Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

KONTRIBUSI MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INGGRIS MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING STKIP NIAS SELATAN LAIA, BESTARI
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 6 No 1 (2018): Vol. 6. No.1 Oktober 2018
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2561.629 KB)

Abstract

Thi research is motivated by the background of the lack of enthusiasm in learning, passivity in the learning process, shame in conveying what is in his mind, etc. in addition, students do not achieve the expected competencies in each meeting. Based on the background of the problem, the formulation of the problem is how much is the contribution of motivation and interest in learning to the ability of the english speaking of the Guidance and Counseling Students, STKIP South Nias? The type of the research used is quantitative research with descriptive-correlational research approach. The sample of the study were 79 students. The research instrument is a questionnaire. Hypothesis testing is done using simple and multiple linear regression formulas. Based on the results of data analysis, the results of multiple regression analysis variables X1 and Variable X2 on variable Y shows that Tcount of motivation and interest in learning is 6,343 and 5,884 with a significant level of 0,000 and t table is 1,990, this means that tcount > t table then Ha is accepted, meaning a significant regression coefficient. Thus, it can be concluded that there are significant contributions to motivation and interest in learning in English speaking skill of the Guidance and Counseling Students, STKIP South Nias.
SOCIAL INJUSTICE IN STELLA KNIGHTLEY’S NOVEL GIRL BEHIND THE MASK Bestari Laia
Jurnal Education and Development Vol 7 No 4 (2019): Vol.7.No.4.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.123 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i4.1434

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil dari penelitian kualitatif sastra atas pengalaman sedih oleh pelaku utama, Lusiana yang ditulis oleh Stella Knightley, penulis 26 novel yang memuat cerita percintaan sebaya yang tumbuh di bagian barat British dan tinggal di London. Lusiana adalah seorang pelaku utama yang datang dari sebuah keluarga pedagang dan merasakan penderitaan batin sebagai hasil kecongkakkan ayahnya yang menjaganya dengan ketat. Ketidakadilan mulai ketika dia masih berumur dibawah 13 tahun dan ketika ibunya meninggal dari Plaque, Venice. Lusiana biasanya diasingkan dari lingkungan sosial mereka, lingkungan pendidikan formal, dan percintaan. Meskipun Lusiana mencoba menyenangkan dirinya dengan belajar dari buku yang diberikan gurunya dan menjahit. Lusiana belajar banyak tentang kehidupan sekitarnya lebih dulu berakhir, dia meninggal di biara dengan umur yang muda. Dia meninggal meninggalkan kesedihan yang dialaminya. Nasib dialami oleh Lusiana adalah tidak hanya jarang tetapi sudah banyak terjadi. Ini akan terjadi ketika kesombongan/keangkuhan menjaga anak yang terlalu ketat.
MOTIVASI DAN BUDAYA BERBAHASA INGGRIS MASYARAKAT DAERAH TUJUAN WISATA TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK DI TINGKAT SLTA (STUDI KASUS: DESA LAGUNDRI-DESA SORAKE- DESA BAWOMATALUO) Bestari Laia; Eka Periaman Zai
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.183 KB)

Abstract

Mastering English is the same as making life easier for opportunities to work and communicate with other people around the world. Mastering English is not an easy thing for beginners but with high motivation it can be achieved. English is needed anywhere, especially tourist destinations. South Nias is one of the areas known to have traditional houses, stone jumping, war dance, white sand, big waves, traditional souvenirs, and so on. This place is often visited by local tourists and even foreign tourists. Of course, the surrounding community is expected to be able to speak English well. The methodology in this study is a qualitative research method. The instrument in this study was a questionnaire in the form of a questionnaire. Data collection was carried out in September 2020. The research subjects were high school students in three villages, namely Bawomataluo Village, Lagundri Village and Sorake Village. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the motivation to speak English is caused by internal and external factors. Internal factors are appeared because of the individual's desire to have achievements and responsibilities in its life. Meanwhile, esternal factors are appeared because of external roles, which also determine a person's behavior in life. There are 3 (three) motivations that appear in tourist destinations, namely because of the need, hope and condition; English-speaking culture in tourist destination is based on the emergence of habits of interacting and communicating with each other so that it becomes a habit that requires mastering; Motivation and English speaking culture in tourist destination areas for language development of children at the senior high school level are very important to be able to interact and communicate with visitors, especially tourists who travel to tourist destinations. Suggestions, the public must be aware that one part of service to tourists is being able to communicate in their language or the language they know; The presence of English language institutions / communities / courses / training in tourist destinations are very beneficial for the community in general and children in particular.
DAMPAK PUNISHMENT DAN REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK NEGERI DI KABUPATEN NIAS SELATAN I Gede Ratnaya; Bestari Laia; Ni Luh Ika Windayani; Ni Wayan Risna Dewi
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 2 (2024): Vol 12 No 2 Mei 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i2.5758

