Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Mantra dalam Ritual Gentong Tirto Nusantoro sebagai Representasi Makna Ungkapan Syukur, Permohonan, dan Harapan Rizki Nurul Prasetyani; Djoko Saryono; Dwi Sulistyorini
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3763

Abstract

Ungkapan atau tuturan yang dirapalkan dan memiliki kekuatan magis dengan tujuan tertentu disebut sebagai mantra. Fungsi mantra disesuaikan dengan ideologi yang dianut oleh masyarakat yang mempercayainya. Adapun perapalan mantra tidak luput dari adanya tradisi budaya yaitu ritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mantra Ritual Gentong Tirto Nusantoro berdasarkan representasi makna. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat bentuk representasi makna yang terdapat dalam mantra Ritual Gentong Tirto Nusantoro. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, Data dalam penelitian ini adalah kata dan kalimat dalam mantra Ritual Gentong Tirto Nusantoro. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil wawancara informan berupa transkrip yang sudah diklasifikasi dengan menggunakan tabel. Tempat penelitian dilakukan di kompleks arca Ganesha yang berada di Wisma Perum Jasa Tirta, Desa Karangkates, Kabupaten Malang.Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, lebih tepatnya teknik wawancara bebas terpimpin. Hasil penelitian ini adalah terdapat tiga bentuk representasi makna. Ketiga bentuk representasi makna tersebut adalah (1) representasi makna ungkapan syukur, (2) representasi makna ungkapan permohonan, dan (3) representasi makna ungkapan harapan.
MISI POLITIK SASTRAWAN LEKRA DALAM PERJUANGAN KELAS PEKERJA DI INDONESIA: HISTORIOGRAFI SASTRA INDONESIA PERIODE 1960-AN Fikri, Moh. Fikri Zulfikar; Saryono, Djoko; Syahri, Moch.; Maulana, M. Abidzar
Hasta Wiyata Vol. 7 No. III (2024): Jurnal Hasta Wiayata (Edisi Khusus-Seminar Nasional 3 HISKI)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

As a cultural institution that houses various arts and literature activities, the People's Cultural Institute (Lekra) has a strong political mission and ideals. Lekra fought to restore love for native culture and culture originating from the people who have high moral values. The people in question are farmers and laborers who are the source of the birth of Indonesian culture. From there, Lekra fought so that the culture carried by the people, especially farmers and laborers, could remain strong and not just as entertainment, but for the welfare of the working class. For Lekra, all efforts in art and literature are only for the people because art and literature are truly for the people. The purpose of this study is to write the historical discourse of Lekra literary works in carrying out political missions in the struggle of the working class in Indonesia. This study uses a qualitative research type with a historiographic approach. The research data refers to a group of information from reading texts. The data sources for this study are various information in the form of newspaper texts, books, articles, and videos that explain the historical discourse of Lekra's political literary mission. The data collection technique for this study was carried out using reading, note-taking, and document study techniques. The results of this research are that there are three things in the political mission of Lekra writers in the working class struggle in Indonesia: (1) unilateral action by farmers and workers as a source of inspiration, (2) the partisanship of Lekra writers in the working class resistance, and (3) the political mission of raising awareness for farmers and workers.
HILANGNYA ALAM SEBAGAI EPIFANI YANG SUCI DALAM BUKU PUISI KORPUS OVARIUM KARYA ROYYAN JULIAN: KRISIS EKOLOGI DAN SPIRITUALITAS MANUSIA Mu'tashim, Yohan Fikri; Saryono, Djoko; Karkono, Karkono
ATAVISME Vol 27, No 2 (2024): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v27i2.954.74--96

