Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PROGRAM GERAKAN RAMAH LANSIA (GERASIA) DI KECAMATAN CIBEUREUM Ida Rosidawati; Neni Nuraeni; Lilis Lismayanti; Ubad Badrudin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40239

Abstract

Jumlah penduduk lanjut usia (usia 60 tahun keatas) di Indonesia terus menerus meningkat. Seseorang saat memasuki masa lanjut usia, sedikitnya ada lima masalah yang biasa mereka hadapi yaitu; kondisi mental, keterasingan, post power syndrome, masalah ekonomi dan masalah penyakit. Melihat pokok-pokok masalah yang sering dihadapi oleh lansia, maka kondisi tersebut menjadi tanggungjawab bersama khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kecamatan Cibeureum sebagai organisasi yang menaruh perhatian pada pelayanan kesehatan pada Masyarakat terutama Kesehatan dan kesejahteraan lansia. Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kecamatan Cibeureum adalah sebuah organisasi Perempuan yang menjadi wadah untuk mencoba memberikan solusi-solusi kongkrit atas permasalahan-permasalahan sosial yang ada. Salah satu solusi dalam penyelenggaraan Program Gerakan Ramah Lansia (Gerasia). Kegiatan Gerasia meliputi kajian rohani (Pengajian), Pemeriksaan Kesehatan, Edukasi Kesehatan, Baksos dan Pemulasaraan Jenazah. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan mahasiswa sehingga tujuan kegiatan ini erat kaitannya dengan program MBKM di kategori proyek kemanusiaan. Kegiatan ini juga erat kaitannya dengan pencapaian IKU UMTAS salahsatunya adalah IKU 2, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, IKU 3, dosen berkegiatan di luat kampus, dan IKU 5, Hasil kerja dosen digunakan Masyarakat
PENERAPAN INTERVENSI RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF PADA PASIEN STROKE DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT Genta Pangripta; Ida Rosidawati; Astrid Putri Maulana; Dea Puspita
Tasikmalaya Nursing Journal Vol. 3 No. 01 (2025): Tasikmalaya Nursing Jurnal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/tnj.v3i01.792

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Stroke adalah kondisi medis serius yang terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, yang dapat menyebabkan dampak neurologis yang signifikan terutama pada kelemahan otot. Sehingga salah satu intervensi yang dilakukan adalah menerapkan Range Of Motion (ROM). Tujuan penelitian: Untuk mengeksplorasi pengaruh latihan Range of Motion (ROM) aktif terhadap pemulihan fungsi motorik pada pasien stroke Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelusuran sumber data pada systematic literature review ini yaitu dengan penulusuran database terdiri dari Google Scholar dan Portal Garuda. Kriteria inklusi yang digunakan mencakup Quasi Experimental yang melibatkan pasien dewasa berusia ≥15 tahun dengan diagnosis stroke. Artikel yang terpilih dievaluasi menggunakan kerangka kerja PRISMA untuk memastikan kualitas dan relevansi Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kekuatan otot ekstremitas pada pasien yang terkena stroke Hasil penelitian: Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa terapi ROM merupakan bagian penting dari perawatan rehabilitasi pasien stroke, terutama pada fase awal, untuk mengoptimalkan hasil pemulihan.
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BUNGA ROSELLA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA CILUMPING KECAMATAN DAYEUHLUHUR: THE EFFECT OF GIVING ROSELLA FLOWER STEEPING ON BLOOD PRESSURE REDUCTION IN ELDERLY PEOPLE WITH HYPERTENSION IN CILUMPING VILLAGE, DAYEUHLUHUR DISTRICT Heri Budiawan; Bayu Brahmantia; Ida Rosidawati; Asep Muksin; Mila Meilawati
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i1.197

