Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Molucca Medica

DAMPAK PSIKOLOGIS PANDEMI COVID 19 PADA MAHASISWA Asriati Asriati; Lisda Oktavia Madu Pamangin
Molucca Medica Vol 15 No 2 (2022): VOLUME 15, NOMOR 2, OKTOBER 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i2.100

Abstract

Pandemi COVID-19 yang telah terjadi lebih dari satu tahun memberikan pengaruh psikologis pada mahasiswa akibat pembatasan sosial dengan pembelajaran jarak jauh. Siswa selama periode pandemi ternyata menunjukkan tingkat kecemasan, depresi dan stress yang jauh lebih tinggi dibandingkan siswa pada masa-masa normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stress dan sumber stress akibat pandemi seperti kehidupan akademik, pembatasan sosial, beban tugas, dan takut tertular covid pada mahasiswa Universitas Cenderawasih. Jenis penelitian menggunakan survey cross sectional, yang dilaksanakan Juni – Juli 2021. Sampel sebanyak 308 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang diambil menggunakan teknik propotional simple random sampling. Analisis data menggunakan Uji Kruskall-Wallis. Mayoritas mahasiswa mengalami tingkat stress sedang sebanyak 187 (60,71%) dan tingkat stress tinggi sebanyak 66 (21,43%). Sebanyak 142 (60,2%) mahasiswa perempuan mengalami tingkat stress sedang dan sebanyak 57 (24,1%) mengalami stress tinggi. Sebanyak 45 (62,5%) mahasiswa laki-laki mengalami tingkat stress sedang dan hanya 9 (12,5%) yang mengalami stres tinggi. Usia 18-29 mengalami stres tinggi sebanyak 66 orang dan usia 18-35 sebanyak 187 orang mengalami stress sedang. Mahasiwa yang mengikuti perkuliahan di Kota Jayapura 142 (60,4%) mengalami stress sedang dan sebanyak 57 (24,3%) mengalami stress tinggi. Hasil uji Kruskall Wallis menemukan variabel persepsi takut tertular covid-19 (p=0,0001), pembatasan sosial (p=0,0001), hubungan dengan dosen (0,0047) dan proses belajar selama pandemi (p=0,0002) memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat stress mahasiswa selama pandemi covid 19. Mengingat mayoritas mahasiswa merasa stress selama pembelajaran daring, maka diperlukan upaya untuk mencegah berkembangnya stress menjadi depresi dan frustasi.
PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA MAHASISWA Lisda Oktavia Madu Pamangin; Asriati Asriati
Molucca Medica Vol 16 No 1 (2023): VOLUME 16, NOMOR 1, APRIL 2023
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2023.v16.i1.61

Abstract

Peningkatan tren kasus COVID-19 terjadi akibat perilaku masyarakat yang cenderung mengabaikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19. Salah satu kelompok usia produktif yang cukup tinggi mobilitasnya adalah mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran praktik pencegahan penularan COVID-19, pengetahuan, dan persepsi mahasiswa tentang COVID-19. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional, dan dilaksanakan selama bulan Juni – Juli 2021. Populasi dalam penelitian ini yakni mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (FKM Uncen). Sampel penelitian sebesar 356 responden, yang ditarik dengan menggunakan teknik stratified random sampling secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang didistribusikan secara online dengan metode self-reported. Data dianalisis secara bivariat dengan uji chi square dengan α= 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,7% mahasiswa FKM Uncen berada dalam kategori cukup dalam praktik pencegahan, serta Ho ditolak pada hasil uji statistic pengetahuan (p= 0,000) dan persepsi (p= 0,000). Kesimpulan yang diperoleh ialah Sebagian besar mahasiswa cukup baik dalam mempraktikkan pencegahan penularan COVID-19, ada hubungan pengetahuan dan persepsi dengan praktik pencegahan penularan COVID-19.
DESKRIPSI KARAKTERISTIK LINGKUNGAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI KAMPUNG NEMBUGRESI KABUPATEN JAYAPURA Madu Pamangin, Lisda Oktavia; Irjayanti, Apriyana
Molucca Medica Vol 17 No 1 (2024): VOLUME 17, NOMOR 1, APRIL 2024
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/molmed.2024.v17.i1.36

Abstract

Jayapura Regency is one of the areas where the malaria rate is still quite high, one of which is Nemburesi Village with an Annual Parasite Incidence (API) above 5.00 (red zone). This research aims to describe the characteristics, environmental conditions and behavior of respondents in Nemburesi Village, Jayapura Regency. The research design used Case Control. The case population was 25, using a total sampling technique and a ratio of cases and controls of 1:1, so that the total was 50 respondents. Data were collected by direct observation and using a questionnaire instrument. Data were analyzed descriptively and presented in cross-tabulation form. The research results showed that among malaria sufferers, 48% of respondents had walls that were not tight, 84% had no ceilings, and 96% had no roofing material. Respondents who suffer from malaria have standing water at 60%, the distance to breeding places that do not meet the requirements is 64%. 96% of respondents who had malaria had a habit outside at night. There is no significant relationship between the external environment and the incidence of malaria (p=0.755). In conclusion, in the variable environmental conditions in the house there are 3 indicators of malaria risk which are more numerous in sufferers, namely; the conditions of the walls are not tight, there is no ceiling, and there is no roofing material. In environmental variables outside the home, there are 2 dominant risk indicators for sufferers, namely; standing water and distance to the breeding place that do not meet the requirements, and in the habit variable there is 1 dominant risk indicator in sufferers, namely; habit of going outside at night.