Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN LINGKARAN DITINJAU DARI KEPRIBADIAN DISC Farisa Nurillah; Sunardi, Sunardi; Suwito, Abi; Yudianto, Erfan
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2023): Matematika dan Pendidikan Matematika: Permasalahan dan Solusinya
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v6i2.2853

Abstract

Berpikir kritis memiliki peranan krusial pada potensi memecahkan persoalan sampai penarikan kesimpulan. Proses berpikir peserta didik dipengaruhi oleh tipe kepribadian yang berbeda. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah persamaan lingkaran ditinjau dari kepribadian DISC. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa dari masing-masing tipe kepribadian. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hanya tipe kepribadian Steadiness dan Compliance yang memiliki kemampuan berpikir kritis sedangkan tipe kepribadian Dominance dan Influence tidak.
Analisis Habits of Mind Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Segi Empat Ditinjau Dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent Wahidah, Nurul; Sunardi, Sunardi; Suwito, Abi; Yudianto, Erfan; Ambarwati, Reza
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024): Sustainable Development Goal in Mathematics and Mathematics Education
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v7i1.3131

Abstract

Rutinitas cara berpikir siswa saat menangani permasalahan persegi menjadi data utama dalam penelitian kualitatif ini. Siswa kelas VIII SMPN 8 Probolinggo berpartisipasi dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa kelas VIII SMPN 8 Probolinggo ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent dalam penerapannya pada penyelesaian permasalahan persegi. Studi ini menyoroti pentingnya kebiasaan berpikir seperti ketekunan, refleksi pada pemikiran sendiri, fleksibilitas pikiran, dan ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tes dan wawancara dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data. Pada tahap persisting, siswa dengan tipe kognitif field dependent dan field independent dapat menilai dengan baik informasi apa yang ada dalam masalah, yang mendukung temuan penelitian. Siswa dengan tipe kognitif yang bergantung pada lingkungan atau field dependent dan tidak bergantung pada lingkungan atau field independent dapat dengan benar menghitung solusi untuk masalah persegi dalam fase "berpikir tentang berpikir" dan "berpikir fleksibel". Siswa dengan gaya kognitif field independent mampu menarik kesimpulan untuk memecahkan masalah, memeriksa kembali pekerjaannya, dan memberikan bukti pendukung bahwa jawabannya benar pada tahap mengupayakan keakuratan proses pembelajaran, sedangkan siswa dengan gaya kognitif field dependent tidak dapat melakukan hal-hal ini.
Pengembangan Modul Ajar Trigonometri Pembelajaran Diferensiasi Berbasis PBL untuk Meningkatkan Bernalar Kritis Siswa Prastika, Sulia Anis; Suwito, Abi; Lestari, Nurcholif Diah Sri; Yudianto, Erfan; Pambudi, Didik Sugeng
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.17579

Abstract

Penelitian ini fokus mengembangkan modul ajar matematika kurikulum merdeka materi trigonometri SMA Fase E. Modul ajar yang dikembangkan menggunakan pembelajaran diferensiasi berbasis Problem Based Learning (PBL) materi trigonometri fase E. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk yang valid, praktis, dan efektif. Produk yang dikembangkan berupa modul ajar pembelajaran diferensiasi berbasis PBL yang dilengkapi dengan LKPD, bahan ajar trigonometri, soal pretest dan soal posttest. Prosedur pengembangan produk yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang meliputi analyze, design, development, implementation dan evaluation. Modul ajar, LKPD, bahan ajar, soal pretest dan posttest bernalar kritis yang dihasilkan dari penelitian ini memenuhi kriteria kevalidan dengan skor validasi berturut-turut adalah 3.77; 3.69; 3.81; 3.89; dan 3.78 dengan skala 1-4. Selain itu produk yang dikembangkan juga memenuhi kriteria kepraktisan karena hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 83.3% masuk kategori sangat baik dan angket respon siswa sebesar 3.14 masuk kategori baik. Produk yang dikembangkan juga memenuhi kriteria keefektifan karena 83% tuntas secara klasikal dan peningkatan kemampuan bernalar kritis siswa berdasarkan analisis N-Gain sebesar 0.38 dengan kategori sedang.
Proses Metakognisi dalam Interaksi Siswa pada Diskusi Kelompok Firmansyah, Frenza Fairuz; Yudianto, Erfan; Febrianto, Eko Yudi; Sulihah, Nurfaizah Titisari; Budianto, Trio Rhoma
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i2.3964