Abstract

Abstrak: Tulisan ini mengkaji hubungan antara krisis ekologi dan spiritualitas manusia dalam buku puisi Korpus Ovarium (2022) karya Royyan Julian. Kajian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan ancangan semiotika puisi Michael Riffatere, berfokus pada simbol-simbol yang mewacanakan hubungan antara alam, krisis ekologi, dan spiritualitas manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) alam memiliki hubungan yang erat dengan spiritualitas masyarakat, khususnya masyarakat adat seperti di Mollo, Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur karena alam dipandang sebagai epifani yang suci, (2) fenomena krisis ekologi yang disebabkan oleh paradigma pembangunan yang destruktif, tidak hanya mengancam stabilitas ekonomi, melainkan juga identitas dan spiritualitas masyarakat di Mollo, Timur Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Dari hasil pembacaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bagi masyarakat Mollo, alam diyakini tidak hanya sebagai sumber penghidupan, melainkan juga diyakini sebagai entitas yang sakral sehingga juga menyangkut simbol-simbol kebudayaan. Oleh karena itu, ketika degradasi alam menjadi ancaman niscaya, fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada dimensi spiritual masyarakat, tetapi juga pada identitas komunal mereka.   Abstract: This paper examines the relationship between ecological crisis and human spirituality in the poetry book Korpus Ovarium (2022) by Royyan Julian. This study utilizes a qualitative method with Michael Riffatere's semiotics of poetry approach, focusing on symbols that discourse the relationship between nature, ecological crisis, and human spirituality. The results of this study show: (1) nature has a close relationship with the spirituality of society, especially indigenous peoples such as in Mollo, South Central East, East Nusa Tenggara because nature is seen as an epiphany of the Holy, (2) the phenomenon of ecological crisis caused by a destructive development paradigm, not only threatens economic stability, but also the identity and spirituality of the people in Mollo, South Central East, East Nusa Tenggara. From the results of these readings, it can be concluded that for the Mollo community, nature is believed not only as a source of livelihood, but also believed to be a sacred entity so that it also involves cultural symbols. Therefore, when natural degradation becomes an inevitable threat, the phenomenon not only impacts on the spiritual dimension of the community, but also on their communal identity.  
Metode JURNAL Berbasis Platform Digital Kompasiana dalam Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi di SMA Putra, Natanael Ricky; Saryono, Djoko; Karkono, Karkono; Rofiuddin, Ah.; Widyartono, Didin
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-April 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i1.2550

Abstract

Tujuan artikel konseptual ini adalah untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang inovatif bernama JURNAL. Metode JURNAL ini meliputi J=Jelajah, U=Ulas, R=Rangkai, NA=Narasi, dan L=Laporan. Metode ini diterapkan dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi bagi siswa kelas 10 di SMA yang kemudian diunggah ke dalam platform digital Kompasiana sebagai bentuk luaran atau proyek. Metode baru ini tentu saja bertujuan agar siswa dapat memahami materi pembelajaran teks laporan hasil observasi secara menyeluruh tanpa ada kekurangan. Langkah yang diciptakan juga diharapkan dapat menyesuaikan kemampuan menulis siswa. Urgensi pengembangan metode ini terletak pada kebutuhan siswa untuk memahami teks laporan secara menyeluruh, meningkatkan keterampilan menulis yang adaptif, serta mengembangkan literasi digital sesuai tuntutan abad ke-21. Dengan pendekatan konseptual, artikel ini menawarkan solusi yang mengintegrasikan dan mengombinasikan pembelajaran literasi dengan teknologi digital. Hasil artikel ini adalah terbentuknya konsep strategi inovatif dengan metode JURNAL dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi.
Pattern of critical literacy learning planning in boarding schools based Dewi Tryanasari; Anang Santoso; Djoko Saryono; Titik Harsiati
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/pe.v14i2.19301

