Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal Nusa Penida pada Materi Teks Negosiasi Kelas X Kusumayanthi, Made Yeni; Rasna, I Wayan; Paramarta, I Ketut
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.980

Abstract

This research aims to decipher and explain the characteristics, validity, practicality, and effectiveness of LKPD based on Nusa Penida local wisdom in class X negotiation text. The development model used is a 4-D model but only includes the stages of define, design, and develop. Data collection was carried out using questionnaire and test techniques. The results of the validity test show that the resulting LKPD is classified as very valid in terms of content (material), graphics, and language. Based on the assessment of teachers and students, the LKPD is classified as very practical. The results of the effectiveness test show that the LKPD can improve student learning outcomes. Thus, the LKPD is based on the local wisdom of Nusa Penida on the class X negotiation text material that is valid, practical, and effective.
The dynamics of Indonesian language adaptation in virtual communication among Generation Z using acronyms, abbreviations, and code-mixing Wirahyuni, Kadek; Putrayasa, Ida Bagus; Paramarta, Ketut; Suandi, Nengah; Rasna, Wayan
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 9 No. 02 (2025): IRJE |Indonesian Research Journal in Education
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v9i02.48326

Abstract

The primary objectives of this research were to identify the dominant patterns of acronyms and abbreviations, analyze the linguistic and social factors underlying their usage, and evaluate the impact of this phenomenon on the effectiveness, clarity, and communication norms among Generation Z in Bali. The research employed a sequential explanatory mixed-methods design, involving 450 respondents aged 13-28 years. The research findings indicated a high prevalence of acronyms and abbreviations in Gen Z's communication. The ten most dominant acronyms, such as "baper" (16.1%), "pansos" (12.6%), and "bucin" (11.2%), not only serve an efficiency function but also possess rich pragmatic implications. Similarly, abbreviations like "yg" (18.7%), "udah" (16.3%), and "ga" (15.1%) are frequently used, reflecting a strong preference for typing efficiency. Analysis also revealed that code-mixing occurred in 68.3% of the conversations examined, with lexical insertion (75.2%) being the most dominant type. The primary motivations behind these linguistic adaptations include a strong drive for communicative efficiency (saving typing time), the need to construct identity and foster in-group affiliation, and aspirations towards modernity and globalization.
Nilai sosial dalam geguritan Ki Patih Ganjira Paramarta, I Ketut
Jurnal IKADBUDI Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v12i2.58718

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan nilai sosial dalam geguritan Ki Patih Ganjira. Dalam penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah geguritan Ki Patih Ganjira. Objek penelitian adalah nilai sosial dalam geguritan Ki Patih Ganjira. Pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik catat dan studi dokumentasi. Instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan kartu data. Tahapan analisis data mencakup memilih data, menjelaskan data, menyimpulkan, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data, nilai sosial yang terdapat pada geguritan Ki Patih Ganjira adalah: (1) nilai sosial kasih sayang yang terdiri dari nilai sosial pengabdian, tolong menolong, keluwarga, kesetian, kepedulian, (2) nilai sosial tanggungjawab terdiri dari nilai sosial tanggungjawab pada keluarga, pada masyarakat, dan pada Tuhan Yang Maha Esa, dan (3) nilai sosial keserasian hidup yang terdiri dari nilai sosial keadilan, toleransi, dan demokrasi.Kata Kunci: Nilai Sosial, Karya Sastra, GeguritanAbstractThis study describes the social values in Ki Patih Ganjira's geguritan. In research using descriptive qualitative methods. The research subject was Ki Patih Ganjira's geguritan. The object of research is the social value in Ki Patih Ganjira's geguritan. Data collection uses reading techniques, note-taking techniques and documentation studies. Research data collection instruments using data cards. The stages of data analysis include selecting data, explaining data, concluding, and verifying data. Based on the results of data analysis, the social values contained in Ki Patih Ganjira's geguritan are (1) social values of affection consisting of social values of dedication, helping, family, loyalty, and caring, (2) social values of responsibility consisting of social values of responsibility to the family, to society, and to God Almighty, and (3) social values of harmony in life which consist of social values of justice, tolerance, and democracy.Keywords: Social values, literary works, geguritan
Cucuran Darah dalam Ritual Pasola dan Makna Bagi Kehidupan Masyarakat Sumba Kami, Kanisius; Artika, I Wayan; Artawan, Gede; Paramarta, I Ketut
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 4 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i4.1527