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak punishment dan reward terhadap motivasi belajar siswa di SMK Negeri. Jenis penelitian yang digunakan yakni jenis penelitian kuantitatif melalui pendekatan asosiatif (korelasional). Populasi penelitian ini seluruh siswa SMK Negeri yang berjumlah 646 orang. Sampel penelitian 10% dari jumlah populasi 646 siswa yaitu 64,6 atau dibulatkan 65. Hasil penelitian menunjukkan, berdasarkan hasil analisis data penelitian Nilai thitung=4,536>ttabel=1,999 atau Ha diterima.Hasil Fh= 15,36 nilai ini selanjutnya dikonsultasikan dengan F tabel (Ft) dengan dk pembilang = k = 2 dan dk penyebut = (n-k-1) = (65-2-1) = 62 dengan taraf kesalahan yang ditetapkan 5%, maka diperoleh Ftabel = 3,11. Sehingga diperoleh Fh>Ft (15,36>3,11), maka dari hasil perhitungan di atas diketahui punishment dan reward secara bersamaan berdampak secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Kesimpulan pemberian punishment dapat menertibkan siswa yang mengganggu proses pembelajaran dan mencegah berbagai pelanggaran terhadap peraturan atau sebagai tindakan peringatan, sehingga siswa dapat lebih terfokus dalam belajar. Pemberian reward akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga siswa lebih semangat untuk belajar. Penempatan punishment dan reward secara tepat dapat menjadi motivasi tersendiri bagi peserta didik dalam menumbuh kembangkan motivasi belajar siswa. Saran, hendaknya guru dalam memberikan reward dan punishment dilakukan secara tepat sesuai dengan kemampuan dan kesalahan siswa. Dan Hendaknya sekolah mengupayakan untuk memberikan fasilitas yang lebih baik dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman demi menunjang proses belajar siswa, dengan adanya fasilitas akan meningkatkan motivasi belajar siswa.
PROFIL PANCASILA DI SEKOLAH DITINJAU DARI PERSPEKTIF FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA Bestari Laia; I Wayan Suastra
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil pelajar pancasila mempunyai peran dalam meningkatkan pengembangan karakter pada peserta didik. Peserta didik yang memiliki karakter yang terdapat dalam profil pelajar pancasila dapat menjadi peserta didik yang bernilai guna. Namun dikarenakan masih terlalu minim pengetahuan peserta didik mengenai profil pelajar pancasila, sehingga peserta didik belum terlalu paham keseluruhan mengenai apa yang dimaksud dengan profil pelajar pancasila. Dan lagi juga masih terlalu sedikit sekolah-sekolah yang memperkenalkan dan mengimplementasikan mengenai profil pelajar pancasila. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditetapkan 6 (enam) profil Pelajar Pancasila yang harus ditumbuhkembangkan di antara peserta didik saat ini: (1) berkebinekaan global, (2) bergotong royong, (3) kreatif, (4) bernalar kritis, (5) mandiri, dan (6) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak. Keenam profil tersebut dikaji dalam perspektif Ki Hajar Dewantara. Dasar yang paling penting dalam pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah adanya persamaan persepsi antara penegak atau pemimpin pendidikan tentang arti “mendidik” itu sendiri. Beliau menyatakan bahwa mendidik itu bersifat humanisasi, yakni mendidik adalah proses memanusiakan manusia dengan adanya pendidikan diharapkan derajat hidup manusia bisa bergerak vertikal ke atas ke taraf insani yang lebih baik dari sebelumnya
Co-Authors Amaano Fau Anita Zagoto Arifin Arifin Arifin Arifin Aturkian Laia Aziz Prasetio Baspuri Luahambowo Baziduhu Laia Buulolo, Endang Mei Indrawati Bu’ulolo, Peningkatan Bu’ulolo, Saferius Daeli, Bonifasi Dakhi, Sridelli Dao, Gregorius Dewi, Ni Wayan Risna DUHA, AGUSTINUS Duha, Maria Magdalena Emarni Molo Exfristin Wau Fau, Helnanirma S. Fau, Yohanna Theresia Venty Fa’ana, Riminta Firdaus Laia Gaho, Jidarahati Gaurifa, Disayangi Gee, Efrata Giawa, Norbert Notaris Gori, Yuwinda Gowasa, Ferdin Gulo , Deliyunus Gulo, Hesti Putra Jaya Harefa, Darmawan Harita, Akuardin Hulu, Fatolosa Hulu, Satamani Hunaepi, Hunaepi I Gede Ratnaya I Made Sutajaya I Putu Sriartha I Wayan Suastra Imam Subayil Jean Imaniar Djara Jefrin Kristian Zebua Kaminudin Telaumbanua Kristiurman Jaya Mendrofa Laia , Askarman Laia, Yaredi Lase , Indah Permata Sari Lase, ndah Permata Sari Lies Dian Marsa Ndraha MARIA BINTANG Martiman Suazisiwa Sarumaha Mastawati Ndruru Mudana, Wayan Murnihati Sarumaha Ndruru, Berkat Iman Ndruru, Herman Ndruru, Mastawati Ni Luh Ika Windayani Ni Luh Ika Windayani Ni Luh Ika Windayani Ni Luh Ika Windayani Ni Wayan Risna Dewi Ni Wayan Risna Dewi Ni Wayan Risna Dewi Ni Wayan Risna Dewi Novialdi, Andrian Nurhayu Handayani Putri Putu Kerti Nitiasih Putu Nanci Riastini Raharjo Raharjo Ria Isabella Br Ginting Risna Dewi, Ni Wayan Samanoi Halowo Fau Sesilianus Fau Simanullang, Nursari R. Sri Florina Laurence Zagoto Tafonao, Aluiwaauri Tanjung, Henra Saputra Telaumbanua, Tatema Warae, Ya’atulo Wayan Mudana Windayani, Ni Luh Ika Yasozanolo Gaho Yurmanius Waruwu Zagoto, Sri Florina L. ZAI, EKA PERIAMAN ZALUKHU, MERRI CHRISTINA Zendrato, Dian Hati Ziraluo, Merdina Zul Firman