Abstract

Planning learning is stages important in learning. Planning good learning is one guaranteed aspect quality learning. Literacy critical teach importance see A text as representation of the world that is not neutral. this article discuss about pattern planning learning literacy critical especially in writing critical at school medium the first to take shelter below foundation owned by boarding school Islamic boarding schools are very thick with Islamic religious rules and observance against clerics as leader whereas literacy critical teach freedom For think and question text as something that is tendentious. With thereby topic literacy critical at school based boarding school is unique phenomenon. this article based approach _ study qualitative phenomenology with object and subject study learning research conducted by teachers in grade 8. From the results study can concluded that planning learning literacy critical at school based boarding school adhere backward design pattern where results end learning determined especially formerly Then new done analysis need as well as step learning For reach objective end. Learning literacy critical at school based boarding school teach students to think critically and objectively by taking into account social, cultural and character values that are not contrary to the Islamic religion.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Penulisan Cerpen: Studi Pengembangan Modul untuk Siswa SMA/MA Pratiwi Nur Zamzani; Djoko Saryono; Kususbakti Andayani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan modul pembelajaran individual yang berbeda dalam proses menulis cerpen untuk siswa di tingkat SMA/MA. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE dengan pendekatan campuran yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data penelitian berasal dari hasil validais modul oleh para ahli pendidikan, praktisi, dan siswa. Teknik pengumpulan informasi melibatkan penyelidikan lapangan melalui kuesioner yang disebarkan kepada respondek terpilih bersama dengan observasi langsung serta wawancara mendalam dengan narasumber yang berkompoten di bidangnya. Modul pembelajaran mandiri yang dikembangkan dalam penelitian ini terdiri atas beberapa komponen utama, yaitu pendahuluan, peta konsep, tujuan pembelajaran, materi pokok menulis cerpen, lembar kegiatan siswa, refleksi pembelajaran dan evaluasi akhir. Modul ini dirancang dengan pendekatan berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar siswa yang teridentifikasi melalui asesmen diagnostik. Gaya belajar yang dikenali meliputi audio, visual, dan kinestetik. Untuk mengidentifikasi gaya belajar tersebut, siswa diarahkan untuk mengakses situs asesmen diagnostik gaya belajar melalui platform akupintar.id, tanpa menggunakan barcode. Aplikasi ini menyajikan 30 butir pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa, dan hasilnya menunjukkan kecenderungan gaya belajar masing-masing. Informasi ini kemudian digunakan sebagai dasar penyesuaian pembelajaran. Modul ini juga dilengkapi barcode yang mengarah pada perangkat ajat digital yang telah dikembangkan peneliti. Perangkat ajar tersebut berfungsi sebagai panduan selama proses pembelajaran dan memuat materi yang disesuaikan dengan hasil asesmen gaya belajar siswa. Misalnya, siswa dengan gaya belajar visual akan mendapatkan materi dalam bentuk infografis atau video, sementara siswa kinestetik diarahkan pada kegiatan praktik langsung. Selain itu, sebagai bentuk autentikasi dan apresiasi terhadap hasil belajar, siswa diarahkan untuk mempubliaksikan karya cerpen mereka melalui platform Wattpad. Proses ini tidak hanya menumbuhkan motivasi dan rasa percaya diri siswa, tetapi juga memperkenalkan mereka pada proses penulisan kreatif yang nyata dan bermakna. Inovasi ini menjadikan modul pembelajaran menulis cerpen di berbagai daerah dengan karakteristik siswa yang beragam.
Proses Resepsi Pembaca terhadap Hati Suhita di Kalangan Pesantren Lisana Sidqin Aliyya; Djoko Saryono; Taufik Dermawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3132

