Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH FLY ASH DAN ZEOLIT SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Aulya Firdaus; Sugeng Riyanto; Aulia Rahman
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5694

Abstract

Perkembangan pembangunan infrastruktur mendorong inovasi dalam rekayasa struktur, khususnya dibidang teknologi bahan bangunan. Salah satu komponen utama dalam konstruksi adalah beton. Industri beton terus mencari strategi untuk meningkatkan sifat bahan semen dan meminimalkan biaya pembuatan beton. Salah satu caranya adalah dengan penggunaan bahan pozzolan seperti fly ash dan zeolit sebagai bahan substitusi semen. Pada Penelitian ini dilakukan analisis perubahan karakteristik beton dengan penambahan fly ash dan zeolit sebagai pengganti semen. Sampel penelitian ini berjumlah 15 benda uji silinder untuk setiap variasi 0%, FA 5% + Z 12.5%, FA 10% + Z 12.5%, dan FA 15% +Z 12.5% dengan umur rencana 7, 14, 28 hari. Menurut SNI 03–2834–2000 standar kuat tekan beton normal sebesar 22.5 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton maksimum dicapai pada variasi campuran FA 10% + Z 12.5% pada umur 28 hari, yaitu sebesar 21.08 Mpa. Biaya pembuatan beton dengan campuran variasi fly ash dan zeolit lebih murah dibandingkan dengan beton normal. Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan beton normal adalah Rp 131.036,77, dan beton variasi FA 10% + Z 12.5% sebesar Rp 123.266,17. Berdasarkan hasil uji anova, umur dan variasi campuran beton berpengaruh pada kuat tekan beton, sedangkan interaksinya tidak berpengaruh pada kuat tekan beton.
PENGGUNAAN BATU KAPUR SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL BETON LASTON AC – WC UNTUK MELIHAT KARAKTERISTIK MARSHALL Utari Zain Athaya; Qomariah Qomariah; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5701

Abstract

Kerusakan jalan terjadi karena faktor cuaca dan kualitas pekerasan jalan yang kurang baik, jika kualitas perkerasan jalan baik diharapkan mampu memberikan layanan yang baik pada fungsi jalan. Perkerasan terbagi menjadi dua yaitu perkerasan lentur dan kaku, jenis pekerasan lentur laston AC – WC yang tersusun dari agregat kasar, agregat halus, filler yang diikat oleh aspal. Namun, seiring waktu akan ada peningkatan harga material, maka dari itu dilakukan inovasi penelitian susbstitusi filler menggunakan batu kapur Druju. Pada penelitian ini dilakukan pengujian fisik pada setiap material, kemudian menghitung kadar aspal rencana, menghitung proporsi campuran dan membuat benda uji yang dilanjutkan dengan pendataan dan uji Marshall. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan nilai KAO dari campuran tanpa filler batu kapur untuk mendapatkan nilai kadar aspal yang optimum, dan nilai KAO yang didapatkan sebesar 6,05% dengan nilai stabilitas 801,61 kg dan nilai flow 3,23 mm yang sudah memenuhi karakteristik marshall. Selanjutnya pada kadar aspal tersebut digunakan untuk membuat campuran dengan variasi filler batu kapur sebesar 5,5%; 6%; dan 6,5%. Hasil dari uji marshall pada benda uji variasi filler batu kapur secara keseluruhan menunjukkan bahwa penggunaan batu kapur meningkatkan nilai VFA karena batu kapur menyerap aspal, sehingga banyak rongga yang terisi aspal. Pada variasi filler  batu kapur  5,5% nilai VFA naik sebesar 2,85%, pada variasi 6% naik 1,26% dan pada variasi 6,5% naik sebesar 5,03% terhadap benda uji tanpa filler batu kapur. Namun, pada karakteristik marshall lainnya tidak memenuhi persyaratan. Dari hasil penelitian ini tidak dapat ditentukan campuran variasi optimum filler batu kapur karena semua variasi tidak ada yang memenuhi parameter marshall. Dan dari segi biaya penggunaan batu kapur cenderung lebih mahal, sehingga berdasarkan penelitian ini penggunaan batu kapur tidak disarankan untuk campuran aspal.
PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK (LLDPE) SEBAGAI CAMPURAN ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN AC – BC Mohammad Adif Syahbana Firdaus; Akhmad Suryadi; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5834

