Claim Missing Document
Check
Articles

MODELANALISIS GEO-SPASIAL PENENTUAN JALUR TRANSPORTASI INDUSTRI CRUDE PALM OILMENGGUNAKAN ALGORITMA DJIKSTRA Gunarta, I Ketut; Eriyatno, Eriyatno; Mitfah, Anas
Industrial and Systems Engineering Assessment Journal (INASEA) Vol 13, No 1 (2012): INASEA Vol. 13 No. 1
Publisher : Industrial and Systems Engineering Assessment Journal (INASEA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Product transportationforcrude palm oil is a complex problem. The complexity is caused by the spread of the location of the oil palm plantationsand mills, the current and potential transportation network, the capacity constraint of each oil factory, the perishable characteristics of the product, the limited of port and port capacity which also depends on their geographical location and the supply fluctuation from plantationsto the factories due to their age.This paper will give an alternative solution which has not yet discussed in the earlier publications by providing a decision alternative related to product transportation from oil mills to ports using GIS based network analyst. The solution is a decision support system that integrate GIS and shortest path model. Spatial decision support system which has built have the capability to accomodate transportation network condition to find the best path from oil mills to the portswhich can be used for further decision making.This research shows that the short distance is not always as the fastest path and the lowest cost due to the condition of the network. The selection of development strategy in CPO agroindustry and the improvement of transportation infrastructures will be able to improve the performance of CPO industry significantly.
ANALISIS RESPON PEMANGKU KEPENTINGAN DI DAERAH TERHADAP KEBIJAKAN HUTAN TANAMAN RAKYAT Herawati, Tuti; Wijayanto, Nurheni; Saharuddin, Saharuddin; Eriyatno, Eriyatno
ISSN 0216-0897
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis respon para pemangku kepentingan di daerah terhadap kebijakan Hutan Tanaman Rakyat. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantifikasi data kualitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan tingginya potensi pengembangan kegiatan HTR, yaitu di Provinsi Kalimantan Selatan dan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Kalimantan Selatan, khususnya mereka yang telah terlibat dalam pengembangan tanaman kehutanan memiliki minat yang tinggi untuk menjadi peserta program HTR. Sedangkan masyarakat di Riau kurang berminat terhadap program penanaman tanaman kehutanan, disebabkan adanya pengalaman buruk di masa sebelumnya. Para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten yang terdiri dari pihak pemerintah daerah dan swasta menyambut baik program tersebut, dan mendukung terselenggaranya program sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Berdasarkan hasil analisis stakeholder diketahui bahwa terdapat sejumlah pemangku kepentingan di daerah yang memiliki posisi dan pengaruh penting untuk keberhasilan program. Hal ini berimplikasi bahwa para pengambil kebijakan di tingkat pusat harus mempertimbangkan aspirasi mereka untuk mewujudkan keberhasilan program HTR.
Development Model of Renewable Energy Policy Based On Social Forestry For Sustainable Biomass Industry Sadirsan, Erwin Susanto; Siregar, Hermanto; Eriyatno, Eriyatno; Legowo, Evita H.
Journal of S&T Policy and R&D Management Vol 12, No 1 (2014): Journal of S&T Policy and R&D Management
Publisher : Pusat Penelitian Perkembangan Iptek, LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Renewable energy development strengthened due to considering Energy Act number 30 year 2007 article 21. Presidential Decree No. 5, 2006, mandate the target energy mix by 2025 to be 17% for new and renewable energy. Companies can contribute in terms of investment as Corporate Social Responsibility for Community Development interests. This study aimed to (1) formulate the development of renewable energy policy models, in particular biomass for rural electrification, (2) formulate the factors that influence the price of feed in tariff policy, in particular wood based biomass, (3) design the role of social forestry for raw materials biopelet industry in a sustainable supply chain. Research methods used techniques of Soft Systems Methodology, in the form of case studies supported by the literature to provide an alternative approach to solve the problems faced by leaders in the Indonesian Mining Company.
IDENTIFIKASI FAKTOR KUNCI KRISIS PADA TATANIAGA GARAM KONSUMSI DI INDONESIA MENGGUNAKAN PROSES JEJARING ANALITIK (ANALYTIC NETWORK PROCESS Herman, Sidik; ., Eriyatno; Noor, Erliza; Mulyadi2, Dedi
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.526 KB)

