Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pola Interaksi Edukatif Antara Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Erawati Erawati; Mujiyem Sapti; Puji Nugraheni
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v2i4.1040

Abstract

This study aims to determine the pattern of educational interaction that occurs between teachers and students, and how the impact and factors that influence the mathematics learning process. The pattern of educational interaction is a process of teaching and learning interaction activities carried out by teachers and students in the classroom in order to influence the course of the learning process to achieve certain goals. This study uses a qualitative descriptive method. The subjects of the study were mathematics teachers and students of grade IX of SMP N 3 Nusawungu and students of grade VIII of SMP PGRI 18 Cimanggu. In determining the research subjects in this study, a purposive sampling technique was used, namely a technique for taking samples of data sources with certain considerations. Data collection techniques used observation sheets, interview guidelines, and field notes. The data analysis used was a qualitative descriptive data analysis based on Flanders' analysis theory. The results of this study are that educational interactions that occur in mathematics learning produce 3 interaction patterns, namely teacher-centered interaction patterns, student-centered interaction patterns, and balanced teacher-student interaction patterns. Interaction patterns will have many impacts on the learning process such as discussions between students, questions and answers between teachers and students, noise and silence. The impact will appear according to the teaching method used by the teacher, as well as factors that influence the learning process such as student attitudes, motivation, and learning approaches used.
Analisis berpikir analogi siswa dalam menyelesaikan masalah materi bangun ruang sisi datar Sofiyanti, Dewi Pangestuti; Sapti, Mujiyem; Nugraheni, Puji
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 8, No 1 (2024): JURNAL KAJIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um076v8i12024p60-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir analogi siswa dalam menyelesaikan masalah materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive. Subjek yang diambil adalah 2 dari 10 calon subjek terpilih. Metode pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu menyelesaikan soal melalui tahapan berpikir analogi dengan tema-tema yang muncul pada setiap tahapannya yaitu encoding berupa pemahaman informasi dan pemahaman masalah yang dikodekan ke dalam suatu simbol atau istilah yang berkaitan dengan ukuran-ukuran panjang, tinggi, dan laiinya pada bangun ruang, inferring berupa keterkaitan hubungan antara masalah sumber dan masalah target dengan kesamaan penyelesaian menggunakan konsep yang sama pada masalah sumber untuk digunakan pada masalah target yaitu volume, luas permukaan, dan pythagoras, mapping berupa membuat rencana dengan menuliskan rumus volume, luas permukaan atau pythagoras kemudian memetakan rencana dari informasi yang telah diperoleh dengan penerapan konsep yang sama antara masalah sumber dan masalah target, dan applying berupa pelaksanaan rencana dengan menerapkan pilihan jawaban yang cocok berdasarkan pemikiran penyelesaian. Kata kunci: Analogi, Berpikir Analogi, Masalah Matematika, IPA.
Pengaruh Model Pembelajaran STAD Berbantuan Media Kahoot! Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa Oktiana, Irma; Sapti, Mujiyem; Nugraheni, Puji
Journal of Citizen Research and Development Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v1i2.3739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran STAD berbantuan media kahoot! berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 1 Buluspesantren tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi keaktifan dan tes hasil belajar yang telah divalidasi oleh ahli. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji  multivariat dimana sebelum dilakukan uji multivariat data diuji terlebih dahulu menggunakan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan media kahoot! kelas eksperimen diperoleh rata-rata keaktifan siswa sebesar 62,43 dan rata-rata nilai hasil belajarnya sebesar 69,41. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh rata-rata keaktifan siswa sebesar 48,4 dan rata-rata nilai hasil belajarnya sebesar 57,91. Untuk uji  multivariat diperoleh Fobs = -67,521. dan H1 diterima, artinya ada perbedaan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran STAD berbantuan media kahoot! dengan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa yang dikenai metode konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keaktifan dan hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan media kahoot! lebih baik dibandingkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional.
Keterampilan Metakognitif Siswa Climber dalam Pemecahan Masalah Matematika Febryanto Kurniawan; Puji Nugraheni; Wharyanti Ika Purwaningsih; Teguh Wibowo
Jurnal Tadris Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2019.2.2.163-174