Abstract

This research aims to describe the meaning of bloodshed in the Pasola ritual for people's lives in Sumba.  This type of research is library research. The data in this research comes from books and scientific articles that discuss the Pasola ritual and its meaning. Data collection techniques are carried out through reading and analyzing literature relevant to the research topic. The data analysis technique is carried out through two main methods: first, content analysis, namely reviewing texts or documents to understand and interpret the meaning of the Pasola ritual; second, contextual analysis, namely understanding the social, cultural and historical context of the Pasola ritual. The results of this research found several important meanings of bloodshed in the Pasola ritual for the lives of the people of Sumba, including as a channel for fertility and successful harvests, respect for ancestors and guardian spirits of the land, as a ritual of purification and spiritual renewal, as a symbol of courage and virility, and a symbol of uniting society.
Analisis Masalah Sosial dalam Sastra Bali Gaguritan Ki Patih Ganjira I Kadek Agus Sujiwo I Kadek Agus Sujiwo; I Wayan Rasna; I Ketut Paramarta
MABASAN Vol. 19 No. 1 (2025): Mabasan 19 (1)
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v19i1.1041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah sosial yang terdapat dalam karya sastra Bali Gaguritan Ki Patih Ganjira. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menganalisis masalah sosial yang ada dalam Gaguritan Ki Patih Ganjira. Subjek dalam penelitian ini berupa karya sastra Bali tradisional yang berjudul Gaguritan Ki Patih Ganjira. Objek penelitian ini masalah sosial yang terkandung pada Gaguritan Ki Patih Ganjira. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kajian pustaka dan analisis teks. Data dikumpulkan dari Gaguritan Ki Patih Ganjira kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori masalah sosial dan diberi kode yang akan digunakan dalam tahap reduksi dan analisis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis data yang disusun secara digital menggunakan tabel Microsoft Word. Setiap data yang dimasukkan memuat nomor, kategori masalah sosial, kode pupuh, serta kutipan dari teks sastra yang merepresentasikan masalah sosial. Pemberian kode pupuh dilakukan untuk mempermudah proses reduksi dan penyajian data pada tahap analisis. Analisis data dilakukan dengan meliputi tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Gaguritan Ki Patih Ganjira memuat berbagai bentuk masalah sosial, seperti kemiskinan, disorganisasi keluarga, tantangan generasi muda, kejahatan, dan pelanggaran norma.
Perbandingan First Sound Fluency (FSF) Siswa Kelas III pada Awal dan Tengah Semester Pembelajaran Aksara Bali Ni Luh Wayan Senja Pratiwi; I Ketut Paramarta; Ida Bagus Putra Manik Aryana
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i1.2796

Abstract

Teaching Balinese script reading at the elementary school level faces a serious challenge in the form of students’ low phonological awareness, which is caused by the complexity of phoneme representation in the Balinese script, which differs significantly from the Latin alphabet. This challenge hinders students’ ability to accurately identify the initial sounds of words. This study aims to compare the First Sound Fluency (FSF) scores of third-grade students at the beginning and midpoint of the semester to measure the development of phonological awareness in the context of Balinese script learning. The study employs a quantitative approach with a descriptive-comparative design through a simple longitudinal measurement of 24 elementary school students selected through purposive sampling. The FSF test instrument was adapted to include 24 Balinese-script words familiar to the students and analyzed using descriptive statistics (mean, median, mode, score range) without inferential testing. The results showed an increase in the average FSF score from 33.125 to 35.333, with the minimum score rising from 26 to 31, and the maximum score from 42 to 45. These findings confirm the effectiveness of FSF as an assessment tool for early literacy development based on regional scripts.
Paribasa Bali Pada Lagu-Lagu Reggae Berbahasa Bali Karya Joni Agung Luh Ayu Puspa Dewi; I Ketut Paramarta; Ida Bagus Putra Manik Aryana
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v13i2.113716