Abstract

Garam konsumsi adalah komoditi yang secara terus menerus dibutuhkan oleh seluruh masyarakat. untuk memberi cita rasa asin pada makanan. Karena fungsinya tidak bisa digantikan, maka garam konsumsi masuk kedalam kelompok komoditi strategis yang diatur tata niaganya untuk menjaga kestabilan pasokan di masyarakat. Dalam mengatur tata niaga garam konsumsi ini diperlukan informasi potensi krisis yang secara signifikan dapat mempengaruhi setiap kelembagaan sepanjang rantai pasokan dalam menjalankan fungsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan faktor kunci penyebab krisis pada tataniaga garam nasional menggunakan metode Proses Jejaring Analitik (Analytic Network Process / ANP). ANP adalah metode pengambilan keputusan dengan banyak kriteria yang saling terkait. Permasalahan direpresentasikan dalam sebuah sistem dengan ketergantungan (dependence) dan umpan balik (feedback). Keterkaitan yang terdapat pada metode ANP adalah keterkaitan dalam satu set elemen (node comparison) dan keterkaitan terhadap elemen yang berbeda (cluster comparison). Penggunaan metode ANP akan menghasilkan bobot nilai prioritas pada seluruh elemen yang terdapat dalam sistem pengambilan keputusan. Melalui penelitian ini teridentifikasi 5 klaster utama yaitu pelaku pada tataniaga garam, ekonomi, teknologi dan inovasi, social - politik dan lingkungan. Dalam seluruh klaster tersebut terdapat 24 faktor yang memiliki kecenderungan menjadi pemicu krisis. Dengan menggunakan ANP teridentifikasi 6 faktor dengan bobot paling dominan yaitu: harga garam (0,3159), cuaca (0,4221), perusahaan garam (0,2303), regulasi tata niaga (0,3781) dan inovasi baru (0,5382). Kata kunci: Pengambilan Keputusan, Faktor Kunci Krisis, Tataniaga Garam, ANP 
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN KEBIJAKAN REFORMASI PERPAJAKAN (Studi Kasus pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus) Sumardjito, Herry; Daryanto, Arief; Hubeis, Musa; Eriyatno, Eriyatno
Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Badan kebijakan Fiskal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31685/kek.v16i1.22

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas pelaksanaan kebijakan reformasi perpajakan terhadap kinerja pegawai pajak dan dampaknya terhadap penerimaan pajak, dengan mengambil kasus pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus. Reformasi perpajakan telah dilakukan sejak tahun 2002, sebagai amanat UU Nomor 25 Tahun 2002. Kinerja DJP belum optimal, sehingga diperlukan upaya meningkatkan penerimaan dari sektor perpajakan dan peningkatan tax ratio.' Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi dan mengkaji hal-hal yang sudah dilakukan terkait dengan reformasi perpajakan dan sejauhmana penerapannya, (2) mengkaji efektivitas penerapan reformasi perpajakan terhadap peningkatan kinerja pegawai dan dampaknya terhadap penerimaan pajak, dan (3) memberikan rekomendasi agar reformasi perpajakan dapat diterapkan secara optimal. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan korelasional, serta sebab akibat dengan menggunakan analisis deskriptif dan ekonometrika (model regresi logistik). Menggunakan data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini mengkaji beberapa faktor penting yang diprediksi berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Kinerja pegawai yang dicerminkan oleh peubah terikat Indikator Kinerja (IK) secara keseluruhan. Secara umum pelaksanaan kebijakan reformasi perpajakan belum meningkatkan kinerja pegawai DJP dan penerimaan pajak secara signifikan, sehingga pelaksanaan kebijakan reformasi perpajakan masih perlu ditingkatkan.
MODEL KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOTA TANGERANG SELATAN MENUJU KOTA BERKELANJUTAN Aprianto, Heri; Eriyatno, Eriyatno; Rustiadi, Ernan; Mawardi, Ikhwanuddin
Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT), Kementerian PUPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.819 KB)

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk dan ekonomi di kota-kota besar tentunya diiringi dengan peningkatan kegiatannya.Pada titik tertentu akhirnya akan menimbulkan berbagai masalah perkotaan, seperti ketidakseimbangan suplai dankebutuhan lahan, pencemaran, banjir, kemacetan, dan konflik masyarakat. Upaya mengatasi timbulnya permasalahan,salah satunya dengan pembangunan kota baru. Pembangunan kota baru di Indonesia telah menjadi isu utama dan sudahditerapkan. Namun yang terjadi perkembangan kota baru belum sepenuhnya menunjukkan hasil yang menggembirakan,karena yang terjadi adalah sebagian besar hanya memindahkan permasalahan yang ada dari kota-kota besar ke kota-kotabaru, baik masalah fisik maupun sosial ekonomi. Sebagai salah satu contoh adalah Kota Tangerang Selatan, dimana kotaini masih berorientasi pada pengembangan aspek ekonomi saja. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arahan kebijakanpengembangan kota berkelanjutan, suatu model kebijakan yang mengharmonisasikan tatanan ekonomi, tatanan ekologis,dan tatanan sosial untuk mewujudkan pengembangan kota yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah sistemdinamis. Sistem dinamis adalah suatu metodologi untuk mengelola sistem-sistem umpan balik yang kompleks denganmempertimbangkan faktor waktu. Hasil simulasi dari beberapa skenario, maka terpilih skenario yang mengimbangkanantar aspek pembangunan berkelanjutan dan mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan sebagai skenario prioritas.
Economic Development of Mangosteen Agro-Industry Based on Sustainability Oryzanti, Parwa; Rustiadi, Ernan; Eriyatno, Eriyatno; Rochman, Nurul Taufiqu
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 12, No 1 (2019): March 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v12i1.17677

Abstract

The concept of developing agro-industry based agropolitan area for Mangosteen Peel Extract is  a solution to create the high added value and to increase people’s income in the area. Agro-industry development in agropolitan areas by optimizing the local strategic commodities is a breakthrough to support  the regional economy growth to be sustainable, so it is common in accordance with the potential regional leading commodities. The aim of this research is to analyze the sustainability of the area and to assess the feasibility of mangosteen agro-industry investment. The results of analysis show that the level of sustainability of technological and infrastructure, economic, social, and environmental and technological aspects are categorized as less sustainable with the sustainability index ranging from 34.12% to 49.96%. While the policy aspects in the development of Karacak agropolitan area are categorized as unsustainable with the sustainability index of 22.31%. The results of the feasibility analysis show that the capsulated agro-industrial product of mangosteen peel extract have greater opportunity to attract the investors because it is feasible with NPV value of Rp 17,690,067,855 and the added value of Rp 90,833/ kg of raw materials.
Perancangan Model Integrasi Manajemen Kebijakan Outsourcing dalam Perspektif Hubungan Industrial Riyanto, Agus; Eriyatno, Eriyatno; Pasaribu, Bomer; Maulana, Agus
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 13, No 1 (2014)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3177.08 KB) | DOI: 10.12695/jmt.2014.13.1.7

