p-Index From 2021 - 2026
6.699
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Teori Perilaku dalam Pembelajaran: Systematic Literature Review Panglipur, Indah Rahayu; Lestari, Nurcholif Diah Sri; Susanto, Susanto; Yudianto, Erfan
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.453

Abstract

Teori perilaku dalam pendidikan diterapkan melalui program dengan prinsip-prinsip behaviorisme, seperti penguatan positif dan negatif. Misalnya, penghargaan atau pujian diberikan untuk perilaku yang diinginkan, sementara tugas yang tidak disukai siswa dihilangkan ketika mereka menunjukkan perilaku baik. Namun, teori perilaku sering dikritik karena terlalu fokus pada perilaku yang dapat diamati dan kurang memperhatikan proses mental internal seperti motivasi, pemahaman, dan kreativitas. Pergeseran terlihat dengan munculnya teori pembelajaran kognitif dan konstruktivis yang menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan mereka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis teori perilaku dalam pembelajaran dengan metode systematic literature reviewe. Kesimpulan bahwa teori perilaku dalam pendidikan dan kesehatan mental semakin relevan di era komputer dan internet saat ini. Perubahan perilaku yang disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi tidak didukung oleh fondasi kepribadian yang kuat, terutama dalam hal agama dan karakter. Degradasi moral dan masalah adaptasi sosial muncul sebagai hasilnya. Teori perilaku seperti kesadaran metakognitif sangat penting untuk membantu siswa belajar, terutama matematika. Siswa yang mampu berpikir secara metakognitif mungkin lebih percaya diri dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, literasi digital memainkan peran penting dalam mengajarkan perilaku berpikir kritis dan kreatif sambil mempertahankan nilai-nilai sosial, emosional, dan spiritual. Di era metaverse, teknologi seperti augmented reality dan virtual reality meningkat dalam pengajaran
PENDAMPINGAN GEMA KREASI OLAH SAMPAH, MARKETPLACE, DAN PERMAINAN TRADISIONAL (GEOMETRI) MASYARAKAT DESA SERUT JEMBER Yudianto, Erfan; Budyawati, Luh Putu Indah; Mahmudi, Kendid
As-Sidanah Vol 6 No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : LP2M Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/assidanah.v6i2.410-422

Abstract

The Community Service Program in Serut Village is designed to empower the community through culture-based literacy, focusing on waste management, the preservation of traditional games, and the promotion of local products under the GEOMETRI initiative. This program addresses the issues of plastic waste pollution and the low interest in reading among rural communities. The methods employed include training for mothers and school-aged children in creating flower arrangements from waste materials, participating in traditional math-based games, and running a marketplace. The service team provides sewing training and supports children in improving their literacy skills. The outcomes of this program include enhancing the creative skills of the community, reducing waste, and strengthening environmental literacy and awareness. Through the GEOMETRI program, village residents learn how to better manage waste by repurposing unused materials, such as making buckets from waste. Furthermore, the preservation of traditional math-based games helps to foster greater public interest in reading and literacy, ultimately contributing to heightened environmental awareness. The market also allows local products from rural communities to be promoted more widely, creating new sustainable economic opportunities. This program is expected to serve as a model for sustainable community empowerment in other areas.
Pendampingan Pembelajaran Berbasis Cooperative Learning Guna Meminimalisasi Kemungkinan Buta Aksara pada Anak-Anak di Arjasa Jember Febriyanto, Eko Yudi; Yudianto, Erfan; Prayogo, Gilang; Putra, Falih Helmi Wibisono; Maulana, Muhammad Ilzam; Husain, Muhammad Imam; Manuel, Carlos; Dewi, Mayra Fadhilla; Saputri, Adillia Natasya; Hidayat, Siti Holifa; Pribadi, Febrianti
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Article In Press: VOL. 9 NOMOR 1 MARET 2025 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v9i1.23708

