Claim Missing Document
Check
Articles

Reproduksi Ketimpangan Gender Dalam Proses Sosialisasi Keluarga Pada Usia Dewasa Awal Hidayat, Tita; Syafiqah, Salsabila; Damayanti, Sri
Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera Vol. 24 No. 1 (2026): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA (In-Press)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Study aims to comprehensively examine how the process of gender socialization within the family works to reproduce and internalize gender inequalities in individuals in early adulthood. Using a descriptive qualitative approach, the study involved 12 informants selected through purposive sampling based on birth order and gender. Data were collected through semi-structured interviews and observation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results indicate that gender socialization occurs through advice, rules, and behavioral examples, with the mother serving as the most dominant agent of socialization. Significant disparities are evident in the heavier domestic workload borne by women and the more flexible social control and permissions granted to men, which are often normalized as acceptable. Although there is room for negotiation, most of these values remain internalized as part of one’s identity. In conclusion, socialization within the family consistently reproduces gender inequality by normalizing traditional roles as a habitus; therefore, efforts to deconstruct patriarchal culture within family education are necessary.
Dampak KDRT Terhadap Anak Dan Peran Lembaga Perlindungan Dalam Perspektif Disfungsi Keluarga Rosikin, Septian; Anugrah Ramadhan, Ardhi; Damayanti, Sri
Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera Vol. 24 No. 1 (2026): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA (In-Press)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the high incidence of domestic violence, which reflects dysfunction within the family as a fundamental social unit. The objective of this research is to analyze the impact of domestic violence on children as a form of family dysfunction and to examine the role and challenges of women and child protection institutions in addressing these issues. This study employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving informants from relevant institutions, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that domestic violence has significant physical and psychological impacts on victims, particularly children, and hinders character development and socialization processes. Protection institutions play a crucial role as a social response by substituting dysfunctional family roles; however, they still face various challenges, including victim-related factors, social stigma, and limited facilities. This study highlights the importance of strengthening institutional roles and adopting a comprehensive approach to effectively address domestic violence and maintain social system stability..
Peran Modal Sosial sebagai Strategi Bertahan UMKM Kuliner di Cibiru Kota Bandung Anisa, Dinda; Salsabilla, Willis Putri; Listianingsih, Zahra; Damayanti, Sri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5480

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi, khususnya di tingkat lokal. Dalam praktiknya, keberlangsungan UMKM tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial yang melekat dalam aktivitas usaha. Salah satu bentuk strategi yang dapat digunakan dalam mempertahankan usaha adalah pemanfaatan modal sosial yang meliputi kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial sebagai strategi bertahan UMKM kuliner di wilayah Cibiru Kota Bandung serta mengkaji dampaknya terhadap keberlangsungan usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pelaku UMKM kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berperan penting dalam mendukung keberlangsungan UMKM kuliner. Kepercayaan antara pelaku usaha dan konsumen mampu meningkatkan loyalitas pelanggan, sementara jaringan sosial dimanfaatkan untuk memperoleh informasi, sumber daya, serta dukungan dalam menghadapi berbagai kendala usaha. Selain itu, norma sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat turut menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui hubungan yang harmonis antar pelaku usaha. Modal sosial juga berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan adaptasi pelaku UMKM terhadap perkembangan teknologi digital melalui pertukaran informasi dalam jaringan sosial. Dengan demikian, modal sosial dapat dipahami sebagai salah satu strategi yang efektif dalam mempertahankan keberlangsungan UMKM kuliner serta meningkatkan daya saing usaha di tengah perubahan ekonomi
Analisis Adaptasi Pedagang Kue Tradisional Terhadap Produk Makanan Modern Di Pasar Mingguan Manglayang Fitri, Shabitha Romdona Anisa; Qolyubi, Ahmad Hilmi; Warid, Muhammad Azmul; Damayanti, Sri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5531

Abstract

Perkembangan ekonomi dan globalisasi mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya dalam preferensi terhadap produk makanan. Kondisi ini berdampak pada menurunnya minat terhadap kue tradisional di tengah maraknya produk makanan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk adaptasi pedagang kue tradisional dalam menghadapi persaingan dengan produk makanan modern di pasar mingguan Manglayang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, melalui teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap pedagang dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi ketimpangan daya saing antara kue tradisional dan makanan modern yang dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup dan preferensi konsumen. Kue tradisional dinilai kurang praktis dan kurang menarik secara visual dibandingkan produk modern, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pembeli dan ketidakstabilan pendapatan pedagang. Meskipun demikian, kue tradisional masih memiliki daya tarik dari segi rasa autentik dan nilai budaya. Pedagang melakukan berbagai strategi adaptasi, seperti inovasi kemasan, variasi produk, serta mempertahankan kualitas dan nilai tradisional. Dalam perspektif sosiologi ekonomi, fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi melekat pada hubungan sosial dan budaya (embeddedness). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberlangsungan usaha kue tradisional bergantung pada kemampuan pelaku usaha dalam mengintegrasikan nilai tradisional dengan tuntutan modernisasi.