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian adalah merancang model integrasi manajemen kebijakan outsourcing dalam perspektif hubungan industrial untuk menciptakan harmonisasi aspek sosial budaya, ekonomi, dan hukum. Implementasi model ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja, keuntungan bagi perkembangan industri, dan memberikan manfaat bagi pemerintah. Penelitian ini diawali dengan observasi untuk mengidentifikasi kondisi empiris praktik outsourcing dari perspektif industri, pemerintah, dan serikat pekerja. Hasil identifikasi masalah dianalisis untuk merancang model integrasi manajemen kebijakan outsourcing untuk mencapai hubungan industrial yang harmonis. Metode yang digunakan adalah Soft System Methodology (SSM). Data dikumpulkan melalui Fokus Group Discussion (FGD), In Depth Interview (IDI) dan survei pakar. Teknik analisis menggunakan analisis CATWOE (Customer, Actor, Transformation, World view, Owner, Environment constraint),Business Process Management (BPM), Analytical Network Process (ANP), Strategic Assumption Surfacing and Testing (SAST). Model dirancang melalui SSM Learning Model yang bertujuan untuk merancang Purposeful Activity Models (PAM). Model Integrasi Manajemen Kebijakan Outsourcing sebagai sistem manajemen outsourcing terpadu yang melibatkan stakeholder dalam perencanaan, yaitu pengawasan, pembinaan dan penindakan untuk minimalisasi konflik. Implikasi model adalah penguatan Trilogi Hubungan Industrial, yaitu kesejahteraan pekerja, keamanan dan keberlanjutan untuk perusahaan serta iklim yang kondusif dan pendapatan bagi pemerintah.Kata kunci: Hubungan Industrial, Outsourcing, Soft Systems Methodology, ANP, Trilogi Hhubungan Industrial Abstract. This research objective is to design an outsourcing policy management integration model in industrial relation perspective in order to harmonize social, cultural, economic and legal aspects. The model is expected to improve welfare for workers, profit for industrial development, and provide benefit for the government.This research was initiated by field observation to analyze empirical condition on current outsourcing practices from the view of industries, government, and the workforce themselves along with their labor union. The result of problem identification was then analyzed to obtain outsourcing policy management integration model in order to build harmonious industrial relation. The method used was Soft System Methodology (SSM). Data were collected through FGD, IDI, and expert survey. Technique analysis was conducted through analysis CATWOE (Customer, Actor, Transformation, World-view, Owner, Environment constraint ), Analytical Network Process (ANP), Strategic Assumption Surfacing and Testing (SAST), through SSM Learning Models aiming to design Purposeful Activity Models (PAM). The Integration Management of Outsourcing Policy Model to perfom comprehensive management outsourcing system involving stakeholders in planning, supervision, guidance and enforcement to minimize conflict. The implication of modeling result is strong industrial relation trilogy; namely welfare for workers, security and sustainability for companies, conducive climate and benefits for the government.Keywords: Industrial Relations, Outsourcing, Soft Systems Methodology, ANP, Trilogy Industrial Relation
Developing the Model of National Qualification Framework: A Case Study for Fifth Level in Tours and Travel Diploma Silitonga, Parlagutan; Eriyatno, Eriyatno; Sukandar, Dadang; Panjaitan, Nurmala
Jurnal Manajemen Teknologi Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : SBM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main goal of this paper is to obtain the model of fifth level of national qualification framework (NQF) in tours and travel diploma. The soft system methodology  is applied by using some methods. They are analytic network process (ANP), root definition, rich picture, elements and their interrelationships. The experts confirmed the model of fifth level qualification can be obtained, provided that Ministry of Tourism develop the scheme together with National Certification Authority. The approved scheme endorsed by Ministry of Education to be implemented in tourism college. Meanwhile, Education National Standard Body shall issue the guidelines for the scheme. The Higher Education Accreditation Body refers to this scheme during accreditation     process. The college conducts the planning, execution on the scheme based on competence training and assessment. On the other hand student shall proactive  to practice and prove their ability and competencies. The Ministry of labour issuing the recruitment and remuneration guidelines for qualification, while tours and travel companies inform student about the job vacancy.Key words: Assessment, diploma, Level of qualification,scheme,Tours and  Travel
AGRO-INDUSTRIAL SUPPLY CHAIN DEVELOPMENT WITH CLUSTER SYSTEM APPROACH: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW AND FUTURE RESEARCH Sofiyessi, Ermia; Marimin, Marimin; Eriyatno, Eriyatno; Sutrisno, Sutrisno
International Journal of Supply Chain Management Vol 8, No 4 (2019): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.651 KB)

