Azwar Azwar
Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Association Between Cigarette Smoke Exposure and Hypertension Incidence in Managaisaki Public Health Center, Tolitoli District Sova Evie; Hasni Hasni; Novica Ariyanti Putri; Alfrida Semuel Ra'bung; Rahmat Kurniawan; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinarto; Azwar Azwar; Enggar Enggar
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2026): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v15i1.665

Abstract

Smoking remains a major global public health concern and is strongly associated with cardiovascular diseases. This study aimed to analyze the relationship between cigarette smoke exposure and hypertension incidence among residents in the working area of Managaisaki Public Health Center, Tolitoli District. This observational analytic study employed a cross-sectional design with 40 respondents. Independent variables included duration of exposure, type of cigarette, and carbon monoxide (CO) levels in the body, while hypertension incidence was the dependent variable. Data were analyzed using chi-square test, with p<0.05 considered statistically significant. The results showed that 60% of respondents had high smoke exposure, 55% were exposed to unfiltered cigarettes, and 45% had hypertension. Bivariate analysis revealed no significant relationship between duration of exposure (p=0.080) and type of cigarette (p=0.307) with hypertension. However, CO levels were significantly associated with hypertension (p=0.006), where respondents with high CO exposure were more likely to have hypertension. In conclusion, cigarette smoke exposure, particularly elevated CO levels, increases the risk of hypertension. These findings emphasize the importance of tobacco control measures and monitoring CO exposure as a preventive strategy against hypertension.
Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Pelatihan Pengukuran Antropometri dan Penilaian Status Gizi Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Dungingis Kabupaten Tolitoli Sova Evie; Hasni Hasni; Rahmat Kurniawan; Alfrida Semuel Ra’bung; Novica Ariyanti Putri; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinarto; Azwar Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.22705

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi pada balita, khususnya stunting dan wasting, masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kabupaten Tolitoli termasuk daerah dengan prevalensi stunting cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tolitoli tahun 2023 terdapat 136 (10,54%) kasus stunting dan 8 (0,62%) wasting dari 1.290 balita di wilayah kerja Puskesmas Dungingis. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri dan penilaian status gizi anak. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Dungingis, khususnya Desa Galumpang, dalam melakukan pengukuran antropometri menggunakan metode Z-Score pada balita upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan kepada 20 kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Dungingis. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan. Hasil yang didapatkan adalah pengetahuan kader mengenai stunting meningkat dari 45% menjadi 85%. Kader mendapatkan keterampilan dalam melakukan pengukuran antropometri dan interpretasi status gizi dengan metode Z-Score. Produk luaran berupa leaflet edukasi dan banner antropometri berhasil digunakan sebagai media pembelajaran. Kesimpulan: Pelatihan ini efektif meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam melakukan deteksi dini stunting. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi. Kata Kunci: Kader Posyandu, Antropometri, Status Gizi, Z-Score, Stunting.  ABSTRACT Nutritional problems in toddlers, particularly stunting and wasting, remain a public health challenge in Indonesia. Tolitoli Regency is among the areas with a relatively high prevalence of stunting. According to data from the Tolitoli District Health Office in 2023, there were 136 cases of stunting (10.54%) and 8 cases of wasting (0.62%) out of 1,290 toddlers in the working area of Dungingis Health Center. This condition is exacerbated by the limited skills of posyandu cadres in conducting anthropometric measurements and assessing children’s nutritional status. The purpose of this community service program was to improve the knowledge and skills of posyandu cadres in the Dungingis Health Center working area, particularly in Galumpang Village, in performing anthropometric measurements using the Z-Score method for toddlers as an effort to prevent stunting. The method applied was health education and training provided to 20 posyandu cadres across the Dungingis Health Center area. Evaluation was carried out through pre-test and post-test of knowledge as well as observation of skills. The results showed that cadres’ knowledge about stunting increased from 45% to 85%. They also acquired skills in conducting anthropometric measurements and interpreting nutritional status using the Z-Score method. The program produced educational outputs in the form of a leaflet and an anthropometry banner, which were successfully used as learning media. This training was effective in enhancing the capacity of posyandu cadres in the early detection of stunting. Similar programs are recommended for sustainable implementation in regions with a high prevalence of stunting. Keywords: Posyandu Cadres, Anthropometry, Nutritional Status, Z-Score, Stunting
Pelatihan Kader dan Screening Penyakit Tidak Menular Untuk Deteksi Dini Risiko Kardiovaskular di Kelurahan Nalu Novica Ariyanti Putri; Sova Evie; Hasni Hasni; Saman Saman; Dwi Yogyo Suswinaryo; Azwar Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26114

