Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Respon dan Keaktifan Peserta Didik Terhadap Pembelajaran Daring Menggunakan Zoom Arlianti Arlianti; Rintis Rizkia Pangestika; Nur Ngazizah
Jurnal Dharma PGSD Vol 1 No 2 (2021): Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the learning process, responses, and activeness of students towards online learning using zoom during the Covid-19 pandemic in class V SD N Purworejo. The research method used in this research is qualitative research with a phenomenological approach. The subjects used were 20 grade V SD N Purworejo students using a total sampling technique or census because the number of subjects was less than 30. In addition, the data collection techniques used were interviews, observations, and field notes. The research was conducted online using zoom. The data analysis technique used is the Miles & Huberman model which consists of 3 stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion / verification. The results of this study indicate that: 1) various learning activities can be carried out during online learning using zoom even though their use must be side by side with the WhatsApp application and sometimes constrained by erratic network signals; 2) students really seem to respond well to the learning given by the teacher using zoom, it can be seen from the students who meet the indicators of the response; 3) students appear to be active during the online learning process using zoom, it can be seen from the activeness indicators that are fulfilled by students   Keyword :Liveliness, Online learning, Response, Zoom.   Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran, respon, dan keaktifan peserta didik terhadap pembelajaran daring menggunakan zoom saat pandemi Covid-19 pada kelas V SD N Purworejo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek yang digunakan yaitu peserta didik kelas V SD N Purworejo yang berjumlah 20 peserta didik dengan menggunakan teknik sampling total atau sensus karena jumlah subjek kurang dari 30. Selain itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Penelitian dilakukan secara daring menggunakan zoom. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan model Miles & Huberman yang terdiri dari 3 tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) berbagai aktivitas belajar dapat dilakukan selama pembelajaran daring menggunakan zoom meskipun penggunaanya harus berdampingan dengan aplikasi whatsapp dan terkadang terkendala sinyal jaringan yang tak menentu; 2) peserta didik sangat nampak merespon baik pembelajaran yang diberikan guru menggunakan zoom, dapat dilihat dari peserta didik yang memenuhi indikator dari respon; 3) peserta didik nampak aktif selama proses pembelajaran daring menggunakan zoom, dapat dilihat dari indikator keaktifan yang dipenuhi oleh peserta didik   Kata Kunci :Keaktifan, Pembelajaran daring, Respon, Zoom.
ANALISIS KESULITAN MURID DALAM MENGERJAKAN SOAL CERITA MATEMATIKA BERDASARKAN POLYA MATERI OPERASI HITUNG PADA BILANGAN CACAH KELAS V SDN 1 MRANTI Fathin Hidayati; Nur Ngazizah; Rintis Rizkia Pangestika
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 01 (2025): Volume 11 No. 01 Maret 2025 In Proccess
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze students' difficulties in solving mathematical word problems based on Polya's problem-solving steps in the topic of arithmetic operations on whole numbers for fifth-grade students at SDN 1 Mranti. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. The research subjects consist of 23 fifth-grade students from SD Negeri 1 Mranti in the 2024/2025 academic year. Data collection techniques include written tests, interviews, documentation, and field notes. The collected data encompass difficulties in understanding the problem, difficulties in devising a plan, difficulties in carrying out the plan, and difficulties in reviewing the solution. Data analysis is conducted using triangulation techniques to obtain research results, which are then analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of observations and interviews indicate that students at SDN 1 Mranti face difficulties in understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and reviewing the solution. Students struggle to identify key information and comprehend the context of word problems. In the planning stage, they have difficulty determining appropriate problem-solving strategies. The causes of these difficulties include a lack of basic conceptual understanding, low reading ability, and insufficient practice with word problems. Based on these findings, it is recommended that teachers implement Polya’s problem-solving strategies in a structured manner, increase practice with word problems, and provide support for students experiencing difficulties.
Analisis ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN KELAS II SD NEGERI KLEDUNG KRADENAN: ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN KELAS II SD NEGERI KLEDUNG KRADENAN Hendry Wahyu Nugroho; Rintis Rizkia Pangestika; Titi Anjarini
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7518