Abstract

Dengan pendekatan kualitatif sosiologis penelitian ini meneliti Hati Suhita yang merupakan novel dengan pembaca lintas kalangan. Kalangan pesantren menjadi salah satu kalangan yang menarik untuk diteliti. Sumber data penelitian berasal dari 16 teks berupa resensi, informasi, dan berita tentang Hati Suhita yang ditulis oleh kalangan pesantren dan diunggah ke situs internet. Hasil dari penelitian ini ditemuakan beberapa variasi dalam proses resepsi yang digunakan oleh kalangan pesantren meliputi proses menyertakan yang dilakukan oleh pembaca dengan menyatukan diri ke dalam teks Hati Suhita melalui proses artistik embrionik dan membayangkan hal yang terjadi apabila Gus Birru pada akhirnya lebih memilih Rengganis dari pada Alina, proses merinci dengan menjelaskan informasi berupa tokoh, latar, dan alur yang ada dalam Hati Suhita, proses memahami dengan menggambarkan karakter tokoh dalam cerita berdasarkan pengetahuan tokoh,sosial-masyarakat, konteks budaya dan memahami bagian-bagian penting dalam cerita, proses menerangkan dengan mencoba menjelaskan sebaik mungkin mengapa para tokoh bertindak dalam sebuah peristiwa dengan menjelaskan kronologi dan latar belakangnya, proses menghubungkan dilakukan pembaca dengan menghubungkan pengalaman hidup dengan tokoh cerita dan membandingkan Hati Suhita dengan genre novel yang sama, proses menafsirkan ditunjukkan dengan pemberian makna terhadap tema, tokoh, dan peristiwa dalam Hati Suhita, dan proses menilai ditunjukkan dengan memberikan pendapat terhadap unsur dan isi cerita secara keseluruhan .
Memori Kolektif Masyarakat Batavia dalam Novel Al-Masih: Putra sang Perawan Karya Tasaro GK Ilmawan, Wahyu; Djoko Saryono; Azizatuz Zahro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memori kolektif masyarakat Batavia dalam novel Al-Masih: Putra sang Perawan karya Tasaro GK. Penelitan ini menggunakan teori memori Barbara A. Misztal. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif guna membantu menjawab fokus penelitian dengan cara mendeskripsikan data. Sumber data penelitian ini diperoleh dari kutipan novel Al-Masih: Putra sang Perawan karya Tasaro GK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk memori kolektif dalam novel Al-Masih: Putra sang Perawan, yaitu (1) memori flashbulb masyarakat Batavia meliputi perbudakan, penyerangan raja Jawa ke Batavia, perlakuan kompeni kepada orang Jawa, kelompok Bhairawa, dan monopoli perdagangan, (2) memori generasi meliputi cara mencuci pakaian masyarakat Batavia dan kebiasaan menyirih perempuan-perempuan Batavia, dan (3) memori tradisi meliputi tradisi pernikahan Etnis Moor, tradisi perayaan tahun baru Etnis Tionghoa, dan tata krama.
Mantra dalam Ritual Gentong Tirto Nusantoro sebagai Representasi Makna Ungkapan Syukur, Permohonan, dan Harapan Prasetyani, Rizki Nurul; Saryono, Djoko; Dwi Sulistyorini
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3763

Abstract

Ungkapan atau tuturan yang dirapalkan dan memiliki kekuatan magis dengan tujuan tertentu disebut sebagai mantra. Fungsi mantra disesuaikan dengan ideologi yang dianut oleh masyarakat yang mempercayainya. Adapun perapalan mantra tidak luput dari adanya tradisi budaya yaitu ritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mantra Ritual Gentong Tirto Nusantoro berdasarkan representasi makna. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat bentuk representasi makna yang terdapat dalam mantra Ritual Gentong Tirto Nusantoro. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, Data dalam penelitian ini adalah kata dan kalimat dalam mantra Ritual Gentong Tirto Nusantoro. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil wawancara informan berupa transkrip yang sudah diklasifikasi dengan menggunakan tabel. Tempat penelitian dilakukan di kompleks arca Ganesha yang berada di Wisma Perum Jasa Tirta, Desa Karangkates, Kabupaten Malang.Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, lebih tepatnya teknik wawancara bebas terpimpin. Hasil penelitian ini adalah terdapat tiga bentuk representasi makna. Ketiga bentuk representasi makna tersebut adalah (1) representasi makna ungkapan syukur, (2) representasi makna ungkapan permohonan, dan (3) representasi makna ungkapan harapan.
Ecological Mythology of the Tegalwaru Community: An Actantial and Functional Analysis of the Kampung Hilang Legend Karim, Ahmad Abdul; Saryono, Djoko; Karkono, Karkono
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21600

Abstract

Tegalwaru community in Karawang Regency, West Java, is closely tied to agrarian traditions and ecological values that are expressed through local myths. Among these, the Kampung Hilang (Vanished Village) legend is particularly significant, recounting the collapse of a once harmonious life in Bakan Jati Village due to the community’s Functional disrespect toward a sacred being. structure of the legend as a legend representation of ecological mythology in Tegalwaru society. A qualitative approach was employed, with data obtained through interviews, observations, and documentation in Mekarbuana Village. To ensure credibility and validity, triangulation of sources, methods, and time was implemented. The analysis identified six actantial roles: sender (nature and Dewi Sri), subject (Bakan Jati residents), object (ecological harmony), helper (local traditions, rituals, and natural fertility), opponent (greed, moral violations, and loss of empathy), and receiver (Bakan Jati residents). Functionally, the narrative develops through three stages: an initial state of harmony; a transformation marked by trials, conflicts, and ecological disasters; and an ending in which Bakan Jati Village vanishes as a consequence of ecological transgression. The findings highlight the vital role of local mythology in shaping ecological consciousness and suggest its integration into culturally grounded environmental education.