Abstract

Untuk meminimalisir jumlah kebutuhan aspal serta peningkatan mutu aspal dalam campuran seperti stabilitias, durabilitas, dan ketahanannya terhadap air dengan menambahakan bahan tambahan dalam campuran yang sifatnya mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki aspal seperti plastik low linear density polyethylene (LLDPE ). Penelitian ini dilakukan dengan meninjau dampak penambahan plastik (LLDPE) dalam campuran laston AC-BC terhadap karakteristik marshall yang tersusun dari agregat kasar, agregat halus, filler dan aspal. Selanjutnya, melaksanakan uji fisik material dan merencanakan Job Mix Formula, serta pembuatan benda uji untuk menentukan nilai kadar aspal optimum. Untuk data analisis marshall melalui proses pengukuran, penimbangan, dan pengujian dengan alat Marshall. Dari hasil analisa didapatkan nilai kadar aspal yang sesuai spesifikasi SNI 03-1737-1989 sebesar 6,2%. Setelah itu dilanjutkan proses variasi dengan penambahan plastik (LLDPE) dengan variasi campuran plastik 0%, 0,25%, 0,50 %, 0,75%, 1 %, dihitung dari berat aspal. Dari proses analisa hasil pengujian, didapatkan kesimpulan seiring bertambahnya kadar LLDPE semakin turun pada nilai stabilitas namun hasilnya mampu masuk spesifikasi. Selain itu pada parameter VMA, VFA dan MQ memenuhi spesifikasi SNI 03-1737-1989. Sehingga dengan menurunnya stabilitas dan nilai flow dinyatakan penambahan plastik LLDPE ini tidak dapat ditentukan nilai optimum. Dan estimasi biaya termurah dimiliki oleh Laston AC-BC dengan subtitusi Plastik LLDPE 1% dengan harga Rp. 1.390.539.54.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR ATAS JEMBATAN KALIMATARAM BENTANG 70 METER MENGGUNAKAN GELAGAR BOKS BAJA DI JALAN TOL YOGYAKARTA-BAWEN Brenand Putra Mahardika; Agus Sugiarto; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5875

Abstract

Jembatan merupakan salah satu bangunan penting untuk melewati suatu rintangan seperti jalan, sungai, rawa atau jurang. Jembatan dapat menggunakan berbagai jenis seperti gelagar boks baja. Gelagar boks baja merupakan salah satu variasi superstruktur dengan menggunakan mutu baja yang tinggi. Jembatan Kalimataram merupakan jembatan yang dibangun di ruas jalan tol Yogyakarta-bawen di STA 68+792 dimana sebelumnya didirikan menggunakan gelagar PCI dengan bentang 30 dan 40 meter tidak memenuhi syarat jembatan bentang panjang. Tujuan penelitian adalah merencanakan struktur atas Jembatan Kalimataram agar mampu menahan beban lebih dengan menggunakan gelagar boks baja dengan bentang 70 meter. Perhitungan menggunakan SNI 03-2005 tentang jembatan baja dan SNI 1926-2016 tentang pembebanan pada jembatan. Perencanaan menggunakan aplikasi Robot Structural Analist Proffesional (RSAP). Berdasarkan penggunaan aplikasi didapatkan nilai Mu = 44981,03 kN, Vu = 4469,69 kN. Struktur atas gelagar boks baja yang digunakan berdimensi 2800 x 1000 mm dengan ketebalan sayap 50 mm dan badan 45 mm, penambahan camber untuk melawan lendutan sehingga L/800 dapat terpenuhi. Gelagar boks baja menggunakan sambungan sayap dengan jumlah 360 baut dan sambungan badan sebanyak 300 baut, serta menggunakan angkur sebanyak 210 buah. Gelagar boks baja terdapat pengaku dengan ukuran 300 x 30 mm dan 350 x 40 mm sebagai penahan tekuk. Perencanaan struktur atas Jembatan Kalimataram juga memperhitungkan pelat lantai kendaraan didapatkan desain penulangannya dengan ketebalan 250 mm menggunakan tulangan D19-100 untuk memanjang dan melintang, sedangkan pelat injak dengan ketebalan pelat 250 mm menggunakan D16-150 untuk arah memanjang dan arah melintang D16-150. Sandaran perlu direncanakan dengan menggunakan tulangan 12D16. Perhitungan RAB yang didapatkan senilai Rp 53.492.966.000.
PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN KALSIUM KARBONAT SEBAGAI PENGISI DALAM CAMPURAN AC – WC TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN AC – WC Aqsa Fahrezi Muhammad; Sugeng Riyanto; Qomariah Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6036

