Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN DEFLEKSI DAN BERAT MENARA PLTB DENGAN MENGGUNAKAN MODEL RANGKA DAN MONOPOLE Bobby Asukmajaya Raharjo; sugeng Riyanto; Achendri M. Kurniawan; Suhariyanto Suhariyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i3.9347

Abstract

Pemenuhan kebutuhan energi listrik merupakan aspek fundamental pada era saat ini, mengingat hampir seluruh aktivitas manusia sangat bergantung pada ketersediaan energi listrik. Meskipun Indonesia telah mencapai tingkat penyediaan listrik yang baik di wilayah yang mudah dijangkau, pada wilayah kepulauan terpencil penyediaan listrik masih menjadi permasalahan, terutama karena ketergantungan pada bahan bakar minyak yang kurang efisien secara ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan solusi penyediaan energi listrik yang lebih ekonomis, salah satunya melalui penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). PLTB memiliki keunggulan berupa kebutuhan investasi awal yang relatif rendah serta ramah lingkungan dengan emisi karbon mendekati nol. Dalam konteks ini, peran menara (tower) sebagai struktur penyangga turbin angin untuk menangkap energi angin di wilayah terpencil menjadi sangat penting. Pembangunan tower di daerah tersebut menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan transportasi peralatan dan material ke lokasi, sehingga material yang dapat diangkut umumnya terbatas baik dari segi ukuran maupun berat. Oleh karena itu, tower direncanakan dalam bentuk rangka (lattice/truss) dan monopole. Perbandingan efisiensi kedua model, khususnya dari aspek berat struktur, diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan pemilihan tipe tower. Penelitian ini membandingkan penggunaan model tower rangka (lattice) dan monopole pada PLTB dengan mengevaluasi respons lendutan (defleksi) akibat beban turbin serta beban lateral akibat angin.  Hasil analisis menunjukkan bahwa model lattice memiliki defleksi lateral yang lebih kecil, yaitu sebesar 0,021 m, sedangkan model monopole menunjukkan defleksi lateral terbesar sebesar 0,213 m. Nilai batas maksimum defleksi lateral yang diizinkan berdasarkan ketentuan peraturan adalah sebesar 1% dari tinggi tower (24 m), yaitu 0,24 m. Hasil ini menunjukkan bahwa model lattice memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengendalikan defleksi lateral dengan tingkat optimalitas rasio penampang yang setara. Dengan demikian, model lattice lebih sesuai diterapkan pada wilayah dengan kondisi angin yang tidak stabil atau memiliki variasi dan fluktuasi kecepatan angin yang tinggi.
EFL secondary school students' experiences in performing ideas using Prezi presentation Nur Jamilah; Mutmainnah Mustofa; Sugeng Hariyanto; Fatimatus Zahroh
Journal on English as a Foreign Language Vol 12 No 2 (2022): Issued in September 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jefl.v12i2.3547

Abstract

Using sophisticated technology in EFL has been a source of considerable debate. As a part of the Web 2.0 movement, Prezi lets users generate, produce, and preserve virtual demonstrations. While a substantial study has been conducted on the benefits and downsides of utilizing Prezi presentations, there is scarce research on students' experiences with using Prezi. The study aims to look at pupils' perspectives on using Prezi in learning English to fill the gap. Twenty students from a private secondary school in Mojokerto, Indonesia, were examined. This exploratory qualitative case study used a purposive sampling strategy. They answered ten interview questions, which the researchers examined using content analysis. The findings revealed that students' experiences using Prezi and making Prezi demonstrations could be divided into four primary topics: serviceability, effectiveness, design, and hindrances. Using Prezi, students experienced producing more interactive visuals for their production than standard PowerPoint slides. In line with this study, Prezi's revolutionary features transform the report from a monotonous and direct way into a fascinating, stunning, practical, and nonlinear style. The findings of this study, in practice, demand the implementation of academic tutorials for classroom teachers to construct their core principles of teaching utilizing the Prezi presentation.