Abstract

Indonesia masih belum maksimal dalam mengupayakannya terutama dalam dunia Pendidikan yang dibuktikan dengan tingginya angka buta aksara. Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang memiliki presentase buta aksara tertinggi, dengan total mencapai 167.118 juta yang tersebar pada usia produktif 15 hingga 59 tahun serta tersebar di 31 Kecamatan di Kabupaten Jember. Setelah dilakukan penelitian mengenai beberapa daerah di Jember didapatkan informasi mengenai buta aksara di Desa Arjasa, Kabupaten Jember. Sebelum dilakukan pendampingan terdapat 20 siswa yang terdaftar dalam program pengabdian yang ditengarai belum mampu membaca dengan lancar. Selanjutnya dilakukan kegiatan observasi pada daerah dan dilakukan wawancara kepada warga desa, karang taruna, dan Perangkat Desa tersebut. Berdasarkan analisa masalah dan kebutuhan didapatkan hasil yakni penyelenggaraan pendampingan pembelajaran berbasis Cooperative Learning dalam meminimalisasi kemungkinan buta aksara yang diselenggarakan di Omah Dolan Desa Arjasa Jember. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap tahap awal, tahap perancangan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Metode pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara bergantian antara ruang dalam gedung (indoor) dan lingkungan luar (outdoor) dalam beberapa pertemuan. Hasil dari kegiatan pendampingan tersebut adalah terdapat peningkatan 8 dari 20 siswa (40%) telah mampu membaca dengan lancar dan 12 siswa lainnya masih dalam proses perkembangan lebih lanjut. Dengan demikian, direkomendasikan kepada guru-guru SDN Arjasa 03 untuk mencoba menerapkan pembelajaran melalui pendekatan Cooperative Learning.
Pendampingan Pembelajaran Berbasis Cooperative Learning Guna Meminimalisasi Kemungkinan Buta Aksara pada Anak-Anak di Arjasa Jember Febriyanto, Eko Yudi; Yudianto, Erfan; Prayogo, Gilang; Putra, Falih Helmi Wibisono; Maulana, Muhammad Ilzam; Husain, Muhammad Imam; Manuel, Carlos; Dewi, Mayra Fadhilla; Saputri, Adillia Natasya; Hidayat, Siti Holifa; Pribadi, Febrianti
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Article In Press: VOL. 9 NOMOR 1 MARET 2025 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v9i1.23708

Abstract

Indonesia masih belum maksimal dalam mengupayakannya terutama dalam dunia Pendidikan yang dibuktikan dengan tingginya angka buta aksara. Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang memiliki presentase buta aksara tertinggi, dengan total mencapai 167.118 juta yang tersebar pada usia produktif 15 hingga 59 tahun serta tersebar di 31 Kecamatan di Kabupaten Jember. Setelah dilakukan penelitian mengenai beberapa daerah di Jember didapatkan informasi mengenai buta aksara di Desa Arjasa, Kabupaten Jember. Sebelum dilakukan pendampingan terdapat 20 siswa yang terdaftar dalam program pengabdian yang ditengarai belum mampu membaca dengan lancar. Selanjutnya dilakukan kegiatan observasi pada daerah dan dilakukan wawancara kepada warga desa, karang taruna, dan Perangkat Desa tersebut. Berdasarkan analisa masalah dan kebutuhan didapatkan hasil yakni penyelenggaraan pendampingan pembelajaran berbasis Cooperative Learning dalam meminimalisasi kemungkinan buta aksara yang diselenggarakan di Omah Dolan Desa Arjasa Jember. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap tahap awal, tahap perancangan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Metode pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara bergantian antara ruang dalam gedung (indoor) dan lingkungan luar (outdoor) dalam beberapa pertemuan. Hasil dari kegiatan pendampingan tersebut adalah terdapat peningkatan 8 dari 20 siswa (40%) telah mampu membaca dengan lancar dan 12 siswa lainnya masih dalam proses perkembangan lebih lanjut. Dengan demikian, direkomendasikan kepada guru-guru SDN Arjasa 03 untuk mencoba menerapkan pembelajaran melalui pendekatan Cooperative Learning.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN LINGKARAN DITINJAU DARI KEPRIBADIAN DISC Farisa Nurillah; Sunardi, Sunardi; Suwito, Abi; Yudianto, Erfan
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 2 (2023): Matematika dan Pendidikan Matematika: Permasalahan dan Solusinya
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v6i2.2853