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, dan dislipidemia. Rendahnya pengetahuan masyarakat dan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini faktor risiko PTM menyebabkan upaya pencegahan penyakit kardiovaskular di masyarakat belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko PTM serta meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan screening PTM sederhana sebagai upaya deteksi dini penyakit kardiovaskular. Kegiatan dilakukan menggunakan metode pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif berupa edukasi kesehatan, pelatihan kader kesehatan, pendampingan, dan screening PTM secara door to door di Kelurahan Nalu Kabupaten Tolitoli. Peserta kegiatan terdiri dari 20 kader kesehatan dan masyarakat usia produktif serta lansia. Edukasi dilakukan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, leaflet, dan lembar balik edukasi. Pelatihan kader meliputi pengukuran tekanan darah, pengukuran tinggi badan, berat badan, dan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan mengenai faktor risiko PTM dengan nilai rata-rata meningkat dari 65 menjadi 85 setelah diberikan edukasi. Pelatihan kader kesehatan juga meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran tekanan darah, pengukuran TB dan BB, serta perhitungan IMT. Kegiatan screening PTM menunjukkan masih ditemukan masyarakat dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi dan obesitas. Edukasi kesehatan, pelatihan kader, dan screening PTM efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan serta mendukung deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular di masyarakat Kelurahan Nalu Kabupaten Tolitoli. Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Kader Kesehatan, Screening PTM, Penyakit Kardiovaskular, Edukasi Kesehatan.     ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are a leading cause of death, closely linked to an increased risk of cardiovascular diseases such as hypertension, diabetes mellitus, obesity, and dyslipidemia. Lack of public knowledge and skills of health cadres in early detection of NCD risk factors have resulted in suboptimal efforts to prevent cardiovascular disease in the community. This community service activity aims to increase public knowledge about NCD risk factors and improve the skills of health cadres in conducting simple NCD screenings as an effort to detect cardiovascular disease early. The activity was carried out using a community empowerment method through a promotive and preventive approach in the form of health education, health cadre training, mentoring, and door-to-door NCD screening in Nalu Village, Tolitoli Regency. Participants consisted of 20 health cadres and people of productive age and the elderly. Education was carried out using interactive lectures, discussions, leaflets, and educational flipcharts. Cadre training included blood pressure measurement, height measurement, weight measurement, and Body Mass Index (BMI) calculation. The results of the activity showed an increase in health cadres' knowledge about NCD risk factors, with an average score increasing from 65 to 85 after the education. Health cadre training also improved their skills in blood pressure measurements, height and weight measurements, and BMI calculations. Non-communicable disease (NCD) screening activities revealed that people still exhibited cardiovascular disease risk factors, such as high blood pressure and obesity. Health education, cadre training, and NCD screening effectively improved the knowledge and skills of health cadres and supported early detection of cardiovascular disease risk factors in the Nalu Village community, Tolitoli Regency. Keywords: Non-Communicable Diseases, Health Cadres, NCD Screening, Cardiovascular Disease, Health Education.
Pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa di Desa Buntuna Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Toli-Toli Dwi Yogyo Suswinarto; Saman Saman; Eli Saripah; Rahmat Kurniawan; Hasni Sova Evie; Novica Ariyanti Putri; Azwar Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24278