Abstract

Bahasa daerah merupakan identitas penting di Indonesia dengan jumlah mencapai 718 bahasa. Salah satu kekayaan bahasa daerah adalah peribahasa yang berasal dari budaya lokal dan berfungsi memperindah bahasa serta menyampaikan pesan. Dalam budaya Bali, peribahasa juga digunakan dalam lirik lagu, termasuk lagu reggae berbahasa Bali karya Joni Agung. Penggunaan peribahasa dalam lagu tidak hanya untuk estetika, tetapi juga sebagai media kritik sosial terhadap kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis dan makna peribahasa dalam lagu reggae Bali karya Joni Agung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian tujuh album, yaitu Pocol (2003), Pul si no ge (2006), Melalung (2007), Perbedaan itu Indah (2014), Persahabatan tanpa Batas (2017), Cinta dan Kasih Sayang (2018), dan Semara Ratih (2020), yang mencakup 48 lagu. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dengan teknik membaca dan mencatat, lalu dianalisis melalui tahap pengurutan, pemilihan, penjelasan, perangkuman, dan uji validitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 jenis peribahasa, dengan jumlah terbanyak adalah sesenggakan (35), sesawangan (27), sesemon (27), sesonggan (21), sesimbing (19), wewangsalan (12), raos ngempelin (9), bebladbadan (9), peparikan (2), pepindan (1), cecimpedan (1), dan purwa kanti (1). Makna peribahasa tersebut beragam, seperti melambangkan perilaku masyarakat, membandingkan tindakan yang tidak sesuai nilai budaya, menyindir kebijakan pemerintah dan kondisi sosial, hingga sebagai sarana humor. Dengan demikian, peribahasa dalam lagu reggae Bali berfungsi sebagai media estetika sekaligus refleksi sosial budaya masyarakat Bali.
Perbedaan Menamai Aksara Bali (Letter Naming Fluency) Siswa Kelas III pada Awal dan Tengah Semester Putu Ristia Oktaviyanti; I Ketut Paramarta; I Wayan Gede Wisnu
Jurnal IKADBUDI Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v15i2.97906

Abstract

Kemampuan Letter Naming Fluency (LNF) menjadi salah satu indicator penting dalam perkembangan literasi awal siswa karena berkaitan dengan kemampuan mengenali symbol tulisan secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan LNF aksara Bali siswa kelas III dari awal menuju tengah semester. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 21 siswa kelas III. Pengumpulan data dilakukan melalui tes lisan menggunakan 24 aksara Bali yang terdiri atas 18 aksara wreastra dan 6 pengangge suara. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, dan deskripsi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan LNF siswa mengalami perkembangan dari awal menuju tengah semester. Pada awal semester diperoleh skor tertinggi sebesar 22, skor terendah sebesar 13, dan rata-rata sebesar 17,62, sedangkan pada tengah semester skor tertinggi tetap sebesar 22, skor terendah meningkat menjadi 15, dan rata-rata meningkat menjadi 18,71. Peningkatan tersebut menujukkan bahwa proses pembelajaran membantu siswa meningkatkan kemampuan mengenali dan menamai aksara Bali secara lebih baik. Kemampuan LNF dapat digunakan sebagai indikator perkembangan literasi awal dalam pembelajaran siswa.
Representasi Fonem dalam Grafem Aksara Bali Pada Kamus Bali-Indonesia Beraksara Latin dan Bali Tahun 2016 Sagung Laksmi Widi Candra Astiti; I Ketut Paramarta; I Nengah Martha
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i1.1509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi fonem dari grafem aksara Bali pada Lema Beraksara Bali dalam dalam Kamus Bali – Indonesia Beraksara Latin dan Bali Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian riset kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Lema dalam Kamus Bali – Indonesia beraksara Latin dan Bali Tahun 2016. Objek penelitian ini adalah Analisis representasi unit linguistik pada tataran fonem dalam grafem aksara Bali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu (1) rancangan penelitian, (2) subjek dan objek penelitian, (3) metode pengumpulan data, (4) instrumen penelitian, dan (5) analisis data. Ditemukan 16.162 lema dalam kamus beraksara Bali-Latin. Hasil analisis terhadap 16.162 lema beraksara Bali menunjukkan bahwa aksara Bali (khususnya tipe aksara Wresastra) yang memenuhi kriteria grafem yang merepresentasikan unit-unit bahasa. Grafem yang merepresentasikan rangkaian fonem konsonan-vokal adalah grafem konsonan utama yang merepresentasikan rangkaian fonem konsonan (C) dan vokal melekat /-a/ (/Ca/). Grafem aksara Bali yang merepresentasikan fonem konsonan tunggal (/C/) tanpa vokal melekat dalam konteks pemakaianya muncul dalam wujud aksara lagna yang mendapatkan pengangge aksara (diakritik dan conjuct & ligature). Grafem yang merepresentasikan fonem vokal pada posisi inisial (awal kata) atau pada posisi tertentu tidak dihadirkan oleh grafem tunggal tetapi merupakan kombinasi grafem konsonan glotal /ha/ atau wisarga dengan grafem vokal terikat.
Campur Kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada Tuturan Siswa SMP Swasta Nanyang Zhi Hui Medan Andira Emelita Br Sinaga; I Nengah Martha; I Ketut Paramarta
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i2.2240

