gaya bahasa dan tema yang unik melalui pendekatan yang penuh ironi, yaitu pembahasan tentang kematian yang disuguhkan dalam puisi ini merupakan latar belakang penulis untuk mengkaji pesan tersirat yang terkandung di dalamnya. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui analisis struktur batin dan fisik yang terkandung dalam puisi Jika Aku Mati karya Theoresia Rumthe. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan beberapa penggunaan struktur fisik dan batin seperti diksi, imaji auditif dan visual serta majas metafora, hiperbola, ironi, litoses yang mendukung suasana emosional dalam puisi. Puisi ini menyampaikan pesan agar tidak larut dalam kesedihan saat kehilangan karena hidup harus terus berjalan.
DONGENG ISLAMI UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI SASTRA ANAK BAGI SISIWA TPQ AZ-ZUHRI Chamalah, Evi; Arsanti, Meilan; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk meningkatkan budaya literasi. Meningkatkan budaya literasi tidak hanya untuk kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga untuk mendengarkan dongeng. Hal itu juga dilakukan untuk siswa TPQ Az-Zuhri yang berusia 3-6 tahun. Peningkatan budaya literasi bagi siswa TPQ Az-Zuhri dilakukan dengan menyimak dan menyajikan hasil bacaan dongeng islami. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menempuh lima tahap, mulai dari sosialisasi, koordinasi, penentuan waktu pelaksanaan, hingga pelaksanaan pengabdian yaitu mendengarkan dongeng islami dan mempresentasikan hasil observasi. Mahasiswa TPQ Az-Zuhri sangat antusias mendengarkan dongeng dan mempresentasikan hasil dari apa yang mereka dengarkan, sehingga budaya sastra dalam hal ini dongeng bisa ditingkatkan. Mendengarkan dongeng merupakan hal yang menarik dan baru bagi siswa TPQ Az-Zuhri. Kegiatan pengabdian ini baik jika ditindaklanjuti pada siswa TPQ Az-Zuhri usia 7-15 tahun yang memiliki kemampuan membaca dan menulis, sehingga budaya sastra dapat ditingkatkan kembali.
Efektivitas Pembelajaran Microlearning terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Agung Nugroho, Nova; Chamalah, Evi
DIKODA JURNAL PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Vol. 6 No. 2 (2025): DIKODA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpgsd.v6i2.7075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran microlearning dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen melalui desain pretest–posttest control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran microlearning dan kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes membaca pemahaman yang mencakup kemampuan memahami ide pokok, mengidentifikasi informasi tersurat, dan menarik kesimpulan sederhana. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan keterampilan membaca pemahaman yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, dengan nilai N-Gain kategori sedang–tinggi serta hasil uji t yang menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran microlearning efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa SD.
Gamified digipuzzle-based instruction to support early reading development in elementary learners Handayani, Tri; Chamalah, Evi; Kusumadewi, Rida Fironika; Muliasari, Desiani N; Silawati, Endah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.13.1.50-56

Abstract

Reading is a foundational competency in early-grade education; however, many students experience delays in developing basic decoding and comprehension skills. This study aims to examine the effect of gamified learning using the Digipuzzle application on the reading skills of first-grade students at SDN Sukajaya 2. A quantitative one-group pretest–posttest design was employed involving 25 students. Reading performance was measured using a structured assessment administered before and after the intervention. The results indicate that the mean pretest score increased from 50.12 to 75.76 in the posttest. Statistical analysis using a paired-sample t-test confirmed a significant difference between the two measurements (p = 0.000 < 0.05). The gain analysis produced an average N-gain score of 0.486, indicating a moderate level of improvement. These findings demonstrate that integrating gamification through Digipuzzle is associated with measurable gains in early reading performance. This study provides empirical evidence supporting the use of game-based digital media as an instructional strategy to enhance foundational literacy skills in primary education.
Religiosity in Tere Liye’s Janji novel (an Approach to the Sociology of Literature) Chamalah, Evi; Nuryyati, Reni
BAHASTRA Vol. 43 No. 1 (2023): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v43i1.355

Abstract

Novel Janji is one the novels that tell the story of the journey of a religious school child who is looking for a former religious school student decades ago. The author describes religious school children being able to search for someone who disappeared decades ago according to their teacher’s instructions. This study uses a literary sociological analysis approach. The results of the study show that the story in the novel Janji contains five dimensions of religiosity, namely the dimension of belief, the dimension of ritual, the dimension of experience, the dimension of knowledge, and the consequential dimension. In the dimension of belief, it can be seen in the character's belief in doing good, not committing acts of corruption, and the belief in using money to worship. In the ritual dimension, religiosity is seen in the implementation of the five daily prayers, ablution before prayer, Friday prayers, daily expressions, and Idul Fitri prayers. In addition, in the dimension of experience, religiosity is seen in the character's experience of doing bad things, the experience of the character studying at a religious school, and the experience of the character eating inappropriate food for five years. In the knowledge dimension, the value of religiosity can be seen in the concept of sin, the concept of halal and haram, the obligation to pray five times a day, treasures as entrusted in the world, and stories of prophets in the past. At the end, the consequential dimension appears in the actions of the characters in the present which are based on the experiences of the characters in the past.
PENGEMBANGAN DESAIN INSTRUKSIONAL DAN APLIKASI PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA DENGAN MENGGUNAKAN ANYFLIP Kartonah, Kartonah; Chamalah, Evi
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.5.3.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain instruksional dan aplikasi pembelajaran menulis cerita pendek berbasis AnyFlip bagi siswa Sekolah Dasar serta mengetahui tingkat kelayakan dan keefektifannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli media, guru Sekolah Dasar, dan siswa Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes keterampilan menulis cerita pendek. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain instruksional memperoleh tingkat kelayakan sebesar 86% dengan kategori sangat layak, sedangkan aplikasi pembelajaran berbasis AnyFlip memperoleh tingkat kelayakan sebesar 90% dengan kategori sangat layak. Uji keefektifan melalui desain pretest–posttest menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis cerita pendek siswa, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 65,0 dan posttest sebesar 82,0. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa desain instruksional dan aplikasi pembelajaran menulis cerita pendek berbasis AnyFlip layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar.
PENGGUNAAN METODE PSIKOLOGIS DALAM MENGATASI MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA SISWA SD Susanti, Tin; Chamalah, Evi; Kusumadewi, Rida Fironika
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.5.3.545-557

Abstract

Psychological methods in Indonesian language lessons focus on approaches that consider the psychological aspects of students to enhance learning effectiveness. One commonly used method is constructivism, where students are encouraged to build their own understanding based on prior experiences and knowledge. The aim of this study is to explore and analyze the effectiveness of using psychological methods to improve elementary students' comprehension of the Indonesian language. By applying educational psychology techniques such as game-based learning, positive reinforcement, and individualized learning approaches, it is hoped that students can more easily grasp Indonesian language concepts. Data collection techniques through qualitative methods include direct classroom observation and interviews with teachers and students. Research on the use of psychological methods to address issues in improving elementary students' understanding of the Indonesian language shows significant results. The applied psychological methods help students overcome emotional and cognitive barriers that often disrupt their learning process. With this approach, students can be more focused and motivated in learning the Indonesian language. Moreover, these methods boost students' confidence in their language skills, as they feel more understood and emotionally supported. The results of this study emphasize the importance of psychological approaches in learning, which do not only focus on academic aspects.