Abstract

Proses metakognisi berperan penting dalam mendukung interaksi siswa selama diskusi kelompok. Diskusi kelompok memungkinkan siswa bekerja sama untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam terhadap suatu konsep dengan saling bertukar ide dan strategi pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses metakognisi yang muncul dalam interaksi siswa selama diskusi kelompok. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif pendekatan penelitian deskripif dengan menganalisis pembelajaran siswa dalam diskusi kelompok. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa dalam satu kelompok, dengan fokus utama pada siswa yang berperan sebagai siswa ahli yang ditinjau dari teori pemosisian siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa ahli cenderung menerapkan strategi metakognitif reflective use dalam setiap langkah pemecahan masalah. Kemampuan metakognitif menjadi faktor kunci dalam diskusi kelompok. Siswa yang memiliki keterampilan metakognitif lebih baik mampu mengarahkan jalannya diskusi, meningkatkan rasa percaya diri, dan membantu anggota kelompok memahami materi dengan lebih efektif. Kesadaran akan proses berpikir sendiri memungkinkan siswa untuk mengoptimalkan strategi belajar dalam menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Rekomendasi dari hasil penelitia ini yaitu pendidik sebaiknya mendorong implementasi strategi reflective use dalam diskusi kelompok, khususnya dengan memfasilitasi peran siswa ahli untuk membimbing anggota kelompok lainnya.
PROFIL BERPIKIR SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BANGUN RUANG KERUCUT BERDASARKAN LEVEL VAN HIELE Sari, Maulifa Yunita; Yudianto, Erfan; Safrida, S.Pd., M.Pd., Lela Nur; Susanto, Susanto; Ambarwati, Reza
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan profil berpikir siswa SMP dalam menyelesaikan masalah bangun ruang kerucut berdasarkan level van Hiele. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII G SMPN 4 Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes dan wawancara, dengan instrumen penelitian sebagai berikut: tes VHGT (Van Hiele Geometry Test), tes penyelesaian masalah dan pedoman wawancara. Tes VHGT (Van Hiele Geometry Test) dilakukan untuk mengklasifikasikan siswa ke dalam tingkat berpikir geometri van Hiele dan diperoleh 3 siswa pravisualisasi, 11 siswa level visualisasi, 14 siswa level analisis, dan 2 siswa level deduksi informal. Kemudian diambil satu siswa dari tiap-tiap level van Hiele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa level visualisasi cenderung konseptual pada tahap memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, memeriksa kembali. Sementara itu, proses berpikir siswa level analisis dan deduksi informal adalah proses berpikir semi-konseptual pada tahap memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Manfaat penelitian ini bagi peneliti adalah dapat memperoleh pengetahuan serta pengalaman mengenai profil berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah bangun ruang kerucut berdasarkan level van Hiele.
PROSES BERPIKIR SISWA LEVEL VISUALISASI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH DIMENSI TIGA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA Ramadhani, Ariel Bachtiar; Yudianto, Erfan; Susanto, Susanto; Murtikusuma, Randi Pratama; Ambarwati, Reza
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir siswa level visualisasi dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga berdasarkan langkah-langkah polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMK AR-RAUDLAH. Subjek penelitian ini terdiri dari 2 siswa level visualisasi. Penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain tes VHGT, tes penyelesaian masalah dan pedoman wawancara. Hasil tes VHGT pada penelitian ini, hanya ditemukan level pra visualisasi, visualisasi dan analisis dengan presentase berturut-turut adalah 58,33%, 29,17% dan 4,17%. Selanjutnya, siswa level visualisasi diberi tes penyelesaian masalah untuk mengetahui proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa proses berpikir siswa level visualisasi dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga menjadi empat langkah yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Pada saat memahami permasalahan dimensi tiga, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu mengidentifikasi syarat-syarat dalam permasalahan serta mampu membuat sketsa gambar dari permasalahan. Pada saat menyusun rencana, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu menentukan rencana yang akan digunakan dengan menggunakan semua informasi yang telah didapatkan untuk menyelesaikan permasalahan melalui gambar. Pada saat melaksanakan rencana, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu memastikan dan menyelesaikan permasalahan sesuai dengan rencana. Pada saat memeriksa Kembali, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu menjelaskan kembali hasil penyelesaian dari permasalahan.
Strategies toward the gold medal: Unveiling the anticipatory processes of junior high school olympiad students in geometry problem-solving Yudianto, Erfan; Ambarwati, Reza; Lusiana, Fina Yatul; Hayiduerapu, Nihassuna; Zulnaidi, Hutkemri
Jurnal Elemen Vol 11 No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v11i2.27864