Perubahan Pola Konsumsi Mahasiswa Akibat Penggunaan Paylater Dalam Perspektif Sosiologi Ekonomi Yashinta Fadhilah; Tia Lestiya Suwandi; Siti Mujamilah; Sri Damayanti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola konsumsi mahasiswa akibat penggunaan layanan paylater dalam perspektif sosiologi ekonomi. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Kerangka teoritis yang digunakan mencakup konsep embeddedness Karl Polanyi, teori masyarakat konsumsi Jean Baudrillard, serta konsep habitus dan kapital simbolik Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paylater tidak hanya mengubah cara mahasiswa bertransaksi, tetapi juga mengonstruksi ulang makna konsumsi sebagai arena pembentukan identitas sosial dan reproduksi hierarki dalam komunitas kampus. Normalisasi utang digital yang didorong oleh tekanan sebaya dan budaya media sosial mereproduksi habitus konsumtif yang berpotensi berdampak negatif pada kesehatan finansial jangka panjang mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan intervensi holistik melalui penguatan literasi keuangan, regulasi platform BNPL, dan pendidikan kesadaran kritis di lingkungan perguruan tinggi.
Pemanfaatan PayLater dalam Memenuhi Kebutuhan Mendesak: Antara Solusi dan Ketergantungan Nurawwalin, Wafa; Azzahra, Nifa; Aditya, Salma; Damayanti, Sri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5562

Abstract

Perkembangan teknologi finansial telah menghadirkan berbagai inovasi dalam layanan keuangan digital, salah satunya adalah fitur paylater yang memungkinkan konsumen melakukan pembelian terlebih dahulu dan membayarnya di kemudian hari. Kemudahan akses, proses yang cepat, serta fleksibilitas pembayaran membuat layanan ini semakin populer di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan paylater dalam memenuhi kebutuhan mendesak, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong penggunaannya, serta mengkaji dampak sosial dan ekonomi terhadap perilaku konsumsi dan kondisi keuangan individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pengguna paylater serta studi dokumentasi dari berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paylater dimanfaatkan sebagai solusi finansial jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan mendesak ketika individu mengalami keterbatasan dana. Kemudahan akses dan fleksibilitas pembayaran menjadi faktor utama yang mendorong penggunaannya di masyarakat. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi mendorong perilaku konsumtif, meningkatkan risiko penumpukan utang, serta memunculkan tekanan finansial pada pengguna. Selain itu, rendahnya literasi keuangan juga memperbesar kemungkinan terjadinya ketergantungan terhadap layanan kredit digital. Oleh karena itu, pemanfaatan paylater perlu diimbangi dengan kesadaran dan literasi keuangan yang baik agar dapat memberikan manfaat tanpa menimbulkan permasalahan finansial di masa mendatang.
