Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

AKTIVITAS GLIAL FIBRILLARY ACIDIC PROTEIN PADA OTAK MARMUT (Cavia porcellus) SEBAGAI MODEL PENYAKIT ALZHEIMER DENGAN DEPLESI HORMON TESTOSTERON Purwandari K., Yuli; Handharyani, Ekowati; Sajuthi, Dondin; Sulistiawati, Erni
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2834

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengarakterisasi marmut sebagai hewan model untuk penyakit Alzheimer dengan mengamati histopatologis otak dan aktivitas seluler glial fibrillary acidic protein (GFAP) pada otak yang diakibatkan oleh deplesi hormon testosteron. Dua belas marmut dibagi dua kelompok berdasarkan umur, yaitu enam marmut umur 16-32 bulan dan enam marmut umur 32-48 bulan. Deplesi testosteron dilakukan dengan cara kastrasi. Dua marmut dari setiap kelompok dinekropsi untuk koleksi sampel otak pada waktu satu, tiga, dan lima bulan setelah kastrasi. Bagian otak yang diambil adalah korteks, lobus parietalis, temporalis, dan hipokampus. Sampel otak dilakukan evaluasi patologis dengan pewarnaan hematoksilin dan eosin dan immunohistokimia dengan antibodi GFAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deplesi testosteron dapat menyebabkan kerusakan otak yang ditandai oleh kematian sel neuron, peningkatan aktivitas sel-sel glia dan ekspresi GFAP pada jaringan otak.Kesimpulan penelitian adalah penurunan kadar testosteron dalam plasma darah menyebabkan terjadinya kematian sel neuron dan peningkatan aktivitas sel-sel glia pada otak.
SISTEM PEMELIHARAAN DAN STATUS KESEHATAN TERNAK DI DESA CIBUNI KECAMATAN TEGAL BULEUD KABUPATEN SUKABUMI: Maintenance System and Health Status of Livestock in Cibumi Village, Tegal Buleud District, Sukabumi Regency Sulistiawati, Erni; Hangesti Emi Widyasari; Ika Sartika; Firma Muhammad Basar
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2166

Abstract

Usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar, khususnya Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, merupakan sentra produksi telur nasional yang krusial bagi ketahanan pangan. Namun, tingginya harga pakan komersial menjadi tantangan utama yang secara signifikan menekan profitabilitas peternak rakyat. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi secara komprehensif penampilan produksi dan kualitas telur ayam layer yang mengadopsi pakan selfmix, yaitu praktik pencampuran pakan sendiri, sebagai strategi peternak menekan biaya produksi dan menjamin keberlanjutan usaha. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan peternak di Desa Ponggok. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Secara sosial ekonomi, peternak di lokasi studi memiliki rata-rata umur 51–60 tahun dengan tingkat pendidikan rata-rata Sekolah Dasar (SD). Mereka umumnya memelihara layer strain Malindo dengan populasi antara 2.000 hingga 3.000 ekor. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pakan selfmix memberikan penampilan produksi yang memadai: rata-rata konsumsi pakan harian mencapai 120 gram per ekor. Tingkat produksi telur harian (Hen Day Production - HDP) berada pada angka 85%. Namun, pakan selfmix ini tampak memengaruhi kualitas fisik telur; warna cangkang telur sebagian besar (28%) berwarna cokelat, dan tekstur cangkang 91% termasuk mutu 3, yang berarti sedikit kasar. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pakan selfmix berhasil mempertahankan produktivitas yang tinggi (HDP), tetapi peternak perlu melakukan penyesuaian formulasi untuk memperbaiki kualitas dan konsistensi fisik cangkang telur.   Kata kunci: selfmix, konsumsi pakan, hen day production, tekstur cangkang, warna cangkang
Novel Para-Probiotic – MOS Synbiotic Strategy to Improve Growth and Immune in Pacific Whiteleg Shrimp Dian Eka Ramadhani; Erni Sulistiawati; Wida Lesmanawati; Ima Kusumanti; Cecilia Eny Indriastuti; Andri Iskandar; Wiyoto Wiyoto; Imam Tri Wahyudi; Rizky Fadilla Agustin Rangkuti
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v18i1.79704