Abstract

ABSTRAK Saat ini kasus Orang dengan masalah Kejiwaan (ODMK) dan Orang dengan Gangguan jiwa (ODGJ) terus meningkat, Optimalisasi Upaya Kesehatan Jiwa bergeser dari Hospital mental health care mengarah pada Community mental health care. Untuk mendukung upaya berbasis masyarakat maka diperlukan adanya upaya Kesehatan jiwa pada tatanan Desa/Kelurahan. Semakin meningkatnya Kasus Gangguan jiwa, Kasus kekambuhan, kurangnya perhatian masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa di Masyarakat, peran Kader kesehatan jiwa yang  Belum Optimal , dukungan dan perhatian  dari  tokoh masyarakat serta aparat desa masih rendah. Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk Desa Siaga Sehat jiwa dengan target kegiatan Adanya sosialisasi tentang upaya kesehatan jiwa pada aparat desa dan tokoh masyarakat, Pelatihan Kader,  kader melakukan pendataan dan pembinaan kepada keluarga serta terbentuknya pengurus Desa Siaga Sehat Jiwa. Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan selama 3 Hari dari tanggal 31 Juli s/d 1 Agustus 2025, dengan rincian kegiatan; Sosialisasi Program Kesehatan jiwa didalam termasuk Desa Siaga Sehat Jiwa yang diikuti Tokoh Masyarakat, aparat desa dan Penanggung jawab program keswa Puskesmas, Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa diikuti oleh 18 kader, yang didahulu dengan pre test dan post Test dengan hasil nilai rata-rata Pre test 56 setelah pelatihan post test rata-rata 87, Pelaksanaan Pendataan  Deteksi kesehatan jiwa oleh kader telah didata  87 KK sebanyak 187 Jiwa dengan rincian hasil pendataan 134 sehat jiwa, resiko 54 jiwa dan 1 didapatkan mengalami gagguan jiwa. Serta pembentukan Pengurus Desa Siaga sehat Jiwa. Kesimpulan; Sosialisasi program Keswa pada tokoh masyarakat , pelatihan dan deteksi dini serta Desa siaga sehat jiwa telah terbentuk. Perlu pendampingan untuk kegiatan selanjutnya. Kata Kunci: Desa Siaga, Sehat Jiwa, Program Jiwa, Kesehatan Jiwa.  ABSTRACT Currently, cases of People with Mental Problems (ODMK) and People with Mental Disorders (ODGJ) continue to increase, Optimization of Mental Health Efforts is shifting from Hospital mental health care towards Community mental health care. To support community-based efforts, mental health efforts are needed at the Village/Sub-district level. The increasing cases of mental disorders, relapse cases, lack of public attention to people with mental disorders in the community, the role of mental health cadres is not optimal, support and attention from community leaders and village officials is still low. The purpose of this activity is to form a Mental Health Alert Village with the target of activities There is socialization about mental health efforts to village officials and community leaders, Cadre Training, cadres conduct data collection and guidance to families and the formation of Mental Health Alert Village administrators. The implementation of the activity was carried out for 3 days from July 31 to August 1, 2025, with details of activities; The socialization of the Mental Health Program within the Mental Health Alert Village was attended by Community Leaders, village officials, and the person in charge of the Community Health Center's mental health program. Mental Health Cadre Training was attended by 18 cadres, preceded by a pre-test and post-test with an average pre-test score of 56 after the training and an average post-test score of 87. The implementation of mental health detection data collection by cadres has recorded data on 87 families totaling 187 people with details of the data collection results: 134 mentally healthy, 54 at risk, and 1 found to have a mental disorder. As well as the formation of the Mental Health Alert Village Management. Conclusion: Socialization of the Mental Health Alert Village program to community leaders, training and early detection, and the formation of the Mental Health Alert Village have been completed. Assistance is needed for further activities. Keywords: Alert Village, Healthy Soul , Soul Program, Mental Health.
Co-Authors Abd Farid Lewa Ade Irma Yulianti Gunawan Adhyanti Adinda Adinda Agusrianto Alfrida Semuel Ra&#039;bung Alfrida Semuel Ra'bung Alfrida Semuel Ra'bung Aminuddin Aminudin Aminudin Amsal Andi Bungawati Andi Fatmawati Anna Veronica Pont Ansar Ansar Ansar Ansar Asrawaty Asrawaty Asri Widyayanti Azizah Saleh Baiq Emy Candriasih, Putu Christina Entoh Christine Christine Condeng, Baharuddin Dafrosia Darmi Manggasa Dedi Mahyudin Syam Diah Ayu Hartini Dian Kurniasari Dian Mega Listiawati Diana N. Sinurat Diana Nurhayati Sinurat Djadid Subchan Dwi Erma Kusumawati Dwi Kartika Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinarto Dwi Yogyo Suswinaryo Eka S. Riyanto Eka S. Riyanto Ekasari Dewi Pertiwi Elfyrah Faisal Enggar Enggar Erlina Erlina Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, Elvyrah Fajrillah Kolomboy Firdaus Hi Jahja Kunoli Gusman Hadina, Hadina Hadriani Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hanum Sasmita Hardin Hardin Hasbunsyah Hasbunsyah Hasdrini Hasdrini Hasdrini Hasnawati Hasnawati Hasni Hasni Hasni Hasni Hasni Hasni Hasni Sova Evie Hastuti Usman I Wayan Supetran Ibnu Anhar Indro Subagyo Irawati Tampuyak Irsanty Collein Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Lathifah Hanum Lili Suryani Linda Linda Linda Linda Lindanur Sipatu Lisda Widianti Longgupa Lisnawati Mardani Mangun Mardiani Mangun Masda Masda Masda Masda Masudin Masudin Masudin Masudin Mercy Joice Kaparang Moammar Safari Moh. Ikwan Mohamad Fadli Dg Patompo Mooammar Safari Muhammad Yani Muliani Musdalifah Zainuddin Mutiara Mutiara Nasrul Ndama, Metrys Ni Made Ridla Nilasanti Nirva Rantesigi Nitro Galenso Novarianti Novarianti Novica Arianti Putri Novica Ariyanti Putri Novica Ariyanti Putri Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurindah Nurindah Nurindah Nurindah Nurjaya Nurmiaty Nurmiaty Nuswatul Khaira Olkamien J. Longulo Pangaribuan, Helena Rahmat Kurniawan Rahmat Kurniawan Raoda Raoda Raoda Rina Tampake Ros Arianty Rugayah Said Rusneni Salman Salman Salman Saman Saman Saman Saman Saman Saman Saman Saman Saman Saripah, Eli Selvi Alfrida Mangundap Sigit M. Nuzul Silfia, Niluh Nita Siti Hadijah Batjo Siti Kusnul Khotimah Sitti Aminah Sony Bernike Magdalena Sitorus Sorpiyani Munthe Sova Evie Sri M. Hasan Sri Musriniawati Hasan Sri Restu Tempali Sri Sutiwi Sri Yanti Kusika Sriwanti Ambabunga Sudarman H Melangka, Yulianus Sukmawati Sukmawati Sumarni Sumarni Sumiaty Sumiaty Sumiaty Sumiaty Supriadi Supriadi Abd Malik Supriadi B. Syamsul Arifin T. Iskandar Faisal Taqwin Taqwin Tjitrowati Djaafar Tondong, Henrietta Imelda Wery Aslinda Widiya Ningsih Wijianto Yasmin H Yasmin H Yasmin H Zainul zubir zubir