Abstract

ABSTRAK “Analisis Kesulitan Siswa dalam Operasi Hitung Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Kelas II SD Negeri Kledung Kradenan”. Skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan kelas II 2) mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal menghitung penjumlahan dan pengurangan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas II SD Negeri Kledung Kradenan yang berjumlah 15 siswa dan yang diambil 7 anak sesuai dengan kesulitan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan tes dan wawancara. Teknik pengumpulan data menggunakan pengujian Credibility, pengujian Transferability, pengujian Dependability, dan pengujian Objektivitas. Analisis data yang digunakan merujuk pada Miles dan Hubermen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesulitan siswa dalam menghitung penjumlahan dan pengurangan meliputi: 1) kesulitan dalam teknik meminjam dan kesalahan menghitung hasil pengurangan bersusun 2) kesalahan pada penempatan nilai pengurangan nilai ratusan dengan puluhan 3) tidak memahami perintah soal pada kesulitan dalam menghitung hasil penjumlahan dengan teknik bersusun. Faktor internal dan faktor eksternal kesulitan menghitung 1) faktor internal, motivasi belajar yang rendah yaitu sikap dalam belajar dan kurangnya minat belajar matematika sehingga motivasi belajar yang rendah dan menimbulkan kesulitan dalam belajar matematika. 2) faktor eksternal, kurangnya pendekatan siswa dengan guru, malu bertanya atau diam membuat pembelajaran terganggu, kurangnya perhatian orang tua dalam memotivasi belajar peserta didik.
Peran Guru terhadap Lingkungan Belajar dan Minat Belajar Sains Siswa Kelas II di Sriti Malaysia: The Role of Teachers in the Learning Environment and Science Learning Interest of Grade II Students at Sriti Malaysia Setiyawati Setiyawati; Rintis Rizkia Pangestika; Muhammad Ferdian Syaifullah
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Research Articles, April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.8077

Abstract

A conducive learning environment is one of the main factors in building students' interest in learning, especially in Science subjects in elementary schools. This study aims to describe in depth the strategic role of teachers in fostering a conducive learning environment and analyze the impact on the learning interest of second-grade students in Science subjects at SRITI Al-Fateh Malaysia. This study uses a qualitative approach. Data collected through observation, interviews, and documentation are then analyzed using the interactive model developed by Miles, Huberman, and Saldaña, which involves data reduction, data presentation, and data conclusion. The results of the study indicate that teachers play a strategic role in fostering a conducive learning environment by ensuring the classroom is neat, clean, and attractive through educational decorations and exploration corners with a Science theme. In addition, teachers use interactive learning media such as animated videos, simple experiments and giving rewards to increase students' enthusiasm, participation, and curiosity in Science lessons. Thus, the role of teachers in managing a comfortable, creative, and collaborative learning environment is effective in increasing students' interest in learning Science in second grade at SRITI Al-Fateh Malaysia.
Implementasi Projek Penguatan Profil Siswa Pancasila di Sekolah Dasar Menggunakan Kearifan Lokal Kuda Lumping dalam Suyoto; Ageng Triyono; Arum Ratnaningsih; Titi Anjarini; Nur Ngazizah; Rintis Rizkia Pangestika
Buletin Edukasi Indonesia Vol. 4 No. 03 (2025): Buletin Edukasi Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.bei.001706

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema kearifan Kuda Lumping kelas IV sekolah dasar di Purworejo. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data meliputi kepala sekolah, tim fasilitator, guru kelas IV, dan sampel siswa. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain P5 sekolah dasar di Purworejo mencakup tiga tahapan utama: (1) Perencanaan: Kepala sekolah membentuk tim fasilitator, mengidentifikasi kesiapan sekolah, menentukan dimensi dan tema, mengalokasikan waktu dalam blok mingguan, serta menyusun modul projek; (2) Pelaksanaan: Mempelajari sejarah dan makna, Diskusi dan kreasi, Kunjungan ke sanggar seni, membuat properti:, dan Pentas seni dan pementasan; (3) Evaluasi: Dilakukan melalui pelaporan hasil berupa rapor projek siswa serta evaluasi kegiatan melalui refleksi dan diskusi dua arah antara guru dan siswa. Dalam aksi nyata P5, orang tua siswa di sekolah dasar negeri di Purworejo berperan aktif dengan menyediakan sumber daya berupa alat dan bahan projek, mendampingi siswa di rumah, serta berpartisipasi aktif dalam pertemuan sekolah. Dapat disimpulkan implementasi P5 tema kearifan lokal Kuda Lumping kelas IV Sekolah Dasar Negeri di Purworejo dilaksanakan secara sistematis, mengintegrasikan kearifan lokal, serta melibatkan partisipasi aktif orang tua dan seniman lokal.
CORRELATION OF ACTIVE PARTICIPATION WITH MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES OF GRADE 2 STUDENTS ON PLACE VALUE MATERIAL Triana Zahroh; Rintis Rizkia Pangestika; Ageng Triyono
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v12i1.16342

Abstract

The background of this study is based on the low achievement of students in understanding place value concepts, which is presumed to be related to the lack of active engagement during learning. This study aims to analyze the relationship between students' active participation and mathematics learning outcomes on place value material in Grade 2 of SDN 1 Pangenrejo. The research employed a quantitative approach using a correlational survey method. All Grade 2 students (N = 31) were included as the sample through total sampling. Data on active participation were collected using a standardized observation sheet, while learning outcomes were measured using a validated written test. Data analysis was conducted using the Spearman Rank correlation test because the data were not normally distributed. The results indicated that the relationship between students' active participation and mathematics learning outcomes was very low and not statistically significant. These findings suggest that student activeness in learning, particularly behavioral participation, does not necessarily reflect deep conceptual understanding; therefore, active participation alone is insufficient to improve mathematics learning outcomes. Other factors such as motivation, instructional strategies, and the role of teachers also contribute to learning outcomes. This study recommends the diversification of instructional strategies and the strengthening of teachers' roles in creating meaningful learning experiences. Further research with broader scope and variables is strongly recommended to enrich the understanding of factors influencing mathematics learning success in elementary schools.
Inovasi Pembelajaran Numerasi melalui Pendampingan Media Edukatif di Sekolah Dasar Rintis Rizkia Pangestika; Titi Anjarini; Suyoto Suyoto; Rizky Ameytika; Siwi Rikma Kinasih
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.141

