Claim Missing Document
Check
Articles

INTERVENSI EDUKASI DAN KETERLIBATAN SUAMI TERHADAP KEBERHASILAN INISIASI MENYUSUI DINI Lydia Anggun Widiyanti; Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3264

Abstract

IMD adalah proses alami ketika bayi melakukan pencarian puting payudara ibunya segera setelah persalinan. Bayi dibiarkan berusaha menemukan dan mengisap puting ibu secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas intervensi edukasi dan keterlibatan suami terhadap keberhasilan inisiasi menyusui dini (IMD). Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain quasi-eksperiment. Penelitian ini menggunakan posttest only with control group design. Populasi sebanyak 74 ibu bersalin dan bayi baru lahir. Perhitungan sampel dengan rumus berjumlah 62. Kemudian dibagi untuk dua kelompok. Jadi sample yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 31 responden untuk kelompok intervensi dan 31 untuk kelompok control. Analisa bivariat menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pada kelompok intervensi bayi yang berhasil melakukan IMD sebanyak 24 (77,4%) sedangkan pada kelompok control bayi yang berhasil sebanyak 15 (48,3%). Hasil ini dapat disimpulkan ada efektivitas intervensi edukasi dan keterlibatan suami terhadap keberhasilan IMD di RSI Sultan Hadlirin Jepara nilai karena p value 0,019 0,05. 
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA TERHADAP DURASI DAN FREKUENSI MENYUSUI LANGSUNG Ana Kurnia Nurfaidah; Diah Andriani Kusumastuti; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3016

Abstract

Fenomena klinis menunjukkan bahwa nyeri post operasi sering menghambat keberhasilan menyusui secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat intensitas nyeri yang dialami ibu pasca operasi sectio caesarea dengan durasi dan frekuensi menyusui langsung (direct breastfeeding).Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Korelasional Kuantitatif dengan pendekatan Observasional Analitik serta desain penelitiannya Cross-sectional. Populasi yang di teliti adalah ibu post section caesarea hari pertama. Teknik pengaambilan sempel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sempel 54 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar pengumpulan data dan kuesioner untuk menilai durasi dan frekuensi menyusui, serta  Wong Baker FACES Pain Rating Scale untuk mengukur nyeri. Uji analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan nilai p-value 0,05, dan nilai koefisien korelasi (r) berturut-turut sebesar -0,465 untuk durasi dan -0,421 untuk frekuensi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin berat nyeri yang dirasakan, semakin pendek durasi dan semakin jarang frekuensi menyusui, dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Dapat disimpulkan bahwa manajemen nyeri pascaoperasi sectio caesarea berperan penting dalam mendukung praktik menyusui langsung yang optimal. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan edukasi dan dukungan yang tepat untuk mempercepat proses pemulihan dan keberhasilan laktasi. ABSTRACTThe clinical phenomenon shows that postoperative pain often hinders the success of direct breastfeeding. This study aims to analyze the relationship between the level of pain intensity experienced by mothers after undergoing a caesarean section and the duration and frequency of direct breastfeeding.This research is a quantitative correlational study using an analytical observational approach with a cross-sectional design. The study population consisted of mothers on the first day after caesarean section. The sampling technique used was purposive sampling, with a total of 54 respondents. Data collection instruments included a data collection sheet and a questionnaire to assess breastfeeding duration and frequency, as well as the Wong-Baker FACES Pain Rating Scale to measure pain intensity. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test.The results showed a significant relationship with a p-value 0.05 and correlation coefficients (r) of -0.465 for breastfeeding duration and -0.421 for breastfeeding frequency. These results indicate that the higher the pain intensity experienced by the mother, the shorter the duration and the less frequent the direct breastfeeding sessions, with a moderate negative correlation. It can be concluded that postoperative pain management following a cesarean section plays a crucial role in supporting optimal direct breastfeeding practices. Health workers are expected to provide appropriate education and support to accelerate recovery and improve lactation outcomes
PENDAMPINGAN BIDAN DAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI PADA 1 MINGGU PERTAMA BAYI BARU LAHIR Istaula Rizqiyah; Noor Azizah; Ana Zumrotun Nisak
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3267

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, ASI juga melindungi bayi dari hampir semua infeksi dengan meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Bidan memiliki peran khusus dalam mendukung pemberian ASI dan mencegah terjadinya masalah. Selain itu, faktor dukungan keluarga juga memberikan kontribusi yang besar terhadap keinginan ibu untuk menyusui bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan bidan dan keluarga terhadap pemberian ASI pada 1 minggu pertama bayi baru lahir di RSI Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain posttest only with control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin normal di RSI Sultan Hadlirin Jepara pada bulan Juni- Agustus sebanyak 74 Ibu. Jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin dibutuhkan sampel sebanyak 62 responden kemudian dibagi menjadi kelompok intevensi sebanyak 31 dan kontrol sebanyak 31 ibu. Analisa bivariat menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi bayi yang mendapat ASI saja sebanyak 23 (37%) sedangkan pada kelompok kontrol bayi yang mendapat ASI saja sebanyak 13 (21%). Hasil analisis menyimpulkan ada pengaruh pendampingan bidan dan keluarga terhadap pemberian ASI pada 1 minggu pertama bayi baru lahir di RSI Sultan Hadlirin Jepara dengan p value 0,000. Saran kepada peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain, seperti tingkat pengetahuan keluarga atau faktor psikologis ibu, yang mungkin berpengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif.