p-Index From 2021 - 2026
7.762
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KADIKMA AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Saintifika AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Jurnal Elemen AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Tadris Matematika JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran ARITMATIKA: Jurnal Riset Pendidikan Matematika Ethnomathematics Journal Journal of Education Research Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Journal of Community Empowerment and Innovation Media Didaktika Pancaran Pendidikan SAINTIFIKA Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Jurnal Kabar Masyarakat Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Kreano, Jurnal Matematika Kreatif Inovatif Jurnal Tadris Matematika Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Jurnal Didaktik Matematika
Claim Missing Document
Check
Articles

Thinking Process of Mildly Retarded Students in Solving Square and Rectangle Contextual Problems Based on IDEAL Problem Solving Suwito, Abi; Annisa Istiqomah; Erfan Yudianto; Safrida, Lela; Susanto, Susanto; Reza Ambarwati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1614

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses berpikir siswa tunagrahita ringan dalam menyelesaikan masalah kontekstual persegi dan persegi panjang berdasarkan pemecahan masalah IDEAL. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 2 siswa tunagrahita ringan di SLB-C TPA Negeri 1 Branjangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti, soal tes, dan pedoman wawancara. Proses berpikir kedua subjek cenderung mengalami proses disequilibrium, asimilasi, akomodasi dan equilibrium pada lima tahap IDEAL. Subjek mengalami disequilibrium ketika subjek tidak dapat memahami maksud dari soal karena belum pernah menjumpai masalah kontekstual sebelumnya, mengalami asimilasi ketika subjek menjawab pertanyaan dari peneliti secara spontan, mengalami akomodasi ketika subjek dapat menjawab pertanyaan dengan benar yang awalnya salah, dan mengalami equilibrium ketika subjek mampu memahami serta menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar. Hasil penelitian ini berimplikasi bagi dunia Pendidikan khususnya sekolah yang memiliki siswa tunagrahita ringan dalam mendesain pembelajaran yang dapat memfasilitasi pemecahan masalah. Abstract The purpose of this research was to analyze the thought process of mildly retarded students in solving square and rectangular contextual problems based on IDEAL problem solving. This type of research was descriptive research with a qualitative approach. The subjects were 2 mildly retarded students at SLB-C TPA Negeri 1 Branjangan. The data collection methods used were tests and interviews. The instruments of this research were researchers, test questions, and interview guidelines. The thinking process of the two subjects tends to experience the process of disequilibrium, assimilation, accommodation and equilibrium at the five stages of IDEAL. The subject experienced disequilibrium when the subject could not understand the meaning of the problem because he had never encountered contextual problems before, experienced assimilation when the subject answered questions from the researcher spontaneously, experienced accommodation when the subject could answer questions correctly which were initially wrong, and experienced equilibrium when the subject was able to understand and answer the questions. The results of this study have implications for the world of education, especially schools with mildly retarded students in designing learning that can facilitate problem solving.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Maslaah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Dependent dan Field Independent Agustiningtyas, Iin Triana; Trapsilasiwi, Dinawati; Yudianto, Erfan; Fatahillah, Arif; Oktavianingtyas, Ervin
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika Vol. 6 No. 2 (2023): JRPIPM APRIL 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v6n2.p187-198

Abstract

Representasi matematis menjadi salah satu aspek penting dalam belajar matematika karena dengan kemampuan representasi matematis yang baik, dapat membantu memecahan permasalahan kompleks menjadi lebih sederhana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa Field Dependent (FD) dan Field Independent (FI) dalam menyelesaikan dua soal uraian persamaan garis. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-I SMP Negeri 1 Jember tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 10 siswa FD dan 19 siswa FI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyelesaiakan masalah, FD cenderung menggunakan dua indikator representasi matematis yaitu ekspresi matematis dan verbal. FD belum mampu memahami informasi yang diberikan pada soal dengan tepat sehingga, rencana penyelesaian yang dibuat tidak mengarah pada solusi. FI sudah mencakup tiga indikator representasi matematis yaitu visual berupa sketsa grafik titik potong sumbu-X dan sumbu-Y dengan tepat dan tabel untuk memperjelas masalah, ekspresi matematis berupa model matematika yang digunakan juga ditulis dengan runtut dan tepat serta representasi verbal yang digunakan berupa kesimpulan dan penjelasan langkah-langkah penyelesaian dari tes tulis juga dapat dijawab dengan baik menggunakan bahasanya sendiri. Selain itu, FI juga dapat menyelesaikan soal menggunakan alternatif penyelesaian lain.
Development of a Teaching Module Based on Ethnomathematics for Class VIII on Two-Dimentional Figure Material Qomariyah, Dinda Nurul; Sunardi, Sunardi; Yudianto, Erfan; Pambudi, Didik Sugeng; Rasyid, Irwan Hainur; Sukartini, Sukartini
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 1 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/1xxrdk29

Abstract

This research was motivated by students' difficulties in understanding mathematical concepts in the material of quadrilaterals and triangles. Therefore, researchers developed a teaching module to make it easier for students to understand mathematical concepts that suit student characteristics based on the ethnomathematics of typical batik found in the school environment. The aim of this research is to develop ethnomathematics-based teaching modules that are valid, practical, and effective. This research uses the Plomp development model. The subjects used in the trial class were class VIII B SMPN 1 Arjasa, using the random sampling method. Based on the results of the research analysis, it can be concluded that: 1) The ethnomathematics-based teaching module developed is valid, practical, and effective; 2) The teaching module that has been developed can help students understand the concept of flat shapes with a student completion percentage of 83.33% as well as student responses who are interested and happy to use the teaching module. The teaching module that has been developed can be used in mathematics learning for class VII middle school. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami konsep matematika pada materi segiempat dan segitiga. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan modul ajar untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep matematika yang sesuai dengan karakteristik siswa berdasarkan etnomatematika khas batik yang terdapat di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul ajar berbasis etnomatematika yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp. Subyek yang digunakan pada kelas uji coba adalah kelas VIII B SMPN 1 Arjasa, dengan menggunakan metode random sampling. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Modul ajar berbasis etnomatematika yang dikembangkan valid, praktis dan efektif; 2) Modul ajar yang dikembangkan dapat membantu siswa dalam memahami konsep bangun datar dengan persentase ketuntasan siswa sebesar 83,33% serta respon siswa yang tertarik dan senang menggunakan modul ajar. Modul ajar yang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika kelas VII SMP.
Analisis Teori Perilaku dalam Pembelajaran: Systematic Literature Review Panglipur, Indah Rahayu; Lestari, Nurcholif Diah Sri; Susanto, Susanto; Yudianto, Erfan
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.453

Abstract

Teori perilaku dalam pendidikan diterapkan melalui program dengan prinsip-prinsip behaviorisme, seperti penguatan positif dan negatif. Misalnya, penghargaan atau pujian diberikan untuk perilaku yang diinginkan, sementara tugas yang tidak disukai siswa dihilangkan ketika mereka menunjukkan perilaku baik. Namun, teori perilaku sering dikritik karena terlalu fokus pada perilaku yang dapat diamati dan kurang memperhatikan proses mental internal seperti motivasi, pemahaman, dan kreativitas. Pergeseran terlihat dengan munculnya teori pembelajaran kognitif dan konstruktivis yang menekankan peran aktif siswa dalam membangun pengetahuan mereka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis teori perilaku dalam pembelajaran dengan metode systematic literature reviewe. Kesimpulan bahwa teori perilaku dalam pendidikan dan kesehatan mental semakin relevan di era komputer dan internet saat ini. Perubahan perilaku yang disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi tidak didukung oleh fondasi kepribadian yang kuat, terutama dalam hal agama dan karakter. Degradasi moral dan masalah adaptasi sosial muncul sebagai hasilnya. Teori perilaku seperti kesadaran metakognitif sangat penting untuk membantu siswa belajar, terutama matematika. Siswa yang mampu berpikir secara metakognitif mungkin lebih percaya diri dalam menyelesaikan masalah. Selain itu, literasi digital memainkan peran penting dalam mengajarkan perilaku berpikir kritis dan kreatif sambil mempertahankan nilai-nilai sosial, emosional, dan spiritual. Di era metaverse, teknologi seperti augmented reality dan virtual reality meningkat dalam pengajaran
Problematika Pendidik Dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Sunardi; Erfan Yudianto; Nurcholif Diah Sri Lestari; Andini Luluk Nofitarini; Rima Dwi Oktaviani; nabilatul hafidhoh
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most classes in Indonesia are heterogeneous classes, which must be a challenge for educators in implementing this independent curriculum. Therefore, this study aims to describe the probematics of educators in implementing the independent curriculum. This type of research is descriptive qualitative with the subject of 16 educators at the secondary school level in Jember Regency. The instrument used is a questionnaire collected using the questionnaire method with google form media which contains 17 questions. Based on the results of the analysis, it was found that there were problems in implementing the independent curriculum, namely 1) Lack of training on the independent curriculum. 2) Difficulty formulating the flow of learning objectives. 3) Knowing the needs of individual students. 4) Carrying out assessments.
Pendampingan Masyarakat Buta Aksara Melalui Rumah Belajar di Gunung Pasang Kabupaten Jember Hikam, Fashia Ikhlasul; Yudianto, Erfan; Prayoga, Mohammad Evan; Pirdausia, Noni Seftia; Pratiwi, Gita Adelia; Hidayatullah, Arfan; Sari, Cindi Septia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): JPMII - April 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.313

Abstract

Buta aksara masih menjadi pekerjaan yang belum tuntas diselesaikan oleh pemerintah Indonesia sebagai upaya peningkatan pembangunan berkelanjutan Suistainable Development Goals (SDGs) 2030. Kabupaten Jember merupakan kabupaten dengan presentase buta aksara tertinggi mencapai 167.118 juta dengan usia produktif 15 hingga 59 tahun tersebar di 31 Kecamatan di Kabupaten Jember. Setelah dilakukan research mengenai beberapa daerah di Kabupaten Jember didapatkan salah satu informasi mengenai buta aksara yakni daerah Gunung Pasang desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Pada 30 Januari 2023 lalu, berkunjung ke daerah tersebut untuk memastikan informasi yang didapatkan. Berdasarkan hasil wawancara bersama pihak mitra didapatkan hasil yakni penyelenggaraan rumah belajar untuk meningkatkan angka melek aksara masyarakat di Gunung Pasang. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap tahap awal, tahap perancangan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Proses pembelajaran pada rumah belajar dilakukan secara indoor dan outing, kegiatan belajar yang dilakukan secara outing meliputi: pembelajaran seperti biasa menggunakan media pembelajaran di dalam ruangan, mini jelajah, mencocokkan gambar, melengkapi kata dari objek-objek, menghitung jumlah, dan menulis dan membacakan warna dengan alam.
Students Anticipation Profile at Rigor Level in Determining Papaya Tree Root Dimensions Erfan Yudianto; Sunardi Sunardi; Titik Sugiarti; Feny Rita Fiantika
Didaktik Matematika Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v8i1.19954

Abstract

Students with a rigor level of geometric thinking can analytically solve problems, yet the ability may not be readily observable. Thus, an example of how students solve problems merits explorations. Inspired by students problem solving, this study aimed to examine the students anticipatory profile in determining Papaya tree roots' dimensions. This qualitative research utilized tests and interview. Two tests were carried out: van Hiele geometric level grouping test for selecting the research participants and the report-based test for the actual project. Seventeen students took the van Hiele test, and one of them, who achieved the rigor level, was selected for the interview. Data obtained from the interview were then analyzed qualitatively. The study showed that students with a rigor level of geometric thinking anticipated analytically. The subject was able to explain a geometric problem systematically, starting from analyzing problems, clarifying detailss, to presenting arguments clearly and precisely. The findings in this study generate useful information for teachers who train their students to analyze a geometric problem correctly and adequately.
Profil Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Fungsi Komposisi melalui Model Pembelajaran Kolaboratif Icha Shofia Karlita Ulfa; Dinawati Trapsilasiwi; Erfan Yudianto
Didaktik Matematika Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v5i1.9972