Abstract

Asphalt Concrete – Wearing Course (AC – WC) merupakan lapisan paling atas atau disebut lapisan aus pada perkerasan jalan yang kedap terhadap air, tahan terhadap cuaca, dan berhubungan langsung dengan roda kendaraan. Dalam penelitian ini menggunakan abu sekam padi dan kalsium karbonat sebagai pengisi untuk campuran AC – WC dengan kadar 0%, 10%/10%, 30%/30%, 50%/50% Alasan memakai abu sekam padi dan kalsium karbonat digunakan sebagai filler dalam campuran aspal panas karena abu sekam padi memiliki komponen sifat yang sama dengan semen yaitu mengandung silika/SiO2 yang cukup tinggi, sedangkan kalsium karbonat adalah bahan dasar penyusun PC yaitu kapur (CaO) sebesar 60-65% dari komposisi total sehingga diharapkan dapat menambah daya tahan lapis perkerasan aspal terhadap kerusakan. Penelitian ini diawali dengan pengujian sifat fisik bahan campuran untuk mengetahui kualitas bahan campuran tersebut sesuai dengan spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Kemudian melakukan pembuatan Job Mix Formula (JMF) untuk pembuatan benda uji penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO). Namun tidak didapatkan nilai KAO, tetapi mendapatkan kadar aspal terpilih yang didapatkan sebesar 6% dengan nilai karakteristik Marshall stabilitas, flow, MQ, VMA, VFA dominan memenuhi syarat yang sudah ditentukan dari Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Selanjutnya kadar aspal tersebut digunakan untuk pembuatan benda uji dengan variasi campuran abu sekam padi dan kalsium karbonat. Untuk mengetahui pengaruh variasi campuran dilakukan pengujian Marshall untuk mendapatkan hasil nilai karakteristik campuran AC – WC. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan bahwa dapat disimpulkan dari uji anova variasi abu sekam padi dan kalsium karbonat tidak berpengaruh terhadap nilai karakteristik campuran AC – WC dengan resiko kesalahan 5%.
PENGGUNAAN GONDORUKEM SEBAGAI SUBTITUSI ASPAL DALAM CAMPURAN AC-WC TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN Ahmad Rozy Maulana; Sugeng Riyanto; Qomariah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6816

Abstract

Gondorukem yang memiliki nama ilimiah (resina colophonium) adalah residu dari penyulingan getah hasil sadapan pohon pinus. Laston AC-WC merupakan campuran perkerasan jalan yang berada paling atas dan berhubungan langsung dengan roda kendaraan. Salah satu komponen beton aspal yang akan di subtitusi yaitu aspal. Aspal merupakan material perekat berwarna hitam dan berfungsi sebagai pengikat agregat dalam pembuatan jalan. Tujuan penelitian untuk menganalisis seberapa besar pengaruh Gondorukem terhadap campuran aspal beton dengan variasi kadar Gondorukem (0%, 4%, 6%, 8%). Penelitian ini dilakukan di laboratorium Uji Bahan Jalan Gedung Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang. Metode yang digunakan melibatkan 30 total benda uji yang dimana 21 untuk KAO dan 9 untuk gondorukem. Hasil pengujian campuran laston AC-WC dengan metode marshall non subtitusi mendapatkan KAO 6,75%. Hasil dari benda uji variasi Gondorukem secara keseluruhan menunjukan bahwa penggunaan Gondorukem meningkatkan nilai VIM. Variasi Gondorukem 4% yang memenuhi spesifikasi dengan nilai stabilitas 1121,38Kg, Flow 3,1mm, MQ 472,24kg/mm, VMA 18,35%, VIM 4,78%, dan VFA 73,21%. Estimasi biaya yang dimiliki oleh Laston AC-WC dengan subtitusi Gondorukem 4% dengan harga Rp. 1.861.402 /ton.
PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM KEDALAM CAMPURAN PERKERASAN AC – BC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHAL Awang Yudha Sastra; Sugeng Riyanto; Wahiddin
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i2.6868

Abstract

Saat ini mengharuskan adanya inovasi dalam material jalan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu solusi yang potensial adalah dengan memanfaatkan styrofoam dalam campuran aspal AC – BC. Asphalt Concrete – Binder Course (AC – BC) yang memiliki peranan penting dalam menyebarkan beban dari lapisan atas ke lapisan bawah perkerasan. Penggunaan styrofoam sebagai bahan campuran aspal AC – BC dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi dua masalah sekaligus, yaitu mengurangi limbah styrofoam dan mengoptimalkan kinerja campuran aspal. Tujuan penelitin ini untuk mengetahui pegnaruh perbandingan styrofoam terhadap campuran aspal beton dengan variasi campuran 18%, 19%, 20%, dan 21%. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode basah. Hasil dari pengujian ini mendapatkan kadar aspal optimum sebesar 6,25%. Nilai stabilitas mengalami peningkatan pada masing – masing variasi. Nilai flow mengalami penurunan pada kadar 21%. Nilai MQ mengalami peningkatan pada masing-masing variasi.Nilai VIM pada persentase 18% dan 19% tidak memenuhi spesifikasi, pada persentase 20% peningkatan dan 21% mengalami penurunan. Nilai VMA pada persentase 21% mengalami penurunan, sedangkan persentase 18% - 20% mengalami peningkatan. Nilai VFA pada persentase 18% tidak memenuhi spesifikasi, persentase 19% dan 20% mengalami penurunan dan persentase 21% mengalami kenaikan. Rencana anggaran biaya yang dimiliki persentase campuran 20% sebesar Rp. 2.212.068.
PENGARUH KADAR FIBER POLYPROPYLENE DAN SUBSTITUSI FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON Yudhistiro Pambudi Luhur; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8450

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang umum digunakan karena kekuatan tekan dan durabilitasnya. Namun, karakteristik getas beton menyebabkan kerentanan terhadap retak. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh penambahan serat polypropylene (PPF) dan substitusi fly ash (FA) terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton setelah perendaman selama 28 hari. Fly ash digunakan dalam kadar 0%, 10%, 20%, dan 30%, sedangkan PPF ditambahkan sebanyak 0%, 0,25%, dan 0,5%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa FA cenderung menurunkan kekuatan awal beton, namun meningkatkan kekuatan jangka panjang. Penambahan PPF dalam kadar optimal dapat meningkatkan ketahanan retak. Kombinasi terbaik terdapat pada variasi 10% FA dan 0,25% PPF, yang menghasilkan kuat tekan dan tarik belah tertinggi dibanding variasi lain, namun masih di bawah beton normal. Oleh karena itu, kombinasi tersebut dinilai kurang efektif untuk aplikasi struktural dan memerlukan kajian lanjutan.
STUDI EKSPERIMENTAL: PENGARUH ABU TONGKOL JAGUNG TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON BIO-KOMPOSIT UNTUK PERKERASAN KAKU Alzam Darma Putra; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8578

Abstract

Penggunaan abu tongkol jagung (ATJ) dalam beton bio-komposit merupakan upaya mendukung konsep pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah. Beton bio-komposit diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam sekaligus menciptakan material alternatif dengan performa yang sesuai untuk kebutuhan perkerasan jalan kaku. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan ATJ terhadap karakteristik fisik dan mekanis beton bio-komposit, khususnya kuat tekan, kuat lentur, dan ketahanan terhadap beban lalu lintas. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan lima variasi penambahan ATJ (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) terhadap berat semen. Benda uji diuji pada umur 7, 14, dan 28 hari untuk memperoleh data kuat tekan dan lentur. Komposisi kimia ATJ dianalisis menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Perhitungan mix design mengacu pada SNI 03-2834-2000 dan uji lentur menggunakan ASTM C293/C293M. Analisis statistik dilakukan dengan metode ANOVA dua arah. Hasil menunjukkan bahwa penambahan ATJ sebesar 5% memberikan performa terbaik dengan kuat tekan mencapai 23,93 MPa dan kuat lentur 12,68 MPa pada umur 28 hari. Namun, seluruh variasi ATJ menunjukkan kuat tekan di bawah standar minimum perkerasan kaku (25 MPa) menurut SNI 1979:2011. Uji ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan dari variasi ATJ dan umur terhadap sifat mekanis beton, dengan interaksi signifikan pada kuat lentur.
ANALISA PEMANFAATAN LIMBAH KACA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS TERHADAP MODULUS ELASTISITAS DAN KUAT TEKAN BETON Almas Asyam Wibawa; Aulia Rahman; Sugeng Riyanto
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i4.8650

Abstract

Limbah kaca yang banyak dihasilkan dari aktivitas manusia, terutama di kota besar, terus meningkat dan sering dibuang sembarangan, mencemari lingkungan karena tidak dapat terurai secara alami. Masalah ini menimbulkan dampak lingkungan kronis akibat sifat kaca yang sulit terurai di tanah.. Tujian dari skripsi ini adalah untuk menganalisis pengaruh penambahan agregat halus pada campuran beton dengan variasi tertentu, menentukan komposisi campuran yang menghasilkan nilai optimum, serta membandingkan biaya antara beton normal dan beton inovasi.. Perhitungan data untuk pengujian dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel 2013. Hasil dari penelitian ini adalah Penambahan limbah kaca sebagai agregat halus pada campuran beton memberikan pengaruh berbeda tergantung pada kadar dan umur beton. Variasi 5% limbah kaca menghasilkan kuat tekan terbaik pada umur 7 hari, sedangkan beton tanpa limbah kaca unggul dalam kekuatan jangka panjang pada umur 28 hari. Komposisi 5% limbah kaca menunjukkan keseimbangan optimal antara efisiensi biaya dan performa mekanis. Namun, biaya pengolahan limbah kaca perlu dipertimbangkan dalam total biaya produksi beton inovasi.Dengan demikian didapatkan kuat tekan tertinggi berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam 28 hari adalah dengan variasi 1% yang mengalami kenaikan 10,38% dibandingkan dengan beton variasi 0% atau variasi beton normal.