Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA PESERTA DIDIK Nur Yuliany; Hasnawati Nurdin; Ahmad Farham Majid; Sri Sulasteri; Andi Dian Angriani
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): AL–IRSYAD JOURNAL OF MATHEMATICS EDUCATION
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.572

Abstract

Rendahnya literasi matematika siswa khususnya dalam memahami konsep, merumuskan persoalan, dan menafsirkan solusi dalam konteks nyata masih menjadi persoalan yang perlu ditangani dalam proses pembelajaran matematika. Eksperimen ini bertujuan mengukur sejauhmana kecakapan literasi matematika peserta didik yang mengikuti pembelajaran langsung, dibandingkan peserta didik yang diajar menggunakan model Problem-Based Learning berpendekataan Realistic Mathematics Education (PBL–RME), serta menilai efektivitas model tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen. Populasi penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pattallassang, di mana kelas VIII.1 berperan sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII.4 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes literasi matematika yang menilai kemampuan merumuskan masalah, mengaplikasikan konsep, serta menafsirkan hasil, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial, termasuk uji normalitas, homogenitas, dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest kelompok eksperimen (M = 73,83, kategori tinggi) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol (M = 54,3, kategori sedang), dengan nilai signifikansi 0,000 yang mengonfirmasi adanya perbedaan signifikan.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR REFRAKTIF DAN SELF EFFICACY Harma Harma; Andi Kusumayanti; Andi Dian Angriani; Thamrin Tayeb; A. Sriyanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.24318

Abstract

Penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan berpikir refraktif matematis dan self-efficacy peserta didik kelas VIII di MTs Madani Alauddin. Tujuannya adalah menguji efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada pendekatan pembelajaran berdiferensiasi terhadap kedua kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain post-test only control group. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII (138 orang), dengan sampel kelas VIII D dan VIII A yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah modul ajar, soal tes kemampuan berpikir refraktif, angket self-efficacy dan pedoman wawancara. Pengujian hipotesis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi , yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada kemampuan berpikir refraktif matematis dan self-efficacy antara kelas yang diajar dengan model PBL berdiferensiasi dan kelas kontrol (pembelajaran langsung). Selain itu, hasil uji efisiensi relatif menunjukkan bahwa model PBL berdiferensiasi lebih efisien daripada model pembelajaran langsung. Kesimpulannya, model problem based learning dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir refraktif matematis dan self-efficacy peserta didik kelas VIII MTs Madani Alauddin.   Kata kunci: Problem Based Learning, Pembelajaran Berdiferensiasi, Kemampuan Berpikir Refraktif Matematis, dan Self Efficacy Abstract: This study stems from the low level of mathematical reflective thinking ability and self-efficacy among eighth-grade students at MTs Madani Alauddin. The aim is to examine the effectiveness of implementing the Problem Based Learning (PBL) model with a differentiated learning approach on these two abilities. This study uses a quasi-experimental method with a post-test only control group design. The population includes all eighth-grade students (138 people), with sample classes VIII D and VIII A selected using simple random sampling. The instruments used are a reflective thinking ability test and a self-efficacy questionnaire. Hypothesis testing was conducted using an independent sample t-test. The results showed a significance value of 0.00<0.05, which means there is a significant difference in mathematical reflective thinking ability and self-efficacy between the class taught using the differentiated PBL model and the control class (direct instruction). In addition, the relative efficiency calculation shows that the differentiated PBL model is more efficient than the direct learning model. In conclusion, the problem-based learning model with a differentiated learning approach is effective in improving the mathematical reflective thinking skills and self-efficacy of eighth-grade students at MTs Madani Alauddin. Keywords: Problem Based Learning, Differentiated Learning, Mathematical Reflective Thinking Ability, and Self-Efficacy
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BAHAN AJAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK GURU MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUATAN BAHAN AJAR ETNOMATEMATIKA Andi Dian Angriani; Andi Kusumayanti; Fitriani Nur; Lisa Kurnia Syam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19640