Abstract

The National Science Olympiad (NSO) presents significant challenges for most junior high school students. This qualitative study examines the cognitive processes of gold medal-winning students by analyzing their anticipation strategies in solving geometry problems. Employing a descriptive-exploratory approach, we conducted problem-solving tests (using modified NSO geometry questions) and semi-structured interviews with a gold medalist from SMPN 2 Jember. Our findings reveal three distinct anticipation patterns: (1) positive internalized anticipation - intuitive conceptual application yielding correct solutions (e.g., establishing geometric relationships without procedural calculations in Problem 1), (2) negative internalized anticipation - rapid but erroneous assumptions (evident in angle miscalculations in Problem 2), and (3) analytical anticipation - systematic verification through logical reasoning (demonstrated in ∠POR ratio reevaluation). These results provide empirical evidence of how anticipation strategies influence olympiad performance. The study suggests practical interventions including: (1) diagnostic tools for anticipation profiling, (2) teacher training programs to cultivate positive anticipation patterns, and (3) curricular integration of analytical anticipation as metacognitive strategy. For olympiad preparation, we recommend scaffolded problem-solving tasks with structured reflection to transform negative anticipation patterns. Future research should investigate the domain-specificity of these anticipation processes across mathematical disciplines.
PENGEMBANGAN BUKU GEOMETRI TERINTEGRASI JAJANAN TRADISIONAL BERBASIS AR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SPASIAL Febriyanto, Eko Yudi Febriyanto; Yudianto, Erfan; Ambarwati, Reza; Kurniati, Dian; Safrida, Lela Nur; Firmansyah, Frenza Fairuz; Fazira, Shima Kunaza
TRANSFORMASI Vol 9 No 1 (2025): TRANSFORMASI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika FMIPA Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/tr.v9i1.5113

Abstract

Student must have spatial ability in order to understand geometry material well. Students with low spatial ability will find it difficult to understand geometry. The application of AR such as Assemblr Edu with the integration of traditional snacks is a solution to improve students’ spatial ability. This study aims to describe the process and results of developing an AR-based geometry book integrated with traditional snacks to improve students’ spatial ability. The research method is R&D with the ADDIE model. Data were collected using questionnaire and test method, with validation sheet instruments, readability test questionnaires, student response questionnaires, and spatial ability tests that had been validated before use. Geometry books are arranged according to spatial ability indicators: spatial perception, spatial visualization, and mental rotation. The trial was conducted on grade IX junior hidh school students. The results showed that geometry books were valid (2.84), practical (81.7%), and effective in improving students’ spatial ability with 93.8% of students reaching the minimum moderate category. So, AR-based geometry books integrated with traditional snacks can improve students’ spatial ability. Further research is recommended to explore AR application with 3D object decomposition features and cross-cultural integration to test the adaptation of books in different regional contexts.
Pengembangan E-LKPD Interaktif Berbasis Liveworksheets dalam Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Limas Fase D Cahya, Ine Clarita; Susanto, Susanto; Safrida, Lela Nur; Yudianto, Erfan; Wihardjo, Edy
Jurnal Tadris Matematika Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2024.7.2.251-268

Abstract

This study aims to develop an interactive e-worksheet (E-LKPD) based on Liveworksheets for differentiated learning on the topic of pyramids (limas) in Phase D that is valid, practical, and effective in improving student learning outcomes. The research employed a development method using the ADDIE model, involving eighth-grade students as subjects. Instruments used include validity, practicality, and effectiveness instruments, with data collected through questionnaires and learning outcome tests. The developed product consists of three E-LKPDs tailored to students’ readiness levels: developing, proficient, and highly proficient. Validation results show an average score of 3.81 out of 4, categorized as very valid. Practicality was measured through teacher and student responses, yielding an average of 76.26%, which falls into the practical category. Effectiveness was assessed based on the learning test results, showing a mastery level of 89%, indicating that the E-LKPD is effective for classroom use. This study is essential due to the growing need for interactive learning materials that accommodate differences in student learning abilities, particularly within the current differentiated learning framework. Moreover, the use of digital tools like Liveworksheets remains underutilized, especially in mathematics topics such as pyramids. This E-LKPD is expected to make learning more engaging and tailored to individual needs, and serve as a foundation for future development of more innovative digital learning materials.
Pengembangan Modul Ajar Trigonometri Pembelajaran Diferensiasi Berbasis PBL untuk Meningkatkan Bernalar Kritis Siswa Prastika, Sulia Anis; Suwito, Abi; Lestari, Nurcholif Diah Sri; Yudianto, Erfan; Pambudi, Didik Sugeng
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.17579