Abstract

This research aims to describe metacognitive skills of climber students in solving mathematic problems in class VIII junior high school. The subject of research isthree climber students of Junior High School 3 Purworejo. The research method used qualitative with the form of phenomenological research. The subject of research is climber students of Junior High School 3 Purworejo. The research instrument is an Adversity Quotient questionnaire, mathematic troubleshooting test, and interviews. Data collection techniques are conducted by collecting data from writing test and interview with students. The results showed that climber students planning skills at the stage of understanding problems and planning problem solving is aware in predicting the knowledge of materials needed and have the thoroughness in digging information that is important in the matter, aware of the plan used and able to realize the relationship with the problems that ever worked. Climber students monitoring skills on the stage of implementing a solving plan, students are aware in the process of solving questions and aware that previous strategies can assist in solving the problem, students also aware and confident with the results of his work. Mean while, climber students evaluation skills realize that the results are correct, but students not realize that there are other strategies that can solve the problem.
Peningkatan Minat Belajar Dan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VIII Menggunakan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Robiyah, Siti; Nugraheni, Puji; Purwoko, Riawan Yudi
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.v5i1.39308

Abstract

Rendahnya kemampuan numerasi siswa masih jauh dari kriteria memuaskan dan minat belajar siswa pada pelajaran matematika masih rendah. Untuk mengatasi permasalahan dibutuhkan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament dianggap sebagai salah satu media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa pada pembelajaran matematika. Tujuan penelitian adalah untuk mengaplikasikan penerapan Teams Games Tournament. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian siswa kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Wadaslintang dengan jumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan catatan lapangan. Sedangkan instrumen penelitian dalam penelitian ini berupa lembar observasi untuk mengetahui peningkatan minat belajar, tes kemampuan numerasi untuk mengukur kemampuan numerasi peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat belajar dan kemampuan numerasi peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament.  Peningkatan minat belajar dibuktikan dengan meningkatnya persentase setiap indikator. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dapat meningkatkan minat belajar dan kemampuan numerasi.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Kontekstual Menggunakan Articulate Storyline 3 Pada Materi Pola Bilangan Untuk Membantu Pemahaman Konsep Agustri Amelia Fajarwati; Puji Nugraheni; Wharyanti Ika Purwaningsih
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2023): RANGE Januari 2023
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpm.v4i2.3653

Abstract

Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif pada materi pola bilangan yang layak ditinjau dari kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Metode yang digunakan yaitu penelitian Research and Development (R & D) dengan model yang digunakan yaitu model ADDIE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian ahli media dan materi yang menunjukkan kategori sangat valid dengan rerata skor dari ahli media sebesar 3,75 dan skor validasi materi sebesar 3,47, kepraktisan media pembelajaran diperoleh kriteria praktis dari skor angket respon siswa sebesar 3,24 dan respon guru sebesar 3,3, Hasil keefektifan media pembelajaran dari tes pemahaman konsep siswa diperoleh media dapat membantu pemahaman konsep dengan persentase ketuntasan secara klasikal sebesar 80% yang memenuhi kriteria efektif. Media pembelajaran interaktif berbasis kontekstual layak digunakan dengan terpenuhinya kriteria valid, praktis, dan efektif.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE DENGAN STRATEGI TALKING STICK Istiqomah, Muyasarotul; Kurniawan, Heru; Nugraheni, Puji
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v9i1.470

Abstract

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dan tes. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa mulai dari siklus I pertemuan I mencapai persentase 32% dan pertemuan II mencapai 54%. Pada siklus II mengalami peningkatan lagi  pada  pertemuan 1 mencapai 74% sedangkan pada pertemuan II keaktifan belajar siswa mencapai 90%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari pra siklus yaitu 29% yang tuntas, kemudian meningkat pada siklus I menjadi 41% yang tuntas, dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 84% yang tuntas. Maka, berdasarkan hasil penelitian ini diketahui Penerapan Model Kooperatif tipe Think Talk Write dengan strategi Talking Stick dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Madrasah Aliyah Berdasarkan Level Hafalan Al-Qur'an Sugiman; Nurhidayati, Siti; Devi, Natalia Chyntia; Nugraheni, Puji
Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/3mc49z60