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian ini, untuk meningkatkan kemampuan guru matematika dalam membuat bahan ajar berbasis etnomatematika dengan cara memberikan pendampingan terhadap guru untuk membuat bahan ajar berbasis etnomatematika dan mengetahui respon peserta terhadap kegiatan pendampingan yang dilakukan. Kegiatan ini dilakukan di Pesantren Madani Alauddin dengan jumlah mitra sebanyak 14 instansi. Pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan ini berbentuk service learning, yakni suatu aktivitas pendampingan dengan beberapa tahapan baik secara synchronous (pembelajaran daring secara langsung dalam satu waktu) ataupun secara asynchronous (pembelajaran daring secara tidak serentak dalam satu waktu). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket respon partisipan. Kegiatan pendampingan dianalisis dengan mengkategorikan respon partisipan pendampingan dalam 4 kategori yaitu sangat kurang, kurang, baik, dan sangat baik, selanjutnya dianalisis berdasarkan 3 indikator yaitu: kesesuaian materi pilihan dengan kebutuhan, kebermanfaatan materi dalam kehidupan, dan indeks kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkabahwa seluruh rangkaian kegiatan pendampingan yang dilakukan termasuk dalam kategori sangat baik dengan indeks rata-rata sebesar 4. Selain itu, diperoleh hasil meningkatnya pemahaman peserta terhadap pembuatan bahan ajar berbasis etnomatematika, dimana terjadi penurunan frekuensi peserta yang memiliki pemahaman yang sangat tidak mendalam dan tidak mendalam masing-masing sebesar 37,5% dan terjadi peningkatan frekuensi pemahaman yang sangat mendalam sebesar 12,5% serta peningkatan frekuensi pemahman mendalam sebesar 62,5%. Maka direkomendasikan untuk melakukan kegiatan serupa dengan jumlah partisipan yang lebih banyak.Abstract: The purpose of this service, to improve the ability of mathematics teachers to make ethnomathematics-based teaching materials by providing assistance to teachers to make ethnomathematics-based teaching materials and find out the participants' responses to the mentoring activities carried out. This activity was carried out at Pesantren Madani Alauddin with a total of 14 partners. The approach applied in this activity is in the form of service learning, which is a mentoring activity with several stages either synchronously (online learning directly at one time) or asynchronously (online learning not simultaneously at one time). The data collection instrument used was a participant response questionnaire. Mentoring activities were analyzed by categorizing the responses of mentoring participants in 4 categories, namely very less, less, good, and very good, then analyzed based on 3 indicators, namely: the suitability of the selected material to the needs, the usefulness of the material in life, and the index of participant satisfaction with the implementation of the activity. The results of the service showed that the entire series of mentoring activities carried out were included in the excellent category with an average index of 4. In addition, the results obtained increased participants' understanding of the making of ethnomathematics-based teaching materials, where there was a decrease in the frequency of participants who had a very in-depth and not deep understanding of 37.5% each and an increase in the frequency of very deep understanding by 12.5% and an increase in the frequency of deep understanding by 62.5%. So it is recommended to carry out similar activities with a larger number of participants.
Pendampingan Belajar dengan LKPD Berbasis Etnomatematika Kue Tradisional Bugis-Makassar untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Selvi Gladys Ismail; Nadia Pega; Suharti Suharti; Nur Yuliany; Andi Dian Angriani
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.16810

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi keterbatasan pemahaman peserta didik mengenai bangun ruang sisi lengkung yang sebelumnya diajarkan tanpa keterkaitan yang bermakna dengan konteks budaya lokal. Tujuan kegiatan ini adalah membantu peserta didik memahami kembali konsep tabung dan kerucut sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui pendampingan belajar menggunakan LKPD berbasis etnomatematika. Kegiatan dilaksanakan pada 18 peserta didik kelas IX MTs Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar melalui tiga tahap, yaitu persiapan dengan menyusun LKPD, pendampingan dengan membentuk kelompok kecil untuk mengerjakan LKPD, serta evaluasi yang dilakukan melalui penilaian LKPD, tes hasil belajar pada level kognitif C4–C5, dan angket respon peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penilaian LKPD menempatkan 75% kelompok pada kategori tinggi, 12,5% pada kategori sedang, dan 12,5% pada kategori rendah. Capaian indikator berpikir kritis mencakup interpretasi 68,74% (sedang), analisis 87,5% (tinggi), evaluasi 81,25% (tinggi), dan inferensi 68,74% (sedang). Selanjutnya, hasil tes belajar peserta didik menunjukkan 77,78% (tinggi) dan 22,22% (sedang). Angket respon peserta didik memperoleh rata-rata 86% (sangat positif). Kegiatan ini menyimpulkan bahwa LKPD berbasis etnomatematika kue tradisional efektif meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep bangun ruang sisi lengkung, yaitu tabung dan kerucut, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis budaya lokal.