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskuler yang paling banyak dialami oleh lansia. Penanganan hipertensi pada lansia selain menggunakan terapi farmakologi dapat juga dilakukan dengan menggukan pengobatan secara non farmakologi yaitu pemberian seduhan bunga rosella. Senyawa aktif dalam rosella yang banyak berperan dalam menurunkan tekanan darah adalah antosianin, fenolik, theroine, leucine, valine, glycine dan asam askarbonat. Senyawa aktif yang terkandung dalam bunga rosella tersebut dapat membantu melancarkan peredaran darah dengan cara mengurangi derajat viskositas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan Quasi Eksperimental dengan rancangan One group pretest-posttest. Teknik sampling menggunakan Purpose Sampling dengan jumlah sampel 18 responden. Data diolah secara komputerisasi dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji t paired. Hasil penelitian yang dilakukan selama 7 hari didapatkan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum pemberian seduhan bunga rosella adalah 166 mmHg dan untuk diastolik 93 mmHg. Sedangkan, rata-rata nilai sesudah pemberian seduhan bunga rosella yaitu 150 mmHg dan 88 mmHg. Hasil nilai dari uji paired t-test p-value sistole dan diastole = 0,000 dan 0,009 (p < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Desa Cilumping Kecamatan Dayeuhluhur. Dapat disimpulkan bahwa pemberian seduhan bunga rosella terbukti efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Saran peneliti diharapkan responden dapat mengaplikasikan seduhan rosella tersebut untuk menurunkan tekanan darah. Abstract Hypertension is a cardiovascular disease that is most commonly experienced by the elderly. Handling hypertension in the elderly in addition to using pharmacological therapy can also be done by using non-pharmacological treatment, namely giving rosella flower brew. Active compounds in rosella that play a role in lowering blood pressure are anthocyanins, phenolics, theroine, leucine, valine, glycine and ascorbic acid. The active compounds contained in rosella flowers can help improve blood circulation by reducing the degree of viscosity. This study aims to determine the effect of giving rosella flower brew on lowering blood pressure in elderly people with hypertension in Cilumping Village, Dayeuhluhur District. This type of research is quantitative research using Quasi Experimental with One group pretest-posttest design. The sampling technique used Purpose Sampling with a sample size of 18 respondents. Data were computerized using univariate and bivariate analysis using paired t test. The results of research conducted for 7 days obtained the average systolic blood pressure before the administration of rosella flower brew is 166 mmHg and for diastolic 93 mmHg. Meanwhile, the average value after the administration of rosella flower brew is 150 mmHg and 88 mmHg. The results of the paired t-test p-value systole and diastole = 0.000 and 0.009 (p < 0.05) which means that there is an effect of giving rosella flower brew on lowering blood pressure in hypertensive elderly in Cilumping Village, Dayeuhluhur District. It can be concluded that the administration of rosella flower sedatives is proven effective for lowering blood pressure in elderly people with hypertension. The researcher's suggestion is that respondents are expected to apply the rosella brew to lower blood pressure
Efektivitas Dextrose dalam Penanganan Hipoglikemia pada Pasien Diabetes Melitus: Literature Review Nazwa Isni Fauza; Vira Nian Nandini; Ida Rosidawati; Hana Ariyani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1582

Abstract

Hipoglikemia merupakan kondisi emergensi yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus akibat penggunaan insulin atau obat penurun glukosa. Penanganan cepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi serius seperti gangguan kesadaran dan kerusakan neurologis. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian dextrose dalam menangani hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Kajian dilakukan terhadap lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi, mencakup desain pra-eksperimental dan studi kasus yang mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil telaah menunjukkan bahwa pemberian dextrose, baik dalam konsentrasi D10% melalui infus maupun D40% secara bolus, mampu meningkatkan kadar glukosa darah secara cepat pada hipoglikemia ringan hingga berat. Seluruh artikel melaporkan perbaikan kesadaran dan stabilisasi tanda vital setelah intervensi diberikan. Variasi konsentrasi memberikan respons yang berbeda, di mana D40% menunjukkan efek peningkatan glukosa yang lebih cepat, sedangkan infus D10% membantu menjaga kestabilan kadar glukosa serta mengurangi risiko rebound hiperglikemia. Secara keseluruhan, literature review ini menegaskan bahwa dextrose merupakan terapi utama yang efektif dan aman dalam manajemen hipoglikemia pada pasien diabetes melitus. Penyesuaian konsentrasi, dosis, dan metode pemberian perlu disesuaikan dengan kondisi klinis pasien untuk mencapai respons optimal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas penatalaksanaan hipoglikemia.
Implementasi Gerakan Aisyiyah Sehat (GRASS) melalui Optimalisasi G1R1J Berbasis WhatsApp Group untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue Ida Rosidawati; Hana Ariyani; Yana Mulyana; Sunanih
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.19129