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika sangat penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika di kalangan siswa Madrasah Aliyah. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan 6 siswa kelas XI dengan kategori kemampuan hafalan Alquran tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan adalah tes masalah matematika dan pedoman wawancara. Tes masalah matematika mencakup empat tahap utama yaitu memahami masalah, merancang solusi, melaksanakan rencana, dan memeriksa hasil. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang, dengan kelemahan utama pada tahap memeriksa hasil. Faktor yang mempengaruhi kemampuan ini meliputi pemahaman konsep matematika, keterampilan berpikir logis, dan daya ingat siswa. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara dan tes tertulis. Siswa dengan kemampuan hafalan rendah berada pada level unistruktural, hanya memahami masalah secara terbatas dan menyelesaikannya berdasarkan informasi yang sedikit, sehingga kesimpulan yang diambil kurang akurat. Siswa dengan kemampuan hafalan sedang berada pada level multistruktural, memahami masalah dengan baik, merencanakan penyelesaian menggunakan rumus trigonometri, namun kesulitan menghubungkan konsep-konsep matematika dengan informasi yang ada, sehingga kesimpulannya kurang tepat. Siswa dengan kemampuan hafalan tinggi mencapai level relasional. Siswa mampu menghubungkan berbagai konsep yang dipelajari, memahami hubungan antar elemen, serta menerapkannya untuk memecahkan masalah secara terpadu. Selain itu, siswa juga memeriksa kembali langkah-langkah dan jawabannya untuk memastikan kebenarannya.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI PADA SISWA TUNAGRAHITA Nugraheni, Puji; Purwoko, Riawan Yudi; Purwaningsih, Wharyanti Ika; Febriyanti, Iddha
EDUPEDIA Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i1.2657

Abstract

Multimedia pembelajaran adalah salah satu sarana pendidikan yang dibutuhkan oleh siswa untuk memahami materi matematika yang bersifat abstrak. Terlebih untuk siswa tunagrahita yang memiliki keterbatasan dalam berpikir. Siswa tunagrahita sangat membutuhkan keberadaan multimedia pembelajaran. Akan tetapi, pada kenyataannya ketersediaan multimedia pembelajaran untuk siswa tunagrahita masih sedikit, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan numerasi siswa tunagrahita terutama pada materi operasi hitung penjumlahan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kelayakan multimedia pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan numerasi pada siswa tunagrahita. Pengembangan multimedia pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif yang diungkapkan dalam distribusi skor dan persentase. Berdasarkan hasil analisis dari penilaian ahli dan uji coba, multimedia pembelajaran dalam kategori sangat valid dengan skor 5,00. Kepraktisan multimedia pembelajaran memperoleh skor 4,777 dalam kategori sangat baik. Hasil tes prestasi belajar siswa berhasil mencapai KKM, serta respon siswa terhadap multimedia pembelajaran dalam kategori sangat positif dengan persentase 92%. Hal ini menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran efektif. Sehingga multimedia pembelajaran layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan numerasi pada siswa tunagrahita.
Numeria: An RME-Based Interactive Multimedia Prototype to Improve the Numeracy Skills of Students with Dyscalculia Siti Nurhidayati; Riawan Yudi Purwoko; Puji Nugraheni
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpm.v13i1.90593

Abstract

The numeracy skills of Indonesian students remain a major challenge, especially for dyscalculic students in learning mathematics. One of the contributing factors is the limited availability of inclusive learning media that provide interactive and contextual experiences, making it difficult to connect mathematical concepts with real-life situations. This study aims to conduct a needs analysis for the development of a learning medium called Numeria, an RME-based multimedia prototype designed to improve the numeracy skills of dyscalculic students in learning mathematics in elementary school. This study uses the ADDIE development method, focusing on the analysis and design stages. Data were collected through interviews, observations, and questionnaires involving 48 dyscalculic students in fifth grade at elementary schools in Central Java. Data analysis was conducted descriptively. The results of this study indicate that students with mathematical dyscalculia need interactive learning media that can present mathematical concepts more concretely and contextually. Teachers also expressed the need for innovative media that connect abstract mathematics with everyday contexts relevant to students' experiences. The integration of RME principles into multimedia is expected to increase motivation, engagement, and deeper understanding, thereby contributing to the improvement of dyscalculic students' numeracy skills. These findings provide a solid foundation for further design and development related to Numeria as an interactive and inclusive mathematics learning medium.