Claim Missing Document
Check
Articles

National Insights and Youth Political Attitudes in Rural Lampung Against Negative Campaigns Hertanto Hertanto; Handi Mulyaningsih; Asep Nurjaman
Journal of Government and Civil Society Vol 5 No 2 (2021): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v5i2.4110

Abstract

Indonesia is a heterogeneous country that requires an inclusive and tolerant attitude to live in harmony. However, with the implementation of direct elections in Indonesia, there are many hoaxes and black campaigns through the mass media. The purpose of this study is to examine the national insight and political attitudes of rural youth in social media-based election campaigns. The method used is in-depth interviews through structured focus group discussions (FGD) with young students in rural South Lampung. The results showed that Lampung rural youth realized the importance of Pancasila as a unifying tool for the nation. Furthermore, the youth of Lampung strongly disapprove of hoaxes and black campaigns in the general election. This finding is very important to maintain harmony in Indonesia and can serve as a model  Indonesia merupakan negara heterogen yang membutuhkan sikap inklusif dan toleran agar dapat hidup rukun. Namun, dengan diterapkannya pemilihan langsung di Indonesia, banyak bermunculan hoax dan kampanye hitam melalui media massa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji wawasan kebangsaan dan sikap politik pemuda pedesaan dalam kampanye pemilu berbasis media sosial. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam melalui diskusi kelompok terfokus (FGD) terstruktur dengan mahasiswa generasi muda di pedesaan Lampung Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda pedesaan Lampung menyadari pentingnya Pancasila sebagai alat pemersatu Bangsa. Lebih lanjut, pemuda Lampung sangat tidak setuju dengan hoaks dan kampanye hitam dalam pemilihan umum. Temuan ini sangat penting untuk menjaga kerukunan di Indonesia dan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. 
Pelatihan Penulisan Opini pada Siswa Kelas XII SMAN 2 Kota Batu Achmad Apriyanto Romadhan; asep Nurjaman; Iradhad Taqwa Sihidi
JPkM: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Konsultan Surya Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70214/pw9vv715

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan Penulisan Opini bagi siswa kelas XII SMA Negeri 2 Kota Batu. Kegiatan ini berangkat dari rendahnya kemampuan siswa dalam menulis opini secara kritis, logis, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui proses pembelajaran yang sistematis, mulai dari tahap eksplorasi ide, penyusunan draf, hingga penyuntingan tulisan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, praktik menulis, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun opini yang berstruktur, argumentatif, dan berwawasan sosial. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempublikasikan gagasannya melalui media massa. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk budaya literasi kritis di kalangan pelajar dan menumbuhkan keberanian mereka untuk menyampaikan pendapat secara akademis dan konstruktif.
Enhancing Digital Political Literacy through a Community-Based Platform to Improve Public Participation in Urban Neighborhoods: A Community Service Program in Malang City, Indonesia Asep Nurjaman; Gonda Yumitro; Tobroni Tobroni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9288

Abstract

Local democracy in Indonesia still struggles at the neighborhood level. Most people just aren’t that politically savvy, and not many jumps in to participate. That’s a big deal, especially since this is where decisions hit closest to home. For this reason, we rolled up our sleeves and launched a community service program in Malang City called WargaMelek.id. The goal was pretty clear: boost digital political literacy and get people more involved, for real, not just on paper. We worked directly with residents, neighborhood leaders, and youth groups in Dinoyo and Tlogomas. The program ran for two years, from 2025 to 2026. We kept things hands-on and local. There were workshops, training sessions on digital political literacy, and a number of activities where people helped shape the digital platform itself. We didn’t just drop in and leave—we stuck around for mentoring and support all the way through. Participants’ digital political literacy scores jumped by 41 percent. Attendance at local planning forums climbed from 48 per cent to 67 per cent, and we saw way more women and young people getting involved. In addition, over 300 people started using the platform actively. The community even set up a Village Digital Community Management Team to keep things running after the program wrapped up. The design of digital programs that meet people where they are and keep them involved – you really can build stronger civic awareness, open up new spaces for participation, and make local government more inclusive and transparent.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Ach. Apriyanto Romadhon Adam, Farhan Adi Susetyaningsih Aditya Putra Pramana Afriza, Muhamad Rizky Ahmad Fadillah Akbar Rizki Ahmada Reza Fajar Dwi Leksmana Ali Roziqin Amanda Cahya Nilamsari Ambu, Anestasia Ata Amirulhaq, Rama Mohammad Anestasia Ata Ambu Anugrah, Farah Fadillah Anwari, M Riadi Firdaus Al Arifin , Syamsul Dandi Yunas Nur Fanni Dede Nurhasanah Desi Rachawati Duwi Pratama Efrianto, Dias Reza Erwin Gunadhi Fadian Nur Aziz Fardini Sabilah Farhan Nur Jamal Fathum Mubin Gonda Yumitro Happy Hervina Hertanto Hertanto, Hertanto Hikmal, Fauzan Ilham Sandi Ferdiana Iradhad Taqwa Sihidi Kamaludin, Ali Kiki Maharani Krishno Hadi Kurniawan, Hari Lala Amelinda Fatin Laya, Putri Liza Rosyidatun Ni'mah Maharani, Kiki Maulana, Muhamad Farhan Melly Permatabella Wijayanti Moh. Mahfud Effendi Muhammad Anang Firmansyah, Muhammad Anang Muhammad Ardi Yudhanto Muhammad Faqih Muhammad Kamil Muhammad Zaini Mujakki, Akmal Mulyaningsih, Handi Nasuiton, Said Nur Fanni, Dandi Yunas Nurendah, Siti Nurrizha Ayu Octavia Putri Pangestu Octavia Putri Pangestu Putri, Silvy Novita Ramadhan, Triananda Rizkika Ramadhani, Ani Ramazakir , Udin Resya Dwi Marselina Reynaldi Afifta Pratama Rismansyah, Tendi Risti, Lutfi Zulvia Rizki, Ahmad Fadillah Akbar Rizky Juda Putra Hidayat RR. Ella Evrita Hestiandari Rustamadji Rustamadji, Rustamadji Sabilah, Ammaya Safutri, Mahardieani Rida Said Nasuiton Saiman . Saiman Saiman Salahudin Salahudin Sheila Vanandea Putri Abadi Silvy Novita Putri Sitna Hajar Malawat Suciyana, Gina Switsa Cellindita Sya'diah,SST,MKes., Yayah Tobby Putra Kusuma Tobroni Tobroni Tri Maharani Tri Sulistyaningsih, Tri Wijayanti, Melly Permatabella Yana Syafriyana Hijri