Abstract

Berpikir kritis memiliki peranan krusial pada potensi memecahkan persoalan sampai penarikan kesimpulan. Proses berpikir peserta didik dipengaruhi oleh tipe kepribadian yang berbeda. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah persamaan lingkaran ditinjau dari kepribadian DISC. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 4 siswa dari masing-masing tipe kepribadian. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hanya tipe kepribadian Steadiness dan Compliance yang memiliki kemampuan berpikir kritis sedangkan tipe kepribadian Dominance dan Influence tidak.
Analisis Habits of Mind Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Segi Empat Ditinjau Dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent Wahidah, Nurul; Sunardi, Sunardi; Suwito, Abi; Yudianto, Erfan; Ambarwati, Reza
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024): Sustainable Development Goal in Mathematics and Mathematics Education
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v7i1.3131

Abstract

Rutinitas cara berpikir siswa saat menangani permasalahan persegi menjadi data utama dalam penelitian kualitatif ini. Siswa kelas VIII SMPN 8 Probolinggo berpartisipasi dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa kelas VIII SMPN 8 Probolinggo ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent dalam penerapannya pada penyelesaian permasalahan persegi. Studi ini menyoroti pentingnya kebiasaan berpikir seperti ketekunan, refleksi pada pemikiran sendiri, fleksibilitas pikiran, dan ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tes dan wawancara dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data. Pada tahap persisting, siswa dengan tipe kognitif field dependent dan field independent dapat menilai dengan baik informasi apa yang ada dalam masalah, yang mendukung temuan penelitian. Siswa dengan tipe kognitif yang bergantung pada lingkungan atau field dependent dan tidak bergantung pada lingkungan atau field independent dapat dengan benar menghitung solusi untuk masalah persegi dalam fase "berpikir tentang berpikir" dan "berpikir fleksibel". Siswa dengan gaya kognitif field independent mampu menarik kesimpulan untuk memecahkan masalah, memeriksa kembali pekerjaannya, dan memberikan bukti pendukung bahwa jawabannya benar pada tahap mengupayakan keakuratan proses pembelajaran, sedangkan siswa dengan gaya kognitif field dependent tidak dapat melakukan hal-hal ini.
Pengembangan Modul Ajar Trigonometri Pembelajaran Diferensiasi Berbasis PBL untuk Meningkatkan Bernalar Kritis Siswa Prastika, Sulia Anis; Suwito, Abi; Lestari, Nurcholif Diah Sri; Yudianto, Erfan; Pambudi, Didik Sugeng
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.17579

Abstract

Penelitian ini fokus mengembangkan modul ajar matematika kurikulum merdeka materi trigonometri SMA Fase E. Modul ajar yang dikembangkan menggunakan pembelajaran diferensiasi berbasis Problem Based Learning (PBL) materi trigonometri fase E. Tujuan penelitian ini menghasilkan produk yang valid, praktis, dan efektif. Produk yang dikembangkan berupa modul ajar pembelajaran diferensiasi berbasis PBL yang dilengkapi dengan LKPD, bahan ajar trigonometri, soal pretest dan soal posttest. Prosedur pengembangan produk yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang meliputi analyze, design, development, implementation dan evaluation. Modul ajar, LKPD, bahan ajar, soal pretest dan posttest bernalar kritis yang dihasilkan dari penelitian ini memenuhi kriteria kevalidan dengan skor validasi berturut-turut adalah 3.77; 3.69; 3.81; 3.89; dan 3.78 dengan skala 1-4. Selain itu produk yang dikembangkan juga memenuhi kriteria kepraktisan karena hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran diperoleh rata-rata sebesar 83.3% masuk kategori sangat baik dan angket respon siswa sebesar 3.14 masuk kategori baik. Produk yang dikembangkan juga memenuhi kriteria keefektifan karena 83% tuntas secara klasikal dan peningkatan kemampuan bernalar kritis siswa berdasarkan analisis N-Gain sebesar 0.38 dengan kategori sedang.
Proses Metakognisi dalam Interaksi Siswa pada Diskusi Kelompok Firmansyah, Frenza Fairuz; Yudianto, Erfan; Febrianto, Eko Yudi; Sulihah, Nurfaizah Titisari; Budianto, Trio Rhoma
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i2.3964