Pengaruh Toxic Masculinity terhadap Pola Komunikasi Ayah dan Anak Azzahra, Nifa; Noegroho, Cendana Jihan; Elina, Ina; Damayanti, Sri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh txic masculinity terhapad pola komunikasi antara ayah dan anak dalam keluarga. Fenomena toxic masculinity dipahami sebagai kontruksi sosial dalam budaya patriarki yang membentuk laki-laki untuk bersikap dominan, emosional, dan menghindari ekspresi perasaan. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada sebagian anak sebagai informan utama dan orang tua sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa toxic masculinity membentuk pola komunikasi yang kaku, hierarkis, dan cenderung satu arah antara anak dan ayah. Ayah lebih banyak berperan sebagai figur otoritatif dibandingkan sebagai sosok yang memberikan dukungan emosional. Kondisi ini menimbulkan jarak psikologis, rendahnya kedekatan emosional, serta keterbatasan komunikasi dalam keluarga. Dampak yang muncul meliputi ketidakharmonisan dalam hubungan keluarga, rendahnya rasa percaya diri anak, kesulitan dalam interaksi sosial, hingga potensi perilaku menyimpang. Penelitian ini menegaskan bahwa kontruksi maskulinitas yang tidak sehat dapat menghambat kualitas relasi keluarga, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih kritis terhadap peran ayah dalam membangun komunikasi yang terbuka dan suportif.
Motif Ekonomi Mahasiswa Dalam Penggunaan Fitur Paylater Sebagai Bentuk Konsumsi Di Era Ekonomi Digital : Penelitian Garin Muhamad Arya; Intan Tania Zahra; Natasya Aurelia; Sri Damayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penggunaan fitur paylater di kalangan mahasiswa, mengidentifikasi motif ekonomi yang melatarbelakanginya, serta memahami dampaknya terhadap pola konsumsi dalam era ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan paylater di kalangan mahasiswa mengalami peningkatan yang signifikan, didorong oleh kemudahan akses, proses yang cepat, serta berbagai penawaran promosi yang menarik. Motif penggunaan paylater tidak hanya bersifat rasional, seperti pemenuhan kebutuhan dan kepraktisan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya, seperti gaya hidup dan tekanan lingkungan. Selain itu, penggunaan paylater berdampak pada perubahan pola konsumsi mahasiswa yang cenderung lebih impulsif dan konsumtif, serta berpotensi menimbulkan masalah dalam pengelolaan keuangan. Dengan demikian, meskipun paylater memberikan kemudahan dalam bertransaksi, penggunaannya perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang.
Keadilan Distributif dan Ketimpangan Sosial dalam Kebijakan Kenaikan Tunjangan DPR Marslathifah, Ailsa Nur; Noer Rahayu, Asri Sukma; Sri Damayanti
Equality: Law and Social Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia dalam perspektif sosiologi hukum dan keadilan sosial. Kebijakan tersebut mencerminkan relasi kompleks antara hukum, kekuasaan, dan nilai moralitas publik. Dalam kerangka teori legitimasi kekuasaan Max Weber, hukum dipandang sebagai sarana yang dapat digunakan untuk mempertahankan otoritas kelompok berkuasa melalui rasionalitas legal-formal. Sementara itu, berdasarkan teori keadilan distributif John Rawls, kebijakan publik seharusnya diarahkan untuk memberikan manfaat terbesar bagi kelompok masyarakat yang paling lemah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data yang bersumber dari dokumen hukum, publikasi ilmiah, data statistik resmi, dan laporan media daring. Hasil analisis menunjukan bahwa kebijakan kenaikan tunjangan DPR menimbulkan ketimpangan keadilan sosial karena lebih menguntungkan elite politik dibandingkan masyarakat umum. Selain itu, kebijakan tersebut memperlemah legitimasi hukum di mata publik dan menimbulkan krisis kepercayaan terhadap lembaga legislatif. Oleh karena itu, diperlukan paradigma kebijakan hukum yang lebih berpihak pada keadilan sosial dan nilai-nilai moral publik sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila.