Abstract

Critical thinking is one of the high-level thinking. Mathematics learning in globalization era usually uses critical thinking in solving problems. Mathematics is always thought as the difficult one to be learnt. This research will describe students critical thinking profile in solving the function of compositions through collaborative learning. This reseach can be used as the reference for teachers to recognize students critical thinking profile in their class, and also it can be used to motivate students to enhance their critical thinking ability. The critical thinking criterias are focus, reason, inference, situation, and overview. That criterias include eleven indicators. The type of collaborative learning in this research is Learning Together (LT). This research is descriptive with qualitative approach. The data were collected by documentation, observation, test, and interview. The subjects of this research are six students who are two high-achiever students, two medium-achiever students, and two low-achiever students from one of senior high school at Jember. High-achiever students can achieve all criterias of critical thinking and they dominate the role in learning and teaching activity. The medium-achiever students only fulfill focus in the first and second indicator, reason in the second, and inference, situation, clarity, and overview in the second indicator and also can join in the collaborative learning. While, the low-achiever students can only look to other students without get engaged actively in collaborative learning and only achieve focus in the first and second indicators of situation.
Antisipasi Ide Kreatif Mahasiswa Level Rigor dalam Menentukan Algoritma Benda Ruang Menggunakan Maple Erfan Yudianto
Didaktik Matematika Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v4i2.8369