Abstract

Proses metakognisi berperan penting dalam mendukung interaksi siswa selama diskusi kelompok. Diskusi kelompok memungkinkan siswa bekerja sama untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam terhadap suatu konsep dengan saling bertukar ide dan strategi pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses metakognisi yang muncul dalam interaksi siswa selama diskusi kelompok. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif pendekatan penelitian deskripif dengan menganalisis pembelajaran siswa dalam diskusi kelompok. Subjek penelitian terdiri dari enam siswa dalam satu kelompok, dengan fokus utama pada siswa yang berperan sebagai siswa ahli yang ditinjau dari teori pemosisian siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa ahli cenderung menerapkan strategi metakognitif reflective use dalam setiap langkah pemecahan masalah. Kemampuan metakognitif menjadi faktor kunci dalam diskusi kelompok. Siswa yang memiliki keterampilan metakognitif lebih baik mampu mengarahkan jalannya diskusi, meningkatkan rasa percaya diri, dan membantu anggota kelompok memahami materi dengan lebih efektif. Kesadaran akan proses berpikir sendiri memungkinkan siswa untuk mengoptimalkan strategi belajar dalam menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Rekomendasi dari hasil penelitia ini yaitu pendidik sebaiknya mendorong implementasi strategi reflective use dalam diskusi kelompok, khususnya dengan memfasilitasi peran siswa ahli untuk membimbing anggota kelompok lainnya.
PROFIL BERPIKIR SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BANGUN RUANG KERUCUT BERDASARKAN LEVEL VAN HIELE Sari, Maulifa Yunita; Yudianto, Erfan; Safrida, S.Pd., M.Pd., Lela Nur; Susanto, Susanto; Ambarwati, Reza
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan profil berpikir siswa SMP dalam menyelesaikan masalah bangun ruang kerucut berdasarkan level van Hiele. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII G SMPN 4 Jember. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes dan wawancara, dengan instrumen penelitian sebagai berikut: tes VHGT (Van Hiele Geometry Test), tes penyelesaian masalah dan pedoman wawancara. Tes VHGT (Van Hiele Geometry Test) dilakukan untuk mengklasifikasikan siswa ke dalam tingkat berpikir geometri van Hiele dan diperoleh 3 siswa pravisualisasi, 11 siswa level visualisasi, 14 siswa level analisis, dan 2 siswa level deduksi informal. Kemudian diambil satu siswa dari tiap-tiap level van Hiele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa level visualisasi cenderung konseptual pada tahap memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, memeriksa kembali. Sementara itu, proses berpikir siswa level analisis dan deduksi informal adalah proses berpikir semi-konseptual pada tahap memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Manfaat penelitian ini bagi peneliti adalah dapat memperoleh pengetahuan serta pengalaman mengenai profil berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah bangun ruang kerucut berdasarkan level van Hiele.
PROSES BERPIKIR SISWA LEVEL VISUALISASI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH DIMENSI TIGA BERDASARKAN LANGKAH-LANGKAH POLYA Ramadhani, Ariel Bachtiar; Yudianto, Erfan; Susanto, Susanto; Murtikusuma, Randi Pratama; Ambarwati, Reza
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses berpikir siswa level visualisasi dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga berdasarkan langkah-langkah polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMK AR-RAUDLAH. Subjek penelitian ini terdiri dari 2 siswa level visualisasi. Penelitian ini menggunakan metode tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain tes VHGT, tes penyelesaian masalah dan pedoman wawancara. Hasil tes VHGT pada penelitian ini, hanya ditemukan level pra visualisasi, visualisasi dan analisis dengan presentase berturut-turut adalah 58,33%, 29,17% dan 