Articles
Efektivitas Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Motivasi dan Kemampuan Pemecahan Masalah pada Materi Peluang
Nafisatul Mu'awanah Nafisatul Muawanah;
Dita Yuzianah;
Puji Nugraheni
Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika (JIPM) Vol. 4 No. 1 (2022): JIPM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/jipm.v4i1.2162
The objectives of this study are: (1) to find out whether the motivation of students who use the Blended Learning model is better than the motivation of students who use conventional learning models and (2) To determine whether students' problem-solving abilities of those who use the Blended Learning model are better than the problem-solving abilities of students who use the conventional learning model. This research method uses quantitative research with the type of experimental research. The population in this study was all class IX SMP Negeri 33 Purworejo school year 2021/2022 totaling 214 students. The sampling technique used random cluster sampling so that class IX D was chosen as the experimental class and class IX F as the control class. The results of the hypothesis test of the difference in the mean of the two groups were obtained, and H0 was accepted. This means that the motivation and problem-solving ability in the experimental class is the same as the motivation and problem-solving ability in the control class. Therefore, it can be concluded that (1) the learning motivation of students who use the Blended Learning learning model is not better than the learning motivation of students who use the conventional learning model (2) the problem-solving ability of students who use the Blended Learning learning model is not better than the motivation and ability of students who use the Blended Learning model student problem solving using conventional learning models.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SMP
Rahma Fitria;
Puji Nugraheni;
Isnaeni Maryam
Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics) Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/th.v7i2.4363
Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika siswa SMP pada materi pola bilangan dalam bentuk soal cerita.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ada 3 orang siswa kelas VIII SMP N 7 Purworejo Tahun Pelajaran 2022/2023 yang sudah mendapatkan materi pola bilangan. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berpikir kritis dalam pemecahan masalah matematika dan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika pada siswa SMP yaitu siswa mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan (clarification) yang dapat dilihat pada tahap memahami masalah, siswa mampu menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan. Siswa mampu memberikan alasan untuk mendapatkan argumen yang benar (assessment) yang dapat dilihat pada tahap siswa merencanakan penyelesaian, siswa mampu membuat konsep berdasarkan informasi. Siswa mampu menyelesaikan soal berdasarkan konsep yang telah diketahui (strategy/tactic) yang dapat dilihat pada tahap siswa melaksanakan rencana, siswa menyelesaikan masalah sesuai rencana berdasarkan konsep jawaban yang telah dibuat. Siswa mampu membuat kesimpulan dengan jelas dan logis dari hasil penyelidikan (inference) yang dapat dilihat pada tahap siswa mampu menarikan kesimpulan, siswa mampu menarik kesimpulan dengan tepat dari hasil perhitungan. Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah matematika
Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa
Eva Yuriana Ambarwati;
Bambang Priyo Darminto;
Puji Nugraheni
Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika (JIPM) Vol. 4 No. 2 (2022): JIPM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37729/jipm.v4i2.2402
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mengetahui kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan media pembelajaran flipbook berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi aturan sinus dan cosinus pada siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) untuk menghasilkan sebuah produk. Subjek penelitian ini berjumlah 28 siswa kelas X IPS 2 SMA N 1 Sapuran tahun pelajaran 2021/2022.Hasil analisis data kevalidan oleh ahli media diperoleh skor 3,5 dinyatakan sangat valid dan diperoleh skor 3,18 yang dinyatakan valid oleh ahli materi. Dari analisis data kepraktisan berdasarkan angket respon siswa diperoleh skor 3,21 yang dikategorikan praktis. Untuk hasil keefektifan dengan uji N-Gain diperoleh 0,6983 dengan kategori sedang. Hasil belajar matematika setelah menggunakan media pembelajaran flipbook berbasis masalah mengalami peningkatan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media flipbook berbasis masalah masuk dalam kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Analisis Kesulitan Belajar Geometri Materi Bangun Datar pada Siswa SMP
Ima Fitriyani;
Erni Puji Astuti;
Puji Nugraheni
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1308.297 KB)
|
DOI: 10.30659/jp-sa.3.2.163-174
Penelitian ini bertujuan mengetahui kesulitan belajar geometri yang dialami siswa SMP Ma’arif Kalibawang khususnya materi bangun datar dan faktor penyebabnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian siswa kelas VIII yang sudah memperoleh materi bangun datar, dan terpilih 2 siswa dengan kategori nilai di atas KKM dan 2 siswa dengan kategori nilai di bawah KKM. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan (1) mereduksi data (2) penyajian data (3) verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan kategori nilai di atas KKM mengalami (1) Permasalahan penggunaan prosedur dan konsep (2) Miskonsepsi terhadap proses penyelesaian soal cerita (3) Lemahnya koneksi dan penalaran dalam geometri. Kemudian subjek dengan kategori nilai di bawah KKM mengalami (1) Permasalahan penggunaan prosedur, konsep, dan prinsip (2) Permasalahan persepsi dalam memahami jenis-jenis bangun datar (3) Permasalahan penggunaan deduktif aksiomatif (4) Lemahnya koneksi dan penalaran dalam geometri. Adapun faktor internal yang menyebabkan kesulitan belajar geometri siswa yaitu minat dan bakat siswa terhadap pembelajaran, serta faktor intelegensi pada siswa itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor keluarga, kualitas pembelajaran, fasilitas pembelajaran, serta metode pembelajaran yang diterapkan.