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dengan kecenderungan peningkatan kasus setiap tahunnya. Partisipasi masyarakat dalam program pengendalian vektor seperti Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) masih belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan implementasi GRASS melalui model G1R1J berbasis WhatsApp Group dalam upaya pencegahan DBD. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) melalui pelatihan, penerapan pelaporan digital, serta pendampingan berkelanjutan. Sasaran kegiatan adalah kader ‘Aisyiyah Kota Tasikmalaya sebanyak 20 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 67,73 menjadi 78,34 yang menandakan terjadi peningkatan sebesar 10,61 poin (15,7%). Luaran kegiatan adalah laporan jumantik dengan pemanfaatan WhatsApp Group yang memungkinkan monitoring secara real-time, meningkatkan koordinasi, serta mendorong partisipasi masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi komunikasi dengan pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pencegahan DBD. Kata Kunci: DBD; G1R1J; WhatsApp Group; pemberdayaan masyarakat; GRASS
GAMBARAN TINGKAT RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR BERDASARKAN SKOR KARDIOVASKULAR JAKARTA Ida Rosidawati; Hana Aryani
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (2022): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v4i1.1852

Abstract

Penyakit kardiovaskular masih menjadi masalah kesehatan global di dunia termasuk Indonesia. Hal tersebut dapat meningkatkan angka kesakitan, kecacatan dan beban sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan deteksi dini risiko penyakit kardiovaskuler menggunakan skor kardiovaskular Jakarta sehingga dapat dikaji lebih lanjut, dimonitoring dan diberikan intervensi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat risiko penyakit kardiovaskuler berdasarkan skor kardiovaskuler Jakarta. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel berjumlah 30 orang menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi berdasarkan skor kardiovaskuler Jakarta kemudian di analisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko penyakit kardiovaskular responden berdasarkan skor kardiovaskuler jakarta antara tingkat risiko rendah (43%) dan tinggi (40%) berbeda tipis. Peneliti berasumsi bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menjadi kriteria dalam penilaiannya, sebagaimana data yang ditemukan yakni semua responden adalah perempuan (100%), sebagian besar rentang usia adalah diatas 60 tahun (30%), mayoritas memiliki tekanan darah normal (66,7%), indeks massa tubuh pada kisaran 26,00-29,99 (46,7%), tidak merokok (100%), tidak menderita diabetes mellitus (90%), dan melakukan aktivitas fisik sedang (46,7%). Kesimpulan Sebagian besar responden memiliki tingkat risiko penyakit kardiovaskular yang rendah dan tinggi hampir sama, sehingga manajemen faktor risiko tetap perlu dilakukan terutama pada kelompok dengan risiko tinggi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN BANTUAN HIDUP DASAR WARGA ORTOM MUHAMMADIYAH KOTA TASIKMALAYA Hana Ariyani; Ida Rosidawati
HealthCare Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v4i2.2293