Abstract

Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk mengetahui bentuk-bentuk campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada tuturan siswa SMP Swasta Nanyang Zhi Hui Medan, (b) untuk mengetahui jenis-jenis campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada tuturan siswa SMP Swasta Nanyang Zhi Hui Medan, dan (c) untuk mengetahui faktor penyebab campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada tuturan siswa kelas SMP Swasta Nanyang Zhi Hui Medan. Penelitian ini dilakukan di SMP Swasta Nanyang Zhi Hui Medan. Data penelitian dikumpulkan dengan metode observasi, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa (a) campur kode pada tuturan siswa SMP Swasta Nanyang Zhi Hui Medan terdiri dari bentuk kata (me, must, choir, scene, page, then, dan lainnya) dan frasa (multiple choice or essay, waiting room, the last, like this, all the photos, this photo, bad word, permanent marker, dan under one minute), (b) campur kode siswa SMP Nanyang Zhi Hui meliputi campur kode ke luar (outer code mixing) dan campur kode campuran (hybrid code mixing), dan (c) faktor penyebab terjadinya campur kode siswa SMP Swasta Nanyang Zhi Hui Medan adalah kebiasaaan penutur, latar belakang siswa, dan keterbatasan penggunaan kode.
Co-Authors . ., ., Dewa Ayu Desy Riani ., I Kadek Aryana Prayoga ., I Nyoman Artawa ., I Putu Budiantara Putra ., Kadek Astina ., Kadek Meliningsih ., Kadek Ryan Sukanatha ., Made Ayu Ningsih ., Ni Luh Astini ., Ni Made Yuniharsih ., Ni Wayan Ari Suryanti ., Putu Nita Aryani Agustini A.P, I.Ngh Yoga Darma Ahmad Asroni Anak Agung Putu Putra Andira Emelita Br Sinaga Anggreningsih, Komang Sinta Anjani Putri, Rai Kompyang Dewi Antara Jaya, I Made Dwi Arin Devi, Ni.Pt.Ayu Trisna Aron Meko Mbete Artawan, Gede Aryana, I.B.Putra Manik Astiti, SG. Laksmi Widi Candra ayu widiastini, Kadek cahyani, Ni Kdk Sintha Desak Made Yoniartini Dewa Ayu Desy Riani . Dewi, Luh Restia dewi, Ni Putu Hanna Wila Ellya N.S, Ni Luh Putu Gd Edi Subawa Gde Artawan Gede Indrawan Gusti Ayu Putu Novi Widya Utami . Gusti Ayu Putu Novi Widya Utami ., Gusti Ayu Putu Novi Widya Utami I B Rai I B Rai I Gede Andika I Gede Aris Gunadi I Gede Bara Yuda Gautama I Kadek Agus Sujiwo I Kadek Agus Sujiwo I Kadek Agus Sujiwo, I Kadek Agus Sujiwo I Kadek Aryana Prayoga . I Ketut Yasa I Komang Doni Mahendra I Made Dwi Antara Jaya I MADE GEDE SEMARA PUTRA . I Made Werdi Atmaja . I Made Werdi Atmaja ., I Made Werdi Atmaja I Nengah Martha I Nyoman Artawa . I Putu Budiantara Putra . I PUTU EKA PRAYUDA . I WAYAN ARDI PAYANA . I Wayan Artika I Wayan Gede Wisnu I Wayan Putu Widiana . I WAYAN SUARDIKA . I Wayan Swandana I Wayan Wendra I.B. Putra Manik A. I.B.Made Ludy Paryatna I.B.Putra Manik Aryana I.B.Putra Manik Aryana I.Ngh Yoga Darma A.P Ida Ayu Putu Purnami Ida Bagus Made Ludy Paryatna Ida Bagus Mas Abdi Putra Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putra Yadnya Ida Bagus Putrayasa Ida Bagus Rai, S.S., M.Pd . Jutawan, K. Belly K. Belly Jutawan Kadek Agus Sujiwo Kadek Astina . Kadek Desy Mirdana Sari . Kadek Devi Antariyani . Kadek Devi Antariyani ., Kadek Devi Antariyani Kadek Meliningsih . Kadek Ryan Sukanatha . Kadek Sukreni Riawati Kadek Wirahyuni Kami, Kanisius Kd. Dwi Swandana kerisna putra Ketut Agustini Komang Endy Suastika Komang Sinta Anggreningsih Kusumayanthi, Made Yeni Luh Ayu Puspa Dewi Luh Joni Erawati Dewi Luh Putu Ayu Widiasih Luh Restia Dewi M.Pd S.S. Ida Bagus Rai . Made Ayu Ningsih . Made Sri Indriani Made Yeni Kusumayanthi Maharani, Ni Putu Andina Putri Manik A., I.B. Putra Meriyantini, Ni Wayan Ni Kadek Ayu Dewi Ratni Ni Kadek Lady Lokita Dewi . Ni Kadek Lady Lokita Dewi ., Ni Kadek Lady Lokita Dewi Ni Kadek Sintia Dewi Ni Kdk Sintha cahyani Ni Luh Astini . Ni Luh Intan Pramita Sari Ni Luh Putu Ellya N.S Ni Luh Putu Ratna Dewi . Ni Luh Putu Ratna Dewi ., Ni Luh Putu Ratna Dewi Ni Luh Wayan Senja Pratiwi Ni Made Lestari Putri Ni Made Ratminingsih Ni Made Rispintari Ni Made Yuniharsih . Ni Nyoman Harini Puspita Ni Putu Febri Yuliani . Ni Putu Febri Yuliani ., Ni Putu Febri Yuliani ni putu mirah yunisa putri . Ni Putu Nevi Cahyana Dewi Ni Putu Nova Kartika Sari . Ni Wayan Ari Suryanti . Ni Wayan Meriyantini Ni.Pt.Ayu Trisna Arin Devi Nyoman Dewi Supartini Paryatna, I.B.Made Ludy Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Putu Ayu Evanti Andriani Andriani Putu Dani Arya Saputra Putu Martin Adnyana Putra Putu Nita Aryani Agustini . Putu Putri Maharani Putu Ristia Oktaviyanti Putu Suwidnyana Rai, I B Ricani, Ni Komang Rispintari, Ni Made S.S. M.Pd Ida Ayu Sukma Wirani . Sagung Laksmi Widi Candra Astiti Sang Ayu Putu Sriasih Sariyasa . Setia Dewi, Luh Putu Juni Ari Suandi, Nengah Suastika, Komang Endy Subawa, Gd Edi Sujiwo, I Kadek Agus Sukreni Riawati, Kadek Supartini, Nyoman Dewi Swandana, Kd. Dwi Widi, Sagung Laksmi Wisnu, I Wayan Gede Yasa, I Ketut