4,17%. Selanjutnya, siswa level visualisasi diberi tes penyelesaian masalah untuk mengetahui proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa proses berpikir siswa level visualisasi dalam menyelesaikan masalah dimensi tiga menjadi empat langkah yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Pada saat memahami permasalahan dimensi tiga, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu mengidentifikasi syarat-syarat dalam permasalahan serta mampu membuat sketsa gambar dari permasalahan. Pada saat menyusun rencana, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu menentukan rencana yang akan digunakan dengan menggunakan semua informasi yang telah didapatkan untuk menyelesaikan permasalahan melalui gambar. Pada saat melaksanakan rencana, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu memastikan dan menyelesaikan permasalahan sesuai dengan rencana. Pada saat memeriksa Kembali, peristiwa equilibrium terjadi ketika siswa mampu menjelaskan kembali hasil penyelesaian dari permasalahan.
Co-Authors Abi Suwito Afifi, Rizky Nur Agustiningtyas, Iin Triana Aini, Novi Rosidatul Ambarwati, A Ambarwati, Reza Andini Luluk Nofitarini Annisa Istiqomah Annisa Rahman Navira, Deva Annisatul Maghfiroh Arika Indah Kristiani Bayu Exsanty Aribowo Bayu Exsanty Aribowo Budianto, Trio Rhoma Cahya, Ine Clarita Cahyani, Ika Arum Cahyo, Rahmad Dwi Citra Wahyuningtyas Dewi, Mayra Fadhilla Dewi, Miya Ayu Kumala Dian Kurniati Didik Sugeng Pambudi Didik Sugeng Pambudi Dinar Aulia Wahyuningtyas Dinawati Trapsilasiwi Dita Bachtiar Diyanah, Hidayatud Eric Dwi Putra Ervin Oktavianingtyas Fajar, Fahmi Alan Farisa Nurillah fatmawati, kamila duwi Fazira, Shima Kunaza Febrianto, Eko Yudi Febriyanto, Eko Yudi Febriyanto, Eko Yudi Febriyanto Fiantika, Feny Rita Firmansyah, Frenza Fairuz Habibi, Ahmad Anas Hajar Istiqomah Hayiduerapu, Nihassuna Hermawan, Lendi Ike Hidayat, Siti Holifa Hidayatullah, Arfan Hikam, Fashia Ikhlasul Hikmah Ardiantika Sari Hobri Husain, Muhammad Imam Icha Shofia Karlita Ulfa Idhami, Tantri Cahya Indri Aprilianti Indri Aprilianti Jatmiko, Dhanar Dwi Hary Kamila Duwi Fatmawati Kamila Duwi Fatmawati Karima Salasari Karimah Salasari Karimah Salasari Khumayroh, Alfatikha Anik Lestari, Nurcholif Diah Sri Lioni Anka Monalisa, Lioni Anka Liski Roswita Dinia Luh Putu Indah Budyawati, Luh Putu Indah Lusiana, Fina Yatul Mahmudi, Kendid Manuel, Carlos Maulana, Muhammad Ilzam Misbahul Munir Mutrofin Mutrofin N Nuriman nabilatul hafidhoh Naziroh, Irmu Afin Niken Shofiana Dewi Nila Lestari Nila Lestari Nur Hamidah Nur Hamidah Nur Izzatun Nisa Liliyan Nur Izzatun Nisa Liliyan Nur Safrida, Lela Nurcholif Diah Sri Lestari Nuriani Dewi Novianti Nurmaharani, Rika Nurul Wahidah panglipur, indah rahayu Pirdausia, Noni Seftia Prastika, Sulia Anis Pratika Maharani Pratika Maharani Pratiwi, Gita Adelia Prayoga, Mohammad Evan Prayogo, Gilang Pribadi, Febrianti Priciliya, Sinta Putra, Falih Helmi Wibisono Qomariyah, Dinda Nurul Ramadhani, Ariel Bachtiar Randi Pratama Murtikusuma Rasyid, Irwan Hainur Reza Ambarwati Rika Nurmaharani Rima Dwi Oktaviani Rizka Amalia Febriyanti Rosanggreni, Bunga Yana Rusdiyana, Erine S Suharto S Sunardi S Susanto Saddam Hussen Safrida, Lela Safrida, S.Pd., M.Pd., Lela Nur Sahrita, Titis Sanawi, Ihsan Sandhi, Niluh Shindi Aprilia Saputri, Adillia Natasya Saputri, Risma Rintias Sari, Cindi Septia Sari, Maulifa Yunita Seli Wahyutini Khoiriyah Seli Wahyutini Khoiriyah Sholikhah, Mar’atus Sinta Priciliya Sofi Astri Sofia Novaliyanti Mahmuda Sofia Novaliyanti Mahmuda Solly Aryza Suharto Suharto Suhatini, Percoyo Unggul sulihah, nurfaizah titisari Sunardi sunardi sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi, Sunardi Suryandari, Nurlayli Dewi Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto, Susanto Susi Setiawani Titik Sugiarti Toto Bara Setiawan WIHARDJO, EDY Yufrida Septi Nindya Yunita, Nindya Wulan Zulnaidi, Hutkemri