Analisis Miskonsepsi Siswa pada Materi Turunan Fungsi Aljabar dengan Menggunakan Four-Tier Test
Nur Azizah;
Bambang Priyo Darminto;
Puji Nugraheni
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30659/jp-sa.v3i1.28873
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi yang dialami siswa SMA Kelas XI MIPA 5 SMA Negeri 1 Gombong pada materi turunan fungsi aljabar untuk mengetahui penyebab miskonsepsi yang dialami siswa SMA kelas XI pada materi turunan fungsi aljabar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan purposive. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa pada kelas XI. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan four-tier test, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mengalami miskonsepsi positif pada definisi turunan fungsi aljabar. Siswa berkemampuan sedang mengalami miskonsepsi positif pada definisi turunan fungsi aljabar dan penerapan hubungan antar konsep. Siswa berkemampuan rendah mengalami miskonsepsi pada unsur-unsur dalam suatu konsep turunan dan miskonsepsi positif pada definisi turunan aljabar. Penyebab terjadinya miskonsepsi pada siswa berkemampuan tinggi, yaitu prakonsepsi (konsep awal) yang masih lemah dan kurangnya melakukan latihan soal yang sejenis. Sedangkan penyebab terjadinya miskonsepsi pada siswa berkemampuan sedang dan rendah, yaitu prakonsepsi (konsep awal) siswa yang masih lemah, siswa kurang melakukan latihan soal yang sejenis, dan siswa kurang aktif bertanya kepada guru.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Berdasarkan Gaya Belajar Siswa
Fatma Wati;
Puji Nugraheni;
Isnaeni Maryam
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1157
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi matematika berdasarkan gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan subjek yang digunakan yaitu purposive sampling. Penelitian mengambil subjek penelitian berjumlah 6 siswa, yaitu 2 siswa dengan gaya belajar visual, 2 siswa dengan gaya belajar auditorial dan 2 siswa dengan gaya belajar kinestetik. Subjek penelitian ini diambil berdasarkan hasil angket gaya belajar dan pertimbangan guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket gaya belajar, tes literasi matematika setara dengan PISA, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Siswa dengan gaya belajar visual mencapai level 3 dengan kemampuan dapat menafsirkan dan menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi yang berbeda dan kemukakan alasannya secara langsung. (2) Siswa dengan gaya belajar auditorial mencapai level 3 dengan kemampuan dapat menafsirkan dan menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi yang berbeda dan kemukakan secara langsung menggunakan cara yang sederhana. (3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik mencapai level 2 dengan kemampuan dapat mengerjakan algoritma dasar, menggunakan rumus, melaksanakan prosedur atau kesepakatan.
Analisis Numerasi Siswa SMP pada Tipe Kepribadian Keirsey: Rational dan Guardian
Gisra Putri Prasasti;
Puji Nugraheni;
Prasetyo Budi Darmono
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1145
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis numerasi siswa SMP pada tipe kepribadian keirsey. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini yaitu 1 siswa tipe kepribadian artisan dan 1 siswa tipe kepribadian rational. Teknik pengambilan subjek yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pemilihan subjek dilakukan dengan mengunakan tes setara PISA konten ruang dan bentuk (space and shape) yang didasarkan dari tes Keirsey Temparement Sorter (KTS) dengan tujuan untuk mengelompokan tipe kepribadian keirsey. Metode pengumpulan data menggunakan tes KTS, tes setara PISA konten space and shape, catatan lapangan, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas dalam penelitian ini adalah uji kredibilitas dengan triangulasi teknik yaitu tes, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Numerasi siswa rational mampu mencapai semua indikator hingga level 6 dan mengerjakan mengerjakan soal numerasi dengan acak namun dalam menafsirkan hasil sangat detail. (2) Numerasi siswa guardian mampu mencapai semua indikator hingga level 4 dan mengerjakan soal numerasi dengan terorganisir dan urut namun dalam menafsirkan kurang detail.