Vigilantisme dan Keadilan Sosial dalam Perspektif Sosiologi Hukum: Studi Kasus Penganiayaan Lansia di Boyolali Fahriri, Aqna Aqila Fauzia; Ramadhina, Aurelia Putri; Sri Damayanti
Equality: Law and Social Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena vigilantisme sebagai respons sosial terhadap lemahnya legitimasi hukum dan ketidakmampuan sistem peradilan formal dalam memberikan rasa keadilan, dengan menganalisis pada kasus kekerasan terhadap lansia di Boyolali. Penelitian ini didasarkan pada metode pendekatan kualitatif berbasis sosiologi hukum. Analisis didasarkan pada teori living law Eugen Ehrlich, teori penandaan (labelling theory) Howard Becker, dan konsep keadilan sosial John Rawls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan vigilantisme dipicu karena hukum formal belum menjangkau kebutuhan moral masyarakat, sementara struktur sosial yang hierarkis dan pelabelan negatif terhadap kelompok rentan memperkuat ketimpangan keadilan. Fenomena ini menunjukkan krisis legitimasi hukum dan tidak ada keadilan substansial bagi kelompok rentan. Penelitian ini menekankan peran pendidikan publik dan media dalam meningkatkan kesadaran hukum dan mendorong reformasi sosial yang humanis. Untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap hukum dan mewujudkan keadilan yang substantif, negara, media, dan masyarakat harus bekerja sama.
Co-Authors Abdul Kholik Adhitia Pratama Aditya, Salma Ahmad Ahmad Amien, Amunizal Andi Manguntungi Andi Pranata, Andi Anggun Sulistia Ardani Anisa, Dinda Anitasari, Fariska Dyanis Anugrah Ramadhan, Ardhi Assidiq, Abdullah Sulthon Ayu, Adriyani Puspita Azim, Muhammad Azis , Fatimah Azzahra, Nifa Burhanuddin Burhanuddin Citra Az Zahraa Darma Fristyana Sinaga Denia Multi Ramadhani Dewi Puspitasari Dirgahayu Dirman, Dirman Elina, Ina Erwin Akib Fahriri, Aqna Aqila Fauzia Faozah, Siti Fariha Amalia Putri, Nisa Farizi, Moh. Salman Al Fitri, Shabitha Romdona Anisa Garin Muhamad Arya Hapiddin Saleh, Riswandy Hasnatun Amaliyah Hidayat, Tita I Putu Buda Yasa Imron Imron, Imron Intan Tania Zahra Johan Mahyudi, Johan Junaedi Junaedi Kaisa Nafi Ghassani Kamila Nurul Faijah Khairunnisah, Noni Antika Kurniawan, Panji Rizki Lila Alwyah Listianingsih, Zahra Listiyani, Anni Marjan, Intan Marslathifah, Ailsa Nur Meilany Hamdiah Muhammad Aqil Akmal Asqolani Muizzul Fadhillah Nada Sariningsih Nadya Amalia Fitriani Natasya Aurelia Noegroho, Cendana Jihan Noer Rahayu, Asri Sukma Nurawwalin, Wafa Nurfidah, Nurfidah oya, abas Qolyubi, Ahmad Hilmi Rafa Sabila Putri Hidayat Rahmawati, Movi Riana Ramadhina, Aurelia Putri Rizal, Dimas Ahmad Rosikin, Septian Salma Salfira Salsabilla, Willis Putri Sari, Ni Kadek Wahyuni Merta Satriana, Eny Setiawan, Aditya Shafira Dita Sasmita Siti Halimatussadiah Siti Mujamilah Sopyan Sri Niar Rahayu SRI RAHAYU Supala, Azi supriadin supriadin Syafiqah, Salsabila Syahrir Syahrir Tajuddin Tajuddin, Tajuddin Tanjung, Nadya Ulfa Tia Lestiya Suwandi Titus Indrajaya Uli, Aprilla Sinta Walmukmim, Sayyid Ahmad Wardah Ramadaniatul Millah, Neng Wardhani, Rr Arsyita Sri Warid, Muhammad Azmul Yashinta Fadhilah Yudi Ferdiansyah ⁠Muhammad Bushiri