Abstract

This research motivated by the desire of researchers to uncover the anticipation of student creative ideas Rigors level (accuracy) using the Maple program. The purpose of this research to analyze the anticipation of creative ideas by rigor level students (accuracy) in observing problems related to analytical geometry of space. The method used in this research is explorative qualitative research. Subject consists of three students with initials R1, R2, and R3. The results obtained that the subject of R3 tends to use the type of anticipatory analytics because they understand the problem what given well and use logical reasoning. While the subjects R1 and R2 more using the type of anticipatory explorative because it is still found trial and error activities in making algorithms of some parts of the form to be made. Students can create algorithms about what they see.
PROSES BERPIKIR SPASIAL SISWA TUNAGRAHITA PADA MATERI KUBUS MENGGUNAKAN ALAT PERAGA Maghfiroh, Sasqia Ulimaz; Febriyanto, Eko Yudi; Triyani, Dini; Achmad, Riza; Yudianto, Erfan
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir spasial merupakan aspek penting dimiliki siswa dalam menyelesaikan soal objek tiga dimensi. Siswa yang tidak mampu berpikir spasial dengan baik akan mengalami kesulitan, hal tersebut juga dapat dialami oleh siswa tunagrahita. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan data utama proses berpikir spasial siswa tunagrahita. Pemilihan subjek berdasarkan jenjang kelas yang sudah mempelajari materi kubus dan mampu membaca serta menulis sehingga subjek penelitian terdiri dari satu orang siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses berpikir siswa tunagrahita dalam memahami materi kubus berbantuan alat peraga. Penelitian ini dilakukan karena siswa tunagrahita memiliki keterbatasan intelektual dalam memahami konsep geometri yang abstrak, sehingga diperlukan analisis proses berpikir spasial dengan bantuan alat peraga untuk mengoptimalkan kemampuan visualisasi dan pemahaman matematis mereka. Indikator spasial pada penelitian ini meliputi visualisasi spasial, orientasi spasial dan relasi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek terpilih tergolong dalam kategori tunagrahita sedang berdasarkan tes psikologi. Proses berpikir spasial siswa tunagrahita sedang dapat dilihat bahwa siswa menjawab soal dengan benar setelah mengerjakan soal dengan tipe yang sama secara berulang. Rekomendasi penelitian selanjutnya yaitu melakukan kajian serupa pada kategori siswa tunagrahita lainnya dengan memastikan validasi kategori subjek untuk menyesuaikan tingkat kesulitan soal, serta memberikan contoh gambar berpetak atau garis putus-putus pada lembar jawaban untuk memudahkan siswa menebali.
Co-Authors Abi Suwito Abi Suwito Achmad, Riza Afifi, Rizky Nur Agustiningtyas, Iin Triana Aini, Novi Rosidatul Ambarwati, A Ambarwati, Reza Andini Luluk Nofitarini Annisa Istiqomah Annisa Istiqomah Annisatul Maghfiroh Arika Indah Kristiani Astri, Sofi Bayu Exsanty Aribowo Bayu Exsanty Aribowo Budianto, Trio Rhoma Cahya, Ine Clarita Cahyani, Ika Arum Cahyo, Rahmad Dwi Citra Wahyuningtyas Dewi, Mayra Fadhilla Dewi, Miya Ayu Kumala Dian Kurniati Didik Sugeng Pambudi Didik Sugeng Pambudi Dinar Aulia Wahyuningtyas Dinawati Trapsilasiwi Dita Bachtiar Diyanah, Hidayatud Edy Wihardjo Eko Yudi Febriyanto Eric Dwi Putra Ervin Oktavianingtyas Fajar, Fahmi Alan Farisa Nurillah fatmawati, kamila duwi Fazira, Shima Kunaza Febrianto, Eko Yudi Febriyanto, Eko Yudi Febriyanto, Eko Yudi Febriyanto Feny Rita Fiantika Firmansyah, Frenza Fairuz Habibi, Ahmad Anas Hajar Istiqomah Hanifah Rizki Mubarokah Hayiduerapu, Nihassuna Hermawan, Lendi Ike Hidayat, Siti Holifa Hidayatullah, Arfan Hikam, Fashia Ikhlasul Hikmah Ardiantika Sari Hobri Husain, Muhammad Imam Icha Shofia Karlita Ulfa Idhami, Tantri Cahya Indri Aprilianti Indri Aprilianti Ine Clarita Cahya Ivana Gabriella Jatmiko, Dhanar Dwi Hary Kamila Duwi Fatmawati Kamila Duwi Fatmawati Karima Salasari Karimah Salasari Karimah Salasari Khumayroh, Alfatikha Anik Khusnul Hotimatus Agustina Lela Safrida Lestari, Nurcholif Diah Sri Lioni Anka Monalisa, Lioni Anka Liski Roswita Dinia Lusiana, Fina Yatul Maghfiroh, Sasqia Ulimaz Manuel, Carlos Margaretha, Puspita Maya Maulana, Muhammad Ilzam Misbahul Munir Moh. Abqoriyun Nabighul Fahmi Mutrofin Mutrofin N Nuriman nabilatul hafidhoh Naziroh, Irmu Afin Niken Shofiana Dewi Nila Lestari Nila Lestari Nur Hamidah Nur Hamidah Nur Izzatun Nisa Liliyan Nur Izzatun Nisa Liliyan Nur Safrida, Lela Nurcholif Diah Sri Lestari Nuriani Dewi Novianti Nurmaharani, Rika Nurul Wahidah panglipur, indah rahayu Pirdausia, Noni Seftia Prastika, Sulia Anis Pratika Maharani Pratika Maharani Pratiwi, Gita Adelia Prayoga, Mohammad Evan Prayogo, Gilang Pribadi, Febrianti Priciliya, Sinta Puspita Maya Margaretha Putra, Falih Helmi Wibisono Qomariyah, Dinda Nurul Ramadhani, Ariel Bachtiar Randi Pratama Murtikusuma Rasyid, Irwan Hainur Reza Ambarwati Reza Ambarwati Rika Nurmaharani Rima Dwi Oktaviani Rizka Amalia Febriyanti Robiatul Adawiyah Rosanggreni, Bunga Yana Rusdiyana, Erine S Suharto S Sunardi S Susanto Saddam Hussen Safrida, Lela Sahrita, Titis Sanawi, Ihsan Sandhi, Niluh Shindi Aprilia Saputri, Adillia Natasya Saputri, Risma Rintias Sari, Cindi Septia Sari, Maulifa Yunita Sasqia Ulimaz Maghfiroh Seli Wahyutini Khoiriyah Seli Wahyutini Khoiriyah Sholikhah, Mar’atus Sinta Priciliya Sofi Astri Sofia Novaliyanti Mahmuda Sofia Novaliyanti Mahmuda Suharto Suharto Suhatini, Percoyo Unggul sulihah, nurfaizah titisari Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi sunardi sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi Sunardi, Sunardi Suryandari, Nurlayli Dewi Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto Susanto, Susanto Susi Setiawani Titik Sugiarti Toto Bara Setiawan Triyani, Dini WIHARDJO, EDY Yufrida Septi Nindya Yunita, Nindya Wulan Ziefa Fitria Noviyanti Thifal Rif’at Zulfi Nayyiroh Zulnaidi, Hutkemri