Abstract

Pembelajaran numerasi di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya pemahaman konsep siswa dan minimnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi pembelajaran numerasi melalui pendampingan penggunaan media edukatif di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kolaboratif dengan tahapan kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan guru, implementasi media edukatif dalam pembelajaran, serta monitoring dan evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa pada aspek pemahaman konsep, operasi hitung, dan pemecahan masalah. Selain itu, terjadi peningkatan keaktifan, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Guru juga mengalami peningkatan kompetensi dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran yang inovatif sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan pembelajaran berbasis media edukatif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi di sekolah dasar serta dapat menjadi model inovasi pembelajaran yang berkelanjutan.
Analysis of Students’ Higher-Order Thinking Skills through the End-of-Year Summative Assessment (ASAT) in the IPAS Subject at the Elementary School Level Nur Ngazizah; Rintis Rizkia Pangestika
BASICA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the higher-order thinking skills (HOTS) of elementary school students through the End-of-Year Summative Assessment (ASAT) in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject at SD Muhammadiyah Kutoarjo. The research approach employed a quantitative descriptive method with item analysis based on the Rasch model. The research subjects consisted of 64 fifth-grade students and 25 ASAT items from the 2023/2024 academic year. Data were analyzed based on difficulty level, discriminative power, and the distribution of thinking categories (LOTS and HOTS) in accordance with the revised Bloom’s taxonomy (Anderson & Krathwohl, 2016). The results indicated that 68% of the items fell into the lower-order thinking skills (LOTS) category, while 32% were classified as HOTS. Rasch analysis revealed an imbalance between students’ ability levels and item difficulty parameters (item–person map). These findings indicate the need for improved teacher assessment literacy in developing questions that better stimulate analytical, evaluative, and creative skills. The implications of this study contribute to the development of authentic assessment models in elementary schools in line with the spirit the Merdeka Curriculum, by integrating the principles of inquiry-based learning and transformative assessment to optimize the achievement of sustainable scientific thinking competencies.
Development of STEAM learning media-based on coding scratch game on the material of the characteristics of living things for elementary school Livvia Khusnul Qomatfian; Nur Ngazizah; Rintis Rizkia Pangestika
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i2.90168

Abstract

This research aims to (1) Produce digital learning media from several STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Math) disciplines based on scratch in the form of coding games on the material characteristics of living things for elementary schools, and (2) Knowing the feasibility of digital learning media STEAM based on scratch game coding on the material characteristics of living things for elementary schools. The type of research used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The trial was conducted on 30 students of Muhammadiyah Purworejo University. The sampling technique of this research is purposive random sampling. Data collection used observation, interview, and questionnaire techniques. Data analysis techniques using quantitative descriptive statistical processing. The results of this study, namely: (1) STEAM learning media based on coding scratch games on the material of the characteristics of living things for elementary school. (2) The feasibility of STEAM learning media based on coding scratch games on the material characteristics of living things for elementary schools obtained a value in the aspect of ideas with a percentage of 95.83% very feasible category, the aspect of usefulness with a percentage of 95.00% very feasible category, the aspect of creativity with a percentage of 92.50% very feasible category, and the display aspect with a percentage of 93.33% very feasible category. Based on the results of the assessment of the aspects of ideas, usefulness, creativity, and appearance of STEAM learning media based on coding scratch games on the material of the characteristics of living things for elementary schools, it is declared feasible to apply with very feasible criteria. In addition, digital learning media can harmonize existing technological developments in accordance with the times.
Strategi Penguatan Literasi dan Numerasi Siswa di SD Kabupaten Purworejo Rintis Rizkia Pangestika; Arum Ratnaningsih; Ari Susandi; Ujiati Cahyaningsih
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.94847

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penguatan literasi dan numerasi yang telah dilaksanakan di SD Kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan guru dan kepala sekolah dari 20 SD, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penguatan literasi dan numerasi disusun berdasarkan permasalahan di lapangan, seperti donasi buku, pojok baca, dan pengembangan media pembelajaran. Implementasi program disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi semangat guru dan komitmen kepala sekolah, sementara faktor penghambatnya adalah keterbatasan sarana prasarana serta rendahnya minat baca siswa. Strategi penguatan literasi dan numerasi di SD Kabupaten Purworejo telah dilaksanakan secara kontekstual, namun masih memerlukan penguatan pada aspek fasilitas dan motivasi peserta didik.