Abstract

Penelitian ini fokus mengembangkan modul ajar matematika kurikulum merdeka materi trigonometri SMA Fase E. Modul ajar yang dikembangkan menggunakan pembelajaran diferensiasi berbasis Problem Based Learning (PBL) materi trigonometri fase E. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk yang valid, praktis, dan efektif. Produk yang dikembangkan berupa modul ajar pembelajaran diferensiasi berbasis PBL yang dilengkapi dengan LKPD, bahan ajar trigonometri, soal pretest dan soal posttest. Prosedur pengembangan produk yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang meliputi analyze, design, development, implementation dan evaluation. Modul ajar, LKPD, bahan ajar, soal pretest dan posttest bernalar kritis yang dihasilkan dari penelitian ini memenuhi kriteria kevalidan dengan skor validasi berturut-turut adalah 3.77; 3.69; 3.81; 3.89; dan 3.78 dengan skala 1-4. Selain itu produk yang dikembangkan juga memenuhi kriteria kepraktisan karena hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 83.3% masuk kategori sangat baik dan angket respon siswa sebesar 3.14 masuk kategori baik. Produk yang dikembangkan juga memenuhi kriteria keefektifan karena 83% tuntas secara klasikal dan peningkatan kemampuan bernalar kritis siswa berdasarkan analisis N-Gain sebesar 0.38 dengan kategori sedang.
Co-Authors Abi Suwito Afifi, Rizky Nur Agustiningtyas, Iin Triana Aini, Novi Rosidatul Ambarwati, A Ambarwati, Reza Andini Luluk Nofitarini Annisa Istiqomah Annisa Rahman Navira, Deva Annisatul Maghfiroh Arika Indah Kristiani Bayu Exsanty Aribowo Bayu Exsanty Aribowo Budianto, Trio Rhoma Cahya, Ine Clarita Cahyani, Ika Arum Cahyo, Rahmad Dwi Citra Wahyuningtyas Dewi, Mayra Fadhilla Dewi, Miya Ayu Kumala Dian Kurniati Didik Sugeng Pambudi Didik Sugeng Pambudi Dinar Aulia Wahyuningtyas Dinawati Trapsilasiwi Dita Bachtiar Diyanah, Hidayatud Eric Dwi Putra Ervin Oktavianingtyas Fajar, Fahmi Alan Farisa Nurillah fatmawati, kamila duwi Fazira, Shima Kunaza Febrianto, Eko Yudi Febriyanto, Eko Yudi Febriyanto, Eko Yudi Febriyanto Fiantika, Feny Rita Firmansyah, Frenza Fairuz Habibi, Ahmad Anas Hajar Istiqomah Hayiduerapu, Nihassuna Hermawan, Lendi Ike Hidayat, Siti Holifa Hidayatullah, Arfan Hikam, Fashia Ikhlasul Hikmah Ardiantika Sari Hobri Husain, Muhammad Imam Icha Shofia Karlita Ulfa Idhami, Tantri Cahya Indri Aprilianti Indri Aprilianti Jatmiko, Dhanar Dwi Hary Kamila Duwi Fatmawati Kamila Duwi Fatmawati Karima Salasari Karimah Salasari Karimah Salasari Khumayroh, Alfatikha Anik Lestari, Nurcholif Diah Sri Lioni Anka Monalisa, Lioni Anka Liski Roswita Dinia Lusiana, Fina Yatul Manuel, Carlos Maulana, Muhammad Ilzam Misbahul Munir Mutrofin Mutrofin N Nuriman nabilatul hafidhoh Naziroh, Irmu Afin Niken Shofiana Dewi Nila Lestari Nila Lestari Nur Hamidah Nur Hamidah Nur Izzatun Nisa Liliyan Nur Izzatun Nisa Liliyan Nur Safrida, Lela Nurcholif Diah Sri Lestari Nuriani Dewi Novianti Nurmaharani, Rika Nurul Wahidah panglipur, indah rahayu Pirdausia, Noni Seftia Prastika, Sulia Anis Pratika Maharani Pratika Maharani Pratiwi, Gita Adelia Prayoga, Mohammad Evan Prayogo, Gilang Pribadi, Febrianti Priciliya, Sinta Putra, Falih Helmi Wibisono Qomariyah, Dinda Nurul Ramadhani, Ariel Bachtiar Randi Pratama Murtikusuma Rasyid, Irwan Hainur Reza Ambarwati Rika Nurmaharani Rima Dwi Oktaviani Rizka Amalia Febriyanti Rosanggreni, Bunga Yana Rusdiyana, Erine S Suharto S Sunardi S Susanto Saddam Hussen Safrida, Lela Safrida, S.Pd., M.Pd., Lela Nur Sahrita, Titis Sanawi, Ihsan Sandhi, Niluh Shindi Aprilia Saputri, Adillia Natasya Saputri, Risma Rintias Sari, Cindi Septia Sari, Maulifa Yunita Seli Wahyutini Khoiriyah Seli Wahyutini Khoiriyah Sholikhah, Mar’atus Sinta Priciliya Sofi Astri Sofia Novaliyanti Mahmuda Sofia Novaliyanti Mahmuda Solly Aryza Suharto Suharto Suhatini, Percoyo Unggul sulihah, nurfaizah titisari Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi sunardi sunardi Sunardi, Sunardi Suryandari, Nurlayli Dewi Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto, Susanto Susi Setiawani Titik Sugiarti Toto Bara Setiawan WIHARDJO, EDY Yufrida Septi Nindya Yunita, Nindya Wulan Zulnaidi, Hutkemri