Eksperimentasi Model Pembelajaran Flipped Classroom Terhadap Kemampuan Numerasi Siswa
Dewi Lestari;
Puji Nugraheni;
Nila Kurniasih
JLEB: Journal of Law, Education and Business Vol 1, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/jleb.v1i2.1128
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran flipped classroom lebih baik daripada kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siwa kelas VII SMP Negeri 2 Wadaslintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu 27 siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan 26 siswa kelas VII C sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan dua metode yaitu metode dokumentasi dan metode tes. Kemudian teknik analisis data yang digunakan uji normalitas metode uji Liliefors, uji homogenitas metode uji F, dan uji hipotesis metode uji t dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil perhitungan menunjukkan nilai rata rata kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran flipped classroom sebesar 61,8519 sedangkan nilai rata rata kemampuan numerasi siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional sebesar 47,7408. Dapat ditunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara kedua kelas tersebut dan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan statistik uji t menunjukkan nilai thitung = 2,5768 dan nilai ttabel = 2,0076 dengan DK = {t|t2,0076} sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan numerasi siswa dengan model pembelajaran flipped classroom lebih baik daripada model pembelajaran konvensional.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI PADA SISWA TUNAGRAHITA
Nugraheni, Puji;
Purwoko, Riawan Yudi;
Purwaningsih, Wharyanti Ika;
Febriyanti, Iddha
EDUPEDIA Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/ed.v8i1.2657
Multimedia pembelajaran adalah salah satu sarana pendidikan yang dibutuhkan oleh siswa untuk memahami materi matematika yang bersifat abstrak. Terlebih untuk siswa tunagrahita yang memiliki keterbatasan dalam berpikir. Siswa tunagrahita sangat membutuhkan keberadaan multimedia pembelajaran. Akan tetapi, pada kenyataannya ketersediaan multimedia pembelajaran untuk siswa tunagrahita masih sedikit, sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan numerasi siswa tunagrahita terutama pada materi operasi hitung penjumlahan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kelayakan multimedia pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan numerasi pada siswa tunagrahita. Pengembangan multimedia pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif yang diungkapkan dalam distribusi skor dan persentase. Berdasarkan hasil analisis dari penilaian ahli dan uji coba, multimedia pembelajaran dalam kategori sangat valid dengan skor 5,00. Kepraktisan multimedia pembelajaran memperoleh skor 4,777 dalam kategori sangat baik. Hasil tes prestasi belajar siswa berhasil mencapai KKM, serta respon siswa terhadap multimedia pembelajaran dalam kategori sangat positif dengan persentase 92%. Hal ini menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran efektif. Sehingga multimedia pembelajaran layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan numerasi pada siswa tunagrahita.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Discovery Learning yang Berorientasi pada Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VII SMP
Cahyani Chasanah, Meta;
Purwaningsih, Wharyanti Ika;
Nugraheni, Puji
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul ajar berbasis Discovery Learning yang berorientasi pada kemampuan numerasi siswa kelas VII SMP. Modul ajar ini dikembangkan pada materi statistika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan modul ajar berbasis Discovery Learning yang berorientasi pada kemampuan numerasi siswa memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian R&D (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Tahapan model ADDIE yaitu (1) tahap analisis (analysis), (2) tahap desain (design), (3) tahap pengembangan (development), (4) tahap implementasi (implementation), dan (5) tahap evaluasi (evaluation). Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil uji kevalidan pada modul ajar menunjukkan rerata skor keseluruhan aspek sebesar 3,54 oleh ahli media dan 3,23 oleh ahli materi dengan kategori valid. Modul ajar memenuhi kriteria kepraktisan dengan hasil rerata penilaian angket respon siswa dan guru mencapai persentase 95% pada kategori sangat praktis. Serta keefektifan modul ajar ditunjukkan pada hasil ketuntasan tes kemampuan numerasi siswa mencapai 97% dengan satu siswa tidak tuntas dari 32 siswa uji coba keseluruhan. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar berbasis Discovery Learning layak digunakan dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi statistika.