Claim Missing Document
Check
Articles

Kesenjangan Antara Norma Hukum dan Realitas Sosial dalam Kasus Pemecatan Massal Pekerja PT Danbi Internasional Garut: Analisis Sosiologi Hukum Amien, Amunizal; Setiawan, Aditya; Sri Damayanti
Equality: Law and Social Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kesenjangan antara norma hukum dan realitas sosial dalam kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Danbi Internasional Garut pada awal tahun 2025. Secara normatif, Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU telah mengatur perlindungan terhadap hak-hak pekerja. Namun, implementasi di lapangan menunjukkan ketimpangan yang signifikan antara hukum tertulis (law in the books) dan praktik nyata (law in action). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan perspektif sosiologi hukum, penelitian ini menelaah disfungsi hukum dalam melindungi hak pekerja serta faktor-faktor penyebab kesenjangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya penegakan hukum, minimnya komunikasi antara perusahaan dan pekerja, serta ketimpangan modal sosial dan ekonomi antara aktor dalam arena industri menjadi penyebab utama terjadinya ketidakselarasan antara norma hukum dan realitas sosial. Kasus ini menggambarkan kegagalan hukum dalam menjalankan fungsinya sebagai alat rekayasa sosial (law as a tool of social engineering) sebagaimana dikemukakan oleh Roscoe Pound. Dengan demikian, diperlukan peran aktif pemerintah dalam memperkuat pengawasan, penegakan hukum, serta memastikan keadilan sosial bagi pekerja terdampak.
Fenomena Sosial Main Hakim Sendiri Perspektif Sosiologi Hukum (Studi Kasus Tewasnya Pencuri Ayam Akibat Pengeroyokan di Subang) Assidiq, Abdullah Sulthon; Supala, Azi; Sri Damayanti
Equality: Law and Social Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Riset Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena main hakim sendiri merupakan bentuk tindakan sosial yang muncul akibat rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum formal yang dianggap tidak mampu memberikan rasa keadilan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar permasalahan perilaku main hakim sendiri dalam perspektif sosiologi hukum melalui studi kasus kematian seorang pencuri ayam di Desa Rancamanggung, Subang, Jawa Barat pada April 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis data sekunder dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan main hakim sendiri disebabkan oleh beberapa faktor utama antara lain: (1) lemahnya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, (2) ketidakadilan sosial yang berkelanjutan, dan (3) kesenjangan antara norma hukum formal dengan norma sosial lokal. Kasus Subang mencerminkan kondisi anomie, yaitu kehilangan relevansi nilai-nilai norma hukum dalam struktur masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mengatasi fenomena ini diperlukan penegakan hukum yang adil, konsisten, dan responsif terhadap kebutuhan lokal, serta penerapan restorative justice yang mengintegrasikan nilai-nilai keadilan komunal tradisional dengan prinsip hak asasi manusia modern.
Co-Authors Abdul Kholik Adhitia Pratama Aditya, Salma Ahmad Ahmad Amien, Amunizal Andi Manguntungi Andi Pranata, Andi Anggun Sulistia Ardani Anisa, Dinda Anitasari, Fariska Dyanis Anugrah Ramadhan, Ardhi Assidiq, Abdullah Sulthon Ayu, Adriyani Puspita Azim, Muhammad Azis , Fatimah Azzahra, Nifa Burhanuddin Burhanuddin Citra Az Zahraa Darma Fristyana Sinaga Denia Multi Ramadhani Dewi Puspitasari Dirgahayu Dirman, Dirman Elina, Ina Erwin Akib Fahriri, Aqna Aqila Fauzia Faozah, Siti Fariha Amalia Putri, Nisa Farizi, Moh. Salman Al Fitri, Shabitha Romdona Anisa Garin Muhamad Arya Hapiddin Saleh, Riswandy Hasnatun Amaliyah Hidayat, Tita I Putu Buda Yasa Imron Imron, Imron Intan Tania Zahra Johan Mahyudi, Johan Junaedi Junaedi Kaisa Nafi Ghassani Kamila Nurul Faijah Khairunnisah, Noni Antika Kurniawan, Panji Rizki Lila Alwyah Listianingsih, Zahra Listiyani, Anni Marjan, Intan Marslathifah, Ailsa Nur Meilany Hamdiah Muhammad Aqil Akmal Asqolani Muizzul Fadhillah Nada Sariningsih Nadya Amalia Fitriani Natasya Aurelia Noegroho, Cendana Jihan Noer Rahayu, Asri Sukma Nurawwalin, Wafa Nurfidah, Nurfidah oya, abas Qolyubi, Ahmad Hilmi Rafa Sabila Putri Hidayat Rahmawati, Movi Riana Ramadhina, Aurelia Putri Rizal, Dimas Ahmad Rosikin, Septian Salma Salfira Salsabilla, Willis Putri Sari, Ni Kadek Wahyuni Merta Satriana, Eny Setiawan, Aditya Shafira Dita Sasmita Siti Halimatussadiah Siti Mujamilah Sopyan Sri Niar Rahayu SRI RAHAYU Supala, Azi supriadin supriadin Syafiqah, Salsabila Syahrir Syahrir Tajuddin Tajuddin, Tajuddin Tanjung, Nadya Ulfa Tia Lestiya Suwandi Titus Indrajaya Uli, Aprilla Sinta Walmukmim, Sayyid Ahmad Wardah Ramadaniatul Millah, Neng Wardhani, Rr Arsyita Sri Warid, Muhammad Azmul Yashinta Fadhilah Yudi Ferdiansyah ⁠Muhammad Bushiri