Abstract

Graphical Abstract  Highlight Research Paraprobiotic for intestinal health of shrimp. Growth performance and immune system increase during administration of paraprobiotics. Microencapsulation for making paraprobiotics. Pathogen inhibition by paraprobiotics.   Abstract Vibriosis, caused by Vibrio spp., is a major threat in shrimp aquaculture, leading to high mortality and economic losses. Probiotics and prebiotics are promising preventive strategies to enhance host immunity and feed efficiency. This study aimed to determine the optimal dose of para-probiotic Pseudoalteromonas piscicida (1Ub) microcapsules and their combination with the prebiotic mannan-oligosaccharide (MOS) to improve growth performance and immune responses of Pacific whiteleg shrimp (Penaeus vannamei). The experiment was conducted at the College of Vocational Studies, IPB University, using mysis 2 (M2) larvae reared in 60 × 30 × 35 cm³ aquarium for two weeks until post-larvae stage 10 (PL10). Shrimp were fed synbiotic microcapsules (1% para-probiotic and 12 mg/L MOS) via bioencapsulated Artemia sp. Five groups were tested: K− (control, PBS immersion), K+ (challenged with Vibrio harveyi), A (0.5% synbiotic), B (1.0%), and C (2.0%). After 14 days, groups K+, A, B, and C were challenged with 10⁶ CFU/mL V. harveyi for seven days. Although differences were not statistically significant (P > 0.05), group A consistently showed better outcomes, including higher survival rate, final body length, total haemocyte count, respiratory burst, and phenoloxidase activity, along with lower Vibrio counts compared to K+. These trends indicate that synbiotic application, particularly at 0.5%, can enhance shrimp health and resilience. This study highlights synbiotics as a practical strategy to improve survival, growth, and disease resistance in larviculture.
The Relationship Between Mothers’ Interests and Multiple Immunization in Rejoslamet Village Fitrah Ningtyas, Septi; Mudhawaroh; Grah Prihartanti, Niken; Sulistiawati, Erni
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 5 No 3 (2025): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v5i3.528

Abstract

Immunization is a proactive measure to boost the immune system's ability to ward off or significantly reduce the severity of certain illnesses.  Infant mortality rate (IMR) and vaccine-preventable disease (VPD3I) risk are both exacerbated by children's incomplete repeated vaccinations.  Knowledge, attitude, and interest all have a role on how well a person completes multiple immunizations.  community, family, and traditional practices; family variables include mother age, education, hobbies, income, and profession; and community aspects include health care resources.  When it comes to making sure that kids are vaccinated, maternal interests play a big role.  Using observational analytics and a cross-sectional research methodology, this study seeks to ascertain the association between mother interest and the completion of various vaccines for children at the Rejoslamet Integrated Health Post (Integrated Health Post) in Jombang District.  Structured questions on maternal interest in the completeness of multiple vaccines and studying the KIA book were added in the questionnaire that was given to 42 women at the Rejoslamet village Integrated Health Post (Integrated Health Post), Jombang District.  A combination of successive sampling and univariate and bivariate statistical analysis was used to analyze the collected data.  At the Rejoslamet village Integrated Health Post (Integrated Health Post), Jombang District, a p value of 0.000 indicated a significant association between mother desire and the completion of multiple immunizations for children
Perubahan hematologis dan biokimia pada anjing geriatrik: studi skrining klinis interval pendek. Sulistiawati, Erni; Anggraeni, Henny Endah; Adhim, Muhammad Haikal; Mardoto; Zain, Muzakkii Rizqullah Farhan; Al Haitami, Zakiyyan Rasya; Nisaa, Tarishah Aulia; Putra, Jodhy Anggara; Ramadanti, Raisha; Mallayeka, Difla Aisyah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.4.109-110

Abstract

Anjing geriatrik mengalami penurunan fungsi organ secara progresif seiring bertambahnya usia, sehingga pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk deteksi dini gangguan terkait usia yang asimtomatik. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi status kesehatan anjing geriatrik menggunakan analisis profil darah komprehensif. Sampel darah dikumpulkan dari enam anjing berusia 10 tahun yang dirawat intensif di Klinik Pendidikan Hewan, Program Studi Paramedis Hewan, Universitas IPB, Bogor, Indonesia. Pemeriksaan hematologi dan biokimia serum dilakukan, termasuk penilaian AST, ALT, protein total, albumin, globulin, rasio A/G, bilirubin total, ALP, kolesterol, GGT, BUN, kreatinin, dan kadar glukosa. Pemeriksaan darah dilakukan dua kali dengan interval sekitar empat minggu. Semua anjing geriatrik menunjukkan bukti penurunan status kesehatan, yang ditandai dengan perubahan pada beberapa parameter hitung darah lengkap, termasuk trombositopenia, leukositosis, dan limfositosis ringan. Selain itu, perubahan pada profil biokimia juga diamati, terutama peningkatan kadar AST dan BUN pada beberapa anjing. Temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan hematologi dan biokimia secara teratur pada anjing geriatrik untuk mendukung deteksi dini dan penanganan klinis penurunan fisiologis terkait usia.
KINERJA PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA SULTANA (Oreochromis niloticus) YANG DIBERIKAN PROBIOTIK KOMERSIAL Nurrafa, Nazla Wafi; Ramadhani, Dian Eka; Sulistiawati, Erni; Mulya, Muhammad Arif; Iskandar, Andri; Hendriana, Andri
Jurnal Salamata Vol 7, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/salamata.v7i2.15856