Abstract

A supply chain is defined as strategic framework which based on network structure, business process and management components. Information and knowledge sharing along with power are focus of relationship mechanism. The purpose of this literature study was to identify factors which influenced in developing of Agro-industrial supply chain with cluster system approach. All this characteristic and possibilities are main areas of interest in cluster concept. The interaction between actors in the supply chain and with other institutions that are mutually synergistic and competing in the proper flow of information within a region transformed through a cluster system approach. The concepts of cluster system indicated efficient instrument to achieve value chain effectiveness and competitive advantages along the supply chain. Through the supply chain and Agro-industrial cluster, collaboration can be definitely increase the competitive advantages of stakeholder which are the key to survive and development of many economic entities and enterprises. Through the cluster system approach, it can identify institutional policies barriers and economic evaluation determinant of the region in the management of Agro-industrial supply chain. The production of high value added of product in the existence of value chain indicated that supply chain management concepts has successfully been implemented within the cluster management system. Keywords cluster system, Agro-industrial, supply chain management, competitive advantages, institutional barriers
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Affandi, M.Joko Aji Hermawan Anas Miftah Fauzi Anas Mitfah Anggraini Sukmawati Aprianto, Heri Arief Daryanto Arief Safari Arif Satria Asep Sapei B. S. Kusmuljono Bambang S. Kusmuljono Bintang Akbar MB Bomer Pasaribu Bunasor Sanim CHANDRA INDRAWANTO D Agoes Goenawan D. Agus Goenawan Dadan Umar Daihani Dadang Sukandar Dedi Budiman Hakim Dedi Mulyadi2, Dedi Dino Rimantho Eka Intan Kumala Putri Erliza Noor Ernan Rustiadi Erwin Susanto Sadirsan Erwin Susanto Sadirsan Evita H Legowo Evita H. Legowo Fadjar Sofyar Gunawan Sumodiningrat Hadi Susilo Arifin Handojo Kristyanto HC Royke Singgih Hefni Effendi Hendrastuti Hendrastuti Heny K Daryanto Heri Apriyanto heri apriyanto Hermanto Siregar Hermanto Siregar Husain, Aryanto I Ketut Gunarta I Wayan Rusastra Ikhwanuddin Mawardi Ikhwanuddin Mawardi Iveline Anne Marie Johny Wahyuadi Soedarsono Joko Affandi Lala M Kolopaking M. Joko Affandi M. Joko Affandi M. Syamsul Maarif M.Yanuar J. Purwanto Machfud . Machfud Machfud MACHFUD MACHFUD Machfud Machfud Maliki Heru Santosa Marimin Marimin Maya Dewi Dyah Maharani Meika Syahbana Rusli Mirza Nirwansyah Muliaman D. Hadad Musa Hubeis Nastiti Siswi Indrasti Nicolaus Noywuli NOER SOETRISNO Nopi Hidayat Nopi Hidayat Nora H. Pandjaitan Noywuli, Nicolaus Nurfaida Nurfaida Nurheni Wijayanto Nurmala Panjaitan Nurul Taufiqu Rochman Oryzanti, Parwa Oteng Haridjaja Parlagutan Silitonga Parulian Hutagaol Rathoyo Rasdan Riyanto, Agus Safari, Arief Saharuddin Santun R.P. Sitorus Selna Adesetiani Sidik Herman, Sidik Sofiyessi, Ermia Suci Wulandari SUKARDI SUKARDI Sumardjito, Herry Sumardjo Sutrisno . Sutrisno, Sutrisno Syamsul Maarif Tajuddin Bantacut Teguh Adiprasetyo Tjiptogoro Dinarjo Soehari Trias Andati Tuti Herawati Widyo Gunadi Willy Susilo Willy Susilo Yandra Arkeman Yulia Pujiharti