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat berperan penting dalam mencegah kematian dan kecacatan yang terjadi dalam kondisi kegawatdaruratan. Namun saat ini di Indonesia belum banyak yang memahami tentang apa itu BHD dan prosedur pelaksanaannya. Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah adalah organisasi masyarakat yang sering mengadakan kegiatan yang melibatkan massa. Sehingga penting sekali bagi anggota Ortom untuk memahami dan mampu memberikan BHD jika terjadi suatu peristiwa kegawatdaruratan. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan BHD terhadap pengetahuan Ortom Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya. Metode: penelitian ini merupakan penelitian komparatif, Quasy Experiment, One Group Pre Test Post Test Design, dengan subjek penelitian pengurus Ortom Muhammadiyah Di Kota Tasikmalaya sebanyak 34 orang. Metode sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling. Sedangkan untuk analisisnya menggunakan Uji T Dependent karena data terdistribusi normal setelah dilakukan uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk (data pre test dengan p value 0,006 dan data post test dengan p value 0,001). Hasil: hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan OrtomDi Muhammadiyah Kota Tasikmalaya tentang BHD sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan p value 0,000. Kesimpulan: pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan Ortom Muhammadiyah Kota Tasikmalaya tentang BHD
PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PENDERITA DM DI PUSKESMAS PARUNGPONTENG KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN TASIKMALAYA Bayu Brahmantia; Miftahul Falah; Ida Rosidawati; Aida Sri R; Nita Dinia F
HealthCare Nursing Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Healtcare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v2i2.862

Abstract

Komplikasi yang sering terjadi pada pasien Diabetes Mellitus (DM) adalah menurunnya sensitivitas kaki. Perawatan kaki DM sangat penting untuk menjaga vaskularisasi, memperkuat otot kaki dan mencegah terjadinya komplikasi yang fatal. Salah satu tindakan pencegahan untuk menjaga keutuhan kulit yaitu dengan senam kaki yang diyakini dapat meningkatkan aliran darah ke daerah ektremitas sehingga dapat meningkatkan sensitivitas diektremitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap sensitivitas kaki pada penderita DM. Jenis penelitian experiment dengan desain pre and post test. Dengan sampel 25 orang, instrument penelitian menggunakan skala sensitivitas. Alat ukur penelitian ini menggunakan kapas, sikat dan jarum. analisis penelitian menggunakan uji T test. Senam kaki dilakukan 2 kali selama 1 minggu. Hasil penelitian sensitivitas kaki sebelum dilakukan senam kaki memiliki rata- rata sensitivitas 1,67 dan sesudah dilakukan senam kaki memiliki rata- rata sensitivitas 2,36, sensitivitas lebih baik sesudah diberikan senam kaki (p value 0,001). Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh senam kaki diabetik terhadap sensitivitas kaki pada penderita DM di Puskesmas Parungponteng Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENANGANAN PERTAMA HIPOTERMIA PADA UNIT KEGIATAN MAHASISWA PECINTA ALAM (UKM MAPALA) Rizki Vauzy Firmansyah; Ida Herdiani; Ida Rosidawati
HealthCare Nursing Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Healthcare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v1i2.982

Abstract

Tercatat pada tahun 2006 hingga tahun 2019 terdapat beberapa kejadian kematian akibat hipotermia. Mapala adalah sebuah organisasi yang beranggotakan mahasiswa dan memiliki kesamaan minat dan kepedulian terhadap alam liar, yang obe di antaranya dalam pendakian gunung lebih dari 3000 mdpl, sehingga UKM terancam hipotermia saat melakukan aktivitas alam di pegunungan. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan yang cukup dalam penanganan pertama korban hipotermia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pengobatan pertama hipotermia pada mahasiswa pecinta natutal (Mapala) di kota tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah simple stratifiend random sampling dengan sampel 43 orang pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data secara univariat distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden terbanyak sebanyak 33 orang (76,7%), baik 4 orang (9,3%) maupun kurang 6 (14,0%). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan profesi keperawatan meningkatkan kualitas perawat dengan memberikan edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat awam dan pecinta alam (Mapala) tentang penanganan pertama hipotermia yaitu deskriftif kuantitatif.