Abstract

Penyakit ikan merupakan salah satu permasalahan pada usaha budidaya ikan nila karena memengaruhi pertumbuhan ikan dan produktivitas panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian probiotik komersial terhadap pertumbuhan ikan nila sultana Oreochromis niloticus. Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan dengan tiga ulangan diantaranya K (tanpa probiotik), A (probiotik A 15 mL kg-1) dan B (2 mL kg-1). Probiotik komersial yang digunakan yaitu A (Bacillus subtilis 106 CFU mL-1) dan B (Bacillus subtilis 106 CFU mL-1, Bifidobacterium bifidum 106 CFU mL-1, Bifidobacterium longum 106 CFU mL-1, Saccharomyces cerevisiae CFU mL-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probiotik komersial B merupakan hasil terbaik dengan nilai pertumbuhan bobot mutlak 7,4 g, pertumbuhan panjang mutlak 3,5 cm, specific growth rate (SGR) 4,3% hari-1 dan sintasan 90%.Fish diseases are one of the challenges in Nile tilapia farming as they affect fish growth and harvest productivity. This study aims to evaluate the administration of commercial probiotics on the development of sultana Nile tilapia (Oreochromis niloticus). The research was conducted at the West Java Sukabumi Fish Hatchery Center (BBI). This study used a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and three replications: K (without probiotics), A (probiotic A at 15 mL kg-1), and B (probiotic B at 2 mL kg-1). The commercial probiotics used were A (Bacillus subtilis 10v CFU mL-1) and B (Bacillus subtilis 106 CFU mL¹, Bifidobacterium bifidum 106 CFU mL-1, Bifidobacterium longum 106 CFU mL-1, and Saccharomyces cerevisiae CFU mL-1. The results showed that commercial probiotic B produced the best outcome: an absolute weight gain of 7,4 g, an absolute length increase of 3,5 cm, a specific growth rate (SGR) of 4,3% per day, and a survival rate (SR) of 90%.
Co-Authors Abdul Malik ACHMAD FARAJALLAH Adhim, Muhammad Haikal Adi Winarto Aditia Dwi Cahyono, Aditia Dwi Agus Faisal Ahmad Andi Riyanto Al Haitami, Zakiyyan Rasya Anggraeni, Henny Endah Anggraeni, Henny Endah Anis, Naila Anita Esfandiari Anwar Wardy Warongan astini, wining Azzahra, Rahayu Cecep Kusmana Cecilia Eny Indriastuti Cucu K Sajuthi Cucu K. Sajuthi Cynthia Novita Dadang Makmun Daldiyono Daldiyono Daldiyono Daldiyono Dian Eka Ramadhani Dondin Sajuthi Dwi Budiono DYAH PERWITASARI -FARAJALLAH Ekowati Handharyani Endang Susalit Erdiansyah Rahmi Faisal, Agus Faradisa Athalla Fardesiana Putri, Miranti Firma Muhammad Basar Fitrah Ningtyas, Septi Grah Prihartanti, Niken Hangesti Emi Widyasari Hendriana, Andri Henny Endah Anggraeny Hermawan Adinugraha, Hendri Heryudianto Vibowo Hilma Zakia Ika Sartika Ima Kusumanti Imam Tri Wahyudi Irawan Jusuf Iskandar, Andri Iwan Setiawan Khafidloh, Muizzatul Kukuh Amru Dhiya Rahmat Lizza Alwiyana, Maulida Luluk Lailatul Hasanah Mallayeka, Difla Aisyah Mardoto Miftakh Nur Rahman Miranti Fardesiana Putri Misyam, Noviana Muchtaruddin Mansyur Mudhawaroh Muh Rifky Rachman Muhammad Haikal Muhammad Haikal Adhim Mulya, Muhammad Arif Mutia Rahmi Maulina Nabilah Bilqis Nisaa, Tarishah Aulia Nuri Aji, Annisa Nurrafa, Nazla Wafi Nurul Oktaviani Nuryati Chairani Oktaviani, Nurul Putra, Jodhy Anggara Putri, Zulfitra Utami Ramadanti, Raisha Ramadhani, Dian Eka Rasyid Ghani, Muhammad Ria Oktarina Rizky Fadilla Agustin Rangkuti Rokhimah, Hesti Rumlaklak, Yanse Yane Sagatana, Ervina Nanda Sahala Panggabean Sajuthi, Cucu K Samsul Bahri Setyo Widi Nugroho Sholeha , Novia Amalia Siagian, Tetty Barunawati Silvia Puspitasari Siti Zahidah Siti Zahidah Sitti Aisyah May Wulandari Sri Supraptini Mansjoer Srihadi Agungpriyono Sukmana , Raditya Teja Surya Kusuma Wijaya Surya Kusuma Wijaya Sus Derthi Widhyari Tekad Urip Pambudi Sujarnoko Tiara Widyaputri Tri Wahyu Pangestiningsih UUS SAEPULOH Vidya Irawan Vidya Irawan, Vidya Wardah, Roikha Wida Lesmanawati Wijaya , Surya Kusuma Wijaya Kusuma, Surya wining astini Wiyoto Wiyoto Yanse Yanne Rumlaklak Yohana Tri Hastuti Yuli Purwandari Kristiangingrum Yuliana Yuliana Zain, Muzakkii Rizqullah Farhan Zulfitra Utami Putri Zulfitra Utami Putri